Claim Missing Document
Check
Articles

Review: Pengaruh dan Peran Ukuran Nanopartikel Perak (AgNPs) terhadap Efektivitas Antibakteri Iskandar, Benni; Marvika, Shintia; Nabilla, Revanalia; Putri, Winda Masayu; Maghfirah, Wahyi; Marlind, Naya Mahesa
Jurnal Farmasetis Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Farmasetis: Mei 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v14i2.3812

Abstract

Nanopartikel perak (AgNPs) dikenal luas karena sifat antibakterinya yang luar biasa, menjadikannya salah satu nanomaterial yang paling banyak diteliti dalam bidang biomedis dan teknologi kesehatan. Efektivitas antibakteri AgNPs sangat dipengaruhi oleh karakteristik fisikokimia, khususnya ukuran dan bentuk (morfologi) partikel. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif pengaruh morfologi AgNPs terhadap aktivitas antibakteri terhadap berbagai jenis bakteri, baik gram positif maupun gram negatif. Berdasarkan berbagai studi terdahulu dengan pencarian menggunakan keywords “silver nanoparticle”, “antibacterial activity”, dan “characterization” didapatkanlah 111 judul artikel yang berikutnya dilakukan skrining hingga berjumlah (n=19) yang sesuai dengan kriteria inklusi review artikel ini. partikel dengan ukuran lebih kecil cenderung menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih tinggi karena memiliki luas permukaan yang lebih besar. Selain itu, bentuk partikel tertentu seperti segitiga atau batang dilaporkan memberikan efek antibakteri yang lebih kuat dibandingkan bentuk bola. Artikel ini juga membahas mekanisme interaksi antara AgNPs dengan dinding sel bakteri serta bagaimana variasi morfologi dapat memengaruhi penetrasi dan pelepasan ion perak. Melalui analisis kritis terhadap literatur terkini, kajian ini menekankan pentingnya pengendalian morfologi dalam sintesis AgNPs untuk mengoptimalkan potensi antibakterinya dalam aplikasi klinis dan industri.
Tinjauan Literatur: Peran Nanopartikel dalam Meningkatkan Stabilitas dan Bioavailabilitas Obat Topikal Iskandar, Benni; Oktavianti, Mimi; Ananta, Levina; Nugraha, Muhammad Fajar; Octavia, Rickha; Agustini, Tiara Tri
Jurnal Farmasetis Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Farmasetis: Mei 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v14i2.3816

Abstract

Penggunaan nanopartikel dalam formulasi topikal seperti gel, emulgel, nanogel dan krim merupakan pendekatan inovatif dalam meningkatkan efektivitas terapi, baik untuk pengobatan lokal maupun sistemik melalui rute transdermal. Ukuran partikelnya yang sangat kecil memungkinkan penetrasi yang lebih efisien melalui lapisan stratum korneum serta mendukung pelepasan zat aktif secara terkendali. Artikel tinjauan ini membahas berbagai studi terkini yang mengembangkan sistem penghantaran nanopartikel dalam sediaan topikal, dengan fokus pada pengaruhnya terhadap bioavailabilitas dan stabilitas obat. Artikel ini disusun melalui telaah literatur dari jurnal nasional dan internasional selama 10 tahun terakhir, dengan pencarian melalui Science Direct, PubMed, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “nanoparticle”, “topical formulation”, dan “bioavailability”. Dari 250 artikel yang ditemukan, dilakukan skrining berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, hingga terpilih 15 artikel utama sebagai bahan review. Hasil   kajian menunjukkan bahwa sediaan berbasis nanopartikel secara konsisten meningkatkan kelarutan dan permeasi kulit, sehingga memperbaiki bioavailabilitas senyawa aktif seperti kurkumin, asiklovir, ibuprofen, dan lainnya. Selain itu, stabilitas obat terhadap faktor degradasi seperti oksidasi, perubahan pH, dan suhu juga mengalami peningkatan yang signifikan. Beragam teknik formulasi, termasuk emulsi ionik, high-pressure homogenization, dan nanopresipitasi, telah digunakan untuk menghasilkan sediaan dengan viskositas dan homogenitas yang sesuai untuk aplikasi topikal. Dengan demikian, aplikasi nanopartikel dalam sediaan topikal tidak hanya memperpanjang waktu pelepasan obat, tetapi juga meningkatkan stabilitas fisikokimia serta efektivitas terapeutik. Temuan ini menegaskan potensi besar nanoteknologi dalam pengembangan sediaan farmasi topikal di masa depan.
POLIMER DALAM FORMULASI NANOPARTIKEL NIFEDIPIN : SOLUSI INOVATIF UNTUK MENGATASI MASALAH BIOAVAIBILITAS BCS KELAS II Iskandar, Benni; Thahira, Siffa; Muzdalifah, Siti; Helfina, Syelfi; Naibaho, Triana Putri; Almi, Vinny Juliandi; Faridah, Wardatil; Yolanda, Yolanda; Octavia, Rickha
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45292

Abstract

Nifedipin merupakan antagonis saluran kalsium yang banyak digunakan dalam terapi hipertensi dan angina pektoris. Meskipun efektif, penggunaan klinis nifedipin masih menghadapi beberapa tantangan, seperti waktu paruh yang relatif singkat, kelarutan yang buruk dalam air, dan bioavailabilitas oral yang rendah akibat metabolisme lintas pertama yang signifikan di hati. Seiring berkembangnya teknologi sediaan farmasi, pendekatan berbasis nanoteknologi—khususnya formulasi nanopartikel—telah menjadi strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan efikasi dan kestabilan obat. Polimer sintetik maupun alami telah dieksplorasi sebagai matriks pembawa dalam sistem penghantaran nifedipin berbasis nanopartikel untuk memperbaiki profil farmakokinetik dan karakteristik pelepasan obat. Artikel ulasan ini membahas secara komprehensif penggunaan berbagai jenis polimer dalam formulasi nanopartikel nifedipin selama dekade terakhir, meliputi metode formulasi yang digunakan (seperti nanopresipitasi, emulsifikasi, dan ionotropic gelation), karakterisasi fisikokimia dari nanopartikel yang dihasilkan (ukuran partikel, zeta potensial, efisiensi penjerapan), serta pengaruhnya terhadap profil pelepasan dan bioavailabilitas obat. Pemahaman ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pengembangan sistem penghantaran obat nifedipin yang lebih efektif dan berorientasi pada peningkatan hasil terapi pasien.
NANOPARTIKEL DALAM SISTEM PENGHANTARAN OBAT : TINJAUAN TERHADAP STABILITAS DAN BIOAVAILABILITAS Iskandar, Benni; Fitri, Rindu Rahmatul; Putri, Rizka Luthfia Ananda; Febrian, Roby; Aufa, Safira; Syukrani, Sabila; Amelia, Sabina Rizky; Humairaq, Shakira
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45293

Abstract

Nanoteknologi merupakan cabang ilmu interdisipliner yang mempelajari sifat dan aplikasi material pada skala nanometer (< 1000 nm), tetapi karakteristik ukuran partikel kecil dari 200 nm lebih memiliki sifat fisik dan karakteristik yang lebih dianjurkan. Dalam bidang farmasi, perkembangan nanoteknologi telah membawa terobosan signifikan, khususnya dalam sistem penghantaran obat yang lebih efisien, terarah, dan mampu meningkatkan efektivitas terapeutik. Sistem penghantaran obat berbasis nanopartikel atau Nanoparticle Drug Delivery System (NDDS) memungkinkan pelepasan obat yang terkendali, peningkatan stabilitas formulasi, serta peningkatan bioavailabilitas zat aktif, terutama untuk obat-obat yang memiliki kelarutan rendah atau stabilitas buruk secara kimia. Review artikel ini disusun untuk mengeksplorasi dan membahas secara komprehensif berbagai jenis nanopartikel yang digunakan sebagai pembawa dalam sistem NDDS. Dari hasil analisis literatur yang tersedia, diketahui bahwa jenis-jenis nanopartikel yang paling umum digunakan dalam formulasi farmasi meliputi liposom, fitosom, dan etosom. Masing-masing sistem penghantaran ini memiliki karakteristik fisikokimia tersendiri yang mempengaruhi mekanisme penghantaran, efisiensi enkapsulasi, serta profil pelepasan obat. Selain itu, aspek kestabilan formulasi turut menjadi fokus utama dalam pengembangan NDDS. Salah satu parameter penting yang dianalisis adalah zeta potensial, yang berperan dalam menjaga stabilitas koloid dan mencegah terjadinya agregasi antar partikel. Nilai zeta potensial yang tinggi (positif atau negatif) menunjukkan bahwa sistem memiliki gaya tolak-menolak antar partikel yang cukup kuat, sehingga mampu mempertahankan homogenitas suspensi dalam jangka waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, pengembangan NDDS dengan karakteristik nanopartikel yang optimal sangat berpotensi dalam meningkatkan efektivitas terapi serta kenyamanan penggunaan bagi pasien.
Penyuluhan dan Pelayanan Informasi Obat (PIO) Tentang Penyakit Hipertensi di Puskesmas Simpang Baru Provinsi Riau Iskandar, Benni; Firmansyah, Ferdy; Frimayanti, Neni; Agustini, Tiara Tri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i1.4043

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi penyebab kematian yang termasuk 3 besar di Indonesia, Hipertensi yang tidak terkontrol dapat memicu timbulnya penyakit degeneratif, seperti gagal jantung congestive, gagal ginjal, dan penyakit vaskuler. Hal tersebut tentu harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan tentunya pihak-pihak yang terlibat dalam dunia dan pemerhati kesehatan. Pada kegiatan kali ini dilaksanakan Pengabdian Kepada Maysarakat yang melibatkan Dosen serta Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau (STIFAR Riau) dengan memberikan penyuluhan dan pelayanan informasi obat (PIO) mengenai penyakit hipertensi di Puskesmas Simpang Baru, Provinsi Riau. Adapun tujuan dilakukannya pengabdian kepada masayarakat ini yaitu untuk memberikan informasi mengenai bahaya dan dampak dari penyakit hipertensi, dikarenakan data yang didapat dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, masyarakat di daerah Puskesmas Simpang Baru yang paling banyak Berobat ke faskes tersebut adalah penyakit sebagai berikut yaitu Hipertensi (32%), diabetes mellitus (24%), penyakit kulit (19%), demam batuk serta flu (17%) dan penyakit lainnya (8%). Hal ini menjadi landasan untuk dilakukannya kegiatan PKM kali ini. Sehingga nantinya pada masa yang akan dating masyarakat bisa semakin peduli terhadap perilaku hidup sehat serta bahaya yang dapat ditimbulkan oleh penyakit Hipertensi.
Potensi Sediaan Nanogel dari Bahan Alami dalam Regenerasi Jaringan: Strategi Baru Pengobatan Luka Bakar Iskandar, Benni; Putri, Amanda Herlina; Mardani, Atika Nurfadhila; Putri, Erra Manisa; Uli Tamba, Evlyn Cyntia; Aulia, Firda; Rahmadani, Sriayu; Handini, Wigati; Wulandari, Windya; Utami, Zelvy Rahman; Wirman, Citra Safitri
Majalah Farmasetika Vol 10, No 5 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i5.65853

Abstract

Luka bakar adalah cedera pada jaringan kulit yang timbul akibat paparan terhadap panas, zat kimia, arus listrik atau radiasi dan sering kali menyebabkan peradangan, infeksi serta kehilangan fungsi kulit. Penanganan luka bakar yang efektif memerlukan sistem penghantaran obat yang mampu mempercepat regenerasi jaringan sekaligus mencegah terjadinya komplikasi. Review artikel ini merupakan studi literatur berdasarkan jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, dengan sumber data dari Science Direct, PubMed, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “Sistem Penghantaran Obat Nanogel”, “Ekstrak”, dan “Luka Bakar”. Dari 280 artikel yang ditemukan, dilakukan proses penyaringan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, hingga diperoleh 10 artikel utama sebagai bahan telaah. Salah satu pendekatan inovatif yang dikaji adalah pemanfaatan ekstrak bahan alam yang kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin dan terpenoid yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antimikroba dan antioksidan. Untuk meningkatkan stabilitas serta efektivitas terapeutik senyawa aktif tersebut, formulasi berbasis nanopartikel menjadi strategi yang menjanjikan karena mampu melindungi bahan aktif dari degradasi serta meningkatkan penetrasi ke jaringan target. Selain itu, sistem penghantaran berbasis gel memberikan keuntungan tambahan berupa kemudahan aplikasi, daya rekat tinggi pada permukaan luka, serta pelepasan obat yang terkontrol. Kombinasi ekstrak bahan alam dalam bentuk nanopartikel yang diformulasikan dalam basis gel menunjukkan potensi besar sebagai sistem penghantaran obat topikal yang efektif dan aman untuk terapi luka bakar.
Molecular docking, prediction of drug-likeness properties, and toxicity risk assessment of compounds from Cinnamomum zeylanicum as inhibitors of Dengue DEN2 NS2B/NS3. Frimayanti, Neni; Fernando, Armon; Rahmah, Rizka I’zaa; Iskandar, Benni
Chempublish Journal Vol. 9 No. 2 (2025): Chempublish Journal (July - December)
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/chp.v9i2.43598

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a serious mosquito-borne disease caused by the dengue virus, most often transmitted by the bite of female Aedes aegypti mosquitoes. In Indonesia, the number of DHF cases has steadily increased since the disease was first reported, underscoring the urgent need for effective treatments. This study used in silico methods to explore the potential of three bioactive compounds from Cinnamomum zeylanicum i.e. cinnamaldehyde, α-terpineol, and chavicol as inhibitors of the dengue virus NS2B/NS3 protease and evaluated their drug-likeness and potential toxicity. The compounds sourced from the NADI database were compared with panduratin A as a positive control. Molecular docking was performed using the Molecular Operating Environment (MOE) 2023.0901 software, and drug-likeness and toxicity predictions were performed using SwissADME and Protox-II. Among the tested compounds, α-terpineol exhibited the strongest potential to inhibit NS2B/NS3, while all three met the standard drug-likeness criteria. Notably, α-terpineol demonstrated the most favorable safety profile compared to cinnamaldehyde, chavicol, and panduratin A.
Inovasi Lip Cream Ekstrak Stroberi (Fragaria x ananassa): Optimasi Beeswax dan Castor Oil sebagai Antioksidan Alami Pelembab Bibir Iskandar, Benni; Zalfa Desion, Aufa; Anggraini, Deni
Majalah Farmasetika Vol 10, No 6 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i6.66570

Abstract

Lip cream merupakan salah satu produk kosmetik dekoratif yang banyak diminati, namun penggunaan bahan sintetis sering menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan Lip cream dengan bahan alami yaitu ekstrak buah stroberi (Fragaria x ananassa) yang kaya akan senyawa antosianin dan polifenol sebagai pewarna alami sekaligus antioksidan. Kombinasi beeswax dan castor oil digunakan sebagai basis karena memiliki peran penting dalam membentuk tekstur, daya lekat, serta kestabilan sediaan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan formula Lip cream berbahan dasar ekstrak stroberi dengan variasi konsentrasi beeswax dan castor oil, serta mengevaluasi karakteristik fisik pH, daya sebar, daya lekat. Penelitian menggunakan software Design Expert dengan metode Box-Behnken Design (BBD) untuk mendapatkan formula optimal. Evaluasi meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, serta uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi beeswax dan castor oil berpengaruh signifikan terhadap pH, daya sebar, dan daya lekat Lip cream. Formula optimal diperoleh pada perbandingan tertentu yang menghasilkan pH sesuai standar kulit bibir, daya sebar baik, dan daya lekat yang cukup. Aktivitas antioksidan ekstrak stroberi tetap terjaga dalam sediaan dengan nilai inhibisi yang diperoleh sebesar 59,97% pada konsentrasi 500µg/ml menunjukkan sediaan Lip cream ekstrak buah stroberi memiliki kemampuan menghambat radikal bebas. Kesimpulan penelitian ini adalah Lip cream berbahan ekstrak stroberi dengan kombinasi beeswax dan castor oil dapat diformulasikan secara optimal, menghasilkan sediaan yang stabil, aman, dan memiliki potensi sebagai kosmetik alami dengan aktivitas antioksidan yang bermanfaat.
Inovasi Penggunaan Limbah Kulit Nanas (Ananas comosus L) untuk Bedak Tabur dan Bedak Padat yang Ramah Lingkungan Leny, Leny; Nasution, Meiliza Putri; Iskandar, Benni; Sari, Melia
Majalah Farmasetika Vol 10, No 6 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i6.67309

Abstract

Nanas merupakan buah yang populer dikalangan masyarakat lokal maupun Internasional karena rasanya enak. Kulit nanas mengandung flavonoid, karotenoid, dan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan. Cahaya ultraviolet (UV) dapat meningkatkan pembentukan sejumlah senyawa reaktif atau radikal bebas pada kulit sehingga dibutuhkan senyawa dengan kemampuan antioksidan untuk mengurangi efek yang merugikan dari radikal bebas. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental, meliputi penyiapan sampel, pembuatan ekstrak, pembuatan sediaan bedak tabur dan bedak padat dan evaluasi stabilitas fisik sediaan. Analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menghitung persentase tingkat kesukaan sukarelawan dari data uji hedonik kemudian disajikan dalam bentuk tabulasi dan diagram batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan bedak tabur bertekstur halus, berwarna putih pucat hingga cream tua. Derajat kehalusan berkisar 6,6 , tidak terdapat butiran kasar, tidak menimbulkan iritasi. Hasil uji cycling test menunjukkan sediaan stabil. Pada uji hedonik, F1 merupakan sediaan bedak tabur yang paling disukai dengan persentase sebesar 86,67% karena memiliki tekstur ringan dan mudah diaplikasikan ke kulit. Pada sediaan bedak padat berbentuk compact, berwarna cream hingga coklat, tidak terdapat butiran kasar, tidak menimbulkan iritasi. Namun pada hasil uji cycling test, F0 tidak stabil karena mengalami keretakan. Pada uji hedonik diperoleh sediaan F2 yang paling disukai dengan persentase sebesar 88,33% memiliki warna yang mudah merata ketika diaplikasikan ke kulit. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol limbah kulit nanas dapat diformulasikan kedalam sediaan bedak tabur dan bedak padat dan mempunyai efek sebagai pemberi pigmen warna pada kulit dan mampu menjaga kulit dari paparan sinar UV. 
Optimizing carrot extract serum (Daucus carota L.) for anti-aging: efficacy in moisturizing and pore size reduction using Box-Behnken design method Iskandar, Benni; Antasya, Vaylia; Nasution, Musyirna Rahmah; Frimayanti, Neni; Peng-Wei, Ching; Khairani, Sondang
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 23 No 2 (2025): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v23i2.1566

Abstract

Carrot extract (Daucus carota L.) contains various bioactive compounds, including vitamins A, B, and C, alkaloids, flavonoids, tannins, anthraquinones, saponins, diterpenes, steroids, beta-carotene, phenols, terpenoids, and minerals, all of which possess antioxidant properties. These compounds are known to help slow down the aging process. The aim of this study was to determine the optimal concentrations of gelling and alkalizing agents, assess their interactions, and evaluate the anti-aging effects of the most effective serum formulation. The formulation was optimized using the Box–Behnken design with two key factors: Carbopol 940 concentration (0.5–1%) and triethanolamine (0.5–1%). The effects on pH, adhesion, and spreadability were evaluated. The best formulation was achieved with 0.837% Carbopol 940 and 0.855% triethanolamine, showing a pH error of 2.45%, adhesion error of 0.76%, and spreadability error of 1.01%, all within acceptable limits (errors < 10%). After four weeks of stability testing, the formulation remained stable, well-mixed, with a pH of 5.16, an adhesion time of 1.60 seconds, and spreadability of 6.73 cm, with no discomfort. The combination of Carbopol 940 and triethanolamine improved the physical properties, enhancing anti-aging effects compared to the base formula. The optimized serum increased skin moisture by 84.62%, reduced pore size by 64.71%, lightened spots by 62.79%, and reduced wrinkles by 67.50%. This indicates the optimized carrot extract serum is stable, safe, and effective as an anti-aging agent, making it a promising natural skincare product.
Co-Authors Adelina Simatupang Agustini, Tiara Tri Alfayutia, Windi Ali Affan Silalahi Almi, Vinny Juliandi Amelia, Sabina Rizky Ami Sari, Rosi Ananda, Fhilein Ananta, Levina Anggraini, Silvana Anita Lukman Anita Lukman Anouzha, Resty Antasya, Vaylia Ariani, Lusiana Armon Fernando Aryudhini, Rinda Audia Ichsania Achmad Aufa, Safira AULIA, FIRDA Aulia, Natasya Aulia, Zulikho Azkiyah, Revina Tasya Bulan, Bulan Citra Safitri Wirman Darmawi Darmawi Dea Dwi Putri Deni Anggraini Deriska, Tasya Dwi, Kurnia Edi Yunara Eka Putra Eka Saputri Nst, Sandry Faridah, Wardatil Febrian, Roby Ferdy Firmansya Ferdy Firmansyah Fharisti Kirana Fikri Maulana Fikri Maulana, Fikri Fitra Ayu Ningsih Fitri Renovita Fitri, Rindu Rahmatul FRANSISKA, ELLA Furi, Mustika Gideon, Briandy Haiyul Fadhli Handini, Wigati Hanum, Widia Haryeni Sastra Anggraini Helfina, Syelfi Hendra, Rudi Hidayati, Nabila Nur Hijriyah, Ananda Juhaifa Humairaq, Shakira Ihsan Ikhtiaruddin Ihsan Ikhtiarudin Ihsanul Hafiz Indah Lestari, Indah Indra Ginting Inggrid. P, Debora Irfan Maulana Ismail Marzuki Istiqomah, Meutya Dwi Khairil Armal Kismira Hidayati Kolista Sisilawati Kurniawan, Rudi Erwin Lala Azela Leny Leny Leny Leny Leny Leny Leny Leny, Leny Leny, Leny Liliana Saharani Lismarianti, Lismarianti Luthfia Meirizka, Fathina Maghfirah, Wahyi Mardani, Atika Nurfadhila Marlind, Naya Mahesa Marvika, Shintia Maspat, Rinta Mayang, Rapi Mazaya Putri Anabesi Melia Sari, Melia Melka Febby Arpina Meri Ernilawati mira febrina Mira Janita Muhammad Arif Muhammad Insan Kamil, Muhammad Insan Muhammad Yusuf Muhtadi, Wildan Khairi Mulia Rizki Musyirna Rahmah Nst Mutiara Salsabillah Muzdalifah, Siti Nababan, Herbet Nabilla, Revanalia Nadea Zahra Ramadhani Nadila Putri Naibaho, Triana Putri Nasution, Meiliza Putri Nayla Shafiya, Arifa Neni Frimayanti nesa agistia Nisa Novrianti Nofriyanti - Nofriyanti Nofriyanti Nova Tantri Silalahi Nugraha, Fajar Muhammad Nurliza, Era Ocktariyana, Ocktariyana Okla Elfitri Oktavianti, Mimi Otilia, Alisa Peng, Wei-Ching Peng-Wei, Ching Prakoso, M. Fauzan Pulpa Susila, Afriani putra, fariz Putri, Amanda Herlina Putri, Atika Putri, Erra Manisa Putri, Rizka Luthfia Ananda Putri, Winda Masayu Rachel Anastasia R Hutabarat Raesa Tartilla Raesa Tartilla Rahayu, Adnin Rahma Dona Rahmadani, Sriayu Rahmadhani Rahmah, Rizka I’zaa Rahmidasari, Annisa Reise Manninda Rensus Siagian Retika, ⁠ Chindy Revina Tasya Azkiyah Rickha Octavia Rodhia Ulfa Romadhon, Laili Rona Syafira Ronapadua Musyirna Rahmah Nasution Sahara dan Emma Susanti Rudi Hendra Rusnedy, Rahmayati S.Farm., M.Farm., Apt, Sondang Khairani Safri Safri Safri Safri Sajja Wanda, Taqqia Sandra Tsalsabila Ananto, Deswita Septi Muharni Serlin Partika Sari Sidabutar, Santa Eni BR Silalahi, Nova Tantri Sitanggang, Joanna Siti Fatimah Hanum Suprianto Suprianto Surboyo, Meircurius Dwi Condro Syukrani, Sabila Tarigan, Jacub Tetty Noverita Khairani Tetty Noverita Khairani Situmorang Thahira, Siffa Tiara Andjelie Tiara Fani, Rifia Tiary N Sitohang Uci Tri Azelia Uli Tamba, Evlyn Cyntia Usti, Angelika Utami, Zelvy Rahman Vania Asshaf, Hanifa Wahyuni Wahyuni Whulan Mudia Winata, Hanafis Sastra Wira Noviana, Wira Noviana Wirawan Adikusuma Wirman, Citra Safitri Wulandari, Windya Yolanda Yolanda, Yolanda Zahira, Rifka Zahlina, Dian Zalfa Desion, Aufa Zalianti, Amelia Zyzy Permata Dian