Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Herbal-Based Community Training For Hypertension Prevention Using TENSITEA Vina Juliana Anggraeni; Asep Roni; Siti Saidah Mutmainah; Anne Yuliantini; Deden Indra Dinata
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 4 No. 2 (2025): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v4i2.1687

Abstract

Hypertension remains one of the most prevalent non-communicable diseases worldwide and is increasingly becoming a health burden in Indonesian communities. Limited knowledge about hypertension and the lack of access to preventive strategies contribute to its high incidence in rural areas. This community empowerment program was conducted to improve public understanding of hypertension and to provide practical training on the production of a herbal tea formulation, known as Tensi Tea, using locally available ingredients such as breadfruit leaves, bay leaves, and cinnamon. The activity took place in Mandalawangi Village and involved community members, local health cadres, and students. The program was implemented in several stages, including educational sessions on hypertension prevention, interactive discussions, and hands-on training in harvesting, processing, and packaging herbal ingredients into tea bags. Participants were actively engaged, demonstrated high enthusiasm, and were able to produce the herbal tea product independently by the end of the training. The results showed an increase in community knowledge regarding risk factors and prevention of hypertension, as well as enhanced skills in producing a simple herbal preparation that has the potential to support both health promotion and local economic opportunities. In conclusion, education on hypertension prevention, accompanied by training on herbal tea, is an effective strategy to empower communities. It is recommended that similar programs be expanded to other rural areas and supported by local health services to ensure sustainability.
The UTILIZATION OF MEDICINAL PLANT COLLECTION IN BOGOR BOTANICAL GARDEN FOR WOUND HEALING sakina istiqomah; Asep Roni; Raden Herni Kusriani; Syamsul Hidayat
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.3007

Abstract

Medicinal plants play an essential role in human health by treating various diseases, including wound healing. Bogor Botanical Gardens (KRB) serve as a conservation site for numerous medicinal plant species. This study aims to explore the use of medicinal plants in KRB for wound healing activities. Using a qualitative descriptive method, data were collected on plant species with known wound-healing properties. The study identified 65 species with potential, predominantly from the Fabaceae family. Notable examples include Archidendron clypearia, Caesalpinia coriaria, Cassia fistula, Peltophorum pterocarpum, Spatholobus littoralis, and Tamarindus indica, each with specific ethnobotanical uses. Among them, Tamarindus indica was found to be the most effective, capable of closing wounds by the fifth day. Plant parts used in treatment include leaves, bark, stems, sap, and others, commonly applied through compression or topical use. This study highlights the significant potential of KRB’s medicinal plant collection in contributing to traditional and scientific approaches to wound healing.
Literature review on the activity of kepuh plant (Sterculiafoetida L.) as a natural antioxidant Dewi Kurnia; Asep Roni; Kiki Dwi Rahayu
Journal of Agritechnology and Food Processing Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jafp.v4i1.24831

Abstract

Kepuh (Sterculiafoetida L.) is a traditional medicinal plant that is a source of secondary metabolites, also known for its phenolic content as an antioxidant and antibacterial.   The kepuh plant has been scientifically proven to have anti-inflammatory and analgesic activities. The preparation of this literature review aims to provide information on the efficacy of the kepuh plant as an antioxidant. The methods used to test the antioxidant activity of kepuh are DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) and ABTS (2,2-Azinobis-3-ethyl benzhothiazoline-6-sulfonic acid). Antioxidant activity is determined from the IC50 value. Where, the lower the IC50 value, the stronger the antioxidant activity of a sample.  The conclusion from this literature search is that kepuh is a plant that has strong antioxidant activity.
Pemberdayaan Komunitas PILAR SAP melalui Penerepan Pengendalian Mutu Sederhana pada Produk Herbal Rumah Tangga Vina Juliana Anggraeni; Asep Roni; Deden Indra Dinata; Anne Yuliantini; Ilyas Nur Fatahillah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (PEMAS) Vol. 3 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pemas.v3i2.128

Abstract

Produksi minuman herbal rumah tangga di tingkat komunitas terus berkembang sebagai bagian dari pemanfaatan bahan alam lokal dan penerapan gaya hidup sehat. Namun, proses pengolahan produk herbal masih banyak dilakukan secara tradisional tanpa penerapan pengendalian mutu sederhana, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas, keamanan, dan konsistensi produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas komunitas PILAR SAP dalam menerapkan pengendalian mutu sederhana pada produk herbal rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) melalui identifikasi potensi komunitas, penyuluhan, pelatihan praktik, pendampingan, dan evaluasi partisipatif. Kegiatan diikuti oleh 33 peserta yang terdiri atas orang tua dan anggota komunitas Sekolah Alam Purwakarta. Program meliputi pelatihan pembuatan minuman herbal serta penerapan uji pH dan uji organoleptik sebagai bentuk pengendalian mutu sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menjaga mutu, higienitas, dan konsistensi produk herbal rumah tangga. Peserta juga mampu menerapkan analisis sederhana secara mandiri pada produk yang dibuat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan pengendalian mutu sederhana dapat menjadi pendekatan aplikatif dalam pemberdayaan komunitas untuk mendukung pengembangan produk herbal yang lebih aman dan berkualitas.
Program Deteksi Dini Hipertensi melalui Skrining Tekanan Darah dan Edukasi Kesehatan di Desa Mandalahaji, Kabupaten Bandung Asep Roni; Dedeh Dahliah; Rizki Siti Nufitria; Ika Kunia Sukmawati; Novaliana Devianti Sagita; Wini Resna Novianti; Anri Anri; Tika Lubis; Fania Putri Alya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27680

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering tidak menunjukkan gejala sehingga deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah menjadi penting di tingkat masyarakat. Posbindu dan kegiatan pengabdian masyarakat dapat menjadi sarana skrining serta edukasi faktor risiko hipertensi. Kegiatan ini bertujuan melakukan skrining tekanan darah dan memberikan edukasi mengenai hipertensi kepada masyarakat Desa Mandalahaji, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Kegiatan dilaksanakan pada 30 Juli 2026 di RW 10 Desa Mandalahaji dengan pendekatan edukatif dan skrining kesehatan. Data yang dianalisis meliputi karakteristik peserta, nilai pre-test, dan hasil pengukuran tekanan darah. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rerata. Sebanyak 34 peserta mengikuti kegiatan dengan rentang usia 24–74 tahun. Sebagian besar peserta adalah perempuan (88,2%). Rerata nilai pre-test sebesar 85. Rerata tekanan darah peserta adalah 130,82/84,35 mmHg. Sebanyak 17 peserta (50,0%) memiliki hasil tekanan darah ≥140 mmHg sistolik dan/atau ≥90 mmHg diastolik pada saat skrining. Dua peserta menunjukkan hasil sangat tinggi, yaitu 210/140 mmHg dan 196/117 mmHg, sehingga memerlukan tindak lanjut kesehatan. Skrining berbasis masyarakat ini berhasil mengidentifikasi peserta dengan hasil tekanan darah tinggi yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Kegiatan edukasi dan skrining perlu dilanjutkan secara berkala melalui Posbindu dan fasilitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Hipertensi, Masyarakat, Skrining, Tekanan Darah.  ABSTRACT Hypertension is one of the major non-communicable diseases that may occur without noticeable symptoms, making early detection through blood pressure screening important at the community level. Community-based screening and health education can support early detection and hypertension prevention. This community service activity aimed to conduct blood pressure screening and provide hypertension education to residents of Mandalahaji Village, Pacet District, Bandung Regency. The activity was conducted on July 30, 2026, in RW 10, Mandalahaji Village, using an educational and screening approach. Data included participants' characteristics, pre-test scores, and blood pressure measurements. Data were analyzed descriptively using frequencies, percentages, and means. A total of 34 participants participated, with ages ranging from 24 to 74 years. Most participants were women (88.2%). The mean pre-test score was 85. The mean blood pressure was 130.82/84.35 mmHg. Seventeen participants (50.0%) had blood pressure readings of ≥140 mmHg systolic and/or ≥90 mmHg diastolic during screening. Two participants had markedly elevated readings of 210/140 mmHg and 196/117 mmHg and therefore required further health follow-up. This community-based screening successfully identified participants with elevated blood pressure who required further monitoring. Regular screening and health education through community health posts and primary healthcare facilities should be continued. Keywords: Blood Pressure, Community, Health Education, Hypertension, Screening.
Co-Authors Aditia Astary Aditya Septian Al-mu’ti Agus Miraj Darajat Alfi Fauzia Hakim Amar Maruf Anggraeni, Vina Juliana Anni Naimah Anri M Shaleh Deana, Anri M Shaleh Aris Suhardiman Aris Suhardiman Asep Gana Suganda Asep Gana Suganda As’ari Nawawi Ayi Asnawi Budiana, Wempi Burhanudin Burhanudin Burhanudin Burhanudin claudio Ananda Boby Dadang Juanda Deanty Eka Utami Dedeh Dahliah Deden Indra Dinata, Deden Indra Deni Chandra Ramadhan Dewi Kurnia Dewi Kurnia Dewi Kurnia Dista Asmarani, R. Mayang Eki Pratidina Fajarwati, Kania Fikri Mourly Wahyudi Heni Aguspita Dewi Herni Kusriani, R. Hilda Novianti Ida Lisni Ika Kunia Sukmawati Ilyas Nur Fatahillah Intan Sri Mulyati Isnugraheni Sumarah Istiqomah, Aulia Nurfazri Jajang Japar Sodik Jajang Nurjaman Kharina Septi Lestari Kiki Dwi Rahayu Laela Fitriani Lilis Silviana Linda Rofiasari Mae Maelani Maesaroh Maesaroh Maria Elvina Tresia Butar-Butar Marliani, Lia Meda Yuliani Mutmainah, Siti Saidah Nara, Theodorik Erik Ni Nyoman Sri Mas Hartini Novaliana Devianti Sagita Novitasari Tsamrotul Fuadah Nurani Hafsyah Pahlevi, Muhamad Reza Pratama, Reza Purwaniati, Purwaniati - Putri Alya, Fania R. Mayang Dista Asmarani Rahayu, Sri Mulyati Rika Hartati Rizki Siti Nufitria Sagita, Novaliana Devianti sakina istiqomah Silvia Sri Apriliani SITI SAIDAH Siti Saidah Mutmainah Soni Muhsinin Sri Lestari Sri Mas Hartini, Ni Nyoman Suhardiman, Aris Sumarah, Isnugraheni Sutrisno, Entris Syamsul Hidayat Theodorik Erik Nara Tika - Lubis Utami, Deanty Eka Vina Juliana Anggraeni Wahyudin Wini Resna Novianti Yuliantini, Anne Zaelani, Diki Zahra Sayyidatunnisa