Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Formulasi Sediaan Tablet Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharantus roseus L.G.Don) dengan Kombinasi Bahan Pengisi Manitol dan Glukosa Menggunakan Metode Granulasi Basah: Formulation of Tapak Dara (Catharantus roseus L.G. Don) Leaf Extract Tablets with a Combination of Mannitol and Glucose Fillers Using the Wet Granulation Method Ani, Nur; Susanti, Ika Yani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i3.2142

Abstract

Vinca (Vinca rosea) or periwinkle was once seen as a wild and simple flower. Many people are starting to notice and enjoy it now. This research aims to find out the best way to make tablets containing tapak dara leaf extract that have good physical quality. The technique used in this research is a subjective strategy and the results obtained, basic testing on tapak dara leaf powder shows that tapak dara leaves contain alkaloid compounds that provide a reddish yellow boost, flavonoids which are described by the development of a red-orange to purple-red color. , saponins are described by the development of stable foam, and Tannins are described by the composition of changes in varieties that are dark blue, if reagents and negatives are added, they do not contain polyphenols which cannot be separated by the composition of changes in varieties. and all recipes each contain tapak dara leaf extract equation I, recipe II, and equation III meet the quality test requirements for size consistency, weight consistency, friability, and tablet hardness as expected in the Indonesian pharmacopeia, the use of tapak dara leaves is separately focused on equation I, II and III, the use of a mixture of mannitol and glucose fillers did not have a significant effect on the size consistency, weight consistency, friability and hardness of tapak dara leaf extract tablets. Keywords:          Tablets, Tapak Dara Leaf Extract, Filling Material, Wet Granulation   Abstrak Vinca (Vinca rosea) atau periwinkle dulunya dipandang sebagai bunga liar dan sederhana. Banyak orang mulai memperhatikan dan menikmatinya sekarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara terbaik membuat tablet mengandung ekstrak daun tapak dara yang mempunyai mutu fisik yang baik. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi subyektif dan hasil yang didapat, pengujian dasar pada bubuk daun tapak dara menunjukkan bahwa daun tapak dara mengandung senyawa alkaloid yang memberikan dorongan kuning kemerahan, flavonoid yang digambarkan dengan perkembangan warna merah jingga hingga merah ungu. , saponin digambarkan dengan berkembangnya buih yang stabil, Tanin digambarkan dengan susunan perubahan varietas berwarna biru tua, apabila ditambahkan pereaksi dan negatif tidak mengandung polifenol yang tidak dapat dipisahkan oleh susunan perubahan varietas. dan semua resep masing-masing berisi ekstrak daun tapak dara persamaan I, resep II, persamaan III memenuhi persyaratan uji mutu konsistensi ukuran, konsistensi berat, kerapuhan dan kekerasan tablet sesuai yang diharapkan dalam farmakope indonesia, pemanfaatan daun tapak dara terpisah fokus dengan persamaan I, II dan III penggunaan campuran bahan pengisi manitol dan glukosa tidak berpengaruh nyata terhadap konsistensi ukuran, berat konsistensi, kerapuhan dan kekerasan tablet ekstrikat daun tapak dara. Kata Kunci:         Tablet, Ekstrak Daun Tapak Dara, Bahan Pengisi, Granulasi Basah
Analisa Kecelakaan di Perusahaan Jasa Pertambangan PT XYZ di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Menggunakan Generic Error Modeling System (GEMS) Arif Wibawa, Prasetya; Ani, Nur; Sari, Dewi Puspito
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14667

Abstract

ABSTRACT The coal mining industry is one of the industries that contributes to non-tax state income (PNBP) and is one type of industry that has a high risk of accidents. Accidents that occur cause many losses to both people and property. Accidents that occur are caused by various factors which include unsafe behavior and unsafe conditions, unsafe acts make the largest contribution as direct causes of accidents. This research aims to determine the human error aspect and its characteristics of accidents that occur at PT XYZ. This research uses a case study design with a quantitative approach with the aim of providing an overview of the human error problem in accidents that occurred during 2021 to 2023 at PT XYZ. The data used in this research is secondary data in the form of accident reports from 2021 to 2023. The results of the research are all accident data from 2021 to 2023 that occurred at PT XYZ. It was found that unsafe acts were 84.2% and unsafe conditions were 15.8%. Unsafe acts consist of human error 68.8% and Violations 31.2%. In cases of human error, it was found that Skill based error was 27.3%, Rule based error was 18.2% and Knowledge based error was 54.5%. Keywords: Accident Analysis, Human Error, Unsafe Act  ABSTRAK Industri pertambangan batubara merupakan salah satu industri yang turut berkontribusi dalam menyumbang pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dan salah satu jenis industn yang memiliki resiko kecelakaan yang tinggi Kecelakaan yang terjadi banyak menimbulkan kerugian baik pada manusia maupun harta benda. Kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh berbagai faktor yang meliputi perilaku tidak aman maupun kondisi yang tidak aman, unsafe act memberikan kontribusi terbesar sebagai penyebab langsung dari terjadinya kecelakaan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek human error dan karateristiknya terhadap kecelakaan yang terjadi di PT XYZ. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus (case study) dengan pendekatan kuantitatif dengan tujuan memberikan gambaran masalah human error pada kecelakaan yang terjadi selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2023 di PT XYZ. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan kecelakaan selama tahun 2021 sampai tahun 2023. Hasil penelitian adalah terhadap seluruh data kecelakaan selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2023 yang terjadi di PT XYZ. diperoleh bahwa unsafe act sebesar 84.2% dan unsafe condition sebesar 15.8%. Unsafe act terdiri dari human error 68.8% dan Violations sebesar 31.2%. Terhadap kasus human error di peroleh bahwa Skill based error 27.3%, Rule based error 18.2% dan Knowledge based error 54.5%. Kata Kunci: Analisa Kecelakaan, Human Error, Unsafe Act
Alat Pelindung Diri Sebagai Upaya Mencegah Risiko Pada Pekerja Sablon Plastik Di Desa Bolon Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah Wartini, Wartini; Sartika, Iik; Haryanti, Titik; Ani, Nur
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.13146

Abstract

Background: Bahaya yang teridentifikasi dari pekerjaan sablon plastik yang dominan yaitu bahaya kimia dan bahaya ergonomi. Bahaya yang muncul tersebut jika tidak dilakukan pengendalian dengan baik akan memberikan risiko pada pekerja berupa keracunan akibat menghirup bahan kimia (thiner dan tinta) dan keluhan musculoskeletal akibat sikap kerja yang tidak ergonomis. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan pekerja sablon plastic tentang risiko bahaya dan mampu melakukan upaya pencegahan resiko. Metode: Mitra dalam pengabdian ini adalah Usaha Sablon Plastik. Jumlah peserta sebanyak 10 orang pekerja. Metode kegiatan dengan ceramah diskusi dan simulasi, Teknik pengambilan data melalui kuesioner pre dan posttest yang dilakukan sebelum kegiatan sosialisasi sialisasi dan simulasi penggunaan alat pelindung diri. Hasil: Kegiatan advokasi ini dilaksanakan pada pemilik usaha sablon, bertujuan untuk mendapatkan dukungan dari pemilik usaha sablon agar ikut serta dalam pencegahan resiko paparan zat kimia pada pekerja sablon dan pemilik usaha sablon menyambut dengan antusias dan ikut serta dalam kegiatan pengabdian. Kegiatan sosialisasi untuk mengukur keberhasilan dengan melakukan pretest dan posttest dengan hasil pretest dan posttest peningkatan rerata nilai sesuai target yaitu sebesar 47,3%.  Pekerja juga diberikan simulasi penggunaan alat pelindung diri berupa respirator sehingga dapat menerapkan pemakaian respirator dengan benar.
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN PERMENKES NO 39 TAHUN 2016 TENTANG PIS-PK PROGRAM INDONESIA SEHAT (Studi Kasus di Puskesmas Kabupaten Sragen) Rahardjo, Budhi; Ani, Nur; Hastuti, Puji
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i1.1026

Abstract

ABSTRAKProgram utama pembangunan kesehatan periode ini adalah Program Indonesia Sehat yang tertuang dalam Renstra Menteri Kesehatan RI 2015-2019, dalam roadmap tahun 2019 seluruh penduduk Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan berupa kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada bulan April-September 2018 di CHC Kabupaten Sragen. Variabel penelitiannya adalah pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini. Analisis data menggunakan tiga jalur kegiatan utama yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian ini berdasarkan hasil implementasi di lapangan dibandingkan dengan regulasi yang ada. Cakupan kunjungan rumah belum sesuai, namun tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini sudah sesuai dengan ketentuan. Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat merekomendasikan kepada Puskesmas untuk menjalin kerjasama dengan lintas sektor, meningkatkan jaminan atau komitmen, bekerjasama dengan instansi pendidikan kesehatan agar cakupan kunjungan rumah dapat tercapai tepat waktu. Keywords: Implementation, The Indonesian Health Minister Regulation Number 39  in 2016, Healthy Indonesian Program by Family Approachment  ABSTRAK Program utama pembangunan kesehatan periode ini adalah Program Indonesia Sehat yang tertuang dalam Renstra Menteri Kesehatan RI 2015-2019, dalam roadmap tahun 2019 seluruh penduduk Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan berupa kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada bulan April-September 2018 di CHC Kabupaten Sragen. Variabel penelitiannya adalah pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini. Analisis data menggunakan tiga jalur kegiatan utama yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian ini berdasarkan hasil implementasi di lapangan dibandingkan dengan regulasi yang ada. Cakupan kunjungan rumah belum sesuai, namun tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini sudah sesuai dengan ketentuan. Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat merekomendasikan kepada Puskesmas untuk menjalin kerjasama dengan lintas sektor, meningkatkan kepastian atau komitmen, bekerjasama dengan instansi pendidikan kesehatan agar cakupan kunjungan rumah dapat tercapai tepat waktu. Kata Kunci: Implementasi, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2016, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga
Hubungan Pencahayaan dan Shift Kerja dengan Kelelahan Mata Pada Pekerja di Laboratorium PMI Kota Surakarta Tahun 2025 Kurniawan; Nur Ani; Wartini; Farid Setyo Nugroho
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB) Vol 7 No 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Eye fatigue is a common occupational health issue experienced by workers, particularly due to inadequate lighting and rotating shift systems that disrupt the body’s biological rhythm. The TFOS report in 2023 stated that the global prevalence of digital eye fatigue reached 70.7%, highlighting the substantial role of workplace lighting and work schedules in contributing to visual discomfort. A preliminary survey at the laboratory of the Indonesian Red Cross (PMI) Surakarta revealed that nighttime lighting intensity was only 139 lux, with approximately 70% of night shift workers reporting symptoms of eye fatigue. This study aimed to determine the relationship between lighting and work shifts and the occurrence of eye fatigue among laboratory workers at PMI Surakarta. A quantitative cross-sectional design was employed, involving the total population of 39 laboratory workers selected through total sampling. Data were collected using the Visual Fatigue Index (VFI) questionnaire to assess eye fatigue and a lux meter to measure lighting intensity. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with the Chi-Square test. Results showed that most respondents (69.2%) worked in environments with lighting below the standard, 46.2% worked during day shifts, and 56.4% experienced eye fatigue. Statistical tests revealed a significant relationship between lighting and eye fatigue (p = 0.001), while no significant relationship was found between work shifts and eye fatigue (p = 0.065). Based on these findings, it was concluded that lighting plays a significant role in the incidence of eye fatigue, whereas work shifts do not show a statistically meaningful relationship. The study recommends that PMI Surakarta evaluate its workplace lighting systems and consider revising shift schedules to support visual health and worker productivity. Keywords: eye fatigue, lighting, work shift, laboratory
THE EFFECT OF ACUPRESSURE TO HEMOGLOBIN LEVELS OF THE ELDERLY Sholihah, Imrok Atus; Ani, Nur; Sartika, Iik
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 11, No 1 (2023): February
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v11i1.66606

Abstract

Background: Hemoglobin is a protein in erythrocytes. Anemia in the elderly often goes unnoticed. Traditional Chinese Medicine (TCM) is also considered as one of the complementary and alternative medicine (CAM). This study aims to determine hemoglobin levels after acupressure therapy of the elderly at Panti Griya Sehat Bahagia.Methods: The design of this study used an experimental research design in the form of two groups: pretest-posttest design. The sample in this study were all elderly in Panti Griya Sehat Bahagia. The study was conducted in September 2022 at Panti Griya Sehat Bahagia, Karanganyar Regency. The sampling technique was total sampling of 34 subjects in this research. Data collected is the primary data by recording and evaluating the results of the action in this research. Statistical test using univariate analysis and bivariate analysis by using t test.Results: There were differences in hemoglobin levels before and after acupressure therapy in the elderly at Panti Griya Sehat Bahagia (p<0.001).Conclusion: There is an average increase in hemoglobin levels between before and after acupressure therapy in the elderly at Panti Griya Sehat Bahagia.
Analisis Kepadatan Tikus dan Keberadaan Leptospira pada Ginjal Tikus di Dukuh Ngeropoh, Condongcatur, Depok, Sleman : Analysis of Rat Density and Presence of Leptospira in Rat Kidneys in Ngeropoh, Condongcatur, Depok, Sleman Istikhomah, Intan; Elissa Maharani, Nine; Puspito Sari, Dewi; Ani, Nur
Jumantik Vol 13 No 1 (2026): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v13i1.9082

Abstract

Leptospirosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena tingginya angka kesakitan dan kematian, serta hubungan erat dengan tikus sebagai reservoir utama. Penelitian ini dilakukan karena Dukuh Ngeropoh merupakan wilayah berisiko leptospirosis yang telah mencatat dua kasus terkonfirmasi, termasuk satu kematian, namun data mengenai kepadatan tikus dan keberadaan bakteri Leptospira masih terbatas. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kepadatan tikus, dan keberadaan bakteri Leptospira pada ginjal tikus di Dukuh Ngeropoh, Condongcatur, Depok, Sleman. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi mencakup seluruh tikus di area penelitian, dengan sampel diambil dari semua tikus yang tertangkap melalui teknik consecutive sampling. Penelitian dilakukan pada April-Mei 2026 dengan 150 perangkap. Analisis data dilakukan secara deskriptif univariat dengan indikator success trap dan pemeriksaan ginjal tikus menggunakan metode PCR real-time untuk mendeteksi bakteri Leptospira. Hasil menunjukkan success trap 31,3% yang termasuk kategori kepadatan tinggi. Sebanyak 47 ekor tikus tertangkap, didominasi oleh spesies Rattus argentiventer. Sebanyak 14,9% tikus positif Leptospira, dengan spesies yang terinfeksi meliputi Rattus norvegicus, dan Rattus argentiventer. Kesimpulannya, kepadatan tikus yang tinggi disertai infeksi Leptospira pada sebagian tikus menandakan risiko penularan leptospirosis, sehingga diperlukan pengendalian tikus, peningkatan sanitasi, dan edukasi.