Claim Missing Document
Check
Articles

Interactive Image-Based Media for Enhancing English Vocabulary Learning in Primary Schools: A Qualitative Study Anggun Bintang Cantina Putri Pitono; Honest Ummi Kaltsum
Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 18 No. 1 (2026): Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/dinamika.v18i1.28965

Abstract

Pembelajaran kosakata Bahasa Inggris di sekolah dasar berperan penting sebagai fondasi kemampuan berbahasa lanjutan, namun pendekatan konvensional sering menimbulkan demotivasi, sikap pasif, dan kesulitan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penerapan, kendala, serta strategi penggunaan media interaktif berbasis gambar dalam pembelajaran kosakata Bahasa Inggris siswa kelas IV SD Muhammadiyah PK Andong. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif diterapkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan keabsahan data dengan triangulasi sumber serta teknik, dan analisis data menggunakan pendekatan kualitatif model Creswell melalui tiga tahapan: pengorganisasian dan pemahaman data dengan membaca menyeluruh transkrip dan catatan; pengelompokan dan analisis data dengan mengkategorikan dan mendeskripsikan temuan berkaitan media interaktif; serta interpretasi dan penarikan kesimpulan untuk menilai efektivitas, kendala penggunaan media interaktif, dan menghasilkan kesimpulan yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian menunjukkan proses penerapan berlangsung bertahap dengan aktivitas gambar, video, dan kuis yang meningkatkan fokus serta antusiasme siswa melalui visualisasi konkret. Kendala utama mencakup keterbatasan waktu dan variasi kemampuan siswa, terutama bagi yang lambat berpikir. Strategi efektif meliputi scaffolding, pengulangan kosakata, bimbingan pelafalan, serta kuis interaktif untuk evaluasi. Media interaktif berbasis gambar terbukti efektif meningkatkan penguasaan kosakata, meskipun memerlukan perencanaan matang, pengelolaan kelas optimal, dan adaptasi terhadap karakteristik siswa.
Culturally Responsive Teaching as a Strategy for Strengthening the Pancasila Student Profile in Indonesian Elementary Education Teaching Ratnasari Diah Utami; Minsih Minsih; Honest Ummi Kaltsum; Taqiya Dipsatara; Aisyara Zalzabila; Intan Putri Rahmania; Maskur Huda
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i1.9113

Abstract

This study addresses the challenges of character building within the Pancasila Student Profile (P3), particularly issues of moral degradation and cultural exclusion arising from conventional, academically oriented education systems. It aims to explore how the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach can strengthen the six dimensions of P3 in elementary education.A qualitative case study design was employed at SD Muhammadiyah 1 Surakarta, involving six teachers and 90 students from grades IV to VI. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and Focus Group Discussions (FGDs), and analyzed using the Miles and Huberman interactive model to identify patterns and themes related to CRT implementation.The findings reveal that the CRT approach significantly enhances student character development. Notable outcomes include increased collaborative engagement in ecobricks projects (Gotong Royong), improved ability to analyze phenomena grounded in local wisdom (Critical Thinking), and strengthened capacity to transform waste into functional products (Creativity). These results demonstrate that integrating sociocultural contexts into teaching fosters active, meaningful learning experiences. Furthermore, the study identifies key factors influencing implementation, including cultural relevance, teacher facilitation, and flexible instructional design.This study contributes theoretically by proposing a pedagogical model that connects the Merdeka Curriculum with local cultural realities, offering a more inclusive and context-sensitive approach to character education. Despite challenges such as limited instructional time, the flexibility of CRT integration sustains its effectiveness. Overall, the findings position CRT as a transformative framework for advancing sustainable character education in the context of globalization.
Tantangan Literasi Dasar Studi Tentang Kesulitan Membaca Dan Menulis Siswa Sekolah Dasar Arum Listyawati; Honest Ummi Kaltsum
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.80783

Abstract

Kemampuan literasi dasar merupakan fondasi krusial dalam pembelajaran di sekolah dasar, namun pada kenyataannya banyak siswa kelas rendah yang masih mengalami kesulitan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kesulitan membaca dan menulis yang dialami siswa kelas II SDN Bayan Surakarta serta mengidentifikasi faktor penyebab dan peran guru dalam penanganannya. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh temuan awal bahwa sebagian siswa pada kelas rendah menunjukkan hambatan dalam mengenali huruf, mengeja suku kata, melafalkan bunyi, serta menulis huruf dan kata secara benar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi hasil kerja siswa. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca yang paling umum meliputi ketidakmampuan membedakan huruf yang mirip, kesalahan mengeja, keliru melafalkan bunyi huruf, serta kelambatan membaca teks sederhana. Pada aspek menulis, siswa mengalami kesulitan dalam membentuk huruf, ketidaktepatan penggunaan huruf kapital dan tanda baca, tulisan yang tidak terbaca, serta jarak spasi yang tidak konsisten. Faktor penyebab di antaranya adalah lemahnya kemampuan fonetik, kurangnya latihan di rumah, rendahnya minat belajar, serta keterbatasan stimulasi lingkungan. Guru berupaya mengatasi hambatan tersebut melalui bimbingan tambahan, penggunaan metode bertahap, dan pemanfaatan media visual-auditori. Temuan ini menegaskan pentingnya pendampingan intensif dan strategi pembelajaran yang adaptif dalam mengembangkan literasi dasar siswa.
Exploring Key Factors and Solutions for English Academic Text Reading Difficulties among Elementary Teacher Education Students Kaltsum, Honest Ummi; Utami, Ratnasari Diah; Desstya, Anatri; Herliana, Shella; Pitaloka, Sinta Diah Ayu
Mimbar Sekolah Dasar Vol 12, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v12i4.94748

Abstract

English academic reading is an essential skill for undergraduates both in English major students and non-English major students. However, many non-English major students, particularly Indonesian Elementary Teacher Education (ETE) students, face significant challenges in comprehending academic English texts. This qualitative study explores the core causes of these difficulties, focusing on linguistic, psychological, environmental, and reading experience factors. Data were collected via interviews with lecturers and students and through focus group discussions (FGDs) to identify potential solutions. Results indicate that linguistic challenges, including academic vocabulary and grammar, and psychological barriers like reading anxiety, are primary obstacles. Although students have access to a conducive learning environment, their reading habits remain limited, averaging only one to three times per week. To address these issues, the study suggests increasing reading frequency and vocabulary mastery[2.1][HH2.2]. Additionally, strategies such as intensive and extensive reading practices, vocabulary development, and skimming and scanning techniques are recommended to improve comprehension. The study concludes by recommending contextually appropriate strategies to enhance academic literacy and foster more effective reading skills among ETE students.
Development of a Natural and Social Sciences Learning Model Based on Socio Scientific Issues to Strengthen Scientific Literacy of Islamic Elementary School Students Anatri Desstya; Ika Candra Sayekti; Fitri Puji Rahmawati; Yulia Maftuhah Hidayati; Honest Ummi Kaltsum; Yogi Muthohir Zuhad Mahya; Shafa Joyce Putri Kamila; Nur Ahlul Khotimah; Nita Fidyastuti; Alfina Mutiara Diaz
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 11 (2024): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i11.9094

Abstract

Science learning in the independent curriculum seems to still stand alone, is oriented cognitive learning outcomes, does not relate to social issues, and is not yet oriented towards scientific literacy. In the field, there is no yet available natural and social science learning model framework that structurally involved social, ethical and moral issues, through a Socio Scientific Issues (SSI) approach that is applicable to educational practitioners. This research aims to produce a framework for a natural and social science (IPAS) learning model based on Socio Scientific Issues (SSI) approach to strengthen students' scientific literacy in elementary school. This Design Based Research (DBR) was carried out through stages problem identification and analysis; design; testing and evaluation); and reflection. This research involved teachers and students of grade IV Islamic elementary schools in Kartasura, Sukoharjo, were taken using purposive sampling. The model validity test was carried out by experts in the fields of learning models, content and language. The resulting IPAS learning model based on Socio Scientific Issues (SSI) approach framework has a validity of 99.2% (very valid) and a learning tool of 96.5% (very valid). This model is very practical to implement (score 86%), and is quite effective in strengthening the scientific literacy of elementary school students. This model is suitable for application at other elementary school levels in a wider scope, with careful planning in terms of infrastructure and time management.
EFEKTIVITAS PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN CERITA BAHASA INDONESIA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD Ade Erita Maulina; Honest Ummi Kaltsum
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/k2z1xy75

Abstract

Abstract: Critical thinking ability is a skill that students must have in learning Indonesian. This study aims to analyze the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) learning model in improving students' critical thinking skills in learning Indonesian story material at SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari. The study used a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design involving two classes, namely the experimental class given PBL treatment and the control class using conventional learning. Data collection was carried out through pretest, posttest, observation, and documentation. The results showed that the average posttest score of the experimental class (79.5) was higher than the control class (64.25). The t-test showed a Sig. value <0.05, which means there was a significant difference between the two groups. The N-Gain analysis also showed an increase in the medium-high category for the experimental class, while the control class was in the low-medium category. Thus, the Problem Based Learning model is proven to be effective in improving students' critical thinking skills in learning Indonesian. Keyword: Problem Based Learning, Critical Thinking Skills, Indonesian Language Learning   Abstrak: Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi cerita di SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari. Penelitian menggunakan metode quasi experimental dengan desain Nonequivalent Control Group Design melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan PBL dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest, posttest, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (79,5) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (64,25). Uji-t menunjukkan nilai Sig. < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Analisis N-Gain juga menunjukkan peningkatan pada kategori sedang–tinggi untuk kelas eksperimen, sementara kelas kontrol berada pada kategori rendah–sedang. Dengan demikian, model Problem Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Kata Kunci: Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Kritis, Pembelajaran Bahasa Indonesia  
Co-Authors Ade Erita Maulina Adimas Khoirul Amala Afrin Puspasari Aisyara Zalzabila Alfia Nailis Sa’adah Alfina Mutiara Diaz Amala, Adimas Khoirul Amalia, Ulya Putri Anatri Desstya Andina Widhayanti Anggun Bintang Cantina Putri Pitono Angraini, Galuh Karmilia Arum Listyawati Aulia Kharismawati Ayu Krisma Nursuci Ayu Putri Ivana Ayu, Dinda Puspita Azani, Azzahra Putri Azmil, Isna Amalia CHOIRUN NISA Dewi, Agustina Putri Candra Dika Adi Krisnawan Dika Adi Krisnawan, Dika Adi Dina Mutlifah Doni Ferdiansyah Endang Triwahyuni Ericha Oktaviani Fadillah, Retno Faiza Alvi Millati Farida Kurnia Utami Faridatun Nashiroh Fauzy, Ibrahim Fillia, Ayu Firyal Naufali Muttaqin Fitri Puji Rahmawati Fitria Desy Dwi Kisardi Putri Fristayana, Lollita Galuh Karmilia Angraini Gita Ulfi Noorachman Hartanto, Nizar Hasti Arum Nastiti Herliana, Shella Heru Setyawan Heru Setyawan Ika Candra Sayekti Ika Irmawati Imam Mujahid Intan Putri Rahmania Irma Arifah Irmawati, Ika Kharismawati, Aulia Khotimah, Nur Ahlul Luthfi Dhiyaul Auliyah Mahya, Yogi Muthohir Zuhad Maskur Huda Meyda Rohaniah Minsih Muh Jauhar Navis Muhamad Taufik Hidayat Mutlifah, Dina Nilung Arum Kinanti Ningrum, Zahra Puspita Nita Fidyastuti Novia Kusumaningrum Novia Kusumaningrum Noviana Wijayanti Noviana Wijayanti, Noviana Nur Ahlul Khotimah Nursuci, Ayu Krisma Pinasthika, Rentah Puguh Pitaloka, Sinta Diah Ayu Puspasari, Afrin Qaulan Syadida Qonita, Farra Risti Rahayu, Resta Indah Raisia, Alifah Ratnasari Diah U Ratnasari Diah U, Ratnasari Ratnasari Diah Utami Rentah Puguh Pinasthika Rusnilawati Sahditarani, Kireyna Chivi Saputri, Ayunda Nadea Sari, Dina Mulia Permata Shafa Joyce Putri Kamila Sholehah, Balqis Putri Nuryanti Siti Nur Rohmah Syadida, Qaulan Tadzkiroh, Ummi Tansa Giri Asmaniah Taqiya Dipsatara Titisari, Alifah Dian Uslan Utami, Farida Kurnia Vina Vindya Sari Affandi Widhayanti, Andina Wili Astuti Wulandari, Alfiah Sri Murni Yanti Haryanti Yanuar Presti Wahyu Puspitaningtyas Yogi Muthohir Zuhad Mahya Yulia Maftuhah Hidayati