Dalam bidang Pendidikan, seni tari memiliki posisi yang penting dalam mengembangkan potensi siswa secara komprehensif, meliputi aspek kognitif, emosional, dan fisik. Akan tetapi, dalam praktik pembelajaran seni tari di sekolah, sering kali terdapat kesalahpahaman terkait pencapaian kognitif dan keahlian teknis, sehingga prinsip pendidikan seni yang menyeluruh belum sepenuhnya terwujud. Melalui tulisan ini, penulis ingin meneliti dan menggabungkan berbagai penelitian yang berkaitan dengan pendidikan seni tari dari sudut pandang pendidikan seni yang holistik. Metode yang diterapkan adalah tinjauan pustaka terhadap berbagai sumber yang relevan, seperti artikel jurnal, buku akademis, dan penelitian sebelumnya yang berfokus pada pendidikan seni, seni tari, serta pendekatan holistik dalam proses belajar. Analisis dilakukan dengan memeriksa fokus penelitian, metode yang digunakan, konteks pembelajaran, dan konsep holistik yang mencakup integrasi antara fisik, pikiran, dan jiwa. Temuan kajian menunjukkan bahwa pendidikan seni tari memiliki potensi besar sebagai sarana pembelajaran yang menyeluruh karena melibatkan ekspresi fisik, pengalaman emosional, kreativitas, dan pemahaman nilai budaya. Berbagai penelitian mengindikasikan bahwa pembelajaran seni tari yang disusun secara holistik dapat meningkatkan kemampuan dalam menghargai seni tari dari sudut estetika, kesadaran diri, kemampuan bersosialisasi, dan pembentukan karakter siswa. Namun, masih ada kesenjangan antara teori dan pelaksanaan, khususnya dalam konteks pendidikan di tingkat sekolah menengah atas. Oleh karena itu, perlu ada penguatan pandangan tentang pendidikan seni holistik dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran seni tari agar dapat membentuk siswa menjadi individu yang utuh.