Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan dan Hasil Jagung Hibrida pada Pola Tanam Tumpangsari dengan Kedelai di Arjasari Kabupaten Bandung Yuyun Yuwariah; Aep Wawan Irwan; Muhammad Syafi'i; Dedi Ruswandi
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.899 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i1.1169

Abstract

Jagung dan kedelai merupakan tanaman pangan terpenting setelah padi di Indonesia. Konsumsi jagung dankedelai akan terus mengalami peningkatan setiap tahun dikarenakan pertambahan jumlah penduduk. Salah satu upayauntuk meningkatkan produksi tanaman dapat dilakukan dengan cara tumpangsari. Sistem tumpangsari merupakansistem pertanaman dengan menanam dua atau lebih jenis tanaman secara serentak pada lahan yang sama dalam waktusatu tahun. Penelitian bertujuan untuk mengetahui genotip jagung hibrida yang terbaik ditumpangsarikan dengankedelai. Percobaan dilaksanakan dari bulan Maret 2016 sampai bulan Agustus 2016 di Arjasari, Kabupaten Bandungdengan ketinggian tempat mencapai 960 m di atas permukaan laut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian iniadalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 20 perlakuan dan diulang sebanyak 2 kali, denganperlakuan 18 genotip dan 2 genotip cek, terdiri dari F1B X 4.8.8, F1E X 1.1.3, F1D X 3.1.4, F1F X G203, F1A X 4.8.8,,F1E X 3.1.4, F1H X G-673, F1I X G203, F1B X 1.1.3, F1E X 3.1.4, F1C X G203-1, F1G X 16.5.15, F1D X 16.5.15,F1H X 1.1.3, F1A X 16.5.15, F1I X G673, F1G X 673, F1C X 4.8.8, Maros 1 x 2 dan Maros 11 x 12 yang masingmasingditumpangsarikan dengan tanaman kedelai. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sistem tanam tumpangsarijagung dan kedelai dapat memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagunggenotip F1F x 3.1.4, Maros 1 x 2, dan Maros 11 x 12. Perlakuan jagung hibrida genotip F1B x 1.1.3, F1B x 4.8.8, F1Cx 4.8.8, F1I x G203-1, Maros 1 x 2 dan Maros 11 x 12 yang ditumpangsarikan dengan kedelai memberikan pengaruhterbaik terhadap bobot biji pipilan kering per petak sebesar 2,60 – 3,30 kg/m2 setara dengan 5,77 – 7,34 ton/ha.Kata kunci : Jagung Hibrida, Kedelai, Tumpangsari
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Pola Tanam Tumpangsari denganUbi Jalar (Ipomoea batatas (L.) Lam) di Arjasari Kabupaten Bandung Andhita Zata Dini Dini; Yuyun Yuwariah; Fiky Yulianto Wicaksono; Dedi Ruswandi
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.238 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i2.1375

Abstract

Produktivitas tanaman jagung dan ubi jalar sebagai tanaman pangan di Indonesia dapat ditingkatkan melalui cara tanam tumpangsari. Percobaan ini untuk mengetahui genotip jagung terbaik jika ditumpangsarikan dengan tanaman ubi jalar. Percobaan ini telah dilakukan pada bulan Februari 2017 sampai bulan Juli 2017 di Arjasari, dengan ketinggian 960 mdi atas permukaan laut. Percobaan menggunakan rancangan petak terpisah dengan sistim pertanaman sebagai petak utama dan genotip jagung sebagai anak petak.  Petak utama adalah jagung tunggal dan jagung/ ubi jalar; sedangkan anak petak adalah 17 genotip jagung DR. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tumpangsari jagung dengan ubi jalar berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung DR 13 dan DR 17.  Genotipjagung DR 8, DR 13, DR 16, dan DR 17 yang ditumpangsarikan dengan ubi jalar mampu meningkatkan bobot biji pipilan kering per petak sebesar 3,50 kg/m2– 5,01kg/m2 atau 3,89 ton/ha - 4,25 ton/ha. Nisbah Kesetaraan Lahan (NKL) tertinggi adalah jagung DR 15 sebesar 1,43 sehingga sesuai untuk ditumpangsarikan dengan ubi jalar. Kata kunci : Jagung, ubi jalar, tumpangsari
Pengaruh Pola Tanam Tumpangsari Jagung (Zea mays L.) dengan Padi Hitam (Oryza sativa L.) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung di Arjasari Kabupaten Bandung. Aprianti Resti Saputri; Yuyun Yuwariah; Agus Wahyudin; Dedi Ruswandi
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.067 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i2.1376

Abstract

Permintaan jagung dan padi hitam meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk terutama padi hitam yang berkhasiat sebagai antioksidan.  Upaya peningkatan produksi jagung dan padi hitam, salah satunya melalui sistem tanam tumpangsari. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan genotipe jagung terbaik dalam tumpangsari dengan padi hitam. Percobaan dilaksanakan dari bulan Februari 2017 sampai bulan Agustus 2017 di Arjasari, Kabupaten Bandung dengan ketinggian tempat mencapai 960 m di atas permukaan laut. Percobaan menggunakan rancangan petak terpisah dengan sistim pertanaman sebagai petak utama dan genotip jagung sebagai anak petak.  Petak utama adalah jagung tunggal dan jagung/ padi hitam; sedangkan anak petak adalah 17 genotip jagung DR. padi hitam. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sistem tumpangsari jagung dan padi hitam dapat memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, indeks luas daun, panjang tongkol dan bobot biji pipilan kering tanaman jagung. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan tumpangsari padi hitam dengan jagung DR 8, 12, dan 13 dengan hasil bobot biji pipilan kering 5,00 ton/ha, 5,87 ton/ha dan 5,46 ton/ha dan masing-masing mendapatkan nisbah kesetaraan lahan dengan besaran 1,26 , 1,22 dan 1,23. Kata kunci : Jagung, Padi Hitam, Tumpangsari
Seleksi Kacang Bambara (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) Berumur Genjah Hasil Iradiasi Sinar Gamma Generasi M2 Hafsah Ashri Noor Azizah; Noladhi Wicaksana; Dedi Ruswandi
Agrologia Vol 6, No 2 (2017): Agrologia: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Faculty of Agriculture, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/a.v6i2.172

Abstract

Mutation breeding  using gamma-ray irradiation is one way to improve thevariability of bambara groundnuts. Improved variability can increase the effectiveness of selection on bambara groundnuts. The objective of this research was to obtain some genotypes of bambara groundnut of M2 generation that are of early maturity and high yield from gamma-ray irradiation through phenotypic selection. The experimental design was Spatial Plan, using the descriptive-comparative method. Bambara groundnuts accessions (KB-29 (1)) were treated with gamma-ray irradiation with different doses namely 100 Gy, 150 Gy, and 200 Gy. The results of this study showed that the phenotypic variability of the population irradiated by gamma rays 100 Gy, 150 Gy, and 200 Gy on the character of flowering time, harvest time, and all yielding ability characters was broad. The results of selection obtained 30 of the best genotypes that have advantages in the character of early maturity based on scoring value.
KERAGAMAN 19 GALUR JAGUNG INBRIDA BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI Febri Hendrayana; Dedi Ruswandi
Jurnal Agriovet Vol. 1 No. 2 (2019): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keragaman galur-galur inbrida secara fenotipik dapat dilihat melalui keragaman karakter-karakter morfologi tanaman. Galur-galur inbred yang tidak berkerabat akan menghasilkan hibrida yang lebih baik dibandingkan dengan yang dihasilkan dari galur-galur inbred yang berkerabat maupun agak berkerabat sekalipun (Jugenheimer, 1958). Informasi kekerabatan galur adalah penting di dalam merancang persilangan demi menghasilkan hibrida dengan heterosis yang diinginkan. Penelitian ini dilaksakanakan dengan melakukan pengamatan terhadap beberapa karakter morfologi dan kemudian dihitung jarak kekerabatan dengan menggunakan metode Mahalanobis (1930 dalam McLachlan, 1999), Hasil perhitungan tersebut maka diperoleh matriks nilai kesamaan Mahalonobis dan juga Matrik Jarak berdasarkan natriks nilai kesamaan. Hasil analisa kekerabatan berdasarkan karakter morfologi menghasil 3 kelompok kekerabatan secara morfologi. Pengelompokan ini terbentuk berdasarkan kesamaan dari karakter-karakter morfologi yang diamati. Kelompok M1 terdiri dari galur inbrida DR05, DR07, DR11, DR14, DR17 dan DR19. Kelompok M2 terdiri dari DR04, DR09, DR16 dan DR20. Sedangkan kelompok M3 terdiri dari DR01, DR03, DR06, DR08, DR10, DR12, DR13, DR15 dan DR18. Terdapat kesamaan hasil dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Febriani, dkk (2008) yaitu bahwa DR 8 memiliki kekerabatan genetik yang dekat dengan DR18. Kata Kunci : jagung, inbrida, kekerabatan morfologi
Karakter agronomi beberapa jagung hibrida Padjadjaran dan hubungannya dengan hasil di dataran medium Yuyun Yuwariah; Desri Nursyahbani Putri; Dedi Ruswandi; Fiky Yulianto Wicaksono; Dhany Esperanza
Kultivasi Vol 21, No 2 (2022): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v21i2.34955

Abstract

AbstrakBudidaya tanaman jagung dengan menggunakan varietas unggul baru dapat memenuhi kebutuhan jagung, baik sebagai pangan maupun pakan dan industri. Karakter agronomi yang dimiliki oleh varietas unggul menjadi kebutuhan evaluasi perakitan kualitas benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter agronomi pada jagung hibrida Padjadjaran secara umum maupun masing-masing Jagung Hibrida Padjadjaran yang menentukan hasil. Penelitian ini dilakukan di Sanggar Penelitian, Latihan dan Pengembangan Pertanian (SPLPP) Universitas Padjadjaran di Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung yang dilakukan  sejak  20 Februari hingga  20 Juli 2020. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dan analisis regresi linear berganda dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari 12 genotipe jagung hibrida dengan latar belakang genotipe yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 jagung hibrida Padjadjaran memiliki karakter tinggi tanaman, bobot tongkol dengan kelobot, serta panjang tongkol yang berbeda. Analisis jagung hibrida Padjadjaran secara umum menunjukkan bobot tongkol tanpa kelobot yang menentukan hasil dengan capaian koefisien determinasi 95% sedangkan bobot tongkol tanpa kelobot dan jumlah biji per baris pada beberapa hibrida sebagai penentu hasil.  Kata Kunci: jagung hibrida, karakter agronomi, hasil, regresi AbstractCultivation of maize by using new superior varieties can fulfill the need of maize both for food and feed as well as industry. Agronomic character possessed by superior varieties is important to evaluate during the program of seed quality assembly. This research aimed to determine which agronomic character corresponded to yield for hybrid maize in general and for each hybrid maize. This research was conducted at Sanggar Penelitian, Latihan dan Pengembangan Pertanian (SPLPP) Universitas Padjadjaran, Arjasari, Bandung Regency from February 20 to July 20, 2020. The experiment used Randomize Experimental Design and Multiple Linear Regression Analysis with 12 treatments and 3 replications. Treatments consistsed of 12 genotypes of hybrid maize with different genetic background. The results showed that there was different in character of plant height, cob weight with husk and cob length. In general, Padjadjaran hybrid maizes yield were greatly affected by cob weight without husk (coefficient of determination was 95%), while cob weight without husk and number of grain on some hybrids determined the yield. Keywords: hybrid maize, agronomic character, yield, regression   
Seleksi Jagung Hibrida Pada Sistim Tumpang Sari dengan Kedelai Berdasarkan Karakter Morfo-agronomi dengan GYT Analysis Moh Ali Abdullah; Meddy Rachmadi; Yuyun Yuwariah; Ade Ismail; Noladhi Wicaksana; Dedi Ruswandi
Zuriat Vol 34, No 1 (2023): Mei, 2023
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v34i1.46669

Abstract

Kebutuhan jagung nasional cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya seiring semakin menurunnya luas lahan pertanian. Tumpang sari dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produksi jagung dalam efisiensi penggunaan lahan pertanian yang semakin berkurang. Varietas toleran tumpang sari dapat dihasilkan melalui penggunaan plasma nutfah yang memiliki variabilitas dan heritabilitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui informasi mengenai parameter genetik serta hibrida jagung toleran terhadap penanaman tumpang sari dan berdaya hasil tinggi. Metode penelitian yang digunakan yaitu rancangan petak terbagi (Split Plot Design). Petak utama yaitu pola tanam yang terdiri dari tiga taraf yakni jagung tunggal, tumpang sari dengan kedelai dan tumpang sari dengan ubi jalar, sedangkan anak petak yaitu genotipe terdiri dari 20 genotipe Jagung Hibrida Padjadjaran dan 4 varietas cek. Analisis data penelitian menggunakan analisis Genotype by Yield*Trait (GYT) Biplot. Hasil penelitian berdasarkan GYT biplot menunjukkan genotipe dengan nilai terbaik pada tumpang sari jagung+kedelai adalah H13, H10, C2, H1 dan H8.
Penilaian Komponen Hasil dan Indeks Intercropping 22 Jagung Hibrida Pada Sistem Intercropping Jagung-Kedelai Jajang Supriatna; Muhamad Sahrul Sidik; Rama Adi Pratama; Fakhri Nasharul Syihab; Yuyun Yuwariah; Dedi Ruswandi
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i1.519

Abstract

This study aims to determine the performance of the yield components and the intercropping index of 22 hybrid maize in the maize-soybean intercropping system. This research was carried out in Cikajang, Garut Regency from January 2021 to June 2021. The method used in this research is a quantitative descriptive and experimental method. The experimental design used was a randomized block design with 27 treatments made in 3 replications. The genetic material used was 22 test hybrids from the Padjadjaran University collection and 5 commercial hybrids as comparisons. Assessment of yield components was carried out using The Least Significant Increase (LSI) test assessed for 4 yield components consisting of cob diameter, cob length, number of seeds cobs, and dry seed/plant weight. Intercropping index assessment was analyzed based on the calculation of Land Equivalent Ratio (LER), Area Time Equivalent Ratio (ATER), and Aggressivity (A). The results showed that there were 4 hybrids that had high yields in the maize-soybean intercropping system including DRc6 x DRc7, DRc8 X MDRc18.8.1, DRc8 X MDRc1.1.3 and MDRc3.1.4 X MDRc18.5.1. There are 3 profitable hybrids in the intercropping system of soybean maize based on the intercropping index including DRc4 X MDRc7.2.3, DRc8 x DRc9, and MDRc7.4.3 x MDRc18.8.1.
Penilaian Komponen Hasil dan Indeks Intercropping 22 Jagung Hibrida Pada Sistem Intercropping Jagung-Kedelai Jajang Supriatna; Muhamad Sahrul Sidik; Rama Adi Pratama; Fakhri Nasharul Syihab; Yuyun Yuwariah; Dedi Ruswandi
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i1.519

Abstract

This study aims to determine the performance of the yield components and the intercropping index of 22 hybrid maize in the maize-soybean intercropping system. This research was carried out in Cikajang, Garut Regency from January 2021 to June 2021. The method used in this research is a quantitative descriptive and experimental method. The experimental design used was a randomized block design with 27 treatments made in 3 replications. The genetic material used was 22 test hybrids from the Padjadjaran University collection and 5 commercial hybrids as comparisons. Assessment of yield components was carried out using The Least Significant Increase (LSI) test assessed for 4 yield components consisting of cob diameter, cob length, number of seeds cobs, and dry seed/plant weight. Intercropping index assessment was analyzed based on the calculation of Land Equivalent Ratio (LER), Area Time Equivalent Ratio (ATER), and Aggressivity (A). The results showed that there were 4 hybrids that had high yields in the maize-soybean intercropping system including DRc6 x DRc7, DRc8 X MDRc18.8.1, DRc8 X MDRc1.1.3 and MDRc3.1.4 X MDRc18.5.1. There are 3 profitable hybrids in the intercropping system of soybean maize based on the intercropping index including DRc4 X MDRc7.2.3, DRc8 x DRc9, and MDRc7.4.3 x MDRc18.8.1.
Correlation analysis between agronomic character and yield of Padjadjaran maize hybrids at medium and high population densities Yuwariah, Yuyun; Haysa, Qinthara Nail; Muhammad, Damara Bakti; Ruswandi, Dedi; Wicaksono, Fiky Yulianto
Kultivasi Vol 22, No 3 (2023): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v22i3.45210

Abstract

Maize is a prospective food commodity that developed in Indonesia. The use of hybrid corn gives better yield than open-pollinated varieties. Spacing management in hybrid maize production can reduce competition between plants, so that the plant canopy and roots can grow optimally. This research aimed to compare the differences in the phenotypic performance of the agronomic characters of Padjadjaran maize hybrid, determine the dominant agronomic characteristics, and determine the correlation between the growth and yield characteristics at medium- and high-population densities. The experiment was carried out from December 2021 until May 2022 at Sanggar Penelitian, Latihan dan Pengembangan Pertanian (SPLPP) Universitas Padjadjaran, Arjasari, Bandung Regency. This experiment used Randomized Completely Block Design analysis with 20 treatments of Padjadjaran maize hybrids and 4 check varieties, all treatments were replicated 3 times in both population densities. Statistical analysis used multiple regression linear analysis and correlation test. The experimental results showed that the yield of 20 genotypes of Padjadjaran maize hybrids at medium population density was influenced by the ear length, number of seeds per row, and number of seed rows, while in the high population density, it was influenced by number of seed rows. Correlation analysis revealed a positive and significant relationship between the growth and yield components in medium population density. Meanwhile, the correlation at high population density between the components of growth and yield was not consistent.
Co-Authors A. N. Oktafian A. Setyawan A. Setyawan, A. Ade Ismail Ade Ismail Adilah Nurul Fitrah Aep Wawan Irwan Aep Wawan Irwan Aep Wawan Irwan Agung Karuniawan Agus Wahyudin Agus Wahyudin Agus Wahyudin Andhita Zata Dini Dini Anindya, Marsya Nabila ANNE NURAINI Aprianti Resti Saputri Ayu Fitriani Bastamansyah, Bastamansyah Betty Natalie Fitriatin Budiman, Muhammad Nafariz Citra Bakti, Citra Dedeh Kurniasih Desri Nursyahbani Putri Dewi Yustisiani Dhany Esperanza Edi Suryadi Edy Suryadi Elia Azizah Elia Azizah, Elia Fadhilah, Rifat Fadhillah, Farhan Fakhri Nasharul Syihab Febri Hendrayana Fiky Yulianto Wicaksono Fiky Yulianto Wicaksono Fiky Yulianto Wicaksono Hafsah Ashri Noor Azizah Haysa, Qinthara Nail Hendrik Yustra Gunawan Ika Ika Cartika Jajang Supriatna Jajang Supriatna Khalisha, Ana M Kadapi M. Saraswati Marsya Nabila Anindya Maulana , Haris Meddy Rachmadi Moh Ali Abdullah Muhamad kadapi, Muhamad Muhamad Sahrul Sidik Muhammad Syafi'i Muhammad Syafi'i Muhammad Syafii Muhammad Syafii Muhammad Syafi’i Muhammad, Damara Bakti Muharam, Muharam Murdaningsih Haeruman Karmana Nadia Nuraniya Kamaluddin Neni Rostini Nita Fitria Noladhi Wicaksana Nono Carsono Nono Carsono Novanda Sari, Dwi Nurul Fitri Hanifah Nyimas Poppi Indriani Pujawati Suryatmana R. Setiamihardja Rahmi, Hayatul Rama Adi Pratama Rezeki Simamora Rianti, Winda Rija Sudirja Rudianto, Safira Damayanti Rumidatul, Alfi Santika Sari Sativa, Novriza Sheli Mustikasari Dewi Soendajana, Audi Razaqa Sugiarto S Sugiono, Darso SUMADI SUMADI Sumadi Sumadi Supriadi, Devie Rienzani Suseno Amien Syihab, Fakhri Nasharul WARID ALI QOSIM Winny Dewi W. Yayat Hidayat Yudithia Maxiselly, Yudithia Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah