Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan kemampuan berhitung dasar matematika guru sd negeri kecamatan pulau hiri kota ternate melalui penggunaan metode nonsimpan pinjam Waliyanti, Ida Kurnia; La Nani, Karman; Bakar, Marwia Tamrin; Hamid, Hasan; Hidu, Asmawati La; Lifu, Anita
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v14i1.9995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pencapaian dan peningkatan kemampuan berhitung dasar matematika guru SD melalui penggunaan metode non simpan pinjam. Penelitian deskriptif kualitatif ini menjadikan 40 guru SD Negeri Kecamatan Pulau Hiri Kota Ternate sebagai sampel. Data pencapaian dan peningkatan kemampuan berhitung dasar matematika guru SD diambil melalui pretes dan postes menggunakan  instrumen tes yang valid. Data kemampuan guru SD yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengungkapkan pencapaian dan peningkatannya. Hasil pretes masih rendah, sehingga perlu ditingkatkan. Kelemahan ini karena guru masih berhitung menggunakan cara rutin dengan metode simpan dan pinjam. Hasil penelitian dengan menggunakan metode non simpan pinjam terdapat 31 guru (77,5%) telah memiliki kemampuan berhitung dasar matematika dalam kualifikasi baik sekali, 3 guru (7,5%) memiliki kemampuan berhitung dasar dengan kualifikasi baik, dan 6 guru (15,0%) mencapai kemampuan dalam kualifikasi cukup.  Peningkatan kemampuan berhitung dasar matematika yang dihitung menggunakan gain ternormalisasi, terdapat 28 guru (70%) mengalami peningkatan dengan interpretasi tinggi, 10 guru (25%) dengan peningkatan interpretasi sedang, dan 2 guru (5%) mengalami peningkatan dengan interpretasi rendah. Secara keseluruhan, peningkatan kemampuan berhitung dasar matematika dalam interpretasi tinggi. Penggunaan Metode Non Simpan Pinjam secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan berhitung dasar matematika guru SD Negeri Kecamatan Pulau Hiri Kota Ternate. Kata kunci: Berhitung Matematika; Guru SD; Hiri; Matematika; Metode Nonsimpan pinjam
Eksplorasi Konstruksi Rumah Adat Fala Soa Togolobe dalam Perspektif Etnomatematika Naipon, Farmila; Bakar, Marwia Tamrin; Waliyanti, Ida Kurnia
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i1.9506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi dan makna simbolik pada rumah adat Fala Soa Togolobe dalam perspektif etnomatematika pada aspek Geometri. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Pada metode wawancara narasumber dalam penelitian ini adalah 3 orang informan. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Data hasil penelitian menunjukan bahwa dari konstruksi bangunan rumah adat, terdapat bagian-bagian yang berkaitan dengan konsep matematika yang di sebut sebagai etnomatematika yaitu, bentuk rumah adat, tangga rumah adat, atap rumah adat, fandasi rumah adat ventilasi rumah adat dan ornamen-ornamen lainnya. Makna simbolik yang terdapat pada rumah adat Fala Soa Togolobe di Kecamatan Pulau Hiri Kota Ternate berdasarkan pola yang sering ditemukan pada rumah adat Fala Soa Togolobe adalah bentuk persegi yang memiliki makna hubungan manusia dengan alam yaitu api, air, udara dan tanah. Bentuk belah ketupat menyiratkan tentang hubungan antara manusia dengan Allah, manusia dengan alam dan sesama manusia. Angka yang dominan pada bangunan rumah adat Fala Soa Togolobe adalah angka 4. Seperti pada jumlah tiang pada teras yaitu angka 4 karena angka 4 tidak ada awal dan akhirnya sehingga dianggap sebagai rezeki yang terus ada dan tidak pernah berakhir pada atap rumah adat Fala Soa Togolobe bersusun yang berasal dari makna cosmos epic budaya.
Implementasi Model Discovery Learning Berbasis Deep Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Fabanyo, Abdul Yusman; Hamid, Hasan; Bakar, Marwia Tamrin; Ishak, Hasriani
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i3.10746

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengaplikasikan model Discovery Learning yang dikombinasikan dengan teknologi Deep Learning guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Discovery Learning adalah metode pembelajaran yang menekankan penemuan konsep secara mandiri oleh peserta didik melalui eksplorasi dan penelitian, sedangkan Deep Learning digunakan untuk menganalisis pola serta memberikan saran pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap siswa. Studi ini menerapkan metode eksperimen menggunakan desain pretest-posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Siswa dalam kelompok eksperimen menerapkan model pembelajaran Discovery Learning yang berbasis Deep Learning, sementara kelompok kontrol menerapkan metode pembelajaran konvensional. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan model pembelajaran ini secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, dengan perbedaan yang jelas antara kelompok eksperimen dan kontrol. Studi ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi Deep Learning dalam pembelajaran Discovery Learning dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan mutu pembelajaran matematika, terutama dalam kemampuan berpikir kritis siswa.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Berdasarkan Gender pada Materi Aritmatika Sosial Puput, Puput; Bakar, Marwia Tamrin; Sari, Diah Prawitha
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan gender pada materi aritmetika sosial di SMP Negeri 3 Tidore Kepulauan. Pengumpulan data  kemampuan berpikir kritis matematis siswa menggunakan teknik tes dan wawancara. Instrumen tes yang digunakan 2 butir soal tentang kemampuan berpikir kritis matematis yang telah divalidasi. Data kemampuan berpikir kritis siswa matematis yang di kumpulkan di analisis secara koalitatif dengan cara mereduksi data, penyajian data, triangulasi dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-3 SMP Negeri 3 Tidore Kepulauan sebanyak 20 siswa, kemudian dipilih 4 siswa sebagai perwakilan subjek penelitian berdasarkan gender untuk dilakukan wawancara sebagai bentuk triangulasi dan dilihat kepastian jawaban siswa. Karena yang dipilih menunjukkan bahwa siswa diperoleh 2 perempuan dengan kualifikasi tinggi dan 2 laki-laki dengan kualifikasi rendah. Empat objek penelitian terpilih karena untuk kategori tinggi tidak ada siswa laki-laki dan untuk kategori rendah tidak ada siswa perempuan. Kategori tingkat tinggi yaitu mampu memenuhi enam indikator yang ingin dicapai walaupun masih salah dan kurang tepat dalam penulisannya. Sedangkan kategori tingkat rendah yaitu tidak mampu memenuhi ke enam indikator yang ingin dicapai.
Komunikasi Matematis: Jenis, Standar, Peranan, Pengembangan, dan Keefektifannya Suratno, Joko; Jalal, Ariyanti; Bakar, Marwia Tamrin
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i2.4631

Abstract

Komunikasi matematis merupakan salah satu cara untuk bertukar gagasan atau memperjelas pengetahuan. Komunikasi matematis memiliki tiga aspek yang berbeda. Ketiga aspek tersebut adalah komunikasi tentang matematika (communication about mathematics), komunikasi di dalam matematika (communication in mathematics), dan komunikasi dengan matematika (communication with mathematics). Selain itu, artikel ini juga membahas tiga cara yang dapat dilakukan siswa untuk berkomunikasi dengan gurunya, yaitu dengan cara lisan, tertulis, dan perilaku fisik. Standar komunikasi juga dibahas dalam tulisan ini, karena kemampuan komunikasi di setiap jenjang pendidikan tentunya berbeda-beda. Peranan komunikasi, cara mengembangkan komunikasi, dan keefektifan komunikasi penting untuk diketahui karena komunikasi yang baik akan terjadi apabila penerima pesan memahami apa yang disampaikan oleh pengirim pesan. Oleh karena itu, perlu kiranya seluruh komponen yang terlibat dalam sebuah komunikasi memainkan peranannya agar terjadi komunikasi yang baik.
Diagnostik Kesulitan Belajar Siswa pada Matei Turunan Fungsi Aljabar Kelas XI MAS Alkhairaat Ternate Rapa, Nurmala La; Bakar, Marwia Tamrin; Chandra, Fitriana
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 4, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v4i3.8899

Abstract

Penelitian tentang kesulitan belajar dan bagaimana mendiagnosa kesulitan belajar, telah banyak yang dilakukan peneliti sebelumnya namun peneliti dapat diajukan  mendiagnosa kesulitan belajar siswa pada materi turunan fungsi aljabar, Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dimana instrumen soalnya disusun berdasarkan indikator soal pada materi turunan fungsi aljabar . Subjek dalam penelitian ini meliputi siswa kelas XI MIPA MAS Alkhairaat Ternate yang terdiri 29 siswa dan diambil 6 siswa sebagai perwakilan untuk di diagnosis dan wawancarai. 2 siswa berkemampuan tinggi menyelesaikan soal turunan fungsi aljabar dengan mengalami kesalahan rendah, 2 siswa berkemampuan sedang dengan mengalami kesalahan tinggi, dan 2 siswa berkemampuan sangat rendah dengan mengalami kesalahan sangat tinggi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan triangulasi data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan 4 siswa yang mengalami kesulitan pada materi turunan fungsi aljabar. Jenis kesulitan yang terjadi pada materi turunan fungsi aljabar yaitu pada pemahaman konsep rumus turunan fungsi aljabar,aturan turunan fungsi aljabar untuk fungsi pangkat, rumus turunan fungsi aljabar pembagian dan perkalian sedangkan pada pemahaman operasi yaitu siswa sulit berhitung dan kurang mahir dalam menyederhanakan bilangan berpangkat dan bilangan bulat.     
Analisis Kemampuan berpikir Komputasi Matematis Siswa SMP pada Materi Persamaan Kuadrat Jamna, Nilam D.; Hamid, Hasan; Bakar, Marwia Tamrin
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i3.5149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan berpikir komputasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 5 Kota Ternate. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 5 Kota Ternate yang berjumlah 20 orang siswa.  Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan doumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian kemampuan berpikir komputasi matematis siswa pada materi persamaan kuadrat dapat dikelompokan sebagai berikut sebanyak 1 orang atau (5%) dengan kategori berkemampuan sangat tinggi, sebanyak 2 orang atau (10%) dengan kategori berkemampuan tinggi, sebanyak 7 orang atau (35%) dengan kemampuan kategori sedang, dan sebanyak 10 orang atau (50%) dengan kemampuan berkategori rendah. Dari hasil penelitian Peserta didik pada kategori tinggi sudah mampu memenuhi semua indikator, pada peserta didik dengan kategori cukup sudah mampu memenuhi soal dengan indikator Decomposition dan Pettern recognition namun kurang pada indikator Algorithms dan Debugging, sedangkan pada Peserta didik dengan kemampuan berkategori rendah, kurang mampu dalam memenuhi indikator Decomposition, Pettern recognition. Algorithms, dan Debugging.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Segitiga Tawary, Nuryanti M; Afandi, Ahmad; Bakar, Marwia Tamrin
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 3 (2021): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v1i3.3530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Jenis penelitian kualitatif yang menjelaskan tentang kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal pada materi segitiga. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 subjek jadi masing-masing dipilih 3 subjek untuk mewakili 3 kategori kemampuan pemecahan masalah matematis siswa untuk memberikan informasi tentang setiap kemampuan pemecahan masalah untuk setiap kategori yaitu tinggi, sedang, rendah. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes, wawancara, dokumentasi dan triangulasi, langkah-langkah dalam analisis data adalah sebanyak 7 dari 12 siswa dengan nilai persentase (58,33%) memiliki kemampuan pemecahan masalah dengan kategori tinggi untuk indikator memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah, menuliskan rencana penyelesaian, memeriksa kembali hasil. Kemudian 3 dari 12 siswa dengan nilai persentase (25%) memiliki kemampuan pemecahan masalah yang sedang, untuk indikator memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah, menulis rencana penyelesaian, memeriksa kembali hasil. Dan 2 dari 12 siswa dengan jumlah persentase (16,66%) memiliki kemampuan pemecahan masalah pada kategori rendah.
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa pada Materi Relasi dan Fungsi Ditinjau dari Self-Effficacy Yusup, Jumitha; Bakar, Marwia Tamrin; Saidi, Soleman
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 4, No 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v4i2.7938

Abstract

Kemampuan pemahaman matematis (KPM) sangat berkaitan dengan self-efficacy (SE) dalam memahami suatu materi pembelajaran, jika siswa sudah memahami materi maka siswa akan yakin atau percaya diri untuk mengerjakan soal-soal pada materi yang akan diberikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan KPM siswa yang memiliki SE tinggi, sedang, dan rendah pada materi relasi dan fungsi kelas VIII SMP Negeri 2 Kota Ternate. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-8 SMP Negeri 2 Kota Ternate. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian berupa angket SE, tes soal KPM, wawancara, dokumentasi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket SE, tes soal KPM, wawancara. Seluruh data kemudian dianalisis melalui 4 tahapan yaitu, reduksi data, penyajian data, triangulasi dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 siswa (33,33%) memiliki SE yang tinggi, 13 siswa (43,33%) memiliki SE yang sedang, dan 7 siswa (23,33%) memiliki SE yang rendah. Siswa yang memiliki KPM tinggi sudah mampu memenuhi semua indikator kemampuan pemahaman matematis, sedangkan siswa yang memiliki KPM sedang sudah mampu memenuhi semua indikator kemampuan pemahaman matematis, namun belum maksimal karena, ada beberapa soal yang kurang tepat dalam mengerjakannya, dan siswa yang memiliki KPM rendah hanya mampu memenuhi indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematika (tabel, grafik, diagram, sketsa, model matematika, atau cara lainnya), serta salah dalam mengerjakan beberapa soal tes kemampuan pemahaman.
Learning Obstacle Siswa dalam Memahami Konsep Turunan Fungsi Ditinjau dari Struktur Materi La Misi, Aco Aldi; Saidi, Soleman; Bakar, Marwia Tamrin
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i1.5736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan learning obstacle siswa SMA Negeri 1 Kota Ternate dalam memahami konsep turunan fungsi ditinjau dari struktur materi. Penelitian ini dipilih 5 orang siswa yang terdiri dari 1 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan dari siswa kelas XII IPA 2 sebagai subjek penelitian yang ditentukan berdasarkan hasil tes. Siswa yang terpilih sebagai subjek penelitian tersebut, merupakan perwakilan dari siswa yang mengalami learning obstacle. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dan wawancara. Tes digunakan untuk menganalisis pemahaman konsep turunan fungsi siswa, dan wawancara digunaan untuk menelusuri penyebab learning obstacle siswa. Metode analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian pada siswa SMA Negeri 1 Kota Ternate kelas XII IPA 2 yang berjumlah 32 siswa dapat disimpulkan bahwa terdapat masing-masing 3 siswa (9,375%) yang kaberhasilannya kategori sangat tinggi, 6 siswa (18,75%) kategori tinggi, 12 siswa (37,5%) kategori sedang, 7 siswa (21,875%) kategori rendah, dan 4 siswa (12,5%) kategori sangat rendah. Berdasarkan hasil kerja dan wawancara terhadap siswa yang mewakili setiap kategori disimpulkan bahwa siswa yang mewakili tingkat keberhasilan sangat tinggi memiliki learning obstacle kategori didaktis atau didactical obstacle, siswa yang mewakili tingkat keberhasilan tinggi memiliki ontegenic obstacle dan dedaktical obstacle, siswa yang mewakili tingkat keberhasilan sedang memiliki didactical obstacle dan epistemological obstacle, siswa yang mewakili tingkat keberhasilan rendah memiliki tiga hambatan sekaligus yaitu ontogenic obstacle, didactical obstacle, dan epistemological obstacles, dan begitupun dengan siswa yang mewakili tingkat keberhasilan sangat rendah juga memiliki tiga hambatan sekaligus. Hasil wawancara menunjukan beberapa materi yang harus dilalui oleh peserta didik sebelum mempelajari materi turunan fungsi bilangan pecahan, bentuk aljabar, bentuk akar dan pangkat, turunan fungsi biasa, turunan fungsi trigonometri dan yang terakhir adalah turunan fungsi yang dikomposisikan. Subjek penelitian yang dipilih berdasarkan kategori tersebut tidak menyebutkan materi limit, walau begitu materi limit tidak bisa dilepaskan dengan materi turunan fungsi karena definisi turunan fungsi melalui materi limit.