Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Jenis dan Kadar Air Media Simpan Terhadap Viabilitas Benih Lengkeng (Dimocarpus longan Lour.) Rina Dwi Pratiwi, Rohmanti Rabaniyah, dan Aziz Purwantoro
Vegetalika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1522

Abstract

Benih lengkeng termasuk benih rekalsitran yang bersifat cepat kehilangan viabilitas, tidak dapat dikeringkan di bawah kadar air kritis, kadar air benih tinggi sehingga mudah berkecambah, dan tidak toleran terhadap suhu yang membekukan. Viabilitas benih lengkeng dapat dipertahankan apabila disimpan dalam kondisi lembab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kadar air media simpan yang tepat untuk mempertahankan viabilitas benih lengkeng tetap tinggi selama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih dan Rumah Kaca, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan April-Juni 2011. Metode yang digunakan adalah rancangan faktorial 3 x 3 + 1 yang disusun secara acak lengkap dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah jenis media simpan, yaitu serbuk arang kayu, arang sekam, dan serbuk gergaji, sedangkan faktor kedua adalah kadar air media simpan antara lain 30%, 40%, dan 50%, ditambah dengan perlakuan tanpa media simpan (kontrol). Penelitian dilaksanakan selama 30 hari dengan melakukan pengujian viabilitas pada awal penyimpanan dan setiap 5 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan dengan ketiga media simpan dapat mempertahankan daya tumbuh benih optimal hingga 20 hari, sedangkan penyimpanan pada benih tanpa media hanya dapat bertahan selama 10 hari penyimpanan.
Pematahan Dormansi Benih Tanjung (Mimusops elengi L.) dengan Skarifikasi dan Perendaman Kalium Nitrat Djati Widhityarini, Suyadi Mw, Aziz Purwantoro
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1615

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh skarifikasi dan perendaman KNO3 terhadap kecepatan pematahan dormansi biji
Keragaan dan Keragaman Tanaman Bunga Kertas (Zinnia elegans Jacq) Generasi M5 Hasil Irradiasi Sinar X Anis Gunawan, Aziz Purwantoro, dan Supriyanta
Vegetalika Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.758 KB) | DOI: 10.22146/veg.5757

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui  keragaan serta keragaman  sifat  yang  dihasilkan tanaman bunga kertas (Zinnia elegans Jacq) hasil iradiasi sinar X pada  generasi M5 setelah dilakukan kegiatan seleksi. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Banguntapan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta  pada bulan April 2010  sampai dengan bulan  November 2010.  Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan lingkungan berupa rancangan tersarang (nested design) dengan ulangan tidak sama. Bahan tanam yang digunakan berasal dari 27 nomor tanaman bunga kertas (Zinnia elegans) open pollinated yang merupakan seleksi dari kuntum bunga tanaman terpilih generasi M4. Seleksi didasarkan pada kesamaan warna yaitu red group dan red purple group yang bunga pitanya berbentuk double dan pompom. Pada penelitian ini terjadi penurunan nilai varian pada karakter bentuk bunga double dan bentuk bunga pompom serta pada warna red group  dari populasi M4 ke populasi M5. Pada semua karakter kuantitatif yang diamati tidak terdapat nilai heritabilitas yang tinggi. Terdapat kemunculan beberapa karakter fenotipik baru seperti munculnya pita bunga baru yang “bertingkat” pada kuntum bunga, adanya gradasi warna pada bunga pita, serta bentuk daun yang tidak normal.Kata kunci: Zinnia elegans Jacq, seleksi, keragaan, keragaman, generasi M5.
Keragaman Molekuler pada Tanaman Lili Hujan (Zephyranthes spp.) Tenti Okta Vika, Aziz Purwantoro, dan Rani Agustina Wulandari
Vegetalika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.8 KB) | DOI: 10.22146/veg.6424

Abstract

Identifikasi molekuler dengan menggunakan penanda RAPD pada tanaman lili hujan yang tumbuh di Indonesia belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan karakterisasi keragaman genetik dari tanaman lili hujan yang tumbuh di Indonesia sebagai penelitian awal untuk program pemuliaan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung keragaman genetik dari tiga jenis tanaman lili hujan dengan teknik RAPD dan menghitung jarak genetik tanaman lili hujan berdasarkan informasi keragaman penanda genetik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni - Oktober 2014 di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tanaman lili hujan yang memiliki warna bunga pink, putih, dan kuning yang diambil dari tiga lokasi berbeda untuk masing-masing warna. Setiap lokasi diambil tiga tanaman sampel untuk masing-masing warna. Penanda genetik yang digunakan adalah analisis RAPD dengan menggunakan 11 primer terpilih yaitu OPA2, OPA 9, OPA 11, OPA 16, OPA 18, OPB 10, OPB 19, OPC 5, OPC 7, OPC 10, dan OPD 5. Hasil analisis keragaman genetik dengan menggunakan 11 primer menunjukkan bahwa persentase keragaman dalam populasi lebih tinggi dibandingkan dengan keragaman antar populasi pada 27 individu tanaman lili hujan. Nilai keragaman genetik tanaman lili hujan yang berwarna kuning adalah 0,1388; tanaman lili hujan yang berwarna pink adalah 0,1291; dan tanaman lili hujan yang berwarna putih adalah 0,1231. Rentang jarak genetik pada 27 individu tanaman lili hujan berkisar antara 0,59 hingga 0,03. Jarak genetik antara tanaman berwarna pink dan putih adalah 0,3 dan jarak genetik antara tanaman berwarna kuning dengan tanaman berwarna pink dan putih adalah 0,03. Berdasarkan analisis jarak genetik dan PCoA jenis tanaman lili hujan yang berwarna kuning memiliki keragaman yang lebih tinggi dibandingkan jenis tanaman lili hujan yang berwarna pink dan putih.Kata kunci : keragaman, lili hujan, jarak genetik, RAPD
KERAGAMAN MOLEKULER PURING (Codiaeum variegatum (L.) Rumph. ex A. Juss) DENGAN PENANDA RAPD Monika Andreastuti Kusumaningrum; Aziz Purwantoro; Rudi Hari Murti
Vegetalika Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.545 KB) | DOI: 10.22146/veg.9279

Abstract

Tanaman puring (Codiaeum variegatum (L.) Rumph. ex A. Juss) adalah tanaman hias yang memiliki nilai jual tinggi. Tanaman puring juga memiliki manfaat sebagai tanaman berkhasiat obat dan dapat menyerap unsur timah hitam yang berasal dari sisa pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor (2,05 mg/lt). Bentuk, warna, dan corak daun tanaman puring sangat beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya keragaman genetik, menghitung jarak genetik, dan menduga adanya alel spesifik pada tanaman puring. Sampel DNA diektraksi dari daun 20 kultivar tanaman puring. Metode PCR menggunakan 10 primer yaitu OPA-02, OPA-03, OPA-14, OPA-16, OPA-18, OPA-20, OPB-08, OPB-19, OPD-05, dan OPH-18. Hasil amplifikasi menunjukkan tingkat polimorfisme yang cukup tinggi. Persentase lokus polimorfik dan nilai heterosigositas harapan (He) paling tinggi ditunjukkan oleh kultivar tanaman puring dengan daun yang berwarna kombinasi hijau-merah yaitu 56,60% dan 0,190. Kultivar yang berlabel H1 dengan HK1 memiliki hubungan kekerabatan paling dekat diantara kultivar lain, sedangkan kultivar  yang  berlabel HK3 dengan HKM5 dan kultivar berlabel HK5 dengan HKM4 memiliki hubungan kekerabatan paling jauh diantara kultivar lain. Hasil dari dendogram UPGMA dan PCoA (Principal Coordinates Analysis) menempatkan 20 kultivar kedalam 2 klaster dan salah satu klaster ditempati oleh kultivar dengan daun yang berwarna kombinasi hijau-kuning-merah. Dari seluruh kelompok warna pada sampel, alel spesifik yang dapat terdeteksi pada satu kelompok/populasi warna hanya terdapat pada kelompok HKM yaitu pada OPD 05-1400 dan OPH 18-300.
EVALUASI KARAKTER KUALITATIF DAN KUANTITATIF GENERASI F1 HASIL PERSILANGAN CABAI HIAS FISH PEPPER (Capsicum annuum L.) DENGAN CABAI RAWIT (C. frutescens L.) Achmad Syarif Sirojuddin; Aziz Purwantoro; Panjisakti Basunanda
Vegetalika Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.056 KB) | DOI: 10.22146/veg.10473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beberapa karakter kualitatif dan kuantitatif generasi F1 hasil persilangan cabai hias fish pepper (C. annuum L.) dengan cabai rawit (C. frutescens L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Tridarma Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada dan greenhouse di desa Sambilegi Lor, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta dari bulan September 2014 sampai Maret 2015. Bahan tanam yang digunakan dalam penelitian ini meliputi benih cabai rawit (C. frutescens L.) dan cabai hias fish pepper (C. annuum L.) sebagai tetua, serta F1 dan F1R sebagai hasil persilangan keduanya. Pada karakter kualitatif, F1 menampilkan beberapa sifat dominan tetua FP, yaitu bentuk segitiga pada buah dan adanya antosianin pada buku batang, daun, bunga, dan buah. Adapun sifat dominan pada tetua A yang terekspresi pada F1 adalah warna hijau pada daun. Selain itu, beberapa karakter pada F1 merupakan sifat kodominan, di antaranya bentuk oval pada daun serta orientasi mendatar pada bunga dan buah. Tidak ditemukan maternal inheritance pada karakter-karakter kualitatif antara F1 dan F1R. Pada karakter kuantitatif, F1 memiliki nilai yang lebih tinggi atas rerata kedua tetuanya, yaitu terlihat dalam nilai heterosis pada karakter umur mulai berbunga, umur mulai berbuah, panjang dan lebar daun, panjang buah, diameter buah, bobot buah, serta jumlah buah per tanamann. Beberapa karakter harapan yang terekspresi pada cabai hias F1 yaitu warna  putih-ungu  pada  mahkota  bunga,  bentuk segitiga  pada  buah,  umur berbunga yang cepat, dan jumlah buah per tanaman yang banyak.
EVALUASI KARAKTER TANAMAN CABAI HIAS (Capsicum annuum L.) GENERASI F1 HASIL PERSILANGAN ‘PETER PEPPER’ DENGAN ‘ROYAL BLACK’ Wili Setiyoko; Aziz Purwantoro; Supriyanta Supriyanta
Vegetalika Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.941 KB) | DOI: 10.22146/veg.10482

Abstract

Cabai hias mempunyai beragam warna dan bentuk buah yang mampu memberikan keindahan pada taman, sehingga perlu evaluasi karakter dalam strategi pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu mengevaluasi karakter kualitatif dan kuantitatif tanaman cabai hias F1 hasil persilangan ‘Peter Pepper’ dengan ‘Royal Black’ dan mengetahui tindak gen karakter kuantitatif. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga genotipe yaitu ‘Peter Pepper’, ‘Royal Black’, dan F1 (PP×RB) dengan 3 ulangan. Karakter yang diamati dibedakan menjadi dua yaitu karakter kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kualitatif tanaman cabai hias F1 yang mengekspresikan sifat dominan tetua betina ‘Peter Pepper’ yaitu karakter warna kotiledon, hipokotil, habitus pertumbuhan tanaman, habitus percabangan, warna daun, bentuk daun, orientasi bunga, orientasi buah, dan bentuk ujung buah. Karakter kualitatif cabai hias F1 yang mengekspresikan sifat dominan tetua jantan ‘Royal Black’ yaitu warna batang, warna kotak sari, warna tangkai sari, warna buah sebelum masak, dan bentuk buah. Karakter kualitatif cabai hias F1 yang mengekspresikan sifat kodominan yaitu karakter antosianin pada buku dan warna mahkota bunga. Karakter kuantitatif tanaman cabai hias F1 yang sama dengan tetua betina ‘Peter Pepper’ yaitu karakter diameter batang dan berat buah. Karakter kuantitatif cabai hias F1 yang sama dengan tetua jantan ‘Royal Black’ yaitu karakter panjang daun, lebar daun, jumlah buah, dan warna buah fase muda. Karakter kuantitatif cabai hias F1 yang berbeda dengan kedua tetuanya yaitu karakter tebal daging buah. Cabai hias F1 yang memiliki tindak gen incomplate dominance yaitu karakter diameter batang, lebar daun, diameter buah, bobot buah, tebal daging buah, jumlah buah per tanaman, dan berat biji per buah, sedangkan F1 yang memiliki tindak gen over dominance yaitu karakter tinggi tanaman, tinggi dikotomus, panjang daun, umur mulai berbunga, umur mulai berbuah, panjang buah, panjang tangkai buah, dan warna buah fase muda, fase antara, dan fase tua.
Variabilitas Karakter Fenotipe Dua Populasi Jagung Manis (Zea mays L. Kelompok Saccharata) Dinda Dewanti; Panjisakti Basunanda; Aziz Purwantoro
Vegetalika Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.4 KB) | DOI: 10.22146/veg.23944

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu jenis jagung yang saat ini mulai berkembang dan mempunyai prospek penting di Indonesia. Pemuliaan jagung manis secara umum bertujuan untuk mendapatkan varietas-varietas yang mempunyai kuantitas dan kualitas hasil tinggi serta resisten terhadap hama dan penyakit penting (penyakit bulai). Sifat unggul dari suatu tanaman dapat diamati berdasarkan karakter fenotipenya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan variabilitas karakter fenotipe tanaman jagung manis kuning dan jagung manis ungu, mendapatkan korelasi atau hubungan antarkarakter kuantitatif jagung manis kuning dan jagung manis ungu, mencirikan jagung manis kuning dan jagung manis ungu yang berpengaruh langsung terhadap hasil, dan membandingkan kandungan gula jagung manis kuning dan jagung manis ungu. Penelitian menggunakan dua populasi jagung manis yaitu jagung manis kuning dan jagung manis ungu koleksi Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, UGM. Karakter yang diamati meliputi karakter kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan variabilitas karakter kuantitatif yang tinggi pada jagung manis kuning dan jagung manis ungu ditunjukkan oleh karakter jumlah biji per tongkol dan bobot biji per tongkol. Nilai korelasi tertinggi yang nyata positif pada jagung manis kuning dan jagung ungu ditunjukkan pada karakter bobot biji per tongkol dengan jumlah biji per tongkol. Karakter kuantitatif jagung manis kuning dan jagung manis ungu yang berpengaruh langsung terhadap hasil yaitu karakter jumlah biji per tongkol dan bobot 100 butir. Nilai kandungan gula tanaman jagung manis kuning tergolong sedang (10,63 ºBrix) dan kandungan gula tanaman jagung manis ungu tergolong sangat tinggi (25,16 ºBrix).
Analisis Genetik F2 Persilangan Cabai (Capsicum annum L.) ‘JALAPENO’ dengan ‘TRICOLOR VARIEGATA’ Gretaryan Wahyu Widiatmiko; Aziz Purwantoro; Panjisakti Basunanda
Vegetalika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.836 KB) | DOI: 10.22146/veg.25017

Abstract

Kualitas cabai yang diharapkan berupa tinggi tanaman yang proporsional, mempunyai banyak cabang, mempunyai banyak buah, dan warna buah dan tanaman yang menarik sehingga cocok untuk pertanian kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai dan pola pewarisan karakter kualitatif yang meliputi percabangan tanaman, warna batang, warna buku pada batang, bentuk daun, warna mahkota bunga, dan warna buah mentah, serta pada karakter kuantitatif yang meliputi tinggi tanaman, diameter batang, tinggi dikotomus, panjang daun, lebar daun, panjang buah, diameter buah, tebal daging buah, berat buah sampel, dan jumlah buah per tanaman pada populasi hasil persilangan Jalapeño dengan TCV. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bagor, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, dimulai pada bulan September 2014 sampai bulan Februari 2015. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Genotipe yang digunakan meliputi benih cabai hias(Capsicumm annuum L.) ‘Tricolor Variegata’(TCV), cabai (C annuum L.) ‘Jalapeno’, F1 hasil persilangan TCV dengan Jalapeno, dan F2 hasil penyerbukan bebas F1 persilangan TCV dengan Jalapeno. Hasil dari penelitian ini menunjukkan karakter yang diduga dikendalikan oleh dua lokus gen pengendali adalah percabangan tanaman dan bentuk daun. Karakter yang diduga dipengaruhi oleh satu lokus gen pengendali adalah warna mahkota bunga. Segregasi transgresif ditunjukkan pada karakter tinggi dikotomus, lebar daun, dan tebal daging buah. Kriteria heritabilitas arti luas yang tinggi ditunjukkan oleh karakter panjang daun dan tebal daging buah. Nilai korelasi positif nyata yang sama dari pendekatan rerata geometrik dan terboboti ditunjukkan pada karakter tinggi tanaman terhadap panjang dan lebar daun.
Karakteristik dan Preferensi Masyarakat terhadap Empat Populasi Kembang Kertas (Zinnia elegans Jacq.) Fajar Hayuatmaja; Aziz Purwantoro; Supriyanta Supriyanta
Vegetalika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.994 KB) | DOI: 10.22146/veg.25347

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik dan preferensi masyarakat terhadap kembang kertas varietas asal Jepang dan populasi generasi M7 hasil iradiasi sinar X kultivar lokal. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Yogyakarta pada bulan Juni-Desember 2015. Percobaan dilaksanakan mengikuti kaidah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan kode tanam T6B2.5; T5B2.20; T5B2.17 untuk kembang kertas populasi generasi M7 hasil iradiasi sinar X dan komdocit untuk kembang kertas varietas asal Jepang, dengan dua blok sebagai ulangan. Hasil penelitian terkait tipe bunga menunjukkan Populasi T6B2.5 terdiri dari 6% tanaman berbunga single, 51% tanaman berbunga double, dan 43% tanaman berbunga pompom. Populasi T5B2.20 terdiri dari 26% tanaman berbunga single, 55% tanaman berbunga double, dan 19% tanaman berbunga pompom. Populasi T5B2.17 terdiri dari 15% tanaman berbunga single, 52% tanaman berbunga double, dan 33% tanaman berbunga pompom. Populasi komdocit terdiri dari 26% tanaman berbunga single, 39% tanaman berbunga double, dan 35% tanaman berbunga pompom. Hasil penelitian terkait warna bunga, populasi T6B2.5 terdiri dari 46% bunga berwarna merah dan 54% bunga berwarna ungu. Populasi T5B2.20 terdiri dari 77% bunga berwarna ungu dan 23% bunga berwarna putih. Populasi T5B2.17 terdiri dari 79% bunga berwarna ungu dan 21% bunga berwarna putih. Populasi komdocit terdiri dari 29% bunga berwarna merah, 45% bunga berwarna ungu, 16% bunga berwarna kuning, dan 10% bunga berwarna putih. Preferensi masyarakat terhadap kembang kertas menunjukkan bahwa masyarakat lebih menyukai bunga berbentuk pompom, warna bunga putih, diameter bunga sedang (4,1-6 cm) dengan jumlah bunga sedikit (1-13 kuntum) dan tanaman berhabitus pendek (15-50 cm) baik untuk bunga potong maupun tanaman hias dalam pot.
Co-Authors , Parjanto A. Widiyatmoko Achmad Syarif Sirojuddin Agus Budi Setiawan Agus Budi Setiawan, Agus Budi Agus Slamet Aidha Rusita Putri Ainun Nikmati Laily Aman Suyadi Andin Puspita Andin Puspita Ari Indrianto Ari Indrianto Ari Indrianto Aries Bagus Sasongko Arman Wijonarko Asadi Abdullah Asadi Asadi Asep Rinal Supratman Asri Fajar Milasari Aurellia Tatipata Bambang Sutaryo Bekti Sulistya Utami BUDI SETIADI DARYONO Christina Astri Wirasti Cristina Astri Wirasti Daffa Ramzy Syah Allaam Danarsi Diptaningsari Della Rosiana Ningtias Didik Indradewa Dinda Dewanti Djoko Prajitno Dyah Weny Respatie Dyah Weny Respatie Edhi Martono Endang Pudjihartati Endang Semiarti Endang Sulistyaningsih Erlina Ambarwati Exsyupransia Mursyanti Exsyupransia Mursyanti Fajar Hayuatmaja Falah Nur Alifianto Fandi Setiawan Fitria Setyaningsih Gildantia, Elke Ginting, Tesalonika Gretaryan Wahyu Widiatmiko Handayani, Niken S. N. Hanifa, Yumna Hanifa, Yumna Rahmadias Harkingto Harkingto Herni Shintiavira I. Indriyati Wibisono Ilmiah, Haviah Hafidhotul Inayah, Suwaibah Ummul Irwan Gery Renaldi Ixora Sartika Mercuriani JAKA WIDADA Jalil, Muhamad Jamhari Jamhari, Jamhari Kana Ninomiya Kurniawan, Febri Yuda Lilik Kusdiarti Lita Rahmadani Maria Marina Herawati Miranda Ferwita Sari Monika Andreastuti Kusumaningrum Mufit Daryatun Asniawati Muhammad Dylan Lawrie Muhammad Dylan Lawrie Nasrullah Nasrullah Nintya Setiari Nintya Setiari Nurul Annisa Oktaviana Herawati Panjisakti Basunanda Parjanto Parjanto Pauline Destinugrainy Kasi Prapto Yudono Purnomo Purnomo Purnomo Puspita, Andin Putri Lukmanasari Qurrotul Uyun, Qurrotul Rahayu Sulistianingsih Rani Agustina Wulandari Ratih Hartono Putri Rima Indhirawati Rina Pratiwi Pudja I. A Rohimah Handayani Sri Lestari Rudi Hari Murti Rudi Hari Murti Rudi Hari Murti Sahiral Yakub SATRIYAS ILYAS Seonghoe Jang Shogo Matsumoto Sri Nopitasari Sri Trisnowati Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sulastri Isminingsih Supriyanta Supriyanta Supriyanta Supriyanta Supriyanta Supriyanta Suwaibah Ummul Inayah SUWIJIYO PRAMONO Suwijiyo Pramono Swandari, Tantri Tahtihal Anhar Tamam, M. Badrut Tio Eka Sinurat Triono Bagus Saputro, Triono Bagus Trisnaningtyas, Carenina Valentina Dwi Suci Handayani W. T. Artama W.T. Artama Wahyu Listyaningrum Wili Setiyoko Windi Mose Woerjono Mangoendidjojo Woerjono Mangoendidjojo Y. Andi Trisyono Y. Andi Trisyono Yasushi Yoshioka Yefta Pamandungan Yeni Fatmawati Yuli Setiawati Yundari, Yundari Yuuki Asano Zulfa Layina Zulkifli Zulkifli