Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Hak Asasi Manusia Bagi Narapidana di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Sebagai Upaya Rehabilitasi Sosial Bari, Abdul; Taufik, Achmad; Anam, Syaiful; Syaiful, Syaiful; Yunanto, Fredy; Hasbullah, Hasbullah; Rudiyanto, Mohammad; Kasanova, Ria
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 6 No 1 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v6i1.2463

Abstract

Abstract: Pendidikan hak asasi manusia (HAM) bagi narapidana di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan merupakan salah satu upaya rehabilitasi sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang hak-hak dasar dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Program ini dirancang untuk memberi pemahaman yang lebih dalam kepada narapidana tentang hak asasi mereka, baik selama menjalani hukuman di lapas maupun setelah reintegrasi ke masyarakat. Program edukasi ini melibatkan penyampaian materi mengenai hak-hak dasar, kewajiban sebagai warga negara, serta perlindungan hukum yang seharusnya mereka terima, dengan pendekatan yang partisipatif dan interaktif. Pelaksanaan program dilaksanakan pada November hingga Desember 2024, dengan melibatkan 60 narapidana sebagai peserta. Metode yang digunakan mencakup seminar, diskusi kelompok, dan studi kasus, yang dirancang agar peserta dapat aktif berpartisipasi dan mengaitkan materi dengan pengalaman mereka sendiri. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesadaran narapidana mengenai hak asasi mereka, serta perubahan sikap dan pandangan mereka terhadap kewajiban yang harus mereka jalani. Program ini juga menunjukkan pentingnya peran fasilitator dan keterlibatan masyarakat luar dalam mendukung keberhasilan pendidikan HAM di lapas. Meskipun demikian, beberapa tantangan seperti keterbatasan logistik dan waktu dihadapi selama pelaksanaan. Program ini memberikan kontribusi terhadap proses rehabilitasi sosial narapidana, dan memperkuat pendekatan humanistik dalam pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Dampaknya terlihat dari peningkatan partisipasi aktif narapidana dalam kegiatan pembinaan, terciptanya iklim interaksi yang lebih positif antara warga binaan dan petugas lapas, serta tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia.
LATERITISASI PADA KOMPLEKS MELANGE AREA WAILUKUM, KABUPATEN HALMAHERA TIMUR Ramadhan, Aditya Rizki; Basuki, Nurcahyo Indro; Priadi, Bambang; Sutopo, Bronto; Bari, Abdul
Bulletin of Geology Vol 4 No 1 (2020): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2020.4.1.3

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya endapan laterit yang berasal dari litologi yang berbeda pada Area Wailukum, Daerah Buli, Kabupaten Halmahera Timur. Daerah penelitian merupakan bagian dari IUP PT. Antam UBPN Maluku Utara. Koordinat area penelitian berada di 412.369-413.763mT dan 89.304-88.384mU zona 52N, dengan luas area penelitian sebesar 1,4km2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik endapan laterit dan batuan dasar di Area Wailukum. Data yang digunakan berupa DEM, data lapangan, sertadata bor. Analisis DEM dan data lapangan digunakan untuk penentuan satuan topografi. Analisis data lapangan bertujuan untukpeta danpenampang geologi. Analisisgeostatistik pada data bor yang terdiri dari data assay (470 sampel) dan deskripsi bor bertujuan untuk menentukan karakteristik endapan laterit dan batuan dasar dari area penelitian.Berdasarkan hasil analisis petrografi sayatan tipis, didapatkan jenis batuan dasar berupa serpentinit, orthopiroksenit terserpentinisasi sedang dan olivin gabbronorit terserpentinisasi lemah. Kompleks melange berupa serpentinit, orthopiroksenit dan olivin gabbronorit dalam bentuk boudinage yang dilingkupi oleh serpentinit berfoliasi. Keberadaan melange ini diperkirakan hasil dariproses kolisi. Berdasarkan analisis diagram terner SiO2-MgO-Fe2O3, tipe lateritisasi berupa dry laterites dengan pengendapan silika. Endapan laterit terbagi menjadi limonit dan saprolit. Satuan topografi dibagi menjadi hill slope dan lowland basin. Pada area hill slope, terdapat proses longsor yang menyebabkan lebih tipisnya endapan laterit yang terbentuk.Litologi dapat dibagi menjadi litologi yang didominasi gabbrodan litologi yang didominasi serpentinit. Pada litologi yang didominasi gabbro, lateritisasitidak berlangsung dengan baik dan tidak ditemukan zona bijih. Pada litologi yang didominasi serpentinit,lateritisasiberlangsung dengan baik dan ditemukan zona bijih pada bagian saprolit dan bagian bawah limonit. Ni berada dalam serpentin kaya nikel sehingga Ni berkorelasi positif kuat dengan Co, Fe, MnO, dan Cr2O3. Pada area lowland basin, terdapat akumulasi hasil longsor yang menyebabkan endapan laterit tebal danzona bijih berada di limonit. Kata kunci: Endapan Laterit, Batuan Dasar, Melange, Wailukum, Halmahera Timur
Optimizing Tahsinul Qira'at Management Using the Wafa Method in Improving Santri's Reading at Ma'had Baitul Qur'an Madura Fathurrozi, Fathurrozi; Bari, Abdul; Astutik, Fitriyah Ika
Molang: Journal Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2025): Molang: Journal Islamic Education
Publisher : LP2M IAI AL-KHAIRAT PAMEKASSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jm.v3i1.844

Abstract

This study examines the optimization of Tahsinul Qira'at management through applying the Wafa method at Ma'had Baitul Qur'an Madura using a qualitative approach of case study type. This design was chosen to understand managerial practices in the natural context of pesantren, which are rich in values, traditions, and distinctive dynamics. Data was collected through in-depth interviews with caregivers, musyrif, and santris, as well as field observations and documentation studies. Data analysis was conducted interactively, using the steps of reduction, presentation, and conclusion drawing, while data validity was maintained through the triangulation of sources and techniques. The results showed that Tahsinul Qira'at management was optimized through three main stages: planning, implementation, and evaluation. Planning is organized through deliberation between managers and teachers, including class structure, teacher allocation, and periodic assessment. In implementation, the Wafa method is used as the main approach with the flexibility of additional methods according to the needs of the students. Learning is carried out in three daily sessions with efficient time management. Evaluations are conducted weekly and monthly as a means of monitoring and continuous guidance on the quality of santri reading. Some obstacles are still faced, such as the limited number of musyrifs, variations in students' ability, and class dynamics that are not always conducive. These findings make a practical contribution to developing Qur'anic education management in pesantren and enrich the academic literature on integrating educational management and pedagogical strategies based on the Wafa method.
The Effect of Competence and Lowballing on Audit Report Lag Bari, Abdul; Nur Ikhwansyach, Radian; Kemalasari, Novawiguna; Badawi Saluy, Ahmad
Journal of Accounting and Finance Management Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Accounting and Finance Management (July - August 2025)
Publisher : DINASTI RESEARCH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jafm.v6i3.2265

Abstract

This study aims to determine the effect of Competence and Lowballing on Audit Report Lag. This study took a sample with the simple random sampling method. The population of this study are auditors who work at the Public Accounting Firm in Central Jakarta which is registered in the 2019 OJK Directory. This study uses primary data with Partial Least Square (PLS) analysis techniques. The results of this study indicate that the competency variable has no influence on the audit report lag, while the lowballing variable shows a significant effect on the audit report lag.
The Epistemology of Islamic Inheritance Disputes Bari, Abdul
JOURNAL OF ISLAMIC AND LAW STUDIES Vol. 9 No. 2 (2025): Special Issue: International Conference on: "Inclusive Legal Futures: Islamic P
Publisher : Fakultas Syariah UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jils.v9i2.17825

Abstract

This research explores the epistemology of Islamic inheritance law in Indonesia, rooted in the Quran, Hadith, and ulama's ijtihad, yet influenced by customary and national law. Using normative legal research with literature study, it finds that inheritance disputes arise from plural legal systems and interpretive differences. An integrative approach based on maqasid al-shariah is proposed to ensure justice and civilized resolution.
Implementasi Fiqh Al-Awlawiyah pada Prioritas Kebutuhan Mustahik dalam Pendistribusian Zakat Uyayyinah, Uyayyinah; Bari, Abdul
Al-tsaman : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 3 No 1 (2021): Mei
Publisher : INAIFAS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/al-tsaman.v3i1.483

Abstract

ABSTRACT This research is a descriptive-verification qualitative research thatlevel of implementation of compares thefiqh al-awlawiyyah in three zakat institutions, namely, BAZ Pamekasan, BMH Pamekasan and LAZISMU Pamekasan. The data collection technique was done by means of observation, interview and documentation. The data analysis technique used istechnique deductive-verification. The results of the comparison of the implementation of fiqh al-Awalawiyyah in the three institutions were different. BAZ Pamekasan as a whole implements the principle of fiqh al-Awalawiyyah on the priority needs of mustahik in the distribution of zakat, where the poor group is the main priority and the fi sabilillah group is the second priority with the allocation of funds that is fairly balanced with the number of programs realized and according to the scale of priority. Whereas BMH Pamekasan implements it only on the priority scale of mustahik needs and not the distribution of funds, where the poor and the fisabilillah are the priority groups for ZIS recipients, but the allocation of funds and programs that are realized is relatively the same for both groups. In fact, the poor groups in reality in Paemkasan need more ZIS funds. Meanwhile, LAZISMU is not yet fully compatible priority scale in the principle of fiqh al-Awalawiyyah because Zakat funds are only distributed for training preachers who in fact are a fi sabilillah group, while in reality in Pamekasan the poor are more in need. However, infaq-shadaqah funds have been distributed to the poor as a top priority. Keywords: Fiqh Al-Awlawiyah, Prioritas, BAZ, BMH and LAZISMU, Zakat Distribution ABSTRAK Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif-verifikatif yang mengkomparasikan tingkat implementasi fiqh al-awlawiyyah di tiga institusi zakat yakni, BAZ Pamekasan, BMH Pamekasan dan LAZISMU Pamekasan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik deduktif-verifikatif. Hasil komparasi implementasi fiqh al-awalawiyyah di tiga lembaga tersebut berbeda-beda. BAZ Pamekasan secara keseluruhan mengimplementasikan prinsip fiqh al-awalawiyyah pada prioritas kebutuhan mustahik dalam distribusi zakat, di mana kelompok fakir miskin menjadi prioritas utama dan kelompok fi sabilillah pada prioritas kedua dengan alokasi dana terbilang seimbang dengan jumlah program yang direalisasikan dan sesuai dengan skala ukuran prioritasnya. Sedangkan BMH Pamekasan mengimplementasikannya hanya pada skala prioritas kebutuhan mustahik dan tidak pada pendistribusian dananya, yang mana fakir miskin dan fisabilillah menjadi kelompok prioritas penerima ZIS, namun alokasi dana serta program yang direalisasikan relatif sama untuk kedua kelompok tersebut. Padahal kelompok fakir miskin dalam realita di Paemkasan lebih membutuhkan dana ZIS. Sedangkan LAZISMU belum sepenuhnya sesuai dengan skala prioritas dalam prinsip fiqh al-awalawiyyah dikarenakan dana zakat hanya didistribusikan untuk pelatihan da’i yang notabene merupakan kelompok fi sabilillah, sedangkan dalam realitas di Pamekasan fakir miskin lebih membutuhkan. Namun untuk dana infaq-shadaqah telah didistribusikan pada fakir miskin sebagai prioritas utama. Kata Kunci: Fiqh Al-Awlawiyah, Prioritas, BAZ, BMH dan LAZISMU, Distibusi Zakat
KEPEMIMPINAN ADAPTIF DI ERA VUCA: STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGELOLA KETIDAKPASTIAN DAN KOMPLEKSITAS DUNIA PENDIDIKAN Imadoeddin, Imadoeddin; Taufik, Achmad; Bari, Abdul; Syaiful, Syaiful
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6578

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine in-depth the adaptive leadership strategies implemented by school principals in facing the challenges of education in the VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) era. A qualitative approach with a case study design was used in this study, with research locations in several secondary schools in Pamekasan Regency, East Java. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation analysis, then analyzed using thematic analysis techniques. The results indicate that successful school principals in the VUCA context tend to display strong systemic thinking skills, make flexible decisions, and build open and collaborative communication with all school stakeholders. The identified adaptive strategies include restructuring teacher roles in emergency situations, strengthening a reflective culture in schools, strategically utilizing technology, and developing external networks to address resource constraints. On the other hand, key challenges to adaptive leadership include resistance to change from within the organization, frequently changing central policies, and limited human resource capacity at the local level. This study makes a theoretical contribution to the educational leadership literature by emphasizing the importance of a context-based adaptive approach in school management. Furthermore, the findings of this study offer practical implications for the development of principal training and education policy reform at the regional level. Recommendations for further research include the development of a more comprehensive adaptive leadership model and quantitative studies to broaden the generalizability of the findings. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi kepemimpinan adaptif yang diterapkan oleh kepala sekolah dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan lokasi penelitian di beberapa sekolah menengah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah yang berhasil dalam konteks VUCA cenderung menampilkan kemampuan tinggi dalam berpikir sistemik, mengambil keputusan secara fleksibel, serta membangun komunikasi terbuka dan kolaboratif dengan seluruh pemangku kepentingan sekolah. Strategi adaptif yang diidentifikasi antara lain: restrukturisasi peran guru dalam situasi darurat, penguatan budaya reflektif di sekolah, pemanfaatan teknologi secara strategis, serta pengembangan jejaring eksternal untuk menghadapi keterbatasan sumber daya. Di sisi lain, tantangan utama kepemimpinan adaptif meliputi resistensi perubahan dari internal organisasi, kebijakan pusat yang sering berubah, serta keterbatasan kapasitas sumber daya manusia di tingkat lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap literatur kepemimpinan pendidikan dengan menegaskan pentingnya pendekatan adaptif berbasis konteks dalam manajemen sekolah. Selain itu, hasil penelitian ini juga menawarkan implikasi praktis bagi pengembangan pelatihan kepala sekolah dan reformasi kebijakan pendidikan di tingkat daerah. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya mencakup pengembangan model kepemimpinan adaptif yang lebih komprehensif dan studi kuantitatif untuk memperluas generalisasi temuan.
MEKANISME NISBAH PADA PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI BMT MAWADDAH CABANG SOTABAR Asy’ari, Qaiyim; Farid Farza, Moh; Bari, Abdul
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 1 No. 1 (2022): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/ccy.v1i1.224

Abstract

Pembiayaan mudharabah merupakan salah satu produk ada pada Baitul Maal WatTamwil (BMT). Nisbah bagi hasil pada pembiayaan mudharabah harus dinyatakan dengan jelas sehingga tidak menimbulkan potensi ketidak pastian dan ketidak adilan dalam pembagian besar kecilnya nisbah. Jika suatu saat terjadi resiko/kerugian maka harus ada kejelasan pihak mana yang bertanggung jawab terhadap resiko tersebut. Maka dari itu untuk mengetahui adanya kebenaran suatu praktek pembagian nisbah bagi hasil dan pembagian kerugian maka perlu dilakukan penelitian di BMT Mawaddah Cabang Sotabar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, yaitu proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa mekanisme nisbah pada pembiayaan mudharabah di BMT Mawaddah Cabang Sotabar ada beberapa tahapan, yaitu dimulai dari anggota dipersilahkan ke bagian pembiyaan kemudian bagian pembiayaan menyerahkan formulir permohonan pembiayaan kepada anggota dan bagian pembiayaan menjelaskan tentang prosedur pembiayaan mudharabah. prosentase nisbah ditetapkan oleh BMT Mawaddah Pusat sehingga anggota tidak dapat bernegosiasi untuk besar kecilnya nisbah bagihasil yang akan didapatkan. Jika anggota menyetujuinya maka transaksi tersebut akan dilanjutkan.
Pandangan Ulama Kota Banjarmasin Tentang Jual Beli Ikan Lele Yang Diberi Pakan Kotoran Hewan Bari, Abdul; Sholihin, Rahmat
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.637

Abstract

Abstract This research is motivated by the sale of catfish where the main feed is in the form of animal feces, both istinja, carcasses and other feces. The sale of catfish is to contribute to the culinary field with a catfish menu. This research aims to find out how the views of scholars who live or work in the Banjarmasin City area on buying and selling including the above. This research is a field research, with a qualitative approach. This research was located in Banjarmasin City and Kotabaru. Data were collected through documentation and interviews. The researcher observed several fish ponds fed with animal feces in the Kotabaru area. The researcher also interviewed one of the fish pond owners in Kotabaru and six scholars from MUI Banjarmasin City, MUI South Kalimantan Province and a lecturer in fiqh muamalah from UIN Antasari Banjarmasin. The data collected was then processed using data editing and matrix techniques. The data is presented descriptively and analyzed qualitatively. The result of this research is that there are three opinions that are discussed in this thesis, namely absolute permissibility, conditional permissibility, and better avoidance. There are two scholars who allow buying and selling and consuming fish that are fed with dung, because according to him the dung he consumes does not affect the meat either in taste or smell, because in Islam the commerce carried out is the principle of mutual consent (Q.S. an-Nisâ/4: 29). Then the other three scholars argue by allowing with conditions, because consuming this fish must be seen from the protein or substances that are in it where there is feeding the catfish in the form of animal feces. It is makruh if the sale and purchase of this catfish where the catfish has a changed taste or odor. Because in Islam it is not recommended to consume a food that is disgusting (H.R. Ibn Umar / Q.S. al-Baqarah / 2: 173) and the fish must also be satisfied before consumption. In Islam it is forbidden to eat something that can cause harm (Q.S al-Mâidah/5: 88). Keywords: Views, Scholars, Buying and Selling, Feed, Manure Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penjualan ikan lele yang mana pemberian pakan pokoknya berupa kotoran hewan, baik itu istinja, bangkai dan kotoran lainnya. Penjualan ikan lele ini untuk memberikan kontribusi dibidang kuliner dengan menu ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan ulama yang tinggal atau bekerja diwilayah Kota Banjarmasin terhadap jual beli termasuk diatas. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Kota Banjarmasin dan Kotabaru. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan wawancara. Peneliti mengamati beberapa kolam ikan yang diberi pakan kotoran hewan diwilayah Kotabaru. Peneliti juga mewawancarai salah satu pemilik kolam ikan di Kotabaru dan enam ulama baik dari MUI Kota Banjarmasin, MUI Provinsi Kalimantan Selatan dan Dosen fiqih muamalah dari UIN Antasari Banjarmasin. Data yang terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan Teknik editing data dan matriks. Data disajikan secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah ada terdapat tiga pendapat yang menjadi pembahasan dalam skripsi ini yaitu boleh secara mutlak, boleh secara syarat, dan lebih baik dihindari. Ada dua ulama yang membolehkan jual beli dan mengkonsumsi ikan yang dibeeri pakan kotoran itu, karena menurut beliau kotoran yang dikonsumsinya ini tidak berpengaruh kepada daging baik itu rasa ataupun baunya, karena dalam Islam perniagaan yang dilakukan adalah asas suka sama suka (Q.S. an-Nisâ/4: 29). Kemudian tiga ulama lainnya berpendapat dengan membolehkan dengan syarat, karena mengkonsumsi ikan ini harus dilihat dari protein ataupun zat yang ada didalamnya yang mana adanya pemberian pakan pokok ikan lele itu berupa kotoran hewan. Makruh hukumnya apabila jual beli pada ikan lele ini yang mana ikan lele ini mempunyai rasa atau bau yang berubah. Karena dalam Islam tidak dianjurkan mengkonsumsi suatu makananan yang dirasa makanan itu menjijikan (H.R. Ibn Umar/ Q.S. al-Baqarah/2: 173) dan ikan tersebut juga harus dipuasakan sebelum dikonsmusi . Dalam Islam dilarang memakan sesuatu yang bisa menimbulkan kemudaratan (Q.S al-Mâidah/5: 88). Kata KunciL: Pandangan, Ulama, Jual Beli, Pakan, Kotoran Hewan.
REPRESENTASI GAYA HIDUP SEHAT DALAM WACANA PEMASARAN DIGITAL ION WATER: STUDI SEMIOTIKA PADA MEDIA SOSIAL PT AMERTA INDAH OTSUKA Romadhani ZP, Alfiansyah; Bari, Abdul; Ika Astutik, Fitriyah; Rohman, Ali; Sobyanto, Sobyanto; Syukur, Abd
Prosiding Pengabdian Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 2 (2025): Prospeks
Publisher : LP2M IAI AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi gaya hidup sehat dalam wacana pemasaran digital Ion Water pada media sosial PT Amerta Indah Otsuka. Media sosial dipahami sebagai ruang pembentukan makna, sehingga representasi visual, verbal, dan simbolik dalam konten promosi berpotensi membentuk persepsi publik tentang kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Barthes dan Peirce untuk menafsirkan makna denotatif, konotatif, dan mitos pada visualisasi aktivitas fisik, penggunaan warna, caption edukatif, serta simbol-simbol seperti hashtag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup sehat direpresentasikan melalui visual olahraga, tubuh ideal, warna biru-putih yang melambangkan kesegaran, latar outdoor, serta informasi edukatif mengenai hidrasi dan elektrolit. Elemen-elemen tersebut membentuk citra Ion Water sebagai minuman rendah kalori yang mendukung gaya hidup aktif dan sehat. Penggunaan hashtag kesehatan turut memperkuat identitas kolektif pengguna dan membangun komunitas digital. Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa Ion Water tidak hanya mempromosikan produk, tetapi mengonstruksi ideologi hidup sehat melalui integrasi tanda yang konsisten, sehingga menegaskan peran pemasaran digital dalam membangun makna kesehatan di era modern.