Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Buletin Agrohorti

Karakterisasi Morfologi Anggrek Phalaenopsis spp. Spesies Asli Indonesia Ni'mah Fauziah; Sandra Arifin Aziz; Dewi Sukma
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.498 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.86-94

Abstract

Keberadaan anggrek Phalaenopsis spesies atau anggrek hutan sudah semakin menurun, sehingga perlu dilakukan upaya perbanyakan untuk melestarikannya. Upaya perbanyakan melalui persilangan buatan merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan tanaman yang lebih baik dari tetuanya, namun sering mengalami kegagalan akibat incompatibitas tetua. Hal tersebut dapat dikurangi dengan melakukan karakterisasi untuk mengetahui kekerabatan antar tetua persilangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari karakter morfologi 14 aksesi anggrek Phalaenopsis spesies yaitu Phalaenopsis gigantea A (PGA), Phalaenopsis bellina (PB),  Phalaenopsis amabilis Halong (PAH), Phalaenopsis violacea (PV), Phalaenopsis doritis (PD), Phalaenopsis schilleriana (PS), Phalaenopsis modesta (PM), Phalaenopsis cornu-cervi (PC), Phalaenopsis pantherina (PP), Phalaenopsis tetraspis (PT), Phalaenopsis pulchra (PPA), Phalaenopsis amabilis Cidaun (PAC), Phalaenopsis amabilis Trenggalek (PAT) dan Phalaenopsis gigantea B (PGB). Hasil penelitian menunjukkan setiap anggota masing-masing aksesi pada Phalaenopsis spesies memiliki kekerabatan sangat dekat yaitu 100% kecuali Phalaenopsis tetraspis yang berkerabat 87% akibat perbedaan bentuk ujung daun. Berdasarkan klasifikasi daun aksesi yang berkerabat dekat adalah Phalaenopsis gigantea A dengan Phalaenopsis bellina (87%), Phalaenopsis amabilis Trenggalek dengan Phalaenopsis gigantea B (87%), Phalaenopsis violacea dengan Phalaenopsis pulchra (87%) dan Phalaenopsis amabilis Halong dengan Phalaenopsis pantherina (87%). Berdasarkan klasifikasi bunga aksesi yang memiliki kekerabatan dekat adalah Phalaenopsis violacea dengan Phalaenopsis modesta (78%). Berdasarkan klasifikasi daun dan bunga aksesi yang berkerabat dekat adalah Phalaenopsis violacea dengan Phalaenopsis modesta (70%).
Pertumbuhan dan Produksi Daun Torbangun (Plectranthus amboinicus Spreng.) dengan Pemupukan Organik dan Pemangkasan Nafi'atul Munawaroh; Sandra Arifin Aziz
Buletin Agrohorti Vol. 1 No. 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.219 KB) | DOI: 10.29244/agrob.1.4.122-132

Abstract

Tanaman torbangun berkhasiat untuk memperlancar air susu ibu (ASI) karena mengandung laktagogen. Penelitian mengenai tanaman torbangun lebih banyak di bidang farmakologinya saja, oleh sebab itu perlu adanya penelitian di bidang teknik budi daya dengan menggunakan pupuk organik dan pemangkasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh pupuk organik dan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan produksi daun torbangun. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pada siklus 1 dengan faktor pemupukan, dan rancangan perlakuan Split plot pada siklus 2 dengan pemupukan sebagai petak utama dan pemangkasan sebagai anak petak. Rataan hasil pada masing-masing siklus diuji lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ). Pemupukan organik terbagi menjadi 5 taraf; tanpa pemupukan, pupuk kandang sapi+fosfat alam, pupuk kandang sapi+abu sekam padi, fosfat alam+abu sekam padi, dan pupuk kandang sapi+fosfat alam+abu sekam padi. Pemangkasan terbagi menjadi 2 taraf; tanpa dipangkas dan dipangkas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemupukan yang menggunakan pupuk kandang sapi+fosfat alam+abu sekam padi dapat meningkatkan bobot basah pucuk 125.21% dibandingkan dengan perlakuan tanpa pemupukan. Pemangkasan menurunkan biomasa tanaman dan jumlah daun. Pertumbuhan tanaman torbangun termasuk lambat, sehingga pemanenan harus dilakukan pada umur tanaman yang lebih lama.
Pengaruh Pupuk Organik Guano dan Chitosan terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anggrek Phalaenopsis spp. Ira Fauziah Noer; Dewi Sukma; Sandra Arifin Aziz
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.872 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15803

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik guano dan kitosan pada pertumbuhan dan perkembangan anggrek Phalaenopsis dilakukan di pembibitan Gunung Batu, Bogor pada bulan Maret sampai Agustus 2011. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pemupukan terdiri atas pupuk Thaichung 1 g L-1, pupuk Thaichung 1 g L-1 + kitosan 10 ppm, Thaichung pupuk 1 g L-1 + guano 10 ml L-1, dan pupuk Thaichung 1 g L-1 + kitosan 10 ppm + guano 10 ml L-1. pupuk Thaichung 1 g L-1 yang dibutuhkan untuk P. bellina dan P. modesta, dan guano 10 ml L-1 yang dibutuhkan untuk P. amabilis di kompot dalam kondisi panas dan kering.
Respon Pertumbuhan Setek Batang Daun Afrika (Vernonia amygdalina) dengan Penggunaan Bagian Batang dan Media Tanam Siti Hilda Ma’rufah; Sandra Arifin Aziz
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.964 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i1.24408

Abstract

Daun Afrika (Vernonia amygdalina) merupakan tanaman obat yang telah banyak dimanfaatkan untuk mengobati penyakit Diabetes Mellitus, akan tetapi belum ada penelitian tentang budi dayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan setek batang daun Afrika (Vernonia amygdalina) dengan penggunaan bagian batang dan jenis media tanam. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2017 di Kebun Percobaan Cikabayan dan Laboratorium Pascapanen, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Insitut Pertanian Bogor. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu bagian batang terdiri dari bagian ujung, tengah dan pangkal dari cabang tanaman. Faktor kedua yaitu media tanam terdiri dari campuran media tanah, arang sekam (1:1) v/v, campuran tanah, arang sekam, pupuk kandang sapi (1:1:1) v/v, campuran tanah, arang sekam, kascing (1:1:1) v/v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian batang terbaik yaitu bagian pangkal dan tengah batang. Interaksi bagian pangkal batang dengan campuran tanah, arang sekam, pupuk kandang sapi (1:1:1) v/v dan campuran tanah, arang sekam, kascing (1:1:1) v/v, dan bagian tengah batang dengan semua perlakuan media tanam yang sangat nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, bobot basah batang dan bobot basah daun.
Pemberian Dosis Pupuk Kandang dan Interval Panen terhadap Produksi Jawer Kotok (Coleus atropurpureus L. Benth) Krisetya Ayunina; Sandra Arifin Aziz
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 2 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.427 KB) | DOI: 10.29244/agrob.7.2.177-185

Abstract

Jawer Kotok merupakan tanaman obat yang berasal dari Indonesia. Tanaman ini memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan, tetapi belum banyak diketahui dan dibudidayakan sebagai tanaman obat. Produksi Jawer Kotok yang optimum memerlukan pertimbangan dari segi produktivitas tanaman serta bahan aktif yang terkandung di dalamnya. Budidaya tanaman obat umumnya dilakukan secara organik untuk menghindari pengaruh bahan kimia pada senyawa bioaktif dalam tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dosis pupuk kandang dan interval panen yang dapat menunjang produksi Jawer Kotok sebagai tanaman obat. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan, Bogor, Jawa Barat, Indonesia pada bulan Januari hingga Juli 2018. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk signifikan meningkatkan bobot basah batang total serta variabel pertumbuhan berupa pertambahan tinggi tanaman, lebar tajuk dan jumlah cabang. Interval panen yang sering signifikan menurunkan  bobot basah daun total dan variabel pertumbuhan berupa jumlah daun, pertambahan tinggi tanaman, lebar tajuk, jumlah cabang, kadar air, dan persentase daun batang. Interval panen signifikan menurunkan kadar klorofil a, karoten, dan total klorofil daun. Terdapat interaksi antara dosis pupuk dan interval panen pada parameter pertambahan tinggi tanaman pada 10 dan 26 MST.
Aplikasi Pupuk Organik Cair Urin Kelinci Meningkatan Pertumbuhan dan Produksi Caisim (Brassica juncea L.) Organik di Yayasan Bina Sarana Bakti, Cisarua, Bogor, Jawa Barat Dhedy Kristanto; Sandra Arifin Aziz
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 3 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.81 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i3.30192

Abstract

Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Kebun Organik Yayasan Bina Sarana Bakti (YBSB), Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi pupuk organik cair urin kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil produksi sayuran caisim secara organik. Data primer diambil melalui percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) 1 faktor dengan 4 taraf urin kelinci (0, 5, 10, dan 15%) dan 3 ulangan sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Tanaman caisim dikombinasikan dengan selada merah dengan letak 3 baris tanaman caisim dan 2 baris selada merah di sisi kanan dan kirinya. Kegiatan produksi sayuran organik di YBSB secara keseluruhan telah berjalan dengan baik. Kegiatan penelitian ini mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan penulis baik dari segi teknis maupun manajerial dalam budidaya sayuran organik. Aplikasi pupuk organik cair urin kelinci pada 1 minggu setelah tanam nyata meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman caisim diantaranya jumlah, daun, panjang daun, lebar daun dan diameter batang. Konsentrasi urin kelinci 10% adalah konsentrasi terbaik untuk diaplikasikan pada tanaman caisim. Konsentrasi ini nyata meningkatkan bobot basah dan bobot rompesan caisim yang dipanen. Meskipun secara statistik ketiga perlakuan konsentrasi tidak menunjukkan perbedaan yang nyata, namun konsentrasi POC 10% menghasilkan rataan nilai tengah bobot layak jual tertinggi dengan persentase peningkatan sebesar 72.87%, sehingga dapat dijadikan sebagai pilihan terbaik karena lebih menguntungkan dari segi ekonomi.
Co-Authors , Adiwirman , Nazi , Nirwan ,, Herlina . Herlina . TRIVADILA A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Munif Agus Yudhi Pardiyanto Andika Akbarul Iman Andria Afrida Anggia Murni Ani Kurniawati Anisya Elsa Shafira Ari, Ahmad Nur Hidayat Gena Arista, Nor Isnaeni Dwi Atang Sutandi Auliya Ilmiawati Ayunina, Krisetya Azmi, Tubagus Kiki Kawakibi Bayuanggara Cahya Ramadhan betty betty Betty Tjhia BUDI MARTONO DADANG DADANG Danar Hadisugelar Dardiri, Dardiri Dewi Sukma Dhedy Kristanto Didy Sopandie Diny Dinarti DINY DINARTY, DINY Dyah Iswantini Edi Santosa Ekawati, Rina Eman Ayu Sasmita Jati, Gusti Fajar Pangestu Fauziah, Ni'mah Fhonna, Tasya Nurizki Giyanto, dan Gusmaini Gusmaini GUSMAINI GUSMAINI GUSMAINI GUSMAINI, GUSMAINI Haridjaja, Oteng Herlina, NFN Hesti Pujiwati Hesti Pujiwati Hilda Susanti Hilda Susanti I Ketut Suada Ina Kusheryani Ira Fauziah Noer Irmanida Batubara Ismail Saleh Ismail Saleh Ismiyanti, Ismiyanti Isna Tustiyani Isna Tustiyani Jamil, Anna Moslihat Kailola, Joan Joulanda Grace Karimuna, Siti Rahmah Ketty Suketi Krisetya Ayunina Kurniawati, Ari Kurniawati, Ari LATIFAH K. DARUSMAN Leo Mualim M. Rafi MADE ASTAWAN Manalu, Johanes Marojahan MARIA BINTANG Maya Melati Ma’rufah, Siti Hilda Meity Suradji Sinaga Melati , Maya Miftahudin . Mohamad Rafi Mufa'adi, Ardianto Muhamad Syukur Muhammad Farid Muhammad Farid Muhammad Syukur Munawaroh, Nafi'atul Munif Ghulamahdi Mustika Tripatmasari Tripatmasari Nafi'atul Munawaroh Neni Musyarofah NFN Herlina Ni'mah Fauziah Noer, Ira Fauziah Nur Faridah, dan Didah Nuri Andarwulan NURLIANI BERMAWIE NURLIANI BERMAWIE Nurliani Bermawie Nurliani Bermawie Nurwita Dewi Oteng Haridjaja Parwito Pebra Heriansyah Purwono Purwono, Purwono Purwono, dan Putri, Astrid Aditya Putri, Fiadini Rahmi Taufika Ramadhan, Bayuanggara Cahya Ramadhani, Elrisa Rasmani, Rasmani Ray March Syahadat Refa Firgiyanto Respita, Intan Annisa rina ekawati Rizva, Dian Novira Sari, Galuh Yunita Shafira, Anisya Elsa Siti Hilda Ma’rufah Siti Maryam Harahap Siti Maryam Harahap Siti Sadiah Slamet Susanto Sri Astuti Rais Stefani Daryanto Sudirman Yahya Sudirman Yahya Tamsin, Aqlia Hanna Nurfatiha Taopik Ridwan Taopik Ridwan Tatik Raisawati Toyip Toyip Tutik Wresdiyati Wahyu Arif Sudarsono Wahyu Arif Sudarsono Waras Nurcholis Wardani, Eska Ayu Winarso D. Widodo Yudiansyah Yudiansyah Yulia Indriani