Claim Missing Document
Check
Articles

Phosphate availability, P-uptake, phosphatase, and yield of maize (Zea mays L.) affected by kaolin based P-solubilizer and P fertilizer in Inceptisols Fitriatin, Betty Natalie; Budiman, Muhammad Nafariz; Suryatmana, Pujawati; Kamaluddin, Nadia Nuraniya; Ruswandi, Dedi
Kultivasi Vol 22, No 1 (2023): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v22i1.42847

Abstract

Inceptisols have problem in phosphate availability. Soil P content is very low available to plants because it is bound by soil colloids. One of the efforts to increase the P nutrient in the soil in a sustainable way by using P-Solubilizers that can dissolve phosphate in the soil so that it is available for plants. The purpose of experiment was to determine the effect of the combination dose of kaolin based P-Solubilizer and P fertilizer for improving P availability, P uptake, phosphatase, and maize yield on Inceptisols. The kaolin-based P-Solubilizer was used a consortium of phosphate solubilizing microbes (PSM) consisting of Bacillus subtilis, Burkholderia cepacea, Pseudomonas mallei, and Trichoderma asperellum. This experiment was conducted in the experimental field of the Laboratory of Soil Chemistry and Plant Nutrition, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, from July to December 2021. The experiment used a randomized block design (RDB) method with nine treatments and three replications, with details of 0 P-Solubilizer + 0 P-fertilizer; 100% P-fertilizer; 100% P-solubilizer; and combination 50%, 75 %, 100%, and 150% P-solubilizer with 50%, 75%, and 100% P-fertilizer. P-solubilizer 100% recommended dose 50 kg ha-1 and P-fertilizer recommended dose 100 kg ha-1. The results showed that the dose of 100% P-Solubilizer (50 kg ha-1) + 75% P (75 kg ha-1) showed the best results in increased P-availability (346,93%), P-uptake (312,5%), Phosphate activity (33,5%), and maize yields (48,09%) compared to without application of P-solubilizer and P-fertilizer. This consortium isolate could be developed as a P-Solubilizer with the ability to increase the efficiency of P up to 25%.
Evaluasi Daya Hasil Beberapa Galur Mutan Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Sturt) Var. MS-UNSIKA Hasil Iradiasi Sinar Gamma Pada Generasi M1 Syafii, Muhammad; Fitriani, Ayu; Wicaksana, Noladhi; Ruswandi, Dedi
Zuriat Vol 35, No 1 (2024): Mei, 2024
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v35i1.54776

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki sumber karbohidrat tinggi. Kebutuhan komoditas ini setiap tahunnya terus meningkat. Tetapi, di sisi lain produksinya masih rendah. Oleh karena itu, perlu upaya untuk meningkatkan produksi jagung manis. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan teknologi nuklir. Pemanfaaatan teknik nuklir pada tanaman jagung antara lain untuk perbaikan sifat genetik varietas melalui mutasi dengan iradiasi sinar gamma. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan galur-galur mutan jagung manis yang memiliki karakter daya hasil tinggi dengan metode diiradiasi sinar gamma. Penelitian dilaksanakan di PAIR BATAN dan di lahan milik PT. Pertani pada Mei 2019 sampai September 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah galur jagung manis yang terdiri dari 5 taraf, yaitu G1 (MS-02), G2 (MS-04), G3 (MS-06), G4 (MS-07), G5 (MS-08). Faktor kedua adalah dosis iradiasi sinar gamma yang terdiri dari 4 taraf, yaitu M0 (0 gray), M1 (100 gray), M2 (200 gray), M3 (300 gray), sehingga terdapat 20 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur jagung manis dengan iradiasi dosis sinar gamma memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Secara umum, perlakuan G1M1 (galur MS-02 + dosis sinar gamma 100 gray) memberikan pengaruh terbaik pada parameter hasil panen 3,49 kg/plot, bobot tongkol dengan kelobot sebesar 214,25 gram, bobot tongkol tanpa kelobot sebesar 154,70 gram, diameter tongkol tanpa kelobot 4,43 cm, dan panjang tongkol tanpa kelobot 16,88 cm. Sedangkan perlakuan G5M0 (galur MS-08 + dosis sinar gamma tanpa radiasi (0 gray)) memberikan pengeruh terbaik terhadap diameter tongkol dengan kelobot 4,98 cm dan  panjang tongkol dengan kelobot 27,73 cm. Dan perlakuan G5M3 (galur MS-08 + dosis sinar gamma 300 gray) memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter kandungan gula yaitu 18,500Brix.
Seleksi jagung hibrida UNPAD berdasarkan komponen hasil dan parameter tumpangsari pada sistem tanam tumpang sari jagung-ubi jalar Supriatna, Jajang; Syihab, Fakhri Nasharul; Sativa, Novriza; Yuwariah, Yuyun; Ruswandi, Dedi
Jurnal AGRO Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/14955

Abstract

Tumpangsari merupakan pemanfaatan lahan dengan cara menanam dua jenis tanaman atau lebih. Hal yang perlu diperhatikan dalam sistem tanaman tumpangsari adalah penentuan jenis serta kultivar tanaman yang digunakan. Sebagian besar kultivar jagung yang beredar di masyarakat dikembangkan untuk pertanaman tunggal sehingga diperlukan kegiatan seleksi untuk mendapatkan kultivar jagung yang sesuai untuk sistem tanam tumpangsari. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi 22 jagung hibrida berdasarkan komponen hasil dan parameter tumpangsari. Penelitian dilaksanakan di Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang, Garut, Jawa Barat dengan.ketinggian 1346 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktor Tunggal dengan dua metode yaitu metode eksperimental dan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan 20 hibrida terseleksi berdasarkan karakter diameter tongkol, 18 hibrida berdasarkan karakter panjang tongkol, 19 hibrida berdasarkan karakter jumlah baris biji per tongkol, dan 13 hibrida berdasarkan karakter jumlah biji per tongkol. Berdasarkan parameter tumpangsari terseleksi 3 hibrida dengan kritera menguntungkan dalam kondisi sistem tanam tumpangsari dengan ubi jalar berdasarkan Land Equivalent Ratio (LER), 13 hibrida menunjukkan lebih kompetitif dibandingkan dengan ubi jalar berdasarkan Competitive Ratio (CR), dan semua hibrida mengalami kehilangan hasil berdasarkan Actual Yield Loss (AYL). Hibrida DR7 x DR8, DR 14 X DR 18 dan MDR 3.1.4 X MDR 18.5.1 merupakan hibrida terseleksi berdasarkan komponen hasil dan parameter tumpangsari.ABSTRACTIntercropping is cultivating two or more types of plants at the same field. Selecting type and cultivar of the plants need to be considered in the intercropping system. Commonly, the available corn cultivars in the market are developed for single cropping. Therefore plant selection is necessary to obtain corn cultivars suitable for intercropping systems. The research was conducted in Desa Margamulya, Cikajang District, Garut, West Java at 1346 meters above sea level. This study used a randomized block design (RBD) design with two methods; the experimental method and the quantitative descriptive method. The results showed 20 hybrids were selected on the character of cob diameter, 18 combinations surface of the cob length, 19 hybrids on the number of cob seed rows, 13 hybrids on the number of cob kernels. According to the parameters of intercropping combinations, 3 hybrids were selected with superior characters in intercropping condition with sweet potatoes based on Land Equivalent Ratio (LER), 13 hybrids showed the more competitive characters compared to sweet potatoes based on Competitive Ratio (CR) and all hybrids showed yield loss based on Actual Yield Loss (AYL). Hybrids DR7 x DR8, DR 14 X DR 18 and MDR 3.1.4 X MDR 18.5.1 are selected hybrids based on yield components and intercropping parameters.
Evaluation of Padjadjaran Maize Hybrids in intercropping system with soybeans under albasia shade Yuwariah, Yuyun; Soendajana, Audi Razaqa; Wicaksono, Fiky Yulianto; Ruswandi, Dedi
Kultivasi Vol 23, No 2 (2024): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v23i2.39975

Abstract

Intercropping between maize and soybean has been known to be widely practiced by subsistence farmers. Some farmers do intercropping in production forests and there are no scientific data about it. The aims of the study were to evaluate the growth and yield of Padjadjaran maize hybrids and to estimate Land Equivalent Ratio, Competitive Ratio, and Stress Tolerance Index under intercropping of maize and soybeans under the shade of Albasia. The experiment was carried out from January to June 2021 in Tanjungsari, Sumedang Regency with an altitude of 818 m above sea level. The experiment used a Randomized Block Design (RBD) which consisted of 21 treatments of Padjadjaran maize hybrids intercropped with soybeans and with three replications. For control, soybean and maize has planted by using monocropping simultaneously. The experimental results showed that hybrids of MDR 3.1.2 x MDR 153.14.1, BR 154 x MDR 153.3.2, and DR 4 x MDR 7.2.3 gave the best growth and yield components under intercropping system with soybeans. However, the other Padjadjaran hybrids gave better Land Equivalent Ratio, Competitive Ratio, and Stress Tolerance Index.
PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI PROSES PENGERINGAN JAGUNG BAGI PETANI JAGUNG GUNUNG GEULIS KABUPATEN SUMEDANG Hidayat, Yayat; Ruswandi, Dedi; Rumidatul, Alfi
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3557

Abstract

The primary issue confronting maize farmers in Mount Geulis, Sumedang Regency, is the challenge of drying corn and the insufficient understanding of maize drying technologies. The inadequate drying process is compromising the quality of pipil corn and reducing market prices, resulting in substantial losses for farmers. Community service initiatives should be implemented to assist corn farmers in Mount Geulis with the corn drying process and to establish a corn drying facility utilizing turbine ventilator and air kiln dryer (TV AKD) technology. We will accomplish this via a number of community service initiatives, encompassing surveys and social interactions, the design and construction of a greenhouse dryer, training on maize drying methodologies utilizing TV AKD technology, and monitoring and evaluation. Establishing greenhouse TV AKD drier facilities will alleviate the challenges farmers encounter in the corn drying process and enhance their understanding of corn drying technologies
Identifikasi dan Karakterisasi 23 Genotip Sub-Group Banana Berdasarkan Karakter Morpho-Agronomy di Desa Mekarasih Kecamatan Jatigede Fadhilah, Rifat; Rudianto, Safira Damayanti; Ismail, Ade; Ruswandi, Dedi; Bakti, Citra; Sudirja, Rija
Zuriat Vol 35, No 2 (2024): September, 2024
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v35i2.58422

Abstract

Pisang merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dibudidayakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat di berbagai kalangan. Pisang menjadi tanaman buah dengan tingkat konsumsi yang tinggi, mencapai 7,2 kg/kap/tahun di Indonesia. Perakitan varietas unggul tidak terlepas dari kegiatan karakterisasi morfologi tanaman itu sendiri dalam hal ini adalah tanaman pisang. Dalam kegiatan pemuliaan tanaman, sumber daya genetik merupakan salah satu dari sekian banyak hal yang harus diperhatikan. Pelestarian sumber daya genetik harus berjalan lurus dengan pelestarian pohon induk unggul untuk mendapatkan bibit unggul juga yang nantinya dapat dimanfaatkan bagi pemulia untuk merakit varietas unggul. Seleksi pohon unggul ini merupakan langkah awal bagi para pemulia tanaman untuk membantu ketahanan pangan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pohon induk unggul dari tanaman pisang sub-group banana di Kecamatan Jatigede. Pengamatan pada karakter berdasarkan deskriptor tanaman yang dilaksanakan pada bulan September 2023 – Maret 2024. Penelitian akan dilakukan di Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede. Penelitian ini merupakan penelitian tanpa tata ruang dengan sistem penanaman one row-plot untuk menentukan pohon unggul pisang sub-group banana yang ada di lokasi penelitian dengan menggunakan deskriptor Banana sebagai acuan untuk karakterisasi. Data yang akan digunakan berasal dari hasil sampling di lokasi penelitian untuk diamati dan disesuaikan dengan deskriptor. Karakter morfologi yang berkontribusi besar terhadap keanekaragaman dan kekerabatan genetik pisang sub-group banana di Desa Mekarasih Kecamatan Jatigede diantaranya Batang semu: tapering/Pseudostem: tapering, Warna selubung basal (pseudostem), dan Tanaman: tipe pertumbuhan/Plant: growth habit. Genotip AB.1, dan AB.8, dan C.1 merupakan genotip-genotip terbaik berdasarkan karakter morpho-agronomy.
Estimasi Daya Gabung Galur Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Pada Karakter Kegenjahan Dan Hasil Dengan Menggunakan Genotipe+Genotipe x Environment (GGE) Biplot Syihab, Fakhri Nasharul; Karuniawan, Agung; Ismail, Ade; Yuwariah, Yuyun; Ruswandi, Dedi
Jurnal AGRO Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/37280

Abstract

Sweet corn is an important commodity in Indonesia, but its productivity is low due to the use of seeds that have undergone genetic degradation. This research aims to estimate general combining ability (GCA) and spesific combining Ability (SCA) on maturity characteristics and sweet corn yield. The research was conducted in Cikajang Village, Garut Regency, from April to July 2023, using a randomized block design with 40 treatments repeated three times. Analysis was carried out using the Genotype + Genotype x Environment (GGE) Biplot method. The variance results showed a significant effect of line, tester, and line x tester interactions on male flowering age, female flowering age, harvest age, and yield. From the GGE Biplot analysis, the "mean vs stability" pattern identified GCA, with 9 lines having good GCA at male flowering age, 14 at female flowering age, 7 at harvest age, and 10 at yield. The "Which Won Where/What" pattern identified SCA, where the 3 best line x tester combinations were found at male flowering age, 2 at female flowering age, 3 at harvest age, and 4 at yield. The use of GGE Biplot makes it easier to estimate combining ability, so that lines with good GCA are recommended as parents, and hybrids with the best SCA are recommended as superior cultivars that produce earliness and high yields. ABSTRAK Jagung manis merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia, namun produktivitasnya rendah karena penggunaan benih yang mengalami degradasi genetik. Penelitian ini bertujuan mengestimasi daya gabung umum (DGU) dan daya gabung khusus (DGK) pada karakter kegenjahan dan hasil jagung manis. Penelitian dilakukan di Desa Cikajang, Kabupaten Garut, dari April hingga Juli 2023, menggunakan rancangan acak kelompok dengan 40 perlakuan yang diulang tiga kali. Analisis dilakukan menggunakan metode Genotipe + Genotipe x Lingkungan (GGE) Biplot. Hasil varians menunjukkan pengaruh signifikan dari line, tester, serta interaksi line x tester terhadap umur berbunga jantan, umur berbunga betina, umur panen, dan hasil. Dari analisis GGE Biplot, pola "mean vs stability" mengidentifikasi DGU, dengan 9 galur memiliki DGU baik pada umur berbunga jantan, 14 pada umur berbunga betina, 7 pada umur panen, dan 10 pada hasil. Pola "Which Won Where/What" mengidentifikasi DGK, di mana 3 kombinasi line x tester terbaik ditemukan pada umur berbunga jantan, 2 pada umur berbunga betina, 3 pada umur panen, dan 4 pada hasil. Penggunaan GGE Biplot mempermudah estimasi daya gabung, sehingga galur dengan DGU baik direkomendasikan sebagai tetua, dan hibrida dengan DGK terbaik direkomendasikan sebagai kultivar unggul yang menghasilkan umur genjah dan hasil tinggi.
EVALUASI DAYA GABUNG KARAKTER VEGETATIF GALUR JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) BERDASARKAN GENOTIPE+GENOTIPE x ENVIRONMENT (GGE) BIPLOT Syihab, Fakhri Nasharul; Ismail, Ade; Yuwariah, Yuyun; Ruswandi, Dedi
Jurnal Agroteknologi Vol 15, No 2 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ja.v15i2.31553

Abstract

Jagung manis merupakan komoditas penting untuk mendukung pertanian di Indonesia. Produktivitas yang rendah menjadi permasalahan yang dialami dalam usahatani jagung manis dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menduga daya gabung umum (GCA) dan daya gabung spesifik (DKT) jagung manis berdasarkan biplot GGE. Penelitian dilaksanakan di Desa Cikajang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Penelitian dilaksanakan mulai bulan April 2023 sampai dengan Juli 2023. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 40 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata antara galur, penguji, dan galur x penguji terhadap karakteristik tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Berdasarkan analisis GGE Biplot, pola biplot GGE “mean vs stability” mengidentifikasi daya gabung umum (GCA). Terdapat 7 galur yang memiliki GCA baik  ditinjau dari tinggi tanaman dan jumlah daun. Pola biplot GGE “Yang Menang Di Mana/Apa” mengidentifikasi kemampuan menggabungkan khusus (SCA). Ada 2 kombinasi persilangan galur x penguji yang memiliki SCA terbaik untuk tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Kata Kunci : Daya Gabung, GGE Biplot, Jagung Manis, Vegetatif
Agronomic performance and stability of Padjadjaran hybrid maize in different agroecosystems Fadhillah, Farhan; Wicaksono, Fiky Yulianto; Yuwariah, Yuyun; Ruswandi, Dedi
Kultivasi Vol 24, No 1 (2025): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v24i1.62060

Abstract

The development of high-yielding hybrid maize is a strategic step to address global food demand amidst climate change. This study evaluates the agronomic performance of 14 maize genotypes—10 newly developed F1 hybrids and 4 commercial checks—under two planting densities (95,000 and 55,000 plants/ha) across three agroecosystems (lowland, midland, and highland). The objectives were to identify superior and adaptive genotypes and analyze genotype × environment interactions using AMMI and GGE biplot methods. Genotype G12 exhibited the highest yield (338.4 g/plant) at high density, especially in the highland, but showed poor stability. In contrast, G5 demonstrated consistent performance and stability across environments. This study highlights G5’s potential for broad adaptation and provides insights for breeding programs targeting maize productivity in diverse agroecosystems.
Evaluasi Sistem Tanam Tumpangsari Beberapa Galur Hibrida Jagung (Zea mays L.) dengan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Supriadi, Devie Rienzani; Rianti, Winda; Muharam, Muharam; Azizah, Elia; Bastamansyah, Bastamansyah; Sugiarto, Sugiarto; Sugiono, Darso; Rahmi, Hayatul; Ruswandi, Dedi
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 2 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i2.2676

Abstract

Sistem tanam tumpangsari telah lama diterapkan dalam praktik pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi lahan dan hasil panen, terutama pada tanaman pangan. Salah satu kombinasi yang potensial adalah tumpangsari tanaman jagung dan bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi galur hibrida jagung (Zea mays L.) dengan tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) terbaik berdasarkan evaluasi sistem tanam tumpangsari. Penelitian dilakukan di lahan Politeknik Kelautan dan Perikanan, Karangpawitan, Kec. Karawang Barat, Kab. Karawang pada Februari-Mei 2024. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 13 perlakuan dengan 3 kali ulangan: V1; V2; V3; V4; V5; V6; V7; V8; V9; V10; V11; V12; V13. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) uji F taraf 5%. Apabila uji F signifikan, dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil evaluasi tumpangsari menunjukkan perlakuan V10 memiliki nilai tertinggi pada LER sebesar 3,37 dan Agresivitas sebesar 0,27. Perlakuan V12 memiliki nilai RCC tertinggi 7,43 dan perlakuan V1 memiliki nilai CR tertinggi 10,68 pada tanaman jagung.
Co-Authors A. N. Oktafian A. Setyawan A. Setyawan, A. Ade Ismail Ade Ismail Adilah Nurul Fitrah Aep Wawan Irwan Aep Wawan Irwan Aep Wawan Irwan Agung Karuniawan Agus Wahyudin Agus Wahyudin Agus Wahyudin Andhita Zata Dini Dini Anindya, Marsya Nabila ANNE NURAINI Aprianti Resti Saputri Ayu Fitriani Bastamansyah, Bastamansyah Betty Natalie Fitriatin Budiman, Muhammad Nafariz Citra Bakti, Citra Dedeh Kurniasih Desri Nursyahbani Putri Dewi Yustisiani Dhany Esperanza Edi Suryadi Edy Suryadi Elia Azizah Elia Azizah, Elia Fadhilah, Rifat Fadhillah, Farhan Fakhri Nasharul Syihab Febri Hendrayana Fiky Yulianto Wicaksono Fiky Yulianto Wicaksono Fiky Yulianto Wicaksono Hafsah Ashri Noor Azizah Haysa, Qinthara Nail Hendrik Yustra Gunawan Ika Ika Cartika Jajang Supriatna Jajang Supriatna Khalisha, Ana M Kadapi M. Saraswati Marsya Nabila Anindya Maulana , Haris Meddy Rachmadi Moh Ali Abdullah Muhamad kadapi, Muhamad Muhamad Sahrul Sidik Muhammad Syafi'i Muhammad Syafi'i Muhammad Syafii Muhammad Syafii Muhammad Syafi’i Muhammad, Damara Bakti Muharam, Muharam Murdaningsih Haeruman Karmana Nadia Nuraniya Kamaluddin Neni Rostini Nita Fitria Noladhi Wicaksana Nono Carsono Nono Carsono Novanda Sari, Dwi Nurul Fitri Hanifah Nyimas Poppi Indriani Pujawati Suryatmana R. Setiamihardja Rahmi, Hayatul Rama Adi Pratama Rezeki Simamora Rianti, Winda Rija Sudirja Rudianto, Safira Damayanti Rumidatul, Alfi Santika Sari Sativa, Novriza Sheli Mustikasari Dewi Soendajana, Audi Razaqa Sugiarto S Sugiono, Darso SUMADI SUMADI Sumadi Sumadi Supriadi, Devie Rienzani Suseno Amien Syihab, Fakhri Nasharul WARID ALI QOSIM Winny Dewi W. Yayat Hidayat Yudithia Maxiselly, Yudithia Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah