Claim Missing Document
Check
Articles

Pendugaan Parameter Genetik dan Seleksi Karakter Morfofisiologi Galur Jagung Introduksi di Lingkungan Tanah Masam Lubis, Khairunnisa; Sutjahjo, Surjono Hadi; Syukur, Muhamad; Trikoesoemaningtyas, Trikoesoemaningtyas
Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol 33, No 2 (2014): Agustus 2014
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.798 KB) | DOI: 10.21082/jpptp.v33n2.2014.p122-128

Abstract

Morpho-physiological characterization of sixteen inbred lines of maize originated from CIMMYT and from Indonesian Cereals Research Institute Maros, was carried out in Tenjo, Bogor, from January to April 2013. The objectives of this research were to (1) estimate the genetic parameters of morphophysiological characters, (2) obtain morpho-physiological characters that can be used as selection characters and (3) obtain tolerance inbred lines on acid soil condition. The experiment was conducted using a Nested Design with three replications, nested in selection environment. The first factor was environments, the second factor was genotypes. The two environments were acid soil with eAl 0.2 me/100 g (represented the optimum soil) and acid soil with eAl 1.87 me/100 g (represented the medium acid soil). The results showed that environment had significant effect on inbred lines performances. Characters of anthesis silk interval, number of seeds/cob, number of rows/cob, cob dry weight, seed dry weight and cob weight/plot could be used as selection characters for tolerance to medium acid soil condition; the inbred lines tested indicated high genetic variabilities and showed high heritability under such condition. Inbred line CLA 84, CLA 46, CLA 95 and 1042-13 each was found tolerant genotype on medium acid soil condition
Genetic Parameter Estimation on Upland Rice Agronomic Characters in Ultisols through Diallel Analysis MARIA AGUSTINA; SURJONO HADI SUTJAHJO; TRI KOESOEMANINGTYAS; YUSURUM JAGAU
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 12 No. 3 (2005): September 2005
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.601 KB) | DOI: 10.4308/hjb.12.3.98

Abstract

An estimate of genetic parameters was made to study the types of gene action in rice. A half diallel analysis was performed among seven rice genotypes with different genetical backgrounds, i.e. Situgintung, Jatiluhur, Gajah Mungkur, B8503E-TB-9-0-3, Krowal, CT6510-24-1-3, IR 64, and its 21 progenies. This experimental material was arranged in a complete block design with four replications. All observed characters had highly significant genotypic differences. The genetic parameters were estimated following Hayman method. The simple model of additive-dominance was sufficiently detected through the absence of nonalellic interaction. Productive tillers exhibited partial dominance. Heritability in a narrow sense was high. There was a positive correlation between grain yield and the number of productive tillers.
Variasi Genetik Mutan Anggrek Spathoglottis plicataBlume. Berdasarkan Marker ISSR Atra Romeida; Surjono Hadi Sutjahjo; Agus Purwito; Dewi Sukma; , Rustikawati
Indonesian Journal of Agronomy Vol. 40 No. 3 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.864 KB) | DOI: 10.24831/jai.v40i3.6829

Abstract

Mutants of Spathoglottis plicataBlume were obtained from plants treated with Gamma Irradiation at 30-100 Gray. The mutants showed variations in the flower morphology. The objective of this experiment was to identify genetic variations of orchids S. plicataand its mutants using inter-simple sequent repeat (ISSR) markers. The amplified product of 10 ISSR primers produced 360 bands and 71 ISSR of the loci (90.14%) were polymorphic. The coefficient of similarity and principal component analysis produced five major groups with similarity coefficient of 0.68. The goodness of fit correlation matrix value reached 0.91. Therefore the ISSR isa good marker for identification of S. plicatamutants.Keywords: gamma irradiation, ISSR marker, mutant, orchid
Evaluasi Karakter Agronomi dan Analisis Kekerabatan 10 Genotipe Lokal Kacang Hijau (Vigna radiata L. Wilczek) Indah Dwi Putri; Surjono Hadi Sutjahjo; Edison Jambormias
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.808 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.11-21

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L. Wilczek) merupakan salah satu tanaman Leguminosae yang cukup penting di Indonesia. Permasalahan yang sering muncul pada budidaya kacang hijau adalah tidak serempaknya panen sehingga membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang lebih banyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi karakter agronomi 10 genotipe lokal kacang hijau dan menganalisis jarak genetik antar genotipe-genotipe tersebut berdasarkan karakter kuantitatif dan kualitatif. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Leuwikopo Dramaga, Bogor pada bulan April hingga Agustus 2013, dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yang terdiri atas 10 genotipe kacang hijau lokal dan satu varietas nasional sebagai pembanding dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe-genotipe yang diuji berbeda nyata dengan pembanding pada komponen pertumbuhan, komponen umur tanaman, dan komponen produksi. Genotipe LL3 merupakan genotipe dengan keragaan terbaik (berdasarkan parameter: komponen produksi, komponen umur tanaman, dan komponen keserempakan panen), diikuti LL4, LWL, dan LKH. Berdasarkan analisis jarak genetik, genotipe-genotipe yang diuji mengelompok menjadi empat kelompok (berdasarkan karakter kuantitatif) dan tiga kelompok (berdasarkan karakter kualitatif).
Perluasan Indeks Seleksi Nilai Fenotipe Untuk Indeks Seleksi Nilai Pemuliaan Edizon Jambormias; Surjono Hadi Sutjahjo; Ahmad Ansori Mattjik; Yudiwanti Wahyu; Desta Wirnas
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.997 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.115-124

Abstract

Indeks seleksi merupakan salah satu prosedur seleksi sifat berganda yang penting dalam prog­ram pemuliaan tanaman. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsi dan menduga parameter-parameter skor indeks dari metode-metode indeks seleksi nilai fenotipe, dan kemungkinan perluasannya bagi metode indeks seleksi nilai pemuliaan BLUP. Peragam fenotipe dan genotipe dari indeks basis dan Smith-Hazel digunakan sebagai landasan statistik untuk pendugaan parameter dan perluasan pengguna­an indeks. Penurunan rumus menghasilkan peragam aditif dan fenotipe bagi indeks seleksi berbasis nilai eigen, dan memperoleh parameter indeks seperti heritabilitas, koefisien deter­minasi, respons seleksi, respons seleksi tak langsung dan respons komponen sifat-sifat kuantitatif bagi semua metode indeks nilai fenotipe. Parameter peragam nilai pemuliaan sebenarnya dapat diduga dari analisis eigen dan keakuratan nilai pemuliaan BLUP yang memungkinkan metode indeks seleksi nilai fenotipe dapat diterapkan dengan prosedur yang sama pada nilai pemuliaan BLUP. Terakhir, heritabilitas dan koefisien determinasi indeks dapat digunakan dalam simulasi pembobot ekonomis untuk menghasilkan indeks terbaik.
Karakterisasi dan Evaluasi Keragaman Genotipe Semangka Lokal Abi Ardhillah Yasinda; Surjono Hadi Sutjahjo; Siti Marwiyah
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.501 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.14826

Abstract

Karakterisasi merupakan tahap awal dari kegiatan pemuliaan tanaman semangka. Berdasarkan kegiatan tersebut, akan diketahui keragaman genetik yang ada. Informasi mengenai keragaman genetik terhadap karakter yang diamati dapat dimanfaatkan pada tahap pemuliaan berikutnya. Percobaan ini bertujuan untuk memperoleh informasi keragaman genetik dan mempelajari hubungan kekerabatan antargenotipe semangka berdasarkan tingkat ketidakmiripannya. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, University Farm IPB pada Oktober 2014 hingga Januari 2015. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak dengan 8 genotipe uji hasil eksplorasi dan 1 genotipe pembanding. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pengaruh genotipe uji terdapat pada seluruh karakter yang diamati. Karakter bobot buah, panjang buah, tebal perikarp, kekerasan daging buah, padatan terlarut total daging buah, hari berbunga, dan hari panen memiliki nilai duga heritabilitas arti luar yang tinggi. Karakter panjang petiol memiliki nilai duga heritabilitas yang sedang, dan nilai duga heritabilitas pada karakter diameter buah tidak dapat diketahui. Berdasarkan hasil uji hedonik, hanya genotipe Bengkulu 3 yang disukai oleh panelis pada karakter warna, aroma, tekstur, dan rasa daging buah. Hasil analisis gerombol menunjukkan bahwa genotipe yang berasal dari daerah yang sama secara umum akan mengelompok pada kelompok kekerabatan yang sama.
Karakterisasi Tomat M1 Hasil Iradiasi Sinar Gamma 495 Gy Uswatun Hasanah; Surjono Hadi Sutjahjo; Siti Marwiyah
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.591 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.15563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi keragaan tanaman tomat M1 hasil iradiasi sinar gamma dosis 495 Gy. Bahan yang digunakan merupakan 40 genotipe benih tomat hasil eksplorasi yang diberi perlakuan iradiasi sinar gamma 495 Gy. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo dan Laboratorium Pascapanen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor  pada bulan November 2014 hingga Maret 2015. Karakterisasi dilakukan dengan membandingkan karakter kualitatif dan kuantatif antara genotipe M1 dan M0. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan sinar gamma menyebabkan adanya keragaman pada keragaan genotipe, baik pada karakter kualitatif maupun kuantitatif. Terdapat beberapa genotipe M1 yang memiliki keragaan kualitatif  berbeda dibandingkan kontrolnya yaitu Kefaminano 6, Kefaminano 4, Situbondo GL, Lombok 4, Lombok 1, Gondol 2, Kudamati 1, Aceh 1, Makassar 3, Bogor Cibanteng, Berlian, CLN 4046, dan Kemir. Berdasarkan bobot panen didapatkan tiga genotipe dengan produksi lebih unggul dibandingkan dengan tanaman kontrol yaitu Aceh 5, Lombok 4, dan Kefaminano 4.
Evaluasi Penampilan Sifat Hortikultura dan Potensi Hasil pada Jagung Manis dan Jagung Ketan Umi Maryamah; Surjono Hadi Sutjahjo; Anggi Nindita
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.469 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaan karakter hortikultura dan potensi hasil dari genotipe jagung manis dan jagung ketan. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Kampus IPB Dramaga pada bulan Januari sampai dengan Mei 2016. Penelitian menggunakan rancangan augmented dengan faktor tunggal yaitu genotipe jagung. Materi genetik yang digunakan adalah 32 genotipe uji dan 6 genotipe pembanding. Genotipe uji terdiri atas 26 genotipe jagung ketan dan 6 genotipe jagung manis. Genotipe pembanding terdiri atas 3 varietas jagung ketan (URI, Kumala, Victoria) dan 3 varietas hibrida jagung manis (Bonanza, Secada, Talenta). Genotipe jagung ketan dan jagung manis yang diuji menunjukkan keragaman karakter hortikultura kecuali pada karakter ASI (Anthesis Silking Interval). Terdapat korelasi positif yang sangat nyata antara panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol, dan bobot biji tongkol-1 terhadap produktivitas. Genotipe jagung ketan yang memiliki karakteristik hortikultura dan produktivitas yang baik adalah JLP16, JWP127, JWP223, JWP21, JWP32, JKP2, dan JLL1. Adapun genotipe jagung manis yang memiliki karakteristik hortikultura dan produktivitas yang baik adalah SD3.
Evaluasi Keragaan Generasi Pertama Selfing Jagung Ketan Lokal Anita Rosliana; Surjono Hadi Sutjahjo; Siti Marwiyah
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 3 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.25 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i3.21091

Abstract

Jagung ketan lokal memiliki produktivitas yang rendah. Keutamaan jagung ketan lokal yaitu memiliki pati yang mengandung amilopektin lebih banyak. Kegiatan pemuliaan tanaman diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan memperbaiki karakter jagung ketan agar memiliki rasa lebih manis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi beberapa karakter kuantitatif, kualitatif, dan potensi sifat prolifik pada generasi S1 jagung. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, Dramaga, Bogor pada bulan Februari – Mei 2017. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal yaitu genotipe dengan tiga ulangan. Faktor perlakuan yaitu genotipe jagung yang terdiri atas 16 genotipe uji dan 1 genotipe pembanding URI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe- genotipe uji jagung ketan memiliki beberapa karakter kuantitatif dan kualitatif yang berbeda dari genotipe- genotipe uji yang lain maupun varietas pembanding URI. Sebanyak tujuh karakter yang diamati memiliki nilai heritabilitas arti luas (h2bs) yang tinggi dan satu karakter memiliki nilai heritabilitas arti luas (h2bs) yang sedang. Karakter  ASI  memiliki  nilai  KK  dan heritabilitas  arti  luas  yang  tinggi  serta  berkorelasi  negatif  dengan komponen hasil berupa diameter tongkol, jumlah baris biji, dan bobot tongkol berkelobot sehingga dapat dipertimbangkan sebagai kriteria seleksi. Genotipe JLP1-2, JWP12-5, dan JWP12-8 memiliki potensi sifat prolifik dengan jumlah tongkol per tanaman masing-masing sebanyak 2,55 tongkol, 2,20 tongkol, dan 2,31 tongkol.  Genotipe  SD2,  JWP12-5,  JWP12-3,  JWP22-1,  dan  JLP1-6  memiliki  karakter  agronomi  dan komponen hasil yang baik.
Optimasi Pertumbuhan dan Multiplikasi Lini Klon PLBs Anggrek Spathoglottis plicata Blume melalui Modifikasi Komposisi Medium MS dan Sitokinin Atra Romeida; Surjono Hadi Sutjahjo; Agus Purwito; Dewi Sukma; , Rustikawati
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.907 KB) | DOI: 10.29244/jhi.4.1.1-8

Abstract

ABSTRACTIn order to enhance the multiplication of  Protocorm Like Bodies (PLBs)  of Spathoglottis  plicataorchid  in vitro, several combinations of vitamin, sucrose concentration, and cytokinin were tested.   Thisexperiment was arranged in Completely Randomized Design (CRD) with two factors. The first factor was combination  of  vitamin  composition  and  sugar  concentrations  in  the medium  which  consisted  of  four different  combinations  (J1 = vitamin  MS + sucrose 30 g  L-1, J2 = vitamin B5 + sucrose 30 g  L-1, J3= vitamin  MS  + sucrose  40  g  L-1,  J4  =  vitamin  B5  +  sucrose  40  g  L-1).  The  second factor  was  seven combinations  of  cytokinin types and its  concentrations (S0 = without cytokinin (control), S1 =    20  μM BA, S2 = 40  μM BA, S3 = 20 μM kinetin,   S4 = 40  μM  kinetin, S5 = 75  ml L-1 coconut milk, and S6 = 150 ml L-1 coconut milk).  PLBs  were used as  explant  and were  grown on MS  solid medium containing various vitamin, sucrose, and cytokinin combinations  as mentioned above.  Growth and multiplication of PLBs were based on  the number of PLBs per explant, number of plantle ts per explant, number of roots formed, plantlet height and visual appearance and performa nce of the observations at 6  MST.  The best growth  and  multiplication  of  PLBs  orchid S.  plicata  was  produced  on  MS  medium  modified  with  B5 vitamins  and 30 g  L-1 sucrose, followed by those and  on MS medium enriched  with  75 ml  L-1 coconut milk and on MS medium supported by 20 μM BA.Key words : B5, benzyl adenine, coconut water, in vitro , orchid, sugar concentration,  vitamin compositionABSTRAKPercobaan ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi kom posisi vitamin dan konsentrasi gula medium,serta jenis dan  konsentrasi sitokinin terbaik dalam menginduksi pertumbuhan dan  multiplikasi  lini klon PLBsanggrek Spathoglottis plicata dalam jumlah yang besar  secara  in vitro. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial.  Eksplan yang digunakan adalah PLBs  yang ditanam pada  medium Murashige dan  Skoog  (MS)  yang  telah   dilakukan  modifikasi  sesuai  dengan  perlakuan.  Faktor  pertama  adalah  formulasi komposisi vitamin dan konsentrasi gula yang terdiri dari empat macam formulasi yaitu J1 = vitamin  MS + gula 30 g L-1, J2 = vitamin B5 + gula 30 g  L-1, J3= vitamin MS + gula 40 g L-1, J4 = vitamin B5 + gula 40 g  L-1. Faktor kedua adalah penambahan sitokinin (3 jenis dengan 2 taraf konsentrasi) yang terdiri dari 7 kombinasi perlakuan yaitu S0 = tanpa sitokinin (kontrol), S1 = BA 20 μM, S2 = BA 40 μM, S3 = kinetin 20 μM,  S4 = kinetin 40 μM, S5 = air kelapa 75 ml L- 1, dan S6 = air kelapa 150 ml  L-1. Pertumbuhan dan multiplikasi PLBs anggrek S. plicataterbaik  dihasilkan   pada medium  MS  dengan  modifikasi  vitamin  B5  dan  konsentrasi  gula  30  g  L-1dan  pada medium MS dengan penambahan air kelapa 75 ml L- 1 serta pada medium MS dengan penambahan BA 20  μMdengan  kriteria  jumlah  PLBs akhir dan  jumlah  planlet  akhir  tertinggi,  jumlah  akar  dan  tinggi  tanaman serta penampilan visual hasil pengamatan pada 6 minggu setelah tanam.Kata kunci : air kelapa, anggrek, B5, benzyl adenin, in vitro, komposisi vitamin, konsentrasi gula
Co-Authors , Rustikawati , Yustiana A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abi Ardhillah Yasinda Agus Purwito Ahmad Ansori Mattjik Ahmad Ansori Mattjik Amin Nur Andrea Emma Pravitasari, Andrea Emma Anita Rosliana Anton Yulianto Arifin Noor Sugiharto Arifin Noor Sugiharto Atra Romeida Bambang Pramudya BIBIANA W LAY Bibiana Widiati Lay Budi Setyo Utomo Budi Setyo Utomo Catur Herison Desta Wirnas Devi Tania Dewi Sukma Didy Sopandie Dwi Purwantoro Sasongko Edison Jambormias EDIZON JAMBORMIAS Ekasari Putri, Nurwanita Elza Surmaini Ermawaty - Maradhy Faqih Udin Gilang Fauzi Dzikrillah Hadiatmi Hadiatmi Hefni Effendi Herison, Catur HESTI MAULIDA Imas S. Sitanggang, Imas S. Imas Sukaesih Sitanggang Indah Dwi Putri Indah Dwi Putri Indarti Komala Dewi, Indarti Komala Ishmatalhaq, Zannuba Jaisyurahman, Usamah Jonni Jonni Khairunnisa Lubis Khairunnisa Lubis Laksono Trisnantoro latifah K Darusman Latifah K Darusman Latifah K. Darusman Lena Monita Lubis, Khairunnisa Luluk Prihastuti Ekowahyuni M. Fedi Alfiadi Sondita M. Syamsul Maarif MARIA AGUSTINA Marlina Mustafa, Marlina Maryamah, Umi Maulida, Hesti Meika Syahbana Rusli Melta Rini Fahmi Meynilivia Meynilivia Mohamad Rahmad Suhartanto Mohammad, Farid Muhamad Syukur Naomi Fransiska Panjaitan Nindita, Anggi Noor Farid NUR KHOLISOH Nurhasanah . Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhayati Nurhayati Pipit Werdhiwati Qonita, Anelia Rini, Erin Puspita Rita Nurmalina Rizal Syarief Rizal Syarief Nazriel Romadhon, Muhammad Roiyan Rosadi rosadi Rosliana, Anita S. Sobir Sarvina, Yeli Setia Hadi Siti Marwiyah Siti Marwiyah Sobir Sobir Sobir Sobir SRIANI SUJIPRIHATI Sulastrini, Ineu Sulhajji Jompa Sumardjo Sumiati, dan Surmaini, Elza Suyitman Suyitman Suyitman, Suyitman Syafruddini Syafruddini ; Syaiful Anwar Tania June TRI KOESOEMANINGTYAS Trikoesoemaningtyas Trikoesoemaningtyas Trikoesoemaningtyas Umi Maryamah Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Veronica Kusumawardhani Veronica Kusumawardhani Veronica Kusumawardhani, Veronica Wage Ratna Rohaeni Widiatmaka Willy Bayuardi Suwarno Yasinda, Abi Ardhillah Yayuk Farida Baliwati Yeli Sarvina Yudiwanti Wahyu E. Kusumo YUSURUM JAGAU