Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Should We Learn from Srikandi Panghegar to Break The Discrimination and Stigma Against Transwomen? Uliviana Restu Handaningtias; Ika Arinia Indriyany; Nadia Malika Farhanah
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 15 No 2 (2023): Ultimacomm
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimacomm.v15i2.3659

Abstract

Heteonormativity is a view that makes transwomen a subject of discrimination and stigma. The discrimination and stigma received by transwomen in Cianjur Regency are inseparable from the construction of the Cianjur community, which is predominantly by Islamic values as the basis for society to normalize these actions. Cianjur is a city in West Java that has a strong history of Islamic movements in West Java. The life of the Cianjur people is influenced by Sundanese and Islamic cultures, which mingle in the joints of the community's social, cultural, and political life. Srikandi Panghegar exists as a community that fights against heteronormativity in Cianjur Regency. This study uses the theory of social movements from the perspective of LGBT, as proposed by Mary Bernstein (1997) with a qualitative research method using a case study approach, the results of this study explain the spread of identity as a method used in collective action as the goal of social movements in terms of gaining acceptance of stigmatized identities to change institutions. However, Srikandi Panghegar Cianjur has not yet reached the stage of changing institutions because movement mobilization is still focused on the community itself and movements only on a small scale at the district level. The spread of identity can then be examined in two forms: identity for critique (identity for criticism) and identity for education (identity for education).
Eksistensi Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat Perempuan di Kelurahan Kadumerak, Pandeglang, Banten Mayrudin, Yeby Ma'asan; Indriyany, Ika Arinia; Hikmawan, M. Dian; Prastio, Luki Oka
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Issue 1, June 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v4i1.26747

Abstract

Perguruan tinggi memainkan peranan yang sangat penting untuk membumikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Salah satu sarana yang bisa dimanfaatkan dalam memaksimalkan hal ini adalah melalui pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian masyarakat merupakan jembatan yang dapat menghubungkan perguruan tinggi dan masyarakat dalam upayanya menyelesaikan problematika sosial. Kunci keberhasilan pengabdian masyarakat adalah adanya kolaborasi antara kedua aktor ini sehingga mampu mengubah masyarakat yang tadinya tidak berdaya menjadi masyarakat mandiri. Dalam upayanya menjadi kanalisasi ilmu pengetahuan, Tim Pengabdian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa telah melakukan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Kadumerak. Pengabdian ini hadir untuk memberdayakan kelompok Perempuan di bidang ekonomi, salah satunya melalui sosialisasi pemanfaatan marketplace sebagai sarana transaksi ekonomi. Topik ini dipilih karena adanya kegelisahan atas posisi yang tidak sejajar antara Perempuan dan laki-laki terutama di bidang kesenjangan ekonomi. Tuntutan Perempuan untuk mampu menyeimbangkan urusan di ranah privat tetapi tetap turut andil berkontribusi untuk mencari pendapatan di ranah publik membuat mereka harus lebih cerdas memanfaatkan peluang yang ada, salah satunya marketplace ini. Dengan adanya marketplace, mereka mampu memperluas jaringan pasar atas usaha yang sudah mereka miliki tanpa meninggalkan rumah. Meskipun begitu tetap dibutuhkan inisiatif dan upaya pengembangan diri untuk memastikan bahwa program pengabdian masyarakat ini tidak hanya bersifat hit and run dan penggugur kewajiban, tapi juga mampu sustainable. Kedepannya, program pengabdian masyarakat ini akan menyasar masyarakat yang lebih luas tidak hanya Perempuan tetapi juga laki-laki yang memiliki permasalahan serupa.
Gender Responsive Climate Change Adaptation and Mitigation Analysis through Flamboyan Climate Group in Tangerang City Utami, Wahyu Kartiko; Indriyany, Ika Arinia
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 3 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i3.508

Abstract

AbstractThe issue of gender equality is still not a priority in the government's climate change adaptation and mitigation efforts, even though climate change indirectly interacts with conditions of gender inequality and produces impacts that can be detrimental to women. The climate village programme, as one of the government's efforts to overcome climate change, is a programme that cannot be separated from gender issues. The aim of this research is to analyse climate change adaptation and mitigation efforts through the climate village programme and examine the presence of women in the programme. Using a case study approach, researchers analysed the efforts made by the Flamboyan group in overcoming climate change in Tangerang City. Through the climate village programme, the Flamboyan group succeeded in getting an award from the local government for its efforts in climate change even though it was only formed in 2022. The results of the research show that before the climate group was formed by the government, this group headed and dominated by women had independently fought for climate change since 2012 in various ways, starting from planting plants in people's yards, waste banks, clean and healthy lifestyles (PHBS) and so on. These efforts were carried out independently for a long time and consistently before finally being formed as a climate group by government in 2022. Therefore, even though it was only formed in 2022, this group managed to receive various awards from the government in 2023 for its efforts in climate change. This group also proves that women can not only be present in domestic affairs, but also public affairs and succeed in bringing change to their environment. The impact on the economy, social and environment has been felt by local groups and communities.Keywords: Climate Village Programme, Climate Change, Adaptation, Mitigation AbstrakIsu kesetaraan gender masih belum menjadi prioritas dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dilakukan pemerintah, padahal perubahan iklim secara tidak langsung berinteraksi dengan kondisi ketidaksetaraan gender dan menghasilkan dampak yang dapat merugikan perempuan. Program kampung iklim sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi perubahan iklim menjadi salah satu program yang tidak lepas akan permasalahan gender. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui program kampung proklim serta mengkaji kehadiran perempuan dalam program tersebut. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, peneliti menganalisis bagaimana upaya yang dilakukan oleh kelompok proklim Flamboyan dalam mengatasi perubahan iklim di Kota Tangerang. Melalui program kampung proklim, kelompok proklim Flamboyan berhasil mendapatkan penghargaan dari pemerintah daerah atas upayanya dalam perubahan iklim meskipun baru terbentuk di tahun 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dibentuk kelompok proklim oleh pemerintah, kelompok yang di ketuai dan didominasi oleh perempuan ini telah secara mandiri memperjuangkan perubahan iklim sejak tahun 2012 dengan berbagai cara, mulai dari penanaman tanaman dipekarangan rumah warga, bank sampah, pola hidup bersih dan sehat (phbs) dan lain sebagainya. Upaya-upaya ini dilakukan secara swadaya untuk waktu yang lama dan konsisten sebelum akhirnya dibentuk sebagai kelompok poklim di tahun 2022. Oleh sebab itu, meskipun baru terbentuk 2022 namun kelompok ini berhasil mendapatkan berbagai penghargaan dari pemerintah di tahun 2023 atas upayanya dalam perubahan iklim. Kelompok ini juga membuktikan bahwa perempuan tidak hanya bisa hadir di urusan domestik, namun juga urusan publik dan berhasil membawa perubahan pada lingkunganya. Dampak terhadap ekonomi, sosial dan lingkungan telah dirasakan oleh kelompok serta masyarakat sekitar.Kata kunci: Kampung Iklim, Perubahan Iklim, Mitigasi, Adaptasi
Ecofeminism: Women's Resistance to the Development of a Geothermal Power Plant Project in Padarincang, Serang Regency Sulistiani, Selvi; Indriyany, Ika Arinia
Government & Resilience Vol. 2 No. 2 (2024): Government & Resilience (November 2024)
Publisher : Dealings Foundation Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62503/gr.v2i2.19

Abstract

This article examines the women's resistance movement in Padarincang District, Serang Regency, against the development of a Geothermal Power Plant, analyzed through an ecofeminist perspective. As human dependence on energy grows, there is increasing pressure to find alternative energy sources, such as geothermal energy, to meet daily needs. The proposed Geothermal Power Plant in Padarincang is part of Indonesia’s commitment to achieving Net Zero Emissions (NZE). However, local resistance emerged due to concerns over the potential economic and environmental impacts of the project. Using qualitative research methods and a case study approach, this study explores how women in Padarincang District contributed to the ecological movement. The findings reveal that the rejection stemmed from a lack of slot thailand community engagement and socialization about the development, leading to fears of environmental degradation. Many locals did not understand that geothermal energy could offer new opportunities for renewable energy. The resistance, particularly from women, gave rise to an ecofeminist movement addressing these environmental issues. This research contributes to the literature on the intersection of gender and environmental concerns, particularly by highlighting the role of women in such movements.
Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Mendorong Usaha Rumahan Di Kelurahan Sumur Pecung Kecamatan Serang Ramadhan, Gilang; Nurrohman, Bayu; Godjali, Moch. Rizky; Mayrudin, Yeby Ma’asan; Indriyany, Ika Arinia
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Issue 2, December 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v4i2.29623

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Keluarahan Sumur Pecung  bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat keluarahan kadumerak khususnya ibu rumah tangga agar mampu lebih memberdayakan diri mereka dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam rumah tangga. Program pengabdian masyarakat ini dilangsungkan dengan beberapa sesi diantaranya penyampaian materi yang dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab antara peserta dengan pemateri. Sasaran peserta pada kegiatan ini adalah ibu-ibu yang memiliki usaha rumahan di Keluarahan Sumur Pecung Kecamatan Serang dan dihadiri oleh 30 peserta. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan ini adalah diharapkan ibu-ibu yang memiliki usaha rumahan dapat mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi informasi terutama pada aspek pemasarannya. Keberlanjutan dari program ini adalah pendampingan yang dilakukan tim pengabdian masyarakat kepada para pelaku usaha rumahan terutama dalam pengelolaan bisnis yang mereka jalankan sampai mencapai kemandirian. 
Strategi Pemberdayaan Pada Petani Garam Di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang Prastio, Luki Oka; Sulistiani, Selvi; Indriyany, Ika Arinia; Centia, Selvi
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Issue 2, December 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v4i2.26671

Abstract

Artikel ini membahas mengenai program pengabdian yang dilakukan di Dusun Praubosok Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Pemilihan lokus pengabdian di desa tersebut dilatar belakangi oleh kondisi geografis di pesisir pantai dan adanya potensi daerah sebagai salah satu penghasil garam nasional di Jawa Barat. Berangkat dari hal tersebut, petambak garam mendapat intervensi dari pemerintah dengan adanya Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Salah satu hal dilakukan adalah melalui strategi pemberdayaan pada masyarakat Dusun Praubosok Desa Muara tersebut. Adapun metode yang digunakan yakni pemberdayaan dengan elemen pemungkinan dan penguatan melalui pelatihan dan pendidikan agar dapat berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program PUGAR yang telah dilaksanakan di Kabupaten Karawang telah berjalan dengan baik melalui fasilitasi bantuan, pelatihan, pendidikan serta suntikan teknologi dan jaringan. Namun masih terdapat banyak permasalahan yang belum dapat dipecahkan oleh pemerintah yakni tidak adanya perlindungan harga garam dan peran tengkulak yang otomatis membuat harga garam tidak stabil dan cenderung merugikan para petambak garam.
CITARUM HARUM: COMPARISON STUDY OF EXISTENCE OF MILITARY AND LOCAL GOVERNMENT POWER IN THE REVITALIZATION OF THE CITARUM RIVER BASIN IN KARAWANG REGENCY Prastio, Luki Oka; Indriyany, Ika Arinia; Widodo, Widodo
Journal of Social Politics and Governance (JSPG) Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Social Politics and Governance (December)
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/jspg.v6i2.1830

Abstract

This research is motivated by the increasing popularity of military involvement in various government programs, especially the Indonesian Army. One of them is the Citarum Harum Program. Implementing the Citarum Harum Program involves multiple sectors, including the Indonesian Army, Regional Government, industry, and society. In Karawang Regency, the military's involvement in the Citarum Harum program has received great trust from various stakeholders. It is even believed to bring success if the local government does so. The purpose of this study is to reveal how the existence of military and government strength in revitalizing the Citarum River. This study uses several aspects of collaborative governance from Ansell and Gash (2007). The study results show that the Indonesian Army is more prevalent in implementing the Citarum Harum Program than the Karawang Regency local government. Measured based on aspects of military strength and resources, it is superior to the local government. In addition, the existence of sanctions and incentives for collaborating with the military is rigid towards the success of tasks compared to local governments. The ability to mediate and facilitate the military is superior due to regulatory support and complete trust from industry and society. 
Optimalisasi Edukasi Pencegahan Stunting melalui Program Sosialisasi Partisipatif di Desa Kemuning, Kabupaten Tangerang Wahyudi, Tri; Ika Arinia Indriyany; Nana Nofianti; Hendrawan Syafrie; Diqbal Satyanegara; Titania Mukti; Nufus Kanani
Jurnal Abdi Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Nusantara (JURDIASRA), Januari - Juni 2025
Publisher : Ikatan Cendekiawan Muda Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61754/jurdiasra.v3i1.124

Abstract

Stunting remains a significant public health issue in Indonesia, particularly in rural areas. Desa Kemuning is one of the regions with a high prevalence of stunting that requires special attention. This community service activity aims to optimize stunting prevention education through a participatory socialization program involving various stakeholders, including local communities, health cadres, and village officials. The methods used include community-based active participation and focused discussions to enhance understanding, engagement, and collective commitment to preventing stunting. This activity successfully reached 50 participants, consisting of pregnant women and children in Desa Kemuning. The materials presented covered the importance of balanced nutrition, parenting practices, and environmental sanitation to support optimal child growth. The program demonstrated that a participatory approach in socialization effectively improves community understanding and awareness of stunting prevention. By involving various parties, it is hoped that the sustainability of this effort will have a significant positive impact on reducing stunting rates in Desa Kemuning.
BUDAYA DALIHAN NA TOLU DALAM MASYARAKAT BATAK TERHADAP PELAYANAN PUBLIK Pagnozzi, Angelica Albina; Prastio, Luki Oka; Indriyany, Ika Arinia; Widodo, Widodo
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 11 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v11i2.4877

Abstract

This study examines implementing public services in the Batak community, which is affected by the strong local culture. The anxiety over the background of the study began with the idea that public services should be implemented based on the principles of good governance and Weberian bureaucracy, but are implemented discriminatively due to the Dalihan Na Tolu culture. Dalihan Na Tolu culture is a culture adopted by the Batak community. Using qualitative research methods and a case study approach, researchers utilize literature studies as data collection techniques. The findings show that this culture predominantly impacts the implementation of public services. The public services presented have the potential to present values ​​of injustice, inequality of power, and inequality of treatment in society. On the other hand, this is a dilemma because local cultural values ​​must be maintained and preserved as a basic recognition principle in indigenous communities.
Pencegahan Child Peers Violence melalui Pendidikan Karakter pada Siswa Sekolah Dasar Indriyany, Ika Arinia; Mayrudin, Yeby Ma'asan; Prastio, Luki Oka; Godjali, Moh Rizky
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Issue 1, June 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/komunitas:jpkm.v5i1.34272

Abstract

This community service was carried out at Seruni 2 Elementary School, Pandeglang Regency, Banten Province with the aim of increasing awareness of elementary school students regarding forms of violence that often occur. Early awareness needs to be increased because violence is often carried out in the guise of jokes. Therefore, the community service team felt the need to conduct socialization regarding the prevention of violence against children. The activities carried out were in the form of story telling guided by resource persons and interspersed with interactive activities in the form of questions and answers. It is hoped that this activity can change the behavior patterns of elementary school students so that they stay away from actions that can be categorized as violence against their peers