Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penerapan Model Radec Dalam Pembelajaran Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Pada Peserta Didik Kelas V UPT SPF SD Inpres Baddoka Kota Makassar Ernianah, Ernianah; Bakri, Muhammad; Muhammadiah, Mas’ud
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6196

Abstract

Keterampilan menulis teks eksplanasi merupakan kompetensi penting yang harus dikuasai oleh siswa sekolah dasar, terutama untuk mendukung kemampuan berpikir kritis dan komunikasi tertulis mereka. Namun, kenyataannya keterampilan menulis teks eksplanasi siswa di tingkat dasar masih tergolong rendah. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang cenderung konvensional dan minimnya penerapan model pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif siswa. Model RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) merupakan salah satu pendekatan yang menjanjikan untuk meningkatkan keterampilan menulis dengan menekankan pada kegiatan membaca, diskusi, dan penciptaan teks secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model RADEC dalam pembelajaran keterampilan menulis teks eksplanasi pada siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Baddoka, Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memberikan gambaran mendalam mengenai proses pembelajaran serta dampak penerapan model RADEC terhadap kemampuan menulis siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model RADEC memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan menulis siswa. Model ini mendorong siswa lebih aktif berpartisipasi melalui diskusi dan tahap penciptaan teks yang terstruktur. Selain itu, motivasi siswa untuk menulis teks eksplanasi meningkat secara signifikan. Namun, beberapa kendala diidentifikasi, seperti keterbatasan waktu untuk menyusun teks eksplanasi secara menyeluruh dan kebutuhan akan pendampingan lebih intensif bagi siswa yang kesulitan. Untuk mengatasi kendala tersebut, disarankan agar guru memberikan alokasi waktu yang lebih fleksibel serta bimbingan tambahan bagi siswa yang memerlukan dukungan lebih lanjut. Selain itu, penggunaan teknologi informasi, seperti media digital, dapat membantu menciptakan pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif. Dengan penerapan yang tepat, model RADEC memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterampilan menulis siswa di tingkat sekolah dasar. Writing skills, particularly in explanatory texts, are essential competencies that elementary school students need to develop to enhance their critical thinking and written communication abilities. However, many students at this level still demonstrate low proficiency in explanatory writing, often due to the predominance of conventional teaching methods and a lack of learning models that encourage active student participation. The RADEC model (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) offers a promising approach to improve writing skills by emphasizing staged activities involving reading, discussion, and text creation. This study aims to analyze the implementation of the RADEC model in teaching explanatory text writing skills among fifth-grade students at UPT SPF SD Inpres Baddoka, Makassar City. Employing a descriptive qualitative approach, the research provides an in-depth overview of the teaching process and the effects of RADEC model application on students’ writing abilities. Data were collected through observations, interviews, and documentation. Findings reveal that the RADEC model positively influences students’ writing skills by fostering active participation through group discussions and structured text creation phases. Additionally, students’ motivation to write explanatory texts significantly increased. Challenges identified include limited time allocation for comprehensive text writing and the need for more intensive guidance for students facing difficulties. To overcome these challenges, it is recommended that teachers provide more flexible time allocation and additional support for students requiring further assistance. Moreover, the integration of digital media can help create a more varied and interactive learning environment. With proper implementation, the RADEC model holds significant potential to enhance the quality of learning and writing skills at the elementary level.
Analisis Model Pembelajaran Kontekstual Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa UPT SPF SD Inpres Mannuruki 1 Kota Makassar Herlina, Herlina; Bakri, Muhammad; Rosmawati, Rosmawati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Model Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di UPT SPF SD Inpres Mannuruki 1 Kota Makassar. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya efektivitas pembelajaran Bahasa Indonesia akibat penggunaan metode konvensional yang tidak relevan dengan pengalaman nyata siswa. Model CTL diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut dengan mengaitkan materi ajar dengan konteks kehidupan sehari-hari, sehingga siswa lebih termotivasi, aktif, dan mampu mengembangkan keterampilan berbahasa secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru dan siswa kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berdampak positif terhadap peningkatan pemahaman konsep, keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, serta motivasi belajar siswa. Strategi pembelajaran yang variatif dan interaktif berhasil menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan kontekstual. Namun demikian, efektivitas penerapan CTL masih perlu ditingkatkan melalui penggunaan media pembelajaran yang inovatif, diferensiasi strategi pengajaran, dan penguatan refleksi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa CTL merupakan pendekatan yang relevan dengan Kurikulum Merdeka dan berpotensi memperkuat kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar. This study aims to analyze the implementation of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model in the teaching of Indonesian at UPT SPF SD Inpres Mannuruki 1 in Makassar City. The research is motivated by the low effectiveness of Indonesian language instruction due to the prevalent use of conventional methods that lack relevance to students' real-life experiences. The CTL model is expected to address this issue by connecting learning materials with everyday contexts, thereby enhancing student motivation, engagement, and comprehensive language skills. This research employs a descriptive qualitative approach using data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The research subjects include fifth-grade teachers and students. The findings reveal that CTL implementation positively impacts students’ conceptual understanding, listening, speaking, reading, and writing skills, as well as their learning motivation. The use of varied and interactive teaching strategies contributes to a contextual and supportive learning environment. Nonetheless, the effectiveness of CTL can be further improved through the integration of innovative instructional media, differentiated teaching strategies, and stronger reflective practices. The implications of this study indicate that CTL is a relevant pedagogical approach aligned with the Merdeka Curriculum and holds significant potential in enhancing the quality of Indonesian language education at the elementary level.
Analisis Perilaku Bullying Terhadap Pembentukan Karakter Siswa UPT SPF Sekolah Dasar Inpres Mannuruki 1 Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Azlindah, Azlindah; Bakri, Muhammad; Rosmawati, Rosmawati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, penyebab, dampak, serta upaya penanggulangan perilaku bullying terhadap pembentukan karakter siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Mannuruki 1 Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa bullying terjadi dalam berbagai bentuk, yaitu verbal, fisik, sosial, siber, dan seksual, yang secara signifikan memengaruhi kenyamanan dan perkembangan psikososial peserta didik. Penyebab utama dari perilaku bullying meliputi pola asuh keluarga yang tidak mendukung, kurangnya perhatian emosional dari orang tua, serta pengaruh negatif dari lingkungan sosial. Dampak yang ditimbulkan mencakup gangguan emosional pada korban dan pelaku, isolasi sosial, serta hambatan dalam perkembangan karakter positif siswa. Upaya yang dilakukan pihak sekolah antara lain peningkatan kepekaan guru, integrasi nilai karakter dalam pembelajaran, dan keterlibatan aktif seluruh warga sekolah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menyusun strategi pencegahan dan penanganan bullying di lingkungan sekolah dasar secara lebih sistematis dan menyeluruh. This study aims to analyze the forms, causes, impacts, and countermeasures of bullying behavior in shaping the character of fifth-grade students at UPT SPF SD Inpres Mannuruki 1, Biringkanaya District, Makassar City. A qualitative descriptive approach was used, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that bullying occurs in various forms, including verbal, physical, social, cyber, and sexual harassment, which significantly affect the students' comfort and psychosocial development. The primary causes of bullying include unsupportive parenting styles, lack of emotional attention from parents, and negative social influences. The impacts observed involve emotional disturbances among victims and perpetrators, social isolation, and barriers to the development of students’ positive character. The school's efforts to address these issues include enhancing teacher awareness, integrating character education into the learning process, and involving the entire school community. This research is expected to contribute to the formulation of more systematic and comprehensive strategies for bullying prevention and intervention in elementary school settings.
Makassar Goes to School: Penguatan Literasi Lingkungan Melalui Edukasi Pemilahan Sampah di Sekolah Wilayah Kelurahan Paropo Rampeng, Rampeng; Bakri, Muhammad; Hamid, Restu Januarty; Abeng, Andi Tenri; Amaliyah, Syaila Nur; Wahid, Areski
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3684

Abstract

Permasalahan sampah perkotaan masih menjadi tantangan lingkungan yang kompleks, terutama akibat rendahnya praktik pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pengelolaan, tetapi juga erat dengan tingkat literasi lingkungan dan perilaku masyarakat. Sekolah memiliki posisi strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, namun edukasi yang diberikan sering kali masih bersifat teoritis dan kurang aplikatif. Artikel pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan serta dampak program Makassar Goes to School dalam memperkuat literasi lingkungan peserta didik melalui edukasi pemilahan sampah di sekolah wilayah Kelurahan Paropo. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata Universitas Bosowa Angkatan 59 dengan pendekatan edukatif-partisipatif yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses edukasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif mengenai jenis dan dampak sampah, pengenalan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), praktik langsung pemilahan sampah, serta pengenalan konsep bank sampah. Data dikumpulkan melalui observasi dan refleksi selama kegiatan berlangsung, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik terhadap jenis-jenis sampah, pentingnya pemilahan sampah sejak dini, serta kesadaran awal mengenai tanggung jawab individu terhadap lingkungan. Pendekatan partisipatif terbukti mendorong keterlibatan aktif dan mempermudah internalisasi nilai-nilai peduli lingkungan. Program ini juga memperluas cara pandang siswa terhadap sampah, dari sekadar limbah menjadi sumber daya yang berpotensi memiliki nilai guna dan ekonomi. Secara keseluruhan, Makassar Goes to School berkontribusi positif dalam penguatan literasi lingkungan berbasis sekolah dan menunjukkan potensi untuk direplikasi sebagai model pengabdian masyarakat yang kontekstual dan berkelanjutan dalam mendukung upaya pengelolaan sampah perkotaan.
Pengaruh Teknologi Pertanian dan Perkebunan dalam Meningkatkan Pembangunan Desa untuk Mengurangi Laju Urbanisasi Syamsuddin, Nurfiani; Ilyas, Ilyas; Bakri, Muhammad; Malahayati, Malahayati
Serambi Journal of Agricultural Technology Vol 7, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/sjat.v7i2.10078

Abstract

Urbanisasi yang terus meningkat disebabkan oleh ketimpangan pembangunan antara desa dan kota, di mana masyarakat desa cenderung berpindah ke kota untuk mencari peluang ekonomi yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan teknologi pertanian dan perkebunan sebagai solusi dalam menekan laju urbanisasi melalui peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di pedesaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan tinjauan pustaka (library research), yang bersumber dari berbagai literatur akademik, jurnal ilmiah, dan publikasi relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi modern seperti Internet of Things (IoT), sistem pertanian cerdas, drone pertanian, bioteknologi, dan mekanisasi mampu meningkatkan efisiensi, hasil panen, serta kualitas produk pertanian dan perkebunan. Selain itu, pemanfaatan teknologi pemetaan lahan dan sistem irigasi presisi membantu optimalisasi sumber daya alam serta mendukung pertanian berkelanjutan. Namun, tantangan utama dalam penerapan teknologi meliputi keterbatasan biaya, infrastruktu pemerintah, peran swasta, akademisi, serta pembentukan koperasi petani untuk memperluas akses terhadap teknologi. Dengan sinergi tersebut, transformasi digital di sektor pertanian dan perkebunan dapat menjadi strategi efektif untuk membangun desa mandiri dan mengurangi arus urbanisasi.r, dan sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan