Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

HUKUM BISNIS TERHADAP PERBEDAAN HARGA ANTARA ALFAMART DAN INDOMARET Nisya, Chairun; Hamdi, Hafidzul; Muna, Khairatul; Tsany, Luqyana; Syahirina, Putri; Ramdani; Ramadhan, Riski
Indonesia of Journal Business Law Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 3 Nomor 1 Januari 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ijbl.v3i1.4067

Abstract

Latar belakang: Dalam era modern ini, minimarket seperti Alfamart dan Indomaret telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Perbedaan harga antara produk yang sama di Alfamart dan Indomaret bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk strategi pemasaran, kebijakan penetapan harga, biaya operasional, dan promosi yang berbeda. Fenomena ini dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakpuasan di kalangan konsumen, terutama ketika mereka merasa bahwa harga yang mereka bayar tidak sesuai dengan yang diiklankan atau berbeda signifikan antar toko. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode wawancara atau disebut metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian: Perbandingan harga antara Alfamart dan Indomaret memiliki variasi yang signifikan tergantung pada produk tertentu. Faktor-faktor seperti strategi promosi, kebijakan harga, biaya operasional, dan kualitas produk memengaruhi perbedaan harga ini. Kesimpulan: Penelitian ini menyoroti pentingnya kesadaran konsumen terhadap perbedaan harga antara Alfamart dan Indomaret serta perlunya pengawasan yang lebih ketat dalam menjaga keadilan harga bagi konsumen
ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT STRATEGIES IN IMPROVING THE QUALITY OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION INSTITUTIONS Fatiha, Nurul; Ulhaq, Syahirah; Ramdani; Habib, Syafaatul
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 1 No. 2 (2025): Juni
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores strategies in Islamic education management aimed at improving the quality of Islamic educational institutions. Educational quality is a vital indicator of an institution’s success in fulfilling its vision and mission. In the context of Islamic education, effective management requires the integration of Islamic values with professional administrative practices. This research uses a library research method, gathering information from books, journals, and relevant literature. The sources are divided into primary—such as books, scientific articles, and journals directly discussing Islamic education management—and secondary sources that remain relevant to the topic. The study finds that strategic planning, Islamic leadership, human resource development, and continuous evaluation are essential elements in enhancing educational quality. Moreover, the active involvement of stakeholders, including teachers, students, and parents, contributes significantly to creating a positive and effective learning environment. These strategies support the sustainability and excellence of Islamic educational institutions in facing future challenges.
IMPLEMENTATION OF TRANSPARENT AND ACCOUNTABLE PRINCIPLES IN SCHOOL FINANCIAL MANAGEMENT Kurniasari, Putri; Rindani, Adia; Wulandary, Selly; Andriesgo, Johan; Nadialiana; Ramdani; Rasyidi, Arya
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 1 No. 2 (2025): Juni
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transparent and accountable school financial administration supports the smooth running of education programs. Through proper planning, recording, and reporting, funds are used efficiently and prevent misuse. This principle is important to improve the quality of education, achieve educational goals, and involve stakeholders in the supervision and evaluation of school financial management. The discussion uses a qualitative approach with a literature analysis method. Data were collected from various documents such as books, journals, notes, and digital sources. After collection, a content analysis was carried out on the data, including understanding, explanation, and conclusions, with reference to information from writings, recordings, and images related to the research. School financial transparency means openness of information on the use of funds that is clear and accessible to all parties, building trust and ensuring fairness. Accountability is the responsibility of the institution in managing funds according to plans and regulations. This openness encourages community participation and trust, in accordance with the principles of fairness, efficiency, and public accountability. Transparency and accountability in school financial management are important to build trust and ensure efficient use of funds. Through open reporting, internal supervision, and community and school committee involvement, fund management becomes fair and responsible, supporting the achievement of quality education and effective and sustainable financial governance.
PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN SYARIAH DIGITAL IBU RUMAH TANGGA KECAMATAN WIYUNG SURABAYA Indrarini, Rachma; A'rasy Fahrullah; Ach. Yasin; Irfan Ramis; Ramdani
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6443

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah digital pada ibu rumah tangga di Kecamatan Wiyung, Surabaya. Di era digital, kemampuan memahami dan memanfaatkan layanan keuangan berbasis teknologi yang sesuai dengan prinsip syariah menjadi hal yang penting dalam pengelolaan keuangan keluarga. Namun, masih banyak ibu rumah tangga yang memiliki keterbatasan dalam memahami layanan keuangan digital serta konsep keuangan syariah seperti riba, gharar, dan maisir. Program ini menggunakan pendekatan terstruktur yang meliputi analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan kegiatan sosialisasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan secara offline dengan melibatkan 40 peserta, yang terdiri dari ibu rumah tangga di Kecamatan Wiyung. Materi yang disampaikan mencakup prinsip dasar keuangan syariah serta penggunaan aplikasi keuangan digital berbasis syariah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 52% antara nilai pre-test dan post-test. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan efektif dalam meningkatkan literasi keuangan digital dan pemahaman prinsip syariah. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Dengan demikian, program ini berhasil meningkatkan literasi keuangan dan kemampuan digital ibu rumah tangga, serta berkontribusi pada pengelolaan keuangan keluarga yang lebih baik dan penguatan inklusi keuangan syariah di masyarakat.
Pengaruh Kredibilitas Influncer, Electronic Word of Mouth (E-WOM), dan Halal Awareness Terhadap Niat Beli Skincare Halal pada Platform E-Commerce Yuni Nur Rachmawati; Ramdani
Syarikat: Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah Vol. 9 No. 1 (2026): Syarikat : Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/syarikat.2026.vol9(1).27845

Abstract

Skincare telah menjadi bagian dari tren gaya hidup sehat di kalangan generasi Z yang banyak memanfaatkan platform e-commerce untuk memenuhi kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kredibilitas Influncer, Electronic Word of Mouth (E-WOM), dan halal awareness terhadap niat beli skincare halal dengan menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan data primer dari 147 responden, yang dianalisis menggunakan SEM-PLS melalui software SmartPLS 4. Penelitian menunjukkan bahwa E-WOM tidak mempengaruhi Attitude konsumen dalam membeli skincare halal. Sementara itu, kredibilitas Influncer dan halal awareness terbukti berpengaruh positif dalam membentuk Attitude konsumen, yang selanjutnya meningkatkan niat beli. Dalam kerangka TPB, menunjukkan bahwa Attitude, subjective norm, dan Perceived Behavior Control berpengaruh dalam membentuk niat beli konsumen. Penelitian ini terbatas pada generasi Z Muslim di Kota Surabaya dengan karakteristik responden yang didominasi oleh perempuan, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan pada wilayah maupun kelompok generasi yang lebih luas.
Pengaruh Persepsi Kegunaan, Persepsi Kemudahan, Literasi Zakat Dan Kepercayaan Terhadap Minat Membayar Zakat Secara Online Binti Roikhatul Jannah; Ramdani
Syarikat: Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah Vol. 9 No. 1 (2026): Syarikat : Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/syarikat.2026.vol9(1).28435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat generasi milenial dalam membayar zakat secara online. Variabel yang digunakan meliputi persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, literasi zakat, dan kepercayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode analisis Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan aplikasi SmartPLS 4.0. Data penelitian diperoleh dari data primer melalui penyebaran kuesioner berbentuk google form. Analisis dilakukan terhadap 200 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria responden generasi milenial berusia 29–44 tahun, beragama Islam, dan berdomisili di Kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan berpengaruh terhadap minat generasi milenial Kota Surabaya dalam membayar zakat secara online. Sementara itu, literasi zakat dan kepercayaan tidak berpengaruh terhadap minat membayar zakat secara online. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor kemudahan dan manfaat layanan digital lebih dominan dibandingkan faktor literasi dan kepercayaan dalam mempengaruhi minat penggunaan zakat online. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan wilayah penelitian yang hanya berfokus pada Kota Surabaya dan penggunaan desain penelitian cross sectional, sehingga penelitian selanjutnya disarankan melibatkan wilayah yang lebih luas serta mempertimbangkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi minat pembayaran zakat secara online.
PENGARUH PERSEPSI KEBERMANFAATAN, KEMUDAHAN DAN KEPERCAYAAN TERHADAP MINAT GENERASI Z DI SURABAYA DALAM MEMBAYAR ZAKAT MELALUI PLATFORM DIGITAL Ervina Dwi Rahmawati; Ramdani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.53396

Abstract

This study aims to analyze the effect of perceived usefulness, perceived ease of use, and perceived trust on the intention of Generation Z in Surabaya to pay zakat through digital platforms. A quantitative approach was employed with data collected via questionnaires from 129 Generation Z respondents in Surabaya. Data analysis used Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0. Results indicate that perceived usefulness (β = 0.353; p = 0.001) and perceived trust (β = 0.302; p = 0.014) have a positive and significant effect on the intention to pay zakat through digital platforms. Conversely, perceived ease of use (β = -0.001; p = 0.989) does not significantly affect Generation Z's intention. The R-squared value of 0.297 indicates that the three variables explain 29.7% of the variance in intention. These findings suggest that usefulness and trust are the primary drivers of digital zakat payment intention, while ease of use is no longer a determining factor for Generation Z who are already accustomed to digital technology.