Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI PERUBAHAN FENOTIP PADA EMPAT GALUR INBRED JAGUNG PAKAN (Zea mays L.) AKIBAT PERLAKUAN KOLKISIN Kamukten, Prihanti Panditia; Sugiharto, Arifin Noor; Basuki, Nur; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Induksi poliploidi pada tanaman dengan mutagen kimiawi kolkisin memberikan peluang bagi peningkatan produksi jagung pakan yang sampai saat ini masih belum dapat terpenuhi di Indonesia. Perlakuan kolkisin pada tanaman diharapkan dapat meningkatkan dosis gen sehingga tanaman memiliki penampilan yang lebih baik dan produksi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan fenotip pada empat galur inbred jagung pakan (Zea mays L.) akibat perlakuan kolkisin. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai September 2014 di Laboratorium Sentral Jurusan Budidaya Pertanian FP-UB dan lahan yang bertempat di Desa Ampel Dento, Karangploso, Malang. Penelitian ini menggunakan empat genotip jagung pakan, yaitu SM (G1), SH (G2), SJB (G3) dan SF (G4). Pada masing-masing genotip diberi dua perlakuan, yaitu kontrol (K0) dan kolkisin (K1). K0 ialah kecambah jagung yang direndam dalam aquades (0 ppm kolkisin) selama 12 jam dan K1 ialah kecambah jagung yang direndam dalam larutan kolkisin 400 ppm selama 12 jam. Penelitian menggunakan metode single plant dan pengamatan dilakukan pada seluruh individu tanaman. Data kualitatif dianalisis menggunakan pendekatan statistika deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan uji t-Student pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kolkisin dengan konsentrasi 400 ppm dapat menyebabkan perubahan fenotip di sebagian besar karakter tanaman pada keempat genotip. Perubahan fenotip yang muncul bersifat spesifik genotip.
PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP PERUBAHAN FENOTIPIK TANAMAN PADI GOGO (Oryza sativa L.) Meliala, Jubleam Haris Sembiring; Basuki, Nur; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 7 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi (Oriza sativa L) ialah makanan pokok penduduk indonesia. Penduduk indonesia yang meningkat tiap tahun menuntut adanya pengembangan produktivitas tanaman padi khususnya padi gogo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan fenotipik padi gogo akibat iradiasi sinar gamma dengan dosis 0 Gy (D0), 100 Gy  (D1), 150 Gy (D2), 200 Gy (D3) dan 250 Gy (D4). Penelitian dilaksanakan bulan Mei 2013 - Oktober 2013, iradiasi sinar gamma dilakukan di Pusat Aplikasi Isotop dan radiasi, BATAN. Penyemaian benih dilakukan di Lab. Biotek FP Universitas Brawijaya, aklimatisasi bibit dilakukan di greenhouse BBPP (Balai Besar Pelatihan Pertanian), penanaman bibit dilaksanakan di Kebun Percobaan BBPP, Lawang, Malang, Jawa Timur. Benih padi gogo kultivar Wangkariri diiradiasi sinar gamma dengan lima taraf dosis, yaitu 0, 100, 150, 200 dan 250 Gy. D0 digunakan sebagai kontrol. Setiap dosis terdiri 100 tanaman (ulangan). Penelitian menggunakan metode Single Plant, pengamatan dilakukan pada setiap 100 tanaman per dosis. Berdasarkan hasil penelitian pengamatan rata rata karakter tanaman terjadi perubahan fenotipik tanaman akibat iradiasi sinar gamma. Analisis ragam berpengaruh nyata pada semua karakter pengamatan kecuali pada karakter hasil total tanaman tidak berpengaruh nyata.
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN 19 GALUR TOMAT F6(Lycopersicon esculentum Mill.) Merintan, Sisca Febriana; Basuki, Nur; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki prospek yang baik dalam pemasaran. Hal ini ditunjukkan dari tingginya permintaan tomat namun tidak seimbang dengan pasokannya dikarenakan produktivitas tomat masih rendah. Usaha untuk meningkatkan hasil komoditas tomat selain harus terpenuhinya syarat-syarat kultur teknis yang baik, juga harus dilakukan perakitan varietas baru sebagai upaya meningkatkan variasi genetik. Perakitan varietas baru diarahkan untuk meningkatkan potensi hasil dan mutu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil 19 galur tomat pada populasi F6..Uji daya hasil 19 galur tomat F6 dan varietas mirah sebagai pembanding diuji di Randuagung-Lumajang dengan ketinggian tempat 113 m dpl mulai bulan juli hingga September 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua ulangan. Hasil penelitian menunjukkan potensi hasil yang beragam. Lima dari 19 galur yang diuji memiliki potensi hasil per hektar lebih tinggi, yaituGT11 (32,23 ton ha-1), GT7 (31,46 ton ha-1), GT12 (30,68 ton ha-1) , GT9 (30.49 ton ha-1), GT5 (26.93 ton ha-1). Maka galur tersebut berpotensi untuk dikembangkan sehingga dapat dilepas sebagai varietas baru.
PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA SEBAGAI ZPT TERHADAP ADAPTASI 3 VARIETAS TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae Var. acephala) DI DATARAN RENDAH Setyaningrum, Retna; Herlina, Ninuk; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kailan (Brassica oleraceae Var. acephala) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis relatif tinggi. Produksi kailan mengalami pasang surut pada beberapa tahun terakhir ini dikarenakan menurunnya luas lahan pertanian di dataran tinggi. Sebagai upaya peningkatan produksi kailan, perlu dilakukan suatu upaya intensifikasi dan ekstensifikasi dengan menanam kailan didataran rendah dan upaya diversifikasi dengan memilih varietas yang memiliki daya adaptasi luas serta meningkatan kualitas menggunakan ZPT, yang berasal dari bahan alami salah satunya air kelapa. Penelitian yang ditujukan untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa sebagai ZPT pada tiga varietas kailan, yang telah dilaksanakan di Desa Baron, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk pada bulan April-Juni 2013.      Penelitian dilakukan dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor. Faktor 1 berupa dosis pemberian air kelapa 0% (kontrol), 25%, 50%, 75%, dan 100%. Faktor 2 berupa 3 varietas kailan yaitu Round Leaf, OP dan Nova. Penelitian diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan adanya interaksi antara dosis pemberian air kelapa dengan varietas yang diteliti. Perlakuan ZPT air kelapa dengan konsentrasi 25% memberikan hasil terbaik pada varietas Round Leaf dan Nova, sedangkan pada varietas OP membutuhkan pemberian konsentrasi 75% air kelapa untuk memperoleh pertumbuhan dan hasil yang terbaik. Varietas Nova memiliki daya adaptasi paling baik di dataran rendah dibandingkan varietas Round Leaf dan OP.
EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI ANGGREK EPIFIT DI HUTAN COBAN TRISULA KAWASAN TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU Wulanesa, Wa Ode Sanghyaningsinta; Soegianto, Andy; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek alam atau anggrek hutan biasanya dikenal sebagai anggrek spesies yang tumbuh secara alami di tempat-tempat yang tidak dipelihara oleh manusia dan memegang peranan penting sebagai induk persilangan (Paramitha, 2011). Eksplorasi adalah penjelajahan tanaman sebagai kegiatan mencari, mengumpulkan dan meneliti jenis plasma nutfah tertentu untuk mengamankan dari kepunahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis serta keragaman dan kekerabatan anggrek epifit di Hutan Coban Trisula. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2014 sampai September 2014 di Hutan Coban Trisula yang berada di blok Kali Lajing, Seksi Konservasi Wilayah III, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Luas lokasi penelitian adalah 12.000 m² (1,2 ha) dan lokasi berada pada  ketinggian 750-1500m dpl, dengan suhu rata-rata berkisar antara 20-23⁰C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah line transect (Arisoesilaningsih, 2001). Identifikasi dilakukan berdasarkan morfologi anggrek yaitu ada tidaknya umbi semu, bentuk daun dan pola pertumbuhan batang. Analisis hubungan kekerabatan data hasil identifikasi  tersebut dibentuk data biner 0 dan 1 kemudian dikomputasikan dalam program NTSYS untuk memperoleh dendogramhubungan kekerabatan. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 18 Genus dan 42 spesies anggrek epifit dalam 439 individu. Anggrek yang penyebarannya luas adalah anggrek Ceologyne miniata dengan Indeks Nilai Penting sebesar 24,45%. Hasil analisis hubungan kekerabatan menunjukkan adanya hubungan kekerabatan yang erat antara anggrek dengan genus Eria spesies Eria hyacinthoides dengan Eria sp.1 dan Eriamonotachya dengan Eria sp.2 dengan koefisien jarak yang sama sebesar 0,87.
KERAGAMAN GALUR INBRIDA GENERASI S3 JAGUNG UNGU (Zea mays var Ceratina Kulesh) Nursa’adah, Ika; Basuki, Nur; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung ungu memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dari jagung kuning dan jagung putih. Selain itu, jagung ungu memiliki kandungan antosianin yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia. Generasi (S3) pada pembentukan galur inbrida merupakan generasi penting karena dapat diketahui terjadinya segregasi apabila tanaman S2 yang dipilih heterozigot dan mengetahui famili yang potensial untuk diseleksi pada generasi selanjutnya. Penelitian inii bertujuan untuk mengetahui keragaman genotip jagung ungu pekat (UP) dan jagung ungu ketan (UK) generasi S3 dan mengetahui keragaman antar famili UP dan UK. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2014-Maret 2015 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, desa Jatikerto, kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan dan 32 famili. Variabel pengamatan kuantitatif yaitu tinggi tanaman, tinggi tongkol, umur anthesis, umur berbunga betina, jumlah tongkol, jumlah baris biji, panjang tongkol, diameter tongkol, dan bobot 100 biji. Variabel pengamatan kualitatif yaitu bentuk ujung daun, warna batang, warna glume, warna anther, warna silk, warna biji, dan warna janggel. Analisis data kualitatif menggunakan tabel distribusi frekuensi. Data kuantitatif menghitung analisis ragam dengan menghitung heritabilitas, KKG, KKF dan simpangan baku. Hasil penelitian menunjukkan genotip UK memiliki nilai KKG 0,00 – 7,02%, dan UP memiliki nilai KKG 0,00 – 7,26% dalam kriteria KKG rendah. Keragaman antar famili UK pada famili UK1 memiliki keragaman warna biji 46,67%, UK4 memiliki keragaman warna biji 7,69%, UK10 memiliki keragaman warna janggel 20,00%, UK14 memiliki warna batang 41,03%, warna biji 45,45%, dan warna janggel 18,18%, serta UK16 memiliki keragaman karakter warna batang 21,80%
IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN HUBUNGAN KEKERABATAN TANAMAN PORANG (Amorphophallus muellery Blume) DI KABUPATEN NGANJUK, MADIUN, dan BOJONEGORO Aisah, Binti Nur; Soegianto, Andy; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman porang termasuk famili araceae dan merupakan tanaman penghasil umbi yang mempunyai potensi dan prospek untuk dikembangkan di Indonesia. Umbi tanaman porang dapat digunakan sebagai bahan pangan maupun industri, umbi menjadi bahan pangan masih diperlukan pengolahan. Sampai saat ini hasil tanaman porang sebagian besar di ekspor dalam bentuk umbi yang sudah dikeringkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi tanaman porang dan untuk mengetahui tingkat keragaman dan kekerabatan tanaman porang (Amorphophallus muelleri Blume) yang dikembangkan petani di daerah Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro. Penelitian dilakukan mulai bulan Februari sampai dengan Juni 2015, di wilayah Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro. Identifikasi morfologi tanaman porang pada Kabupaten Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro terdapat kesamaan pada bentuk bulbil, warna permukaan bulbil, tekstur permukaan bulbil, warna daging bulbil, bentuk umbi, tekstur permukaan umbi, warna daging umbi, bentuk daun, dan warna corak tangkai. Namun mempunyai perbedaan pada warna tangkai, bentuk corak tangkai, warna daun, dan warna permukaan umbi. Berdasarkan kemiripan morfologi tanaman porang pada kabupaten Nganjuk, Madiun, dan Bojonegoro tingkat kemiripan terendah 65,9% dan tingkat kemiripan tertinggi 100%, pada tingkat kemiripan 0,796 dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 6 tanaman yaitu NB1, NB2, NB3, MK2, MK3, MK1. Kelompok kedua terdiri dari 8 tanaman yaitu MP3, BB2, BB3, BJ2, MP1, BJ3, BB1. Pada kelompok ketiga terdiri dari 7 tanaman yaitu NS1, NS2, NS3, NT2, NT3, BJ1.
PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH JENIS BAP TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET SUB KULTUR JARINGAN TANAMAN NANAS (Ananas comosus L. Merr) Purita, Shela Yaka; Ardiarini, Noer Rahmi; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik kultur jaringan merupakan alternatif untuk memecahkan masalah rendahnya produktifitas tanaman nanas yang belum mampu memenuhi permintaan pasar. Teknologi ini telah banyak digunakan untuk pengadaan bibit seragam dan kualitasnya terjamin terutama pada berbagai tanaman hortikultura. Melalui kultur jaringan, tanaman dapat diperbanyak setiap waktu sesuai kebutuhan sehingga dapat dihasilkan bibit yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purin) yang baik untuk mempercepat pertumbuhan tunas planlet tanaman nanas yang diperbanyak melalui sub kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan pada bulan pril hinggal Juni 2015. Penelitin dilaksanakan di Laboraturium Kultur Jaringan Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, menggunakan Rancangan Acak Lengkap, Bahan planlet sub kultur yang digunakan adalah mata tunas dari mahkota nanas kultivar MD2. Peneletian ini terdiri dari satu faktor perlakuan penamabahan zat pengatur tumbuh BAP, (P0) kontrol: (P1) 0,5 ppm: (P2) 0,75 ppm: (P3) 1 ppm: (P4) 1,5 ppm: (P5) 2 ppm. Analisis data yang digunakan adalah uji F. Apabila uji F memberikan pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil Penelitian menunjukan bahwa perlakuan pemberian BAP dengan konsentrasi 2 ppm berpengaruh nyata terhadap planlet tumbuh, awal munculnya tunas, awal munculnya daun, jumlah tunas, jumlah daun, dan tinggi planlet.
PENGARUH KONSENTRASI KOLKISIN TERHADAP PERAKITAN PUTATIVE MUTAN SEMANGKA (Citrullus lanatus) Sartika, Tanti Virga; Basuki, Nur
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah semangka yang sangat digemari oleh konsumen memiliki tekstur buah yang renyah, berair dan tidak berbiji. Semangka tanpa biji merupakan tanaman poliploidi. Tanaman poliploidi dapat dihasilkan menggunakan metode perlakuan dengan bahan kimia contohnya kolkisin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kolkisin terhadap perubahan fenotipik dan dan genotipik tanaman.  Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Areng Areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada bulan Maret - Agustus 2015. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 12 perlakuan kombinasi dan 3 ulangan. Faktor pertama ialah Varietas semangka : KS (V1), Inul (V2), Kuning (V3), dan Putih (V4). Faktor kedua ialah konsentrasi kolkisin : 0 ppm (K0), 500 ppm (K1), dan 1000 ppm (K2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi kolkisin 500 ppm dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman seperti panjang sulur, jumlah daun, dan waktu berbunga, sedangkan konsentrasi kolkisin 1000 ppm dapat meningkatkan bobot buah, dan kadar gula terlarut dibandingkan perlakuan 0 ppm. Pemberian kolkisin pada konsentrasi 500 ppm, dan 1000 ppm dapat memperlihatkan perubahan warna dasar kulit buah, warna garis, warna daging buah, bentuk biji, dan ukuran biji. Jumlah dan ukuran kromosom pada perlakuan kolkisin 500 ppm, dan 1000 ppm memiliki ukuran sel yang besar dan jumlah kromosom yang lebih banyak dan lebih kecil dibandingkan perlakuan 0 ppm.
Development of Video Tutorial Operating CNC Machine Using Nanjing Swansoft Simulator Based on YouTube Chanel as an Alternative Media on Network Learning Muslim, Muslim; Basuki, Nur; Riadi, Selamat
Journal of Community Research and Service Vol. 6 No. 1: January 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v6i1.33085

Abstract

This study examines the limitations of CNC (Computer Numerical Control) machine facilities owned by the Department of Mechanical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Medan (JPTM FT UNIMED) which are obstacles for students in improving competence. From these problems, alternatives and solutions are needed, namely, utilizing the Nanjing Swansoft simulator software to improve the competence of CNC machining techniques. The lack of CNC machine facilities used in learning CNC machining engineering courses at JPTM FT UNIMED so research on this problem is still needed. This study aims to produce a video tutorial on how to operate a CNC machine using a Nanjing Swansoft simulator based on a YouTube channel. This study aims to produce a video tutorial on how to operate a CNC machine using a nanjing swansoft simulator based on a YouTube channel. The type of research used is research and development (Research and Development) from Borg and Gall. The feasibility of the product was carried out by validating media experts, material experts, learning design experts, small group tests, and field trials for students of JPTM FT UNIMED. Based on the results of product validation, the percentage of media expert assessment results is 92%, a material expert is 91%, and a learning design expert is 92%. Student responses in small group trials obtained a percentage of 92% and 93% in field trials. Based on these results, it can be concluded that the CNC Practice Video Tutorial Using the Nanjing Swansoft Simulator Based on the YouTube Channel that has been developed is feasible to be used as an alternative media for online learning for students of the Department of Mechanical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Medan.