Claim Missing Document
Check
Articles

UJI ORGANOLEPTIK DAN MIKROBIOLOGI BUMBU INSTAN TEMPE Umaira, Nurunnisa; Bintari, Siti Harnina
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe merupakan produk fermentasi dari bahan baku kedelai dengan bantuan kapang Rhizopus sp. Fermentasi kedelai menjadi tempe segar layak makan memerlukan waktu antara 36 sampai 48 jam, selebihnya tempe akan mengalami perubahah fisik menjadi lunak, perubahan warna dari putih menjadi semakin gelap kecoklatan dan munculnya aroma yang menyengat seperti gas amoniak. Perubahan tekstur ini diakibatkan tempe mengalami fase overfermented, yang di daerah Jawa Tengah produk tersebut dimanfaatkan untuk bumbu pada pembuatan sayur dan lauk pauk khas Jawa, misalnya sayur lodeh, sayur bobor, sambel tumpang, orek tempe, lento dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu fermentasi yang tepat pada tempe lewat matang sebagai bahan baku bumbu instan tempe yang bisa diterima oleh panelis. Komponen bumbu terdiri atas tempe lewat matang, bawang putih, dan garam. Telah dilakukan penelitian terhadap tepung tempe lewat matang dengan variasi lewat waktu fermentasi hari ke 0, 1, 2, 3, 4, dan 5 untuk dibuat bumbu instan tempe dengan fortifikasi bawang putih dan garam masing-masing 7.5% b/b. Produk bumbu instan yang dihasilkan, digunakan sebagai salah satu komponen pembuatan sayur Jawa dengan pemberian bumbu dengan konsentrasi 2.5% dalam pembuatan sayur Jawa. Uji organoleptik menghasilkan bahwa bumbu instan tempe dengan waktu lewat fermentasi 72 jam merupakan bumbu instan yang dapat diterima oleh panelis. Pemeriksaan bakteri asam laktat bervariasi jumlahnya dengan dominansi pengurangan jumlah bakteri asam laktat berdasarkan lama fermentasi dan tidak terdeteksi adanya bakteri Escherichia coli sehingga produk bumbu instan tempe overfermented aman dan layak dikonsumsi.
KOMPOSISI AIR LIMBAH TAHU DAN AIR KELAPA DENGAN SUPLEMEN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) TERHADAP PROFIL NATA DE BUTTERFLY PEA FLOWER Ningtyas, Mega Mawarni Eva; Bintari, Siti Harnina
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu merupakan produk makanan berwarna putih, lembut dan kaya protein, dalam pembuatannya dihasilkan limbah cair hasil samping proses koagulasi yang disebut whey. Air limbah tahu memiliki pH rendah dan kaya senyawa organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan nata dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan air limbah tahu bersama air kelapa dengan suplementasi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai substrat pada fermentasi nata de butterfly pea flower. Penelitian eksperimental dilakukan dengan lima kelompok menggunakan kombinasi air limbah tahu dan air kelapa dengan suplementasi ekstrak bunga telang 5% serta lama fermentasi 7 hari, (K0 = Kelompok kontrol, air limbah tahu 100% + ekstrak bunga telang 5%, K1 = Kelompok kontrol, air kelapa 100% + ekstrak bunga telang 5%, P1 = Kelompok dengan perlakuan 80% air limbah tahu + 20% air kelapa + ekstrak bunga telang 5%, P2 = Kelompok dengan perlakuan 70% air limbah tahu + 30% air kelapa + ekstrak bunga telang 5%, P3 = Kelompok dengan perlakuan 60% air limbah tahu + 40% air kelapa + ekstrak bunga telang 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi air limbah tahu dan air kelapa dengan perbandingan 70:30 dengan suplementasi ekstrak bunga telang 5% menghasilkan warna dan tingkat kekenyalan nata yang baik. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi air limbah tahu dan air kelapa pada konsentrasi air limbah tahu sebesar 70% dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku nata dengan profil yang layak konsumsi dan berpotensi untuk usaha bisnis minuman sehat kaya serat.
REKAYASA SUBSTRAT POC PLUS BIOFERTILIZER DARI LIMBAH CAIR OLAHAN KEDELAI BERBASIS KOMUNITAS BSM Bintari, Siti Harnina; Habibah, Noor Aini; Isnaeni, Wiwi; Sutikno, Sutikno
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BSM merupakan unit usaha di kelurahan Patemon Gunung Pati, dijalankan lima belas orang ibu dengan berbagai kegiatan meliputi mendaur ulang minyak jelantah menjadi sabun, limbah kain perca, kertas menjadi bunga dan pernik bunga. Telah dilakukan pengolahan limbah organik menjadi ecoenzym, dan dilanjutkan pembuatan pupuk organik cair dari limbah olahan kedelai yang kaya protein. Tujuannya untuk menguatkan komunitas bank sampah melalui kegiatan pengolahn limbah cair dan meningkatkan ketrampilan melalui pembuatan biofertilizer berupa pupuk cair untuk dipergunakan sendiri guna merawat tanaman di sekitar rumah, lingkungan dan taman toga. Metode yang digunakan meliputi diskusi informasi, pelatihan, penerapan dan implementasi produk. Teknologi yang digunakan adalah fermentasi spontan melalui rekayasa substrat tinggi protein dengan komposisi terdiri atas telur ayam sebagai sumber protein hewani, whey tahu dan atau limbah rendaman kedelai sebagai sumber protein nabati, vitamin dan mineral dari bawang merah, molase dan starter EM4. Hasil kegiatan berupa pupuk organik cair dengan formula “plus” dari bahan utama dan pengaya menghasilkan kompleks suspensi cairan berwarna coklat tua, beraroma alkoholik dengan Rasio C/N, P dan K sebesar berturut-turut 1.86%, 0.076% dan 0,198%. Implementasi POC plus pada tanaman rumah tangga cabe, terong dan tomat memberikan trend pada kemunculan bunga lebih awal. Produk POCplus merupakan produk baru sebagai biofertilizer yang spesifik.
EMBUNG PATEMON KONSERVASI YANG BERSINERGI, BERMANFAAT DAN BERKELANJUTAN Saraswati, Ufi; Bintari, Siti Harnina; Rudyatmi, Ely; Sukaesih, Sri; Mustikaningtyas, Dewi
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Embung Patemon sekaligus merupakan upaya Konservasi Air dibawah pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Jawa Tengah. Embung Patemon memiliki bentuk berupa cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan, menjaga kualitas air tanah, mencegah banjir, hingga sumber pengairan. Keberadaan Embung Patemon diharapkan tidak hanya sebagai tempat konservasi air, melainkan dapat digunakan sebagai sumber ekonomi masyarakat Patemon dan sekitarnya, khususnya masyarakat yang berada di Kampung Sriging RT 01/RW 01. Mengingat lingkungan sekitar Embun Patemon memungkinkan untuk menjadi tempat berkumpul, bersantai bersama keluarga dengan menghirup udara segar di lingkungan sekitar Embung. Kelurahan Patemon tempat keberadaan Embung Patemon telah mempunyai komunitas bisnis yang tergabung dalam UMKM masyarakat Patemon. UMKM yang tergabung antara lain memproduksi aneka makanan ringan, selain adanya komunitas BSM yang menghasilkan produk komersilnya berupa sabun, ecoenzim dan turunannya serta kerajinan tangan dari perca dan kertas/kemasan produk pangan. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memanfaatkan keberadaan Embung Patemon sebagai tempat kegiatan ekonomi masyarakat sekitar. Diperoleh hasil berupa inisiasi sinergitas antara masyarakat UMKM dengan pihak BBWS dengan tetap mengikuti rambu rambu fungsi embung untuk menyimpan air dan konservasi alam lingkungan setempat. Perhatian civitas akademika dengan demikian dalam meng aplikasikan ide, dan gagasan sebagai bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni “Embung Patemon sebagai bentuk konservasi yang bersinergi, bermanfaat dan berkelanjutan” secara mikro telah terlaksana.
PRODUK TEMPE DENGAN FORTIFIKASI HERBAL Bintari, Siti Harnina; Rudyatmi, Ely; Peniati, Endah; Mustikaningtyas, Dewi; Isnaeni, Wiwi; B., F. Putut Martin H.; Ulfa, Berlina Maika
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe merupakan produk yang familiar dan mudah diolah menjadi bermacam-macam makanan siap santap. Saat ini, belum dikenal dan belum familiar produk tempe yang diproduksi dengan tambahan tepung dari tanaman potensial, misalnya kelor, kersen dan porang. Tempe yang mendapatkan proses pengolahan sedemikian disebut tempe inovasi, merupakan varian baru dari industri tempe. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan cara produksi tempe inovasi dengan fortifikan herbal yaitu kelor, kersen dan porang serta untuk menentukan fisik tempe inovasi dan profil kimia meliputi kandungan protein dan antioksidan. Tempe inovasi merupakan tempe yang dalam pembuatannya mendapat fortifikan bahan herbal sebesar 1-2%. Produk tempe yang dihasilkan dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan camilan, lauk pauk dan sayur-mayur. Permasalahan pada observasi riset awal ini adalah bagaimana teknologi pembuatannya dan apakah ada perbedaan kandungan protein dan angka antioksidan produk tempe inovasi dibandingkan dengan kontrol. Telah dilakukan praktik pembuatan tempe inovasi secara higienis dan menghasilkan produk tempe inovasi matang tidak berbeda secara fisik dengan tempe original. Kandungan protein dan angka antioksidan secara umum berbeda dengan kontrol masing masing pada rentang angka 3, 019 dan 0,90.
Penerapan Inovasi Teknologi dan Digital Marketing pada Industri Tahu dan Tempe Khas Bandungan Kab. Semarang Prananta, Widya; Bintari, Siti Harnina; Wicaksono, Dimas; Rachmadi, Moch Faizal
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13068

Abstract

Tofu and tempeh are popular and affordable sources of plant-based protein. They also play a vital role in meeting the food needs of the Indonesian people. Besides containing plant-based protein, tofu and tempeh are also rich in fiber, calcium, iron, and sodium. Furthermore, these soybean products contain prebiotics that can help improve digestive health, isoflavones to lower cholesterol levels, and saponins to protect heart health. The various nutritional contents of soybean products, such as tofu and tempeh, must be optimized. One of the tofu and tempeh producers in Central Java is the "Asri Serasi" Tofu and Tempeh Industry in Karanglo, 06/01, Kenteng Village, Bandungan District, Central Java Province. Asri Serasi's tofu and tempeh products are only marketed at tourist markets and a few culinary stalls in the Bandungan area. However, marketing is not the only issue. In terms of production, the equipment used is still manual, such as when squeezing soybean juice and pressing tofu. Soybean juice is still extracted manually by hand, even though the company produces over 100 kg of soybean pulp per day. Some of the technologies and innovations handed over included a soybean extractor and a tofu press. Training on diversifying tofu and tempeh products into various processed foods was also conducted using a fortification method based on the use of local ingredients, including moringa leaves, cherries, and vegetables such as spinach and carrots. Digital-based business expansion assistance was also provided to address marketing challenges faced by target partners, with the active participation of students
Optimalisasi Potensi UMKM Kelurahan Sumurrejo Kecamatan Gunungpati melalui Digital Marketing Tri Sri Noor Asih; Sugianto Sugianto; Dwi Yulianti; Siti Harnina Bintari
BERDAYA Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumurrejo, Gunungpati, is one of the fostered villages of the Mathematics and Natural Sciences Faculty, Universitas Negeri Semarang, which is located about 8 kilometers from the Unnes Sekaran Campus. This village has several potentials, including UMKM for making tempeh which have been fostered by FMIPA for the last three years. This village is geographically quite strategic because it is traversed by inter-district roads which are quite busy. Seeing the potential and current technological changes, UMKM in Sumurrejo can continue to be developed through digital media. One of the solutions offered by the FMIPA Unnes community service team is through digital marketing socialization and training on the creation and management of online stores. In this activity, socialization was carried out to all UMKM owners in Sumurrejo, as well as training on the creation of an online store for youth organizations in Sumurrejo. The online shop managed by youth organizations is expected to be able to become a job for local youth and help marketing UMKM products in Sumurrejo.
Applying The Roy Adaptation Model: An Empowerment Approach to Build Psychosocial Resilience in Hypertensive Pregnant Women Liliek Pratiwi; Siti Harnina Bintari; Dina Nur Anggraini Ningrum; Chatila Maharani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26287

Abstract

ABSTRACT Hypertensive Disorders of Pregnancy (HDP) significantly drive Maternal Mortality Rates (MMR) in Garut Regency, exacerbated by poor psychosocial support. This program aimed to empower hypertensive pregnant women by enhancing psychosocial resilience through Roy’s Adaptation Model. Using a Participatory Technology Development approach, 30 pregnant women with gestational hypertension or mild preeclampsia at Tarogong Public Health Center participated in a four-session workshop addressing physiological, self-concept, role function, and interdependence modes. Pre- and post-tests evaluated knowledge, resilience via the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), and blood pressure stability. Participants with 'Good' knowledge surged from 10% to 86.7%. Resilience scores substantially improved in self-concept (+35.7), role function (+27.3), and interdependence (+31.3), shifting coping mechanisms from maladaptive to adaptive. Clinically, average blood pressure decreased by 14.4 mmHg (systolic) and 8.7 mmHg (diastolic), with 83.3% of participants achieving controlled, stable levels. Interventions based on Roy's Adaptation Model effectively strengthen the psychosocial and physiological capacities of hypertensive pregnant women. Integrating a sustainable WhatsApp consultation group with village midwives serves as a vital preventive strategy for early detection and maternal mortality reduction. Keywords: Blood Pressure Stability, Hypertensive Disorders of Pregnancy, Psychosocial Resilience, Roy's Adaptation Model.
Effect of Retort Sterilization Temperature and Time on the Quality of Vacuum Packed Soft-Boned Milkfish Lusi Maswahyu Andriyani; Sunyoto; Siti Harnina Bintari; Pramesti Dewi; Dewi Mustikaningtyas
Life Science Vol. 15 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/unnesjlifesci.v15.i1.27873

Abstract

Soft-boned milkfish is a popular processed product of the milkfish (Chanos chanos), but it has a limited shelf life. Retort sterilization technology with vacuum retort pouch packaging can extend shelf life, but it is necessary to study the right combination of temperature and time to maintain product quality. This study aims to analyze the effect of a combination of temperature (110 °C, 121 °C, and 130 °C) and sterilization time (10, 20, and 30 min) on Total Plate Count (TPC), total protein content, and hedonic quality of the product. The parameters analyzed in this study were TPC with two replications (duplicates), total protein content measured by the Biuret method, and hedonic quality assessed through the hedonic test. The results showed that all treatments produced TPC below the SNI 7388:2009 limit of 5 × 105 CFU/g. The 121 ℃ treatment for 30 min maintained a total protein content of 26.17% and TPC value of 1.00 × 10² CFU/g, while the 130 ℃ treatment for 10 min produced a total protein content of 20.85% and TPC value of 1.00 × 10⁰ CFU/g, and produced the most favorable hedonic quality. Therefore, 130 °C for 10 min is recommended as the optimal sterilization temperature and time, because it is able to produce products that are microbiologically safe and preferred by panelists. Moisture content plays a role in influencing TPC value, total protein content, and hedonic quality. It is recommended to research the effect of temperature and sterilization time of soft-boned milkfish retort on the water content of soft-boned milkfish.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Alam, Aulia Nuanza Alamsyah - Alfiyan, Jamil Maulana Zahriyan Andin Vita Amalia, Andin Vita Andiniyati, Fitri Anhari, Saeful Ani Nur Fauziah, Ani Nur Anik Ulfah, Anik Anisa Dyah P Anisa Dyah P Asih, Tri Sri Noor Astrid Farmayati B., F. Putut Martin H. Chatarina Umbul Wahyuni Chatila Maharani Chulia Mubtadiah, Chulia Danang Dwi Saputro DEDDY MUCHTADI Deddy Muchtadi Dewi Mustikaningtyas Dewi Mustikaningtyas Dewi Susilowati Dhimas Fajar Eka Purnama DIMAS WICAKSONO Dina Nur Anggraini Ningrum Dwi Handayani DWI SUSILANINGSIH DWI YULIANTI Dwi Yulianti Dyah Rini Indriyanti Eka - Mukaromah, Eka - Ely Rudyatmi, Ely Endah Peniati Enni Suwarsi Rahayu Evi Widowati Farikhul Ulum Farikhul Ulum Fazat Haniyya, Fazat Fernando, G. S.N. Fidia Fibriana Hadi Nasbey Hayati, Dwi Puji Hayati, Dwi Puji Heni Pujiastuti Ibnul - Mubarok, Ibnul - Ibnul Mubarok Ibnul Mubarok Ibnul Mubarok Ichsani, Nadya Iin Kurnia Iin Kurnia Intan Zainafree, Intan Isnaeni Karunia Annisa Istiani, Fahrun Istiani, Fahrun Jamil Maulana Zahriyan Alfiyan Jayanti, Septi Jumiyati - Jumiyati - Kartika Nugraheni Kartika Nugraheni Khairunisa, Nisrina L. Putri, Afra Fauziah Lail Isro, Abda Latipah, Rina April Liliek Pratiwi Lisdiana Lisdiana Lusi Andriyani MADE ASTAWAN Mafaza Khaisuntaha Mafaza Khaisuntaha Maftuhah, Anis Margareta Rahayuningsih Nugroho Edi K Martien Herna Susanti Maryani Suwarno Maryani Suwarno Maryani Suwarno Masru'ah, Masru'ah Milah, Nihayatul Moeis, Siti Fatimah Muhammad Agus Muljanto Muhammad Khumaedi Mursyid . Mursyid Mursyid Nadya Ichsani Najah, Khoirun Nana Kariada Trimartuti Natalia Desy Putriningtyas, Natalia Desy Natalia, Lidya Ayu Nicky, Dhea Niken Subekti Nikmatul Hidayah Ning Setiati Ning Setiati Ning Setiati Ningtyas, Mega Mawarni Eva Noor Aini Habibah Nugraini, Anisa Ratna Nurika, Nurika P. Eko Prasetyo Parmin - Pramesti Dewi Pramesti Dewi Prananta, Widya Pratama, Rizka Nur Priyantini Widiyaningrum Puput Roy Purnawati R. Susanti R. Susanti Rachmadi, Moch Faizal Rahina Nugrahani Rahmawati, Fahmi Ramadani, Mutiara Bintang Retno - Istifarini, Retno - Retno Sri Iswari Rivana Citra R Rivana Citra r Rohman, Shohihatur Rosidah Rosidah Sadikin, Nadya Audina Nurkhafiya Saiful Ridlo Sarjadi Sarjadi Sarjadi Sarjadi Siswahyudianto Siti Alimah Siti Fatimah Moeis Siti Maesaroh Sri Sukaesih Sri Sukaesih Sri Utami Sri Widowati Sri Widowati Stephani Diah Pamelasari, Stephani Diah Sucihatiningsh Dian Wisika Prajanti, Sucihatiningsh Dian Wisika Sudarman Sudarman Sugianto - Sunyoto Sunyoto Sunyoto Sunyoto Sunyoto Sutikno Sutikno Syukron Rizqi, Syukron Talitha Widiatningrum Tiara Linanti, Annisa Tirtaningrum, Fitria Ayu Tri Budi Kurniawan Tri Budi Kurniawan, Tri Budi Tutik Wresdiyati Ufi Saraswati, Ufi Ulfa, Berlina Maika Umaira, Nurunnisa Veronika Eka J Veronika Eka J Widya Hary Cahyati Widyanigrum, Dewi Widyanigrum, Dewi Winanti, Ruri Wiwi Isnaeni Wiwi Isnaini Wulan Christijanti Wulandari K. E, Yenni Tyas Yatin Mulyono Yuliana, Lusia Retno Yuliana, Lusia Retno Yuniarti Yuniarti Yustinus Ulung Anggraito