Articles
Empowering Young Women Through the Healthy Without Anemia Movement in Taman Bondowoso Village: Pemberdayaan Remaja Putri Melalui Gerakan Sehat Tanpa Anemia di Desa Taman Bondowoso
Aditya Faradina Salsabilla;
Anis Fila Klaudia;
Fatimatus Zahroh;
Adhyasta Yuda Adrianto;
Irfan Maulana;
Yudha Nurdian
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v7i1.11154
Adolescent girls are at higher risk of anemia due to an increased need for micronutrients such as iron, but also prone to iron deficiency caused by menstrual blood loss. Iron deficiency anemia could be harmful for teenage girls because it significantly affects cognitive and physical abilities, and results in giving birth to stunting babies if it is not well treated. In this counseling activity to prevent anemia for adolescent girls in Taman Village, Bondowoso, they were also provided with training in making brownies from jackfruit seeds. Interest in entrepreneurship followed by awareness of the dangers of anemia in adolescent girls can be increased through this activity. Parameters for assessing the success of this program are done by filling out questionnaires by participants. The results obtained indicate that the “SETIA (Sehat Tanpa Anemia)” activity program is beneficial for participants who take part in it.
Penguatan Literasi Gizi untuk Pencegahan Stunting di Desa Jurangsapi
Mita Prilla Devie;
Fitra Ayu Mardani;
Rizqi Fitria Damayanti;
Ahmad Ashidhiqie Pramana;
Radifan Fahrul Akhyar;
Nur Annisa Wahdah;
Farradhita Ambar Tauriestya;
Deriel Thio Miratmaka;
Muhammad Yongki Ivan Sugesta;
Dhea Elfitra Noza;
Yudha Nurdian
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/linov.v8i1.1120
Stunting dapat dipahami sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang diakibatkan kekurangan gizi. Lokasi yang memiliki kasus stunting cukup tinggi yaitu Kabupaten Bondowoso dengan fokus penanganan pada 14 desa/kelurahan yang tersebar di sembilan kecamatan. Salah satu lokasi prioritas percepatan penurunan stunting adalah Desa Jurangsapi di Kecamatan Tapen. Data dari Ponkesdes Jurangsapi sendiri mencatat pada bulan Desember 2022 terdapat 12 balita di Desa Jurangsapi terindikasi mengalami Stunting. Kondisi tingginya angka stunting di Desa Jurangsapi banyak didasarkan pada permasalahan ekonomi seperti penghasilan orang tua yang rendah dan pola asuh anak yang kurang baik menjadikan anak kekurangan asupan gizi. Oleh karena itu, literasi gizi tentang makanan yang baik untuk mencegah stunting sangat diperlukan masyarakat khususnya pada ibu agar bisa diterapkan pada anak balitanya. Pengabdian masyarakat kali ini menggunakan strategi Community-Bassed-Reseacrh (CBR) yaitu dengan memprioritaskan kebutuhan masyarakat melalui kolaborasi berbagai elemen agar terciptanya solusi yang dapat menjawab permasalahan yang dihadapi. Sebagai upaya peningkatan literasi gizi warga Desa Jurangsapi, disusunlah program kerja berupa bimbingan teknis melalui pendampingan pemanfaatan pangan lokal menjadi makanan pendamping ASI (MPASI). Salah satu bahan pangan lokal kaya gizi yang dapat dioleh menjadi produk MPASI yaitu daun kelor dengan hasil olahan berupa bubur instan dengan nama BURIDOR. Sebagai upaya keberlanjutan program, dilakukan juga kolaborasi dengan PKK Jurangsapi yang dapat menyampaikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat. Sebagai hasilnya, peserta dalam hal ini kader PKK juga mengusulkan progres pembinaan dan pendampingan ini tetap dilaksanakan berkesinambungan terutama dalam hal produksi BURIDOR untuk dipasarkan. Strengthening Nutritional Literacy for Stunting Prevention in Jurangsapi Village Stunting can be understood as a condition of failure to grow in children under five caused by malnutrition. The location that has a relatively high stunting case is Bondowoso Regency with a focus on handling 14 villages spread across nine sub-districts. One priority location for the acceleration of stunting decreases is Jurangsapi Village in Tapen District. Data from Ponkesdes Jurangsapi itself noted that in December 2022 there were 12 toddlers in Jurangsapi Village indicated stunting. The condition of a high number of stunts in the village of Jurangsapi is widely based on economic problems such as low parental income and poor parenting making children lack nutritional intake. Therefore, nutritional literacy about good food to prevent stunting is very necessary for the community, especially for mothers so they can be applied to their toddlers. This time the community service uses the Community-Basced-Reseacrh (CBR) strategy, namely by prioritizing the needs of the community through collaboration with various elements in order to create solutions that can answer the problems encountered. To increase the nutritional literacy of Jurangsapi villagers, a work program was prepared in the form of technical guidance through the assistance of local food utilization into ASI Food (MPASI). One of the local nutritional foods that can be obtained from MPASI products is Moringa leaves with processed products in the form of instant porridge under the name BURIDOR. As an effort to sustain the program, it is also carried out in collaboration with PKK Jurangsapi which can convey the knowledge gained to the community. As a result, participants in this case PKK cadres also propose the progress of this coaching and assistance is still carried out continuously, especially in terms of BURIDOR production to be marketed.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Satarloung untuk Meningkatkan Nilai Jual Pisang
Maria Teliana Sum;
Yudha Nurdian
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2022): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.719 KB)
Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat desa mengenai pengolahan berbagai macam kuliner olahan berbahan baku pisang. Hal ini dilakukan karena 1) harga jual pisang sangat rendah 2) adanya keterbatasan masyarakat dalam menginovasi bahan baku. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah : 1) Sosialisasi dengan masyarakat terkait kegiatan yang akan dilakukan 2) melakukan pendampingan dalam proses pembuatan, pengemasan dan cara menjual produk. Secara garis besar hasil yang didapatkan yaitu daya serap Masyarakat terhadap materi kegiatan cukup baik, hal ini terlihat dari kemampuan praktek masyarakat. Sikap antusias dan rasa ingin tahu Masyarakat sangat tinggi. Dengan melihat hasil yang telah didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kata kunci: Pisang,Nilai Jual,Pengabdian Masyarakat.
Mitigasi Dampak Pandemi Melalui Pendampingan Pelaku Usaha Mikro Bisnis Kedai Kopi Kekinian
Hendi Rengga Akhsani;
Yudha Nurdian
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/dedication.v5i2.531
Desa Genteng Kulon merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi. Dalam program pengabdian masyarakat kegiatan KKN Universitas Jember sasaran yang kami pilih adalah mitra usaha kedai kopi. Setelah melakukan survei terhadap usaha kedai kopi, kami menemukan beberapa permasalahan, di antaranya: penjualan menurun akibat dampak pandemi covid-19, masih belum ada inovasi dan strategi pemasaran hanya mengandalkan penjualan luring. Program Kuliah Kerja Nyata Back to Villange di Universitas Jember memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarkat yang terdampak Covid-19. Metode yang dilakukan dengan beberapa program kerja, di antaranya sosialisasi protokol kesehatan, sosialisasi strategi pemasaran, pengolahan produk kopi, pembuatan logo, dan pelatihan pemasaran produk melalui aplikasi. Program tersebut dilaksanakan dengan tujuan membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 dan mengembangkan potensi di Desa Genteng Kulon sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Berbagi Solusi, Mahasiswa KKN UNEJ BTV II Dampingi Digitalisasi Kejar Paket
Gensen Brianda Rusoneri;
Yudha Nurdian
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/dedication.v5i2.532
Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi Jawa Timur. Kecamatan Trenggalek merupakan sebuah kecamatan penghasil jajanan tradisional khas Trenggalek seperti tempe kripik dan alen-alen terbesar di Kabupaten Trenggalek. Adanya pandemi Covid-19 ini berdampak pada sektor pendidikan formal maupun informal. Dimana pemerintah meniadakan seluruh pembelajaran tatap muka dan digantikan dengan pembelajaran secara daring. Perubahan sistem pembelajaran ini menimbulkan kendala seperti tidak tersedianya fasilitas pendukung maupun kurang pahamnya mengenai media online. Adanya kendala dalam proses pembelajaran daring ini tentunya dibutuhkan suatu Inovasi yang dapat mendukung metode pembelajaran anak sekolah secara daring. Inovasi pembelajaran yang akan diterapkan kepada guru untuk kemudian dipraktikan kepada murid yaitu dengan melalui aplikasi Google Classroom, Bandicam, HandBrake, Google Form, Quizziz dan Kahoot. Diharapkan dengan adanya program KKN “Back To Village” ini dapat memberikan Inovasi dan Evaluasi selama pendampingan dan praktik Inovasi Pendukung Pembelajaran Anak Sekolah Saat Covid-19.
Pendampingan Literasi Pengelolaan Sampah pada Anak Di Bondowoso
Lanang Nashrullah;
Yudha Nurdian
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/dedication.v6i2.811
Koncer Kidul adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso. Pandemi Covid-19 berdampak pada semua bagian perekonomian salah satunya adalah sektor pendidikan. Pelaksanaan KKN dilaksanakan dengan sistem Back To Village 3 dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di desa masing-masing. Pertumbuhan jumlah masyarakat berpengaruh terhadap produksi sampah yang tidak diolah secara benar. Pembuangan sampah secara sembarang mengakibatkan pencemaran lingkungan yang akan berdampak pada kehidupan lainnya. Selain itu, rendahnya kepedulian masyarakat dalam memilah sampah menurut jenisnya turut serta dalam pencemaran lingkungan. Adanya permasalahan tersebut tentunya dibutuhkan suatu inovasi yang dapat mendukung dan meningkatkan kepedulian masyarakat dalam memanajemen pengelolaan sampah. Inovasi yang dilakukan adalah melalui sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat dalam memanajemen pengelolaan limbah sampah plastik. Diharapkan dengan adanya program kerja KKN Back To Village 3, masyarakat memiliki kesadaran yang lebih tinggi untuk mengelola sampah menurut jenisnya dan mendaur ulang sampah menjadi barang yang dapat dimanfaatkan kembali.
Initiation of implementation of covid-19 tough workers and digital marketing expansion in sticker cutting business in Seduri Village, Mojokerto
Tri Mul Yono;
Yudha Nurdian
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jpm.v6i3.5244
At the Dheary Sicker company, there are various problems due to the Covid19 pandemic, in addition to decreasing their income, there is also a lack ofconcern for prevention regarding Covid- 19. This is a background for theholding of education regarding the application of health protocols in theworkplace because in the workplace many people go in and out to carry outeconomic activities. The method used in dealing with these problems is theThematic KKN Back To Village University of Jember with the Educationwork program regarding the rules of Health Protocol in the workplace suchas mandatory use of masks, washing hands, and maintaining a safe distance.In addition, to expand the market share in the cutting sticker business so thatit remains in the midst of the Covid pandemic, among others, by conductingonline promotions using digital sites such as WA and FB, and Shopee tomarket their products. Furthermore, regarding labeling training on productsand finally performance evaluation.
Penjangkitan Strategi Kewirausahaan Go Digital pada Pelaku Usaha Mikro Jamur Tiram di Bondowoso
Belia Selva Wulan Septyana;
Yudha Nurdian
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/dedication.v7i2.1392
Pada masa pandemi 2021 penyebaran Covid-19 mengalami peningkatan sehingga diberlakukannya pula PPKM yang mengharuskan segala aktivitas diluar rumah dihentikan sementara, hal tersebut tentu sangat mengganggu pada perekonomian baik dari segi bisnis maupun keuangan keluarga. Salah satu bisnis yang masih tetap bertahan pada masa pandemi yakni UMKM. Desa Cindogo memiliki pekerjaan sebagai buruh tani, pemilik warung makan, dan toko klontong, serta beberapa usaha kecil lainnya. Ternyata diketahui pada Desa Cindogo juga terdapat UMKM Jamur Tiram pada Desa Cindogo dimana telah beroperasi selama kurang lebih tujuh tahun akan tetapi sistem penjualan yang diterapkan masih tradisional dan kurang mengikuti perkembangan digital, maka dari itu untuk memajukan perekonomian UMKM Jamur Tiram tersebut terutama di masa pandemi ini maka dilakukan beberapa program kerja KKN yakni, penambahan nilai produk, penjualan secara online, digitalisasi transaksi, dan pembukuan laporan keuangan dengan bantuan excell. Hal tersebut dilakukan supaya dapat menjadi inspirasi bagi para pemilik usaha lainnya di Desa Cindogo.
MITIGATION OF SOIL-TRANSMITTED HELMINTHIASES RESURGENCE IN THE ERA OF COVID-19 DISRUPTION: A LITERATURE REVIEW
Falah, Pilar Menara;
Yani Corvianindya Rahayu;
Atik Kurniawati;
Yudha Nurdian
Majalah Biomorfologi Vol. 32 No. 2 (2022): MAJALAH BIOMORFOLOGI
Publisher : Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/mbiom.v32i2.2022.96-102
Highlights: 1. Prolonged interruptions and delays that accompany the COVID-19 pandemic have further increased the spread of STH in high-transmission areas.2. Adaptations carried out in the context of a pandemic are able to strengthen efforts to sustain deworming programs based on primary health facilities and their integration into community-based platforms.3. Community-based WASH activities must be continued by adjusting WASH messages to focus on preventing the transmission of COVID-19. Abstract: Background: Interruptions and postponements are influencing people's desire for soil-transmitted helminthiases (STH) services as all countries are fighting the Covid-19 pandemic. The risk of spreading STH in high-transmitting areas increases with increased disturbance. Indonesia is a compatible host country for STH because it is a tropical country. The STH impacts the population's nutrient status and disturbs their cognitive processes. Objective: To describe the issue and how best efforts had been made to mitigate the possibility of a resurgence of intestinal worms during the disruptions caused by the Covid-19 pandemic. Material and Method: Search for the most recent articles in a database of research in January 2022 on Google Scholar, Science Direct, and PubMed. Qualifying articles were then extracted and synthesized qualitatively. Discussion: The interference and postponement of the deworming control program due to COVID-19 had a tentative effect on the progress of achieving the elimination of STH as a public health problem by 2030. Conclusion: Best practices show that revitalization efforts to control STH by strengthening integrated interventions and collaborations through the expansion of POPM, PHBS, and STBM in line with COVID-19 prevention efforts with mitigation innovations shifting from controlling morbidity to terminate the transmission of STH.
Stall Sanitation Associated with Cryptosporidium sp. Infection on Calf and Cattle Farmer
Ramadhani, Rafindra;
Nurdian, Yudha;
Rachmawati, Dwita Aryadina;
Utami, Wiwien Sugih;
Armiyanti, Yunita;
Hermansyah, Bagus;
Rahardjo, Angga Mardro
Jurnal Medik Veteriner Vol. 5 No. 2 (2022): October
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jmv.vol5.iss2.2022.178-187
Increasing the cattle population can increase the amount of the waste. Poor management of cage sanitation has the risk of causing a decrease in the health conditions of cattle farmers, such as: diarrhea, nausea, vomiting, and itching, as many as 50% of cattle with diarrhea are infected with Cryptosporidium sp. The highest infection of Cryptosporidium sp. in cattle found in calves. The calf can excrete 1í—1010 oocysts of Cryptosporidium sp. per day. Cryptosporidium sp. also has the potential to cause zoonotic infections that are transmitted from animals to humans. The study aims was to determine the relationship between stall sanitation and Cryptosporidium sp. to calf and cattle farmer. The type of this research was analytic observational with a cross sectional approach conducted in Jatian Village, Pakusari, Jember during October 2021 - March 2022. The primary data was obtained through interviews and observations. The feces of calves and cattle farmer were collected and examined using sedimentation method and modified Ziehl-Neelsen (MZN) staining method. The statistical test used is the chi-square test. The results showed that the prevalence of Cryptosporidium sp. in calves by 14,3% and on cattle farmer by 4,8%. The bivariate analysis showed that that stall location and waste handling were associated with Cryptosporidium for calf (p≤0.05), and there were no variables that were significantly related to infection in cattle farmers (p>0,05). Cryptosporidium sp. in calves and humans can be caused by several factors, such as environmental factors and hosts. Preventive measures such as maintaining a clean environment including cowshed sanitation and personal hygiene need to be taken to reduce the risk of Cryptosporidium infection from calves to humans, and vice versa.