Claim Missing Document
Check
Articles

Intrauterine Contraceptive Devices Choice among Women of Reproductive Age and Its Contributing Factors Imas Rafiyah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S2 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.187 KB)

Abstract

Intrauterine contraceptive devices (IUDs) is a safe and effective method of long-term contraception. However, many women in reproductive age do not intend to use this contraceptive especially in rural areas. So, the purpose of this study was to identify factors that contribute on women of reproductive age in choosing intrauterine contraceptive devices including intentions, information, personal autonomy, social support, and situation. Research method used quantitative descriptive. The population was the entire women in reproductive age who were 30 years age or older, had 2 or more children and they were alive. The number population was 210 people. The sample of these was 66 women recruited by a simple random sampling technique. The data were collected through questionnaire developed researcher based on Snehandu’s theory. Then the data were analized using percentage. The results showed that of 66 respondents, 80.3% did not intended using intrauterine contraceptive devices because most of them were fear for its side effect (41.5%). The number of respondents who less information about it were 66.7%, it was especially in term of side effects (74.2%). Unsupported situation in choosing this contraceptive method was value “more children more sustenance” (65.2%). In addition, 84.9% respondents were lack of social support though 97% respondens had personal autonomy in determining contraceptive methods. To conclude that most of women of reproductive age in Margaluyu village had no intention using intrauterine contraceptive devices. Around half of them were fear for side effects, lack of information, their belief, lack of social support. Almost of them had autonomy in choosing contraceptive method. Thus nurses needed to provide health education about intrauterine contraceptive devices by emphazing on the side effect and benefit of this not only for women bat also for husbands and community.
Terapi Psikoreligius Menggunakan Terapi Al-Qur’an terhadap Halusinasi Pasien Skizofrenia Susanti, Icih; Suryani, Suryani; Rafiyah, Imas
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.8039

Abstract

This research aims to determine psycho-religious therapy by reading and listening to the Koran for hallucinations in schizophrenia patients. The method used is a literature study using PubMed, CINAHL, and Google Scholar with inclusion criteria for quantitative research articles focusing on Al-Qur'an therapy, publications in 2018-2022, and full text available in Indonesian and English. The results of the study showed that there were seven articles analyzed that showed their effectiveness in reducing hallucinations in schizophrenic patients using Al-Quran therapy by reading, listening, and SQEFT activities. This therapy is applied to conditions of stress, anxiety, depression, and other psychological disorders. The implementation procedure is to read Surah Al-Fatihah and listen to Surah Al-Baqarah for 30 minutes. In conclusion, Al-Qur'an therapy has proven to be effective in reducing hallucinations in schizophrenia patients. Keywords: Al-Qur'an, Hallucinations, Schizophrenia, Psychoreligious Therapy
Hubungan pengetahuan terhadap kepatuhan menjalankan pola hidup sehat pada pasien pasca intervensi koroner perkutan di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung Harun, Hasniatisari; Ibrahim, Kusman; Rafiyah, Imas
MEDISAINS Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i1.1040

Abstract

Latar belakang : Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan ancaman serius bagi kehidupan seseorang. Salah satu penatalaksanaan PJK adalah dengan intervensi koroner perkutan (IKP), akan tetapi tindakan IKP tetap mempunyai risiko mengalami kekambuhan, karena adanya faktor risiko PJK yang dimiliki sebelumnya. Dalam menurunkan faktor risiko tersebut, salah satunya dapat diatasi dengan cara menjalankan pola hidup sehat pasca IKP. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan menjalankan pola hidup sehat pada pasien pasca IKP. Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah pasien pasca IKP yang sedang berobat di Instalasi Pelayanan Jantung. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling, yaitu sebanyak 48 responden di Instalasi Pelayanan Jantung RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Instrumen yang digunakan terdiri dari; modifikasi instrumen Heart Disease Fact Questionnaire (HDFQ) dan instrumen Medication Adherence Scale (MAS) dengan menggunakan analisis data uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan (x2=12,800, p=0,000) terhadap kepatuhan menjalankan pola hidup sehat. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan terhadap kepatuhan dalam menjalankan pola hidup sehat.. Saran dari penelitian ini perawat sebaiknya memperhatikan pengetahuan pasien saat memberikan intervensi dalam meningkatkan kepatuhan menjalankan pola hidup sehat pada pasien pasca IKP. Kata Kunci : Intervensi koroner perkutan (IKP) , kepatuhan, penyakit jantung koroner (PJK), pola hidup sehat.
PENERAPAN INTERVENSI MENGGAMBAR PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN HALUSINASI PENGLIHATAN DAN PENDENGARAN : CASE REPORT Amelia, Gina Sri; Rafiyah, Imas; Widianti, Efri
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 2 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i2.876

Abstract

  Schizophrenia symptoms may vary among individuals, but one of the most common symptoms is hallucinations. Hallucinations can be treated using drawing as a non-pharmacological intervention. The purpose of this study was to examine the reduction in auditory and visual hallucination symptoms in schizophrenia patients after receiving drawing intervention. The research utilized a clinical case report method following five stages of nursing care, from assessment to evaluation. The study focused on a single schizophrenia unspecified patient experiencing auditory and visual hallucinations. The patient underwent drawing intervention sessions, consisting of drawing activities, conducted three times over three consecutive days, with each session lasting 30 minutes to 1 hour. The evaluation revealed that most hallucination symptoms disappeared, leaving only one symptom with reduced intensity. The study concluded that implementing drawing intervention can reduces auditory and visual hallucination symptoms in schizophrenia patients.    
Strategi Koping Perawat Rumah Sakit Umum Daerah Fitrianti, Siti Citra; Yudianto, Kurniawan; Rafiyah, Imas
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6095

Abstract

Strategi koping merupakan serangkaian upaya, perilaku, tindakan yang dilakukan individu dalam mengelola stres serta memiliki peran penting bagi perawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi koping perawat RSUD Cililin. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling dengan melibatkan 105 perawat RSUD Cililin. Instrumen yang digunakan adalah The Brief COPE dengan 28 item pernyataan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem focused coping merupakan strategi koping yang paling banyak digunakan yakni (63.8%). Namun, penelitian ini menunjukkan juga bahwa masih terdapat perawat yang menggunakan emotion focused coping (15.2%) dan less useful coping (8.6%). Penggunaan kedua strategi koping tersebut harus mendapatkan perhatian karena efeknya lebih terbatas dalam jangka pendek bagi kinerja perawat.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HALUSINASI DENGAN KEJANG : CLINICAL CASE REPORT Serenity, Kinar; Rafiyah, Imas; Hidayati, Nur Oktavia
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 6 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i6.2915

Abstract

Sekitar 400.000 orang Indonesia menderita skizofrenia. Etiologi skizofrenia bersifat multifaktorial. Namun, kejang (atau epilepsi) juga dapat berkolerasi dengan skizofrenia. Salah satu diagnosa keperawatan pada pasien skizofrenia yang paling umum adalah Gangguan persepsi sensori: halusinasi. Halusinasi pendengaran merupakan jenis halusinasi yang paling banyak ditemukan terjadi pada 70% pasien. Perawat dapat berperan sebagai terapis dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien skizofrenia. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan penerapan asuhan keperawatan jiwa dimulai dari pengkajian hingga dokumentasi pada pasien skizofrenia hebefrenik dan diagnosa keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dengan kejang di salah satu RSJ Jawa Barat. Kasus/ intervensi/pembahasan: Ny. W (47 tahun) masuk RSJ dengan riwayat kejang sejak usia 28 tahun. Klien belum pernah dirawat di RSJ. Berdasarkan hasil pengkajian tanggal 6 September 2022, klien mengalami halusinasi pendengaran. Intervensi keperawatan disusun sesuai dengan diagnosa keperawatan yang muncul pada klien serta mengacu pada buku asuhan keperawatan jiwa. Selain itu, terapi farmakologi juga diberikan pada Ny. W. Kesimpulan:Setelah dilakukan asuhan keperawatan jiwa selama lima hari, Ny. W dapat melakukan kontrol halusinasi pendengaran, melakukan tiga benar minum obat (benar nama orang, benar waktu, benar cara). Namun, Ny. W masih mengalami halusinasi pendengaran. Kejang Ny. W sudah terkontrol menggunakan Divalproex.
PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN REMAJA DENGAN PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN SKIZOAFEKTIF : STUDI KASUS Rahim, Grisela Parisa; Sutini, Titin; Kurniawan, Kurniawan; Rafiyah, Imas
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 6 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i6.2967

Abstract

Gangguan skizoafektif adalah gangguan mental yang ditandai oleh kombinasi gejala skizofrenia dan gangguan afektif yang muncul bersamaan atau dalam beberapa hari satu sama lain dalam satu episode penyakit. Masa remaja adalah periode penting untuk mengembangkan kebiasaan sosial dan emosional yang penting untuk kesejahteraan mental. Gangguan Skizoafektif dan depresi rentan dialami oleh remaja. Remaja dengan gangguan skizoafektif dapat menunjukkan perilaku kekerasan, yang merupakan respon marah yang diekspresikan melalui ancaman, mencederai diri sendiri atau orang lain, dan merusak lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan intervensi perilaku kekerasan pada pasien remaja skizoafektif dengan masalah keperawatan perilaku kekerasan. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada satu pasien dengan proses asuhan keperawatan jiwa yang mencakup pengkajian, rencana asuhan keperawatan, implementasi, dan evaluasi. Setelah diberikan intervensi keperawatan selama sebelas hari, hasil menunjukkan bahwa pasien mampu mengontrol perilaku kekerasan dengan mengenali perilaku kekerasan, melakukan latihan fisik, berkomunikasi secara asertif dan kepatuhan pengobatan yang dipantau dan didukung oleh keluarga. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas penelitian dengan meneliti lebih dari satu subjek
MASALAH RISIKO PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN SKIZOAFEKTIF DI RSJ CISARUA: LAPORAN KASUS Indriyanti, Deviana; Sutini, Titin; Hernawaty, Taty; Rafiyah, Imas
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 6 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i6.2990

Abstract

Skizoafektif merupakan penyakit kejiwaan dengan gejala psikotik (tidak mampu membedakan khayalan dan realita) yang menetap, meliputi halusinasi atau delusi, yang terjadi bersamaan dengan gangguan mood yang terbagi dalam episode depresi, manik, maupun campuran. Permasalahan utama pada pasien skizoafektif adalah perilaku kekerasan yang bisa membahayakan diri sendiri, orang lain, serta lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penatalaksanaan kasus risiko perilaku kekerasan pada pasien skizoafektif. Metode yang diterapkan dalam artikel ini yaitu laporan kasus. Kasus yang diangkat laki-laki berusia 34 tahun dengan tanda gejala gelisah, terlihat tegang, pandangan tajam, mengatakan orang-orang tidak suka padanya dan mengatakan bahwa ia juga tidak menyukai saudaranya karena sering mengganggunya, ketika bercerita tentang saudaranya nada suara meninggi, tangan menunjuk-nunjuk pada sembarang arah, sesekali mengepal beberapa saat. Pasien diberikan intervensi keperawatan membantu pasien dalam mengenali penyebab, tanda gejala, perilaku kekerasan yang terjadi, dan konsekuensi dari perilaku kekerasan tersebut, tarik nafas dalam atau melakukan kegiatan yang pasien suka, intervensi spiritual dengan berdzikir, dan pendekatan verbal dengan mengungkapkan, meminta, dan menolak sesuatu dengan cara yang benar. Setelah dilakukan intervensi selama 7 kali pertemuan di ruangan, adanya beberapa perubahan perilaku pada pasien sehingga disimpulkan adanya penurunan terjadinya risiko perilaku kekerasan dan pasien mampu untuk mengontrol perasaannya
Empathy Training for Reducing Bullying Behavior among Adolescents: A Scoping Review Hikmat, Rohman; Yosep, Iyus; Hernawaty, Taty; Suryani, Suryani; Mardhiyah, Ai; Widianti, Efri; Maulana, Indra; Rafiyah, Imas; Sutini, Titin; Sriati, Aat
JENDELA NURSING JOURNAL Vol 9, No 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v9i1.10524

Abstract

Background: Bullying is a serious problem in adolescents. The negative impact of bullying is the occurrence of physical and psychological problems in adolescents. These problems can be prolonged and lead to criminal behavior in adolescents. Empathy is one of the aspects that influence bullying behavior.Purpose: to describe empathy training in reducing bullying behavior in adolescents.Method: This research design used a scoping review. Searching strategy used PRISMA Extension for Scoping Review with major keywords are empathy training, bullying, and adolescents. The databases used were CINAHL, PubMed, and google scholar. The inclusion criteria used were original research, quasi experiment design, publication period of the last 10 years (2012-2022), and using English. Data analysis used a descriptive approach.Results and Discussion: The authors found 5 articles that discuss empathy therapy in reducing bullying behavior significantly (p value 0.05). Empathy therapy is carried out with discussion activities, role playing, counseling, and using empathy therapy modules. This intervention is carried out by involving the teacher as a companion during the intervention process.Conclusion: Empathy therapy needs to be given to the perpetrator or victim so that repeated bullying behavior does not occur in adolescents. So that empathy therapy can be a reference for schools and health workers in preventing bullying in students at school.
The Application Of Acquaintance Training To Improve The Social Skills Of Male Schizophrenia Patients With Social Isolation Nursing Problems: Case Report Utami, Syafiah Ihsan; Rafiyah, Imas; Hidayati, Nur Oktavia
Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 4 (2025): July
Publisher : Utami Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70963/jmr.v1i4.309

Abstract

Schizophrenia patients, often experience social isolation by withdrawing from the environment and having difficulty interacting. These symptoms make them feel lonely and difficult to build relationships with others. The purpose of this study was to determine the application of introductory exercises to improve socialization skills in schizophrenic male patients with social isolation nursing diagnoses. The study method used is a clinical case study approach conducted on male patients with social isolation nursing diagnoses in the Merak Room, Cisarua Mental Hospital, West Java Province. From the interventions that have been carried out. The intervention applied is an introductory exercise which is carried out gradually according to the procedure. The results of the intervention show that introductory exercises are effective in gradually improving the patient's social skills, as seen from the improvement of verbal and nonverbal communication and active participation in social activities. Therefore, it is recommended that nurses implement acquaintance training as a strategy to improve socialization skills in patients with social isolation.
Co-Authors Aat Sriati Adella, Denisa Adinda Utami AI MARDHIYAH, AI Alfian Alfian Amelia, Gina Sri Anjelina, Dina Ariska Juniar Arlan Atikah Fatmawati Citra Windani Mambang Sari Devi Kusnanti Deviana Indriyanti Dewi Indriyani Utari Dicky Priyatno Tarigan Efri Widianti Ermiati E Etika Emaliyawati Fatmawati, Atikah Feni Agustina Fitriani Rahayu Fitrianti, Siti Citra Gadis Pratiwi Priyono Grisela Parisa Rahim Hadi Suprapto Arifin Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Hathairat Sangchan Hikmat, Rohman Iffa Fathimiyah Ifna Rosydah Ikeu Nurhidayah Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Indriyanti, Deviana Iskandarsyah, Aulia Iyus Yosep Khairiyatul Munawwarah Kinar Serenity Kintan Komala Komalasari, Orkhida Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Kusumah, Indra Laili Rahayuwati Lida Nurlainah M. Rachmat Soelaeman Mamat Lukman Milenia Shafaria Monika Natalia Muhammad Farhant Ruksanan Muhammad Mulyadi Nada Afifah Namirotu Fauziah Nita Fitria Nugraha, Revi Merliani Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurmaela Mela Nurmaela Nur’aeni, Aan Oktovianti, Asti Rahim, Grisela Parisa Ramadhanti, Intan Febryani Reihana Rofilla Rohiman . Rositianti Rositianti Ruksanan Ruksanan Ryzka Fridelia Suhendar Sabrina Junieta Prawesti Salwa Mawaddah Serenity, Kinar Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Shelly Iskandar Siska Yan Hermana Soelaeman, M. Rachmat Sukmawati . Suryani S Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Susanti, Icih Taty Hernawaty Tauba, Ahmad Mumtaz Tetti Solehati Titin Sutini Tri Prayuda Dwipha Surbakti Utami, Syafiah Ihsan Visi Aurora Amartha Wandee Suttharangsee Windi Dwirexsi Windy Rakhmawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yulianita, Henny Yulianti Yulianti