Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISASI BEBERAPA GALUR INBRIDA JAGUNG PAKAN (Zea mays L.) Siswati, Anini; Basuki, Nur; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, masih terdapat beberapa kendala yang menghambat produksi maksimum jagung. Penggunaan varietas unggul adalah salah satu upaya untuk peningkatan produksi. Karakterisasi merupakan salah satu tahapan penting dalam pembentukan varietas unggul yang bertujuan untuk mengetahui karakter-karakter penting yang bernilai ekonomis dan sebagai penciri dari varietas yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejumlah galur jagung hasil dari proses seleksi yang akan digunakan sebagai tetua dalam pembuatan varietas hibrida. Pelaksanaan penelitian di Kebun Percobaan Jatikerto, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang pada bulan Nopember 2013 sampai Pebruari 2014. Penelitian dilakukan dengan RAK sederhana sebanyak 3 ulangan dengan cara menanam 4 galur jagung yang disusun dengan pola persilangan. Penanaman dua baris Seri A (tetua jantan) diselang satu baris dengan G6, G3-34 dan G 10 (tetua betina). Data pengamatan terdiri dari karakter kuantitatif dan kualitatif yang mana masing-masing karakter dibedakan menjadi dua yaitu komponen morfologi tanaman (Seri A, G6, G3-34 dan G10) dan komponen hasil (G 6, G3-34 dan G 10). Hasil penelitian dari 4 galur jagung yang diuji, secara umum karakter morfologi dan karakter komponen hasil telah menunjukkan karakteristik yang khas. Bahkan pada beberapa galur telah menunjukkan karakter umur berbunga betina, tinggi tanaman, tinggi tongkol, letak tongkol, panjang tangkai, panjang kelobot, tip filling, diameter tongkol, jumlah baris tongkol-1 dan bobot 100 butir yang menunjukkan potensi untuk dipilih sebagai galur tetua pembuatan varietas hibrida. Kata kunci : jagung, Zea mays L., karakterisasi, karaker kualitatif dan kuantitatif
KARAKTERISASI BEBERAPA GALUR INBREED GENERASI S5 PADA FASE VEGETATIF TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Draseffi, Deka Ludia; Basuki, Nur; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung merupakan tanaman pangan strategis sebagai bahan pangan, sumber bio energi dan bahan baku industri. Jagung termasuk sumber utama karbohidrat dan protein.. Karakteristik tanaman jagung dapat dilihat berdasarkan ciri vegetatif maupun ciri generatif. Karakteristik sangat berguna untuk mendapatkan deskripsi dan klasifikasi tanaman jagung sehingga masyarakat dengan mudah dapat menentukan kultivar tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakter vegetatif dan mengetahui tingkat ke-seragaman pada beberapa galur jagung inbrida. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober–Desember 2013 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan 21 galur jagung dengan masing-masing galur terdiri dari 60 tanaman yang digunakan sebagai sampel. Berdasarkan analisis varian antar galur untuk 5 karakter kualitatif yang diamati memiliki keseragaman sehingga dilakukan deskripsi terhadap karakter warna koleoptil, karakter bentuk ujung daun, karakter sudut antara daun dan batang, arah helaian daun, dan bentuk tepi daun. Dilakukan juga pengamatan 5 karakter kuantitatif yaitu karakter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun dan diameter batang. Hasil yang diperoleh yaitu adanya keseragaman pada karakter kualitatif dengan didominasi oleh warna koleoptil kemerahan, karakter bentuk ujung daun bulat, sudut antara daun dan batang pada kategori sedang ±50º, karakter arah helaian daun yaitu sedikit melengkung dan karakter bentuk tepi daun yaitu agak bergelombang. Kemudian terdapat keseragaman pada seluruh galur yang diuji pada karakter kuantitatif antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun dan diameter batang. Kata Kunci: Koleoptil, Inbrida, Karakterisasi, Jagung
ANALISIS DAYA GABUNG GALUR MANDUL JANTAN DAN HETEROSIS PADA 12 PADI HIBRIDA (Oryza sativa L.) Sholekha, Ummatus; Kuswanto, Kuswanto; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi hibrida yang memiliki nilai heterosis tinggi merupakan hibrida unggul. Pemuliaan varietas hibrida memerlukan galur-galur murni yang unggul sebagai tetua. Pendugaan nilai daya gabung umum (DGU) dan daya gabung khusus (DGK) mampu mengklasifikasikan kemampuan galur-galur murni dalam menghasilkan hibrida yang memiliki kombinasi dari tetua-tetuanya. Penelitian ini bertujuan : 1. Untuk mengetahui nilai DGU pada galur-galur mandul jantan (GMJ) dan DGK pada hibridanya, 2. Untuk mengetahui nilai heterosis dan heterobeltiosis pada beberapa padi hibrida. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Perlakuan meliputi 19 genotip yaitu 12 padi hibrida hasil persilangan 4 GMJ/3 penguji (restorer) beserta 7 tetuanya. Penelitian dilaksanakan di Desa Tunggulwulung, Lowokwaru, Malang dengan ketinggian + 450 mdpl, dan suhu rata-rata harian 23-290C. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2013 – Mei 2014. Berdasarkan hasil penelitian, karakter hasil dari gmj CGMJ14P02F menunjukkan nilai DGU terbaik, nyata, dan positif. Selain karakter hasil, nilai DGU positif dan nyata juga ditunjukkan pada jumlah gabah total per malai. Nilai DGK pada karakter hasil menunjukkan bahwa hibrida CGMJ14P02F/R114002R memiliki nilai DGK tertinggi dan nyata dan pada karakter lain, jumlah gabah isi per malai juga menunjukkan nilai nyata DGK. Nilai heterosis karakter hasil menunjukkan bahwa CGMJ14P02F/R114002R memiliki nilai heterosis dan heterobeltiosis terbaik dan didukung oleh tingginya nilai heterosis dan heterobeltiosis jumlah gabah isi per malai dan persentase gabah isi per malai. Kata kunci : Hibrida, Galur Mandul Jantan, Heterosis, Daya Gabung.
KERAGAMAN FENOTIPIK GENERASI F2 EMPAT CABAI HIBRIDA PADA LAHAN ORGANIK (Capsicum annuum L.) Rommahdi, Mukhammad; Soegianto, Andy; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman hortikultura yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat pada dampak negatif dari penggunaan bahan kimia pertanian yang berlebihan tersebut, kini perhatian masyarakat perlahan mulai bergeser ke pertanian organik yang berwawasan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman fenotipik generasi F2 empat cabai hibrida pada lahan organik yang dilaksanakan di Desa Torongrejo, Kec. Junrejo, Kota Batu dari Agustus 2013 - Januari 2014. Penelitian disusun dengan menggunakan metode deskriptif terdiri dari empat genotipe yang diulang enam kali sehingga didapatkan dua puluh empat petak percobaan dengan total populasi 480. Plot merupakan satu bedengan yang terdiri dari dua baris tanaman. Budidaya dilakukan secara organik dengan menggunakan pestisida organik dan tumpangsari dengan seledri. Keragaman pada karakter waktu berbunga, umur panen, tinggi tanaman, tinggi dikotomus, lebar kanopi, diameter batang, jumlah panen dan panjang buah berkategori rendah untuk keempat varietas. Pada jumlah buah pertanaman, HotChilli memiliki kategori tinggi. Sementara ketiga lainnya memiliki kategori agak rendah. Pada bobot buah per tanaman, Gada memiliki kategori rendah. Sementara ketiga lainnya memiliki kategori agak rendah. Untuk diameter buah, Gada memiliki kategori agak rendah.Sementara ketiga lainnya memiliki kategori rendah. Untuk tebal daging buah, Superhot memiliki kategori agak rendah. Sementara ketiga lainnya memiliki kategori rendah. Untuk ketahanan penyakit genotipe Gada dan Jenggo memiliki daya tahan yang lebih baik daripada Superhot dan HotChilli. Kata Kunci : Cabai Merah, Keragaman Fenotipik, Ketahanan Penyakit, Lahan Organik.
UJI KETAHANAN 10 GENOTIP PADI MERAH (Oryza sativa L.) TERHADAP PENYAKIT BLAS DAUN (Pyricularia oryzae Cav.) RAS 173 Prabawa, Putu Shantiawan; Yulianah, Izmi; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan varietas padi merahtahan penyakit blasadalah solusi yang efektif untuk meningkatkan hasil padi merah, tetapi varietas tahan yang ada ketahanannya mudah patah. Hal ini karena beragamnya ras penyakit blas yang berkembang, salah satunya yang paling virulen adalah ras 173. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ras cendawan yang menyerang, menguji ketahanan 10 genotip padi merah,mengetahui keragaman dan menduga apakah sifat tersebut dapat diwariskan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2014, di desa Ketawang, Gondanglegi, kabupaten Malang. Bahan yang digunakan adalah 10 genotip lokal padi merah dan 2 varietas pembanding. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan ras cendawan P. oryzae Cav yang terdapat pada lokasi penelitian adalah ras 173. Terdapat dua genotip yaitu Mandel dan Yaiti yang memiliki penampilan terbaik pada semua karakter ketahanan seperti periode laten, jumlah bercak berspora, jumlah bercak tidak berspora, skor tingkat ketahanan dan intensitas serangan penyakit. Karakter jumlah bercak berspora dan jumlah bercak tidak berspora memiliki nilai KKG yang tinggi, sedangkan karakter tingkat ketahanan dan intensitas serangan memiliki nilai KKG yang rendah. Karakter jumlah bercak, tingkat ketahanan dan intensitas serangan memiliki kriteria heritabilitas tinggi. Kata kunci : Padi Merah, Penyakit Blas, Ketahanan, Keragaman, Heritabilitas
PENGARUH LAMA DAN MEDIA PENYIMPANAN BENIH TERHADAP PERKECAMBAHAN KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg) KLON PB 260 Nurhayati, Nurhayati; Basuki, Nur; Ainurrasjid, Ainurrasjid
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 7 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karet merupakan salah satu komoditas perkebunan penting. Benih karet ialah benih rekalsitran, dimana benih tersebut tidak dapat disimpan pada suhu dan kelembaban yang rendah. Penyimpanan benih yang baik bertujuan untuk mempertahankan daya tumbuh dengan cara menciptakan kondisi lingkungan simpan yang optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama dan media penyimpanan benih karet yang sama atau dibandingkan  media serbuk gergaji yang biasa digunakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Juni 2014, di laboraturium dan green house Balai Penelitian Sembawa, desa Lalang Sembawa, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Palembang. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri petak utama yaitu lama penyimpanan dan anak petak yaitu media penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan Sekam padi dan serbuk arang mampu menghasilkan persentase perkecambahan yang tidak berbeda dengan media penyimpanan serbuk gergaji, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif  media penyimpanan benih karet. Persentase perkecambahan tertinggi yaitu pada lama penyimpanan 0 hari (L1) dengan persentase 87,47%, 14 hari (L2) dengan persentase perkecambahan sebesar 78,80% dan 28 hari (L3) dengan persentase perkecambahan 73,07 %, benih karet dapat disimpan sampai 28 hari. Semakin lama benih disimpan, maka persentase pertumbuhannya semakin menurun, namun dengan penyimpanan menggunakan pengawet atau media penyimpan, mampu mempertahankan viabilitas benih. Kata kunci : Karet, Lama Penyimpanan, Media Penyimpanan, Persentase Perkecambahan.
PENGARUH WAKTU PENYERBUKAN DAN PROPORSI BUNGA BETINA DENGAN BUNGA JANTAN TERHADAP HASIL DAN KUALITAS BENIH MENTIMUN (Cucumis sativus L) HIBRIDA Wijaya, Syamsu Agung; Basuki, Nur; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi benih mentimun dipengaruhi oleh waktu masaknya bunga jantan dan bunga betina. Ketersediaan bunga jantan dan bunga betina juga mempengaruhi hasil benih mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyerbukan dan proporsi bunga jantan dengan bunga betina terhadap hasil dan kualitas benih mentimun. Penelitian dilaksanakan di Desa Tumpuk, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek yang dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2014. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor 1 adalah waktu penyerbukan yang terdiri 3 level yaitu (W1) pukul 06.00-07.00, (W2) pukul 08.00-09.00, dan (W3) pukul 10.00-11.00. Faktor 2 adalah proporsi buga jantan dengan bunga betina 3 level yaitu P1 = 1 ♀ : 1 ♂, P2 = 2 ♀ : 1 ♂, dan P3 = 3 ♀ : 1 ♂. hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan waktu penyerbukan memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah buah panen, bobot buah pertanaman, panjang buah, jumlah benih pertanaman, bobot benih pertanaman, persentase benih bernas, bobot 100 biji, keserempakan perkecambahan, dan daya kecambah. Proporsi bunga jantan dengan bunga betina menunjukkan pengaruh nyata terhadap bobot buah pertanaman, panjang buah, jumlah benih pertanaman, bobot benih pertanaman, persentase benih bernas, bobot 100 biji, keserempakan perkecambahan, dan daya kecambah. Interaksi nyata antara proporsi bunga betina dengan bunga jantan dan waktu penyerbukan ditunjukkan pada diameter buah dan jumlah benih pertanaman. Kata kunci: Mentimun, Waktu Penyerbukan, Rasio Bunga Jantan-betina, dan Kualitas Benih.
SELEKSI SIFAT KETAHANAN TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) PADA POPULASI F2 TERHADAP PENYAKIT LAYU BAKTERI (Ralstonia solanacearum) Ningtyas, Dina Ayu; Basuki, Nur; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab tidak tercapainya potensi hasil cabai adalah karena serangan hama dan penyakit. Layu bakteri (Ralstonia solanacearum) merupakan penyakit utama yang menyerang pertanaman cabai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari sifat ketahanan tanaman cabai besar populasi F2 terhadap penyakit layu bakteri dan menyeleksi individu tanaman cabai besar populasi F2 dengan sifat tahan terhadap penyakit layu bakteri dan potensi hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Patok, Pujon-Malang pada bulan Januari - Juni 2014. Penelitian menggunakan sistem tanam tunggal (single plant). Bahan tanam yang digunakan adalah tiga populasi F2 dan empat genotip parental tanaman cabai besar. Adapun populasi F2 yakni PBC 473 x Randu, 02094 x Randu, Jatilaba x Randu sedangkan genotip parental yakni Jatilaba, PBC 473, Randu dan 02094. Hasil penelitian menunjukkan 02094 x Randu merupakan populasi F2 dengan kenampakan gejala serangan penyakit tercepat dan intensitas tanaman terserang tertinggi bila dibandingkan dengan populasi PBC 473 x Randu dan Jatilaba x Randu. Nilai duga heritabilitas berdasarkan karakter ketahanan terhadap penyakit layu bakteri pada populasi F2 adalah rendah. Nilai duga heritabilitas dan kemajuan genetik berdasarkan karakter potensi hasil pada populasi F2 adalah tinggi. Kata kunci: Cabai Besar, Ketahanan, Layu Bakteri dan Ralstonia solanacearum
RESPON BEBERAPA KULTIVAR KEDELAI TERHADAP TRANSFORMASI GENETIK MENGGUNAKAN Agrobacterium tumefaciens Arifin, Azeri Gautama; Gondo, Takahiro; Akashi, Ryo; Soegianto, Andy; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai adalah komoditas pangan penting di Indonesia setelah padi dan jagung. Penelitian dengan tujuan mengetahui kemampuan regenerasi masing-masing kultivar kedelai yang diuji sebagai indikator dalam menjadikan tanaman transgenik serta untuk mengetahui respon beberapa kultivar kedelai pada pelaksanaan transformasi genetik menggunakan Agrobacterium tumefaciens telah dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2014 di Laboratorium Bioresource, Universitas Miyazaki, Jepang. Terdapat dua kegiatan utama yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu kultur kotiledon dan transformasi genetik. Penelitian kultur kotiledon dianalisis menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap), perlakuan berupa kultivar dengan ulangan sebanyak tiga kali. Pada penelitian transformasi genetik, data yang diperoleh dianalisis menggunakan perhitungan persentase efisiensi transformasi dan persentase intensitas ekspresi gen GUS. Hasil analisis pembentukan multiple shoot menunjukkan bahwa pada dasarnya semua kultivar dapat menghasilkan multiple shoot meskipun jumlah dan panjangnya beragam. Hasil uji ragam (ANOVA) jumlah eksplan yang menghasilkan multiple shoot adalah tidak berbeda nyata antar perlakuan, sedangkan pada analisis jumlah multiple shoot yang dihasilkan per eksplan terdapat perbedaan yang nyata pada uji F dengan taraf 5%. Kultivar Detam memiliki rerata multiple shoot per eksplan tertinggi dengan rerata sebesar 9.93. Pada analisis keberhasilan transformasi, dapat diketahui bahwa semua kultivar memiliki persentase efisiensi transformasi yang tinggi. Meskipun demikian, Willis adalah kultivar yang memiliki persentase efisiensi transformasi tertinggi yaitu sebesar 84%. Sedangkan pada persentase ekspresi gen GUS kuat, Williams 82 adalah kultivar yang memiliki persentase tertinggi yaitu sebesar 67.6%. Oleh karena itu, Kultivar Wilis dan Williams 82 dapat dijadikan sebagai pilihan yang baik dalam melakukan transformasi genetik. Kata kunci: Kedelai, Transformasi Genetik, GUS, Kultur Kotiledon
KERAGAMAN GENETIK DAN TINGKAT STERILITAS TEPUNG SARI PADA 50 GENOTIP PADI CALON GALUR MANDUL JANTAN Amelia, Mesi; Respatijarti, Respatijarti; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi hibrida yang dilepas di Indonesia dirakit dengan menggunakan sistem tiga galur yaitu galur mandul jantan (GMJ atau galur A), galur pelestari (maintainer atau galur B) dan tetua jantan yang sekaligus berfungsi sebagai pemulihan kesuburan (restorer atau galur R). Galur Mandul Jantan (GMJ) atau Cytoplasmic Male Sterile (CMS) adalah satu komponen yang penting dalam perakitan padi hibrida. Penelitian ini bertujuan : 1. Untuk mengetahui keragaman genetik pada 50 genotip calon galur mandul jantan (GMJ), 2. Untuk mengetahui tingkat sterilitas tepung sari pada 50 genotip calon galur mandul jantan (GMJ), 3. Untuk mengetahui calon GMJ terbaik berdasarkan pengamatan kuantitatif dan kualitatif sehingga dapat dikembangkan untuk perakitan galur GMJ. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Malang pada bulan Januari – Mei 2014. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Augmented Design dengan 50 calon GMJ tanpa ulangan dan 7 GMJ pembanding diulang 3 kali. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat keragaman karakter kuantitatif antar calon GMJ. Dari hasil uji sterilitas tepung sari diperoleh 33 genotip calon GMJ yang tingkat sterilitasnya 100%. Dari hasil uji Least Significant Increase (LSI) diperoleh 14 calon GMJ. Dan diperoleh 10 calon GMJ terbaik berdasarkan karakter seleksi dan uji sterilitas tepung sari. Kata kunci : Keragaman Genetik, Sterilitas Tepung Sari, Galur Mandul Jantan, Padi Hibrida.