Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran IPAS Di SDN Inpres Sanolo Niningsih Niningsih; Mariamah Mariamah; Arif Rahman Hakim
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.831

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21, namun siswa kelas IV SDN Inpres Sanolo menunjukkan penguasaan yang masih rendah, di mana hanya 6 dari 12 siswa yang memenuhi indikator berpikir kritis. Pembelajaran yang berpusat pada guru membatasi kesempatan siswa untuk menemukan konsep secara mandiri sehingga menghambat perkembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV pada pembelajaran IPAS di SDN Inpres Sanolo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-experimental design melalui desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian terdiri atas 12 siswa kelas IV yang ditetapkan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui instrumen tes uraian berdasarkan lima indikator berpikir kritis menurut Facione (interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji paired sample t-test, dan skor N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis yang signifikan, dengan rata-rata nilai meningkat dari 57,83 (pretest) menjadi 89,92 (posttest), dengan selisih sebesar 32,08. Nilai rata-rata N-Gain mencapai 0,752 yang termasuk dalam kategori peningkatan tinggi, model penemuan pembelajaran terbukti memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran IPAS. Hasil ini memberikan konsekuensi penting bagi pengembangan pelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar, terutama dalam mendukung penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran aktif berbasis penemuan, serta berkontribusi pada perbaikan keterampilan berpikir kritis siswa di sekolah dasar secara berkelanjutan. Dalam praktiknya, guru dianjurkan untuk menjadikan model ini sebagai metode pembelajaran utama dan merancang lembar kerja siswa individu yang terstruktur untuk memenuhi kebutuhan siswa dengan beragam kemampuan membaca.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan LKPD terhadap Pemahaman Konsep IPA Peserta Didik Kelas III SDN Inpres Rasanggaro Suhartyaningsih Suhartyaningsih; Arif Rahman Hakim; Syahriani Yulianci
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan LKPD terhadap pemahaman konsep IPA peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental melalui desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 22 peserta didik kelas III yang terdiri atas 15 peserta didik laki-laki dan 7 peserta didik perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes uraian yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan aplikasi Jamovi versi 2.6.44. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest peserta didik sebesar 55,1 meningkat menjadi 81,1 pada posttest. Hasil analisis paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi <0,001 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penerapan model PBL berbantuan LKPD terhadap pemahaman konsep IPA peserta didik. Selain itu, hasil analisis N-Gain Score memperoleh rata-rata sebesar 0,594 atau 59,41% dengan kategori sedang. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbantuan LKPD terbukti cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA peserta didik pada pembelajaran IPA. Penelitian selanjutnya disarankan menguji efektivitas model ini pada sampel yang lebih luas, materi IPA yang berbeda, dan menggunakan desain eksperimen dengan kelompok kontrol.
Pengembangan Modul Matematika Berbasis Kontekstual untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VII di SMPN 3 Bolo Annisa Dwi Yunianti; Mariamah Mariamah; Arif Rahman Hakim
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul matematika berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) yang mengintegrasikan prinsip NYATA sebagai ciri khas modul, serta menguji validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu sesuai dengan kebutuhan penelitian. Sampel penelitian terdiri atas siswa kelas VII SMPN 3 Bolo yang berjumlah 17 orang. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respons guru dan siswa, serta tes pretest dan posttest. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, uji N-Gain, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sangat tinggi dengan persentase validasi ahli materi dan ahli bahasa masing-masing sebesar 87,5%. Hasil uji kepraktisan menunjukkan respons guru sebesar 90,63% dan respons siswa sebesar 89,38% dengan kategori sangat praktis. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 55,6 pada pretest menjadi 75,3 pada posttest. Uji N-Gain memperoleh nilai 0,31 dengan kategori sedang, sedangkan uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbasis Pendekatan Open-Ended terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Farah Fachriza; Abdul Haris; Muhammad Fuadi; Arif Rahman Hakim
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbasis pendekatan open-ended terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa yang terdiri atas 20 siswa pada kelas eksperimen dan 20 siswa pada kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui uji normalitas, uji homogenitas, Independent Samples t-Test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi 0,009 (< 0,05). Selain itu, nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,48 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,30. Dengan demikian, model PBL berbasis pendekatan open-ended berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP.
Pengembangan LKPD Berbasis Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah IPAS Siswa Sekolah Dasar Ainun Hikmawati; Arif Rahman Hakim; Syahriani Yulianci
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74725

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah IPAS siswa kelas V karena proses pembelajaran yang konvensional dan belum tersedianya bahan ajar inovatif yang berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk LKPD berbasis Discovery Learning yang valid, praktis, dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/R&D) dengan menerapkan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini adalah 25 siswa kelas V SDN Inpres Bontokape yang dilaksanakan pada semester genap. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar validasi ahli materi, media, bahasa, angket respons guru dan siswa, serta instrumen tes. Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif meliputi analisis persentase kelayakan, skor kepraktisan, serta uji keefektifan menggunakan rumus N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berkategori sangat layak berdasarkan validasi ahli dengan persentase sebesar 86,33%, sangat praktis berdasarkan respons pengguna sebesar 88,76%, dan efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan perolehan nilai N-Gain sebesar 0,77 (kategori tinggi) serta peningkatan rata-rata nilai dari 53,44 menjadi 89,30. Kesimpulannya, LKPD berbasis Discovery Learning terbukti valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPAS siswa sekolah dasar secara optimal.
Pelatihan Penyusunan Instrumen Penilaian Pembelajaran Berbasis Proyek Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Di SDN Sondosia Hairunisa Hairunisa; Arif Rahman Hakim; Nur Fitrianingsih; Nurjumiati Nurjumiati
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.437

Abstract

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan pemahaman guru mengenai penilaian autentik yang menjadi salah satu prinsip utama dari kurikulum merdeka. Hasil observasi tim pelaksana menunjukkan bahwa ±85% guru masih terbiasa dengan instrumen penilaian yang bersifat sumatif, seperti tes tertulis yang hanya mengukur aspek kognitif atau pengetahuan saja. Banyak guru kesulitan untuk membuat instrumen yang dapat mencakup berbagai aspek tersebut secara objektif, seperti penilaian terhadap keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, atau kemampuan presentasi siswa. Kendala lainnya yaitu penggunaan teknologi pendukung dalam pembelajaran yang masih minim. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan E-instrumen penilaian pembelajaran berbasis proyek berbantuan teknologi sebagai penunjang dalam implementasi kurikulum merdeka.. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan, dengan tahapan: 1)Sosialisasi kegiatan; 2) Lokakarya; 3) Pelatihan; 4) Pendampingan; dan 6) Evaluasi. Adapun hasil pelaksanaan kegiatan, yaitu: 1) Adanya peningkatan pengetahuan guru tentang instrumen penilaian berbasis proyek sebesar ±10 % yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata pretes dan postes masing-masing sebesar 8.19 dan 9.12; 2) Adanya peningkatan keterampilan guru dalam menyusun instrumen penilaian berbasis proyek sebesar ±20 % yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata keterampilan mitra saat pelatihan dengan setelah pendampingan yakni sebesar 3.39 dan 4.31; 3) Adanya peningkatan jumlah produk instrumen penilaian berbasis proyek yang dihasilkan oleh mitra yaitu sebanyak 16 produk; dan 5) Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian terlaksana berada pada kategori sangat baik di semua aspek dengan nilai rata-rata di atas 4,7.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN DEEP LEARNING PEDAGOGY BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MATEMATIKA DAN METAKOGNISI SISWA KELAS VIII DI SMPN 2 BELO Agustina Agustina; Syarifudin Syarifudin; Taufikurrahman Taufikurrahman; Arif Rahman Hakim; Fatmah Fatmah; Muhammad Fuadi
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.12615

Abstract

ABSTRACT Low levels of students' mathematical literacy and metacognitive skills remain a major challenge in mathematics learning, particularly in the topic of Systems of Linear Equations in Two Variables (SLETV). Preliminary observations at SMPN 2 Belo revealed that most students experienced difficulties in understanding contextual problems, constructing mathematical models, and reflecting on their thinking processes when solving problems. This study aimed to determine the effectiveness of the Deep Learning Pedagogy approach assisted by interactive digital media in improving the mathematical literacy and metacognitive skills of eighth-grade students at SMPN 2 Belo. This study employed a quantitative method using a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design. The population consisted of three eighth-grade classes, while the sample included Class VIII B as the experimental group and Class VIII C as the control group, selected through purposive sampling. The research instruments consisted of a validated mathematical literacy test and a validated metacognitive questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics, N-Gain, normality test, homogeneity test, and the Independent Samples t-Test. The results indicated a significant difference between the experimental and control groups in terms of students' mathematical literacy and metacognitive skills after the intervention. The improvement in both abilities was higher in the experimental group than in the control group. Therefore, the Deep Learning Pedagogy approach assisted by interactive digital media was effective in improving the mathematical literacy and metacognitive skills of eighth-grade students at SMPN 2 Belo. ABSTRAK Rendahnya kemampuan literasi matematika dan metakognisi siswa masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Hasil observasi awal di SMPN 2 Belo menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan memahami masalah kontekstual, membangun model matematika, serta merefleksikan proses berpikir dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penerapan pendekatan Deep Learning Pedagogy berbantuan media interaktif digital untuk meningkatkan literasi matematika dan metakognisi siswa kelas VIII SMPN 2 Belo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe non-equivalent control group design. Populasi penelitian terdiri atas tiga kelas VIII SMPN 2 Belo, sedangkan sampel adalah kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan VIII C sebagai kelas kontrol yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes literasi matematika dan angket metakognisi yang telah divalidasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, N-Gain, uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada kemampuan literasi matematika dan metakognisi setelah perlakuan. Peningkatan kedua kemampuan pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, pendekatan Deep Learning Pedagogy berbantuan media interaktif digital efektif meningkatkan literasi matematika dan metakognisi siswa kelas VIII SMPN 2 Belo.
ANALISIS KESULITAN SISWA SMP NEGERI 3 BOLO DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI SPLDV DITINJAU DARI TAKSONOMI BLOOM DAN RESILIENSI MATEMATIS Nurul Ismiati; Nurrahmah Nurrahmah; Abdul Haris; Muhammad Yusuf; Arif Rahman Hakim; Muslim Muslim
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12586

Abstract

ABSTRACT Mathematical problem-solving ability in Two-Variable Linear Equation System (TVLES) word problems remains a major challenge for many students because it requires both Higher Order Thinking Skills (HOTS) and the resilience to cope with learning difficulties. This study aimed to describe students' mathematical problem-solving ability in solving TVLES word problems from the perspective of mathematical resilience. The study employed a qualitative approach with a descriptive-exploratory design. The participants consisted of three ninth-grade students from SMP Negeri 3 Bolo, who were purposively selected to represent high, moderate, and low levels of mathematical resilience. Data were collected through a mathematical problem-solving test, a mathematical resilience questionnaire, semi-structured interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and technique triangulation. The findings revealed that students with high mathematical resilience were able to complete problem-solving stages more comprehensively than those with moderate and low resilience. The primary difficulties were found in Higher Order Thinking Skills (HOTS), particularly at the analyzing, evaluating, and creating levels of the revised Bloom's Taxonomy. This study concludes that mathematical resilience contributes positively to students' mathematical problem-solving ability. Furthermore, the study provides empirical evidence regarding the relationship between mathematical resilience and problem-solving stages based on the revised Bloom's Taxonomy, which may serve as a foundation for designing more adaptive and meaningful mathematics learning strategies. ABSTRAK Kemampuan pemecahan masalah matematika pada soal cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) masih menjadi tantangan bagi banyak siswa karena menuntut penguasaan kemampuan berpikir tingkat tinggi serta ketahanan dalam menghadapi kesulitan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV ditinjau dari resiliensi matematis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas IX SMP Negeri 3 Bolo yang dipilih secara purposive untuk mewakili kategori resiliensi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah, angket resiliensi matematis, wawancara semi-structured, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan resiliensi matematis tinggi mampu menyelesaikan tahapan pemecahan masalah secara lebih lengkap dibandingkan siswa dengan resiliensi sedang dan rendah. Hambatan utama ditemukan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi, terutama pada aspek menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta sesuai Taksonomi Bloom revisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa resiliensi matematis berperan dalam mendukung kemampuan pemecahan masalah matematika, sehingga penguatan aspek afektif dan kognitif perlu diintegrasikan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV secara lebih efektif dan bermakna.
Developing TaRL Audio Strategies Integrated with Bima Local Wisdom for Visual Impairment Students Ilyas Ilyas; Ahyar Ahyar; Mafrur Udif Nofaizzi; Syarifudin Syarifudin; Arif Rahman Hakim; Muslim Muslim
Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 18, No 1 (2025): Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mad.v18i1.37049

Abstract

Listening literacy is a fundamental skill that plays a crucial role in the cognitive development and communication skills of blind students. For blind students, listening literacy is the primary means of learning and understanding various social and cultural contexts in their environment. Their reliance on hearing makes audio media a crucial learning instrument. However, the availability of appropriate audio learning media for blind students is still very limited. In Bima, there is no audio media for children's stories containing Bima local wisdom for learning for blind students. Consequently, the Research and Development Agency of the Ministry of Education and Culture noted that more than 60% of blind elementary school students have not been able to achieve the minimum standard in listening skills for audio-based narrative and descriptive texts. This study aims to produce audio media for children's stories based on Teaching at the Right Level (TaRL) containing the Bima local wisdom of Ngaha Aina Ngoho as a means of improving listening literacy for blind students. The method used is the 4D development model (define, design, develop, disseminate). The define stage reveals the limitations of contextual media that suit students' needs. In the design stage, a story script was prepared with three levels of difficulty based on the results of the TaRL assessment. The development stage showed validation results from six experts with an average score of 90.7% (very feasible category), and a limited trial on five students obtained an average N-Gain of 0.67 (medium-high category). In the dissemination stage, the media received a positive response from teachers because it was considered practical, relevant, and interesting. This audio media for children's stories containing the local wisdom of Bima Ngaha Aina Ngoho will certainly be very useful as a learning medium for blind students in listening literacy.
The Effect of Technology-Based PBL Learning on Junior High School Students' Mathematical Representation Ability in Data Centralisation Material Desi Nargis Nargis; Muslim Muslim; Syarifudin Syarifudin; Arif Hidayad; Arif Rahman Hakim
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 9, No. 2: November 2025
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/kontinu.9.2.234-253

Abstract

Abstract: The low level of students' mathematical representation ability became the background of this study. The research aimed to analyse the effect of implementing the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by interactive PowerPoint media and Microsoft Excel on students' mathematical representation ability. The research method used was a quasi-experiment with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 40 eighth-grade students divided into an experimental group and a control group. The research instrument was a mathematical representation ability test that had been validated and proven reliable. Data were analysed using a t-test and N-Gain calculation. The results showed that the N-Gain score in the experimental class reached 0.82 (high category), while in the control class it was only 0.22 (low category). The difference was statistically significant (t = 20.316; p < 0.000). Thus, it can be concluded that integrating PowerPoint and Excel into the PBL model is effective in improving students' mathematical representation ability, particularly in presenting data in the form of graphs and tables. This research implies that a PBL model supported by digital media can serve as an innovative alternative for mathematics learning. Keywords: Problem Based Learning (PBL); Microsoft Excel; Mathematical Representation; Data Centralization; Quasi-Experiment