Claim Missing Document
Check
Articles

Penyediaan Infrastruktur Pengelolaan Persampahan di Lingkungan Permukiman Kumuh Kota Bandung Veronica Kusumawardhani; Surjono Hadi Sutjahjo; Indarti Komala Dewi; Naomi Fransiska Panjaitan
Jurnal Permukiman Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.100-109

Abstract

Pertumbuhan permukiman kumuh merupakan tantangan urbanisasi dewasa ini. Permukiman kumuh ditandai dengan keterbatasan infrastruktur dasar permukiman, salah satunya adalah tidak tersedianya infrastruktur pengelolaan persampahan yang memadai. Kota Bandung sebagai bagian dari kota metropolitan tidak luput dari tantangan ini, sehingga dipilih tiga daerah sebagai perwakilan kawasan kumuh sebagai objek penelitian. Ketiga daerah tersebut adalah Kelurahan Tamansari (kumuh berat), Kelurahan Babakan Ciamis (kumuh sedang), dan Kelurahan Cihargeulis (kumuh ringan).  Analisis kondisi pengelolaan persampahan eksisting dilakukan dengan perhitungan Indeks Kualitas Tanah (IKT) permukiman. Penelusuran kemungkinan perbaikan kondisi infrastruktur pengelolaan persampahan dilakukan dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang membantu pengambilan keputusan dengan perbandingan prioritas dari para pakar di bidang pengelolaan lingkungan hidup. Hasil perhitungan IKT menunjukkan bahwa kualitas tanah Kelurahan Tamansari adalah yang terburuk dengan nilai IKT 18.5, Kelurahan Babakan Ciamis bernilai IKT 47.5, dan Kelurahan Cihargeulis yang terbaik dengan nilai IKT 73.5. Analisis AHP menghasilkan alternatif solusi infrastruktur pengelolaan persampahan terbaik untuk ketiga Kelurahan adalah dengan Komposting untuk mengelola sampah organik dan Bank Sampah untuk mengelola sampah anorganik. Masing-masing jumlah unit yang dibutuhkan adalah 20 unit untuk Kelurahan Tamansari, 8 unit untuk Kelurahan Babakan Ciamis, dan 11 unit untuk Kelurahan Cihargeulis.
Agronomical traits performance and variability of the SSD F4 mungbean population SURJONO HADI SUTJAHJO; NUR KHOLISOH; HESTI MAULIDA; SITI MARWIYAH; DESTA WIRNAS; EDIZON JAMBORMIAS
Jurnal Natural Volume 23 Number 2, June 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jn.v23i2.24136

Abstract

Genetic variability is critical in order to create candidates for new superior varieties. This research objective was to evaluate the performance and variability of agronomical traits on the mungbean SSD F4 V422H/129 population. The research was conducted at IPB University, Bogor, from March to June 2021. The SSD F4 VR422H/129 population (378 genotypes with single plant as a representative of one genotype) and five check varieties were evaluated. The treatments were arranged in augmented design for RCBD in three replications. For agronomical traits, every F4 plant and 10 sample plants for each check variety were observed. Statistical analysis includes mean, frequency-distribution, heritability, genetic variability, correlation. The days to flowering, days to harvesting, generative periods, plant height on F4 V422H/129 were not significantly different from Vima 5, while total pod number, total pod weight, total seed weight, pod length were significantly higher. The agronomical traits were affected by genetic factors (heritability 0.71-0.99%), except for days to harvest. Based on the high genetic variability (CGV 0.62-0.64%), it was possible to select of total pod weight, total seed weight, or pod length in the next generation V422H/129. The total seed weight had a significant positive correlation with total pod weight and pod length.
Kajian Potensi Daya Tarik Agrowisata Berbasis Lanskap Budaya Pertanian Jonni, Jonni; Nurhayati, Nurhayati; Sutjahjo., Surjono Hadi; Pravitasari, Andrea Emma; Rosadi, Rosadi
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 19, No 4 (2023): JPWK Volume 19 No. 4 December 2023
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v19i4.52607

Abstract

Potensi Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar belum banyak diketahui oleh kalangan umum, walaupun telah menjadi tujuan wisata dengan potensi tenunan khas daerah, dan ukiran rumah adatnya, namun belum mendapat perhatian khusus dan intensif dalam pengembangan potensi wilayah. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji potensi daya tarik agrowisata berbasis lanskap budaya pertanian dan aspek pendukung wisata Nagari Pandai Sikek. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif meliputi Location Quotient (LQ), Shift-Share Analysis (SSA), dan Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) di Nagari Pandai Sikek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor unggulan komparatif Nagari Pandai Sikek pada produksi pertanian adalah selada, wortel, cabe, bawang daun, bawang merah, tomat, dan kembang kol. Sektor keunggulan kompetitif adalah bawang merah, selada, cabe, bawang daun, kembang kol, wortel, dan seledri.  Jorong Koto Tinggi merupakan Jorong (dusun) yang paling basis pada sektor produksi pertanian di Nagari Pandai Sikek. Jorong Baruah dengan nilai tertinggi pada objek daya tarik wisata sarana dan prasarana. Potensi daya tarik agrowisata di Nagari Pandai Sikek dari hasil LQ dan SSA terletak pada Jorong Koto Tinggi dengan komoditi selada, wortel, cabe, bawang daun dan bawang merah.  Potensi daya tarik objek wisata terletak pada Jorong Baruah pada aksesibilitas, akomodasi, sarana, dan prasarana.
Transformasi Kerangka Hukum Lingkungan Indonesia melalui Next Generation Framework: Evaluasi Normatif-Praktis Tata Kelola Terpadu Mohammad, Farid; Sutjahjo, Surjono Hadi; Effendi, Hefni; Sitanggang, Imas Sukaesih; Sasongko, Dwi P
Bina Hukum Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2025): Bina Hukum Lingkungan, Volume 10, Nomor 1, Oktober 2025
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v10i1.473

Abstract

ABSTRAK Hukum lingkungan di Indonesia telah mengalami berbagai transformasi selama empat dekade terakhir, terutama dalam bidang kebijakan dan peraturan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Namun, perubahan ini sering mencerminkan pergeseran yang meningkat ke arah kekakuan administrasi, yang mengorbankan tujuan substantif keberlanjutan dan kualitas layanan publik. Studi ini menerapkan Next Generation Framework (NGF), alat evaluatif komprehensif yang dikembangkan oleh Fonseca dan Gibson (2020) untuk melakukan meta-evaluasi terhadap lima peraturan lingkungan utama Indonesia yang dikeluarkan antara tahun 1986 dan 2021. Melalui analisis konten kualitatif dan penilaian berbasis ahli dari 50 elemen praktik baik di sepuluh kategori NGF, penelitian ini mengungkapkan kesenjangan kelembagaan kritis dalam rasionalitas hukum, integrasi keberlanjutan, mekanisme partisipatif, dan fleksibilitas adaptif. Temuan menunjukkan bahwa sementara peraturan terbaru menekankan perampingan prosedural dan integrasi digital, mereka secara bersamaan mengabaikan landasan normatif seperti keadilan lingkungan jangka panjang, hak-hak adat, dan tata kelola yang responsif. Penelitian ini menempatkan NGF dalam kerangka hukum normatif-praktis, memposisikannya sebagai alat diagnostik yang berharga untuk reformasi kelembagaan. Pada akhirnya, studi ini mengusulkan reorientasi desain hukum dalam tata kelola lingkungan yang menyelaraskan maksud normatif, praktik administrasi, dan responsif sosial-ekologis dalam pemberian layanan publik. Kata kunci: evaluasi hukum normatif; kelembagaan; environmental impact assessment; next generation framework; tata kelola lingkungan.   ABSTRACT Environmental law in Indonesia has undergone multiple transformations over the last four decades, particularly in the realm of Environmental Impact Assessment (EIA) policies and regulations. However, these changes often reflect an increasing shift toward administrative rigidity, compromising the substantive goals of sustainability and public service quality. This study applies the Next Generation Framework (NGF, a comprehensive evaluative tool developed by Fonseca and Gibson (2020) to conduct a meta-evaluation of five key Indonesian environmental regulations issued between 1986 and 2021. Through qualitative content analysis and expert-based scoring of 50 good practice elements across ten NGF categories, this study reveals critical institutional gaps in legal rationality, sustainability integration, participatory mechanisms, and adaptive flexibility. Findings show that while recent regulations emphasize procedural streamlining and digital integration, they simultaneously neglect normative foundations such as long-term environmental justice, indigenous rights, and responsive governance. The research situates NGF within a normative-practical legal framework, positioning it as a valuable diagnostic tool for institutional reform. Ultimately, the study proposes a reorientation of legal design in environmental governance one that harmonizes normative intent, administrative practice, and socio-ecological responsiveness in public service delivery. Keywords: environmental impact assessment; environmental governance; institutional reform; next generation framework; normative legal evaluation
Transformasi Kerangka Hukum Lingkungan Indonesia melalui Next Generation Framework: Evaluasi Normatif-Praktis Tata Kelola Terpadu Mohammad, Farid; Sutjahjo, Surjono Hadi; Effendi, Hefni; Sitanggang, Imas Sukaesih; Sasongko, Dwi P
Bina Hukum Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2025): Bina Hukum Lingkungan, Volume 10, Nomor 1, Oktober 2025
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v10i1.473

Abstract

ABSTRAK Hukum lingkungan di Indonesia telah mengalami berbagai transformasi selama empat dekade terakhir, terutama dalam bidang kebijakan dan peraturan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Namun, perubahan ini sering mencerminkan pergeseran yang meningkat ke arah kekakuan administrasi, yang mengorbankan tujuan substantif keberlanjutan dan kualitas layanan publik. Studi ini menerapkan Next Generation Framework (NGF), alat evaluatif komprehensif yang dikembangkan oleh Fonseca dan Gibson (2020) untuk melakukan meta-evaluasi terhadap lima peraturan lingkungan utama Indonesia yang dikeluarkan antara tahun 1986 dan 2021. Melalui analisis konten kualitatif dan penilaian berbasis ahli dari 50 elemen praktik baik di sepuluh kategori NGF, penelitian ini mengungkapkan kesenjangan kelembagaan kritis dalam rasionalitas hukum, integrasi keberlanjutan, mekanisme partisipatif, dan fleksibilitas adaptif. Temuan menunjukkan bahwa sementara peraturan terbaru menekankan perampingan prosedural dan integrasi digital, mereka secara bersamaan mengabaikan landasan normatif seperti keadilan lingkungan jangka panjang, hak-hak adat, dan tata kelola yang responsif. Penelitian ini menempatkan NGF dalam kerangka hukum normatif-praktis, memposisikannya sebagai alat diagnostik yang berharga untuk reformasi kelembagaan. Pada akhirnya, studi ini mengusulkan reorientasi desain hukum dalam tata kelola lingkungan yang menyelaraskan maksud normatif, praktik administrasi, dan responsif sosial-ekologis dalam pemberian layanan publik. Kata kunci: evaluasi hukum normatif; kelembagaan; environmental impact assessment; next generation framework; tata kelola lingkungan.   ABSTRACT Environmental law in Indonesia has undergone multiple transformations over the last four decades, particularly in the realm of Environmental Impact Assessment (EIA) policies and regulations. However, these changes often reflect an increasing shift toward administrative rigidity, compromising the substantive goals of sustainability and public service quality. This study applies the Next Generation Framework (NGF, a comprehensive evaluative tool developed by Fonseca and Gibson (2020) to conduct a meta-evaluation of five key Indonesian environmental regulations issued between 1986 and 2021. Through qualitative content analysis and expert-based scoring of 50 good practice elements across ten NGF categories, this study reveals critical institutional gaps in legal rationality, sustainability integration, participatory mechanisms, and adaptive flexibility. Findings show that while recent regulations emphasize procedural streamlining and digital integration, they simultaneously neglect normative foundations such as long-term environmental justice, indigenous rights, and responsive governance. The research situates NGF within a normative-practical legal framework, positioning it as a valuable diagnostic tool for institutional reform. Ultimately, the study proposes a reorientation of legal design in environmental governance one that harmonizes normative intent, administrative practice, and socio-ecological responsiveness in public service delivery. Keywords: environmental impact assessment; environmental governance; institutional reform; next generation framework; normative legal evaluation
Karakterisasi Taoge dan Potensinya pada Galur-Galur Kacang Hijau IPB: Characterization of Bean Sprouts and Their Potential in IPB Mung Bean Strains Ishmatalhaq, Zannuba; Siti Marwiyah; Surjono Hadi Sutjahjo; Desta Wirnas
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.3.149-155

Abstract

Taoge atau kecambah merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Taoge salah satunya dihasilkan dari perkecambahan biji kacang hijau (Vigna radiata L.). Taoge mengandung beberapa zat yang berperan sebagai antioksidan di antaranya fitosterol, fenol, flavonoid, vitamin E, niasin, vitamin C, dan mineral. Taoge memiliki potensi produksi yang cukup menjanjikan mengingat banyaknya manfaat yang terkandung dalam sayuran tersebut. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi karakter biji dan taoge, pendugaan potensi taoge serta mendapatkan galur potensial untuk dikembangkan menjadi taoge pada galur-galur kacang hijau IPB. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2023 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultura. Materi genetik kacang hijau terdiri atas 17 galur kacang hijau IPB dan dua varietas nasional (Vima 1 dan Vimil 1) sebagai pembanding. Pengujian kecambah dilaksanakan berdasarkan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) yaitu 19 genotipe dengan tiga ulangan. Penelitian menggunakan 30 butir kacang hijau per satuan percobaan. Pengamatan dilakukan terhadap karakter kuantitatif dan kualitatif taoge dan biji galur kacang hijau IPB. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh nyata genotipe terhadap karakter panjang taoge, bobot satuan taoge, bobot total taoge dan bobot 100 butir. Galur kacang hijau IPB yang memiliki potensi unggul produksi taoge adalah F7-VR10/V1-49, F7-Lom2/129-37, F7-VR10/V1-27, F7-Lom2/129-34, F7-VR10/V1-13, F7-Lom2/129-49, dan F7-VR10/V1-29. Kata kunci: biji, kecambah, kualitatif, kuantitatif, potensi hasil, produksi
Metode Pengusangan Cepat untuk Pengujian Vigor Daya Simpan Benih Cabai (Capsicum annuumL.) Ekowahyuni, Luluk Prihastuti; Sutjahjo, Surjono Hadi; Sujiprihati, Sriani; Suhartanto, Mohamad Rahmad; Syukur, Muhamad
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 40 No. 2 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.268 KB) | DOI: 10.24831/jai.v40i2.6374

Abstract

The ability of seed to maintain seed quality during storage is called seed vigor. Accurate method for seed vigor testing of pepper seeds is necessary to accurately determine seed storability during seed distribution. The aim of this research was to determine the best accelerated aging method (AAM) of pepper seed. Freshly harvested seeds of Capsicum annuumL., IPB C9 genotype were used in this study. The experiment used randomized complete block design (RCBD) with three replications. The experimental treatments were seed vigor testing methods i.e. natural deterioration test at room temperature in controlled humidity (RH 90-95%), and four AAM (hot water 60 ºC, methanol 20%, ethanol 20%, and high temperature at 40 ºC). The best method was selected using analysis of variance, coeficient of variance, regresion dan t student analysis. AAM using 20% methanol at periods of 0, 2, 4, 6 and 8 hours was the best method of seed vigor testing for pepper seed. Keywords: accelerated aging, deterioration, ethanol, methanol, high temperature
Analisis Daya Gabung Galur-Galur Jagung Tropis di Dua Lokasi Yustiana, ,; Syukur, Muhamad; Sutjahjo, Surjono Hadi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 41 No. 2 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.278 KB) | DOI: 10.24831/jai.v41i2.7513

Abstract

The objective of this research was to analyze the combining ability of nine tropical maize lines from PT. BISI International, Tbk’s collections across two locations. The research used a complete diallel mating design according to Griffing’s method 1. Randomized completely block design was used as an experimental design with three replications in each location, Kediri and Nganjuk, East Java. Result of the combining ability analysis revealed that location effect was significant for all traits. Additive gene effects were more important in controlling plant height, ear length, ear diameter and 1,000-grain weight while non-additive gene effects were more important in controlling days to harvest, ear weight per plot and yield potency. Good combiners across locations for days to harvest were Sr-1#247 and Sr-1#086. Sr-1#001 and Loe#187; Pron#077 and Loe#057; Pron#142 and Loe#187; Loe#187 and Loe#057; Sr-1#001 and Loe#187 were a good combiners for ear length, ear diameter, 1,000-grain weight, ear weight per plot and yield potency, respectively. Best specific combinations for several important traits were generated from parent lines with high x low GCA. Sr-1#001xLoe#055; Loe#187xLoe#055 and Loe#057xLoe#055 were the best for ear weight per plot and yield potency.Keywords: combining ability, diallel, G x E interaction, tropical maize
Indikator dan Kriteria Seleksi pada Generasi Awal untuk Perbaikan Hasil Biji Kacang Hijau Berumur Genjah Jambormias, Edizon; Sutjahjo, Surjono Hadi; Mattjik, Ahmad Ansori; Wahyu, Yudiwanti; Wirnas, Desta
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 41 No. 3 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2063.11 KB) | DOI: 10.24831/jai.v41i3.8100

Abstract

ABSTRAKPerbaikan hasil kacang hijau dapat dilakukan melalui seleksi langsung maupun seleksi tak langsung berdasarkankriteria seleksi dari satu atau beberapa sifat kuantitatif sebagai indikator seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk memilihindikator seleksi bagi hasil biji dan menentukan kriteria seleksi bagi indikator seleksi tersebut pada populasi generasi awalkacang hijau berumur genjah. Penelitian menggunakan rancangan acak tak lengkap berblok bersekat-tersarang 1-tahap.Analisis lintas dan regresi aditif serta genotipik masing-masing digunakan untuk memilih dan menentukan indikator seleksi dan kriteria seleksi. Hasil analisis pengaruh langsung memperlihatkan jumlah biji bernas dan umur berbunga merupakanindikator seleksi bagi hasil biji dengan kriteria seleksi 200 biji pada kisaran umur berbunga 40-46 hari, untuk memperolehhasil > 12 g tanaman. Sebaliknya, hasil analisis pengaruh tak langsung memperlihatkan tinggi tanaman, jumlah cabangdan lama hari panen dapat pula dimasukkan sebagai indikator seleksi. Kriteria seleksi bagi masing-masing indikator seleksiini adalah dua cabang dengan lama hari panen 16-20 hari dan tinggi tanaman sekitar 85 cm untuk menghasilkan 200 biji.Bila dipilih tanaman yang lebih pendek, kriteria seleksi tinggi tanaman 75-80 cm dapat digunakan, namun lama hari panenmenjadi 22-26 hari.-1Kata kunci: analisis regresi, analisis lintas, BLUP, seleksi generasi awal
Keragaman Karakter Komponen Hasil dan Hasil pada Genotipe Kedelai Hitam Wirnas, Desta; Trikoesoemaningtyas, ,; Sutjahjo, Surjono Hadi; Sopandie, Didy; Rohaeni, Wage Ratna; Marwiyah, Siti; Sumiati, dan
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 40 No. 3 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.887 KB) | DOI: 10.24831/jai.v40i3.13202

Abstract

The objective of this research was to determine the trait variance in black soybean lines in terms of yield and yield components. The materials used were F8 lines generated from hybridization of two local varieties, i.e. black seeded Ceneng and greenish yellow seeded Godek, and then selected under single seed descent method, except  SC-39-1, SC-62-2 and GC-74-7 that were generated through bulk selection method. The results showed that the traits between plant genotypes were significantly different, except number of productive node and number of unfilled pod. Total variance was contributed more by number of filled pod, seed weight per plant and 100 seed weight.  Seed weight per plant and 100 seed weight had high heritability with genetic variance and broad-sense heritability which were significantly different from zero. These characters are important for further selection to improve yields of black soybean lines.Keywords: black soybean lines, broad sense heritability, total variance
Co-Authors , Rustikawati , Yustiana A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abi Ardhillah Yasinda Agus Purwito Ahmad Ansori Mattjik Ahmad Ansori Mattjik Amin Nur Andrea Emma Pravitasari, Andrea Emma Anita Rosliana Anton Yulianto Arifin Noor Sugiharto Arifin Noor Sugiharto Atra Romeida Bambang Pramudya BIBIANA W LAY Bibiana Widiati Lay Budi Setyo Utomo Budi Setyo Utomo Catur Herison Desta Wirnas Devi Tania Dewi Sukma Didy Sopandie Dwi Purwantoro Sasongko Edison Jambormias EDIZON JAMBORMIAS Ekasari Putri, Nurwanita Elza Surmaini Faqih Udin Gilang Fauzi Dzikrillah Hadiatmi Hadiatmi Hefni Effendi Herison, Catur HESTI MAULIDA Imas S. Sitanggang, Imas S. Imas Sukaesih Sitanggang Indah Dwi Putri Indah Dwi Putri Indarti Komala Dewi, Indarti Komala Ishmatalhaq, Zannuba Jaisyurahman, Usamah Jonni Jonni Khairunnisa Lubis Khairunnisa Lubis Laksono Trisnantoro latifah K Darusman Latifah K Darusman Latifah K. Darusman Lena Monita Lubis, Khairunnisa Luluk Prihastuti Ekowahyuni M. Syamsul Maarif Maradhy, Ermawaty MARIA AGUSTINA Marlina Mustafa, Marlina Maryamah, Umi Maulida, Hesti Meika Syahbana Rusli Melta Rini Fahmi Meynilivia Meynilivia Mohamad Rahmad Suhartanto Mohammad, Farid Muhamad Syukur Naomi Fransiska Panjaitan Nazriel, Rizal Syarief Nindita, Anggi Noor Farid NUR KHOLISOH Nurhasanah . Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhayati Nurhayati Panjaitan, Naomi Fransiska Pipit Werdhiwati Qonita, Anelia Rini, Erin Puspita Rita Nurmalina Rizal Syarief Romadhon, Muhammad Roiyan Rosadi rosadi Rosliana, Anita S. Sobir Sarvina, Yeli Setia Hadi Siti Marwiyah Siti Marwiyah Sobir Sobir Sobir Sobir Sondita, M. Fedi Alfiadi SRIANI SUJIPRIHATI Sulastrini, Ineu Sulhajji Jompa Sumardjo Sumiati, dan Surmaini, Elza Suyitman Suyitman Suyitman, Suyitman Syafruddini Syafruddini ; Syaiful Anwar Tania June TRI KOESOEMANINGTYAS Trikoesoemaningtyas Trikoesoemaningtyas Trikoesoemaningtyas Umi Maryamah Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Veronica Kusumawardhani Veronica Kusumawardhani Veronica Kusumawardhani, Veronica Wage Ratna Rohaeni Widiatmaka Willy Bayuardi Suwarno Yasinda, Abi Ardhillah Yayuk Farida Baliwati Yeli Sarvina Yudiwanti Wahyu E. Kusumo YUSURUM JAGAU