Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI KINERJA KOMITE SEKOLAH DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 KOTA TERNATE Irfandi R. Hi Mustafa; Marwia Tamrin Bakar; Sulfi Abdul Haji
Daiwi Widya Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v9i2.1153

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the performance of the committee as a deliberative body, as a supporting body, as a controlling body and as a liaison body in school-based management at SMA Negeri 1 Kota Ternate. Descriptive qualitative research method with data collection through observation, interviews and documentation. Data analysis research data reduction, data presentation and conclusions. The subjects of this study were school committees and school principals. The research results showed that: 1). The school committee as a deliberative body was quite good in terms of school planning, program planning (curriculum, PMB and Assessment), management of educational resources (HR, S/P, Budget); 2) The school committee as a supporting body is quite good in terms of managing resources, managing facilities and infrastructure and managing the budget; 3) The school committee acts as a controller in terms of controlling educational planning, monitoring school program planning and monitoring educational output and 4) The school committee as a liaison body was quite good in terms of planning, program implementation and management of educational resources.Keywords: Performance, School Committee, School Based Management.
Learning Obstacle Siswa dalam Memahami Konsep Turunan Fungsi Ditinjau dari Struktur Materi Aco Aldi La Misi; Soleman Saidi; Marwia Tamrin Bakar
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.544 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan learning obstacle siswa SMA Negeri 1 Kota Ternate dalam memahami konsep turunan fungsi ditinjau dari struktur materi. Penelitian ini dipilih 5 orang siswa yang terdiri dari 1 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan dari siswa kelas XII IPA 2 sebagai subjek penelitian yang ditentukan berdasarkan hasil tes. Siswa yang terpilih sebagai subjek penelitian tersebut, merupakan perwakilan dari siswa yang mengalami learning obstacle. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dan wawancara. Tes digunakan untuk menganalisis pemahaman konsep turunan fungsi siswa, dan wawancara digunaan untuk menelusuri penyebab learning obstacle siswa. Metode analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian pada siswa SMA Negeri 1 Kota Ternate kelas XII IPA 2 yang berjumlah 32 siswa dapat disimpulkan bahwa terdapat masing-masing 3 siswa (9,375%) yang kaberhasilannya kategori sangat tinggi, 6 siswa (18,75%) kategori tinggi, 12 siswa (37,5%) kategori sedang, 7 siswa (21,875%) kategori rendah, dan 4 siswa (12,5%) kategori sangat rendah. Berdasarkan hasil kerja dan wawancara terhadap siswa yang mewakili setiap kategori disimpulkan bahwa siswa yang mewakili tingkat keberhasilan sangat tinggi memiliki learning obstacle kategori didaktis atau didactical obstacle, siswa yang mewakili tingkat keberhasilan tinggi memiliki ontegenic obstacle dan dedaktical obstacle, siswa yang mewakili tingkat keberhasilan sedang memiliki didactical obstacle dan epistemological obstacle, siswa yang mewakili tingkat keberhasilan rendah memiliki tiga hambatan sekaligus yaitu ontogenic obstacle, didactical obstacle, dan epistemological obstacles, dan begitupun dengan siswa yang mewakili tingkat keberhasilan sangat rendah juga memiliki tiga hambatan sekaligus. Hasil wawancara menunjukan beberapa materi yang harus dilalui oleh peserta didik sebelum mempelajari materi turunan fungsi bilangan pecahan, bentuk aljabar, bentuk akar dan pangkat, turunan fungsi biasa, turunan fungsi trigonometri dan yang terakhir adalah turunan fungsi yang dikomposisikan. Subjek penelitian yang dipilih berdasarkan kategori tersebut tidak menyebutkan materi limit, walau begitu materi limit tidak bisa dilepaskan dengan materi turunan fungsi karena definisi turunan fungsi melalui materi limit.
Komunikasi Matematis: Jenis, Standar, Peranan, Pengembangan, dan Keefektifannya Joko Suratno; Ariyanti Jalal; Marwia Tamrin Bakar
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.814 KB)

Abstract

Komunikasi matematis merupakan salah satu cara untuk bertukar gagasan atau memperjelas pengetahuan. Komunikasi matematis memiliki tiga aspek yang berbeda. Ketiga aspek tersebut adalah komunikasi tentang matematika (communication about mathematics), komunikasi di dalam matematika (communication in mathematics), dan komunikasi dengan matematika (communication with mathematics). Selain itu, artikel ini juga membahas tiga cara yang dapat dilakukan siswa untuk berkomunikasi dengan gurunya, yaitu dengan cara lisan, tertulis, dan perilaku fisik. Standar komunikasi juga dibahas dalam tulisan ini, karena kemampuan komunikasi di setiap jenjang pendidikan tentunya berbeda-beda. Peranan komunikasi, cara mengembangkan komunikasi, dan keefektifan komunikasi penting untuk diketahui karena komunikasi yang baik akan terjadi apabila penerima pesan memahami apa yang disampaikan oleh pengirim pesan. Oleh karena itu, perlu kiranya seluruh komponen yang terlibat dalam sebuah komunikasi memainkan peranannya agar terjadi komunikasi yang baik.
Analisis Kemampuan Disposisi Berpikir Kritis Matematis Mahasiswa Program studi Matematika pada Mata Kuliah Aljabar Purningsih Rasid; Marwia Tamrin Bakar; Wilda Syam Tonra
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 2 (2021): Mei
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1472.924 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan disposisi berpikir kritis matematis mahasiswa program studi pendidikan matematika pada mata kuliah aljabar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika semester 6. Teknik pengumpulan data dimulai sebelum penelitian yaitu dengan memilih subjek penelitian yang telah mengikuti perkuliah aljabar dan mempelajari materi SPLTV setelah itu peneliti melakukan pengambilan data dengan memberikan tes terkait soal aljabar materi SPLTV, dilanjutkan dengan pemberian angket untuk diisi oleh subjek penelitian dan wawancara untuk mengklarifikasi kembali jawaban pada soal tes dan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan mentranskrip data verbal yaitu mengubah data verbal ke data tertulis, kategorisasi data yaitu memilah data instrument tes, angket dan pedoman wawancara berdasarkan indikator disposisi berpikir kritis matematis, mereduksi data yaitu memfokuskan dan memiliah hal-hal yang penting serta membuang data yng tidak perlu, triangulasi data yaitu pencocokan data pada setiap instrument yang akan dipakai, menelaah data yaitu menganalisis data yang tersedia dan akan digunakan, penyajian data yaitu dalam bentuk naratif, dan penarikan kesimpulan dengan tujuan untuk merumuskan kembali disposisi berpikir kritis matematis yang dmiliki mahasiswa pada mata kuliah aljabar. Hasil penelitian kemampuan disposisi berpikir kritis matematis mahasiswa program studi pendidikan matematika dalam mata kuliah aljabar adalah sebagai berikut: 1) Kemampuan disposisi berpikir kritis matematis yang mewakili kategori sedang yaitu meliputi indikator pencarian kebenaran, berpikiran terbuka, analitis, dan rasa ingin tahu sedangkan indikator sistematis dan kepercayaan dri belum dimilikinya dan 2) Kemampuan disposisi berpikir kritis matematis yang dimiliki oleh subjek dengan kategori rendah yaitu meliputi indikator berpikiran terbuka, analitis, dan kepercayaan diri sedangkan indikator pencarian kebenaran, sistematis dan rasa ingin tahu belum dimilikinya.
Analisis Kemampuan berpikir Komputasi Matematis Siswa SMP pada Materi Persamaan Kuadrat Nilam D. Jamna; Hasan Hamid; Marwia Tamrin Bakar
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 3 (2022): September
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.132 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan berpikir komputasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 5 Kota Ternate. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 5 Kota Ternate yang berjumlah 20 orang siswa.  Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan doumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian kemampuan berpikir komputasi matematis siswa pada materi persamaan kuadrat dapat dikelompokan sebagai berikut sebanyak 1 orang atau (5%) dengan kategori berkemampuan sangat tinggi, sebanyak 2 orang atau (10%) dengan kategori berkemampuan tinggi, sebanyak 7 orang atau (35%) dengan kemampuan kategori sedang, dan sebanyak 10 orang atau (50%) dengan kemampuan berkategori rendah. Dari hasil penelitian Peserta didik pada kategori tinggi sudah mampu memenuhi semua indikator, pada peserta didik dengan kategori cukup sudah mampu memenuhi soal dengan indikator Decomposition dan Pettern recognition namun kurang pada indikator Algorithms dan Debugging, sedangkan pada Peserta didik dengan kemampuan berkategori rendah, kurang mampu dalam memenuhi indikator Decomposition, Pettern recognition. Algorithms, dan Debugging.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Segitiga Nuryanti M Tawary; Ahmad Afandi; Marwia Tamrin Bakar
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 3 (2021): September
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.333 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Jenis penelitian kualitatif yang menjelaskan tentang kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal pada materi segitiga. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 subjek jadi masing-masing dipilih 3 subjek untuk mewakili 3 kategori kemampuan pemecahan masalah matematis siswa untuk memberikan informasi tentang setiap kemampuan pemecahan masalah untuk setiap kategori yaitu tinggi, sedang, rendah. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes, wawancara, dokumentasi dan triangulasi, langkah-langkah dalam analisis data adalah sebanyak 7 dari 12 siswa dengan nilai persentase (58,33%) memiliki kemampuan pemecahan masalah dengan kategori tinggi untuk indikator memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah, menuliskan rencana penyelesaian, memeriksa kembali hasil. Kemudian 3 dari 12 siswa dengan nilai persentase (25%) memiliki kemampuan pemecahan masalah yang sedang, untuk indikator memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah, menulis rencana penyelesaian, memeriksa kembali hasil. Dan 2 dari 12 siswa dengan jumlah persentase (16,66%) memiliki kemampuan pemecahan masalah pada kategori rendah.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Berdasarkan Gender Vivi Radika Fabanyo; Marwia Tamrin Bakar; Fitriana Eka Chandra
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.038 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar berdasarkan gender. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah instrument tes, wawancara dan dokumentasi. Tekik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, triangulasi data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 siswa. Kemudian diambil 5 siswa sebagai perwakilan subjek pada setiap kategori. Masing-masing terdiri dari 3 siswa laki-laki, yaitu SL-8, SL-7 dan SL-17 dan 2 siswa perempuan, yaitu SP-10 dan SP-9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Subjek SL-8 mampu menyelesaikan semua tahapan pemecahan masalah matematika, 2) Subjek SL-7 dan subjek SP-10 mampu menyelesaikan hampir semua tahapan pemecahan masalah matematis. Tetapi subjek SP-10 masih mengalami sedikit kesulitan dalam memahami masalah. Selain itu, keduanya masih keliru dalam melakukan tahap akhir, yaitu memeriksa kembali, 3) Subjek SL-17 dan SP-9 hanya mampu melakukan beberapa tahapan pemecahan masalah, yaitu memahami masalah, merencanakan masalah dan melaksanakan masalah keduanya belum mampu melakukan tahap akhir pemecahan masalah, yaitu memeriksa kembali.
“BAGAIMANA ORANG-ORANG DI ZAMAN PRIMITIF BERHITUNG?“ STUDI KASUS PADA MAHASISWA CALON GURU Yulyanti Harisman; Difa Aziza; Muchamad Subali Noto; Lukman Harun; Marwia Tamrin Bakar
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 8, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v8i1.9154

Abstract

Pada zaman primitif perhitungan sudah digunakan dengan cara sederhana. Penelitian ini akan memaparkan bagaimana proses berpikir cara berhitung pada zaman primitif. Selanjutnya proses berpikir yang dilakukan dieksternalisasikan dengan proses berpikir cara berhitung pada siswa zaman sekarang, dan mengetahui sejauh mana pengetahuan mahasiswa calon guru tentang bagaimana orang primitif berhitung. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan metode meta analisis dan studi kasus. Meta analisis menggunakan beberapa jurnal dan buku, selanjutnya kurikulum pada sekolah di analisis dan dicari hubungannya dengan proses berpikir cara berhitung zaman primitif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menelaah, menganalisis, dan menghubungkan proses berpikir berhitung zaman primitif dengan materi sekolah. Studi kasus didapat dari mewawancara delapan mahasiswa dari program studi pendidikan matematika 2021. Instrumen penelitian ini adalah 1) ketertarikan peneliti mengenai perhitungan primitif; 2) wawancara terbuka mengenai perhitungan primitif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur review dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan cara-cara orang primitif berhitung dan menunjukkan manusia pada zaman primitif sudah mengenal bilangan, cara berhitungnya masih digunakan untuk pembelajaran berhitung pada saat ini serta studi kasus dengan mahasiswa calon guru menunjukkan bagaimana mahasiswa pendidikan matematika merespon tentang cara berhitung pada zaman primitive dengan kategori respon yaitu: (1) Counting Media Primitive Student yang merupakan kategori mahasiswa yang mendefinisi perhitungan di zaman primitif dengan mengaitkan dengan alat-alat yang digunakan untuk berhitung pada zaman primitif; (2) Symbol Primitif Student adalah kategori mahasiswa yang mendefinisikan perhitungan primitif dengan memperhatikan simbol pada zaman primitif.
Students' Mathematical Logical Thinking in Terms of Learning Style Muchamad Subali Noto; Mohd Hasril Amiruddin; Siti Maemunah; Marwia Tamrin Bakar; Pipin Sumarni
Rangkiang Mathematics Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Rangkiang Mathematics Journal
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Padang (UNP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/rmj.v2i1.24

Abstract

One of the mathematical abilities that students must have been the ability to think logically. Students' mathematical logical thinking skills are still at a low level, resulting in students having difficulty learning the material given at school, especially straight-line equation material so in solving problems, various mistakes were found by students. This study aims to describe students' logical thinking skills in solving straight-line equation problems based on logical thinking skills and to describe students' learning styles with a thematic approach. This research is a descriptive study with a qualitative approach. This research was conducted randomly with the research subjects of class VIII as many as 20 students filling out the questionnaire and 4 subjects who took the logical thinking ability test, whichconsists of one student with high logical thinking skills, one student with moderate logical thinking skills, one student with thinking skills. low logical thinking, and one student with very low logical thinking skills. The data collection procedure in this study was a description test and a questionnaire to see students' learning styles. The results showed that the average logical thinking ability of students was 61.9 inthe low category and the presentation of student learning styles was 10.8% visual, verbal 11.2%, aural 10.95%, physical 9.4%, logical 10.6. %, social 12.5%, and solitary 10.2%. This research can be carried out by the teacher to determine the students' logical thinking ability in solving the questions they give and can see the student's learning style so that the material presented is well received by students.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Berdasarkan Gender pada Materi Aritmatika Sosial Puput Puput; Marwia Tamrin Bakar; Diah Prawitha Sari
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan gender pada materi aritmetika sosial di SMP Negeri 3 Tidore Kepulauan. Pengumpulan data  kemampuan berpikir kritis matematis siswa menggunakan teknik tes dan wawancara. Instrumen tes yang digunakan 2 butir soal tentang kemampuan berpikir kritis matematis yang telah divalidasi. Data kemampuan berpikir kritis siswa matematis yang di kumpulkan di analisis secara koalitatif dengan cara mereduksi data, penyajian data, triangulasi dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-3 SMP Negeri 3 Tidore Kepulauan sebanyak 20 siswa, kemudian dipilih 4 siswa sebagai perwakilan subjek penelitian berdasarkan gender untuk dilakukan wawancara sebagai bentuk triangulasi dan dilihat kepastian jawaban siswa. Karena yang dipilih menunjukkan bahwa siswa diperoleh 2 perempuan dengan kualifikasi tinggi dan 2 laki-laki dengan kualifikasi rendah. Empat objek penelitian terpilih karena untuk kategori tinggi tidak ada siswa laki-laki dan untuk kategori rendah tidak ada siswa perempuan. Kategori tingkat tinggi yaitu mampu memenuhi enam indikator yang ingin dicapai walaupun masih salah dan kurang tepat dalam penulisannya. Sedangkan kategori tingkat rendah yaitu tidak mampu memenuhi ke enam indikator yang ingin dicapai.