Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis dan Rekonstruksi Asesmen Diagnostik dalam Modul Ajar Bahasa Indonesia Materi Teks Laporan Hasil Observasi Kelas X SMA/SMK Seylla Arifeni; Nufi Azam Mutaqin; Deby Luriawati Naryatmojo; Wagiran Wagiran
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3216

Abstract

Asesmen diagnostik bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi, kelemahan, dan kekuatan peserta didik. Hasil asesmen diagnostik dapat digunakan oleh guru sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan kegiatan belajar yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan belajar peserta didik. Asesmen diagnostik sebagai salah satu alat untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik perlu disusun berdasarkan standar-standar tertentu agar dapat digunakan secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kelayakan dan merekonstruksi asesmen diagnostik berdasarkan hasil analisis kelayakannya dalam modul ajar materi teks laporan hasil observasi bahasa Indonesia kelas X SMA/SMK. Penelitian ini menganalisis tiga modul ajar materi teks laporan hasil observasi pada tiga satuan pendidikan, antara lain SMKN 1 Pakis Aji, SMAN 1 Ampel, dan SMA Islam Ta’allumul Huda Bumiayu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Analisis yang dilakukan meliputi kelayakan asesmen diagnostik berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran serta level kognitif yang tercermin dalam soal-soal asesmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu dari tiga modul ajar telah memenuhi kriteria kelayakan ditinjau dari kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran. Soal-soal asesmen diagnostik dalam tiga modul ajar yang dianalisis masih menggunakan Low Order Thinking Skills (LOTS). Beberapa komponen dalam asesmen diagnostik pada tiga modul ajar yang belum memenuhi kriteria kelayakan tersebut kemudian direkonstruksi agar dapat digunakan secara optimal
Pengajaran Bahasa Indonesia Berbasis Genre: Studi Evaluasi Respons Siswa di SMPN 9 Semarang Sukarismanti Sukarismanti; Suharyo Suharyo; Klemens Maksianus Lenga; Wagiran Wagiran
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3817

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah telah mengalami perubahan menuju pendekatan berbasis genre, yang menekankan pemahaman dan penguasaan berbagai jenis teks sebagai sarana untuk mencapai kompetensi komunikatif. Penelitian ini mengevaluasi respons siswa terhadap penerapan pendekatan genre dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMPN 9 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan jumlah sampel 38 siswa. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa merasakan manfaat positif dari pendekatan ini, merasa efektif dalam memahami materi dan meningkatkan kemampuan mereka. Selain itu, pendekatan genre juga memengaruhi motivasi belajar siswa, dengan sebagian besar merasa termotivasi untuk belajar Bahasa Indonesia. Selain keterlibatan siswa, pemahaman materi juga terbukti meningkat, sebagaimana tercermin dari analisis data. Meskipun pendekatan genre memberikan dampak positif, masih ada tantangan yang dihadapi siswa, dengan beberapa mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran. Namun, penggunaan sumber daya tambahan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran membantu mengatasi hambatan tersebut. Sebagai Kesimpulan, pendekatan berbasis genre di SMPN 9 Semarang memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan pembelajaran Bahasa Indonesia, melalui peningkatan keterlibatan, motivasi, pemahaman materi, serta partisipasi siswa
Peran Wayang dalam Dongeng Fabel sebagai Media Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Denis Alfian; Fathur Rokhman; Wagiran Wagiran; Hartono Hartono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.97687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media wayang kartun dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi dongeng fabel di kelas V SDN 6 Arjawinangun. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media wayang kartun mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, khususnya dalam memahami unsur-unsur intrinsik dongeng fabel, seperti tokoh, latar, alur, dan amanat. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan partisipasi aktif selama proses pembelajaran. Guru juga merasa terbantu dengan kehadiran media ini karena dapat menyampaikan materi secara lebih menarik dan mudah dipahami. Media wayang kartun tidak hanya memperkuat daya tarik visual, tetapi juga mampu membangun suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif. Hal ini mendukung teori belajar visual dan teori konstruktivisme yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman konkret. Dengan demikian, penggunaan media wayang kartun merupakan strategi pembelajaran yang efektif dan inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi dongeng fabel di sekolah dasar. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan media serupa dalam pembelajaran lain guna menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna, kreatif, dan menyenangkan.
EVALUASI KESESUAIAN PENILAIAN SUMATIF AKHIR JENJANG KELAS XII DENGAN DISTRIBUSI RANAH KOGNITIF DALAM KURIKULUM MERDEKA Muhammad Jahfal Hanan; Maulana Phaundra Tegar Irawan; Deby Luriawati Naryatmojo; Wagiran
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i3.1504

Abstract

The Merdeka Curriculum aims to give freedom to educational institutions and teachers in designing learning that suits the needs and characteristics of students. In addition, this curriculum also directs the development of student character and skills, not just centered on achieving test scores. So the Minister of Education, Culture, Research and Technology issued a decree to implement the independent curriculum which is listed in the Decree of the Minister of Education, Culture, Research and Technology of the Republic of Indonesia number 262 / M / 2022. Based on the implementation of the independent curriculum that has been running from 2022, there has not been much discussion about the suitability of the PSAJ in terms of the distribution of the cognitive domain. The research to be carried out uses a type of qualitative research with a descriptive approach. The research will be carried out by determining the object of research on purpose, so the technique used is Purposive Sampling. The suitability of PSAJ to the distribution of cognitive domains when viewed from the percentage of each school, S01 has a distribution of Low Order Thinking Skills (LOTS), the percentage in S02 shows the assessment of PSAJ which has a level of High Order Thinking Skills (HOTS), while in S03, represents the level of test items Middle Thinking Skills (MOTS) and High Order Thinking Skills (HOTS). The knowledge dimension that is often presented is the conceptual dimension, which indicates that the questions attempt to improve learners' conceptual understanding. The thing that needs to be considered in making questions is of course not to be separated from the AKM and the need for the suitability of the level of thinking according to the ability of students.
MEMBUAT MINIATUR HONAI : BELAJAR RUMAH ADAT PAPUA DAN BAHAN ALAMI DI SEKITAR KITA Astrid Lekatompessy; Hartono; Wagiran; Faktur Rokhmand
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36097

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media manipulatif berbentuk rumah adat Honai Papua sebagai media pembelajaran IPA pada jenjang sekolah dasar. Media ini dirancang untuk mendukung pembelajaran berbasis konstruktivisme dan kontekstual, serta mendorong pemahaman konsep lingkungan, adaptasi makhluk hidup, dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian terdiri atas 25 siswa kelas V SD Agape Terpadu di Kabupaten Nabire. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, serta angket validasi ahli dan respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media manipulatif Honai memiliki validitas tinggi (skor rata-rata 89%) dan sangat layak digunakan dalam pembelajaran IPA. Penggunaan media juga meningkatkan keterlibatan siswa, rasa ingin tahu, serta kemampuan memahami konsep IPA secara kontekstual. Kesimpulan utama menunjukkan bahwa media manipulatif Honai Papua efektif digunakan sebagai alternatif media konkret dalam pembelajaran IPA sekolah dasar.