Bambang Sapta Purwoko
Departemen Agronomi Dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB University), Jl. Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia

Published : 60 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Penentuan Indeks Seleksi untuk Galur Dihaploid Padi Sawah Tadah Hujan Berdaya Hasil Tinggi Akbar, Miftahur Rizqi; Purwoko, Bambang Sapta; Dewi, Iswari Saraswati; Suwarno, Willy Bayuardi; Sugiyanta, dan
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 47 No. 2 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.905 KB) | DOI: 10.24831/jai.v47i2.25032

Abstract

Rainfed rice breeding for high yield is an alternative to increase national rice production. The breeding can beaccelerated using anther culture technique. The selection of high productivity lines may be more effective if it also involvesthe traits contributing to or affecting the yield traits. This study aimed at determining suitable characters as selection criteriaand obtain a selection index model for high yielding doubled haploid rainfed rice lines. The experiment was conductedin a greenhouse of ICABOGRAD, Bogor and Sawah Baru Experimental Station, Bogor Agricultural University using arandomized complete block design (RCBD) with three replications. Thirty doubled haploid lines derived from anther cultureand two check varieties namely Ciherang and Inpari 18 were used. The results showed that plant height (TT), number of filledgrain per panicle (GI), and productivity (PRD) could be used as suitable selection characters. The determination of selectionindex obtained a selection model which was Selection index = 0.48 PRD + 0.31 JGI - 0.31 TT. This model can be used toselect high yielding doubled haploid rainfed rice lines.
Seleksi Simultan Karakter Daun Mengering dan Produktivitas pada Galur-galur Padi Wening, Rina Hapsari; Purwoko, Bambang Sapta; Suwarno, Willy Bayuardi; Rumanti, Indrastuti Apri; Khumaida, Nurul
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 47 No. 3 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.772 KB) | DOI: 10.24831/jai.v47i3.26076

Abstract

Drought is an important constraint for rice production in rainfed lowland and shallow freshwater swamp. The area often experiences drought stress at the generative stage of the plants. This study aimed at selecting adaptive lines to terminal drought and formulating a multiple regression model to estimate the productivity under drought stress conditions at the generative stage. The experiment was conducted in a greenhouse of the Indonesian Center for Rice Research, Subang, West Java, using an augmented design with five blocks. The genetic material used was ninety-nine lines and four checks varieties, namely Inpari 30, Limboto, Salumpikit, and IR 20. The model was formulated using stepwise regression analysis. Based on this study, ten lines were adapted to drought stress at the generative stage, namely B13983E-KA-12-2, B13926E-KA-13, B13507E-MR-19, B14366E-KY-50, B14366E-KY-37, IR86384- 46-3-1-B, BP20452e-PWK-0-SKI-1-1, BP20452e-PWK-0-SKI-2-4, BP20452e-PWK-0-SKI-3-3, and BP29790d-PWK-3 -SKI-1-5. The B13507E-MR-19 had the highest productivity (4.02 ton ha-1) under drought stress conditions. Yield under drought stress in the greenhouse could be predicted using a linear regression model involving plant height at early vegetative stage, plant height up to the panicle, tiller number at early vegetative stage, tiller number at late vegetative stage, tiller number at flowering, heading time, number of filled grain, and panicle exsertion length. This model was able to explain 75.92% of yield variation. Potential rice lines and the regression model obtained are expected to contribute to the development of rice varieties adaptive to drought. Keywords: drought tolerant, freshwater swamp, rainfed, regression model
Konfirmasi Toleransi Galur-galur Padi terhadap Cekaman Kekeringan secara Molekuler Wening, Rina Hapsari; Willy Bayuardi Suwarno; Bambang Sapta Purwoko; Indrastuti Apri Rumanti; Amy Estiati
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.444 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.36565

Abstract

Seleksi secara fenotipik, terutama terhadap cekaman abiotik, seringkali sulit dilakukan. Kegiatan seleksi secara molekuler diperlukan untuk mengidentifikasi hingga taraf molekuler bahwa suatu sifat toleran terbukti secara genotipik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengkonfirmasi sifat toleransi kekeringan galur-galur padi secara molekuler menggunakan marka SSR RM164, RM228, RM248, dan RM328. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi LIPI, Cibinong pada bulan November hingga Desember 2017, menggunakan teknik polymerase chain reaction (PCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa marka RM228 terkait dengan karakter skor menggulung, panjang malai, tinggi tanaman dan umur berbunga, sedangkan RM328 terkait dengan panjang malai, jumlah anakan, jumlah gabah isi per malai, dan produktivitas. Marka tersebut diduga dapat digunakan untuk seleksi toleransi kekeringan. Tujuh dari sepuluh galur yang terindikasi toleran terhadap cekaman kekeringan fase generatif berdasarkan skrining secara artifisial terkonfirmasi secara molekuler berada dalam satu kelompok dengan varietas pembanding toleran ‘Limboto’. Ketujuh galur tersebut ialah B13983E-KA-12-2, B13507E-MR-19, B14366E-KY-50, BP20452e-PWK-0-SKI-1-1, BP20452e-PWK-0-SKI-2-4, BP20452e-PWK-0-SKI-3-3, dan BP29790d-PWK-3-SKI-1-5. Kata kunci: marka, toleransi kekeringan, polymerase chain reaction
Seleksi Galur-galur Dihaploid Padi Hitam pada Uji Daya Hasil Lanjutan Kuncoro, Danu; Sani, Mutiyara; Purwoko, Bambang Sapta Purwoko; Dewi, Iswari Saraswati; Suwarno, Willy Bayuardi; Maharijaya, Awang; Widajati, Eny; Bambang Sapta Purwoko
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.021 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.37179

Abstract

Padi hitam merupakan sumber karbohidrat yang bermanfaat untuk kesehatan. Pengujian daya hasil merupakan tahapan penting dalam menentukan keberhasilan pemuliaan padi beras hitam. Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh informasi keragaan agronomi dan menyeleksi galur-galur dihaploid padi beras hitam yang memiliki penampilan agronomi baik dan berdaya hasil tinggi untuk pengujian multi lokasi. Penelitian ini dilakukan dari bulan November 2019 sampai Juli 2020 di Bogor, Jawa Barat dan Malang, Jawa Timur. Sebanyak 23 galur dihaploid padi hitam yang memiliki sifat agronomi baik dengan produktivitas tinggi dan 3 varietas pembanding yaitu Aek Sibundong, Jeliteng, dan Inpari 24 digunakan sebagai materi genetik. Studi ini menggunakan rancangan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 3 ulangan pada setiap percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi genotipe dan lingkungan berpengaruh nyata terhadap semua karakter pengamatan kecuali pada karakter lama pengisian gabah berdasarkan analisis keragaman. Sebanyak 14 galur yang terseleksi berdasarkan indeks terboboti memiliki karakteristik jumlah anakan produktif per rumpun dari 15.8 hingga 25.9, umur panen genjah dari 115.2 to 121.9 hari setelah semai, dan produktivitas >5.4 ton ha-1. Keragaan agronomi dan daya hasil galur-galur dihaploid padi yang terseleksi pada penelitian ini memerlukan pengujian lebih lanjut melalui uji multi lokasi untuk memperoleh calon varietas unggul baru padi beras hitam. Kata kunci: agronomi baik, indeks seleksi, kriteria seleksi, kultur antera padi
Respon Galur-galur Harapan Padi Sawah Dihaploid terhadap Salinitas pada Fase Bibit Anggita Duhita Anindyajati; Iswari Saraswati Dewi; Willy Bayuardi Suwarno; Bambang Sapta Purwoko
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.453 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.37241

Abstract

Tantangan pemulia padi ke depan bertambah seiring dengan terjadinya perubahan iklim yang menyebabkan peningkatan salinitas lahan pertanian. Salinitas dapat mengakibatkan penurunan pertumbuhan dan kehilangan hasil yang besar dalam produksi padi. Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi toleransi salinitas galur-galur harapan padi sawah doubled-haploid /dihaploid (DH) hasil kultur antera pada fase bibit. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca dari bulan Desember 2018 sampai Januari 2019. Penelitian dilakukan secara hidroponik dan disusun berdasarkan split plot rancangan kelompok lengkap teracak dengan empat ulangan. Petak utama ialah konsentrasi NaCl (0 mM dan 120 mM) dan anak petak berupa genotipe padi yang terdiri atas 14 galur DH, 4 VUB, pembanding toleran (Pokkali), dan pembanding peka (Inpara 4). Evaluasi pertumbuhan bibit dan skoring kerusakan visual bibit dilakukan 14 hari sesudah pemberian NaCl. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi NaCl 120 mM menyebabkan penurunan tinggi bibit, panjang akar, jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, bobot basah biomassa, dan bobot kering biomassa. Penurunan tinggi bibit dapat dipertimbangkan sebagai karakter penting dalam penapisan toleransi salinitas pada fase bibit. Hasil skoring terhadap kerusakan visual menghasilkan 11 galur DH dan 2 VUB toleran serta 3 galur DH dan 2 VUB moderat toleran. Kata kunci: hidroponik, kultur antera, penapisan, toleransi
Karakterisasi Fisikokimia Beras Galur-galur Padi Hitam Dihaploid Muhammad Jauhar Firdaus; Bambang Sapta Purwoko; Iswari Saraswati Dewi; Willy Bayuardi Suwarno
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.661 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39850

Abstract

Mutu beras dan nasi yang mencakup mutu fisik dan kimia (fisikokima) merupakan preferensi konsumen yang perlu dipertimbangkan. Karakter kualitas gabah dan beras meliputi penampilan, tekstur dan rasa. Penelitian bertujuan untuk melakukan pengukuran atau identifikasi secara kuantitatif terhadap karakter fisikokimia beras galur-galur dihaploid padi hitam. Percobaan dilakukan di Laboratorium Mutu, Kebun Percobaan Muara, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) pada bulan Agustus hingga September 2021. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan ulangan atau sampel sebanyak 10 per genotipe. Genotipe yang digunakan terdiri atas 16 (14 galur dihaploid padi hitam dan dua varietas pembanding yaitu Aek Sibundong dan Jeliteng). Pengamatan mutu fisik meliputi kadar air, beras pecah kulit, beras kepala, beras giling, bentuk beras, panjang beras dan butir kapur beras. Karakter kimia beras yang diamati meliputi kadar amilosa, suhu gelatinisasi dan organoleptik. Hasil menunjukkan bahwa galur AW6 memiliki tingkat kemiripan yang dekat dengan varietas pembanding yang ditunjukkan dalam analisis gerombol di Grup 1. Karakter penciri pada Grup 1 ialah kadar air 13.6%, beras kepala 88.7%, beras pecah kulit 76%, beras giling 70%, skor alkali 1-4, suhu gelatinisasi sedang hingga tinggi, bentuk ramping, rasa gurih dan pengapuran kecil. Galur AW6 termasuk kedalam Grup 1 karena memiliki karakter yang mirip dengan varietas pembanding. Kata kunci: amilosa, beras hitam, fisikokimia
Evaluasi Galur-galur Padi Sawah Dihaploid Hasil Kultur Antera Menggunakan Seleksi Indeks Cucu Gunarsih; Bambang Sapta Purwoko; Iswari Saraswati Dewi; Willy Bayuardi Suwarno; Nafisah
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.771 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39898

Abstract

Pemulia tanaman melakukan seleksi multi-karakter dengan metode yang sesuai, salah satunya adalah indeks seleksi. Analisis multivariat dapat digunakan dalam menyusun model indeks seleksi. Percobaan ini bertujuan untuk menyeleksi galur-galur dihaploid dengan potensi hasil yang tinggi dan memiliki penampilan agronomi baik berdasarkan indeks seleksi. Percobaan dilakukan pada bulan Agustus 2018 sampai dengan September 2019 menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan dan satu faktor yaitu genotipe. Genotipe yang diuji ialah 89 galur dihaploid padi sawah hasil kultur antera ditambah 4 varietas pembanding (Ciherang, Inpari 30 Ciherang Sub1, Inpari 41, dan Inpari 35 Agritan). Unit percobaan adalah satu bibit per pot. Model indeks seleksi disusun dengan mempertimbangkan hasil analisis ragam, analisis korelasi, analisis lintas, analisis komponen utama, dan ideotipe tanaman yang dituju. Hasil studi ini mengungkapkan bahwa terdapat keragaman sifat agronomi yang diuji dari galur-galur dihaploid. Model seleksi indeks yang disusun adalah sebagai berikut: I (nilai indeks) = 3*0.75 hasil + 0.85 jumlah gabah total per malai – 0.85 tinggi tanaman. Berdasarkan model tersebut, diperoleh 85 galur dengan nilai indeks dan produksinya lebih tinggi dibandingkan Inpari 41. Galur-galur dihaploid terpilih diikutsertakan pada pengujian berikutnya di lapangan. Kata kunci: heritabilitas, korelasi, sidik lintas, variabilitas
Potensi Hasil Benih Padi Hibrida pada Tiga Galur CMS dengan Sumber Sitoplasma yang Berbeda Bayu Pramono Wibowo; Bambang Sapta Purwoko; Willy Bayuardi Suwarno; Indrastuti Apri Rumanti
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.914 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39949

Abstract

Padi hibrida F1 dihasilkan dari persilangan antara galur mandul jantan/cytoplasmic male sterile (GMJ/CMS) dan galur pemulih kesuburan (restorer/R). Kalinga dan Gambiaca adalah tipe galur CMS yang berhasil dikembangkan di Indonesia selain tipe Wild Abortive (WA). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh tetua betina dengan sumber sitoplasma berbeda terhadap hasil benih padi hibrida pada 30 kombinasi padi hibrida baru. Percobaan dilakukan di BB Padi Subang, Jawa Barat pada MK 2021, menggunakan rancangan faktorial tiga galur CMS disilangkan dengan sepuluh restorer, dimana terdapat sepuluh ulangan untuk CMS dan tiga ulangan untuk restorer. Analisis ragam komponen hasil dan hasil dilakukan terpisah untuk CMS dan restorer mengikuti model linier rancangan faktor tunggal. Rata-rata hasil benih pada CMS GMJ15A tipe Gambiaca (1.03 ton ha-1) setara dengan GMJ12A tipe Wild Abortive (0.85 ton ha-1) dan nyata lebih tinggi dari GMJ14A tipe Kalinga (0.51 ton ha-1), sedangkan restorer terbaik adalah PK90 (1.36 ton ha-1). Tinggi tanaman, jumlah gabah isi per malai, dan tingkat silang alami memiliki korelasi positif dan nyata terhadap hasil benih padi hibrida. Galur CMS tipe sitoplasma Gambiaca dapat menjadi alternatif tetua betina padi hibrida di Indonesia. Kata kunci: pemulih kesuburan, produksi benih, silang alami
Evaluasi Kualitas Beras dan Kandungan Amilosa dari Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Perlakuan Paclobutrazol Rahman, Rahayu Safitri; Santosa, Edi; Sugiyanta; Bambang Sapta Purwoko
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.013 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.43008

Abstract

Aplikasi paclobutrazol pada tanaman padi untuk mengurangi tinggi batang merupakan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim yakni agar tanaman lebih tahan rebah. Namun demikian, pengaruh aplikasi paclobutrazol terhadap kualitas beras masih jarang diteliti. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kualitas mutu beras dari empat varietas tanaman padi yang diberi perlakuan paclobutrazol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2021 di Kebun Percobaan Sawah Baru IPB, Bogor. Empat varietas yakni IPB 3S, Inpari 42, Hipa 18, dan Tarabas diperlakukan dengan paclobutrazol (K1 = 0 ppm, K2= 150 ppm, K3 = 300 ppm, K4 = 450 ppm, K5 = 600 ppm), yang diaplikasikan melalui daun saat tanaman bunting sebelum malai muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakukan paclobutrazol memengaruhi mutu beras khususnya persentase beras pecah kulit, beras giling dan beras kepala, bentuk beras, serta kandungan amilosa. Varietas padi memberikan respon berbeda terhadap perlakuan paclobutrazol. Konsentrasi 150 ppm mulai memengaruhi mutu beras yakni meningkatkan beras pecah kulit pada semua varietas, beras giling pada IPB 3S dan Inpari 42, dan beras kepala serta kandungan amilosa pada IPB 3S dan Hipa 18; tetapi menurunkan beras kepala pada varietas Tarabas dan kandungan amilosa pada Inpari 42. Perlu penelitian lebih lanjut residu paclobutrazol pada beras untuk memastikan keamanan pangan. Kata kunci: beras giling, beras kepala, cuaca ekstrim, perubahan iklim, varietas padi
Karakter Agro-morfologi dan Periode After-ripening Benih Padi Lanras Lokal Potensial asal Timor-Leste Branco, Luis Manuel; Ilyas, Satriyas; Purwoko, Bambang Sapta; Agus Purwito; Palupi, Endah Retno
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.498 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.43102

Abstract

Benih padi yang baru dipanen umumnya tidak berkecambah walaupun dikecambahkan pada kondisi optimum yang disebut after-ripening, dan secara alamiah akan hilang setelah waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan melakukan karakterisasi agro-morfologi dan menetapkan periode after-ripening benih 5 lanras potensial di Timor-Leste. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2018-November 2019. Penanaman dan pengamatan karakter agro-morfologi 5 lanras potensial Timor-Leste, yaitu Hare R-oitu, Fos Mean, Hare Belit, Hare Nona Portu, dan Ale Mamea Ula Lesa, dilaksanakan di Desa Caibada Distrik Baucau, Timor-Leste. Pengamatan periode after ripening dan mutu benih ke lima lanras tersebut dilaksanakan di Laboratorium Pengujian dan Penyimpanan Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB University, dan dirancang dalam rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor dengan empat ulangan. Faktor pertama adalah 5 lanras tersebut di atas dan faktor kedua adalah periode simpan yang terdiri atas 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 minggu setelah panen (MSP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 lanras potensial di Tinmor-Leste mempunyai keragaan tanaman yang pendek (76.3-105.50 cm), tergolong berumur sedang (129-141 HSS), dan jumlah anakan produktif tinggi (17.5-53.50 anakan), kecuali Ale Mamea Ula Lesa. Lima lanras tersebut mempunyai potensi produktivitas yang tinggi berkisar 8.1-9.8 ton ha-1. Periode after-ripening lanras Hare Belit dan Hare Nona Portu berakhir pada 2 MSP, Hare R-oitu pada 6 MSP, sedangkan Ale Mamea Ula Lesa dan Fos Mean pada 8 MSP. Semakin lama benih disimpan rasio kandungan ABA/GA3 semakin menurun dari 0.53-1.22 ppm pada 2 MSP menjadi 0.45-0.93 ppm pada 4 MSP. Lanras Hare Belit dan Hare Nona Portu merupakan lanras yang potensial dikembangkan menjadi varietas nasional di Timor-Leste, masing-masing untuk pengembangan di dataran rendah dan dataran sedang. Kata kunci: karakterisasi, intensitas dormansi, persentase perkecambahan, mutu benih
Co-Authors , Hariyadi , Hasnam , Susilawati ,, Mawaddah ,, Usman . Djumali . Hariyadi Agus Purwito Agus Zainudin AHMAD JUNAEDI Akbar, Miftahur Rizqi Akhmadi, Gerland Amy Estiati Anggita Duhita Anindyajati Aniversari Apriana Anshori, Muhammad Fuad Ardie, dan Sintho Wahyuning Atmitri Sisharmini Atmitri Sisharmini Awang Maharijaya Azmi, Yudia Bambang Budi Santoso Bayu Pramono Wibowo Branco, Luis Manuel Buang Abdullah CHAIRUL CHAIRUL Cucu Gunarsih Cucu Gunarsih da Cunha, Rojino Daniel Happy Putra Danu Kuncoro Desta Wirnas Dewi, dan Iswari Saraswati DJUMALI DJUMALI DJUMALI DJUMALI, DJUMALI Dwi Guntoro Edi Santosa Eko Sulistyono Endah Retno Palupi Eny Widajati Etty Pratiwi, Etty Faiqotul Himma HAJRIAL ASWIDINNOOR Hapsoh Hariyadi Hariyadi Heni Safitri Heni Safitri I NYOMAN RAI I. H. Rahman Indrastuti Apri Rumanti Iskandar Lubis Iskandar Lubis Iswari S. Dewi Iswari Saraswati Dewi Iswari Saraswati Dewi Iswari Saraswati Dewi Iswari Saraswati Dewi Iswari Saraswati Dewi Jamhari Jamhari Kartika Kirana Sangga Mara, Kartika Kirana Sangga Kartina, Nita Kurniawan Rudi Trijatmiko Latifah Kosim Darusman Limbongan, Yusuf La’lang Lopes Hornai, Ermelinda Maria MOHAMMAD CHOLID MOHAMMAD CHOLID, MOHAMMAD Mohammad Syafii Muhamad Syukur Muhamad Yunus Muhammad Cholid Muhammad Jauhar Firdaus Munandar, Arief Munif Ghulamahdi Nafisah nFN CHAIRUL Nindita, Anggi Nita Kartina, Nita Nuha Hera Putri Nurul Khumaida Oteng Haridjaja Purbokurniawan . Purwoko, Bambang Sapta Purwoko Rahman, Rahayu Safitri Redy Gaswanto, Redy Reny Herawati Rina Hapsari Wening, Rina Hapsari Roedhy Poerwanto ROSIHAN ROSMAN ROSIHAN ROSMAN Rumanti, Indrastuti Apri Safitri, dan Heni Sakhidin Sani, Mutiyara Satoto Satoto Satoto, Satoto SATRIYAS ILYAS Safitri, Heni Sintho Wahyuning Ardie Siti Nurhidayah Siti Nurhidayah Siti Yuriyah Slamet Susanto SRI HENDRASTUTI HIDAYAT SRI SETYATI HARJAD SRI SETYATI HARJADI SUDIRMAN YAHYA Sudirman Yahya SUDIRMAN YAHYA SUGENG SUDIATSO SUGENG SUDIATSO Sugiyanta Sugiyanta . Sugiyanta, dan Suhartini, dan Tintin Susilawati Susilawati Syamsiar, Syamsiar TEUKU MUHAMMAD HANAFIAH OELIM Titin Budi Wahyuti Tri Joko Santoso TRI JOKO SANTOSO Trijatmiko, dan Kurniawan Rudi Trikoesoemaningtyas Ubad Badrudin Wibowo, Bayu Pramono Widyastuti, Yuni Willy Bayuardi Suwarno Wira Hadianto, Wira Yuni Widyastuti Yuni Widyastuti Yunus, dan Muhamad Yunus, Muhammad