Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

RELATIVE FAT MASS AND BIOELECTRICAL IMPEDANCE ANALYSIS TO MEASURE BODY FAT PERCENTAGE IN ADOLESCENTS Firdaus, Nais Volum; Ardyanto, Tonang Dwi; Qadrijati, Isna
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 33 No. 3 (2023): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v33i3.1774

Abstract

Relative Fat Mass (RFM) adalah metode pengukuran persentase lemak tubuh yang ditemukan oleh para peneliti di Cedars-Sinai Medical Center di California, Amerika Serikat pada tahun 2018 dengan memasukkan tinggi badan dan lingkar pinggang seseorang ke dalam rumus dan dapat digunakan pada remaja usia 15-19 tahun. Bioelectrical impedance analysis (BIA) adalah alat yang menggunakan empat elektroda, dua di antaranya digunakan untuk menghantarkan arus sinusoidal 50 kHz ke tubuh dan sisanya digunakan untuk mengukur tegangan yang dihasilkan oleh tubuh untuk analisis impedansi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan Relative Fat Mass (RFM) dan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) untuk pengukuran persen lemak tubuh pada remaja. Penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian studi cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 117 orang terdiri dari 40 laki-laki dan 77 perempuan. Pengukuran persen lemak tubuh menggunakan Relative Fat Mass (RFM) dengan memasukan pengukuran tinggi badan dan lingkar pinggang ke dalam rumus. Pengukuran persen lemak tubuh menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), body composition monitor, Model HBF-375. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Penelitian ini menemukan signifikasi p-value sebesar 0,000<0,05. Dapat disimpulkan bahwa RFM dan BIA memiliki hubungan yang signifikan terhadap pengukuran persen lemak tubuh remaja. Dengan demikian, Relative Fat Mass (RFM) dapat digunakan untuk pengukuran persen lemak tubuh selain menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) pada remaja.
PELATIHAN ELEKTROKARDIOGRAFI BAGI PERAWAT Prabowo, Nurhasan Agung; Ardyanto, Tonang Dwi; Apriningsih, Hendrastutik; Myrtha, Risalina
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v6i2.419

Abstract

Kejadian gawat daruat bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Keadaan ini menuntut kesiapan para tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan sesuai dengan kompetensinya. Salah satu profesi kesehatan yang bertanggung jawab dalam penatalaksaan pasien gawat darurat adalah perawat. Penelitian di medan tahun 2019 menyebutkan mayoritas perawat tidak memahami cara membaca rekam jantung yang baik. Setelah berkoordinasi dengan ketua PPNI Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret, permasalahan utama yang dialami PPNI adalah Pengetahuan mengenai cara membaca EKG pada perawat masih terbatas. Perawat tidak mengetahui gambaran rekam jantung yang berbahaya. Pelatihan membaca rekam jantung jarang ditemui di era pandemic COVID-19, dan tidak ada buku panduan khusus untuk membaca rekam jantung bagi perawat. Tahap-tahap pengabdian dilakukan dengan mengadakan workshop pelatihan membaca EKG secara daring pada minggu ketiga bulan April 2021.Tahap pengabdian selanjutnya adalah buku petunjuk EKG dan brosur EKG. Terjadi peningkatan pengetahuan perawat terhadap EKG dengan peningkatan nilai pretes 55,5 menjadi 72,5. Pelatihan EKG bagi perawat meningkatkan pengetahuan perawat sehingga meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan.
Kesiapan Penerapan Pelayanan Kelas Standar Rawat Inap dan Persepsi Pemangku Kepentingan Kurniawati, Golda; Jaya, Citra; Andikashwari, Sekarnira; Hendrartini, Yulita; Dwi Ardyanto, Tonang; Iskandar, Kasir; Muttaqien, Muttaqien; Hidayat, Syamsu; Tsalatshita, Risky; Bismantara, Haryo
Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional
Publisher : BPJS Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.833 KB) | DOI: 10.53756/jjkn.v1i1.15

Abstract

Salah satu amanah dari Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) adalah adanya pelayanan medis dan non-medis yang sama, tidak ada perbedaan, dalam rangka mencapai keadilan sosial. Dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), keadilan ini diterjemahkan sebagai pelayanan kelas standar rawat inap untuk menggantikan tingkatan fasilitas akomodasi rawat inap yang saat ini berlaku. Memasuki tahun keempat implementasi Program JKN, amanah ini masih belum dapat terwujud. Untuk itu, studi ini berupaya menganalisis kemungkinan penerapan kelas standar rawat inap, termasuk menghitung ketersediaan tempat tidur di Indonesia untuk mendukung penerapan tersebut. Studi ini menggunakan mixed method di mana studi kuantitatif dilakukan melalui metode survei terhadap 520 responden peserta JKN yang pernah mendapatkan pelayanan rawat inap di rumah sakit. Studi kualitatif dilakukan melalui wawancara dan diskusi terarah pada pembuat kebijakan Program JKN. Hasil studi menunjukkan bahwa seluruh responden studi dari peserta maupun pembuat kebijakan mendukung penerapan kelas standar rawat inap dengan preferensi yang beragam. Meskipun demikian, disepakati bahwa diperlukan waktu setidaknya 5 tahun untuk memastikan penerapan kelas standar rawat inap dapat dilaksanakan dengan baik. Rumah sakit khususnya membutuhkan waktu untuk mempersiapkan sarana dan prasarana agar sesuai dengan ketentuan kelas standar rawat inap. Studi ini merekomendasikan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung kebijakan kelas standar rawat inap. Tenggat waktu penerapan kelas standar rawat inap pada dokumen Peta Jalan Jaminan Kesehatan perlu direvisi, dilengkapi dengan beberapa regulasi tambahan dan sosialisasi yang intensif.
Role of Gamma-Glutamyl Transferase, High Sensitivity C Reactive Protein and Apolipoprotein B as A Marker of Disease Severity in Psoriasis Shofiyah, Laily; Ardyanto, Tonang Dwi; Prabowo, Nurhasan Agung; Aprilningsih, Hendrastutik; Myrtha, Risalina; Kuncorowati, Niken Dyah Aryani; Suwandono, Adji; Nugroho, Novianto Adi; Sari, Maria Galuh Kamenyangan; Dyanneza, Frieska
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i3.285

Abstract

Psoriasis can develop into systemic psoriasis, which primarily affects the liver, bile ducts, and cardiovascular system. Assessing the severity of psoriasis was crucial for determining treatment and cardiovascular disease risk. The aim of this study was to determine the role of Gamma-Glutamyl Transferase (GGT), High Sensitivity C-Reactive Protein (HS-CRP), and apolipoprotein B (APO B) in assessing the severity of psoriasis. Methods: This study was a cross-sectional, observational analytic study. A total of 33 psoriasis patients were tested for GGT, HS-CRP, APO B levels, and the Psoriasis Area and Severity Index (PASI) score. Results: The average GGT level was 70.75±56.47 u/L, the average HS-CRP level was 0.91±1.03 mg/L, the average APO B level was 110.09±26.47 mg/dL, and the average PASI score was 11.70±4.54. 12.1% of patients had mild psoriasis, 51.5% had moderate psoriasis, and 36.4% had severe psoriasis. There was a positive and strong correlation between GGT and PASI score, HS-CRP and PASI score, and APO B and PASI score. The multivariate correlation between GGT, HS-CRP, and APO B with PASI score had a value of R = 0.874, F = 31.145, p = <0.001. Conclusion: The multivariate correlation between GGT, HS-CRP, and APO B with PASI scores shows a positive and strong correlation, thus it useful for assessing the severity of psoriasis and evaluating the likelihood of cardiovascular disease.
Search for SARS-CoV-2 Inhibitors. Is it still needed?Molecular Docking Study of Teicoplanin Derivatives and Vancomycin against SARS-CoV-2 Mpro Mulyani, Sri; Lestari, Nova Dwi; Samodra, Imam; Wibowo, Fajar Rakhman; VH, Elfi Susanti; Ardyanto, Tonang Dwi
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI, Volume 11, No. 1, May 2025
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology Syarif Hidayatullah Jakarta State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v11i1.44709

Abstract

Coronaviruses have been known since 2002 in the case of SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). SARS-CoV-2, the cause of the COVID-19 pandemic, is believed to be an evolution of the SARS-causing coronavirus (SARS-CoV). This evolution shows the complex interaction dynamics between the virus and the host, which have characterized the emergence of new SARS-CoV-2 strain variations until now. Therefore, the search for these antiviral drugs is still critical. MPro is one of the important proteins for the life cycle of pathogenic coronaviruses, so it is an attractive target for developing drugs that inhibit this virus. This study examined the interaction of teicoplanin derivatives and vancomycin as SARS-CoV-2 MPro (6LU7) inhibitors through molecular docking with Autodock Vina. The smallest RMSD value was selected and stored to calculate the energy value. The image of atoms in the ligand and receptor was processed with Autodock Tools, LigPlus, and PyMOL. The study showed that teicoplanin derivatives such as teicoplanin aglycone, teicoplanin-A3-1, and vancomycin had the potential as SARS-CoV-2 Mpro inhibitors. Based on the interaction at the active site and the obtained ΔG values, even the teicoplanin aglycon had a more significant inhibitory potential than other potent inhibitors such as N3.
THE BENEFICIAL EFFECT OF Moringa Oleifera LEAVES ON HEMOGLOBIN LEVELS IN PREGNANT WOMEN WITH ANEMIA: A SYSTEMATIC REVIEW Badri, Baarizah Febriana; Indarto, Dono; Ardyanto, Tonang Dwi; Avelia, Annisa
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i1.2650

Abstract

Anemia is a serious maternal health problem that can result in long-term negative impacts such as preeclampsia, hemorrhage before and after delivery, stunting, reduced baby immunity, fetal retardation growth, and fetal death. Moringa oleifera is a miracle plant that has been used for anemia treatment. This study aimed to analyze systematically the effect of M. oleifera leaves on hemoglobin levels and dietary intake of iron and zinc in pregnant women with anemia. Our study used the Cochrane tool to select all randomized control trial (RCT) articles and met the requirements of the PRISMA diagram, filtered using some keywords: pregnant women, anemia, M.oleifera powder, and Fe supplements. The selected articles were further screened using the Population, Intervention, Comparator, Outcomes, and Study Type (PICOS) protocol and assessed for their quality using the Cochrane tool bias risks. Five full-text articles used M.oleifera leaves for anemia treatment in women with their first and or third trimester pregnancies. However, increased Hb levels in pregnant women who consumed 100g of fresh M.oleifera leaves with iron supplementation were higher than that of pregnant women who consumed M oleifera powder and extract. In addition, only one full-text article reported dietary intake of Fe and Zn as secondary outcomes after treating M. oleifera leaves. In conclusion, the administration of M. oleifera leaves has a minor effect on Hb levels and no effect on dietary intake of Fe and Zn in pregnant women with anemia.
Hubungan Status Gizi dengan Kebugaran Jasmani Atlet Taekwondo Remaja Istiqomah, Isnanda Putri Nur; Kristiyanto, Agus; Ardyanto, Tonang Dwi
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.3,No.1 Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v3i2.4996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan kebugaran jasmani atlet taekwondo remaja. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 30 atlet taekwondo remaja, sampel diambil menggunakan metode secara acak sederhana yaitu simple random sampling. Pengumpulan data meliputi status gizi dengan cara pengambilan data antropometri berat badan dan tinggi badan, kebugaran jasmani dengan menggunakan tes lari MFT (multistage fitness). Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan kebugaran jasmani (p= 0,028). Nilai R sebesar -0,401 menunjukkan kekuatan hubungan yang sedang, nilai negatif menunjukkan hubungan yang terbalik pada variabel. Status gizi lebih maka kebugaran jasmani menurun. status gizi berhubungan dengan kebugaran jasmani. Atlet yang memiliki status gizi yang baik cenderung memiliki kebugaran jasmani yang baik pula. Perlu dilakukan penambahan informasi terkait gizi pada atlet sehingga terciptanya status gizi baik serta kebugaran jasmani yang baik pada atlet.
DURIAN SEED EXTRACT AMELIORATES LIPID PROFILES IN METABOLIC SYNDROME MODEL RATS Rusliana, Eka; Nurwati, Ida; Ardyanto, Tonang Dwi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 1 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i1.2393

Abstract

Sindrom metabolik merupakan sekumpulan kelainan metabolik yang kompleks dan berkaitan dengan terjadinya dislipidemia yang ditandai dengan adanya perubahan profil lipid yang abnormal meliputi peningkatan kadar trigliserida, kadar low-density lipoprotein (LDL) dan rendahnya kadar high-density lipoprotein (HDL). Ekstrak biji durian mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, fenolik dan triterpenoid yang berpotensi dalam memperbaiki profil lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati ekstrak biji durian dalam perbaikan profil lipid. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium desain pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sebanyak 30 ekor tikus jantan galur Wistar usia 8 minggu, berat 150-200 g dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok kontrol normal (NG) yaitu tikus yang diberi pakan standar, sedangkan 5 kelompok ainnya dibuat model sindrom metabolik dengan diberi diet High Fat High Fructose (HFHFr) 14 hari dan induksi  Streptozotocin (STZ)-Nicotinamide (NA), meliputi kelompok kontrol negatif (NC), yang diberi aquades, dan kelompok kontrol positif (PC), yang diberi simvastatin 0,9 mg/kgBB. Kelompok perlakuan yaitu kelompok perlakuan 1 (TG1), kelompok perlakuan 2 (TG2), dan kelompo perlakuan 3 (TG3), diberikan ekstrak biji durian dosis 100, 200, dan 300 mg/kgBB selama 21 hari. Data dianalisis menggunakan Paired T-test dan One-way ANOVA, dengan signifikansi p<0,05. Hasil menunjukkan setelah 21 hari pemberian ekstrak biji durian terjadi penurunan kadar trigliserida dan LDL serta peningkatan kadar HDL yang signifikan (p<0,05), yang mana perubahan terbesar terjadi pada kelompok dosis 300 mg/kgBB dengan trigliserida sebesar -38,24 ± 6,45 mg/dl, LDL -45,67 ± 2,71 mg/dl dan HDL 54,22 ± 2,72 mg/dl. Pemberian ekstrak biji durian dapat memperbaiki profil lipid pada sindrom metabolik dengan dosis terbaik yaitu 300 mg/kgBB.
Implementation of an Education and Early Detection Program to Reduce the Risk of Occupational Lung Disease in Furniture Craftsmen in Sambirembe Village Ardyanto, Tonang Dwi; Myrtha, Risalina; Prabowo, Nurhasan Agung; Apriningsih , Hendrastutik; Dyanneza, Frieska; Kuncorowati, Niken Dyah Aryani; Nugroho, Novianto Adi; Suwandono, Adji; Sari, Maria Galuh Kamenyangan; Shofiyah, Laily
Sebatik Vol. 29 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v29i2.2640

Abstract

Furniture industry workers in Sambirembe Village, Sragen, face significant health risks from exposure to wood dust, particularly an increased risk of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). This research is prompted by the low awareness among workers regarding these risks and the minimal use of personal protective equipment (PPE). The objective of this program was to increase workers' and business owners' knowledge of lung health, promote early detection of COPD, and encourage the adoption of safer work practices. The method employed was an intervention that included health education and lung function screening via questionnaires and spirometry. The results revealed a critical knowledge gap, where over 85% of workers had never heard of COPD, even though 70% of them reported experiencing respiratory symptoms. Furthermore, over 90% of workers admitted to rarely using masks. The intervention, which combined education with personalized spirometry data feedback, proved effective in increasing worker awareness of tangible health risks. In conclusion, the education-based and health-screening intervention program successfully raised furniture workers' understanding of COPD risks. An approach that integrates information with personal medical evidence is crucial for promoting behavioural change in high-risk work environments.
The Dynamics of Rainfall and Humidity in Dengue Fever Epidemiology: A Case Study of Surakarta City Nurhasan Agung Prabowo; Tonang Dwi Ardyanto; Risalina Myrtha; Hendrastutik Apriningsih; Frieska Dyanneza; Niken Dyah Aryani Kuncorowati; Adji Suwandono; Laily Shofiyah; Maria Galuh Kamenyangan Sari; Novianto Adi Nugroho
Poltanesa Vol 26 No 2 (2025): December 2025
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v26i2.3469

Abstract

Dengue Fever is a significant and recurring public health challenge in tropical urban centers, including the city of Surakarta, Indonesia. The transmission of this vector-borne disease is highly sensitive to local climatic conditions, as high rainfall and humidity create ideal environments for the proliferation of the Aedes aegypti mosquito. This study aims to analyze the epidemiological trends of Dengue Fever in Surakarta from 2021 to 2023 and to determine the influence of key environmental factors on disease transmission dynamics. A descriptive epidemiological study was conducted using secondary data on reported Dengue Fever cases across Surakarta's five sub-districts: Laweyan, Serengan, Pasar Kliwon, Jebres, and Banjarsari. Incidence rates per 100,000 population were calculated and correlated with monthly rainfall and humidity data. The results showed significant fluctuations in incidence, with a major surge in 2022, when 166 total cases were recorded. The district of Laweyan recorded the highest incidence rate that year at 134.59 cases per 100,000 population. This peak strongly correlated with high rainfall and humidity during the first quarter of 2022, which provided optimal mosquito breeding conditions. In contrast, 2021 had the lowest incidence amid drier conditions. These findings confirm a strong association between climatic factors and Dengue Fever transmission in Surakarta. High rainfall and humidity are critical contributors to the disease burden, underscoring the urgent need for integrated, climate-based forecasting within public health surveillance systems to mitigate future outbreaks effectively.
Co-Authors Adang Muhammad Gugun, Adang Muhammad Adji Suwandono adji suwandono Agung Susanto Agus Kristiyanto Agus Kristiyanto Agus Sholikin Agus Sholikin Agus, Telly P. Ambar Mudigdo Amilia Yuni Damayanti Amin Subandrio, Amin Andikashwari, Sekarnira Andri Haryanto Anik Lestari Anwar, Fuad Aprilningsih, Hendrastutik Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Apriningsih, Hendrastutik Ari Natalia Probandari Ari Probandari Ariningrum, Dian Artika Ramadhani Astri Tantri Indriani Astri Tantri Indriani Astri Tantri Indriani Avelia, Annisa Ayunda Oktavia Badri, Baarizah Febriana Benyamin Saut Berty Denny Hermawati Betty Suryawati Bismantara, Haryo Brian Wasita Brian Wasita Cari Cari Citra Jaya Dedy Revelino Delta Nur Septianingsih Deviro Deviro Dewi, Herlina K. Donald Pardede Dono Indarto Dyanneza, Frieska Dyanneza, Frieska Elfi Susanti V. H. Ema Nur Fitriana Endang Suparniati Erzan Dhanalvin Eti Poncorini Pamungkasari Fajar Rakhman Wibowo Firdaus Hafidz As Shidieq Firdaus, Nais Volum Florentinus Nurtitus Gautama, Coana S. Gilbert Renardi Kusila Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hermawati, Berty D. Hidayat, Syamsu Ida Nurwati Ika Mukti Virgiyanti Ika Mukti Virgiyanti Indriani, Astri Tantri Iskandar, Kasir Isnanda Putri Nur Istiqomah Istiqomah, Isnanda Putri Nur Khariri Khariri Kuncorowati, Niken Dwi Aryani Kuncorowati, Niken Dyah Aryani Kurniawati, Golda Laily Shofiyah Laily Shofiyah Lestari, Nova Dwi Maria Galuh Kamenyangan Maria Galuh Kamenyangan Sari Maria Galuh Kamenyangan Sari Maria Galuh Kamenyangan Sari, Maria Galuh Kamenyangan Maria Sekar Cahyaningrum Moh Fanani Mohtar Yunianto Muchtar Hanafi Muttaqien Muttaqien, Muttaqien Myrtha, Risalina Niken Dwi Aryani Kuncorowati Niken Dyah Aryani Kuncorowati Niken Dyah Aryani Kuncorowati Niken Dyah Aryani Kuncorowati Niken Dyah Aryani Kuncorowati Nisri Ina Zahrah Novianto Adi Nugroho Novianto Adi Nugroho Novianto Adi Nugroho Nugroho, Novianto Adi Nur Hafidha Hikmayani Nurhasan Agung Prabowo Prabowo, Nurhasan A. Putranto, Wachid Putri, Desy P. Qadrijati, Isna Ragil Rahma Nafila Ratih Tri Amelia Resta Farits Pradana Reviono Rini Astuti Risalina Myrtha Risalina Myrtha Risalina Myrtha Risalina Myrtha Rizky Amalia Puspitaningrum Rusliana, Eka Samodra, Imam Shofiyah Shofiyah, Laily Soeparmi Soeparmi Soetrisno Soetrisno Sri Indratni Sri Indratni Sri Mulyani Sugiarto Sugiarto Tahono Tahono Tsalatshita, Risky Wan Aisyiah Baros Widana Primaningtyas Wulandari, Evi L. Yeni Farida Yulia Sari Yulita Hendrartini