Claim Missing Document
Check
Articles

PERPUSTAKAAN UMUM DI KOTA MATARAM TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Muhamad Rifki Febriansyah; Lalu Mulyadi; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Kota Mataram terus menginkan sumber daya masyarakat yang baik dan berwawasan dengan membangun tempat orang mencari ilmu seperti Perpustakaan umum. Namun kedatangan perpustakaan sering dianggap oleh mahasiswa dan masyarakat sebagai tempat membaca atau diisi oleh buku-buku lama yang menggambarkan perpustakaan belum pernah memperbarui buku bacaan yang ada pada perpustakaan umum, juga masyarakat menilai perpustakaan adalah wadah yang menjenuhkan, kaku, formal yang ditunjukan oleh golongan tertentu. Dengan demikian tugas pertama untuk perpustakaan umum pada zaman ini adalah dengan manarik daya tarik dan kemauan membaca masyarakat untuk hadir ke perpustakaan. Dengan isu tersebut, muncul suatu gagasan merancang Perpustakaan Umum di daerah Kota Mataram yang baik serta penataan ruang yang menghadirkan berbagai layanan kenyamanan untuk pengunjung perpustakaan umum. Dengan itu mampu untuk pemerintah kota mataram untuk meningkatkan sumber daya manusia dan menunjukkan ciri khas utama daerah.
CITY HOTEL DI KOTA DILI, TIMOR-LESTE TEMA: ARSITEKTUR MODERN Gabriel Duarte Da Silva; Lalu Mulyadi; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah akomodasi (dapat berupa hotel atau fasilitas penunjang lain) di Timor-Leste mengalami peningkatan. Peningkatan akomodasi terutama paling besar berada di kota Dili. Kota utama Timor-Leste, Dili, sedang berkembang dan berkembang sebagai pusat pendidikan, bisnis, dan pariwisata. City hotel adalah hotel yang terletak di lokasi strategis di perkotaan dan sering digunakan untuk melakukan kegiatan bisnis seperti rapat atau pertemuan Perusahaan. Adapun kegiatan bisnis bagi pelaku bisnis dapat berupa fasilitas MICE (meeting, incentive, conference, exhibition). City hotel uumumnya juga dilengkapi dnegan fasilitas penunjang dan fasilitas pelengkap yang bersifat mempermudah pengunjung.
JUDUL PERANCANGAN CITY HOTEL DI KOTA DILI, TIMOR-LESTE TEMA: ARSITEKTUR MODERN Gabriel Duarte Da Silva; Lalu Mulyadi; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

City Hotel ini dirancan buat mengarah di konsep arsitektur modern. menggunakan konsep-konsep geometris menggunakan tampilan bangunan yg dihadirkan sangat polos serta tanpa memakai ornament, serta prinsip yang dianut merupakan kesederhanaan.sehingga diharapkan fasilitas hotel ini dapat sebagai rumah bagi wisatawan yang dating ke Timor-Leste. serta dibutuhkan juga sebagai suatu icon perhotelang yang moderen bagi perkembanggan hotels dan perkembangan pariwisata di masa yg akan tiba.
PUSAT PELATIHAN SEPAKBOLA DI KOTA LABUAN BAJO-NTT TEMA: ARSITEKTUR MODERN Karolus Heru Tandur Pratama; Lalu Mulyadi; Bayu teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labuan Bajo merupakan salah satu tempat dengan banyaknya bakat sepabola dengan banyaknya klub yang sedang berjuang di LIGA 3. Namun hal tersebut tidak diringi dengan prestasi yang ada karena kurangnya fasilitas Latihan untuk menunjang Latihan setiap hari. Sepakbola harus ditunjang dari berbagai aspek sehingga dapat mencapai sesuatu yang diharapkan bersama, melalui kebiasaan dengan mengadakan kompetisi ataupun menyediakan sarana yang menunjang para pemain klub Persamba ini. Bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun kedepan klub ini bisa bersaing dalam kancah Sepakbola Nasional seperti Liga 1 dan Liga 2. Ini prestasi yang dapat dibanggakan oleh masyarakat Manggarai Barat kedepannya. Pada beberapa tahun belakang ini, Tim berjuluk Laskar Komodo ini mengalami kemunduran yang sangat parah, dengan seringnya tersingkir di fase grup dalam pergelaran liga 3 di NTT. Oleh sebab itu perlu pembenahan dalam berbagai aspek terutama dalam aspek sarana dan prasarana. Oleh sebab itu perlu dibangun salah satu pusat pelatihan sepakbola di Labuan Bajo dengan tumenunjang Latihan setiap hari. Sesuai dengan pola pikir masyarakat Labuan Bajo yang sedang dalam perkembangan menuju pola pikir yang lebih modern. Apalagi sekarang Labuan Bajo ditunjuk sebagai kota destinasi wisata premium. Labuan Bajo perlu mendapat suatu fasilitas canggih seperti Pusat Pelatihan Sepakbola melihat perkembangan , potensi dan kendala yang ada di kota tersebut. Sehingga prospek untuk melihat kedepan bisa menunjang perkembangan sepakbola di Labuan Bajo. Kemajuan kota Labuan Bajo telah ditandai dengan ditetapkanya Labuan Bajo sebagai kota pariwisata pada tahun 2021 oleh Presiden Jokowi Widodo.
GEDUNG OLAHRAGA DI KOTA TULUNGAGUNG TEMA: HIGH – TECH ARCHITECTURE Bagus Septian Wibisono; Gaguk Sukowiyono; Lalu Mulyadi
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Tulungagung memerlukan ruang publik yang dilengkapi fasilitas olah raga untuk meningkatkan dan mengembangkan partisipasi masyarakat. Namun hal ini tidak berbeda dengan fasilitas yang ada. Beberapa fasilitas Gor yang belum memenuhi kondisi tersebut adalah Komplek Olahraga Gor Lembu Peteng yang merupakan fasilitas perencanaan dan pengembangan konseptual yang menawarkan fasilitas olahraga baru Tulungagung dengan arsitektur modern High Tech, mengedepankan standar nasional dalam performa dan kompetisi. Revitalisasi Kompleks Olahraga Gor Lembu Peteng bertujuan untuk menambah fasilitas bagi para atlet dan pengguna umum agar semakin menarik di dalam gedung. Arsitektur Teknologi Tinggi diterapkan untuk menarik orang berkencan dan memelihara semua fasilitas yang tersedia.
CITY HOTEL BINTANG 4 DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN Manda Kesia Bith; Lalu Mulyadi; Bayu teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

City Hotel bintang 4 ini merupakan tipe atau jenis hotel yang lebih ditujukan kepada para usahawan atau pembisnis diluar Kota Malang maupun di Kota Malang. Perancangan ini bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan konsumen yang karakteristiknya adalah kualitas dan fleksibilitas, ekonomis serta efisien sehingga dengan begitu dapat memberikan kepuasan dan kemudahan. Selain itu, dari fasilitas-fasilitas yang disediakan diharapkan nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri karena berbeda dari hotel – hotel lainnya. Metode perancangan yang digunakan dalam proses pembuatan City Hotel dengan mencari isu/ latar belakang tentang City Hotel dan isu perkembangan bisnis di Kota Malang, kemudian pemilihan lokasi startegis,studi literatur fungsi dan tema yang digunakan, program rancangan, setelah data tersebut terpenuhi akan dilanjutkan ke tahap analisa,konsep rancangan , dan skematik rancangan. Dengan demikian perancangan ini telah berhasil di desain berdasarkan tema arsitektur modern.
Pusat Seni Rupa Kreatif di Malang Raya Tema: Arsitektur Klasik Michael Gading Ganesya Kwani; Lalu Mulyadi; Amar Rizqi Afdholy
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang Raya, wilayah yang kaya akan peninggalan sejarah Singasari dan beragam kesenian, terutama seni rupa, memiliki potensi besar untuk pengembangan wilayah dan kesenian melalui eduwisata. Pusat Seni Rupa Kreatif Malang Raya dirancang untuk menjawab potensi ini dengan menyediakan fasilitas seperti asrama, bengkel kerja, dan sarana inspiratif bagi para seniman. Menggunakan metode force-based framework dan pendekatan lingkungan kreatif dengan tema arsitektur klasik revival diharapkan dapat memicu “Creativity Boost” dan mengingatkan pengunjung akan akar seni rupa yang dalam. Pusat ini diharapkan menjadi tempat bagi para seniman untuk berkarya, bertukar ide, dan menginspirasi generasi seniman berikutnya, serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni rupa. Selain itu, pusat seni ini juga diharapkan menjadi destinasi eduwisata yang menarik, memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal melalui pariwisata seni. Dengan demikian, Pusat Seni Rupa Kreatif Malang Raya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pameran karya seni, tetapi juga sebagai pusat pengembangan kreativitas dan inovasi seni rupa.
PERANCANGAN RESORT DI KAWASAN WISATA GUNUNG SEMERU KABUPATEN LUMAJANG TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Ahmad Syahrul Amin; Lalu Mulyadi; Amar Rizqi Afdholy
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari sisi pariwisata, Kabupaten Lumajang mempunyai potensi yang menjanjikan, diantaranya keanekaragaman alam dan daya tarik budaya masyarakat. Kabupaten Lumajang memerlukan pengembangan destinasi wisata dengan potensi maksimal sebagai pusat kegiatan pariwisata atau pusat pertumbuhan pariwisata. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan maka diperlukannya fasilitas penunjang daya tarik wisata di sekitar Gunung Semeru. Ketersediaan resor dan hotel untuk menampung banyaknya pengunjung kawasan Gunung Semeru masih terbatas. Resor merupakan salah satu fasilitas yang menunjang industri pariwisata. Perancangan resor dengan pendekatan neo-vernakular pada dasarnya memperhatikan norma, nilai kosmologis, peran budaya lokal dalam kehidupan masyarakat, serta keselarasan dengan bangunan, alam, dan lingkungan sekitar. Metode yang digunakan dalam perancangan ini kerangka kerja berbasis konsep dimulai dengan penelitian berbagai aspek sosial, budaya, dan teknis yang menjadi dasar pembentukan gagasan atau hipotesis. Disimpulkan bahwa analogi Rumah Adat Suku Tengger menjadi landasan dalam perancangan ini Oleh karena itu, resort ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat penginapan, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat setempat dan menawarkan daya tarik wisata yang istimewa bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana khas Kabupaten Lumajang.
ARENA DRAG RACE MOTOR DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN Fanny Tri Mauludfy; Lalu Mulyadi; Amar Rizqi Afdholy
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang masih banyak di adakan balap liar di beberapa lokasi, kegiatan tersebut membuat pandangan masyarakat menjadi negative salah satu factor yang membuat warga memandang ajang balap merupakan hal yang negative karena ajang balap di lakukan pada malam hari yang membuat warga menjadi terganggu saat beristirahat dan bahaya ajang balap liar yaitu memblokir jalan umum yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan lain dan penonton. Tujuan dari perancangan ini adalah mendesain fasilitas arena sirkuit drag race penyempitan fasilitas untuk menyalurkan kreativtas remaja di kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode force based framework dengan mungatamakan fungsi pada rancangan. Arena sirkuit drag race motor ini di rancang untuk memfasilitasi dan menyalurkan minat remaja di dunia otomotif. Menciptakan sirkuit yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para peserta dan penonton.
HOTEL DAN PUSAT OLEH - OLEH DARI BAHAN DAUR ULANG SAMPAH TRANSPORTASI DI KOTA BATU TEMA: GREEN ARCHITECTURE Nadhira Putri Eka Rahmania; Lalu Mulyadi; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Batu adalah salah satu destinasi wisata terkemuka di Jawa Timur. Dikenal karena kekayaan alamnya, Kota Batu menyajikan pemandangan yang menakjubkan. Hal tersebut membuat Kota Batu sering sekali dijuluki Kota Wisata sehingga dibutuhkan fasilitas penunjang dengan contoh hotel dan pusat oleh – oleh sebagai fasilitas akomodasi, namun belum terdapat dijumpai hotel yang unik dan memanfaakan sampah. Pada Kota batu terdapat permasalahan sampah bekas transportasi yang akan menimbulkan potensi dan menjadi daya tarik keunikan wisatawan yang berkunjung . Metode yang diterapkan adalah pendekatan arsitektur hijau, Melalui pengumpulan data, observasi, dan pemanfaatan internet, konsep arsitektur hijau ini bertujuan untuk mengoptimalkan. Sistem yang ada yaitu 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) dan penggunaan metode force based. Dengan prinsip yang terkandung dalam Green Architecture, memaksimalkan daur ulang bahan limbah untuk transportasi dengan memanfaatkan keunikan bentuk bangunan.
Co-Authors A. Agus Santoso Abraham Santoso Abu Hoir Adhi Widyarthara Adilson Ximenes Belo Aditya Yuda S. P Ahmad Syahrul Amin Ahna Dhia Athari Aladin Eko Purkuncoro Allan Hermawan Amar Rizqi Afdholy Amorena Ruth Eolia Saragih Anang Subardi Andri Putra Naftali Andry Rusdiyanto Ardha Rahadian Ari Wibowo Arie Restu Aulia Arien Purina Virgiantara Riyanto Aris Doyan Asyani Kabalmay, Nirza Aulia Husnul Khatimah Ayu Ratna Winanda, Lila Bagus Septian Wibisono Bayu Teguh Ujianto Berlian Aulia Pratiwi Breeze Maringka Budi Fathony Camilo Laura Anunciação Da Silva Chairunnisa Clarita Ebigail Lepir Namuronja Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Dian Khusnul Khatima Didik Haryoto Edi Hargono Edi Hargono D Putranto Edi Hargono D. Putranto Edi Hargono DP Edi Hargono DP Erni Fachrudin Saputra Fakhri Shafiyuddin Fanny Tri Mauludfy Fariz Hidayat Fathan Kamil Ferdinal Hidayatulloh Fidelis Jamlean Fransiska Vara Maruti Gabriel Duarte Da Silva Gaguk Sukowiyono Gatot Adi Susilo George Winaktu George Winaktu Ghoustanjiwani Adi Putra Ghousthanjiwani Adi Putra Gisca Bunga Kasih Hamka Jamal Januar Sasongko Jessica Jeane Putri Purnama Joice Ratu Taga Karolus Heru Tandur Pratama Lalu Achmad Juniarta Dias Eka Wahyudi Lalu M Dava Savero Lies K Wulandari Lies K. Wulandari Lies K. Wulandari Lies Kurniawati Wulandari Ludovino Da Costa Luthfia Renaldi M. Arina Qomarul Arif M. Yekti Pracoyo Manda Kesia Bith Maranatha Wijayaningtyas Maulia Ayu Saptaria Michael Gading Ganesya Kwani Mochammad Imron Awalludin Mochammad Iqbal Harsono Mochammad Rafli Firmansyah Moh. Nurul Huda Muh Galuh Samputra Dinata Muhamad Rifki Febriansyah Muhammad Alimuddin Muhammad Mansur Muhammad Nazilul Badri Muhammad Sulton Mujiburahim Nadhira Putri Eka Rahmania Nadya Marissa Prameswari Nor Afni Aristyawati Nusa Sebayang Philip Rudolf Prabawati, Niken Putri Herlia Pramitasari R. Oemar Sjarief Raden Risang Haryo C. D. Rahmat Febriansyah Randika Junivan Putra Randika Rafsa Chairul Akbar Prasetyo Rangga Panji Kurniawan Redi Sigit Febrianto Rifika ‘Ulya Risma Kondo Ruli Saefudin Sabarudin Budiharto Santoso Shafira Rahma Istighfarin Sitti Awalia Dewi Permatasari Sovina Azzaria Putri Sri Winarni Sri Winarni Sudirman Indra Suryo Tri Harjanto Susilawati, Susilawati Syamsul Arifin Syarful Annam Tanuwir Azis Taufik Hidayat Tiong Iskandar Tri Satriawansyah Valentino Umbu Taralandu Vega Aditama Veithzal Rivai Zainal Wahyu Aris Setyawan Yoel Saba Yohanes Natali Routa Stela Yoyok Arie Susanto Yuli Maria Lyanawati