Claim Missing Document
Check
Articles

GALERI KARYA DISABILITAS TUNA DAKSA 2D DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Nadya Marissa Prameswari; Lalu Mulyadi; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun banyak yang menganggap penyandang disabilitas sebagai kelompok terpisah, sebenarnya sejumlah di antara mereka memiliki bakat seni yang luar biasa. Karya-karya seni mereka diharapkan dapat dipamerkan dan diperdagangkan di dalam dan luar negeri. Pendirian fasilitas ini bertujuan untuk menjadi wadah apresiasi permanen di Kota Malang, yang dapat menampung karya-karya seni yang dihasilkan oleh seniman penyandang disabilitas. Selain itu, upaya ini juga melibatkan relokasi acara Jogja International Disability Art Biennale yang diadakan dua tahun sekali di R.J. Galeri Katamsi, Yogyakarta. Semua langkah ini didukung oleh Pemerintah Kota Malang yang bertekad menjadikan kota lebih inklusif terhadap penyandang disabilitas. Dalam metodologi desain, terdapat tiga tahap utama: Memahami, Menjelajahi, dan Mewujudkan. Konsep sirkulasi menjadi dasar dalam merencanakan tata letak ruangan guna memaksimalkan pergerakan, sambil memperhatikan kenyamanan pengunjung. Selain itu, pemilihan skema warna earth tone bertujuan menciptakan suasana yang tenang dan nyaman. Bangunan ini juga dilengkapi dengan fasilitas seperti blok guiding, rampa dengan kemiringan 6°, dan titik pendaratan setiap 9 meter, serta lift. Diharapkan bahwa fasilitas ini mampu memberikan solusi berkelanjutan terhadap berbagai tantangan yang ada.
GEDUNG AUDITORIUM PERTUNJUKAN MUSIK POP DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Valentino Umbu Taralandu; Lalu Mulyadi; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Malang, pertunjukan musik sering diadakan di tempat-tempat berkumpul seperti stadion, aula kampus, atau lokasi lain yang tidak boleh digunakan untuk kegiatan semacam ini. Akibatnya, suara yang dipantulkan di bawah standar atau bahkan terlalu keras untuk didengar. Oleh karena itu, penulis menyusun rencana untuk membangun Gedung Pertunjukan Musik Modern di Kota Malang karena Kota Malang membutuhkan lokasi yang secara khusus dapat menampung dan mewadahi kegiatan seperti pertunjukan musik ini. Lokasi yang penulis pilih agar mudah dijangkau dan sangat strategis yakni berada pada Jl. Dieng. Permasalahan dari perancangan ini, di sisi lain, selain menjadi Auditorium Pertunjukan Musik yang megah dengan bentuk yang tunggal, juga diharapkan mampu menyusun aransemen akustik yang baik untuk memberikan kenyamanan saat mendengarkan dan memberikan fasilitas yang dapat mendukung pertunjukan musik. Arsitektur Metafora berfungsi sebagai tema desain. Dari penjelasan tersebut, rancangan gedung pertunjukan musik ini berpotensi untuk menumbuhkan apresiasi dan pemahaman musik yang lebih besar, serta berfungsi sebagai tempat rekreasi dan pengajaran.
NFT GALERI DI KOTA MALANG TEMA: HIGH-TECH ARSITEKTUR Mochammad Rafli Firmansyah; Lalu Mulyadi; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan Kota terbesar ke-2 setelah Kota Surabaya. Kota Malang termasuk kota ekonomi kreatif berbasis teknologi. Era saat ini yang canggih akan teknologi tidak menjadi masalah bagi seniman seniman untuk berkarya berbasis teknologi. Di Kota Malang sendiri bangunan galeri untuk NFT masih belum tersedia untuk mewadahi para seniman digital kota malang. Lambat laun seni ikut berkembang seiringnya perkembangan tekonologi seperti NFT. Namun di Indonesia jarang sekali terdapat galeri seni dan Kota Malang belum terdapat fasilitas galeri NFT tersebut. Dengan adanya NFT Galeri Di Kota Malang diharapkan menjadi wadah bagi para seniman berkarya berbasis teknologi. Arsitektur berteknologi tinggi adalah arsitektur yang mengarah pada konsep arsitektur modern yang memberi kesan bangunan terhadap struktur dan teknologinya. Pendekatan pada Arsitektur High Tech dicirikan oleh penampilan internal dan eksternal, proses desain terbuka, warna cerah dan datar, optimiesme terhadap teknologi, transparasi, dan penggunaan struktur. Rancangan ini menerapkan tema arsitektur berteknologi tinggi karena menggambarkan fungsi rancangan yang berbasis teknologi tinggi sehingga penerapan tama arsitektur berteknologi tinggi sangat cocok dan juga karakteristik arsitektur. Tujuan perancangan ini adalah untuk menciptakan NFT Galeri di Kota Malang yang menggabungkan arsitektur berteknologi tinggi, aman dan nyaman dengan fasad yang menarik diharapkan menjadi pusat perhatian masyarakat kota malang.
PUSAT KREATIVITAS SENI DI KOTA BLITAR TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Jessica Jeane Putri Purnama; Lalu Mulyadi; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Blitar merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki berbagai kegiatan seni dan keberagaman budaya, namun kurangnya sarana dan prasarana yang dapat mendukung kegiatan budaya tersebut, oleh karena itu untuk mewadahi kegiatan budaya tersebut perlu fasilitas pusat kreativitas seni yang dapat mendukung dan mengembangkan seni di kota Blitar. Metode perancangan yang digunakan yaitu pendekatan pada tema Neo Vernakular, dengan data-data yang didapatkan dari data primer melalui pengamatan lokasi secara langsung dan data sekunder melalui studi literatur, dan komparasi bangunan ataupun tema yang serupa. Hasil dari rancangan Pusat Kreativitas Seni ini yaitu kawasan budaya yang menerapkan konsep rumah adat Jawa pada tatanan kawasan dan bangunannya, dengan perancangan ini diharapkan mewujudkan suatu sarana peningkatkan kualitas serta kelestarian dari berbagai budaya di kota Blitar secara memusat dan mewujudkan kota Blitar yang peduli akan budaya.
GALERI SENI RUPA DWIMATRA (2D) DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER Mochammad Iqbal Harsono; Lalu Mulyadi; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang dikenal dengan banyaknya seniman yang menciptakan karya seni yang terpisah dari pengelolaannya, dan lagi-lagi kurangnya perhatian terhadap masalah lukisan, dan pertemuan yang menggabungkan karya tersebut menjadi masalah baru. Ironisnya, ketersediaan fasilitas pendukung kebudayaan di Kota Malang seperti fasilitas kesenian yang layak sebagai pusat kegiatan maupun pusat pameran seni tradisional masih belum ada, menjadi persoalan tersendiri di kemudian hari apabila budaya dan kearifan lokal mulai ditinggalkan demi kepentingan generasi penerus. Event pameran dan kesenian di Kota Malang yang sering diselenggarakan oleh pemerintah setempat maupun dari masyarakat sendiri yang ada di Kota Malang yang bersifat sementara sehingga kurang memadai dalam hal pelestarian. Galeri seni rupa dwimatra sangat identik dengan beragam karakteristik seni di dalamnya. Tema arsitektur kontemporer sangat tepat untuk menciptakan suasana ruang dengan mengikuti karakteristik seni pada rancangan, metode yang digunakan yaitu mnggunakan data primer dengan metode observasi dan dokumentasi, dan data sekuder dengan metode studi literatur dan studi preseden. Bangunan ini diharapkan juga bisa menjadi pusat kegiatan bagi para pelaku seni di Kota Malang dan menjadi ikon seni di Kota Malang.
VILLA RESORT KAYUMAS DI SITUBONDO TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Shafira Rahma Istighfarin; Lalu Mulyadi; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajoemas Villa & Resort merupakan sebuah perwujudan untuk meningkatkan wisata, dikarenakan Kayumas memiliki tingkat antusiasme yang tinggi, namun pengunjung tidak dapat tinggal lebih lama untuk menikmati pemandangan yang ditawarkan di daerah tersebut, hal itu disebabkan oleh tidak adanya tempat penginapan dengan fasilitas yang memadai. Metode desain yang digunakan adalah dengan mencari solusi untuk penataan massa banyak sesuai dengan filosofi rumah adat Jawa Joglo, pemilihan lokasi, review perpustakaan fungsi dan pemilihan tema, program desain, analisis, konsep, dan gambar hasil desain. Dengan demikian, perancangan fasilitas ini mampu meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi bagi para pelaku, terutama untuk Masyarakat sekitar. Serta dapat menjadikan Kayumas Villa Resort ini menjadi salah satu ikon tersendiri bagi Kabupaten Situbondo.
HOTEL RESORT DI LOMBOK UTARA TEMA: NEO-VERNAKULAR Arie Restu Aulia; Lalu Mulyadi; Adhi widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lombok utara adalah salah satu kabupaten pada provinsi nusa tenggara barat dengan mempunyai berbagai jenis obyek parawisata sehingga bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan agar datang ke lombok utara. Oleh karena itu perancangan hotel resort di Lombok utara ini ditujukan untuk memfasilitasi para wisatawan yang difungsikan sebagai akomodasi penginapan bagi wisatawan yang datang ke Lombok utara. Pendekatan pada desain yang akan digunakan pada perancangan hotel resort Lombok utara yaitu tema neo-vernakular menggunakan penerapan elemen lokal seperti bentuk dan ornamen dari bangunan tradisional sasak. Metode perancangan yang akan digunakan yaitu metode glass box. Sehingga hotel resort ini akan dijadikan sebagai akomodasi penginapan bagi para wisatawan dengan mengadopsi bentuk arsitektur tradisional sasak dan pemakaian ornament khas sasak
PERANCANGAN GALERI SENI RUPA TEMA: ARSITEKTUR MODERN Sovina Azzaria Putri; Lalu Mulyadi; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang memiliki kekayaan dalam bidang kesenian. Kota Malang sendiri memiliki segudang seniman baik itu seniman senior atau seniman muda yang jumlahnya lebih dari 100 orang dan seniman muda yang tentunya jumlahnya diprediksi lebih banyak lagi. Hal ini tentunya menjadikan Kota Malang sebagai kota yang berpotensi dalam perkembangan di bidang kesenian dan budaya. Namun wadah penyaluran bakat tersebut justru tidak sebanding dengan potensi yang sudah ada, alternatif yang dibutuhkan Kota Malang dalam mendukung upaya tersebut ialah sebuah tempat yang bisa mewadahi kreativitas para seniman yakni berupa galeri seni rupa. Pada era kemajuan teknologi saat ini, semua serba mudah dan cepat. Rupanya hal tersebut membentuk pola prilaku masyarakat yang kini lebih memilih sesuatu yang praktis, ekonomis, dan mudah. Di era modern ini, arsitektur modern hadir sebagai sebuah perwujudan kemajuan teknologi, yang dimana mampu menghadirkan gaya hidup masa kini di dalam sebuah bangunan, singkatnya menunjukkan karakter Timeless. Arsitektur Modern yang didasarkan atas pembentukan ruang-ruang, dipilih sebagai tema perancangan yang harapannya dapat memaksimalkan fungsi dari galeri itu sendiri. Dengan metode perancangan observasi, studi literatur, dan studi preseden, terciptalah objek gedung galeri seni rupa yang mampu menerapkan prinsip modern mulai dari elemen material, pencahayaan dan tatanan ruang yang sesuai dengan fungsi.
ART CENTER MANDALIKA TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Lalu M Dava Savero; Lalu Mulyadi; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni budaya dan kekayaan alam di pulau Lombok adalah aset yang sangat berharga. Namun belum adanya wadah khusus sehingga penyelenggaraan seni dan budaya di pulau Lombok tidak maksimal. Art Center salah satu solusi untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian dan kebudayaan yang ada di Lombok, dan dapat memudahkan akses dalam pencapaian maupun pengelolaan bagi masyarakat dan wisatawan. Dengan adanya Art Center memiliki manfaat yang dapat membantu pemerintah dalam mengembangkan pariwisata melaui sektor kesenian dan kebudayaan. Perancangan gedung Art Center berada dikawasan Mandalika dengan pendekatan tema arsitektur neo vernakular. Neo vernakular merupakan prinsip arsitektur yang mempertimbangkan budaya lokal, lingkungan dan alam. Metode yang akan digunakan pada perancangan Art Center ini akan mengguakan metode kualitatif dengan cara pengumpulan data primer dan sekunder. Untuk bentuk bangunan Art Center terinspirasi dari bangunan tradisional pulau Lombok yaitu bale tani.
APARTEMEN MAHASISWA di KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Risma Kondo; Lalu Mulyadi; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah kota Surabaya. Kota Malang juga dikenal sebagai kota pelajar karena memiliki fasilitas pendidikan yang sangat maju dan terkini. Perkembangan pendidikan di kota Malang mengalami perkembangan yang pesat. Hingga saat ini terdapat kurang lebih 85 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Sehingga pelajar/pendatang dari luar kota Malang berbondong-bondong datang ke kota Malang. Berdasarkan informasi tersebut, pengadaan apartemen untuk mahasiswa sangatlah penting. Pemilihan tema arsitektur hijau bertujuan untuk menjawab permasalahan semakin berkurangnya ruang terbuka hijau di Kota Malang. Analisis masalah/kontekstual, pemilihan lokasi, tinjauan literatur fungsional/tematik, desain program/proyek, analisis, dan perencanaan konsep merupakan bagian dari proses desain. Dengan adanya apartemen pelajar di kota Malang diharapkan mampu memberikan tempat bagi para pelajar yang berada di kota Malang.
Co-Authors A. Agus Santoso Abraham Santoso Abu Hoir Adhi Widyarthara Adilson Ximenes Belo Aditya Yuda S. P Ahmad Syahrul Amin Ahna Dhia Athari Aladin Eko Purkuncoro Allan Hermawan Amar Rizqi Afdholy Amorena Ruth Eolia Saragih Anang Subardi Andri Putra Naftali Andry Rusdiyanto Ardha Rahadian Ari Wibowo Arie Restu Aulia Arien Purina Virgiantara Riyanto Aris Doyan Asyani Kabalmay, Nirza Aulia Husnul Khatimah Ayu Ratna Winanda, Lila Bagus Septian Wibisono Bayu Teguh Ujianto Berlian Aulia Pratiwi Breeze Maringka Budi Fathony Camilo Laura Anunciação Da Silva Chairunnisa Clarita Ebigail Lepir Namuronja Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Dian Khusnul Khatima Didik Haryoto Edi Hargono Edi Hargono D Putranto Edi Hargono D. Putranto Edi Hargono DP Edi Hargono DP Erni Fachrudin Saputra Fakhri Shafiyuddin Fanny Tri Mauludfy Fariz Hidayat Fathan Kamil Ferdinal Hidayatulloh Fidelis Jamlean Fransiska Vara Maruti Gabriel Duarte Da Silva Gaguk Sukowiyono Gatot Adi Susilo George Winaktu George Winaktu Ghoustanjiwani Adi Putra Ghousthanjiwani Adi Putra Gisca Bunga Kasih Hamka Jamal Januar Sasongko Jessica Jeane Putri Purnama Joice Ratu Taga Karolus Heru Tandur Pratama Lalu Achmad Juniarta Dias Eka Wahyudi Lalu M Dava Savero Lies K Wulandari Lies K. Wulandari Lies K. Wulandari Lies Kurniawati Wulandari Ludovino Da Costa Luthfia Renaldi M. Arina Qomarul Arif M. Yekti Pracoyo Manda Kesia Bith Maranatha Wijayaningtyas Maulia Ayu Saptaria Michael Gading Ganesya Kwani Mochammad Imron Awalludin Mochammad Iqbal Harsono Mochammad Rafli Firmansyah Moh. Nurul Huda Muh Galuh Samputra Dinata Muhamad Rifki Febriansyah Muhammad Alimuddin Muhammad Mansur Muhammad Nazilul Badri Muhammad Sulton Mujiburahim Nadhira Putri Eka Rahmania Nadya Marissa Prameswari Nor Afni Aristyawati Nusa Sebayang Philip Rudolf Prabawati, Niken Putri Herlia Pramitasari R. Oemar Sjarief Raden Risang Haryo C. D. Rahmat Febriansyah Randika Junivan Putra Randika Rafsa Chairul Akbar Prasetyo Rangga Panji Kurniawan Redi Sigit Febrianto Rifika ‘Ulya Risma Kondo Ruli Saefudin Sabarudin Budiharto Santoso Shafira Rahma Istighfarin Sitti Awalia Dewi Permatasari Sovina Azzaria Putri Sri Winarni Sri Winarni Sudirman Indra Suryo Tri Harjanto Susilawati, Susilawati Syamsul Arifin Syarful Annam Tanuwir Azis Taufik Hidayat Tiong Iskandar Tri Satriawansyah Valentino Umbu Taralandu Vega Aditama Veithzal Rivai Zainal Wahyu Aris Setyawan Yoel Saba Yohanes Natali Routa Stela Yoyok Arie Susanto Yuli Maria Lyanawati