Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi dan Evaluasi Krim Lidah Buaya (Aloe vera Linn) sebagai Pelembab Kulit Benni Iskandar; Mira Janita; Leny Leny
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.5774

Abstract

Lidah Buaya (Aloe vera Linn) mengandung polisakarida yang berperan dalam meningkatkan kadar air pada kulit, merangsang fibroblas untuk meningkatkan produksi kolagen serta elastin unutk menjadikan kulit lebih elastis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah lendir lidah buaya dapat dibuat menjadi bentuk sediaan krim yang memenuhi persyaratan evaluasi seperti pada Farmakope Indonesia (FI) ataupun buku standar lainnya. Merupakan penelitian eksperimental, dibuat dengan 2 jenis formula, FI (20%,80%) dan FII (30%, 70%). Pengujian fisik sediaan meliputi organoleptis, penentuan nilai pH, daya sebar, homogenitas, pengamatan stabilitas penyimpanan berdasarkan suhu, tipe emulsi krim serta pengujian iritasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kedua variasi konsentrasi dapat memenuhi kriteria krim sesuai dengan persyaratan Farmakope Indonesia (FI) dan buku standar lainnya.
Pengembangan dan Pengujian Sediaan Sheet Mask Ekstrak Daun Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis Leny Leny; Uci Tri Azelia; Benni Iskandar; Safri Safri
Majalah Farmasetika Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v8i4.46024

Abstract

Patikan kebo (Euphorbia hirta L.) adalah salah satu tanaman obat yang mempunyai khasiat sebagai antiseptik, antiinflamasi, antifungal, dan antibakterial karena mengandung senyawa-senyawa seperti flavonoid, tanin dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan sheet mask diformulasikan dengan penambahan ekstrak daun patikan kebo dengan konsentrasi 8%, 10% dan 12% yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan mengetahui formulasi terbaik berdasarkan uji stabilitas serta efektivitas. Sediaan sheet mask dibandingkan dengan sediaan blanko (kontrol negatif) dan sediaan pasaran sebagai kontrol positif. Evaluasi sediaan sheet mask meliputi pengamatan stabilitas cycling test, organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, waktu kering dan uji iritasi terhadap sukarelawan. Pengujian antibakteri sediaan terhadap Staphylococcus epidermidis menggunakan metode sumuran dengan difusi agar. Formulasi menunjukkan essence sediaan sheet mask berwarna coklat tua, berbau khas, homogen, stabil dalam penyimpanan dan tidak mengiritasi. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan sheet mask dengan 8% merupakan konsentrasi terbaik karena mampu menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dalam kategori sedang dan tidak berbeda signifikan dengan konsentrasi 10 maupun 12%.
Ointment Formulation of Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don) Flower Ethanol Extract and its Activity in Burn-Healing Leny Leny; Tetty Noverita Khairani Situmorang; Rensus Siagian; Ihsanul Hafiz; Benni Iskandar
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 6 No. 2 (2023): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v6i2.3155

Abstract

Treatment done on burn wounds is intended to provide local therapy to heal as quickly as possible. The content of secondary metabolites in the tapak dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don) flower can help the healing process of burns, namely alkaloids, saponins, tannins, and flavonoids. Alkaloids act as antibacterial; saponins can trigger collagen formation; tannins as astringents that cause shrinkage of skin pores and stop minor bleeding in wounds; and flavonoids have anti-inflammatory effects. This study aimed to formulate an ointment of C. roseus flower ethanol extract and determine its physical characteristics such as organoleptic test, homogeneity, pH value, dispersion, and stability test of the preparation and examine the activity as a burn healer in white male rats. The research data were analyzed statistically using the ANOVA method, followed by the LSD test (least significant difference) to see how the ointment-containing extract reduced the diameter and percentage of the burn wounds. The results show that all ethanol extracts of C. roseus flower ointments met the requirements for its physical characteristic tests. It offers a good activity as a burn healer in white male rats. The most effective concentration is an ointment containing 15% of ethanol extract from C. roseus flower (F3 group), which shows a significant difference (p <0.05) from the blank and the other group formula in burn wound healing.
Uji Sifat Fisik Sediaan Lulur Ekstrak Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Serta Uji Efektivitas Kelembaban (Moisture) dan Kehalusan (Evenness) pada Kulit Iskandar, Benni; Tarigan, Jacub; Leny, Leny; Hanum, Widia
Majalah Farmasetika Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i1.49230

Abstract

Sediaan lulur atau“body scrub” merupakan salah satu dari banyaknya sediaan kosmetik, lulur tersendiri berfungsi membuang ataupun mengangkat sel mati. Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) adalah tanaman ataupun lebih tepatnya jenis sayuran yang biasa dikonsumsi sehari-hari yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku dari sediaan lulur karena tingginya kandungan antosianin. Antosianin pada bayam merah bermanfaat sebagai antioksidan yang mampu menghambat radikal bebas. Bayam merah juga kaya akan kandungan vitamin A, Vitamin C, protein, kalsium, dan lainnya. Adapun tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui bayam merah yang dapat diformulasikan menjadi sediaan lulur atau body scrub yang memiliki karakteristik yang stabil dan mampu memperbaiki, meningkatkan kadar air pada kulit serta kehalusan pada kulit. Proses dan metode studi ini dengan mengekstraksi daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dengan maserasi, kemudian formulasi sediaan lulur dibuat dengan beberapa variasi konsentrasi yaitu 0,5%, 1% dan 1,5%. Pengujian sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, iritasi, uji stabilitas, uji efektivitas kelembaban dan kehalusan dengan menggunakan instrumen skin analyzer pada kulit sukarelawan. Hasil studi yang dibuktikan dengan membandingkan hasil sebelum dan setelah cycling test menunjukan bahwa sedian lulur dari masing-masing formula memenuhi persyaratan organoleptis, homogenitas, pH lulur 5,7-5,9 (persyaratan pH sediaan ke kulit yaitu 4,5-6,5), daya sebar 5,3-5,6 (persyaratan 5-7 cm), tidak mengiritasi kulit, serta uji efektivitas kelembaban (moisture) dan kehalusan (evenness) pada kulit sukarelawan menunjukkan hasil analisis studi yang signifikan (p ≤ 0,05) pada F1, F2, F3 dan tidak menunjukkan hasil analisis yang signifikan (p ≥ 0,05) pada F0. Kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini bahwa ekstrak daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dapat diformulasikan serta memenuhi persyaratan uji sifat fisik sediaan lulur atau body scrub, tidak menyebabkan iritasi pada kulit, serta dapat memberikan kenaikan nilai persentase efek yang melembabkan kulit dan menghaluskan kulit dengan menggunakan skin analyzer.
Inovasi pewarna rambut alami: Formulasi gel berbahan dasar ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (mill.)Urb.) dan uji sifat fisiknya Leny, Leny; Winata, Hanafis Sastra; Sitanggang, Joanna; Hanum, Siti Fatimah; Iskandar, Benni
Majalah Farmasetika Vol 9, No 6 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i6.58294

Abstract

Umbi bawang dayak memiliki kandungan antosianin yang tinggi, antosianin merupakansalah satu pigmen yang terdapat pada tanaman yang berpotensi dijadikan pewarnaalami makanan serta dapat menggantikan pewarna sintetis. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui efektivitas ekstrak umbi bawang dayak yang diformulasikan ke dalamsediaan gel pewarna rambut dan mampu mengubah warna rambut. Metode penelitianini dilakukan dengan metode eksperimental yang meliputi pengambilan sampeltumbuhan, determinasi dan pengolahan sampel, pembuatan ekstrak, pembuatansediaan gel pewarna rambut dengan konsentrasi 8%, 10% dan 12%, evaluasi fisiksediaan pewarna rambut, uji stabilitas pewarna rambut, uji pH dan uji iritasi sediaanpewarna rambut. Hasil penelitian menunjukkan sediaan berbentuk gel, berwarnacokelat dan beraroma khas bawang dayak, pH berkisar antara 5,21-5,48. Hasilstabilitas warna terhadap pencucian sebanyak 15 kali dan penjemuran tidakmenunjukkan perubahan warna. Hasil uji hedonik diketahui sediaan F3 merupakansediaan yang paling disukai dengan memperoleh skor tingkat kesukaan sebesar 8.Hasil pewarnaan pada rambut bleaching dengan perendaman rambut selama 4 jamdiperoleh: F1(8%) menghasilkan rambut pirang, F2 (10%) menghasilkan rambut cokelatterang dan pada F3 (12%) berwarna cokelat gelap. Pengujian juga dilakukan padarambut hitam namun hasil pewarnaan pada rambut hitam tidak terjadi perubahan warnayang nyata. Kesimpulan penelitian ini bahwa ekstrak umbi bawang dayak Eleutherinebulbosa (Mill.)Urb. dapat diformulasikan menjadi sediaan gel pewarna rambut yangstabil dan tidak menimbulkan reaksi iritasi atau alergi pada kulit. Sediaan juga mampumenutup warna putih rambut hingga menghasilkan warna cokelat terang sampai cokelatkehitaman.
Studi In Silico, Sintesis, dan Uji Sitotoksik Senyawa P-Metoksi Kalkon terhadap Sel Kanker Payudara MCF-7 Dona, Rahma; Frimayanti, Neni; Ikhtiarudin, Ihsan; Iskandar, Benni; Maulana, Fikri; Silalahi, Nova Tantri
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 6 No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.6.3.243-249.2019

Abstract

Kalkon (1,3-difenil-2-propene-1-on) adalah salah satu senyawa golongan flavonoid yang memiliki beragam aktivitas biologis diantaranya sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  efek sitotoksik analog kalkon (E)-3-(4-metoksifenil)-1-fenilprop-2-en-1-on dengan menggunakan teknik komputerisasi (docking), senyawa analog kalkon tersebut disintesis menggunakan reaksi kondensasi Claisen-Schmidt dengan katalis basa secara metode iradiasi gelombang mikro. Studi in silico ini dilakukan antara senyawa kalkon dengan  protein dengan kode PDB ID P521 dengan menggunakan program AutoDock Vina, sedangkan uji aktivitas sitotoksik senyawa kalkon dilakukan terhadap sel kanker payudara MCF-7 menggunakan metode WST-8. Berdasarkan hasil docking, senyawa kalkon (E)-3-(4-metoksifenil)-1-fenilprop-2-en-1-on memiliki potensi sebagai penghambat aktif terhadap sel kanker payudara MCF-7 ditandai dengan senyawa ini memiliki nilai energi bebas ikatan yang lebih kecil dibandingkan doxorubicin sebagai pembanding; memiliki 4 persamaan asam amino dengan doxorubicin dimana interaksi yang terbentuk terdiri dari 4 jenis ikatan yaitu ikatan hidrogen, ikatan van der Waals, ikatan pi-sigma dan ikatan pi –alkil.  Dari hasil uji sitotoksik antara sel kanker MCF-7 dan senyawa kalkon diperoleh nilai IC50 sebesar 48,18 µg/mL. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa senyawa analog kalkon (E)-3-(4-metoksifenil)-1-fenilprop-2-en-1-on dapat berpotensi sebagai inhibitor terhadap sel kanker payudara MCF-7
Towards Standardized Hydration Testing Protocols for Natural Product-Based Nanoemulgel Moisturizers: A Systematic Review Iskandar, Benni; Eka Saputri Nst, Sandry; Inggrid. P, Debora; Ami Sari, Rosi; Pulpa Susila, Afriani
Indonesian Journal of Pharmaceutics Vol 6, Issue 1, Jan - April 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran (Unpad)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/idjp.v6i1.59266

Abstract

The growing complexity of moisturizer formulations, particularly those incorporating natural product-based nanoemulgels, highlights an urgent need for standardized efficacy evaluation methods. This systematic review critically examines hydration testing methodologies used for natural ingredient-based nanoemulgel moisturizers, with a focus on their validity, reliability, and practical application. Through a comprehensive analysis of 32 peer-reviewed articles published between 2000 and 2023, this study identified several key limitations in current practices, including inconsistent testing conditions, the absence of standardized protocols for assessing natural ingredients, and variability in reporting methods. The findings emphasize the necessity of developing robust, standardized hydration testing protocols tailored specifically for natural product-based nanoemulgels. By addressing these challenges, this study lays the groundwork for optimizing nanoemulgel formulations, ensuring reliable efficacy assessments, and enhancing consumer trust in natural-based skincare products. Keyword: Moisturizer, Nanoemulgel, Natural Product 
Pengaruh Waktu Tunggu Pelayanan Resep Nonracikan terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Octavia, Rickha; Agustini, Tiara Tri; Iskandar, Benni
Jurnal Farmasetis Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Farmasetis: Februari 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v14i1.3431

Abstract

Permasalahan umum dalam praktik perawatan kesehatan adalah lamanya waktu pasien harus menunggu untuk mendapatkan layanan. Ini adalah salah satu faktor yang dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien. Salah satu faktor utama dalam menilai kualitas layanan pusat kesehatan, khususnya layanan resep, adalah lamanya waktu pasien harus menunggu untuk diperiksa. Adapun tujuan utama studi potong lintang deskriptif kuantitatif ini adalah untuk mengetahui berapa lama seseorang atau pasien harus menunggu untuk mendapatkan layanan resep non-kompleks mereka dan seberapa puas mereka dengan pengalaman rawat jalan mereka di Pusat Kesehatan XYZ di Kota Pekanbaru. Pengambilan sampel secara purposive digunakan. Kuesioner, daftar periksa dan perkiraan waktu yang dihabiskan untuk mengamati semuanya merupakan bagian dari perangkat penelitian. Data dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat, dengan hipotesis penelitian diuji menggunakan tabel silang uji Chi-Square. Menurut penelitian ini, Pusat Kesehatan XYZ di Kota Pekanbaru memiliki waktu tunggu kurang dari 30 menit untuk layanan resep non-kompleks. Sangat puas paling menggambarkan tingkat kepuasan. Di antara lima kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi mutu layanan, kriteria yang berkaitan dengan bukti fisik, daya tanggap, jaminan, dan empati semuanya mendapat skor sangat tinggi. Dengan nilai p sebesar 0,040, terdapat korelasi antara jumlah kepuasan pasien rawat jalan dengan waktu tunggu layanan resep non-kompleks di Puskesmas XYZ Kota Pekanbaru. Pelanggan lebih puas dengan layanan yang diberikan kepada mereka sebagai pasien rawat jalan ketika waktu tunggu layanan resep lebih singkat, dan begitu pula sebaliknya.
Prescription Patterns in the Outpatient Unit of XYZ Hospital, Pekanbaru: A Study from 2022 Iskandar, Benni; Tiara Tri Agustini; Mira Febrina; Rahmadhani; Rickha Octavia
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 22 No. 1: March 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v22i1.30388

Abstract

This study aims to assess the rationality of drug prescribing practices in the Outpatient Department of XYZ Hospital Pekanbaru using the World Health Organization (WHO) prescribing indicators. The research is an observational study with a descriptive nature, employing systematic random sampling to analyze data extracted from prescription records in the pharmacy department of XYZ Hospital Pekanbaru. A total of 660 prescription samples were evaluated, revealing an average of 2.91 drugs prescribed per prescription sheet, indicating a lack of adherence to diagnostic considerations. The findings show that the percentage of generic drug prescriptions was 64.04%, while antibiotic prescriptions accounted for 32.57%. Additionally, prescriptions for injectable forms constituted 1.36%, and adherence to the national formulary was at 72.27%. Out of the five prescribing indicators assessed, only the prescribing of injectable forms met the WHO’s prescribing indicators standard. These results highlight the necessity for improved adherence to rational prescribing practices to enhance treatment efficacy, minimize adverse drug reactions, and ensure cost-effectiveness in patient care. Regular monitoring and education of healthcare providers regarding rational drug use principles are essential for improving healthcare service quality.
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KEFARMASIAN DI UNIT RAWAT JALAN DAN INAP RUMAH SAKIT X KOTA PEKANBARU Octavia, Rickha; Armal, Khairil; Rahayu, Adnin; Otilia, Alisa; Rahmidasari, Annisa; Putri, Atika; Putra, Fariz; Lestari, Indah; Dwi, Kurnia; Romadhon, Laili; Lismarianti, Lismarianti; Mayang, Rapi; Zahira, Rifka; Aulia, Zulikho; Agustini, Tiara Tri; Iskandar, Benni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43999

Abstract

Sumber daya manusia adalah hal yang terpenting dalam menjalankan dinamika organisasi untuk mencapai visi dan misi. Maka dari itu, perlu ditetapkan SDM yang diatur  optimal untuk dapat menyumbangkan peran yang maksimal. Dengan hal ini, dibutuhkan suatu pengaturan yang terstruktur dan sistematis supaya tujuan yang sudah dibuat dapat diwujudkan di masa yang akan datang dan masa kini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahi kebutuhan SDM di rawat jalan dan rawat inap interne di instalasi farmasi rumah sakit X. Penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental melalui penghimpunan data dengan retrospektif menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Hasil analisis kebutuhan tenaga kefarmasian dengan metode WISN di rawat inap dibutuhkan 5 orang Apoteker dan 6 orang Tenaga Teknis Kefarmasian sementara yang tersedia di RS X hanya 2 Apoteker dan 7 orang Tenaga Teknis Kefarmasian. Kemudian untuk di rawat jalan dibutuhkan 2 orang Apoteker dan 6 orang Tenaga Teknis Kefarmasian sementara yang tersedia di RS X adalah 1 Apoteker dan 10 orang Tenaga Teknis Kefarmasian. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kebutuhan tenaga apoteker di rawat inap dan apoteker rawat jalan belum memenuhi kebutuhan RS X. Sedangkan tenaga teknis Kefarmasian yang ada di apotek rawat jalan dan rawat inap sudah memenuhi kebutuhan sesuai dengan hasil perhitungan WISN. Oleh sebab itu, perlu adanya penambahan dan evaluasi secara berkala terkait kebutuhan tenaga kefarmasian karena kebutuhan Apoteker di rawat inap dan apoteker rawat jalan belum memenuhi kebutuhan. Hal ini sesuai dengan Permenkes No 3 Tahun 2020 mengenai kebutuhan apoteker dan tenaga teknis kefrmasian di Rumah sakit.
Co-Authors Achmad, Audia Ichsania Adelina Simatupang Agistia, Nesa Agustini, Tiara Tri Alfayutia, Windi Ali Affan Silalahi Almi, Vinny Juliandi Amelia, Sabina Rizky Ami Sari, Rosi Anabesi, Mazaya Putri Ananda, Fhilein Ananta, Levina Andjelie, Tiara Anggraini, Haryeni Sastra Anggraini, Silvana Anita Lukman Anita Lukman Antasya, Vaylia Ariani, Lusiana Armon Fernando Arpina, Melka Febby Aufa, Safira AULIA, FIRDA Aulia, Natasya Aulia, Zulikho Azela, Lala Azkiyah, Revina Tasya Bulan, Bulan Dea Dwi Putri Deni Anggraini Deriska, Tasya Dwi, Kurnia Edi Yunara Eka Putra Eka Saputri Nst, Sandry Faridah, Wardatil Febrian, Roby Ferdy Firmansya Ferdy Firmansyah Fikri Maulana Fikri Maulana, Fikri Fitri Renovita Fitri, Rindu Rahmatul FRANSISKA, ELLA Furi, Mustika Gideon, Briandy Haiyul Fadhli Handini, Wigati Hanum, Widia Helfina, Syelfi Hendra, Rudi Hidayati, Kismira Hidayati, Nabila Nur Hijriyah, Ananda Juhaifa Humairaq, Shakira Ihsan Ikhtiaruddin Ihsan Ikhtiarudin Ihsanul Hafiz Indah Lestari, Indah Indra Ginting Inggrid. P, Debora Irfan Maulana, Irfan Ismail Marzuki Khairil Armal Kirana, Fharisti Leny Leny Leny Leny Leny Leny Leny Leny, Leny Leny, Leny Lismarianti, Lismarianti Luthfia Meirizka, Fathina Maghfirah, Wahyi Mardani, Atika Nurfadhila Marlind, Naya Mahesa Marvika, Shintia Maspat, Rinta Mayang, Rapi Melia Sari, Melia Meri Ernilawati mira febrina Mira Janita Mudia, Whulan Muhammad Arif Muhtadi, Wildan Khairi Musyirna Rahmah Nst Muzdalifah, Siti Nababan, Herbet Nabilla, Revanalia Naibaho, Triana Putri Nasution, Meiliza Putri Nayla Shafiya, Arifa Neni Frimayanti Ningsih, Fitra Ayu Nofriyanti - Nofriyanti Nofriyanti Nova Tantri Silalahi Novrianti, Nisa Nugraha, Fajar Muhammad Nurliza, Era Okla Elfitri Oktavianti, Mimi Otilia, Alisa Peng, Wei-Ching Peng-Wei, Ching Pulpa Susila, Afriani putra, fariz Putri, Amanda Herlina Putri, Atika Putri, Erra Manisa Putri, Nadila Putri, Rizka Luthfia Ananda Putri, Winda Masayu Rachel Anastasia R Hutabarat Raesa Tartilla Raesa Tartilla Rahayu, Adnin Rahma Dona Rahmadani, Sriayu Rahmadhani Rahmah, Rizka I’zaa Rahmidasari, Annisa Ramadhani, Nadea Zahra Reise Manninda Rensus Siagian Rickha Octavia Rizki, Mulia Rodhia Ulfa Romadhon, Laili Rona Syafira Ronapadua Musyirna Rahmah Nasution Sahara dan Emma Susanti Rusnedy, Rahmayati S.Farm., M.Farm., Apt, Sondang Khairani Safri Safri Safri Safri Saharani, Liliana Sajja Wanda, Taqqia Salsabillah, Mutiara Sandra Tsalsabila Ananto, Deswita Septi Muharni Serlin Partika Sari Sidabutar, Santa Eni BR Silalahi, Nova Tantri Sisilawati, Kolista Sitanggang, Joanna Siti Fatimah Hanum Suprianto Suprianto Surboyo, Meircurius Dwi Condro Syukrani, Sabila Tarigan, Jacub Tetty Noverita Khairani Tetty Noverita Khairani Situmorang Thahira, Siffa Tiary N Sitohang Uci Tri Azelia Uli Tamba, Evlyn Cyntia Usti, Angelika Utami, Zelvy Rahman Vania Asshaf, Hanifa wahyuni wahyuni Winata, Hanafis Sastra Wira Noviana, Wira Noviana Wirman, Citra Safitri Wulandari, Windya Yolanda Yolanda, Yolanda Zahira, Rifka Zalfa Desion, Aufa Zalianti, Amelia Zyzy Permata Dian