Minimnya penggunaan media pembelajaran digital berbasis budaya Bali yang inovatif dan interaktif menyebabkan rendahnya minat belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan media pembelajaran digital berbasis budaya Bali yang dirancang menggunakan Powtoon untuk menstimulasi kesehatan mental anak usai dini. Penelitian ini merupakan penelitian research and development dengan menggunakan model ADDIE. Uji coba produk dilakukan dalam beberapa tahap untuk mengukur kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas video pembelajaran berbasis Powtoon. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji kelayakan oleh ahli materi, desain, dan media menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan sangat layak digunakan tanpa revisi, hasil uji kepraktisan melalui respon guru dan anak menunjukkan bahwa media ini menarik, mudah dipahami, dan mampu meningkatkan antusiasme serta fokus anak dalam belajar dan hasil uji efektivitas menggunakan paired sample t-test memperlihatkan adanya perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test terhadap aspek kesehatan mental anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran digital berbasis budaya Bali efektif dalam menstimulasi kesehatan mental anak usia dini serta berkontribusi dalam memperkuat nilai-nilai budaya lokal melalui pembelajaran yang interaktif dan bermakna.