Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Pakan Alami Artemia Specific Pathogen free (SPF) Vibrio sp. Terhadap Insidensi Vibriosis dan Pertumbuhan Pada Pemeliharaan Post Larva Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Wiyatanto, M Toto; Setyawan, Agus; Putri, Berta
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 3, No 1 (2019): In Press
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.446 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui mengetahui efektivitas pemberian Artemia Specific Pathogen Free (SPF) Vibrio sp. terhadap insidensi vibriosis  dan pertumbuhan pada  post larva udang vaname (Litopenaeus vannamei).  Rancangan penelitian yang digunakan adalah dua perlakuan dan tiga ulangan, yaitu perlakuan A (Pemberian pakan udang vaname  PL stadia 1-10 dengan Artemia non SPF Vibrio sp.) dan B (Pemberian pakan udang vaname  PL stadia 1-10 dengan Artemia SPF Vibrio sp.). Parameter yang diamati meliputi Total Vibrio Count (TVC) pada PL udang vaname dan kualitas air pemeliharaan, pertumbuhan panjang PL udang vaname, kelangsungan hidup PL udang vaname, pH, suhu, salinitas dan oksigen terlarut (DO). Data parameter TVC, pertumbuhan panjang dan kelangsungan hidup udang vaname diuji menggunakan uji T dengan taraf signifikan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan alami Artemia SPF Vibrio sp. memberikan pengaruh terhadap efektifitas nilai insidensi vibriosis pada Post Larva udang vaname sebesar 0,30%, pertumbuhan mutlak sebesar 4,44 mm, pertumbuhan harian sebesar 0,5 mm dan tingkat kelangsungan hidup sebesar 74,4%.
Pembinaan Usaha Budidaya Kerang Hijau dan Ikan di Pulau Pasaran Lampung Putri, Berta
Sakai Sambayan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v2i1.50

Abstract

Abstrak Pulau Pasaran terletak di Teluk Lampung dan dikenal sebagai penghasil ikan teri, namun potensinya tidak hanya sebatas pengolahan ikan melainkan juga usaha budidaya salah satunya adalah kerang hijau (Perna viridis). Kondisi perairan Pulau Pasaran cukup mendukung untuk usaha budidaya terutama lokasi geografisnya yang dekat dengan pusat kota Bandar Lampung sehingga memudahkan dalam proses transportasi. Namun usaha kerang hijau masih belum optimal karena teknologi rakit yang sederhana serta belum adanya upaya polikultur. Khalayak sasaran merupakan pembudidaya kerang hijau di Pulau Pasaran, Bandar Lampung di mana proses pembinaan diawali dengan survei, focus group discussion, penguatan teori, praktek dan pemberian denplot serta evaluasi. Program pembinaan dan introduksi sistem polikuktur kerang dan ikan dapat diterima oleh masyarakat danlebih meningkatkan produktivitas usahbudidaya serta menjadikan Pulau Pasaran tidak hanya sebagai penghasil teri melainkan juga menjadi pusat produksi kerang hijau dan ikan di Lampung. Kata kunci: pembinaan, budidaya, kerang hijau, ikan, Pulau Pasaran
Effect of Different Salinityon Growthand Carotenoid Content of Dunaliella sp. In Lamtoro Leaves Extract Media (Leucaena leucocephala) Dharta Mahardani; Berta Putri; Siti Hudaidah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v7i1.1950

Abstract

Dunaliella is a green microalgae that produces carotenoids, one of the carotenoid typesproduced is β-carotene which accumulated in very high amounts in some stressfulconditions such as nitrogen limitations, high salinity and exposure high light intensity.Leucaena leucocephala is one of the natural ingredients that  potential as a source ofnutrition of Dunaliella sp. growth. The aim of this study was to determine the effect ofdifferent salinity in Lamtoro Leaves Extract Media on growth and carotenoid contentDunaliella sp. The research was conducted in Aquaculture Laboratory, AgricultureFaculty, Lampung University. The design of research was used completely randomizeddesign with 4 treatments and 3 repetitions. The treatments used was Lamtoro Leaves extract media with salinity  30 ppt, 35 ppt, 40 ppt, and 45 ppt. The result showed thatmedia of Lamtoro Leaves extract with different salinity gave significant effect on celldensity and carotenoid content of Dunaliella sp. (p<0,05). The results of this studyshowed that the best cell growth occurred in the treatment of salinity 30 ppt with celldensity reached 5,09×106cells/ml, while the highest carotenoid content was produced at35 ppt salinity treatment of 1,0668 g/ml
Penapisan Bakteri Pendegradasi Total Ammonia Nitrogen dari Sedimen Tambak Tradisional Udang Windu (Penaeus monodon) Eva Susanti; Esti Harpeni; Agus Setyawan; Berta Putri
AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.292 KB)

Abstract

Bioremediasi merupakan salah satu upaya untuk mengurangi limbah tambak dengan memanfaatkan kemampuan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kandidat isolat bakteri bioremediasi yang mampu mendegradasi total ammonia nitrogen (TAN) dari sedimen tambak tradisional.  Sedimen didapat dari tiga tambak udang windu (Penaeus monodon) di Desa Mulyosari, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung dengan jarak tambak dari pantai yaitu antara 600 - 1800 m). Metode phenate digunakan untuk menguji pendegradasi TAN. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga isolat bakteri terbaik yang mampu menurunkan kandungan TAN adalah TI6, TI1, dan TII5 sebanyak 0,10; 0,06 mg/l dan 0,06 mg/l secara berurutan. Ketiga isolat tersebut diidentifikasi sebagai genus Campylobacter, Listeria dan Nitrosococcus.
The Effect of Sex Reversal Using 17α-Methyltestosterone Hormones Towards The Colour Intensity of Male XX And Female XYFighting Fish (Betta Sp.) Muhammad Perbriansyah; Tarsim Tarsim; Herman Yulianto; Berta Putri
AQUASAINS Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.003 KB)

Abstract

Fighting fish (Betta sp.) is endemic fresh water fish of Southeast Asia that has become one of Indonesias export commodities. Male fighting fish has brighter colour then the female. Mono-sexual male fighting fish population can be obtained through sex reversal method (female to male). However, male fighting fish suspected sex reversal results will likely have a low color intensity. This study aims to determine the effect of sex reversal using 17α-methyltestosterone hormone toward colour intensity of male fighting fish with XX genotype as the results of sex reversal and the original male fighting fish XY genotype. The research design consisted of 2 treatments with 3 replications. The determination of the observations grade toward the colour intensity of fighting fish is done by comparing the original colour of the fish using coloured paper Modified Toka Colour Finder (M-TCF) which were observed by 5 observers for the accuracy of the data. The results showed that there is significant effect of sex reversal using 17α-methyltestosterone hormone toward the colour intensity of the male fighting fish XX to XY males. On the whole, the mean observed colour intensity for P1 (with sex reversal) is 18.33 and P2 (without sex reversal) is 28.33, it shows that the P1 has lower brightness than P2.
TRANSPORTASI BASAH BENIH NILA (Oreochromis niloticus) MENGGUNAKAN EKSTRAK BUNGA KAMBOJA (Plumeria acuminata) Ridho Ilhami; Mahrus Ali; Berta Putri
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.257 KB)

Abstract

Transportasi benih nila (Oreochromis niloticus) merupakan bagian dalam kegiatan usaha pembenihan  nila. Metode transportasi yang dapat digunakan salah satunya adalah transportasi sistem basah dengan memanfaatkan ekstrak bunga kamboja (Plumeria acuminata) sebagai bahan anestesi (pembiusan). Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak bunga kamboja yang paling efektif dalam anestesi benih nila pada transportasi sistem basah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan A (0 mg/L), B (0,398 mg/L ekstrak bunga kamboja), C (1,584 mg/L ekstrak bunga kamboja), dan D (6,304 mg/L ekstrak bunga kamboja), masing-masing perlakuan 6 ulangan. Parameter yang diamati adalah uji toksisitas, kecepatan pingsan, lama pulih sadar, tingkat kelangsungan hidup, kecepatan pertumbuhan dan kualitas air (suhu, oksigen terlarut dan pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak bunga kamboja antar perlakuan berbeda nyata (P>0,05) terhadap periode kecepatan pingsan, lama waktu pulih sadar, tingkat kelangsungan hidup dan kecepatan pertumbuhan harian. Konsentrasi ekstrak bunga kamboja antar perlakuan tidak berbeda nyata (P<0,05) terhadap tingkat kelangsungan hidup dan kecepatan pertumbuhan harian benih nila. Konsentrasi ekstrak bunga kamboja yang paling efektif untuk teknik anestesi dalam transportasi sistem basah adalah 6,304 mg/L dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 94,43%
EFEKTIFITAS AMPAS TEBU YANG DIFERMENTASI SEBAGAI MEDIA BUDIDAYA CACING SUTRA (Tubifex sp.) Surya Edma Syaputra; Henny Wijayanti Maharani; Berta Putri
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.661 KB)

Abstract

The utilization of bagasse for additional culture medium of sludge worm (Tubifex sp.) was suppossed to examine the effect of the addition of fermented bagasse in the culture medium on the sludge worm biomass. This research used completely randomized design with 5 treatments and 3 replications. The treatments were 100% bagasse (A); 75% bagasse & 25% mud fields (B); 50% bagasse & 50% mud fields (C); 25% bagasse & 75% mud fields (D); and 100% mud fields (E). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) test and then continued with Least Significant Difference (LSD) test. The result showed that the best treatment was D treatment (25% bagasse fermented and 75% field mud) with the population 167,618 ind/m2 dan biomass 380.94 gr/m2. Water quality of cultured were temperature of 27°C, pH of 6,9-7,2, dissolved oxygen of 3,6-4,7 ppm, and ammonia of 0,06-2,37 ppm. 
PENAMBAHAN TEPUNG PUCUK Indigofera zollingeriana (Miquel, 1855) DALAM PAKAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS WARNA IKAN SUMATRA Puntigrus tetrazone (Bleeker, 1855) Enggi Rizki Pratama; Berta Putri; Luki Abdullah; Indra Gumay Yudha; Dwi Mulyasih
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.061 KB) | DOI: 10.23960/jrtbp.v7i2.p889-896

Abstract

Tiger barb (Puntigrus tetrazona) is one of the ornamental freshwater fish which has unique body shape and color compare to another ornamental fish. Fish color quality is caused by chromatophore pigmen cells in the epidermis layer. Increasing of color quality in fish can be reach through the addition of indigofera leaf meal that contain carotenoid. The aim of this research to study the effect of addition meal of Indigoferazollingerianaleaf on colour quality and growth of tiger barb. The experimental design used completely randomized design with 5 treatments i.e 0%, 5%, 10%, 15%, 20% of I. zollingeriana meal added in fish feed. The results showed that the addition of I. zollingeriana meal could increase tiger barb color quality. The addition of 15% I. zollingeriana meal was the best treatment
Penerapan Teknik Imotilisasi Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Menggunakan Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) Pada Transportasi Basah Musfirotun Aini; Mahrus Ali; Berta Putri
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.79 KB)

Abstract

Transportasi benih nila (Oreochromis niloticus) merupakan tahapan penting dalam keberhasilan pembesaran nila. Pemanfaatan bahan pembius lokal seperti daun bandotan (Ageratum conyzoides) dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan transportasi basah berupa aktivitas metabolisme benih yang tinggi yang menyebabkan stres dan sintasan benih menjadi rendah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun bandotan yang paling baik untuk teknik imotilisasi dan pengaruhnya terhadap tingkat sintasan benih ikan nila. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan                 A (0 mg/L), B (1,585 mg/L ekstrak daun bandotan), C (2,512 mg/L ekstrak daun bandotan), dan D (3,982 mg/L ekstrak daun bandotan), masing-masing perlakuan 6 ulangan. Parameter yang diamati adalah uji toksisitas, kecepatan pingsan, lama pulih sadar, tingkat kelangsungan hidup, kecepatan pertumbuhan dan kualitas air (suhu, oksigen terlarut dan pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun bandotan antar perlakuan berbeda nyata (P>0,01) terhadap periode imotilisasi, lama waktu pulih sadar, sintasan setelah transportasi dan pemeliharaan. Konsentrasi ekstrak daun bandotan antar perlakuan tidak berbeda nyata (P<0,05) terhadap kecepatan pertumbuhan harian benih nila. Konsentrasi yang sesuai untuk teknik imotilisasi sebesar 3,982 mg/L dengan tingkat kelangsungan hidup benih 95,55%.
PENGARUH SUBTITUSI PARSIAL TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG TULANG TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus.) Soraya Sopha; Limin Santoso; Berta Putri
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.643 KB)

Abstract

Tepung Ikan (TI) merupakan bahan baku utama dalam pembuatan pakan. Tetapi ketersediaan dan tingginya harga tepung ikan tersebut menjadi  kendala untuk para pembudidaya. Oleh sebab itu dibutuhkan bahan baku pakan alternatif yaitu tepung tulang (TT) yang dapat menggantikan sebagian dari penggunaan tepung ikan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh proporsi tepung tulang yang berbeda pada pakan terhadap pertumbuhan ikan lele sangkuriang. Penelitian ini dilakukan di laboraturium Budidaya Perikanan jurusan Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan, yaitu A (40,65% TI + 0% TT); B (36,65% TI + 4% TT); C (32,65% TI + 8% TT); D (28,65% TI + 12% TT); E (24,65% TI + 16 TT) serta tiga kali ulangan. Ikan uji dipelihara dalam akuarium berukuran 60x40x40 cm3 selama 50 hari dengan kepadatan penebaran 15 ekor per aquarium dengan berat rata-rata 1 ± 0,96 gram. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA ( 0,05) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Variabel yang diamati yaitu pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan harian, sintasan, rasio konversi pakan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa proporsi tepung tulang yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan lele sangkuriang. Subtitusi parsial pada perlakuan C (32,65% TI + 8% TT) memberikan pertumbuhan berat mutlak tertinggi pada ikan lele sangkuriang sebesar 12,04 gr serta FCR sebesar 1,42 sedangkan perlakuan E (24,65% TI + 16 TT) memberikan pertumbuhan berat mutlak terendah sebesar 7,19 gr serta FCR sebesar 1,75.