Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Contribution of Religious Motivation and Learning Behavior to Academic Achievement of Eleventh Grade Students Nur Izzatul Islamiyah; Adi Atmoko; Irene Maya Simon; Augusto Da Costa; Nur Izzatul Islamiyah; Adi Atmoko; Irene Maya Simon; Augusto Da Costa
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i4.2025.10

Abstract

The purpose of this research is to determine the contribution of religious motivation and learning behavior to student achievement. The approach used was non-experimental quantitative with a correlational design on 120 students selected using cluster random sampling. The research instruments used have been tested for validity and reliability. The religious motivation scale has a Cronbach Alpha value of 0.833 in the very high category and the learning behavior scale has a Cronbach Alpha value of 0.680 in the high category. Learning achievement uses the average Even Semester Final Exam report card score for the 2022/2023 academic year. Data analysis used multiple regression techniques which showed an R Square value of 0.144, meaning that the two variables contributed 14.4% to the student achievement variable. The research results show; (1) religious motivation contributes to the achievement of eleventh-grade students, (2) learning behavior contributes to the achievement of eleventh-grade students, (3) religious motivation and learning behavior contribute to the achievement of eleventh-grade students. Teachers need to guide students to increase religious motivation and learning behavior to achieve the desired learning achievements.
Pengembangan Video Siapa Aku (SIAKU) untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Pada Siswa SMA Riska Kusuma Hesti; Adi Atmoko; Riska Kusuma Hesti; Adi Atmoko; Irene Maya Simon
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 11 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v1i112021p906-914

Abstract

Abstract: This research and development aims to develop a product Who I Am (SIAKU) to increase self-confidence in high school students. The SIAKU product contains 2 products in the form of videos totaling 3 videos and a guide book for counselors in providing classical guidance services to high school students. The research method used is research and development (R and D) method using the adapted Borg and Gall theory. This research and development procedure includes preliminary studies, product design and development as well as product testing on material expert tests, media expert tests, 2 prospective counselor users and 10 prospective students. Assessment of expert and prospective users to determine product acceptance uses a rating scale based on aspects of accuracy, usability, convenience and product attractiveness. Data analysis on the test results of experts and prospective counselor users uses the numerical average, while the test results of prospective users use an interpreter agreement. Overall test results show that the product Who I am getting a very high rating category and has met the acceptance of the product so that it can be implemented as a medium for counselors in providing classical guidance services to increase self-confidence. Abstrak: Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan produk Siapa Aku (SIAKU) untuk meningkatkan kepercayaan diri pada siswa SMA. Produk SIAKU berisikan 2 produk berupa video yang berjumlahkan 3 video dan buku panduan untuk konselor dalam memberikan layanan bimbingan klasikal kepada siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan atau research and development (R and D) dengan menggunakan teori Borg dan Gall yang telah diadaptasi. Prosedur penelitian dan pengembangan ini meliputi studi pendahuluan,rancangan dan pengembangan produk serta uji produk terhadap uji ahli materi, uji ahli media, 2 calon pengguna konselor dan 10 calon pengguna siswa. Penilaian uji ahli dan calon pengguna untuk mengetahui keberterimaan produk menggunakan skala penilaian yang berdasarkan pada aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan produk. Analisis data pada hasil uji ahli dan calon pengguna konselor menggunakan numerik rerata, sedangkan hasil uji calon pengguna menggunakan inter rater agreement. Keseluruhan hasil uji menunjukkan bahwa produk Siapa Aku mendapatkan kategori penilaian sangat tinggi dan telah memenuhi keberterimaan produk sehingga dapat diimplementasikan sebagai media bagi konselor dalam memberikan layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan kepercayaan diri.
Pengembangan Modul Bimbingan Kelompok dengan Teknik Role Playing untuk Meningkatkan Empati Siswa SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang Ratriani Santi Dewi; Irene Maya Simon; Ratriani Santi Dewi; Irene Maya Simon; Lutfi Fauzan
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i22022p124-133

Abstract

Abstract: The rapid development of the era and technology makes individuals become individuals who are increasingly indifferent to other people and the environment around them, this is also called low empathy. The purpose of this development research is to produce a product in the form of a Role Playing module Efforts to Increase Empathy for Middle School Students. The model in this study is Research and Development. development research obtained student data with an empathy scale for students, an assessment instrument for material & media experts, as well as an assessment of prospective users. The final validation of the assessment of the material expert test by 2 BK (Guidance and Counseling) lecturers, the media by 2 TEP (Educational Technology) lecturers, and prospective module users, namely 1 counselor and 2 students indicate that the module that has been developed is feasible and accepted by Laboratory Junior High School students Malang State University. Abstrak: Pesatnya perkembangan jaman dan teknologi membuat individu menjadi pribadi yang semakin acuh tau acuh dengan orang lain maupun lingkungan disekitarnya, hal tersebut disebut juga rendahnya empati. Tujuan dari penelitian pengembangan ini yaitu untuk menghasilkan sebuah produk berupa modul Role Playing Upaya Meningkatkan Empati Siswa SMP. Model dalam penelitian ini yaitu Research and Development. penelitian pengembangan memperoleh data siswa dengan skala empati untuk siswa, instrumen penilaian ahli materi & media, serta penilaian uji calon pengguna. Akhir validasi penilaian dari uji ahli materi oleh 2 dosen BK (Bimbingan dan Konseling), media oleh 2 dosen TEP (Teknologi Pendidikan), dan calon pengguna modul yaitu 1 Konselor dan 2 siswa menunjukan bahwa modul yang telah dikembangakan sudah layak dan diterima siswa SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang.
Pengembangan Modul Bimbingan Kelompok dengan Teknik Role Playing untuk Meningkatkan Empati Siswa SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang Ratriani Santi Dewi; Irene Maya Simon; Ratriani Santi Dewi; Irene Maya Simon; Lutfi Fauzan
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i22022p124-133

Abstract

Abstract: The rapid development of the era and technology makes individuals become individuals who are increasingly indifferent to other people and the environment around them, this is also called low empathy. The purpose of this development research is to produce a product in the form of a Role Playing module Efforts to Increase Empathy for Middle School Students. The model in this study is Research and Development. development research obtained student data with an empathy scale for students, an assessment instrument for material & media experts, as well as an assessment of prospective users. The final validation of the assessment of the material expert test by 2 BK (Guidance and Counseling) lecturers, the media by 2 TEP (Educational Technology) lecturers, and prospective module users, namely 1 counselor and 2 students indicate that the module that has been developed is feasible and accepted by Laboratory Junior High School students Malang State University. Abstrak: Pesatnya perkembangan jaman dan teknologi membuat individu menjadi pribadi yang semakin acuh tau acuh dengan orang lain maupun lingkungan disekitarnya, hal tersebut disebut juga rendahnya empati. Tujuan dari penelitian pengembangan ini yaitu untuk menghasilkan sebuah produk berupa modul Role Playing Upaya Meningkatkan Empati Siswa SMP. Model dalam penelitian ini yaitu Research and Development. penelitian pengembangan memperoleh data siswa dengan skala empati untuk siswa, instrumen penilaian ahli materi & media, serta penilaian uji calon pengguna. Akhir validasi penilaian dari uji ahli materi oleh 2 dosen BK (Bimbingan dan Konseling), media oleh 2 dosen TEP (Teknologi Pendidikan), dan calon pengguna modul yaitu 1 Konselor dan 2 siswa menunjukan bahwa modul yang telah dikembangakan sudah layak dan diterima siswa SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang.
PENGEMBANGAN MEDIA MONOPOLI MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ETIKA BERGAUL DENGAN TEMAN SEBAYA SISWA KELAS X DI SMAN Y MALANG Alifia Aizah Fitriah; Alifia Aizah Fitriah; Irene Maya Simon
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i6.2024.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa terkait dengan materi etika bergaul dengan teman sebaya melalui pengembangan media monopoli menggunakan layanan bimbingan kelompok bagi siswa kelas X di SMAN Y Malang. Metode dalam artikel ini adalah kualitatif dengan model penelitian dan pengembangan (R&D). Sampel dalam artikel ini 6 siswa, serta pengumpulan data dalam artikel ini melalui hasil observasi dan hasil analisis AKPD yang telah dibagikan kepada siswa kelas X. Hasil dalam artikel ini menunjukkan bahwa penerapan pengembangan media monopoli tersebut dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi etika bergaul dengan teman sebaya secara lebih optimal. Hal tersebut terlihat dari siswa yang terlibat dalam layanan ini mampu menjawab semua pertanyaan yang ada dalam kotak materi maupun kotak praktek yang telah tersedia di papan monopoli dengan baik. Selain itu, untuk lebih meningkatkan ketertarikan siswa untuk memahami materi, penulis juga telah menerima saran dari guru pamong untuk memperbaiki media monopoli dengan menggunakan design yang lebih menarik, misalnya dengan memanfaatkan aplikasi canva untuk membantu penulis dalam memperbaiki gambar, kotak materi, dan kotak praktek dalam papan monopoli sehingga lebih menarik bagi siswa dan mampu menciptakan layanan yang lebih interaktif.
Tingkat Self Awareness Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2017 Universitas Negeri Malang Sebagai Kesiapan Menjadi Konselor Sekolah Aulia Fiki Aprina; Irene Maya Simon; Aulia Fiki Aprina; Irene Maya Simon; Djoko Budi Santoso
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.621 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i42021p328-335

Abstract

Abstract: Self awareness is an individual's ability to recognize themselves and potential. Self awareness is important for guidance and counseling students to identify their own weaknesses and strengths, attitudes toward others, and manage emotions as readiness becomes school counselors. This research aims to describe the level of self-awareness of guidance and counseling students of 2017 class State University of Malang for readiness to become school counselors. The research used a quantitative approach with a survey as a data collection method. Survey research is used to gather information about self-awareness through statements. 30 percent of the population is used for trials and 70 percent is used for samples. The sampling technique is probability sampling. Data collection using a questionnaire using percentage analysis techniques. The results showed that the overall level of self-awareness was in high (81 percent), medium (19 percent), low (0 percent) categories. The level of self-awareness on the attention aspect is in high (99 percent), medium (1 percent), low (0 percent) categories. The level of self-awareness on the wakefulness aspect is in the high (66 percent), medium (34 percent), low (0 percent) category. The level of self-awareness in the architecture aspect is in high (73 percent), medium (27 percent), low (0 percent) categories. The level of self-awareness on the aspect of recall of knowledge is in high (84 percent), medium (16 percent), low (0 percent) categories. The level of self-awareness on the emotive aspect is in the high (93 percent), medium (7 percent), low (0 percent) category. Based on these data, it concluded that the level of self-awareness of guidance and counseling students of 2017 class State University of Malang tends to be high. Abstrak: Self awareness adalah kemampuan individu untuk mengenali diri dan potensi. Self awarenes penting bagi mahasiswa bimbingan dan konseling untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan diri sendiri, sikap diri terhadap orang lain, dan kelola emosi sebagai kesiapan menjadi konselor sekolah. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat self awareness mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2017 Universitas Negeri Malang sebagai kesiapan menjadi konselor sekolah. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei sebagai metode pengumpulan data. Penelitian survei digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait self awareness mahasiswa melalui daftar pernyataan. 30% dari populasi digunakan untuk uji coba dan 70 persen digunakan untuk sampel. Teknik pengambilan sampel ialah probability sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dengan pengolahan data menggunakan teknik analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan tingkat self awareness secara keseluruhan dalam kategori tinggi (81 persen), sedang (19 persen), rendah (0 persen). Tingkat self awareness pada aspek attention dalam kategori tinggi (99 persen), sedang (1 persen), rendah (0 persen). Tingkat self awareness pada aspek wakefulness dalam kategori tinggi (66 persen), sedang (34 persen), rendah (0 persen). Tingkat self awareness pada aspek architecture dalam kategori tinggi (73 persen), sedang (27 persen), rendah (0 persen). Tingkat self awareness pada aspek recall of knowledge dalam kategori tinggi (84 persen), sedang (16 persen), rendah (0 persen). Tingkat self awareness pada aspek emotive dalam kategori tinggi (93 persen), sedang (7 persen), rendah (0 persen). Berdasarkan data tersebut, disimpulkan bahwa tingkat self awareness mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2017 Universitas Negeri Malang cenderung tinggi.
Tingkat Self Awareness Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2017 Universitas Negeri Malang Sebagai Kesiapan Menjadi Konselor Sekolah Aulia Fiki Aprina; Irene Maya Simon; Aulia Fiki Aprina; Irene Maya Simon; Djoko Budi Santoso
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.621 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i42021p328-335

Abstract

Abstract: Self awareness is an individual's ability to recognize themselves and potential. Self awareness is important for guidance and counseling students to identify their own weaknesses and strengths, attitudes toward others, and manage emotions as readiness becomes school counselors. This research aims to describe the level of self-awareness of guidance and counseling students of 2017 class State University of Malang for readiness to become school counselors. The research used a quantitative approach with a survey as a data collection method. Survey research is used to gather information about self-awareness through statements. 30 percent of the population is used for trials and 70 percent is used for samples. The sampling technique is probability sampling. Data collection using a questionnaire using percentage analysis techniques. The results showed that the overall level of self-awareness was in high (81 percent), medium (19 percent), low (0 percent) categories. The level of self-awareness on the attention aspect is in high (99 percent), medium (1 percent), low (0 percent) categories. The level of self-awareness on the wakefulness aspect is in the high (66 percent), medium (34 percent), low (0 percent) category. The level of self-awareness in the architecture aspect is in high (73 percent), medium (27 percent), low (0 percent) categories. The level of self-awareness on the aspect of recall of knowledge is in high (84 percent), medium (16 percent), low (0 percent) categories. The level of self-awareness on the emotive aspect is in the high (93 percent), medium (7 percent), low (0 percent) category. Based on these data, it concluded that the level of self-awareness of guidance and counseling students of 2017 class State University of Malang tends to be high. Abstrak: Self awareness adalah kemampuan individu untuk mengenali diri dan potensi. Self awarenes penting bagi mahasiswa bimbingan dan konseling untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan diri sendiri, sikap diri terhadap orang lain, dan kelola emosi sebagai kesiapan menjadi konselor sekolah. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat self awareness mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2017 Universitas Negeri Malang sebagai kesiapan menjadi konselor sekolah. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei sebagai metode pengumpulan data. Penelitian survei digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait self awareness mahasiswa melalui daftar pernyataan. 30% dari populasi digunakan untuk uji coba dan 70 persen digunakan untuk sampel. Teknik pengambilan sampel ialah probability sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dengan pengolahan data menggunakan teknik analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan tingkat self awareness secara keseluruhan dalam kategori tinggi (81 persen), sedang (19 persen), rendah (0 persen). Tingkat self awareness pada aspek attention dalam kategori tinggi (99 persen), sedang (1 persen), rendah (0 persen). Tingkat self awareness pada aspek wakefulness dalam kategori tinggi (66 persen), sedang (34 persen), rendah (0 persen). Tingkat self awareness pada aspek architecture dalam kategori tinggi (73 persen), sedang (27 persen), rendah (0 persen). Tingkat self awareness pada aspek recall of knowledge dalam kategori tinggi (84 persen), sedang (16 persen), rendah (0 persen). Tingkat self awareness pada aspek emotive dalam kategori tinggi (93 persen), sedang (7 persen), rendah (0 persen). Berdasarkan data tersebut, disimpulkan bahwa tingkat self awareness mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2017 Universitas Negeri Malang cenderung tinggi.
MENUMBUHKAN HARGA DIRI DAN HUBUNGAN SEHAT PADA REMAJA MELALUI PROBLEM BASED LEARNING DI SMP KABUPATEN MALANG Awalya Siska Pratiwi; Ella Faridati Zen; Yuliati Hotifah; Irene Maya Simon; Muhammad Lutfi Galih; Nabila Dwi Azhari Putri
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33950

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Hubungan percintaan pada remaja saat ini cukup mengkhawatirkan. Maraknya kekerasan seksual berdampak paa berbagai aspek, salah satunya terkait harga diri. Rendahnya harga diri dapat menimbulkan permasalahan mental seperti depresi, kecemasan, dan permasalahan dalam pembelajaran. Dalam pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali harga diri dan hubungan sehat remaja di SMP Negeri 1 Kasembon melalui strategi Problem Based Learning (PBL) serta siswa dapat meningkatkan pengetahuan serta menerapkan hubungan sehat remaja. Metode yang akan digunakan meliputi: 1) delegasi dari masing-masing kelas yang akan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil; 2) sosialisasi, hal tersebut memiliki kaitan dengan penyampaian materi mengenai studi kasus perilaku toxic love; 3) analisis kasus, kasus yang diberikan berkaitan dengan perilaku hubungan tidak sehat (toxic love) dan bagaimana siswa tersebut mampu mengatasi kasus menggunakan langkah-langkah problem based learning dibagi dalam kelompok kecil; dan 4) penutup. Mitra sasaran dalam pengabdian ini SMP Negeri 1 Kasembon Malang dengan jumlah peserta 35 siswa pada semua jenjang.  Hasil yang dicapai secara keseluruhan siswa dapat memahami materi yang telah disampaikan dan siswa dapat memecahkan masalah dengan menjawab persoalan dari kasus yang diberikan sera mampu mempresentasikan hasil analisis kasusnya dengan baik. Kata kunci: toxic love; hubungan sehat; problem based learning ABSTRACTRomantic relationships among teenagers today are quite worrying. The rise of sexual violence has an impact on various aspects, one of which is related to self-esteem. Low self-esteem can lead to mental problems such as depression, anxiety, and problems in learning. In this community service, the aim is to restore self-esteem and healthy relationships for teenagers at SMP Negeri 1 Kasembon through the Problem Based Learning (PBL) strategy and students can increase their knowledge and implement healthy relationships for teenagers. The methods that will be used include: 1) delegations from each class will be divided into several small groups; 2) socialization, this is related to the delivery of material regarding case studies of toxic love behavior; 3) case analysis, the cases given are related to unhealthy relationship behavior (toxic love) and how the students are able to overcome the case using problem-based learning steps divided into small groups; and 4) closing. The target partner in this community service is SMP Negeri 1 Kasembon Malang with a total of 35 students at all levels. The results achieved overall students can understand the material that has been presented and students can solve problems by answering questions from the cases given and are able to present the results of their case analysis well. Keywords: toxic love; healthy relationship; problem based learning
Kemampuan Guru SDN Karang Besuki II dan III Kota Malang dalam Menangani Perilaku Siswa Secara Tepat Arbin Janu Setiyowati; Henny Indreswari; Irene Maya Simon
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di SDN Karangbesuki II dan III Kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menangani perilaku siswa khususnya perilaku off task yang dimunculkan oleh siswa secara tepat. Solusi yang ditawarkan untuk menghadapi permasalahan mitra dalam menangani perilaku siswa secara tepat adalah dengan menggunakan analisis pengubahan tingkah laku. Analisis pengubahan tingkah laku dipandang efektif untuk membantu guru dalam menangani perilaku siswa secara tepat karena di dalam analisis pengubahan tingkah laku, fokus pada penerapan prinsip-prinsip teori behavioristik dalam menangani perilaku siswa secara tepat. Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah semua guru di SDN Karangbesuki II dan III yang berjumlah 20 orang. Target dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: Meningkatnya kemampuan guru SDN Karangbesuki II dan III dalam menangani perilaku siswa secara tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode ceramah bervariasi, diskusi dan tugas terbimbing, lokakarya dan pendampingan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN Karangbesuki II dan III yaitu: adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan guru dalam menangani perilaku siswa secara tepat. Seluruh guru (100%) memahami pentingnya menangani perilaku siswa secara tepat. Sebagian besar guru (80%) mampu menangani perilaku siswa secara tepat. Dapat disimpulkan bahwa prinsip analisis pengubahan tingkah laku untuk meningkatkan kemampuan guru SD dalam menangani perilaku siswa secara tepat.
Pelatihan Aplikasi Digital Pengelolaan Himpunan Data Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional MGBK SMP Kota Malang Irene Maya Simon; Adi Atmoko; Henny Indreswari; Sausanuz Zakiyyah Hamibawani; Clara Pavita Novenia Setyadi
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v8i12025p24-29

Abstract

Tantangan dan peluang guru BK saat ini adalah mampu mengkolaborasikan media berbasis digital terutama dalam penghimpunan data BK supaya mampu menunjang pelaksanaan manajemen BK yang baik. Kondisi di lapangan ternnyata menunjukkan bahwa saat ini masih banyak guru BK dalam pengelolaan data mengandalkan cara dan media tradisional, sehingga dalam beberapa kondisi terjadi kendala berupa data yang tidak terhimpun secara baik karena hilang. Melihat kondisi ini dilakukan pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan bagi guru BK dalam mengelola himpunan data bimbingan dan konseling melalui aplikasi digital berbasis platform Appsheet. Pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan teknik ceramah untuk berbagi pengetahuan, simulasi untuk memberikan arahan terkait proses pengembangan aplikasi, lokakarya sebagai bentuk penugasan bagi peserta dalam menggunakan aplikasi ke sekolah, serta evaluasi dan diskusi untuk melihat hambatan yang dialami. Keefektifan pelatihan dilihat  berdasarkan hasil pre-test dan post test yang diuji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelatihan terbukti efektif karena nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0.000<0.05. Hasilnya menunjukkan bahwa delapan belas peserta mengalami peningkatan signifikan, lima peserta pada kondisi tetap, dan tidak ada peserta yang mengalami penurunan.
Co-Authors A. Fathorrazi Adi Atmoko Afifah, Rohmatul Aidatul Fikriyah ainur rifqi Alifia Aizah Fitriah Alifia Aizah Fitriah Arbin Janu Setiyowati, Arbin Arbin Janu Setyowati Ariya Kuha Augusto da Costa Augusto Da Costa Augusto Da Costa Aulia Fiki Aprina Aulia Fiki Aprina Awalya Siska Pratiwi Baiq Nyidiah R. Husnaningrum Bilkist, Inacio Imelda Dewi Blasius Boli Lasan Carolina Ligya Radjah, Carolina Ligya Clara Pavita Novenia Setyadi Dany Moenindyah Handarini, Dany Moenindyah Devy Probowati Diniy Hidayatur Rahman Dio Lingga Purwodani Djoko Budi Santoso Eklys Cheseda Makaria Eko P. Laksana Ella Faridati Zen, Ella Faridati Evanty, Ersyalina Fadhil, Rizqi Faizal Alief Rachmawan Fathorrazi, A Fawwazi, Annora Farrel Fikriyah, Aidatul Hasanah, Laili Uswatun Henny Indreswari Hidayatullah, Hengki Tri Husnaningrum, Baiq Nyidiah R Indriyana Rachmawati Indriyati, Riyani Joice Zhenrike Memmase Kasa Fiorentika Kasa Fiorentika, Kasa kheren carollina pamintarso Kuha, Ariya Lutfi Fauzan M Ramli M. Ramli Makaria, Eklys Cheseda Mattingly, Maria Teresa Miftakhul Ahmad Fauzi Miftakhul Ahmad Fauzi Muhammad Lutfi Galih Muyassaroh, Zahrotul Nabila Dwi Azhari Putri Nathania, Lintang Nina Permatasari Nugraheni Warih Utami Nur Izzatul Islamiyah Nur Izzatul Islamiyah Panuluh, Wika Ajeng Damar Permatasari, Nina Pertiwi, Renita Eka Prihatiningsih, Riskiyana Rahmadiena Maulany, Shafa Rahmafridaya, Salsa Rahmatillah, Aushaf Iklil Ratnawati, Ika Anggi Ratriani Santi Dewi Ratriani Santi Dewi Rian Rokhmad Hidayat Riska Kusuma Hesti Riska Kusuma Hesti Riskiyana Prihatiningsih Rita Raditia Rita Raditia Rizka Apriani Sausanuz Zakiyyah Hamibawani Setiawan, Muhammad Andri Simarmata, Devi Yustina B.R. Triyono Triyono Vesti Dwi Cahyaningrum Widya Multisari Yuliati Holifah Zahro, Zulfianti Rosyida Zulfianti Rosyida Zahro