Articles
Evaluasi Pelaksanaan Standar Produk Hasil Belajar pada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Laode Anhusadar
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Volume 13 Nomor 1 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/atdbwv13i1.1775
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi pencapaian hasil belajar yang telah ditetapkan berdasarkan standar produk pada satuan pendidikan anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode evaluasi model CIPP dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi di lapangan, wawancara terhadap guru dan kepala sekolah, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pelaporan hasil belajar anak sudah menyertakan seluruh aspek pengembangan anak. Pelaporan dibuat dalam bentuk narasi berdasarkan rekapitulasi jumlah angka yang diperoleh anak dalam penilaian harian. Kelemahan penilaian semacam ini adalah kurangnya fakta berupa laporan atau catatan tertulis tentang kemajuan anak sebagai dasar membuat laporan akhir.
OUTCOME PROGRAM BINA KELUARGA BALITA (BKB): KONSELING ORANG TUA DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI
Islamiyah Islamiyah;
Faizah Binti Awad;
Laode Anhusadar
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : IAIN Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/zjpi.v6i1.1797
Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 atas kerjasama dengan BKKBN RI. Penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan sebuah gambaran umum yang menjelaskan tentang fungsi dan tanggung jawab BKKBN wilayah Sulawesi Tenggara terhadap program bina keluarga balita PAUD yang telah di tetapkan. Sampel penelitian ini dipilih secara purposive sampling (Konawe dan Konawe Selatan). Sumber data yang akan digunakan yakni: data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi dan observasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Keterlibatan orang tua dapat dilihat dari aspek outcome pelaksanaan bina keluarga balita telah memenuhi kriteria, hal ini dapat dilihat dari hasil yang diperolah dari penyelengaraan bina keluarga balita yang yang bisa menghasilkan orang tua yang kreatif, untuk evaluasi outcome dari bina keluarga balita menunjukkan adanya kreatifitas orang tua yaitu orang tua membuat sendiri alat permainan edukatif, orang tua menggunakan media di dalam rumah dan orang tua berhasil dan berprestasi.
PENERAPAN SIKAP TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA MTsN I WAKATOBI
Wa Ode Raslimin;
Laode Anhusadar
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (395.94 KB)
|
DOI: 10.31332/zjpi.v4i1.1000
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara tepat pengaruh penerapan sikap terhadap hasil belajar siswa MTsN I Wakatobi kelas VII A. Penelitian ini merupakan penelitian PTK. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan secara lazim sesuai dengan prinsip Penelitian Tindakan Kelas yaitu meliputi 4 tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Dalam penelitian ini, yang penulis jadikan sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas VII A MTsN I Wakatobi Kabupaten Wakatobi Tahun Pelajaran 2017/2018 semester Genap, yang berjumlah 34 orang. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan 3 metode, yaitu: mengadakan tes atau evaluasi terhadap peserta didik melalui pre test dan post test untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami konsep membaca dan menulis awal Bahasa Indonesia. Hasil yang diperoleh dari penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh penulis terhadap siswa kelas VII A MTsN I Wakatobi melalui penerapan sikap dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII A, dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan sikap dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas VII A MTsN I Wakatobi.
Persepsi Mahasiswa PIAUD terhadap Kuliah Online di Masa Pandemi Covid 19
Laode Anhusadar
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (676.284 KB)
|
DOI: 10.24014/kjiece.v3i1.9609
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa tentang kuliah online, untuk mengetahui bentuk-bentuk aplikasi yang digunakan dalam kuliah online dan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan faktor penghambat dalam kuliah online. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian survey deskriptif, sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa PIAUD semester 4 IAIN Kendari. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket. Temuan dalam penelitian ini adalah tempat yang biasa untuk kuliah dari 60 orang mahasiswa sebanyak 53 atau 88,3 % yang menjawab di rumah, sebanyak 2 orang Mahasiswa atau 3,3% yang menjawab di kebun dan sebanyak 5 mahasiswa atau 8,3% yang menjawab di rumah keluarga atau tetangga yang bagus jaringan internetnya. Mahasiswa menggunakan alat alektronik untuk mengikuti kuliah online adalah HP dan laptop. Aplikasi yang disuka dalam kuliah online, sebanyak 56 mahasiswa atau 91,8% mahasiswa memilih aplikasi Whatsapp group, sebanyak 4 mahasiswa atau 6,5% mahasiswa memilih aplikasi zoom dan sebanyak 1 mahasiswa atau 1,6% mahasiswa memilih aplikasi email. Ketika ditanyakan kepada mahasiswa sejauhmana materi yang disampaikan melalui perkuliahan online dapat anda pahami oleh mahasiswa sebanyak 1 mahasiswa menjawab sangat dipahami, sebanyak 23 Mahasiswa menjawab dipahami, sebanyak 34 mahasiswa menjawab kadang-kadang dipahami dan sebanyak 4 mahasiswa menjadab tidak dipahami. Mahasiswa secara kesuluruhan atau 100% memilih kuliah tatap muka dibandingkan dengan kuliah online.
Membatik Jumputan untuk Meningkatkan Motorik Halus pada Masa Pandemi Covid 19 Melalui Home Visit
Oshin Santi Tawulo;
Laode Anhusadar
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/kjiece.v5i1.13064
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan motorik halus anak pada kelompok B di TK As-Salam. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus model kemmis dan Mc taggart yang memiliki empat tahapan yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. setiap siklus dilakukan dengan tiga kali pertemuan.Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membatik jumputan dapat meningkatkan perekmbangan motorik halus anak kelas B di TK As-Salam Desa Labokeo Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan. Perkembangan motorik halus anak mengalami perubahan yang sangat baik. Pada siklus 1 menunjukkan kemampuan motorik halus anak dominan berada pada kriteria ketuntasan 58,33% atau berada pada kategori cukup. Pada siklus 2 menunjukkan kemampuan motorik halus anak berada pada rentang penilaian berkembang sesuai harapan dengan kriteria ketuntasan sebanyak 75% atau berada dalam kategori baik kemampuan motorik halusnya pada indikator anak dapat membatik sesuai gagasannya indikator ketuntasannya 75%, anak dapat mengekspresikan diri melalui gerakan membatik kriteria ketuntasannya 75%, indikator anak dapat mengkoordinasikan mata dan tangan untuk melakukan gerakan yang rumit kriteria ketuntasannya 66,66%, indikator anak dapat menggunting sesuai pola kriteria ketuntasannya 75%.
HEDOLE DOLE : STUNTING TRADISIONAL MASYARAKAT WAKATOBI
Sumiman Udu;
Laode Anhusadar;
Alias Alias;
La Ali
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 14, No.2, November 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.27 KB)
|
DOI: 10.31332/ai.v14i2.1508
Every civilization has knowledge about health. From the beginning until now the most vulnerable groups in terms of health are toddlers and pregnant women. In the Wakatobi community, the health of children or toddlers is also an important aspect that is a priority of the local government to improve the quality of children's lives. In an effort to improve the quality of life for toddlers, the Wakatobi community has a culture as a traditional stunting that has been growing and developing in the community. This study used an ethnographic approach, so the data collection of data analysis uses ethnographic principles. This approach was expected to reveal how the Wakatobi community views health and quality of life for toddlers. The results of this study indicated that the Wakatobi community has had a traditional earrings concept called the Hedole Dole. Through the Hedole Dole ritual, toddlers have special treatment from a sando or traditional birth attendant. After experiencing the Dole Dole ritual, Wakatobi children possessed strong endurance. They will have strong endurance to fight various weather changes. Wakatobi believes and believes that this tradition has improved the quality of life and endurance of their toddlers. They also assume that healthy children are children who have a healthy body and mind. Wakatobi people think that through the ritual tradition of Dole Dole food can have a strong immune system. The process of their idols will be given various types of herbs and treatments that make their bodies stronger and resistant to various diseases.
Parenting Dalam Meningkatkan Perkembangan Perilaku Sosial Anak Usia 5-6 Tahun
Endang Nur Junita;
Laode Anhusadar
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/yby.v5i2.11002
Penelitian ini dilakukan untuk (1) mengetahui bentuk parenting yang diterapkan orangtua pada anak usia 5-6 tahun di TK Setia (2) mengetahui gambaran parenting terhadap perkembangan perilaku sosial anak usia 5-6 tahun di TK Setia Kec. Pondidaha, Kab. Konawe. Penelitian ini dilaksanakan melalui metode survey deskriptif dengan analisis deskriptif persentase yang dilaksanakan di TK Setia Kec. Pondidaha, Kab. Konawe. Data dalam penelitian ini diambil menggunakan observasi, kuesioner/angket, wawancara dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini yaitu orangtua dalam hal ini ibu dari anak usia 5-6 tahun di TK setia. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) ada beberapa bentuk parenting yang diterapkan orangtua pada anak usia 5-6 tahun di antaranya pola asuh otoriter sebanyak 20.00%, pola asuh demokratis sebanyak 56.66% dan pola asuh permisif sebanyak 23.33%. (2) Gambaran parenting terhadap perkembangan perilaku sosial anak sangat beragam, begitupun perkembangan sosial dalam hal ini yaitu bermain dengan teman sebaya, kerjasama, berbagi, menyelesaikan tugas dan mengenal tata krama dan sopan santun. Sesuai dengan hasil lembar observasi sebanyak 56.66% atau 17 anak sudah berkembang sangat baik (BSB) dalam perkembangan perilaku sosial dan dari hasil wawancara, orangtua lebih cenderung menerapkan pola asuh demokratis, sebanyak 36.66% atau 11 anak pada penilaian berkembang sesuai harapan (BSH) dalam perkembangan perilaku sosial anak orangtua menerapkan pola asuh permisif pada 7 anak dan 4 anak dengan pola asuh otoriter, sebanyak 6.66% atau 2 anak yang masih pada tahap mulai berkembang (MB) dalam perkembangan perilaku sosial anak orangtua menerapkan pola asuh otoriter dan 0% atau tidak ada anak yang belum berkembang (BB) dalam perkembangan perilaku sosial anak.
Kolaborasi Orang Tua dan Pendidik dalam Menstimulus Perkembangan Keaksaraan Anak Usia Dini
Muh. Shaleh;
Batmang Batmang;
Laode Anhusadar
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2742
Perkembangan keaksaraan anak usia dini perlu diberikan stimulus sejak dini tidak hanya oleh pendidik atau orang tua tetapi perlu kolaborasi antar orang tua dan pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kolabarasi orang tua dan pendidik dalam menstimulus perkembangan keaksaraan anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan pada KB Sultan Qaimuddin Kendari. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2021-Maret 2022, informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, pendidik dan orang tua peserta didik pada KB Sultan Qaimuddin Kendari. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa bentuk-bentuk kolaborasi yang dilakukan orang tua dan pendidik dalam memberikan stimulus perkembangan keaksaraan anak usia dini adalah merangsang minat anak untuk berbicara, latihan menggabungkan bunyi bahasa, memperkaya perbendaharaan kata, mengenalkan kalimat melalui cerita dan nyanyian, dan mengenalkan lambang huruf.
Spectroscopic Analysis of Tempeh Protein Content during the Production Process
Zul Arham;
Kurniawan Kurniawan;
Laode Anhusadar;
Ismaun Ismaun
International Journal of Transdisciplinary Knowledge Vol 2, No 1, July 2021
Publisher : IAIN Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (834.504 KB)
|
DOI: 10.31332/ijtk.v2i1.1
Tempeh is a local Indonesian food that is liked by the community, both locally and internationally. The high protein content is the reason for choosing tempeh as a complementary food. In its production, tempeh is made by two important processes, including treatment and fermentation. During this process, the protein can be damaged, resulting in a decrease in the protein content of tempeh. Based on these problems, this study aims to analyze the reduction of tempeh protein content during the production process. The analysis used two spectroscopic methods, including FTIR and UV-Visible. FTIR spectroscopy was used to observe the reduction in total protein content, while UV-Vis spectroscopy was used to observe the reduction in dissolved protein content. The results of the study for FTIR analysis showed that at the pretreatment and fermentation stages, both caused a decrease in the total protein content of tempeh. This was observed with a decrease in the intensity of IR absorption at a wavenumber of 1745 cm-1 which is identical to the C=O group and 1543 cm-1 which is identical to the N-H group. Based on the results of the UV-Visible study, it shows that the fermentation time affects the amount of dissolved protein. This situation is supported by the increasing pH of tempeh and decreasing water content during fermentation.
Bermain Playdough dalam Meningkatkan Kecerdasan Visual-Spasial Melalui Home Visit di Tengah Pandemi Covid-19
Niken Widiastita;
Laode Anhusadar
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/murhum.v1i2.17
Penelitian tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan visual-spasial melalui kegiatan bermain menggunakan media playdough pada anak kelompok B PAUD Baitul Qur’an Kecamatan Ranomeeto. Dengan subjek penelitian yaitu anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan hasil karya. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan portofolio. Proses penelitian dilakukan dalam dua siklus dengan empat tahapan yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bermain menggunakan media playdough dapat meningkatkan kecerdasan visual-spasial anak kelompok B PAUD Baitul Qur’an Kecamatan Ranomeeto. Pada siklus satu menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan visual-spasial anak dominan berada pada penilaian mulai berkembang dan berkembang sesuai harapan dengan kriteria ketuntasan 40% atau berada pada kategori cukup. Pada siklus dua menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan visual-spasial anak dominan berada pada penilaian berkembang sangat baik dengan kriteria ketuntasan sangat baik perkembangan kecerdasan visual-spasial melalui kegiatan bermain playdough pada indikator koordinator mata dan motorik anak dalam membuat berbagai bentuk sebanyak 80%, kemantapan persepsi anak dalam mengenal macam-macam warna dan ragam bentuk yaitu 90%, diskriminasi visual anak dalam membedakan dan mengklasifikasikan bentuk dan ukuran suatu benda sebanyak 80%.