Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Bahasa Indonesia Prima

METODE STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK (SAS) DENGAN MEDIA EDUCATION CARD PADA KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN kadek wirah wirahyuni
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (JBIP) Vol. 1 No. 1 (2019): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : BIP: Jurnal Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.799 KB) | DOI: 10.34012/bip.v1i1.469

Abstract

Keberhasilan pembelajaran di kelas salah satunya ditentukan oleh metode pembelajaran yang dipilih oleh guru. Bagi siswa sekolah dasar kelas rendah (kelas 1-3), kemampuan membaca permulaan merupakan kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh siswa. Banyak metode pembelajaran membaca permulaan yang dapat diterapkan pada siswa sekolah dasar kelas rendah, salah satunya yaitu dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS). SAS merupakan salah satu jenis metode yang biasa digunakan untuk proses pembelajaran membaca dan menulis permulaan bagi siswa pemula. Pelaksanaan membaca permulaan di kelas rendah (awal) sekolah dasar dilakukan dalam dua tahap, salah satunya yaitu membaca periode tanpa buku dengan cara mengajar dengan menggunakan media atau alat peraga selain buku misalnya kartu gambar, kartu huruf, kartu kata dan kartu kalimat (Nuryati, 2007). Salah satu pembelajaran membaca permulaan tanpa buku yakni dengan media education card atau kartu bergambar. Education card ini merupakan media peraga pada pembelajaran baca tulis huruf alphabet yang berbentuk kartu bergambar yang berfungsi untuk menyampaikan informasi kepada siswa yang berupa huruf vocal dan konsonan serta menstimulasi siswa, memperkuat daya ingat dan kemampuan berfikir siswa (Wardhani, 2012). Selanjutnya, media education card ini diterapkan dalam metode SAS yang bertujuan melatih kemapuan otak kanan untuk mengingat gambar dan kata-kata, sehingga perbendaharaan kata dan kemapuan membaca anak dapat dilatih dan ditingkatkan. Tahapan metode SAS dengan media education card, yaitu: 1) menampilkan gambar, 2) menunjukkan sebuah gambar, 3) mengulangi, 4) membaca tanpa di bantu gambar, 5) mendengar dan melihat adanya kelompok-kelompok gambar 6) merangkaikan kembali suku kata dan kata menjadi kalimat seperti semula. Langkah-langkah dalam metode SAS dengan media education card pada kemampuan membaca permulaan, yaitu: memperkenalkan, mengulang, membedakan, menirukan, menyebutkan, membaca kalimat secara struktural, proses analitik, dan proses sintetik.
The Linguistic Landscape of Ruteng City: A Study on Shop Signs Owned by Chinese and Indigenous Indonesian Ethnic Groups Moon, Yuliana Jetia; Syahfitri, Dian; Hasbul, Wahyuni; Wirahyuni, Kadek
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 7 No. 2 (2025): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bip.v7i2.7165

Abstract

The main question in this research is how the shop signs owned by Chinese and Indigenous Indonesian communities in Ruteng represent ethnic identity and cultural values, reflect multicultural dynamics, and illustrate the process of acculturation within the public space. The objective of this research is to describe the forms of language representation used in the shop signs owned by Chinese and Indigenous Indonesian communities in Ruteng; to identify the cultural values reflected in the language choices and visual appearances of the shop signs; and to analyze how multicultural dynamics and cultural acculturation processes are manifested in the linguistic landscape of Ruteng City. This research used a qualitative approach, utilizing methods of observation, photography, interviews, content analysis, and literature study. The data were analyzed using content and thematic analysis techniques. The research results show that Indigenous Indonesian store owners tend to choose names and colors based on personal preferences and the concept of modernity. In contrast, Chinese store owners preserve cultural values by selecting names that carry meanings of luck, harmony, and feng shui principles. Chinese ethnic stores tend to have symbolic functions, whereas Indigenous Indonesian stores tend to be informative. The language used in Chinese ethnic stores is monolingual, while Indigenous Indonesian stores use both monolingual and bilingual languages. The multicultural dynamics, viewed through the lens of the linguistic landscape in Ruteng, show an acculturation process characterized by harmonious social integration, where cultural identity is preserved without constraining social interaction. Ruteng City emerges as an example of inclusive and dynamic multiculturalism.
Co-Authors A.A Istri Dewi Adhi Utami Adelia, Ni Putu Cahya Agus Aan Jiwa Permana Ahmad Abdan Syakur Ali Manshur Anita Dwi Berlian Putri Anjani, Arnum Hardyanti Ardiningsih, Ni Luh Putu Susi Arnum Hardyanti Anjani Ayu Cahyaningsih, Ni Made Bilal, Arpan Islami Budi, Imanuel Setyo Christina Purwanti, Christina Darmurtika, Linda Ayu Dewantara, Putu Mas Dewi, Ketut Ayu Suriantini Dian Syahfitri Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Engel Bertha Halena Gena Fajri Sidqi, Dias Gde Artawan Gede Arta Sujana Putra Hasbul, Wahyuni Hijriyah Hijriyah Holla Franciska I Gede Nurjaya I Gusti Agung Galuh Wismadewi I Gusti Agung Galuh Wismadewi I Gusti Ayu Niken Launingtia, I Gusti Ayu Niken I Ketut Paramarta I Made Sutama I Nengah Martha I Nengah Suandi I Nyoman Yasa I Putu Gede Sutrisna I Putu Gede Sutrisna . I Putu Mas Dewantara I Wayan Artika Ida Bagus Putrayasa Indrawati, I Gusti Ayu Putri Indrawati Jayanti, Gusti Made Dwi Juliantari, Ni Kadek M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Made Sri Indriani Mahmud, Moh. Mariyati, I Gusti Ayu Mas Dewantara, I Putu Moon, Yuliana Jetia Nengah Martha, I Nengah Suandi Ni Made Dwi Cahyani Ni Made Rai Wisudariani Ni Putu Dwi Sucita Dartini nyana, Putu Suwid Pelipus Wungo Kaka Pramesti, Wikan Ayu Pramudhita, Kadek Denya Chandra Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Purnama, Yulian Purnawarman Purnawarman, Purnawarman Putri, Kadek Dwi Utami Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti Sari, Ni Putu Diana Sidaryanti, Ni Nyoman Asri Suandi, Nengah Sujana , I Putu Windu Mertha Sujana Putra, Gede Arta Susianti, Hartanti Woro SUTAMA, I. MADE Suwiwa, Gede Tania Dwitayanti Widiani, NI Ketut Widiani, Ni Made Yulian Purnama