Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Diversity of Mollusca, Arthropods, and Pisces in the Estuarine Areas of Gampong Jawa and Gampong Alue Naga as Implications for the Community Economy Ibrahim; Aiza Rafsanjani; Jalaluddin Jalaluddin; Azwir; Dian Aswita; Nurlena Andalia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.12343

Abstract

This study aims to analyze the distribution of species on three different transects to evaluate the diversity of aquatic ecosystems and its implications for the economic potential of coastal communities. Sampling methods were carried out on three transects by recording the abundance of 48 species from the mollusk, crustacean, and fish groups. Data analysis included the calculation of the Shannon-Wiener diversity index (H), evenness index (J), and dominance index (C). The results showed that Transect B had the highest total abundance (2,617 individuals) with the highest diversity index (H=2.617) and the best evenness (J=1.094). Dominant species differed on each transect, with Setipinna taty dominating Transect A (500 individuals), Petek (Secutor rocunius) dominant in Transect B (500 individuals) and Transect C (450 individuals). Species distribution showed significant habitat heterogeneity with some species showing specific habitat preferences. From an economic perspective, the presence of high-value commercial species such as kalampa anchovies, green mussels, mangrove crabs, and tiger prawns demonstrates significant potential for the development of capture fisheries, aquaculture, seafood processing, and marine ecotourism. High species diversity opens up opportunities for business diversification that can reduce economic risks and increase incomes in coastal communities. This study recommends sustainable management that integrates conservation with economic development through zoning of water use, establishing sustainable fishing quotas, and developing community capacity in seafood processing.
BIMBINGAN CARA PEMBUATAN TEH DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) OLEH IBU-IBU DI GAMPONG SANTAN KABUPATEN ACEH BESAR Ibrahim Ibrahim; Marwan Marwan; Almukarramah Almukarramah; Juli Firmansyah; Jalaluddin Jalaluddin; M Ridhwan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.802-806

Abstract

Penyuluhan pembuatan teh dari  daun kelor (Moringa oleifera Lam) dengan pemberian cairan madu, garam sebagai minuman tambahan bagi keluarga. Teh daun kelor berupa herbal biasanya digunakan bahan alami  dari daun, ranting bahkan kulit batang yang jemur beberapa waktu kemudian diseduh dengan air panas. Boleh juga tehkelor ini dapat dikemas berupa bungkusan  dengan kertas saring. Cara pembuatan tek kelor  herbal yaitu dengan dilakukan penyiangan daun dan ranting daun kelor, pengeringan dengan menggunakan sinar matahari secara tindak langsung hingga kering, bahan bakunya dapat di haluskan atau ditumbuk menjadi tepung baru dibungkus  atau dikemas seperti teh celup umumnya. Daun kelor ini juga sering   dikomsumsi oleh masyarakat Aceh sebagai sayuran yang di campuran dengan wortel atau labu dalam menu masakan masyarakat desa. Banyak zat penting yang terkandung di dalam tanaman kelor seperti serat, Vit. B, Fosfor, tembaga, kalium, selenium, vitamin C, vitamin A, kalsium, asam folat, tembaga, magnesium, protein, lemak, kalsium, dan zat besi. Tanin daun kelor juga berguna sebagai antioksidan, antimikroba, antifungi, dan juga anti inflamasi yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, fungsi utama dari antioksidan yang terkandung dalam daun kelor, yaitu membantu menangkal radikal bebas pada tubuh.Â