Claim Missing Document
Check
Articles

Gender Responsive Climate Change Adaptation and Mitigation Analysis through Flamboyan Climate Group in Tangerang City Utami, Wahyu Kartiko; Indriyany, Ika Arinia
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 3 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i3.508

Abstract

AbstractThe issue of gender equality is still not a priority in the government's climate change adaptation and mitigation efforts, even though climate change indirectly interacts with conditions of gender inequality and produces impacts that can be detrimental to women. The climate village programme, as one of the government's efforts to overcome climate change, is a programme that cannot be separated from gender issues. The aim of this research is to analyse climate change adaptation and mitigation efforts through the climate village programme and examine the presence of women in the programme. Using a case study approach, researchers analysed the efforts made by the Flamboyan group in overcoming climate change in Tangerang City. Through the climate village programme, the Flamboyan group succeeded in getting an award from the local government for its efforts in climate change even though it was only formed in 2022. The results of the research show that before the climate group was formed by the government, this group headed and dominated by women had independently fought for climate change since 2012 in various ways, starting from planting plants in people's yards, waste banks, clean and healthy lifestyles (PHBS) and so on. These efforts were carried out independently for a long time and consistently before finally being formed as a climate group by government in 2022. Therefore, even though it was only formed in 2022, this group managed to receive various awards from the government in 2023 for its efforts in climate change. This group also proves that women can not only be present in domestic affairs, but also public affairs and succeed in bringing change to their environment. The impact on the economy, social and environment has been felt by local groups and communities.Keywords: Climate Village Programme, Climate Change, Adaptation, Mitigation AbstrakIsu kesetaraan gender masih belum menjadi prioritas dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dilakukan pemerintah, padahal perubahan iklim secara tidak langsung berinteraksi dengan kondisi ketidaksetaraan gender dan menghasilkan dampak yang dapat merugikan perempuan. Program kampung iklim sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi perubahan iklim menjadi salah satu program yang tidak lepas akan permasalahan gender. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui program kampung proklim serta mengkaji kehadiran perempuan dalam program tersebut. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, peneliti menganalisis bagaimana upaya yang dilakukan oleh kelompok proklim Flamboyan dalam mengatasi perubahan iklim di Kota Tangerang. Melalui program kampung proklim, kelompok proklim Flamboyan berhasil mendapatkan penghargaan dari pemerintah daerah atas upayanya dalam perubahan iklim meskipun baru terbentuk di tahun 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dibentuk kelompok proklim oleh pemerintah, kelompok yang di ketuai dan didominasi oleh perempuan ini telah secara mandiri memperjuangkan perubahan iklim sejak tahun 2012 dengan berbagai cara, mulai dari penanaman tanaman dipekarangan rumah warga, bank sampah, pola hidup bersih dan sehat (phbs) dan lain sebagainya. Upaya-upaya ini dilakukan secara swadaya untuk waktu yang lama dan konsisten sebelum akhirnya dibentuk sebagai kelompok poklim di tahun 2022. Oleh sebab itu, meskipun baru terbentuk 2022 namun kelompok ini berhasil mendapatkan berbagai penghargaan dari pemerintah di tahun 2023 atas upayanya dalam perubahan iklim. Kelompok ini juga membuktikan bahwa perempuan tidak hanya bisa hadir di urusan domestik, namun juga urusan publik dan berhasil membawa perubahan pada lingkunganya. Dampak terhadap ekonomi, sosial dan lingkungan telah dirasakan oleh kelompok serta masyarakat sekitar.Kata kunci: Kampung Iklim, Perubahan Iklim, Mitigasi, Adaptasi
Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Mendorong Usaha Rumahan Di Kelurahan Sumur Pecung Kecamatan Serang Ramadhan, Gilang; Nurrohman, Bayu; Godjali, Moch. Rizky; Mayrudin, Yeby Ma’asan; Indriyany, Ika Arinia
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Issue 2, December 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v4i2.29623

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Keluarahan Sumur Pecung  bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat keluarahan kadumerak khususnya ibu rumah tangga agar mampu lebih memberdayakan diri mereka dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam rumah tangga. Program pengabdian masyarakat ini dilangsungkan dengan beberapa sesi diantaranya penyampaian materi yang dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab antara peserta dengan pemateri. Sasaran peserta pada kegiatan ini adalah ibu-ibu yang memiliki usaha rumahan di Keluarahan Sumur Pecung Kecamatan Serang dan dihadiri oleh 30 peserta. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan ini adalah diharapkan ibu-ibu yang memiliki usaha rumahan dapat mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi informasi terutama pada aspek pemasarannya. Keberlanjutan dari program ini adalah pendampingan yang dilakukan tim pengabdian masyarakat kepada para pelaku usaha rumahan terutama dalam pengelolaan bisnis yang mereka jalankan sampai mencapai kemandirian. 
Strategi Pemberdayaan Pada Petani Garam Di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang Prastio, Luki Oka; Sulistiani, Selvi; Indriyany, Ika Arinia; Centia, Selvi
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Issue 2, December 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v4i2.26671

Abstract

Artikel ini membahas mengenai program pengabdian yang dilakukan di Dusun Praubosok Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Pemilihan lokus pengabdian di desa tersebut dilatar belakangi oleh kondisi geografis di pesisir pantai dan adanya potensi daerah sebagai salah satu penghasil garam nasional di Jawa Barat. Berangkat dari hal tersebut, petambak garam mendapat intervensi dari pemerintah dengan adanya Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Salah satu hal dilakukan adalah melalui strategi pemberdayaan pada masyarakat Dusun Praubosok Desa Muara tersebut. Adapun metode yang digunakan yakni pemberdayaan dengan elemen pemungkinan dan penguatan melalui pelatihan dan pendidikan agar dapat berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program PUGAR yang telah dilaksanakan di Kabupaten Karawang telah berjalan dengan baik melalui fasilitasi bantuan, pelatihan, pendidikan serta suntikan teknologi dan jaringan. Namun masih terdapat banyak permasalahan yang belum dapat dipecahkan oleh pemerintah yakni tidak adanya perlindungan harga garam dan peran tengkulak yang otomatis membuat harga garam tidak stabil dan cenderung merugikan para petambak garam.
CITARUM HARUM: COMPARISON STUDY OF EXISTENCE OF MILITARY AND LOCAL GOVERNMENT POWER IN THE REVITALIZATION OF THE CITARUM RIVER BASIN IN KARAWANG REGENCY Prastio, Luki Oka; Indriyany, Ika Arinia; Widodo, Widodo
Journal of Social Politics and Governance (JSPG) Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Social Politics and Governance (December)
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/jspg.v6i2.1830

Abstract

This research is motivated by the increasing popularity of military involvement in various government programs, especially the Indonesian Army. One of them is the Citarum Harum Program. Implementing the Citarum Harum Program involves multiple sectors, including the Indonesian Army, Regional Government, industry, and society. In Karawang Regency, the military's involvement in the Citarum Harum program has received great trust from various stakeholders. It is even believed to bring success if the local government does so. The purpose of this study is to reveal how the existence of military and government strength in revitalizing the Citarum River. This study uses several aspects of collaborative governance from Ansell and Gash (2007). The study results show that the Indonesian Army is more prevalent in implementing the Citarum Harum Program than the Karawang Regency local government. Measured based on aspects of military strength and resources, it is superior to the local government. In addition, the existence of sanctions and incentives for collaborating with the military is rigid towards the success of tasks compared to local governments. The ability to mediate and facilitate the military is superior due to regulatory support and complete trust from industry and society. 
Optimalisasi Edukasi Pencegahan Stunting melalui Program Sosialisasi Partisipatif di Desa Kemuning, Kabupaten Tangerang Wahyudi, Tri; Ika Arinia Indriyany; Nana Nofianti; Hendrawan Syafrie; Diqbal Satyanegara; Titania Mukti; Nufus Kanani
Jurnal Abdi Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Nusantara (JURDIASRA), Januari - Juni 2025
Publisher : Ikatan Cendekiawan Muda Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61754/jurdiasra.v3i1.124

Abstract

Stunting remains a significant public health issue in Indonesia, particularly in rural areas. Desa Kemuning is one of the regions with a high prevalence of stunting that requires special attention. This community service activity aims to optimize stunting prevention education through a participatory socialization program involving various stakeholders, including local communities, health cadres, and village officials. The methods used include community-based active participation and focused discussions to enhance understanding, engagement, and collective commitment to preventing stunting. This activity successfully reached 50 participants, consisting of pregnant women and children in Desa Kemuning. The materials presented covered the importance of balanced nutrition, parenting practices, and environmental sanitation to support optimal child growth. The program demonstrated that a participatory approach in socialization effectively improves community understanding and awareness of stunting prevention. By involving various parties, it is hoped that the sustainability of this effort will have a significant positive impact on reducing stunting rates in Desa Kemuning.
BUDAYA DALIHAN NA TOLU DALAM MASYARAKAT BATAK TERHADAP PELAYANAN PUBLIK Pagnozzi, Angelica Albina; Prastio, Luki Oka; Indriyany, Ika Arinia; Widodo, Widodo
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 11 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v11i2.4877

Abstract

This study examines implementing public services in the Batak community, which is affected by the strong local culture. The anxiety over the background of the study began with the idea that public services should be implemented based on the principles of good governance and Weberian bureaucracy, but are implemented discriminatively due to the Dalihan Na Tolu culture. Dalihan Na Tolu culture is a culture adopted by the Batak community. Using qualitative research methods and a case study approach, researchers utilize literature studies as data collection techniques. The findings show that this culture predominantly impacts the implementation of public services. The public services presented have the potential to present values ​​of injustice, inequality of power, and inequality of treatment in society. On the other hand, this is a dilemma because local cultural values ​​must be maintained and preserved as a basic recognition principle in indigenous communities.
Pencegahan Child Peers Violence melalui Pendidikan Karakter pada Siswa Sekolah Dasar Indriyany, Ika Arinia; Mayrudin, Yeby Ma'asan; Prastio, Luki Oka; Godjali, Moh Rizky
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Issue 1, June 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/komunitas:jpkm.v5i1.34272

Abstract

This community service was carried out at Seruni 2 Elementary School, Pandeglang Regency, Banten Province with the aim of increasing awareness of elementary school students regarding forms of violence that often occur. Early awareness needs to be increased because violence is often carried out in the guise of jokes. Therefore, the community service team felt the need to conduct socialization regarding the prevention of violence against children. The activities carried out were in the form of story telling guided by resource persons and interspersed with interactive activities in the form of questions and answers. It is hoped that this activity can change the behavior patterns of elementary school students so that they stay away from actions that can be categorized as violence against their peers
Kepercayaan Publik (Public Trust) Terhadap Polisi: Studi Mengenai Wacana Public Dalam #Percumalaporpolisi Dengan Pendekatan Big Data Analysis Handaningtias, Uliviana Restu; Praceka, Puspita Asri; Indriyany, Ika Arinia
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 3 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i3.280

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk melihat social network analysis antara akun satu dengan yang lain mengenai diskursus publik berdasarkan tagar #Percumalaporpolisi dan #PolriSesuaiProsedur. Penelitian ini menjadi penting karena penelitian ini akan menunjukkan sejauh mana kepercayaan masyarakat kepada institusi kepolisian. Penelitian akan dilakukan dalam 3 tahapan. Pertama analisis big data untuk melihat jaring pembicaraan netizen terkait tagar #Percumalaporpolisi dan tagar yang menjadi kontranya. Kedua, survey kuantitatif di 5 kab/kota di Provinsi Banten. Ketiga, FGD untuk memperkuat gambaran komprehensif terkait pembicaraan publik mengenai kepercayaan pada kepolisian. Hasil data menggambarkan bahwa tag #Percumalaporpolisi menggambarkan isu yang organik dibandingkan #PolriSesuaiProsedur yang lebih berpusat pada satu posisi. Hasil penelitian juga memperlihatkan bagaimana masyarakat merespon tagar tersebut dan menghasilkan efek filter buble yang mendorong munculnya opini dan perilaku yang seragam di masyarakat.Keywords:  Big Data Analysis, Kepercayaan public, Tagar, Polisi
Collaborative Governance: Potret Penyelenggaraan Ketenagakerjaan di Kabupaten Karawang Prastio, Luki Oka; Indriyany, Ika Arinia
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 1 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i1.481

Abstract

AbstractThis research is motivated by the high unemployment rate in Karawang Regency, which is higher than the national unemployment rate of 5%, dominated by the local workforce. This condition contradicts the image of Karawang Regency as the area with the most significant industrial area in Southeast Asia. This problem impacts the massive flow of urbanization into Karawang Regency and is exacerbated by discriminatory recruitment of the local workforce. This writing aims to analyze the current achievements of the collaborative governance of the Karawang Regency government together with APINDO (Indonesian Entrepreneurs Association), KADIN (Indonesian Chamber of Commerce), and the community in administering employment. This research uses the collaborative governance theory (Ansell & Gash, 2007), which focuses on Intermediate Outcomes. The results of the study show that the achievements of collaboration in organizing employment in Karawang Regency in the form of apprenticeships have not been able to reduce the high unemployment rate, improve community welfare, and provide guaranteed security for workers with low incomes below the district minimum wage, weak bargaining power of workers, and prone to violations in practice.Keywords:  Collaborative Governance, National Apprenticeship AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi dari tingginya tingkat pengangguran di Kabupaten Karawang lebih tinggi di atas angka pengangguran nasional yang sebesar 5% didominasi oleh angkatan kerja lokal. Kondisi tersebut berkontradiktif dengan citra Kabupaten Karawang sebagai daerah dengan kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara. Ihwal tersebut berdampak dari masifnya arus urbanisasi ke Kabupaten Karawang, dan diperparah dengan rekrutmen yang diskiminatif terhadap angkata kerja lokal Kabupaten Karawang. Tujuan penulisan ini adalah menganalisis capaian saat ini dari collaborative governance pemerintah Kabupaten Karawang bersama APINDO, KADIN, dan masyarakat dalam penyelenggaraan ketenagakerjaan. Penelitian ini menggunakan teori collaborative governance (Ansell & Gash, 2007) yang berfokus terhadap Intermediate Outcomes. Hasil penelitian menunjukkan capaian kolaborasi dalam penyelenggaraan ketenagakerjaan di Kabupaten Karawang dalam bentuk pemagangan belum dapat memangkas tingginya angka pengangguran, memperbaiki kesejahteraan masyarakat dan memberi kepastian jaminan bagi tenaga kerja dengan pendapatan yang rendah di bawah upah minimum kabupaten (UMK), lemahnya daya tawar pekerja, dan rawan pelanggaran dalam praktiknya.Kata kunci: Collaborative Governance, Pemagangan Nasional, Pengangguran
Percepatan Penurunan Stunting di Kota Cilegon melalui Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Ningrum, Kheria Yulia; Indriyany, Ika Arinia; Prastio, Luki Oka
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 4 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i4.520

Abstract

AbstrakSurvei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019 menyebutkan bahwa angka prevalensi stunting di Indonesia mencapai 27,7%. Kondisi ini dinilai sangat memperhatinkan bagi masa depan Indonesia. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 mengenai Percepatan Penurunan Stunting. Pemerintah memegang peranan kunci dalam upaya penurunan stunting tersebut. Penelitian ini akan melihat bagaimana peran pemerintah dalam penerapan program Percepatan Penurunan Stunting melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kota Cilegon. Sebagai regulator, pemerintah Kota Cilegon memiliki peraturan pelaksanaan program DASHAT yang dilegalkan dalam Surat Keputusan Walikota Cilegon Nomor : 440/Kep.342-DP3AP2KB/2023 Tentang Pembentukan Dapur Sehat Atasi Stunting Di Kota Cilegon. Sedangkan, sebagai controller, pemerintah Kota Cilegon memegang tanggung jawab penuh atas pelaksanaan program DASHAT di Kota Cilegon. DP3AP2KB Kota Cilegon mengemban tugas tersebut sebagai tim pelaksana program DASHAT.Kata kunci: Cilegon, DASHAT, Stunting. AbstractThe Indonesian Toddler Nutrition Status Survey (SSGBI) in 2019 stated that the prevalence rate of stunting in Indonesia reached 27.7%. This condition is considered very alarming for the future of Indonesia. Therefore, President Joko Widodo issued Presidential Regulation Number 72 of 2021 concerning the Acceleration of Stunting Reduction. The government plays a key role in the stunting reduction effort. This research will look at how the government's role in implementing the Acceleration of Stunting Reduction program through the Healthy Kitchen to Overcome Stunting (DASHAT) in Cilegon City. As a regulator, the Cilegon City government has regulations for the implementation of the DASHAT program which are legalized in the Cilegon Mayor Decree Number: 440/Kep.342-DP3AP2KB/2023 Regarding the Establishment of a Healthy Kitchen to Overcome Stunting in Cilegon City. Meanwhile, as the controller, the Cilegon City government holds full responsibility for the implementation of the DASHAT program in Cilegon City. DP3AP2KB Cilegon City carries out this task as the DASHAT program implementation team.Keywords:  Cilegon, DASHAT, Stunting
Co-Authors Abdul Hamid Adelia Rismayani Agus Sjafari Aini, Hilyatul Aisyah Machiqa Ilmi Ajeng Roro Syanti Alif Mahesa Tanujiwa Amanda Putri Handriyanti Anggi Yulia Anis Fuad Ary Widodo Putra Azalia Salsabila Bella Saidah Hoerul Nisa Boy Valentino Sihombing Brigita Putri Marito Chanila Misya Subkhan Citra Septia Dewi Davi Dwi Julio Delila Putri Sadayi Dhiya Fathiyyatul Aulia Diqbal Satyanegara Diqbal Satyanegara Dirlanudin Dirlanudin Dzakwan Irawan Elisabet Claudya Septiani Silaban Ezra Kalyla Farrir Ilallah Gilang Ramadhan Godjali, Moch. Rizky Godjali, Moh Rizky Handaningtias, Uliviana Restu Hardiyanti, Inne Hendrawan Syafrie Hikmawan, M. Dian Ismalia, Lily Juwita Siregar Kandung Sapto Nugroho Karin Caroline Kelly Kheria Yulia Ningrum Luki Oka Prastio Luki Oka Prastio M Dian Hikmawan M Dian Hikmawan M. Dian Hikmawan M. Dian Hikmawan M. Rizky Godjali Mahpudin Mahpudin Mayrudin, Yeby Ma'asan Mayrudin, Yeby Ma’asan Minerva Laisa Sabatini Mochamad Juniar Liyandi Moh Rizky Godjali Moh Rizky Godjali Muhamad Faqih Riyadul Azis Muhamad Fikri Muhammad Adjie Akbar Muhammad Daffa Pratama Muhammad Wafikurrizky Nugraha Mukti, Titania Nadia Malika Farhanah Nana Nofianti, Nana Ningrum, Kheria Yulia Nisaul Istiqomah Noni Nufus Nufus Kanani Nufus Kanani Nugroho, Farhan Bintang Nur Sofi Desnianum Nurrohman, Bayu Nurrohman, Bayu Olivia, Melisa Pagnozzi, Angelica Albina Praceka, Puspita Asri Prastio, Luki Oka Puput Aurelia Puspita Asri Praceka Rafa Thahirah Rafael Kamajaya Rafasha Rafasha Rahadi Akmal Ratu Inayah Rayhan Putra Sasmita Rieta Triana Riswanda Riswanda Rizki Ananda Safira Natasya Salwa Zahira Selvi Centia Selvi Sulistiani Shanty Kartika Dewi Shezy Solevina Putri Stella Angeline Lusman Sulistiani, Selvi Sultan Nadhifa Titi Stiawati Titi Stiawati Titi Stiawati Tri Wahyudi Uliviana Restu Uliviana Restu Handaningtias Utami, Wahyu Kartiko Vanessa Habuzaifah Wahyu Kartiko Utami Widodo Widodo Yeby Ma’asan Mayrudin