Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

KAJIAN PENGARUH PENYEMPITAN PARIT TOKAYA TERHADAP KENAIKAN MUKA AIR DI HULU Linggar Sulistio; Kartini Kartini; Umar Umar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.47880

Abstract

Saluran drainase Parit Tokaya Kota Pontianak pada segmen Pasar Flamboyan mengalami penyempitan akibat aktivitas perdagangan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penyempitan Parit Tokaya terhadap kenaikan muka air di hulu (kondisi eksisting) serta melakukan skenario normalisasi pada segmen yang mengalami penyempitan. Skenario normalisasi dilakukan dengan melebarkan dimensi saluran yang mengalami penyempitan (STA 00+750). Analisis hidrodinamik menggunakan software HEC-RAS dengan menggunakan data analisis hidrologi, data penampang saluran, dan data pasang surut. Hasil penelitian menunjukan pengaruh penyempitan pada kondisi eksisting tanpa hujan tidak terjadi banjir, pada kondisi hujan periode ulang 2 tahun (Q2) luas area banjir sebesar 25,213%, pada kondisi hujan peridoe ulang 5 tahun (Q5) luas area banjir sebesar 74,272%, dan pada kondisi hujan peridoe ulang 10  tahun (Q10) luas area banjir sebesar 79,824%. Setelah dilakukan skenario normalisasi pada STA 00+750 yang memiliki lebar eksisting 5 meter, dilakukan pelebaran menjadi 12 meter, perubahan elevasi muka air paling signifikan hanya terjadi pada kondisi hujan periode ulang 2 tahun (Q2) karena terjadi penurunan luas area banjir dari 25,213% menjadi 9,531% .Sedangkan pada kondisi hujan periode ulang 5 tahun (Q5) dan 10 tahun (Q10), walau terjadi penurunan elevasi muka air dan penurunan prsentase luas area banjir, namun penurunan tersebut tidak signifikan.Kata kunci: banjir, drainase, HEC-RAS, normalisasi, pasang surut.
ANALISIS KAPASITAS SALURAN DRAINASE SUNGAI NYIRIH KECAMATAN SELAKAU DENGAN APLIKASI HEC-RAS Nurhadi Nurhadi; Danang Gunarto; Umar Umar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60142

Abstract

Drainase merupakan suatu infrastruktur yang sangat penting dalam pengendalian banjir khususnya di kawasan perkotaan. Khususnya saluran drainase Sungai Nyirih yang berada di Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Daerah Kecamatan Selakau memiliki resiko yang sangat tinggi terhadap banjir Rob. Hal tersebut terjadi karena kawasannya memiliki topografi yang rendah, sehingga potensi drainase yang cukup kecil, daerahnya yang berada di pesisir pantai sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kapasitas tampungan debit saluran mampu atau tidak menampung debit rencana dari curah hujan maksimum pada periode ulang 2,5,10 dan 20 tahun menggunakan pemodelan simulasi aliran hidrodinamik dengan program HEC-RAS. Pada penelitian ini menggunakan data primer berupa data penampang eksisting saluran dan data pasang surut. Sedangkan untuk data sekundernya, berupa data curah hujan harian maksimum stasiun Tebas tahun 2012-2021. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan menggunakan simulasi program HEC-RAS, pada kondisi pasang tertinggi tanpa hujan, elevasi muka air di stasiun sta. 0 + 000 sampai sta. 1 + 466,682 kapasitas penampang saluran sudah tidak mampu menampung debit dari pasang air laut dan curah hujan periode ulang tahunan yang membuat saluran penuh dan meluap sehingga menggenangi kawasan sekitar dengan tinggi 0,02 m – 0,4 m, dan di sta. 1 + 694.439 sampai sta. 2 + 073,878 kapasitas penampang saluran masih mampu menampung debit dari pasang air laut dan curah hujan periode ulang tahunan yang membuat saluran masih aman dari genangan.Kata kunci : banjir, pasang surut, drainase, hidrologi, hidrodinamika HEC-RAS
PEMODELAN GENANGAN DI PARIT BANGKA JALAN SEPAKAT KOTA PONTIANAK MENGGUNAKAN PROGRAM HEC-RAS Bayu Aji Dewantoro; Umar Umar; Kartini Kartini
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44374

Abstract

Daerah aliran Parit Bangka yang berada di pusat Kota Pontianak mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi zonasi genangan yang terjadi di daerah aliran Parit Bangka; menganalisa intensitas curah hujan di Parit Bangka Kota Pontianak; serta mengkaji kombinasi pasang surut dan curah hujan terhadap kejadian genangan di Kawasan Parit Bangka. Analisis data menggunakan software HEC-RAS sebagai alat bantu pemodelan hidrodinamik dengan menggunakan data hasil analisis hidrologi, data penampang saluran, dan data pasang-surut. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kondisi tanpa hujan tidak terjadi pengaruh kenaikan muka air yang signifikan tidak terjadi genangan/banjir. Sedangkan pada kondisi hujan periode ulang 2 tahun (Q2 ) terjadi banjir di 10 titik dari 20 stasiun (STA) yang ditinjau, dimana tinggi banjir maksimum terjadi pada STA 01+750 sebesar 69,0 cm. kemudian pada kondisi hujan periode ulang 5 tahun (Q5) terjadi banjir di 19 titik STA dimana tinggi banjir maksimum terjadi pada STA 01+750 sebesar 165,2 cm. sedangkan pada kondisi hujan periode ulang 10 tahun (Q10) terjadi banjir di 19 titik STA dimana tinggi banjir maksimum terjadi pada STA 01+750 sebesar 181,3 cm. Secara keseluruan kinerja Parit Bangka masih dapat berfungsi pada saat kondisi tanpa hujan saat periode ulang 2 tahun. Kata Kunci: drainase, genangan/banjir  hidrologi, HEC-RAS
PENGARUH TINGKAT KONSISTENSI DAN KORELASI DATA CURAH HUJAN TERHADAP KERAPATAN STASIUN HUJAN DI DAS LANDAK Arnando Capri Saidi; Nurhayati Nurhayati; Umar Umar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.45988

Abstract

Salah  satu  faktor  penting  dalam  analisis  hidrologi,  terutama  yang  menyangkut  parameter  hujannya,  adalah kerapatan (density) stasiun hujan suatu daerah aliran sungai (DAS). Besar sebaran dan kerapatan stasiun hujan dapat mempengaruhi tingkat kesalahan nilai rerata suatu data. Kerapatan stasiun hujan yang tinggi dalam suatu DAS  memberikan  data  yang  berkualitas  untuk  kebutuhan  perencanan  bangunan  air.  Permasalahan  jumlah  dan sebaran stasiun hujan DAS di Indonesia sampai saat ini masih kurang mendapat perhatian. Hal ini terlihat pada ketidakadaan  petunjuk  baku  mengenai  metode  pola  penempatan  dan  penyebaran  stasiun  pengukur  hujan  yang tepat. DAS Landak memiliki permasalahan serupa, sehingga diperlukan analisis mengenai kerapatan stasiun hujan yang berada di DAS Landak. DAS Landak memiliki total luas sebesar 8.627,347 km2 atau sama dengan 8,8% dari total  luas  DAS  Kapuas  yaitu  98.021,82  km2  dengan  panjang  sungai  utama  sepanjang  232,85  km.  Kerapatan jaringan stasiun hujan eksisting pada DAS Landak tidak memenuhi standar World Meteorological Organization (WMO)  menurut  kriteria  wilayahnya,  tidak  memenuhi  kesalahan  perataan  5%  dan  tidak  memenuhi  kesalahan interpolasi 2,5%. Analisis Kagan menghasilkan jumlah stasiun hujan sebanyak 36 buah yang terdiri dari 7 stasiun eksisting  dan  29  stasiun  baru  yang  diplot  secara  acak  di  dalam  masing-masing  jaring  Kagan  dengan  kondisi cakupan area 238,29 km2/stasiun dan jarak antar stasiun 16,52 km. Key Words: Daerah Aliran Sungai Landak, Kerapatan Stasiun Hujan, Metode Kagan
KAJIAN OPERASIONAL PINTU AIR DAERAH IRIGASI RAWA (STUDI KASUS DIR SEBUBUS KOMPLEK) Eleazar Satrio Kurniawan; Umar Umar; Eko Yulianto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60927

Abstract

Daerah irigasi rawa sebubus merupakan salah satu daerah irigasi rawa yang masih aktif di Kabupaten Sambas. Ketersediaan air untuk daerah irigasi rawa ini di pengaruhi oleh pasang surut dan curah hujan di daerah tersebut. Dengan sebagian besar lahan yang diperuntukkan untuk tanaman padi. Tata kelola air di daerah irigasi rawa sebubus komplek dilakukan dengan cara sistem oprasi pintu air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan air dan modulus drainase yang dibutuhkan, serta cara pengaturan operasional pintu air untuk mencukupi kebutuhan air di daerah irigasi rawa Sebubus Komplek, penelitian dilakukan dengan cara mengolah data curah hujan dan iklim untuk menentukan berapa besar kebutuhan air dan modulus drainase serta perhitungan pengaturan pintu air. Dari hasil pengolahan data didapat  besarnya kebutuhan air yang di perlukan untuk mengairi sawah dengan luas 52 ha, diperlukan kebutuhan air sebanyak 29,31 l/det/ha. Dengan pola tanam yang di mulai pertengahan November. Modulus drainase yang di gunakan yaitu pada saat curah hujan 1 harian karena diperoleh data yang terbesar, di dapat modulus drainase  Q2 sebesar 7,30 l/s/ha, Q5 sebesar 10,18 l/s/ha, Q10 sebesar 11,69 l/s/ha, Q20 sebesar 12,92 l/s/ha, Q50 sebesar 14,33 l/s/ha, dan Q100 sebesar 15,29 l/s/ha. Pengaturan pintu air pada Daerah Irigasi Rawa (D.I.R) Sebubus Komplek,  diatur berdasarkan naik turunnya muka air sebagai contoh pada pengoperasian pintu air untuk muka air dibagian hulu setinggi 2.00 m di lakukan bukaan pintu setinggi 0,32  m pada saat muka air di hulu tinggi di lakukan bukaan pintu air yang rendah agar air dari hulu tidak banyak terbuang sehingga dapat mencukupi kebutuhan air pada lahan pertanian dan perkebunan.Kata kunci: Pintu air, kebutuhan air irigasi, daerahirigasi rawa
SIMULISASI NORMALISASI SUNGAI MASUKA TERHADAP KARAKTERISTIK BANJIR DENGAN MODEL HEC-RAS Yohanes Agi; Umar Umar; Eko Yulianto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i2.55637

Abstract

Sungai Masuka yang terletak di Kabupaten Sintang salah satu anak Sungai Melawi dengan luas daerah pengaliran sekitar 0,7 km2 dengan panjang sungai 1,5 km merupakan daerah yang rentan terhadap banjir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui luas genangan kala ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun dan mengetahui penampang eksisting setelah dilakukan normalisasi sepanjang sungai dengan bantuan program HEC-RAS. Debit banjir tiap periode ulang dihitung berdasarkan data curah hujan harian maksium, untuk debit lapangan dilakukan pengukuran langsung sebagai bantuan kalibrasi data debit sungai dan pengukuran panmpang sungai. Perhitungan debit banjir menggunakan hidrograf satuan sintetis Snyder dan program HEC-RAS sebagai bantuan simulisasi sungai. Hasil penelitian menunjukan debit banjir rencana pada kala ulang 2 tahun sebesar 0,34142 m3 /detik, 5 tahun sebesar 0,57651 m3 /detik dan 10 tahun sebesar 0,758 m3 /detik. Sungai Masuka memiliki potensi banjir akibat debit banjir tahunan periode ulang 2, 5, dan 10 tahun yang menimbulkan genangan mencapai 0,2178 km2 samapai 0,3125 km2 dengan tinggi muka air 38 cm sampai 58 cm sehingga mengakibatkan genangan di bantaran Sungai Masuka. Hasil normalisasi menggunakan software HEC-RAS di dapat luas penampang seluas 58.645 m2 , ketinggian penampang 3.635 m, lebar atas penampang 19.458 m, lebar bawah penampang 12 m.
ANALISA PANJANG INTRUSI AIR ASIN DAN BESAR SALINITAS DI ALIRAN SUNGAI KAPUAS Klara Anggraini Tarigan; Hari Wibowo; Umar Umar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.49428

Abstract

Sungai Kapuas Kecil salah satu sumber air baku utama bagi masyarakat di daerah Kota Pontianak. Berbagai masalah dapat timbul jika terjadi musim kemarau yang berkepanjangan di Kota Pontianak, salah satunya adalah tingginya kadar garam yang terkandung pada aliran sungai yang didasari oleh masuknya air laut ke dalam Sungai Kapuas Kecil. Hal ini mengakibatkan menurunnya kualitas air. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui panjang intrusi air asin dan besar salinitas yang terjadi di aliran Sungai Kapuas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Panjang intrusi air asin dianalisis dengan menggunakan 3 metode yaitu, metode Thijjsse, metode Kenlagen dan metode Larsen sedangkan hasil pengukuran besar salinitas dilakukan perbandingan dengan nomor penampang dan jarak dari muara. Hasil perhitungan panjang intrusi akan dibandingkan kembali dengan besar salinitas untuk mengetahui metode terbaik yang dapat digunakan dalam perhitungan panjang intrusi air asin. Dari analisis didapat hasil panjang intrusi metode Thijjse: min: 0,85 km, max: 10,03 km, rata-rata: 4,08 km, metode Kenlagen min: 3,47 km, max: 14,61 km, rata-rata: 8,86 km, metode Larsen min: 2,01 km, max: 8,35 km, rata-rata: 5,07 km. Berdasarkan perbandingan antara panjang intrusi dan besar salinitas disetiap penampang mendapatkan hasil bahwa metode terbaik dalam perhitungan panjang intrusi adalah metode Kenlagen. Kata-kata kunci: Sungai Kapuas, Panjang Intrusi, Salinitas
ANALISA SISTEM DRAINASE UNTUK PENANGGULANGAN BANJIR DENGAN JENIS DRAINASE KAWASAN PERUMAHAN BERWAWASAN LINGKUNGAN (STUDI KASUS JALAN NAWAWI HASAN) Ajeng Utari Diah Ramadhanti; Kartini Kartini; Umar Umar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.59105

Abstract

ABSTRAKKondisi sistem drainase pada Jalan Nawawi Hasan, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, yang saat ini mengalami penurunan dalam fungsi pelayanannya. Permasalahan yang terjadi adalah saat curah hujan tinggi disertai pasang surut selalu terjadi banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kondisi saluran drainase di Jalan Nawawi Hasan dengan menggunakan aplikasi HEC-RAS 6.1.0. Hasil analisa menunjukkan pada kondisi tanpa hujan dan dipengaruhi pasang surut elevasi muka air maksimum adalah + 0,5115 m yang berada diatas permukaan saluran, pada curah hujan periode ulang 2 tahun dan 5 tahun dengan disertai pasang surut, elevasi muka air maksimum berada diatas permukaan saluran yaitu + 0,5160 m dan + 0,5170 m. Setelah dilakukan skenario normalisasi, pada kondisi tanpa hujan dan dipengaruhi pasang surut elevasi muka air berada dibawah permukaan tanah yaitu  - 0,5139 m, dan pada curah hujan periode ulang 2 tahun dan 5 tahun disertai pasang surut elevasi muka air juga berada dibawah permukaan tanah, yaitu - 0,5139 m, dan - 0,5670 m. Secara keseluruhan kondisi saluran drainase di Jalan Nawawi Hasan masih dapsat berfungsi dengan baik. Saluran drainase yang baik dapat berfungsi untuk mencegah terjadinya genangan yang menjadi salah satu penyebab berkembang biaknya nyamuk, mengurangi erosi tanah yang mengakibatkan kerusakan jalan, serta menjaga kesehatan di lingkungan sekitarnya.Kata kunci: banjir, drainase, HEC-RAS, hujan, normalisasi, pasang surut. ABSTRACT                The condition of the drainage system on Street Nawawi Hasan, West Pontianak District, Pontianak City, which is currently service function deflation. The problem that occurs is when there is high rainfall accompanied by high tides, flooding always occurs. The purpose of this study is to analyze the condition of the drainage canal on Street Nawawi Hasan using the HEC-RAS 6.1.0 application. The results of the analysis show that in conditions without rain and influenced by tides the maximum water level elevation is + 0.5115 m above the canal surface, in the 2 year and 5 year return period rainfall accompanied by tides, the maximum water level elevation is above the canal surface that is + 0.5160 m and + 0.5170 m. After the normalization scenario was carried out, in conditions without rain and influenced by tides, the water level elevation was below the ground surface, that is - 0.5139 m, and in the 2 year and 5 year return period rainfall accompanied by ups and downs the water level was also below the ground surface. That is - 0.5139 m, and - 0.5670 m. Overall, the condition of the drainage canal on Street Nawawi Hasan be able to function properly. Good drainage canals function be able to prevent puddles which are one of the causes of mosquito breeding, reduce soil erosion that causes road damage, and maintain health in the surrounding environment. Keywords: flood, drainage, HEC-RAS, rain, normalization, ebb and flow
Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook Materi Seni Tari Kreasi Pada Mata Pelajaran SBDP Di Sekolah Dasar Nuzla Rizkia Rahma; Umar Umar; Uus Kusnadi
Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia Vol 1 No 4 (2023): November: Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jubpi.v1i4.2064

Abstract

This research is motivated by the limited use of learning media used in the learning process, especially in the material of creative dance in learning the arts and crafts. The purpose of this study is to develop learning media flipbook creative dance art materials on SBdP subjects in elementary school. This study is a Design and Development Research, using research procedures proposed by Peffers, et al. (2007) namely identify the problems, desxribe the objectives, design & develop the artifact, test the artifact, evaluate the testing results, and communicate the testing results with data collection techniques using validation questionnaire sheets from experts and user response questionnaire sheets, namely teachers and learners. Development is done to evaluate the product on the feasibility of the media when used as a learning medium. Participants of this study involved material experts, media experts, and language experts for validation as well as teachers and students to provide responses in the use of media. The results of this study based on the validation of material experts get a percentage of 100% with the category “very decent”, assessment of media experts get a percentage of 91.88% with the category “very decent”, and linguists with a percentage of 93.75% with the category “very decent”. After testing the Learning media get an assessment of the teacher's assessment with a percentage of 100% in the category of “very good”and the assessment of students with a percentage of 95% in the category of “very good”. Based on these results, it can be concluded that the Learning media flipbook creative dance art material on SBdP subjects in elementary school is very feasible to serve as a learning media in Grade IV of elementary school.
Analisis Penerapan Nilai – Nilai Profil Pelajar Pancasila Dalam Pembelajaran PPKN Melalui Pengenalan Kearifan Lokal Andriyani, Yunita; Yayang Furi Furnamasari; Umar Umar
Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia Vol 1 No 4 (2023): November: Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jubpi.v1i4.2068

Abstract

This research was conducted to address the negative impact of globalization that can diminish a sense of patriotism and to improve the quality of Pancasila and Citizenship Education (PPKN) in SDN Pengadilan 2 Bogor by integrating local wisdom. The research aimed to understand how the introduction of local wisdom in PPKN teaching could shape the values of Pancasila in student profiles and help students grow into intelligent and character-driven generations. The research method employed was qualitative with descriptive analysis. Data were collected through interviews, questionnaires, literature review, and documentation. The results revealed six Pancasila student profile values in the implementation of local wisdom introduction at SDN Pengadilan 2 Bogor. Out of the 40 participating students, 3 students (8%) fell into the "below average" category, 13 students (33%) were rated as "satisfactory," and 24 students (60%) were deemed "good" in applying these values. The research demonstrates that Pancasila values have been continuously integrated into students' daily lives, forming strong characters and producing morally upright, critical-thinking, and socially adept generations. Challenges in implementing Pancasila student profiles involve both student and teacher factors. Alternative solutions include contingency planning, classroom preparation, pre-activity training, student motivation, and appropriate instructional media usage.