Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Evaluasi dan Penguatan Amenitas–Homestay Berbasis CHSE, GSTC, dan SUPW: Studi Kasus Destinasi Wisata Danau Paisu Pok: Evaluation and Strengthening of Homestay Amenities Based on CHSE, GSTC, and SUPW: A Case Study of the Danau Paisu Pok Tourist Destination Setiawan Basri, Iwan; Arifin, Rosmiaty; Ilham, Muhammad; Sarifuddin; Ariesthy Djafar, Naila
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10376

Abstract

Destinasi wisata alam skala kecil sangat bergantung pada kualitas amenitas dan homestay, namun kinerjanya jarang dinilai dengan kerangka terpadu. Studi ini mengidentifikasi potensi dan masalah fasilitas di Danau Paisu Pok, menganalisis faktor internal dan eksternal, serta merumuskan strategi penguatan amenitas dan homestay berkelanjutan. Metode deskriptif evaluatif digunakan dengan instrumen CHSE SNI 9042:2021, kriteria destinasi GSTC v2.0, dan standar usaha pondok wisata (homestay) Indonesia. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, dianalisis deskriptif, lalu diuji melalui SWOT dengan dukungan matriks IFE dan EFE. Hasil menunjukkan mayoritas indikator CHSE terutama aspek keselamatan dan lingkungan masih belum memenuhi, sedangkan homestay baru sebagian memenuhi layanan dasar dan persyaratan keselamatan. Pemetaan GSTC menempatkan pilar tata kelola dan lingkungan pada tingkat awalmenengah. Skor IFE 2,68 dan EFE 2,64 menempatkan destinasi pada kuadran “grow-and-fix-essentials”, sehingga pengembangan harus berjalan paralel dengan perbaikan layanan esensial. Strategi prioritas meliputi pemenuhan layanan CHSE di koridor pengunjung, penguatan wayfinding dan fungsi visitor desk, penyusunan SOP homestay, penyediaan fasilitas cuci tangan dan pemilahan sampah, serta kemitraan dengan perguruan tinggi untuk dukungan desain dan pemantauan.
Destinasi Berkembang Menuju Klaster Maju: Kecenderungan Kunjungan Wisatawan di Klaster Danau Paisu Pok–Pantai Poganda Basri, Iwan Setiawan; Abdurrahman, Hadi; Arifin , Rosmiaty; Mulyati , Sri; Salenda, H.
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 20 No 1 (2026): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v20i1.330

Abstract

Village- and community based tourism has increasingly been promoted as a strategy to ensure a more equitable distribution of development benefits, particularly in archipelagic regions such as Banggai Kepulauan Regency, Indonesia. This study examines tourist visitation trends in the Danau Paisu Pok Pantai Poganda Cluster during the 2022–2024 period, determines its position within the regency’s priority destination system using the Tourism Area Life Cycle (TALC) framework, and analyzes management implications from a community-based tourism (CBT) perspective, including the strengthening of regional tourism data systems, through a descriptive exploratory approach based on secondary data. The findings reveal a rapid increase in tourist arrivals, from 20,555 visitors in 2022 to 49,696 in 2023, reaching 51,669 visits by September 2024. This growth places the cluster in the growth phase of the TALC model and indicates a functional transition from an emerging destination toward an advanced tourism cluster, characterized by a visitation surge exceeding 140%, consistent official promotion, strengthened policy support, and a contribution of approximately 47.39% to total tourist arrivals in Banggai Kepulauan Regency in 2024. Institutional strengthening at the village level particularly the designation of Luk Panenteng Village as a developing tourism destination along with community empowerment through CBT, emerges as a key factor supporting the sustainable management of the tourism cluster.
Dinamika Tutupan Lahan dan Respons Termal Arsitektur Lingkungan di Kota Pesisir Tropis Parigi Moutong Basri, Iwan Setiawan; Wulandari, Mega; Radhinal, Yan; Ahmad, Abdul Gani; Arifin, Rosmiaty
Jurnal Linears Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/8fvsaz14

Abstract

ABSTRAK:  Parigi mengalami tekanan termal perkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perubahan tutupan lahan, kerapatan vegetasi, intensitas keterbangunan, dan suhu permukaan lahan di Kota Parigi sebagai kota pesisir tropis kecil. Metode yang digunakan adalah analisis citra Landsat 8 OLI/TIRS tahun 2014 dan 2021 melalui Google Earth Engine. Klasifikasi tutupan lahan dilakukan dengan algoritma Supervised Random Forest, sedangkan NDVI, NDBI, dan LST dihitung untuk membaca perubahan vegetasi, permukaan terbangun, dan respons termal. Analisis statistik dilakukan melalui korelasi Pearson, regresi linier berganda, serta analisis delta berbasis sampel spasial hasil thinning 150 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukiman meningkat 12,18%, area terbangun berbasis NDBI bertambah 2,77 km², vegetasi tinggi menurun 7,43%, dan rata-rata LST naik 2,57°C. Kenaikan suhu terutama terkonsentrasi di inti kota dan koridor pesisir. NDVI berasosiasi negatif dengan LST, sedangkan NDBI berasosiasi positif dengan peningkatan suhu permukaan. Kesimpulannya, intensifikasi permukaan keras dan penurunan vegetasi memperkuat tekanan panas permukaan di Parigi. Implikasinya, perencanaan kota pesisir tropis perlu mengintegrasikan strategi adaptif skala bangunan dan kawasan melalui vegetasi, koridor hijau-biru, material reflektif, ventilasi alami, serta instrumen RDTR, RTBL, dan perizinan bangunan.   Kata kunci: tutupan lahan; NDVI; NDBI; LST; arsitektur tropis adaptif   ABSTRACT:  Parigi is experiencing urban thermal pressure. This study aims to analyze the relationship between land cover change, vegetation density, built-up intensity, and land surface temperature in Parigi as a small tropical coastal city. Landsat 8 OLI/TIRS images from 2014 and 2021 were processed using Google Earth Engine. Land cover classification was performed using a Supervised Random Forest algorithm, while NDVI, NDBI, and LST were calculated to identify changes in vegetation, built-up surfaces, and thermal response. Statistical analysis was conducted using Pearson correlation, multiple linear regression, and delta analysis based on spatially thinned samples at 150 m intervals. The results show that settlement areas increased by 12.18%, NDBI-based built-up areas expanded by 2.77 km², high-density vegetation decreased by 7.43%, and mean LST rose by 2.57°C. The highest temperature increases were concentrated in the urban core and coastal corridor. NDVI was negatively associated with LST, whereas NDBI was positively associated with surface temperature increase. The study concludes that the intensification of impervious surfaces and the decline of vegetation have strengthened surface heat pressure in Parigi. These findings imply that tropical coastal urban planning should integrate adaptive strategies at building and district scales through vegetation, green-blue corridors, reflective materials, natural ventilation, and regulatory instruments such as detailed spatial plans, urban design guidelines, and building permits.   Keywords: land cover change; NDVI; NDBI; LST; adaptive tropical architecture