Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Glukosa Darah Admisi dan HbA1c dengan Kadar D-Dimer pada Pasien COVID-19 dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Ragil Rahma Nafila; Tonang Dwi Ardyanto; Berty Denny Hermawati
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i3.558

Abstract

Pendahuluan: Pasien dengan komorbid diabetes melitus (DM) berisiko tinggi mengalami COVID-19 derajat berat bahkan kematian. Hiperglikemia pada pasien DM menyebabkan perubahan aktivitas dan konsentrasi faktor fibrinolitik dan prokoagulan sehingga terjadi peningkatan risiko trombosis. Pemeriksaan yang dapat digunakan sebagai marker hiperkoagulasi yaitu D-Dimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan glukosa darah admisi dan HbA1c dengan kadar D-Dimer pada pasien COVID-19 dengan DM tipe 2 karena belum banyak penelitian mengenai hal ini. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian menggunakan teknik purposive sampling dari data rekam medis pasien COVID-19 dengan DM tipe 2 di RS UNS pada rentang bulan Agustus 2020 hingga Agustus 2021 yang dirawat inap, dilakukan pemeriksaan kadar D-Dimer admisi, post prandial glucose, dan HbA1c dengan rentang usia ≥ 18 tahun dan < 60 tahun. Data dianalisis dengan Uji Korelasi Sprearman.   Hasil: pasien memenuhi kriteria penelitian. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai probabilitas (p) glukosa darah admisi dan HbA1c dengan kadar D-Dimer masing-masing 0,253 dan 0,236 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi (r) glukosa darah admisi dan HbA1c secara berurutan 0,098 dan 0,106. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara glukosa darah admisi dan HbA1c dengan kadar D-Dimer pada pasien Covid-19 dengan DM tipe 2.  
Correlation Between Total Cholesterol, HDL, and Non-HDL Cholesterol with Apolipoprotein B in Hyperlipidemia Patients Laily Shofiyah; Maria Galuh Kamenyangan Sari; Novianto Adi Nugroho; Adji Suwandono; Niken Dyah Aryani Kuncorowati; Risalina Myrtha; Hendrastutik Apriningsih; Nurhasan Agung Prabowo; Tonang Dwi Ardyanto; Frieska Dyanneza
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 24 No. 2 (2026): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v24i2.281

Abstract

Hyperlipidemia is a major modifiable risk factor for atherosclerotic cardiovascular disease. Among the available laboratory markers, non-HDL cholesterol and apolipoprotein B have attracted considerable attention as more informative measures of the true atherogenic burden carried by a patient’s blood. 51 hyperlipidemia patients were recruited sequentially for our cross-sectional study at the Clinical Laboratory of UNS Hospital, Sukoharjo. A power calculation for correlation studies (α = 0.05, power = 80%) was used to estimate the sample size. A TMS 30i analyser was used to quantify total cholesterol, HDL, and apo B; non-HDL cholesterol was calculated by subtraction. For every association, Pearson product-moment correlation coefficients with 95% confidence intervals (CIs) were calculated using Fisher's z-transformation. There was a high and positive correlation between total cholesterol and apo B (r = 0.881, 95% CI: 0.803–0.932, p < 0.001). There was no significant correlation between HDL cholesterol and apo B (r = 0.082, 95% CI: −0.196 to 0.349, p = 0.566). Apo B and non-HDL cholesterol had the highest correlation by far (r = 0.938, 95% CI: 0.896–0.963, p < 0.001). In hyperlipidemic, non-HDL cholesterol followed apo B more accurately than any other parameter, supporting its usage as a useful, affordable substitute for apo B in situations when direct measurement is not possible. To strengthen these relationships, larger, prospective, multi-center studies that account for important variables are required.
Pengaruh Jus Lidah Buaya (Aloe Vera) terhadap Kadar Glukosa Darah dan Malondialdehid (Mda) Tikus Wistar Diabetes yang Diinduksi Aloksan Rini Astuti; Sugiarto Sugiarto; Tonang Dwi Ardyanto
Jurnal Gizi Kesehatan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronik yang meningkat prevalensinya di berbagai negara. Keadaan hiperglikemia pada DM menyebabkan terjadinya stres oksidatif yang ditandai dengan penurunan antioksidan tubuh. Lidah buaya bersifat teraupetik sebagai antidiabetik dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus lidah buaya terhadap kadar glukosa darah dan malondialdehid (MDA) pada tikus wistar diabetes yang diiinduksi aloksan. Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan pre and post randomized controlled group design. Sampel adalah tikus wistar jantan umur 2 - 2,5 bulan. Kontrol negatif (KN) tidak diinduksi aloksan dan jus lidah buaya. Kontrol positif (KP) diinduksi aloksan 120mg/kgBB tetapi tidak diberi jus lidah buaya. Kelompok K1, K2, dan K3 diinduksi aloksan dan diberi jus lidah buaya dengan dosis 5ml, 7,5ml, dan 10ml/200grBB/hari selama 14 hari. Kadar glukosa darah dan MDA diukur sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis dengan bantuan SPSS 19.0 for windows. Hasil : Terdapat perbedaan signifikan kadar glukosa darah dan MDA sebelum dan sesudah perlakuan pada ketiga dosis dengan nilai p K1 0,02; K2 &lt;0,001; K3 &lt;0,001 (p &lt; 0,05). Kesimpulan : Jus lidah buaya dosis 5ml, 7,5ml, dan 10ml/200grBB/hari dapat menurunkan kadar glukosa darah dan MDA tikus wistar diabetes. Peningkatan dosis berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah. Peningkatan dosis tidak berpengaruh terhadap penurunan kadar MDA.  Kata kunci : lidah buaya, tikus wistar diabetes, glukosa darah, MDA
Co-Authors Adang Muhammad Gugun, Adang Muhammad Adji Suwandono adji suwandono Agung Susanto Agus Kristiyanto Agus Kristiyanto Agus Sholikin Agus Sholikin Agus, Telly P. Ambar Mudigdo Amilia Yuni Damayanti Amin Subandrio, Amin Andikashwari, Sekarnira Andri Haryanto Anik Lestari Anwar, Fuad Aprilningsih, Hendrastutik Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Apriningsih, Hendrastutik Ari Natalia Probandari Ari Probandari Ariningrum, Dian Artika Ramadhani Astri Tantri Indriani Astri Tantri Indriani Astri Tantri Indriani Avelia, Annisa Ayunda Oktavia Badri, Baarizah Febriana Benyamin Saut Berty Denny Hermawati Betty Suryawati Bismantara, Haryo Brian Wasita Brian Wasita Cari Cari Citra Jaya Dedy Revelino Delta Nur Septianingsih Deviro Deviro Dewi, Herlina K. Donald Pardede Dono Indarto Dyanneza, Frieska Dyanneza, Frieska Elfi Susanti V. H. Ema Nur Fitriana Endang Suparniati Erzan Dhanalvin Eti Poncorini Pamungkasari Fajar Rakhman Wibowo Firdaus Hafidz As Shidieq Firdaus, Nais Volum Florentinus Nurtitus Gautama, Coana S. Gilbert Renardi Kusila Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hermawati, Berty D. Hidayat, Syamsu Ida Nurwati Ika Mukti Virgiyanti Ika Mukti Virgiyanti Indriani, Astri Tantri Iskandar, Kasir Isnanda Putri Nur Istiqomah Istiqomah, Isnanda Putri Nur Khariri Khariri Kuncorowati, Niken Dwi Aryani Kuncorowati, Niken Dyah Aryani Kurniawati, Golda Laily Shofiyah Laily Shofiyah Lestari, Nova Dwi Maria Galuh Kamenyangan Maria Galuh Kamenyangan Sari Maria Galuh Kamenyangan Sari Maria Galuh Kamenyangan Sari, Maria Galuh Kamenyangan Maria Sekar Cahyaningrum Moh Fanani Mohtar Yunianto Muchtar Hanafi Muttaqien Muttaqien, Muttaqien Myrtha, Risalina Niken Dwi Aryani Kuncorowati Niken Dyah Aryani Kuncorowati Niken Dyah Aryani Kuncorowati Niken Dyah Aryani Kuncorowati Niken Dyah Aryani Kuncorowati Nisri Ina Zahrah Novianto Adi Nugroho Novianto Adi Nugroho Novianto Adi Nugroho Nugroho, Novianto Adi Nur Hafidha Hikmayani Nurhasan Agung Prabowo Prabowo, Nurhasan A. Putranto, Wachid Putri, Desy P. Qadrijati, Isna Ragil Rahma Nafila Ratih Tri Amelia Resta Farits Pradana Reviono Rini Astuti Risalina Myrtha Risalina Myrtha Risalina Myrtha Risalina Myrtha Rizky Amalia Puspitaningrum Rusliana, Eka Samodra, Imam Shofiyah Shofiyah, Laily Soeparmi Soeparmi Soetrisno Soetrisno Sri Indratni Sri Indratni Sri Mulyani Sugiarto Sugiarto Tahono Tahono Tsalatshita, Risky Wan Aisyiah Baros Widana Primaningtyas Wulandari, Evi L. Yeni Farida Yulia Sari Yulita Hendrartini