Claim Missing Document
Check
Articles

Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Sekolah di Era Revolusi Industri 4.0 Fitra Nita Nur; Mardia Hi Rahman; Marwia Tamrin Bakar
Manajemen Kreatif Jurnal Vol. 1 No. 1 (2023): Februari: Manajemen Kreatif Jurnal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/makreju.v1i1.989

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis mengenai kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah di era revolusi industry 4.0. Metode yang digunakan dalam artikel ini yaitu studi literatur. Data diperoleh dengan cara mengkaji berbagai sumber lteratur. Hasil menunjukan bahwa kepemimpinan kepala sekolah pada era revolusi industri 4.0 diharuskan untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi dalam menjalankan kepemimpinannya. Hal ini, sangat mempengaruhi mutu sekolah dalam menghadap perkembangan zaman. Salah satu unsur yang harus direalisasikan kepala sekolah dalam kepemimpinannya yaitu peran penting kepemimpinan untuk menjalankan kepemimpinannya secara efektif dan efisien. Kepala sekolah diharapkan dapat meninjau kembali sistem yang telah terapkan selama ini, apakah sistem tersebut telah jalan dan sesuai dengan perkembangan di era revolusi industry 4.0.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Etnomatematika untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Siswa SMK Marwia Tamrin Bakar; Winda Febriyanti Anwar
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 9 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan literasi numerasi siswa di Indonesia masih rendah. Hal ini disebabkan kurang adanya pengembangan perangkat pembelajaran matematika yang memuat unsur budaya sebagai konteks literasi numerasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar berbasis etnomatematika untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa. Proses pengembangan mengacu pada model ADDIE yang terdiri lima tahap yaitu analisis, perancangan, pengembangan, penerapan dan evaluasi, dengan subjek penelitian yaitu 75 siswa kelas XII di SMK Negeri 3 Halmahera Utara dan SMK Negeri 2 Kota Ternate. Instrumen pengumpulan data melalui observasi, lembar validasi, angket respon guru dan siswa, instrumen tes, dan dokumentasi. Hasil uji validitas menunjukkan bahan ajar dinyatakan valid dengan persentase sebesar 86,50%, hasil uji kepraktisan sebesar 96% pada kategori sangat praktis dan hasil uji keefektifan sebesar 89,20% pada kategori efektif. Penelitian pengembangan ini telah menghasilkan bahan ajar berbasis etnomatematika yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa SMK.
Mathematical Thinking Processes of Junior High School Students in Solving Contextual Problems Based on Learning Styles Setiyani, Setiyani; Bakar, Marwia Tamrin; Karimah, Nurul Ikhsan; Sumarwati, Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v15i1.3626

Abstract

Masalah kontekstual menuntut proses berpikir matematis yang runtut, logis, dan reflektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses berpikir matematis siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual berdasarkan kerangka Mason (tahap entry, attack, dan review) ditinjau dari gaya belajar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan siswa kelas VII SMP Negeri di Kota Cirebon. Tiga subjek dipilih secara purposif untuk mewakili gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Data dikumpulkan melalui tes, angket gaya belajar, dan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan perbedaan karakteristik berpikir: siswa visual memenuhi seluruh indikator pada semua tahapan; siswa auditori mampu pada tahap entry dan attack namun terbatas dalam mengembangkan solusi pada tahap review; sedangkan siswa kinestetik hanya memenuhi sebagian indikator dan kesulitan dalam justifikasi serta refleksi. Temuan ini menegaskan pengaruh gaya belajar terhadap kualitas proses berpikir matematis. Implikasinya, pembelajaran matematika perlu dirancang secara adaptif untuk memperkuat penalaran dan refleksi siswa sesuai karakteristik belajarnya. Contextual problems in mathematics require a mathematical thinking process that is coherent, logical, and reflective. This study aims to analyze students' mathematical thinking processes in solving contextual problems based on Mason’s framework—comprising the entry, attack, and review phases—viewed through learning styles. Utilizing a descriptive qualitative approach, the study involved seventh-grade students at a state junior high school in Cirebon. Three subjects were purposively selected to represent visual, auditory, and kinesthetic learning styles. Data were gathered through mathematical thinking tests, learning style questionnaires, and in-depth interviews. The results reveal distinct characteristics: visual learners met all indicators across all phases; auditory learners succeeded in the entry and attack phases but struggled with developing alternative solutions during the review phase; while kinesthetic learners only met partial indicators and faced difficulties in providing justification and reflection. These findings underscore the influence of learning styles on the quality of mathematical thinking. Consequently, mathematics instruction should be adaptively designed to strengthen student reasoning and reflection according to their learning characteristics.
PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS: DARI KOGNISI INDIVIDUAL MENUJU PRAKTIK EPISTEMIK–DISKURSIF Irmawati Liliana Kusuma Dewi; Cita Dwi Rosita; Marwia Tamrin Bakar
Euclid Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/e.v13i1.11834

Abstract

Mathematical conceptual understanding is a fundamental goal of mathematics education, particularly in higher education where students are required to engage with abstract concepts, formal structures, and relationships among mathematical ideas. However, research consistently indicates that instructional practices tend to prioritise procedural success over the development of deep conceptual understanding. This article aims to systematically synthesise research on undergraduate students’ mathematical conceptual understanding by adopting an epistemic–discursive perspective. A systematic literature review was conducted on Scopus-indexed journal articles published between 2014 and 2024 that focus on higher education mathematics. The findings indicate that mathematical conceptual understanding is constructed through the interaction of mathematical representations, discourse and communication, mathematical reasoning, and epistemic norms embedded in learning environments. The review also reveals that conceptual understanding should not be viewed solely as an individual cognitive attribute, but rather as a practice that develops through students’ participation in formal mathematical activity. Based on this synthesis, the article proposes an integrative conceptual framework that positions mathematical conceptual understanding as an epistemic–discursive practice. This framework is expected to contribute to theoretical advancement and inform future research and instructional design in undergraduate mathematics education.
Analisis Keselarasan Mutu Kelembagaan dan Mutu Hasil Belajar di Kota Tidore Kepulauan Washliyatul Qodari; Said Hasan; Marwia Tamrin Bakar
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3306

Abstract

Penelitian ini menganalisis keselarasan antara mutu kelembagaan (structural quality) yang diwakili oleh akreditasi (BAN-PDM, 2025) dan hasil pembelajaran (functional quality) yang diwakili oleh capaian literasi-numerasi (Rapor Pendidikan, 2025) di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Melalui pendekatan deskriptif kuantitatif, sampel sebanyak 164 satuan pendidikan ditentukan secara purposive dan dianalisis menggunakan matriks keselarasan untuk memetakan akreditasi dengan komposit literasi-numerasi dalam tiga kelompok utama: selaras, kesenjangan negatif, dan kesenjangan positif. Temuan mengungkap kesenjangan negatif antara akreditasi dan komposit literasi-numerasi. Sebanyak 20,5% satuan pendidikan berakreditasi A berkategori "Kurang" pada komposit literasi-numerasi, 51,3% berkategori "Sedang" pada komposit literasi-numerasi, dan 56,7% satuan pendidikan berakreditasi B berkategori "Kurang" pada komposit literasi-numerasi. Hasil ini mengindikasikan lemahnya konsistensi antara mutu struktural dan kinerja proses inti pembelajaran (technical core), yang menunjukkan bahwa sistem penjaminan mutu pendidikan belum terintegrasi secara optimal. Temuan ini menunjukkan perlunya pemanfaatan data capaian hasil belajar secara lebih optimal dalam sistem penjaminan mutu pendidikan, sehingga evaluasi mutu tidak hanya merefleksikan kelengkapan struktural, tetapi juga mutu hasil belajar peserta didik.