Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Sanggitarupa

PERANCANGAN COWORKING SPACE DENGAN GAYA JAPANDI DI KOTA WONOGIRI Violeta, Gyzella; Badriyah, Siti
Sanggitarupa Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Interior Coworking Space dengan Gaya Japandi di Kota Wonogiri adalah perancangan yang berfungsi sebagai tempat ruang kerja bersama untuk menampung kreatifitas bagi masyarakatnya yang sebelumnya belum ada di kota Wonogiri. Perancangan Interior Coworking Space di kota Wonogiri ini juga menjadi sebuah solusi dari perwujudan suatu masalah dan harapan untuk menciptakan sebuah ruang kerja bersama. Perancangan Interior Coworking Space ini akan dirancang menggunakan gaya japandi dengan mengangkat tema kebudayaan Wonogiri yaitu kethek ogleng. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fungsi, ergonomi, dan estetika. Perencanaan Coworking Space ini tidak hanya berfungsi sebagai sebuah ruang kerja bersama tetapi juga menciptakan fungsi tambahan seperti, event room dan mini library. Coworking Space ini memfasilitasi untuk pengembangan 6 sektor industri kreatif yaitu dalam bidang interior, kriya, musik dan seni pertunjukan, foto dan vidiography, percetakan, serta animasi dan render. Kata kunci: Coworking Space, Interior, Japandi.
COASTAL STYLE SEBAGAI RUMAH PELEPAS PENAT Aretha, Fabianty Edgar; Badriyah, Siti
Sanggitarupa Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i1.3843

Abstract

Coastal Style or what is known as the Nautical Style is an interior design style that describes the atmosphere of the beach and the sea waves. The atmosphere of this beach is identical to its cool coloring, namely blue, green, and brown sand. This style is suitable to be applied in Indonesia with its tropical climate. However, usually Coastal Style is applied to houses on the coast. The interior design theme that describes this beach succeeds in making the room's atmosphere breezy, calm, and peaceful. The accessories and decoration factor for this marine theme also adds to the beach feel to the room. With a coastal design, a house feels like a private beach that can keep the mind away from feeling stressed, and saturated with the problems that come your way.            Keywords : Style, Coastal, Nautical, Beach, Breezy.
HASIL PRODUK SEMIOTIKA Isman, Raya Nazwa; Badriyah, Siti
Sanggitarupa Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v2i2.4765

Abstract

The purpose of semiotic analysis is to find the meaning of signs, including the things that are hidden behind a sign. Semiotics (semiotics) is a theory about the giving of 'signs'. In general, semiotics is classified into three basic concepts. The interior design of this room displays a concept that meets the criteria for sufficient space in lighting. This room is designed to be as comfortable as possible with very sufficient lighting. It's the same as the semiotics of light that marks this room
STUDI IKONOGRAFI ORNAMEN PADA INTERIOR MASJID AGUNG AL FATTAH MOJOKERTO Hariyanto, Vernanda Juni; Badriyah, Siti
Sanggitarupa Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v2i2.4767

Abstract

The Great Mosque of Al Fattah is a mosque built in 1877 which was the first Muslim worship building in Mojokerto City. This research uses qualitative research methods based on Panofsky's Iconography theory. The research was conducted through three stages, namely pre-iconography, iconographic analysis, and iconography interpretation. The results showed that the ornaments on the Great Mosque of Al Fattah have a stylistic meaning that is in accordance with the interior style, namely Majapahit-Middle East, but there are some ornaments whose use is not appropriate to the interior style of Majapahit- Middle East.
Perancangan Majapahit Performing Art Center di Kabupaten Mojokerto saleh, ragil amiruddin; Badriyah, Siti; Utomo, Tri Prasetyo
Sanggitarupa Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v3i1.5158

Abstract

Fasilitas berupa bangunan untuk mewadahi berbagai aktifitas seni pertunjukan di Indonesia sangatlah kurang. Fasilitas bangunan seperti itu hanya bisa kita dijumpai dikota besar. Untuk di daerah sub-urban seperti Kabupaten Mojokerto sangatlah susah untuk menemukan fasilitas bangunan yang mampu mewadahi seni pertunjukan. Tujuan Perancangan Majapahit Performing Art Center adalah menjawab kebutuhan ruang - ruang untuk pementasan dan pengembangan kesenian pertunjukan asli Kabupaten Mojokerto. Majapahit Performing Art Center juga bertujuan sebagai bangunan ikonik baru di Kabupaten Mojokerto dengan ciri khas Majapahit. Proses desain pada perancangan ini menggunakan metode Kurtz. Perancangan Majapahit Performing Art Center menerapkan gaya klasik kotemporer, dengan tema local culture. Tema local culture sangat berkesinambungan dengan gaya klasik kotemporer sehingga tercipta visual interior bangunan bernuansa klasik era kerajaan majapahit namun dikemas dalam sebuah desain yang lebih sesuai pada era modern seperti saat ini. Diharapkan kesenian pertunjukan di Mojokerto akan berkembang dengan adanya perancangan ini.
KONSEP DESAIN MEZZANINE PADA HUNIAN MUNGIL DENGAN PENGAPLIKASIAN KARYA SENI RUPA Ningrum, Resti Sevia; Badriyah, Siti
Sanggitarupa Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v3i2.5481

Abstract

Persoalan keterbatasan pada lahan sudah sangatlah mendesak mengingat keadaan saat ini. Terutama keinginan memiliki hunian di kota-kota besar. Rumah dianggap sebagai bangunan yang mewadahi tempat seseorang tinggal, jadi memungkinkan untuk dirancang jauh lebih fleksibel. Lalu munculnya ‗gerakan‘ yang disebut The Tiny Living yaitu gerakan yang mempelopori untuk tinggal di dalam sebuah hunian kecil. The tiny living memastikan bahwa seseorang akan beradaptasi untuk bertempat tinggal di ruang yang terbatas sebagai tempat tinggal, yang mengarah pada peminimalan penggunaan sumber daya, bahan baku, dan pengeluaran biaya. Pada pembahasan ini mengorientasikan desain Mezzanine yaitu ruang tambahan yang berada di antara lantai dan plafon. Kata mezzanine berasal dari bahasa italia yaitu mezzo berarti bagian tengah, penerapan gaya mezzanine bertujuan untuk menambahkan tempat namun tidak perlu menambah jumlah lantai bangunan dan menghemat lahan. Selain sebagai sebuah praktik ‗hidup minimalis‘ yang konsisten, konsep hidup dan tinggal di dalam hunian kecil ini sebenarnya juga dikatakan sebagai salah satu solusi paling praktis dan menghemat lahan. Pada hunian mungil ini juga menciptakan suatu pengaplikasian seni rupa lukis modern agar terkesan artistik, juga membuat suasana nyaman pada penghuninya.
PERANCANGAN COWORKING SPACE DENGAN GAYA JAPANDI DI KOTA WONOGIRI Violeta, Gyzella; Badriyah, Siti
Sanggitarupa Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v4i1.5812

Abstract

Perancangan Interior Coworking Space dengan Gaya Japandi di Kota Wonogiri adalah perancangan yang berfungsi sebagai tempat ruang kerja bersama untuk menampung kreatifitas bagi masyarakatnya yang sebelumnya belum ada di kota Wonogiri. Perancangan Interior Coworking Space di kota Wonogiri ini juga menjadi sebuah solusi dari perwujudan suatu masalah dan harapan untuk menciptakan sebuah ruang kerja bersama. Perancangan Interior Coworking Space ini akan dirancang menggunakan gaya japandi dengan mengangkat tema kebudayaan Wonogiri yaitu kethek ogleng. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fungsi, ergonomi, dan estetika. Perencanaan Coworking Space ini tidak hanya berfungsi sebagai sebuah ruang kerja bersama tetapi juga menciptakan fungsi tambahan seperti, event room dan mini library. Coworking Space ini memfasilitasi untuk pengembangan 6 sektor industri kreatif yaitu dalam bidang interior, kriya, musik dan seni pertunjukan, foto dan vidiography, percetakan, serta animasi dan render. Kata kunci: Coworking Space, Interior, Japandi.
Co-Authors Adelia Nalurita, Anggi Agung Purnomo Agustini, Ferina Aisah, Imas Dewi Yanti Ananda, Rizqullah Rafif Anarosita, Agustin Dwi Putri Annidham, Assakata Sinji Apriyanto, Apriyanto Aretha, Fabianty Edgar Aries Tika Damayani, Aries Tika Astuti, Erna Dwi Azhari, Salsabil Najwa Chrismawatntika Herlambang , Nurma Dana Budiman Dedy Ismail Dewanti, Lintang Purwara Dewi Fadilasari Dwiani, Oktaviana Puput Edwin Widia Fatma Kusuma Mahanani, Fatma Kusuma Fikri , Sulton Fitriani, Fahira Frans Simangunsong Guntur Guntur Habibi, Wanuri Hapsari, Putri Sekar Hariyanto, Vernanda Juni Indarti Indarti Isman, Raya Nazwa Jayantara, Putu Marlim Jodi, Anang Setyawan Jufri Ahmad , Muh Khoirun Nisa, Ganis Kurniawan, Donie Fadjar Laksana, Gede Bagus Ari Laras Sitoayu Lydia Apriliani, Lydia Marthasari, Mita Maulana, Sandwika Mimpira Haryono Ningrum, Resti Sevia Ningrum, Silvia Ningrum, Sindi Yuliana Lestari Nur Fitriyana Permataningsih, Farrah Febryanti Pratama, Novriann Priyana, Yana Puranamasari, Veryliana Putra, Gusti Putu Surya Sedana Putri Ronitawati Putri, Ganenia Tristina Ulia Qasanah, Yunita Nur Qowiyyudin, Agus Rahadyan Widarsadhika Wisnumurti Rina Sari Qurniawati, Rina Sari Rizky Esti Utami, Rizky Esti Ruslie, Ahmad Sholikhin Ruth Natalia Susanti Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamida Sakrani , Laurisya Sakilla saleh, ragil amiruddin Setiawan, Eka Sibyan, Hidayatus Sulistyo , Heru Sumarno . Sunarmi Sunarmi Supriyanto Supriyanto Tanjung, Iffah Lutfiana Tri Prasetyo Utomo Valentina, Feby Verninda, Maghali Rachel Veryliana Purnamasari, Veryliana Violeta, Gyzella Vitria Melani, Vitria Weldi, M Galih Wibowo, Dymas Alameelas Wicaksono, Roy Adi Yoneska, Yoneska