p-Index From 2021 - 2026
7.107
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics) BISNIS: Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam IQTISHADIA Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan EQIEN - JURNAL EKONOMI DAN BISNIS Jurnal Al-Amwal Al-Iqtishadiyah: Ekonomi Syariah dan Hukum Ekonomi Syariah Amwaluna Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah El-Barka: Journal of Islamic Economics and Business Al Maal: Journal of Islamic Economics and Banking SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Islam AT-TASYRI' Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah Jurnal Darma Agung Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Iqtishadia: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah VARIA HUKUM: Jurnal Forum Studi Hukum dan Kemasyarakatan El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Jurnal Iqtisaduna Istismar : Jurnal Kajian dan Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Journal of Management and Islamic Finance Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis Jurnal Riset Ekonomi Syariah Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Bandung Conference Series : Sharia Economic Law Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Al'Adalah Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Tijarah Al-Intaj : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman IPSSJ Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

TEORI KEBIJAKAN FISKAL ISLAM Ilham, Satria; Saripudin, Udin
Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 4, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/arps.v4i2.4745

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana penerapan teori kebijakan fiskal dalam ekonomi islam pada masa Rosullah SAW, masa Sahabat Nabi hingga saat ini, dan bagaimana kebijkan fiskal diterapkan di Indonesia. Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang mengatur atau mengelola pendapatan serta pengeluaran negara yang bertujuan untuk menjaga stabilitas serta mendorong perkembangan ekonomi. Pendapatan serta pengeluaran pemerintah merupakan salah satu dari intrumen kebijakan fiskal. Namun secara literatur kebijakan fiskal modern nyatanya tidak ada satupun membahas terkait permasalahan etika, terkecuali pada teori distribusi. Hal itupun hanya sebatas teori distribusi. Metode penelitian ini menggunakan studi liberary. Hasil dari pembahasan ini menunjukan bahwa kebijakan fiskal dalam Islam sejak zaman nabi SAW hingga saat ini selalu menggunakan sistem anggaran berimbang (balanced budget) yang pengelolaan nya melalui baitul mal. Instrument yang dikembangakan dalam kebijakan fiskal Islam antara lain zakat, infaq, shadaqah, wakaf, ghanimah, fa’i, kharaj, jizyah, u’shur, dan khumus.This research examines how fiscal policy theory is applied in Islamic economics during the time of Rosullah SAW, the time of the Companions of the Prophet until now, and how fiscal policy is implemented in Indonesia. Fiscal policy is a policy that regulates or manages state revenues and expenditures with the goal of promoting economic development and maintaining stability. Government revenues and expenditures are one of the fiscal policy instruments. However, with the exception of distribution theory, none of the modern fiscal policy literature discusses ethical issues. Even so, it is only applicable to distribution theory. A library study is used in this research method. The outcomes of this discussion show that fiscal policy in Islam has always used a balanced budget system (a balanced budget) that is managed through Baitul Mal since the time of the Prophet SAW until now. Zakat, infaq, shadaqah, waqf, ghanimah, fa’i, kharaj, jizyah, u’shur, and khumus are examples of Islamic fiscal policy instruments
INTERNALIZATION OF SHARIA VALUES IN THE BUSINESS MODEL CANVAS OF 35 BANDUNG MOTORCYCLE RENTAL COMPANY Nabiel karamy; Udin Saripudin
Journal of Management and Islamic Finance Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Management and Islamic Finance
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing number of tourists in Bandung post-Covid-19 presents a strategic opportunity for companies providing motorbike rental services in the city. This opportunity requires a precise response from both established motorbike rental businesses and entrepreneurs looking to enter the motorbike rental industry. One appropriate response is the development of a well-thought-out business model to effectively capitalize on this opportunity. The use of the Business Model Canvas (BMC) as a tool for formulating the business model proves highly beneficial in crafting such a plan. This model is not only designed to maximize profits but also serves as a framework for internalizing Sharia values. Through qualitative methods, the research findings indicate that by internalizing Sharia values within the BMC, the Rental Motor 35 Bandung Company can create a sustainable and ethical business model that provides positive benefits not only to customers but also to the community and the environment. This alignment supports a business vision in line with Islamic ethical values.
REPOSISI BMT SEBAGAI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH PRO RAKYAT Saripudin
Al'Adalah Vol. 17 No. 2 (2014)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syariah economic development especially in the field of financial institutions and banks so rapidly. This can be seen from the development of the number of Syariah Banks and Syariah banking turnover increasing from year to year . But the development of Syariah Banks are still not even maybe not at all perceived by the poor. They still do not have access to banking industry. This writing try elaborating on a model of Syariah Financial Institutions that can be more pro people by trying to do compare between Syariah Bank and BMT (Financial Institution non Bank). From the comparation known that more BMT become allows Syariah Financial Institutions for the poor (pro the people) because as financial institutions non bank, BMT not bound with Bank Indonesia Regulations.
THE IMPACT OF HOARDING GOODS (IHTIKAR) ON THE MARKET FROM AN ISLAMIC PERSPECTIVE Faisal, Farid; Rozalina, Rozalina; Saripudin, Udin
El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 5, No 1 (2025): Januari (El-Ecosy: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/eeki.v5i1.4785

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kegiatan menimbun barang (ihtikar) terhadap mekanisme pasar dalam perspektif Islam. Penimbunan barang untuk keuntungan besar sering memicu kenaikan harga dan kelangkaan, merugikan perekonomian. Dalam Islam, praktik ini dianggap melanggar prinsip keadilan, transparansi, dan keseimbangan ekonomi, serta dilarang karena dapat merugikan masyarakat dan menciptakan ketidakstabilan pasar.  Penelitian ini menganalisis dampak sosial dan ekonomi dari kegiatan menimbun barang dengan menggunakan pendekatan fiqh muamalat dan ekonomi syariah. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji regulasi pasar dalam hukum Islam serta solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi dampak negatif menimbun barang, seperti kebijakan pengendalian harga yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan metode library research atau studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menimbun barang dilakukan secara perorangan/individu dan secara kelompok. Kegiatan menimbun barang bertentangan dengan ajaran Islam serta membawa dampak negatif yang signifikan, di antaranya menyebabkan kenaikan harga barang, kelangkaan barang/pasokan, inflasi, dan memicu fenomena panic buying. Selain itu, praktik ini sangat merugikan konsumen, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah, yang paling rentan terhadap perubahan harga dan ketersediaan barang. Dampak lainnya adalah kerusakan mekanisme pasar, yang menyebabkan kenaikan harga karena perbuatan secara sengaja. This study aims to analyze the impact of hoarding goods (ihtikar) on market mechanisms from an Islamic perspective. Hoarding goods for significant profits often triggers price hikes and shortages, harming the economy. In Islam, this practice violates the principles of justice, transparency, and economic balance. It is prohibited as it harms society and creates market instability. This research examines the social and economic impacts of hoarding goods using a fiqh muamalat and Islamic economics approach. Additionally, it explores market regulations in Islamic law and offers solutions to mitigate the negative impacts of hoarding, such as implementing price control policies by Shariah principles. The study employs the library research method. The findings indicate that hoarding goods is conducted both individually and in groups. Such activities contradict Islamic teachings and have significant adverse effects, including price increases, shortages of goods or supply, inflation, and triggering panic buying phenomena. Furthermore, this practice severely disadvantages consumers, particularly the lower-middle-class population, who are most vulnerable to price changes and product availability. Another impact is the disruption of market mechanisms, leading to price increases intentionally caused by hoarding practices.
TRANSISI PERILAKU KONSUMEN ISLAMI: TINJAUAN TERHADAP TREN BELANJA ONLINE DI ERA DIGITAL Dewi, Fitri Kurnia; Sari, Delvita; Saripudin, Udin
Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ekonomica Sharia : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah - Fe
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/esha.v10i2.1370

Abstract

Penelitian ini membahas isu transisi perilaku konsumen Islami dalam konteks belanja daring di era digital, yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi informasi dan tuntutan terhadap kepatuhan pada prinsip syariah. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-faktor utama yang memengaruhi keputusan konsumen Muslim, seperti kesadaran syariah, norma sosial, dan kemudahan akses terhadap produk halal melalui platform e-commerce. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengintegrasikan teori perilaku Islami dengan dinamika teknologi digital untuk memberikan pemahaman yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen Muslim memiliki preferensi tinggi terhadap produk halal yang didukung oleh kepercayaan pada platform syariah yang transparan dan berkomitmen pada nilai-nilai Islami. Selain itu, norma sosial dan kemudahan teknologi digital terbukti memainkan peran penting dalam membentuk pola konsumsi Islami di era digital. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan utama, seperti perlunya edukasi konsumen tentang transaksi berbasis syariah dan pengembangan inovasi teknologi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Implikasi penelitian ini memberikan wawasan strategis bagi pengembangan e-commerce berbasis syariah yang kompetitif, etis, dan berkelanjutan di tengah persaingan global.
Implementasi Implementasi Teori Maqashid Syariah Dalam Fikih Muamalah Kontemporer Siti Nurul Huda; Udin Saripudin
Maro: Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/maro.v5i1.1851

Abstract

Maqashid Syariah Asy-Syatibi merupakan salah satu alat untuk mencermati dan mengimbangi realitas kontemporer itu dimana dan kapan saja. Ini karena tujuannya sangat universal dan bisa terekam dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam fikih muamalah tradisional maupun kontemporer. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif dengan mengkaji keperpustakaan dari berbagai sumber buku. Hasil dalam penelitian ini adalah Dalam praktik kontemporer, penggunaan maqashid Syariah tidak lepas dari kebutuhan Muslim sehingga diimplementasikan dalam pemeliharaan harta (hifz al-mal) yang terekam dalam praktik asuransi syariah maupun reksadana syariah. Ini dapat menjamin harta seseorang akan kembali sesuai perjanjian yang telah disepakati jika terjadi musibah. Selanjutnya implementasi maqashid Syari`ah Asy-Syatibi itu dapat mendorong implementasi maqashid syariah secara bersamaan dalam transaksi jual beli modern ini setidaknya dapat diketahui dari kewajiban individu dengan individu lain untuk mewujudkan nilai sosial dalam masyarakat seperti tolong individu dengan individu lain untuk mewujudkan nilai sosial dalam masyarakat seperti tolong menolong, saling membutuhkan tukar menukar, dan lain-lain. Kewajiban inilah yang disebut sebagai dharuriyat. Semtara ijab dan qabul dalam proses transaksinya adalah hajiyat, sedangkan model transaksinya dapat diklasipikasikan sebagai aspek tahsiniyat.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI BERDASARKAN UU TPKS Saripudin, Udin; Nurlaeli, Suci; Fatriany, Fenny
VARIA HUKUM Vol. 4 No. 2 (2022): VARIA HUKUM: Jurnal Forum Studi Hukum dan Kemasyarakatan
Publisher : Ilmu Hukum, Sharia and Law Faculty, Sunan Gunung Djati Islamic State University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/vh.v4i2.26980

Abstract

Abstract This research was conducted to identify various factors that cause a lecturer to commit sexual violence and to find out the criminal responsibility of perpetrators of sexual violence who are lecturers based on statutory regulations. For this reason, this research was conducted using a normative juridical method that refers to Law Number 12 of 2022 (TPKS Law) which is the new legal basis for criminal responsibility for sexual violence and is supported by various relevant literature studies. The results and discussion obtained are the main factors causing lecturers to commit sexual violence, namely the existence of power relations and gender relations between themselves and the victims, the majority of whom are students. Apart from that, the absence of a university policy to deal with sexual violence is another factor. In the TPKS Law, lecturers who become perpetrators of sexual violence are subject to criminal sanctions plus 1/3 of the principal sentence and are required to make restitution against victims for certain forms of sexual violence. However, in order to be able to impose criminal sanctions against him, the panel of judges must first consider the reasons for forgiveness, justification reasons and whether his actions were intentional or negligent, which in turn will affect his ability to be criminally responsible or not and also affect the severity of the sentence that will be imposed on him. In conclusion, the TPKS Law is progress for the development of sexual violence criminal law, so it is hoped that its implementation will be truly effective in providing justice, especially for victims.AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai faktor penyebab seorang dosen melakukan kekerasan seksual serta untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana pelaku kekerasan seksual yang merupakan seorang dosen berdasarkan peraturan perundang-undangan. Untuk itu, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yuridis normatif yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 (UU TPKS) yang menjadi dasar hukum baru bagi pertanggungjawaban pidana kekerasan seksual serta didukung dari berbagai studi literatur yang relevan. Hasil dan pembahasan yang didapat yakni faktor penyebab utama dosen melakukan kekerasan seksual yakni adanya relasi kuasa dan relasi gender antara dirinya dengan sang korban yang mayoritas merupakan mahasiswa. Selain daripada itu, tiadanya kebijakan perguruan tinggi untuk menangani kekerasan seksual menjadi faktor lainnya. Dalam UU TPKS, dosen yang menjadi pelaku kekerasan seksual dikenakan sanksi pidana dengan ditambah 1/3 dari pidana pokok serta diwajibkan untuk melakukan restitusi terhadap korban untuk bentuk kekerasan seksual tertentu. Namun untuk dapat menjatuhkan sanksi pidana terhadapnya, majelis hakim harus terlebih dahulu mempertimbangkan alasan pemaaf, alasan pembenar serta perbuatannya itu merupakan kesengajaan atau kelalaian, yang nantinya akan mempengaruhi kemampuan dirinya untuk bertanggungjawab secara pidana atau tidak serta berpengaruh juga pada berat ringannya pidana yang akan dijatuhkan kepadanya. Kesimpulannya, UU TPKS menjadi suatu kemajuan bagi perkembangan hukum pidana kekerasan seksual, sehingga diharapkan implementasinya dapat benar-benar efektif memberikan keadilan khususnya bagi korban.
The Rulings on Capital Return Guarantees in Mudhârabah (Profit Sharing) Contracts: A Comparative Study Between The AAOIFI Sharia Standards and The DSN-MUI Fatwas Agus Putra, Panji Adam; Saripudin, Udin; Nurrachmi, Intan
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v1i1.30494

Abstract

Abstract. This study aims to identify and analyze the legal constructions of capital guarantees in the AAOIFI Sharia Standards and the DSN-MUI Fatwas. This is normative legal research with a specific comparative approach. This research shows that the rulings of the AAOIFI Sharia Standards are more reassuring and prioritize the principle of ihtiyāth (precaution). Meanwhile, the legal provision of the DSN-MUI fatwas, allowing the capital manager to guarantee a return on business capital, is a commitment in the form of tabarru from the fund manager. T he commitment should be fulfilled since it is a wa’ad mulzim (binding promise). T his legal provision of the DSN-MUI Fatwas is a form of innovative ijtihad that seems different from the opinions of most scholars used as the legal basis of the AAOIFI. However, the DSN-MUI’s fatwa is supported by various arguments and is more applicative. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis konstruksi hukum jaminan modal dalam Standar Syariah AAOIFI dan Fatwa DSN MUI. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan komparatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketentuan Standar Syariah AAOIFI lebih tepat dan mengedepankan prinsip ihtiyāth (kehati-hatian). Sedangkan ketentuan hukum fatwa DSN-MUI yang memperbolehkan pengelola modal dengan jaminan pengembalian modal adalah komitmen dalam bentuk tabarru dalam pengelolaan dana. Komitmen tersebut harus dipenuhi karena merupakan wa’ad mulzim (janji mengikat). Ketentuan hukum Fatwa DSN MUI ini merupakan bentuk ijtihad inovatif yang nampaknya berbeda dengan pendapat kebanyakan ulama yang dijadikan landasan hukum AAOIFI. Namun, fatwa DSN-MUI didukung oleh berbagai argumentasi dan lebih aplikatif.
Penerapan Etika Ekonomi Islam dalam Pembiayaan Mudharabah: Studi Kualitatif pada BSI KCP Samarinda Seberang Widuri, Andi Fika; Saripudin, Udin
Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 3, No 2 (2024): Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/tijarah.v3i2.1551

Abstract

This study intends to understand the awareness of sharia ethics in Islamic bank bankers based on an Islamic phenomenological approach. The object to be observed is mudharabah financing considering that this financing has a more complex scheme compared to other types of financing. This complexity can have implications for the unique behavior of Islamic bank bankers in applying Islamic economic ethics, so that mudharabah financing is very appropriate to be used as a unit of analysis. The research uses a qualitative method with a descriptive approach. The data sources used are primary data obtained through interviews with three banking actors at Bank BSI KCP Samarinda Seberang and one jurisprudence expert, as well as secondary through literature studies. The results showed that the mudarabah financing bankers at Bank BSI KCP Samarinda Seberang had an awareness of the importance of applying Islamic economic ethics in the mudarabah financing process. The assessment is based on the principles of honesty in syirkah, trustworthiness and professionalism, openness, and intelligence in managing.ABSTRAKPenelitian ini bermaksud untuk memahami kesadaran etika syariah pada banker bank syariah berdasarkan pendekatan fenomenologi Islam. Objek yang akan diamati ialah pembiayaan mudharabah mengingat pembiayaan ini memiliki skema yang lebih kompleks dibandingkan dengan jenis pembiayaan lainnya. Kompleksitas tersebut dapat berimplikasi pada keunikan perilaku bankir bank syariah dalam menerapkan etika ekonomi Islam, sehingga pembiayaan mudharabah sangat tepat dijadikan sebagai unit analisis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara terhadap tiga orang pelaku perbankan Bank BSI KCP Samarinda Seberang dan satu orang ahli fikih, serta sekunder dengan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bankir pembiayaan mudarabah di Bank BSI KCP Samarinda Seberang telah memiliki kesadaran akan pentingnya penerapan etika ekonomi Islam dalam proses pembiayaan mudarabah. Penilaian didasarkan pada prinsip kejujuran dalam syirkah, amanah dan profesionalisme, keterbukaan, dan kecerdasaan dalam mengelola.
Rekayasa dan Penguatan Lembaga Menghadapi Persaingan Global Berbasis Wirausaha dan Etika Islam Madjakusumah, Deden Gandana; Saripudin, Udin; Suryani, Suryani
El-Barka Journal of Islamic Economics and Business Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : El-Barka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/elbarka.v3i1.2014

Abstract

Abstract: The economic trends of countries in the world tend to lead to globalization and several countries that have a common interest in forming a global place in a narrower or regional scope such as AFTA, APEC, NAFTA, and so on are the efforts of countries that are members of these organizations. to be able to compete in the global economy. This paper aims to elaborate the concept of engineering and strengthening of entrepreneurial institutions and Islamic ethics in order to face the era of the global market. This study uses the literature study method, namely by studying various sources and literature related to institutional strengthening, entrepreneurship, and Islamic ethics. The results of the study concluded that organizational development as an engineering and strengthening of institutions to improve global competitiveness based on entrepreneurship and Islamic ethics can be an alternative solution for government, private and community institutions in facing competition between institutions that demand that each institution can have a competitive advantage and make values entrepreneurship and Islamic ethics as a basis in Engineering and Strengthening Institutions to enhance global competitiveness.Abstrak: Tren perekonomian negara-negara di dunia cenderung  mengarah kepada globalisasi dan beberapa negara yang memiliki kesamaan kepentingan membentuk satu tempat global pada ruang lingkup yang lebih sempit atau regional seperti AFTA, APEC, NAFTA, dan sebagainya merupakan upaya dari negara-negara yang tergabung dalam organisasi tersebut untuk tetap dapat bersaing dalam kancah perekonomian global. Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi konsep rekayasa dan penguatan lembaga berbasis kewirausahaan dan etika Islam dalam rangka menghadapi era pasar global. Kajian ini menggunakan metode kajian pustaka, yakni dengan mempelajari berbagai sumber dan literature yang terkait dengan penguatan lembaga, kewirausahaan, dan etika Islam. Hasil kajian menyimpulkan bahwa pengembangan organisasi sebagai rekayasa dan penguatan lembaga untuk meningkatkan daya saing global berbasis wirausaha dan etika Islam dapat menjadi alternatif solusi bagi lembaga-lembaga pemerintahan, swasta dan masyarakat dalam menghadapi persaingan antar lembaga yang menuntut setiap lembaga dapat memiliki keunggulan kompetitif dan menjadikan nilai-nilai wirausaha serta etika Islam sebagai basis dalam rekayasa dan penguatan lembaga untuk meningkatkan daya saing global. 
Co-Authors Agus Prakarsa Yuristama Agus Prakarsa Yuristama Alamsyah, Indra Fajar Allika Rafaldini Andi Fika Widuri Andri Purnawan Anshori, Arif Rijal Aprianti, Lita Dewi Arky Nafisa Beladiena Azzahra, Aliya Nabila Bayu Agnia Np Beladiena, Arky Nafisa Billah, Muwwahid Cecep Kusmana Dadang Komara Deden Gandana Madjakusumah Dhanisa Leryan Dhea Andini Nathania Diajeng Ayunda Candra Kirana Didjaya Prawinata, Raden Bhatara Dudung Ali Nurdin Elan Jaelani, Elan Faisal, Farid Fatriany, Fenny Fenny Fatriany Firmansyah, Andre Fitri Kurnia Dewi, Fitri Kurnia Hafid Hudzaefi Handri Handri Handri, Handri Hery Widijanto Hoerurohman, Aditya Ihwanudin , Nandang iil waludi Ilham, Muhammad Satriana Ilham, Satria Intan Nurrachmi Intan Puspita Isti Khairani Iwan Permana Iwan Permana Iwan Permana Juliana Juliana Karamy, Nabiel Khairani, Isti Lina Nugrawati Hatlessy Liza Dzulhijjah M Munir Asrori Mahyar - Mahyar Mastuhi Mauladi, Mochammad Syukria Maulana, Ruly Maulida, Ira Siti Rohmah Meiki Muttaqien Milleni Sumalati Mita Qurrota Ayunin Mochamad Afif Zacharias Masyhur Mohammad Wildan Alghifari Zain Muhamad Ikhsan Gunawan Mubarok Muhammad Daffa Naufaldi Muhammad Rafif Mustapa, Hasan Muttaqien, Meiki Nabiel Karamy Nabiel karamy Nandang Ihwanudin Nanik Eprianti Neneng Hasanah Neng Dewi Himayasari Neng Dewi Himayasari Nunung Nurhayati NUR EFENDI Nurhasanah Nurhasanah Nurlaeli, Suci Nuzula, Zia Firdaus Panji Adam Agus Putra Purwoko, Agus Raden Bhatara Didjaya Prawirawinata Rahmi Khaerani Agustinah Redi Hadiyanto Ridwan Ibnu Asikin Ridwan, Ridwan Rosida, Rida Rozalina, Rozalina Rozalina Sari, Delvita Sina Lailatus Shafa Siti Asiyah Nur Arifah Siti Nurul Huda Suci Nurlaeli Suryani , Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Syifa nurfadhilah Syifa Syifa Nurulia Syifa Rahmalia Ridwani Titin Karlina Widuri, Andi Fika Yayan Yayan Yayat Rahmat Hidayat Yuristama, Agus Prakarsa Yusup, Akhmad Zia Firdaus Nuzula Zilan Fauzi Rahman