Articles
MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT BERBANTU MEDIA ULAR TANGGA DALAM PEMBELAJARAN MATERI SIFAT CAHAYA
Wisnu Iskandar;
Kiswoyo Kiswoyo;
Sukamto Sukamto
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol 2, No 3 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (389.217 KB)
|
DOI: 10.24114/js.v2i3.9906
Abstrak : Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament Berbantu Media Ular Tangga Dalam Pembelajaran Materi Sifat Cahaya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembelajaran dengan menggunakan model Team Games Tournament berbantu media ular tangga pada materi sifat cahaya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Desain yan digunakan adalah pretest - posttest control group design. Sampel yang digunakan yaitu seluruh siswa kelas V di SD Negeri 3 Welahan yang berjumlah 17 siswa. Data dalam penelitian ini di peroleh melalui observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil perhitungan uji t ketuntasan belajar diperoleh ttabel sebesar 2,0141 dan thitung sebesar 5,625. Jadi thitung > ttabel yang artinya siswa dapat mencapai kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan.Kata Kunci : Team Games Tournament, Ular Tangga, Sifat Cahaya
Upaya Mewujudkan Karakter Siswa Melalui Budaya Yang Di Terapkan Di SD Sampangan 02
Umi Malikhatun;
Kartinah Kartinah;
Sukamto Sukamto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i2.996
Penilitian ini bertujuan untuk mewujudkan karakter siswa melalui budaya yang diterapkan di SDN Sampangan 02. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik penumpulan data di dalam penelitian ini yaitu melalui lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. Melalui budaya sekolah diharapkan akan mewujudkan karakter siswa yang cerdas untuk mampu menghadapi berbagai tantangan terutama diabad 21 ini. Karakter merupakan suatu hal yang yang harus di tanamkan sejak dini sebagai modal awal anak dalam menjalani kebiasaan yang baik, baik itu dilingkungan sekolah maupun dilingkungan masyarakat. Dalam penelitian ini, populasi dalam SD itu yaitu 358 orang, dengan mengambil sample 28 orang di dalam kelas 4. Upaya di SD Sampangan 02 melalui pembiasaan pagi dari hari senin sampai jumat yaitu budaya positif seperti senin melaksanakan upacara bendera dan mengheningkan cipta, selasa membaca cerdas dan berdoa, rabu aku bercerita kamu mendengarkan, kamis bang datang membimbing menabung dan untuk hari jumat yaitu gerak badanku sehat jiwaku. Hasil penelitian terlihat bahwa melalui budaya sekolah mampu membangun karakter siswa di SDN Sampangan 02.
ANALISIS KEGIATAN LITERASI DALAM MENUMBUHKAN SEMANGAT PESERTA DIDIK
Dewi Retno Iswarii;
Sri Suneki;
Sukamto;
Maslinda
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.881
Literacy culture is not just an individual's hobby or preference in terms of reading, but rather an effort to meet the needs and challenges of the times. Literacy culture is important in creating an intelligent society, so that it will form a superior and quality nation. Through literacy activities, a person has the provision to face the challenges that exist today and the challenges that will come in the future. This is because literacy activities will affect one's mindset in reading existing situations and opportunities, so that a person will be more careful in making future decisions. Literacy culture needs to be carried out wherever and whenever. Schools in fostering students' enthusiasm for learning can be seen from how the literacy culture is carried out. This research was conducted at SD Sampang 02 using a descriptive qualitative approach with teachers and students as subjects. Data collection techniques used in this study were interviews, observation, and documentation. Techniques to test the validity of the data using triangulation techniques. SDN Sampangan 02 implements a literacy culture with new innovations, literacy activities at SDN Sampangan 02 are called Acikamen which means I Read You Listen. Acikamen activities are carried out in the school yard by all students. This activity not only guides students to read books, but also channel their interests and talents. Through this Acikamen literacy activity it is hoped that students will be more enthusiastic about learning.
Analisis Kesulitan Belajar Pada Materi Bangun Ruang Bagi Siswa Kelas 2A SD N Sampangan 2
Maula Hanifah;
Mei Fita Asri Untari;
Sukamto Sukamto;
Maslinda Maslinda
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 6, No 2 (2023): Juni
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/dikdas.v6i2.2749
The purpose of this study was to find out the learning difficulties in geometric material and the factors that caused class 2A students at Sampangan 2 Elementary School to have difficulty understanding the geometric concept. The research method used is a qualitative research method with a descriptive approach. The subjects of this study were class 2A students at SDN Sampangan 2, which consisted of 14 male students and 14 female students. The techniques used in collecting data in this study are observation, interviews and documentation. From the research results, information was obtained that class 2A students at SDN Sampangan 2 had learning difficulties as follows: 1) class 2A students had difficulty distinguishing the various geometric shapes, 2) class 2A students had difficulty understanding the concepts of ribs, sides, corner points in a geometric shape. Following are some of the causes for class 2A students having learning difficulties; 1) the teacher only uses the lecture method so students get bored easily, 2) the teacher has not used learning media and concrete objects, 3) students do not understand basic geometric terms such as ribs, sides, points, corners.Â
Penerapan Model Project Based Learning dalam Pembelajaran IPA Kelas VI di SD Negeri Gayamsari 02 Semarang
Norma Shinta Andari Fitriani;
Sukamto Sukamto;
Mudzanatun Mudzanatun;
Effendi Isnuryantono
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54371/jiip.v6i7.2341
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Project Based Learning pada pembelajaran IPA kelas VI di SD N Gayamsari 02. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VI SD N Gayamsari 02. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan tahapan, pertama reduksi data, kedua penyajian data, ketiga menarik kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model project based learning pada pembelajaran IPA di SD N Gayamsari 02 dilaksanakan dengan menggunakan dua tahap yaitu: (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam pengimplementasian model project based learning pada pembelajaran IPA kelas VI Sekolah Dasar SD N Gayamsari 02 merupakan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru, sehingga menciptakan pembelajaran yang menarik dalam pembelajaran.
Penerapan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Perkembangan Teknologi Kelas 3 SD Islam Al Madina
Jinan Nada;
Fenny Roshayanti;
Sukamto Sukamto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Isu kemrosotan moral sering dijumpai pada dunia pendidikan. Permasalahan terkait penurunan nilai karakter peserta didik, hilangnya rasa saling menghargai dan menghormati satu sama lain menyebabkan sikap disiplin dan hormat menjadi hilang. Sudah menjadi sebuah kesadaran bersama bahwa pendidikan merupakan suatu cara yang telah dilakukan umat manusia untuk menjadi sarana transformasi perubahan nilai dan tingkah laku. Pendidikan karakter merupakan perwujudan dalam mencapai generasi bangsa yang cerdas dan memiliki akhlak. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui penerapkan nilai-nilai pendidikan karakter pada pembelajaran kelas 3 di SD Islam Al Madina. Penelitian yang dilakukan ialah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah diterapkannya lima nilai pendidikan karakter di kelas 3A SD Islam Al Madina. Diantaranya nilai religius, nasionalisme, gotong royong, mandiri, dan disiplin.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Video terhadap Hasil Belajar Kognitif
M. Haris Adianto;
Ervina Eka Subekti;
Sukamto Sukamto;
Sri Hartini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitiansini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbasis video terhadap hasil belajar kognitif siswa. dalam penerapan model pembelajaranhProblem Based Learning berbasis video terhadap hasil belajar kognitif di SDN Petompon 02 semarang untuk mengetahu berpengaruh atau tidak model pembelajaran Problem Based Learning berbasis video terhadap hasil belajar kognitif siswa. Peneliti menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Pre-experimental desain yang digunakan adalah one group pretest posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3B SDN Petompon 02 Semarang yang berjumlah 24 siswa dengan menggunakan Teknik pengumpulan data tes tertulis berupa pilihan ganda. Hasil penelitia menunjukan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Video berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa.
Penggunaan Model Problem Based Learning Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas 2 Di SD N Karanganyar Gunung 02 Semarang
Ika Apriliya Karuni Hafidhah;
Sukamto Sukamto;
Iin Purnamasari;
Siti Kusniati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13042
Penelitian ini termasuk penelitian deskirptif kualitatif. Teknik penelitian ini adalah Teknik wawancara, Teknik observasi dan Teknik angket. penelitian ini dilaknsakan di SD N Karanganyar Gunung 02 Semarang dengan subjek kelas 2. Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon minat belajar peserta didik selama proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan indikator 4 aspek yaitu perhatian, perasaan senang, partisipasi dan ketertarikan. Keempat aspek tersebut diskumulasikan dengan hasil respon peserta didik sebnayak 83,5%, sehingga bisa dikatakan respon peserta didik dengan variable minat belajar dalam kategori sangat baik
Pengembangan Instrumen Soal IPA Berbasis STEM untuk Siswa Kelas IV Materi Kemagnetan dan Gaya Pada Fase B di Sekolah Dasar
Fajar Setya Wibowo;
Siti Patonah;
Sukamto Sukamto
Jurnal Basicedu Vol 7, No 3 (2023): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i3.4975
Pengembangan instrumen soal berbasis STEM masih jarang ditemukan dalam kurikulum merdeka ini, dengan ini menambah pilihan bagi guru untuk pelaksanaan menilai hasil melajar melalui assesment. Pentingnya assesment awal sebelum merancang pembelajaran dalam kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen assesment awal untuk mengetahui kesiapan siswa fase B mengikuti pembelajaran IPAS materi kemagnetan dan gaya berbasis STEM. Penelitian ini merupakan modifikasi dari model penelitian dan pengembangan (R&D )Brog and Gall. Penelitian dilaksanakan di SDN Kalisari 3 Sayung demak, sebanyak 133 siswa terdiri dari 72 siswa laki laki dan 61 siswa perempuan menggunakan konvenien sampling. Soal yang diberikan berupa pilihan ganda sebanyak 14 butir soal materi kemagnetan dan gaya. Teknik analisis validasi dan reliabilitas butir soal menggunakan Indeks Aiken dan Rasch Model dengan menggunakan software winstep 3.73. Hasil penelitian menunjukan seluruh butir soal memiliki kategori validitas sedang s.d. tinggi untuk indeks Aiken (0.76 s.d. 0.8). Sedangkan berdasarkan analisis Rasch Model, nilai Measure(-1.88s.d.2.20), nilai Model SE (0.20s.d.0.30) nilai Outfit MNSQ (0.67s.d.1.30), nilai Outfit ZSTD , nilai Pt mean core(0.20 s.d. 0.61), reliabilitas item dan person (0.94 dan 0.50) sedangkan Cronbach Alpha (0.62) . Kesimpulan butir soal dapat digunakan sebagai assement awal mata pelajaran IPAS.Kata Kunci: Instrumen Assement Awal, STEM, Kurikulum merdeka, Rasch model
ANALISIS HASIL ASESMEN DIAGNOSTIK PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL KELAS IV SEKOLAH DASAR
Nur Laela Dewi;
Sukamto;
Dina Prasetyowati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.1127
Pembelajaran di Sekolah Dasar selama ini masih terpaku langsung pada penyampaian materi yang diberikan oleh guru. Selama pembelajaran guru belum mengetahui kemampuan awal peserta didik dalam menguasai materi yang akan diajarkan. Jadi ketika peserta didik diberikan soal oleh guru masih ada beberapa peserta didik yang masih belum menguasai materi tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut guru harus memberikan asesmen diagnostik terlebih dahulu untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik pada materi yang akan diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah asesmen diagnostik yang diberikan kepada peserta didik dapat memenuhi ketercapaian tujuan pembelajaran, mendeskripsikan proses tindak lanjut yang tepat untuk peserta didik yang tidak memenuhi ketercapaian tujuan pembelajaran setelah memperoleh pembelajaran, serta mendeskripsikan analisis hasil asesmen diagnostik pada mata pelajaran IPAS di kelas IV. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data pada penelitian ini yaitu observasi dan soal asesmen diagnostik kognitif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah diberikan asesmen diagnostik dapat diketahui jika peserta didik kelas IV memiliki kesiapan belajar pada kemampuan awal yang berbeda-beda. Pemberian asesmen diagnostik sangat penting dilakukan oleh guru, terutama guru profesional. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan belajar peserta didik. Perbedaan ini nantinya akan dijadikan acuan oleh guru dalam menyusun pembelajaran agar berlangsung dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.