Claim Missing Document
Check
Articles

Jamu Kunir Asem: Ethnomedicine Overview by Javanese Herbal Medicine Formers in Yogyakarta Kurniawan, Febri Yuda; Jalil, Muhamad; Purwantoro, Aziz; Daryono, Budi Setiadi; Purnomo
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v6i1.211

Abstract

Kunir asem is one of the traditional drinks that still survive in Javanese society. The young generation needs to be introduced to the heritage of traditional herbal medicine, so that its existence is maintained. Some people judge that herbal medicine is an ancient traditional drink and does not keep up with the times. The objectives of this study are: (1) Explain the study of etnobotany which make up turmeric acid; (2) Explain how the principle of the benefits of kunir asem is based on the understanding of the seller of herbs in the Province of Yogyakarta. This study uses a qualitative method. The research data was taken with documentation, interviews, and documentation. The research data were analyzed by qualitative descriptive. The conclusion of this study is that biopharmaca plants in kunir asem are turmeric and tamarind, and some are added spices in the form of brown sugar, lemongrass, cardamom, cloves, kedawung, lime, and cinnamon. Herb sellers reveal that kunir asem can promote haids, facilitate digestion, reduce stomach acid, as an antibiotic, fresh body, and eliminate acne.
Modifikasi Pertumbuhan Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) sebagai Tanaman Hias Pot dengan Aplikasi Paklobutrazol Trisnaningtyas, Carenina; Indradewa, Didik; Purwantoro, Aziz
Vegetalika Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.78335

Abstract

Paklobutrazol merupakan zat pengatur tumbuh yang berfungsi menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman dan banyak digunakan untuk mengurangi tinggi tanaman khususnya pada tanaman hias pot. Tanaman hias pot memerlukan keragaan batang yang pendek sehingga penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aplikasi paklobutrazol terhadap pertumbuhan dan kualitas tanaman bunga matahari serta menentukan aplikasi paklobutrazol terbaik dalam menjadikan tanaman bunga matahari sebagai tanaman hias pot. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2021 – April 2022 di Kebun Kursus Pertanian Taman Tani, Kota Salatiga. Penelitian menggunakan Rancangan Faktorial 3 x 3 + 1 yang diatur dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi paklobutrazol dengan 3 aras yaitu 100 ppm, 200 ppm, dan 300 ppm. Faktor kedua adalah frekuensi aplikasi paklobutrazol dengan 3 aras yaitu 4 kali (selang aplikasi 14 hari sekali), 5 kali (selang aplikasi 10 hari sekali) dan 6 kali (selang aplikasi 7 hari sekali). Aplikasi paklobutrazol dilakukan dengan cara penyiraman langsung pada media tanam selama fase vegetatif tanaman yaitu 2 – 8 mst. Data yang diperoleh diuji menggunakan analisis varian faktorial dan kontras orthogonal. Apabila hasil berbeda nyata dilakukan uji lanjut dengan uji HSD-Tukey α5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi paklobutrazol menghambat pertumbuhan vegetatif dan proses pembungaan tanaman yang menghasilkan tanaman bunga matahari pot dengan keragaan tanaman pendek, berbunga tunggal, berukuran sedang, berwarna kuning cerah kontras dengan daun yang berwarna hijau gelap yang berukuran kecil dan tersusun rapat. Aplikasi paklobutrazol konsentrasi 300 ppm dengan frekuensi 4 kali (selang aplikasi 14 hari sekali) mampu menjadikan bunga matahari sebagai tanaman pot dengan tinggi dan diameter bunga terbaik sesuai kriteria tanaman pot varietas acuan.
Pengaruh Aplikasi Paclobutrazol dan Dosis Pupuk P Terhadap Pembentukan Bunga dan Buah serta Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Hanifa, Yumna; Respatie, Dyah Weny; Purwantoro, Aziz
Vegetalika Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.78657

Abstract

Produktivitas mentimun di Indonesia masih rendah salah satunya disebabkan oleh dominasi bunga jantan dibandingkan bunga betina. Salah satu solusi alternatif yang dapat dilakukan adalah aplikasi ZPT Paclobutrazol dengan konsentrasi 0,375 ml.L-1 . Masalah lain yang terjadi pada budidaya mentimun adalah bunga mentimun mudah gugur, hanya sedikit yang mampu berkembang menjadi buah. Untuk itu perlu adanya perbaikan budidaya tanaman mentimun, salah satunya dengan pemupukan P yang berperan dalam pembentukan bunga dan buah pada tanaman. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2021 hingga Februari 2022 di Keboen Damai, Jl. Kaliurang km 8.5, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama aplikasi paclobutrazol (dengan paclobutrazol 0.375 ml.L-1 dan tanpa aplikasi paclobutrazol) dan faktor kedua dosis pupuk SP-36 0 g.tnm-1 , 10 g.tnm-1 , dan 20 g.tnm-1 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk P yang diberikan belum mampu meningkatkan persentase bunga betina menjadi buah. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan paclobutrazol dan aplikasi pupuk p yang berpengaruh terhadap variabel pembentukan bunga dan buah pada tanaman mentimun. Aplikasi paclobutrazol berpengaruh signifikan terhadap variabel pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah bunga jantan, serta meningkatkan jumlah bunga betina, serta memberi pengaruh beda nyata terhadap persentase bunga betina menjadi buah, analisis pertumbuhan nisbah luas daun, dan laju asimilasi bersih tanaman mentimun.
Pengaruh Alelokimia Mulsa Jerami Padi (Oryza sativa L.) terhadap Intensitas Serangan Lalat Bibit pada Dua Kultivar Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Setiawan, Fandi; Respatie, Dyah Weny; Purwantoro, Aziz
Vegetalika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.81729

Abstract

Dalam budidaya kedelai (Glycine max L. Merrill) pertumbuhan dan hasilnya dapat dipengaruhi oleh faktor abiotik dan biotik. Serangan lalat bibit (Ophiomyia phaseoli) dan perubahan iklim yang tidak sesuai dapat mengganggu budidaya kedelai. Penggunaan mulsa jerami padi bermanfaat untuk membuat iklim mikro pertumbuhan kedelai menjadi sesuai. Permasalahan muncul ketika jerami padi yang berpotensi menghasilkan senyawa alelokimia berupa fenol, sehingga dapat menghambat pertumbuhan dan hasil kedelai. Tujuan penelitian yang dilakukan yaitu untuk menentukan kultivar dan aplikasi mulsa jerami yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil kedelai optimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2021-Oktober 2022 di Kebun Percobaan Tri Dharma Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Split Plot dengan tiga ulangan sebagai blok, Kultivar sebagai main plot dan aplikasi mulsa jerami padi sebagai sub plot. Kultivar yang digunakan adalah Anjasmoro dan Argomulyo. Aplikasi mulsa jerami padi yang dilakukan adalah tanpa aplikasi, aplikasi 0 hari setelah tanam, aplikasi 7 hari setelah tanam dan aplikasi 14 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan Argomulyo menjadi kultivar yang tahan serangan lalat bibit dan kultivar optimal dengan aplikasi mulsa jerami 7 dan 14 hari setelah tanam
Evaluation of Wedelia water extract on soybean, purple nutsedge, and billygoat seeds germination Respatie, Dyah Weny; Purwantoro, Aziz; Indradewa, Didik; Uyun, Qurrotul; Hafidhotul Ilmiah, Haviah
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 2 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v52i2.56918

Abstract

Weeds cause significant yield loss in many agriculture crops; thus, management practices are urgently needed to alleviate losses while conserving environmental and human health. This study aimed to evaluate the allelopathic potential of Wedelia leaf and flower extracts on the germination and early growth stage of three plant species. The research was conducted using a completely randomized design experiment with two factors and four replicates. The first factor was extract sources: leaves (S1) and flowers (S2). The second factor was the concentration: control (C0) and extract concentrations of 1% (C1), 5% (C5), and 10% (C10). The extract was tested on three different plant species: soybean (Glycine max), nutsedge (Cyperus rotundus), and billygoat weed (Ageratum conyzoides). Fifty seeds of three different plants were germinated separately in Petri dishes and treated using Wedelia extracts. The allelochemicals in Wedelia leaf and flower extracts inhibited germination and induced abnormal sprouting. Wedelia leaf extract showed the most pronounced inhibitory effects and highest inhibition levels across all measured parameters. Moreover, a clear concentration-response relationship was observed, where increased extract concentration increased the degree of inhibition. These findings contribute to the development of bioherbicides and can help reduce the use of synthetic herbicides for more sustainable agriculture. Keywords: Ageratum conyzoides, bioherbicide, Cyperus rotundus, Glycine max, weed control
PHENOTYPIC AND MOLECULAR CHARACTERIZATION OF MULTISHOOTS DEVELOPMENT IN TRANSGENIC Phalaenopsis amabilis (L.) Blume HARBORING 35S::KNAT1 (KNOTTED-LIKE Arabidopsis thaliana 1) Saputro, Triono Bagus; Semiarti, Endang; Purwantoro, Aziz
BIOTROPIA Vol. 25 No. 1 (2018): BIOTROPIA Vol. 25 No. 1 April 2018
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2018.25.1.615

Abstract

Phalaenopsis amabilis (L.) Blume is one of Indonesian natural orchids which has an aesthetic flower and possesses high economic value. The low multiplication rate and long period of life cycle are the main obstacles to conventionally propagate this orchid. The aims of this research were to analyze the stability of transgenic plant P. amabilis harboring 35S::KNAT1 based on morpho-genomic characterization. KNAT1 gene is reported as a gene that is involved in shoot formation, and it had been successfully introduced into Phalaenopsis amabilis (L.) Blume genome. After seven times regeneration, the confirmation of the transgene existence in the genome is needed to ensure whether the plant could consistently maintain the transgene in its genome and to characterize the shoot development. The experiment was carried out in 3 steps: 1) Co-integration analysis of 35S::KNAT1 into P. amabilis genome; 2) Phenotypic analysis on the multiplication rate, morphological variation, and venation pattern; and 3) Protein profile analysis of transgenic plants. The results showed that the survival rate of putative transgenic was 58.7% on NP0 medium and 62.5% on NP SIM medium. PCR analysis confirmed that 82.5% transgenic growth on NP0 and 93.33% on NP SIM contained DNA fragments of KNAT1 gene, NPTII gene and trnL-F intergenic spacer, indicating that those plants are positive transgenic. The 35S::KNAT1 transgenes and phytohormone were independently involved in multishoot formation of P. amabilis transgenic plants. The phenotypes of plantlets were classified into six main criteria, i.e., normal shape, lobed leaves, rosette, elongated stem, cup shoot, and widened leaves. The normal type was the most abundant type of variation (±29%) in both media. Protein profile showed that all transgenic plants produced 45.8 kDa protein, and that was equivalent with molecular weight of KNAT1 protein. Taken together, all those data indicated that 35S::KNAT1 transgene was consistently integrated into the transgenic plant genome.
Pengaruh Jenis Media Tanam terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Kandungan Flavonoid Ciplukan (Physalis peruviana L.) Aidha Rusita Putri; Dyah Weny Respatie; Aziz Purwantoro
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.82177

Abstract

Ciplukan (Physalis peruviana L.) merupakan salah satu tanaman liar yang memiliki banyak senyawa, salah satunya adalah flavonoid yang berguna bagi kesehatan. Hal ini membuat tanaman ciplukan berpotensi untuk dibudidayakan secara komersial. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam budidaya ciplukan adalah pemilihan jenis media tanam yang tepat sehingga tanaman ciplukan dapat memberikan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan, hasil dan kandungan flavonoid ciplukan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Juni 2022 di Kebun Tri Dharma, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan jenis media tanam menggunakan vinasse dapat meningkatkan pertumbuhan dan kandungan flavonoid ciplukan. Sedangkan penggunaan pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, dan vinasse memberikan pengaruh sama baiknya terhadap hasil tanaman ciplukan.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Silika terhadap Kualitas Bunga Krisan Potong (Chrysanthemum morifolium Ramat.) Tipe Standar Daffa Ramzy Syah Allaam; Aziz Purwantoro; Dyah Weny Respatie
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.90127

Abstract

Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat.) merupakan salah satu komoditas florikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena banyak dimanfaatkan sebagai bunga pajang. Untuk meningkatkan kualitas dan hasil yang optimal terutama pada vase life atau masa pajang maka perlu dilakukan intervensi budidaya, seperti pemupukan silika. Pemupukan silika dapat meningkatkan aktivitas fisiologis, pertumbuhan, hasil, dan kualitas tanaman krisan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi pupuk silika yang terbaik terhadap kualitas bunga krisan potong tipe standar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 – Maret 2023. Penelitian terbagi menjadi dua tahap, yaitu penelitian lapangan dan penelitian laboratorium. Penelitian lapangan dilaksanakan di Asosiasi Tanaman Hias Bunga dan Daun Potong Asthabunda sedangkan penelitian laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Manajemen Produksi Tanaman, Sub Laboratorium Ilmu Tanaman, dan Sub Laboratorium Ekologi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) satu faktor dengan tiga ulangan. Faktor perlakuan adalah konsentrasi pupuk silika yang dilakukan dalam penelitian di lahan dengan tiga aras konsentrasi, yaitu 0 mg.L-1, 50 mg.L-1, dan 100 mg.L-1. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk silika dengan konsentrasi 100 mg.L-1 memberikan peningkatan pertumbuhan dan kualitas bunga krisan, seperti tinggi tanaman, diameter batang, kekerasan batang, diameter tangkai bunga, diameter bunga mekar, dan vase life dibandingkan dengan kontrol.
Co-Authors , Parjanto A. Widiyatmoko Achmad Syarif Sirojuddin Agus Budi Setiawan Agus Budi Setiawan, Agus Budi Agus Slamet Aidha Rusita Putri Ainun Nikmati Laily Aman Suyadi Andin Puspita Andin Puspita Ari Indrianto Ari Indrianto Ari Indrianto Aries Bagus Sasongko Arman Wijonarko Asadi Abdullah Asadi Asadi Asep Rinal Supratman Asri Fajar Milasari Aurellia Tatipata Bambang Sutaryo Bekti Sulistya Utami BUDI SETIADI DARYONO Christina Astri Wirasti Cristina Astri Wirasti Daffa Ramzy Syah Allaam Danarsi Diptaningsari Della Rosiana Ningtias Didik Indradewa Dinda Dewanti Djoko Prajitno Dyah Weny Respatie Dyah Weny Respatie Edhi Martono Endang Pudjihartati Endang Semiarti Endang Sulistyaningsih Erlina Ambarwati Exsyupransia Mursyanti Exsyupransia Mursyanti Fajar Hayuatmaja Falah Nur Alifianto Fandi Setiawan Fitria Setyaningsih Gildantia, Elke Ginting, Tesalonika Gretaryan Wahyu Widiatmiko Handayani, Niken S. N. Hanifa, Yumna Hanifa, Yumna Rahmadias Harkingto Harkingto Herni Shintiavira I. Indriyati Wibisono Ilmiah, Haviah Hafidhotul Inayah, Suwaibah Ummul Irwan Gery Renaldi Ixora Sartika Mercuriani JAKA WIDADA Jalil, Muhamad Jamhari Jamhari, Jamhari Kana Ninomiya Kurniawan, Febri Yuda Lilik Kusdiarti Lita Rahmadani Maria Marina Herawati Miranda Ferwita Sari Monika Andreastuti Kusumaningrum Mufit Daryatun Asniawati Muhammad Dylan Lawrie Muhammad Dylan Lawrie Nasrullah Nasrullah Nintya Setiari Nintya Setiari Nurul Annisa Oktaviana Herawati Panjisakti Basunanda Parjanto Parjanto Pauline Destinugrainy Kasi Prapto Yudono Purnomo Purnomo Purnomo Puspita, Andin Putri Lukmanasari Qurrotul Uyun, Qurrotul Rahayu Sulistianingsih Rani Agustina Wulandari Ratih Hartono Putri Rima Indhirawati Rina Pratiwi Pudja I. A Rohimah Handayani Sri Lestari Rudi Hari Murti Rudi Hari Murti Rudi Hari Murti Sahiral Yakub SATRIYAS ILYAS Seonghoe Jang Shogo Matsumoto Sri Nopitasari Sri Trisnowati Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sulastri Isminingsih Supriyanta Supriyanta Supriyanta Supriyanta Supriyanta Supriyanta Suwaibah Ummul Inayah SUWIJIYO PRAMONO Suwijiyo Pramono Swandari, Tantri Tahtihal Anhar Tamam, M. Badrut Tio Eka Sinurat Triono Bagus Saputro, Triono Bagus Trisnaningtyas, Carenina Valentina Dwi Suci Handayani W. T. Artama W.T. Artama Wahyu Listyaningrum Wili Setiyoko Windi Mose Woerjono Mangoendidjojo Woerjono Mangoendidjojo Y. Andi Trisyono Y. Andi Trisyono Yasushi Yoshioka Yefta Pamandungan Yeni Fatmawati Yuli Setiawati Yundari, Yundari Yuuki Asano Zulfa Layina Zulkifli Zulkifli