Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Hasil Belajar Tari melalui Metode Tutor Sebaya di Kelas VIII.1 SMP Muhammadiyah 1 Padang Efendi, Friska Putri; Astuti, Fuji
TSAQOFAH Vol 5 No 3 (2025): MEI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v5i3.6024

Abstract

The instruction of the tari piring (plate dance) in Class VIII.1 at SMP Muhammadiyah 1 Padang continues to face challenges in optimizing students’ understanding and movement skills, particularly among those who are reluctant to ask questions directly to the teacher. This study aims to improve learning outcomes in tari piring through the implementation of the peer tutoring method as a learning strategy. The research employed a Classroom Action Research (Penelitian Tindakan Kelas) method conducted over two instructional cycles involving multiple meetings, with all students in Class VIII.1 as subjects. Data were collected through observation of student activities and documentation of the learning process, then analyzed quantitatively using percentage formulas to assess improvements in learning outcomes. The findings indicate that the peer tutoring method effectively enhances students’ positive engagement, such as attentiveness, willingness to ask questions, and collaboration in group activities. This approach also helped previously struggling students become more actively involved in the learning process. However, the success of this method strongly depends on the teacher’s active role as a guide and facilitator of understanding. Therefore, the combination of peer tutoring and direct teacher guidance has proven to significantly improve the quality of tari piring instruction in Class VIII.1 at SMP Muhammadiyah 1 Padang.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD dalam Pembelajaran Seni Tari pada Kelas X E2 di SMA Pembangunan Laboratorium UNP Putri, Anglya; Astuti, Fuji
TSAQOFAH Vol 5 No 4 (2025): JULI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v5i4.6723

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes of students in Dance Art subject in class X E2 at SMA Pembangunan Laboratorium UNP. One contributing factor is the lack of active student participation during the learning process. The objective of this study is to improve student learning outcomes through the implementation of the cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions (STAD). The study employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, involving 33 students. Data collection techniques included written tests, performance tests, observation, and documentation. Results from Cycle I indicated low student engagement, with only 42% paying attention and 31% actively responding to questions. However, Cycle II showed a significant improvement, with all students (100%) attentive during lessons and 85% actively participating. Learning outcomes also increased from 18% in Cycle I to 87% in Cycle II, categorized as very good. These findings indicate that the STAD model is effective in enhancing both student learning outcomes and engagement in Dance Art instruction. The implication is that the STAD cooperative approach is a viable strategy for promoting active learning in the arts.
Perkembangan Tari Piring sebagai Warisan Budaya Minangkabau: Studi Literatur Fauziyyah, Ulfiyah; Astuti, Fuji; Ardipal, Ardipal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35831

Abstract

Tari Piring merupakan salah satu warisan budaya Minangkabau yang memiliki nilai estetika tinggi dan fungsi sosial yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan bentuk gerak dan fungsi Tari Piring dalam masyarakat Minangkabau melalui pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan dari artikel jurnal dan dokumen ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tari Piring mengalami transformasi dari tari ritual ke tari hiburan dalam pertunjukan seni. Bentuk gerak, pola lantai, dan penggunaan properti mengalami penyesuaian sesuai konteks sosial dan estetika pertunjukan. Fungsi Tari Piring pun berkembang, mulai dari fungsi religius dan ritual adat hingga fungsi edukatif dan promosi budaya. Kajian ini menunjukkan bahwa Tari Piring tetap relevan dan dinamis sebagai simbol identitas budaya Minangkabau.
Peran Pendidikan Seni dalam Pengembangan Karakter Peserta Didik: Studi Literatur Khairannisa, Halda; Astuti, Fuji; Ardipal, Ardipal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35832

Abstract

Pendidikan seni berperan penting dalam pengembangan karakter peserta didik karena melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terpadu. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan seni, khususnya seni tari, dalam pembentukan karakter peserta didik melalui studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur terhadap lima artikel ilmiah yang relevan, dengan analisis deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan seni tari berkontribusi dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kreativitas, empati, dan toleransi. Proses pembelajaran seni tari memberikan pengalaman estetik yang mendukung internalisasi nilai moral dan sosial secara kontekstual. Oleh karena itu, pendidikan seni tari memiliki peran strategis sebagai media penguatan pendidikan karakter di sekolah.
Gandai Tari Suku Pekal Bengkulu Utara: Kajian Fungsi Tari Maryani, Rita; Astuti, Fuji; Ardipal, Ardipal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis semua aspek yang berkaitan dengan fungsi tari Gandai di Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan teknik deskriptif. Peneliti berperan sebagai alat utama, dilengkapi dengan alat tulis, kamera, dan flashdisk. Data yang digunakan meliputi sumber primer dan sekunder. Metode pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data meliputi langkah-langkah pengumpulan data, deskripsi, dan perumusan kesimpulan yang dapat diverifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Gandai mengalami pergeseran fungsi. Awalnya berfungsi sebagai bagian dari tradisi adat dan sarana sosial masyarakat, kini Gandai berfungsi sebagai sarana hiburan, sarana pertunjukan atau tontonan, serta sarana pendidikan. Fungsi pendidikan diwujudkan melalui pembelajaran Gandai sebagai muatan lokal di sekolah. Dengan demikian, tari Gandai tidak hanya berperan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pelestarian nilai budaya dan identitas masyarakat Pekal di Bengkulu Utara.
Pendekatan Etnografi dalam Penelitian Seni Tari Tradisional Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Rejang Lebong Sari, Rahma Novita; Astuti, Fuji; Ardipal, Ardipal; Indrayuda, Indrayuda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara etnografi tentang seni tari tradisional berbasis kearifan lokal di Kabupaten Rejang Lebong. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Langkah-langkah menganalisis data adalah proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukakn bahwa pendekatan etnografi tidak hanya mendokumentasikan gerak tari, tetapi juga memahami tari sebagai hidup yang dijalani (lived experience) oleh masyarakat Rejang Lebong. Dengan demikian, penelitian dapat mengungkap bagaimana kearifan lokal tetap hidup, bertransformasi, atau terancam dalam seni tari tradisional. Hasilnya dapat menjadi dasar untuk pelestarian berbasis komunitas dan pengembangan pendidikan budaya yang kontekstual.
Meningkatkan Keterampilan Menari Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Padang Marsiano, Evindo; Astuti, Fuji; Ardipal, Ardipal; Indrayuda, Indrayuda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menari siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkaan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Langkah-langkah menganalisis data adalah proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan dalam ekstrakurikuler seni tari piriang yaitu metode ceramah, demonstrasi dan praktek. Sedangkan sarana prasarana masih dalam kondisi belum memadai meski secara umum sudah terlaksana dengan baik, sarana prasarana dalam kegiatan ini meliputi Handphone dan Spekear. Penilaian pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler seni tari di SMP Negeri 1 Padang yaitu penilaian secara langsung yaitu selama proses latihan, penilaian disiplin yang langsung diberikan secara kualitatif seperti : A (Sangat Baik) yang diberikan dengan rentang nilai dari 85- 100, B (Baik) yang diberikan rentang 76-84, C (Cukup) yang diberikan rentang 65-75, D(Kurang) yang diberikan rentang 55-64. Maka dengan adanya pelaksanaan ekstrakurikuler seni tari piriang di SMP Negeri 1 Padang dengan menerapkan kedisplinan, latihan terus menerus, diberikan fasilitas dapat mengembangkan mutu keterampilan, bakat dan minat yang dimiliki siswa serta melatih rasa percaya diri dan kemampuan dalam menari.
Peran Pendidikan Guru Seni Budaya dalam Pelestarian Seni Tradisional di SMP 1 Koto XI Tarusan Nakiah, Salsa Bila; Astuti, Fuji; Ardipal, Ardipal; Indrayuda, Indrayuda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36393

Abstract

Pelestarian seni tradisional merupakan isu penting dalam menghadapi arus globalisasi yang semakin mengikis minat generasi muda terhadap budaya lokal. Pendidikan formal, khususnya melalui mata pelajaran seni budaya, menjadi sarana strategis untuk menanamkan kesadaran, apresiasi, dan keterampilan dalam seni tradisional. Guru seni budaya memiliki peran sentral sebagai fasilitator, motivator, dan mediator antara siswa dengan nilai-nilai budaya yang ingin dilestarikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menganalisis peran guru dalam pelestarian seni tradisional di SMP 1 Koto XI Tarusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah aktif mengintegrasikan materi lokal ke dalam pembelajaran, mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler, dan bekerja sama dengan komunitas seni lokal. Meski demikian, kendala seperti keterbatasan sarana, waktu pembelajaran, dan tekanan kurikulum nasional memengaruhi efektivitas pelestarian. Rekomendasi mencakup penguatan kurikulum berbasis budaya lokal, peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana pendukung, serta kemitraan berkelanjutan antara sekolah, siswa, guru, dan komunitas budaya. Penelitian ini menekankan bahwa pendidikan seni budaya yang kontekstual dan partisipatif menjadi kunci keberlangsungan pelestarian seni tradisional di lingkungan sekolah.
PERAN PEMBELAJARAN TARI TRADISIONAL DALAM PENGUATAN NILAI-NILAI KARAKTER SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA): TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Sonia, Uthi; Gustina Putri, Resha; Safhira, Elsa; Astuti, Fuji
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.57280

Abstract

Character education has become a central concern in contemporary schools as globalization, digital media exposure, and shifting social values increasingly shape adolescents' behavior. Traditional dance learning, as part of cultural arts education, offers a promising yet underexplored pathway for strengthening students' character values, particularly at the senior high school level, where identity formation and social orientation are highly prominent. This article presents a systematic literature review examining how traditional dance learning contributes to the development of character values among senior high school students. Sources were identified through academic search engines and repositories, including Google Scholar, Garuda (Garba Rujukan Digital), ResearchGate, ScienceDirect, Taylor & Francis Online, and PubMed Central, using both Indonesian and English keywords related to traditional dance, character education, and senior high school arts learning. Twenty-two empirical and conceptual sources published primarily between 2020 and 2026, supplemented by five foundational theoretical works, were selected and synthesized thematically. The review found that traditional dance learning is consistently associated with the development of discipline, responsibility, cooperation, self-confidence, respect, tolerance, and cultural awareness. However, the findings also reveal important nuances, as dance learning may become a source of performance-related stress when not pedagogically managed effectively. Furthermore, this review identifies significant research gaps, particularly the limited number of studies examining traditional dance within the formal senior high school Cultural Arts curriculum under the Merdeka Curriculum framework and the Pancasila Student Profile, as most existing studies focus on elementary and junior secondary education or extracurricular settings. The article concludes with practical implications for senior high school educators and recommendations for future empirical research.
Co-Authors - Sapriya abd, RAHMATUN N Abdullah, Arohiyah Ahmad Fajri Aisyah Nasution, Siti Alfi, Khuzaimah Alfisyahrina, Khuzaimah Algiani, Hawa Madya Amalyah, Nesya Andesta, Gena Andi Tenriawaru Andrizal Andrizal Anggeresia Ginting, Wenny Anggono, Anggono Ardipal Ardipal Arviani, Yohana Azizah, Fitriah Bunda Halang Damayanti, Delvi Desfiarni Desfiarni Deskariani, Uci Dewi, Siska Dini, Siti Doloksaribu, William Tiodo Efendi, Friska Putri Fauziyyah, Ulfiyah Fitra Mulia Jaya Fitria Nopita Sari Fitria, Laily Gustina Putri, Resha Handayani, Fifi Hanisa, Eiza Nur Herlinda Mansyur Hidayat, Hengki Armez Husnul Khatimah Hwee Teng, Sauh Indrayuda Indrayuda Irham Taufiq, Irham Islamia, Raudhatan Julia Purnama Sari Jupri Jupri Jupriani, Jupriani Kartika, Winny Khairannisa, Halda Kurniadi, Muhammad Dwi Lestari, Ranti Mahfud Tohari Mairita Malay, Aliyah Salsabila Mansor, Kamarul Ariffin Marsiano, Evindo Maryani, Rita Masya, Necya Khairyah Miranda Jamil, Alhani Mudinillah, Adam Muhammad Afif Muhibi, Muhibi Muslimah, Hidayatil Nakiah, Salsa Bila Nana Sumarna Nazmi, Hendra Nerosti Nisak, Rahmatun Noorhidayati Noorhidayati Nurhamidah Nurhamidah Pratiwi, Soraya Ayu Putri, Anglya Putri, Resha Gustina Rahmadani, Sherina Pasma Ranti Arfira Nofeni Rifdan . Risma Niswaty Safhira, Elsa Safwan, Lola Rizki Santoso, Ahmad Yassar Mahdy saptiani, Saptiani Sari, Ayuthia Mayang Sari, Julia Puspita Sari, Lia Perwita Sari, Rahma Novita Simanjutak, Saud Martua Siregar, Melinda Sonia, Uthi Sri Adi Widodo Sri Okta Dinata, Vanesa Susmiarti Syafriandi Syafriandi Tama, Syella Deniecha Ade Umrintha, Dinna Valentineri, Nabila Azzahra Vinna Aulya Widowati Pusporini, Widowati Yorian, Anisa Suyana Yuliasma Yuliasma Zora Iriani