Claim Missing Document
Check
Articles

Educational Interventions and Digital Innovation for Improving BPJS Inpatient Claims Maulia, Putri; Sartika , Iik; Ani, Nur; Rahardjo, Budhi
The Journal of Educational Development Vol. 13 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jed.v13i1.24372

Abstract

Pending inpatient claims under Indonesia’s National Health Insurance (BPJS Kesehatan) have become a critical concern for hospital financial management and administrative performance, particularly as hospitals transition to digital claim systems. This study aims to investigate the effectiveness of educational interventions and digital innovation in reducing pending BPJS inpatient claims, while providing actionable policy insights to improve hospital claim management. Employing a descriptive quantitative approach, the research utilizes secondary data from all inpatient claim submissions at RS Slamet Riyadi Surakarta for October 2024, complemented by internal audits and stakeholder interviews. The urgency of this study arises from the persistent delays in claim processing, which threaten both hospital cash flow and service sustainability. The findings reveal that inaccurate medical records constitute the most significant factor contributing to claim delays, accounting for 75% of pending cases, followed by incomplete documentation, insufficient supporting examinations, and inadequate therapeutic evidence. Novelty emerges through the systematic prioritization of delay determinants and the application of structured educational interventions and AI-based digital tools to enhance staff competence and verification processes. The research contributes practical recommendations for integrating ongoing education, digital verification, and collaborative policy-making, thereby strengthening the quality, transparency, and efficiency of BPJS inpatient claim management in Indonesian hospitals.
Formulasi Sediaan Tablet Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharantus roseus L.G.Don) dengan Kombinasi Bahan Pengisi Manitol dan Glukosa Menggunakan Metode Granulasi Basah: Formulation of Tapak Dara (Catharantus roseus L.G. Don) Leaf Extract Tablets with a Combination of Mannitol and Glucose Fillers Using the Wet Granulation Method Ani, Nur; Susanti, Ika Yani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i3.2142

Abstract

Vinca (Vinca rosea) or periwinkle was once seen as a wild and simple flower. Many people are starting to notice and enjoy it now. This research aims to find out the best way to make tablets containing tapak dara leaf extract that have good physical quality. The technique used in this research is a subjective strategy and the results obtained, basic testing on tapak dara leaf powder shows that tapak dara leaves contain alkaloid compounds that provide a reddish yellow boost, flavonoids which are described by the development of a red-orange to purple-red color. , saponins are described by the development of stable foam, and Tannins are described by the composition of changes in varieties that are dark blue, if reagents and negatives are added, they do not contain polyphenols which cannot be separated by the composition of changes in varieties. and all recipes each contain tapak dara leaf extract equation I, recipe II, and equation III meet the quality test requirements for size consistency, weight consistency, friability, and tablet hardness as expected in the Indonesian pharmacopeia, the use of tapak dara leaves is separately focused on equation I, II and III, the use of a mixture of mannitol and glucose fillers did not have a significant effect on the size consistency, weight consistency, friability and hardness of tapak dara leaf extract tablets. Keywords:          Tablets, Tapak Dara Leaf Extract, Filling Material, Wet Granulation   Abstrak Vinca (Vinca rosea) atau periwinkle dulunya dipandang sebagai bunga liar dan sederhana. Banyak orang mulai memperhatikan dan menikmatinya sekarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara terbaik membuat tablet mengandung ekstrak daun tapak dara yang mempunyai mutu fisik yang baik. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi subyektif dan hasil yang didapat, pengujian dasar pada bubuk daun tapak dara menunjukkan bahwa daun tapak dara mengandung senyawa alkaloid yang memberikan dorongan kuning kemerahan, flavonoid yang digambarkan dengan perkembangan warna merah jingga hingga merah ungu. , saponin digambarkan dengan berkembangnya buih yang stabil, Tanin digambarkan dengan susunan perubahan varietas berwarna biru tua, apabila ditambahkan pereaksi dan negatif tidak mengandung polifenol yang tidak dapat dipisahkan oleh susunan perubahan varietas. dan semua resep masing-masing berisi ekstrak daun tapak dara persamaan I, resep II, persamaan III memenuhi persyaratan uji mutu konsistensi ukuran, konsistensi berat, kerapuhan dan kekerasan tablet sesuai yang diharapkan dalam farmakope indonesia, pemanfaatan daun tapak dara terpisah fokus dengan persamaan I, II dan III penggunaan campuran bahan pengisi manitol dan glukosa tidak berpengaruh nyata terhadap konsistensi ukuran, berat konsistensi, kerapuhan dan kekerasan tablet ekstrikat daun tapak dara. Kata Kunci:         Tablet, Ekstrak Daun Tapak Dara, Bahan Pengisi, Granulasi Basah
Analisa Kecelakaan di Perusahaan Jasa Pertambangan PT XYZ di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Menggunakan Generic Error Modeling System (GEMS) Arif Wibawa, Prasetya; Ani, Nur; Sari, Dewi Puspito
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14667

Abstract

ABSTRACT The coal mining industry is one of the industries that contributes to non-tax state income (PNBP) and is one type of industry that has a high risk of accidents. Accidents that occur cause many losses to both people and property. Accidents that occur are caused by various factors which include unsafe behavior and unsafe conditions, unsafe acts make the largest contribution as direct causes of accidents. This research aims to determine the human error aspect and its characteristics of accidents that occur at PT XYZ. This research uses a case study design with a quantitative approach with the aim of providing an overview of the human error problem in accidents that occurred during 2021 to 2023 at PT XYZ. The data used in this research is secondary data in the form of accident reports from 2021 to 2023. The results of the research are all accident data from 2021 to 2023 that occurred at PT XYZ. It was found that unsafe acts were 84.2% and unsafe conditions were 15.8%. Unsafe acts consist of human error 68.8% and Violations 31.2%. In cases of human error, it was found that Skill based error was 27.3%, Rule based error was 18.2% and Knowledge based error was 54.5%. Keywords: Accident Analysis, Human Error, Unsafe Act  ABSTRAK Industri pertambangan batubara merupakan salah satu industri yang turut berkontribusi dalam menyumbang pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dan salah satu jenis industn yang memiliki resiko kecelakaan yang tinggi Kecelakaan yang terjadi banyak menimbulkan kerugian baik pada manusia maupun harta benda. Kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh berbagai faktor yang meliputi perilaku tidak aman maupun kondisi yang tidak aman, unsafe act memberikan kontribusi terbesar sebagai penyebab langsung dari terjadinya kecelakaan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek human error dan karateristiknya terhadap kecelakaan yang terjadi di PT XYZ. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus (case study) dengan pendekatan kuantitatif dengan tujuan memberikan gambaran masalah human error pada kecelakaan yang terjadi selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2023 di PT XYZ. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan kecelakaan selama tahun 2021 sampai tahun 2023. Hasil penelitian adalah terhadap seluruh data kecelakaan selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2023 yang terjadi di PT XYZ. diperoleh bahwa unsafe act sebesar 84.2% dan unsafe condition sebesar 15.8%. Unsafe act terdiri dari human error 68.8% dan Violations sebesar 31.2%. Terhadap kasus human error di peroleh bahwa Skill based error 27.3%, Rule based error 18.2% dan Knowledge based error 54.5%. Kata Kunci: Analisa Kecelakaan, Human Error, Unsafe Act
Implementasi Hot Work Permit sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan di Proyek Jaringan Distribusi Utama SPAM Wosusokas Segmen 3 Arham Hanif Febria; Iik Sartika; Nur Ani; Wartini, Wartini
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5224

Abstract

Wosusokas SPAM Main Distribution Network Project Segment 3 PT PP-Selaras Join Operation involves various work activities, one of which hot work activities that have high potential fire hazards. During project implementation period, 11 near miss incidents and 25 cases Non-Conformity were recorded in hot work. This study examine implementation hot work permit system effort to prevent work accidents. Study used qualitative descriptive approach with data collection techniques through indepth interviews, observation, and documentation. Subjects this study consisted 6 informants. The object this study was implementation hot work permits at PT PP-Selaras Join Operation. Data analysis was carried out through reduction, presentation, and drawing conclusions. Data validity tested using triangulation sources and methods. Implementation hot work permit carried determining work area through field assessment covering activities such welding, cutting, and grinding. Preparation stage included initial coordination, preparation work methods and JSA, hazard control. Permit valid for 12 hours after validation, but hampered by limited gas testing, number of supervisors, and size of the work area. Hot work permit process has been running well, indicated by the placement documents on permit board, permit extension, supervision, suspension, and emergency handling. Completion hot work permit after work area declared safe through final inspection, closure validation, and permit storage. Implementation of hot work permits on project has been running well through systematic stages, optimization implementation hot work permits can through digitalization of work permits and addition supervisory personnel to ensure all work areas undergo gas testing to minimize potential hazards.
Alat Pelindung Diri Sebagai Upaya Mencegah Risiko Pada Pekerja Sablon Plastik Di Desa Bolon Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah Wartini, Wartini; Sartika, Iik; Haryanti, Titik; Ani, Nur
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.13146

Abstract

Background: Bahaya yang teridentifikasi dari pekerjaan sablon plastik yang dominan yaitu bahaya kimia dan bahaya ergonomi. Bahaya yang muncul tersebut jika tidak dilakukan pengendalian dengan baik akan memberikan risiko pada pekerja berupa keracunan akibat menghirup bahan kimia (thiner dan tinta) dan keluhan musculoskeletal akibat sikap kerja yang tidak ergonomis. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan pekerja sablon plastic tentang risiko bahaya dan mampu melakukan upaya pencegahan resiko. Metode: Mitra dalam pengabdian ini adalah Usaha Sablon Plastik. Jumlah peserta sebanyak 10 orang pekerja. Metode kegiatan dengan ceramah diskusi dan simulasi, Teknik pengambilan data melalui kuesioner pre dan posttest yang dilakukan sebelum kegiatan sosialisasi sialisasi dan simulasi penggunaan alat pelindung diri. Hasil: Kegiatan advokasi ini dilaksanakan pada pemilik usaha sablon, bertujuan untuk mendapatkan dukungan dari pemilik usaha sablon agar ikut serta dalam pencegahan resiko paparan zat kimia pada pekerja sablon dan pemilik usaha sablon menyambut dengan antusias dan ikut serta dalam kegiatan pengabdian. Kegiatan sosialisasi untuk mengukur keberhasilan dengan melakukan pretest dan posttest dengan hasil pretest dan posttest peningkatan rerata nilai sesuai target yaitu sebesar 47,3%.  Pekerja juga diberikan simulasi penggunaan alat pelindung diri berupa respirator sehingga dapat menerapkan pemakaian respirator dengan benar.
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN PERMENKES NO 39 TAHUN 2016 TENTANG PIS-PK PROGRAM INDONESIA SEHAT (Studi Kasus di Puskesmas Kabupaten Sragen) Rahardjo, Budhi; Ani, Nur; Hastuti, Puji
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i1.1026

Abstract

ABSTRAKProgram utama pembangunan kesehatan periode ini adalah Program Indonesia Sehat yang tertuang dalam Renstra Menteri Kesehatan RI 2015-2019, dalam roadmap tahun 2019 seluruh penduduk Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan berupa kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada bulan April-September 2018 di CHC Kabupaten Sragen. Variabel penelitiannya adalah pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini. Analisis data menggunakan tiga jalur kegiatan utama yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian ini berdasarkan hasil implementasi di lapangan dibandingkan dengan regulasi yang ada. Cakupan kunjungan rumah belum sesuai, namun tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini sudah sesuai dengan ketentuan. Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat merekomendasikan kepada Puskesmas untuk menjalin kerjasama dengan lintas sektor, meningkatkan jaminan atau komitmen, bekerjasama dengan instansi pendidikan kesehatan agar cakupan kunjungan rumah dapat tercapai tepat waktu. Keywords: Implementation, The Indonesian Health Minister Regulation Number 39  in 2016, Healthy Indonesian Program by Family Approachment  ABSTRAK Program utama pembangunan kesehatan periode ini adalah Program Indonesia Sehat yang tertuang dalam Renstra Menteri Kesehatan RI 2015-2019, dalam roadmap tahun 2019 seluruh penduduk Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan berupa kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada bulan April-September 2018 di CHC Kabupaten Sragen. Variabel penelitiannya adalah pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini. Analisis data menggunakan tiga jalur kegiatan utama yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian ini berdasarkan hasil implementasi di lapangan dibandingkan dengan regulasi yang ada. Cakupan kunjungan rumah belum sesuai, namun tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini sudah sesuai dengan ketentuan. Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat merekomendasikan kepada Puskesmas untuk menjalin kerjasama dengan lintas sektor, meningkatkan kepastian atau komitmen, bekerjasama dengan instansi pendidikan kesehatan agar cakupan kunjungan rumah dapat tercapai tepat waktu. Kata Kunci: Implementasi, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2016, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga
Analysis of the Implementation of the SAP (Safety Accountability Program) Digital Reporting Application in Reducing Workplace Accidents at the PT Energi Batubara Lestari Coal Mine Aminuddin, Arief; Maharani, Nine Elissa; Ani, Nur; Wartini, Wartini
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v5i2.1097

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the digital SAP application in reducing workplace accidents in a coal mining company in South Kalimantan. The research method employed a descriptive quantitative case study approach, involving 150 respondents from various departments. Data were collected through accident documentation over a 12-month period (6 months before and 6 months after implementation of the application), questionnaires, interviews, and field observations. Data analysis was carried out using descriptive comparisons and paired t-tests to examine the significance of accident reduction. The results show a 75% decrease in workplace accidents after the application was implemented. The number of SAP reports in 2025 was consistently higher compared to 2024, with a significant difference of around 2.000–3.000 reports per month, reflecting a more consistent reporting culture. This indicates system improvement and increased worker participation following the full implementation of the digital SAP application in 2025. Surveys revealed that 85% of respondents found the application easy to use, 78% stated it encouraged them to be more proactive in maintaining safety, 75% reported an improved safety culture, and 85% felt the application helped reduce potential hazards. In conclusion, the digital SAP application has proven effective in strengthening the OSH reporting system, increasing worker participation, accelerating follow-up actions, and significantly reducing workplace accidents. This study recommends the broader adoption of the digital SAP application in the mining industry as part of a strategy towards a proactive and sustainable safety culture.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat terhadap Pemilihan Obat Antiinflamasi Sebagai Upaya Pengobatan Sendiri di Kelurahan Kampung Satu Tarakan Tengah Ani, Nur; Kusumawati, Lutfiana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.591 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v1i3.316

Abstract

Swamedikasi adalah salah satu upaya yang sering dilakukan oleh seseorang dalam mengobati gejala penyakit yang dideritanya tanpa terlebih dahulu melakuan konsultasi ke dokter. Salah satu penyakit yang sering diobati secara swamedikasi adalah inflames (peradangan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap pemilihan obat antiinflamasi sebagai upaya pengobatan sendiri di Kelurahan Kampung Satu Tarakan, Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner yang ditujukan pada 100 responden yang dipilih berdasarkan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat di Kelurahan Kampung Satu Kecamatan Tarakan Tengah tentang pemilihan obat antiinflamasi termasuk dalam kategori sangat rendah yaitu ≤50%, namum pengetahuan mereka terhadap swamedikasi dikatakan baik karena ≥50%.
HUBUNGAN LAMA KERJA DAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA BAGIAN SEWING PT MAJU ABADI GARMENT Widyatama, Fer Dila; Wartini, Wartini; Ani, Nur; Nugroho, Farid Setyo
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2824

Abstract

Nyeri punggung bagian bawah (low back pain/LBP) merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang umum terjadi pada pekerja, khususnya di sektor garmen yang mengharuskan duduk dalam waktu lama. Postur kerja yang kurang ergonomis serta lamanya durasi bekerja diduga menjadi penyebab utama munculnya keluhan tersebut. Survei pendahuluan terhadap 10 pekerja bagian sewing  PT Maju Abadi Garment Sukoharjo menunjukkan 70% mengalami keluhan LBP, terutama pada punggung bawah dan pinggang akibat postur membungkuk, kursi tanpa sandaran, meja kerja yang tidak ergonomis, serta jam kerja panjang yaitu 8 jam ditambah lembur 2 jam per hari. yang memperpanjang paparan terhadap posisi kerja statis. Penilaian Rapid Entire Body Assessment (REBA) juga menegaskan bahwa sebagian besar pekerja berada pada kategori risiko tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah keterkaitan antara durasi kerja dan posisi kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah (LBP) pada pekerja di bagian jahit. Pendekatan yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional terhadap 60 responden yang dipilih melalui total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi postur kerja melalui metode REBA, lalu dianalisis dengan uji chi-square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa 75% responden mengalami LBP, 83,33% bekerja lebih dari 8 jam per hari, dan 71,67% memiliki postur kerja yang tidak ergonomis. Analisis juga menemukan adanya hubungan yang signifikan antara durasi kerja (p = 0,002) dan postur kerja (p = 0,012) dengan keluhan LBP. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa durasi kerja berlebih dan postur kerja yang tidak ergonomis berkontribusi besar terhadap kejadian LBP, sehingga diperlukan intervensi ergonomis melalui perbaikan fasilitas kerja, pengaturan waktu kerja, dan edukasi postur kerja yang benar untuk mencegah dampak kesehatan jangka panjang.
Hubungan Pencahayaan dan Shift Kerja dengan Kelelahan Mata Pada Pekerja di Laboratorium PMI Kota Surakarta Tahun 2025 Kurniawan; Nur Ani; Wartini; Farid Setyo Nugroho
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB) Vol 7 No 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Eye fatigue is a common occupational health issue experienced by workers, particularly due to inadequate lighting and rotating shift systems that disrupt the body’s biological rhythm. The TFOS report in 2023 stated that the global prevalence of digital eye fatigue reached 70.7%, highlighting the substantial role of workplace lighting and work schedules in contributing to visual discomfort. A preliminary survey at the laboratory of the Indonesian Red Cross (PMI) Surakarta revealed that nighttime lighting intensity was only 139 lux, with approximately 70% of night shift workers reporting symptoms of eye fatigue. This study aimed to determine the relationship between lighting and work shifts and the occurrence of eye fatigue among laboratory workers at PMI Surakarta. A quantitative cross-sectional design was employed, involving the total population of 39 laboratory workers selected through total sampling. Data were collected using the Visual Fatigue Index (VFI) questionnaire to assess eye fatigue and a lux meter to measure lighting intensity. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with the Chi-Square test. Results showed that most respondents (69.2%) worked in environments with lighting below the standard, 46.2% worked during day shifts, and 56.4% experienced eye fatigue. Statistical tests revealed a significant relationship between lighting and eye fatigue (p = 0.001), while no significant relationship was found between work shifts and eye fatigue (p = 0.065). Based on these findings, it was concluded that lighting plays a significant role in the incidence of eye fatigue, whereas work shifts do not show a statistically meaningful relationship. The study recommends that PMI Surakarta evaluate its workplace lighting systems and consider revising shift schedules to support visual health and worker productivity. Keywords: eye fatigue, lighting, work shift, laboratory