Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENGEMBANGAKAN BUKU CERITA ANAK MODEL TaRL BERMUATAN KEARIFAN LOKAL BIMA Ahyar, Ahyar; Syarifuddin, Syarifuddin; Hendrawansyah, Hendrawansyah; Hakim, Arif Rahman; Muslim, Muslim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35019

Abstract

Abstrak: Keterbatasan bahan bacaan yang menarik dan sesuai dengan konteks lokal menjadi tantangan utama dalam meningkatkan literasi membaca di SDN Sie, Kabupaten Bima. Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru dalam mengembangkan buku cerita anak berbasis Teaching at the Right Level (TaRL) yang terintegrasi dengan nilai-nilai kearifan lokal Bima. Kegiatan melibatkan 20 orang guru sebagai peserta dan dilaksanakan melalui tiga pendekatan, yaitu pelatihan, pendampingan, dan pengembangan produk. Evaluasi capaian kegiatan dilaksanakan melalui pretest dan postet. Indikator keberhasilannya secara klasikal apanila 50% mencapai kategori tuntas. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis yang signifikan. Rata-rata skor pretest sebesar 4,55 (SD = 1,57) menjadi 8,45 (SD = 1,28) pada posttest, dengan rata-rata kenaikan 3,9 poin. Seluruh peserta menunjukkan peningkatan, dan 70% di antaranya berhasil mencapai kategori tuntas. Dengan demikian, kegiatan ini dinyatakan berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan. Produk berupa buku cerita anak berbasis kearifan lokal yang dihasilkan diharapkan dapat berfungsi sebagai bahan bacaan yang lebih menarik, kontekstual, dan relevan untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah dasar, khususnya di wilayah Bima.Abstract: The limited availability of engaging reading materials relevant to the local context remains a major challenge in improving reading literacy at SDN Sie, Bima Regency. This community service program aimed to strengthen teachers’ capacity in developing children’s storybooks based on the Teaching at the Right Level (TaRL) approach, integrated with Bima’s local wisdom values. The activity involved 20 teachers as participants and was implemented through three approaches: training, mentoring, and product development. Evaluation of program outcomes was carried out using pretest and posttest instruments. The indicator of success was determined classically, in which the program was considered successful if at least 50% of participants achieved the mastery category. The implementation results indicated a significant improvement in writing skills. The average pretest score of 4.55 (SD = 1.57) increased to 8.45 (SD = 1.28) in the posttest, with an average gain of 3.9 points. All participants showed improvement, and 70% successfully reached the mastery category. Therefore, the program was declared successful in achieving its intended goals. The resulting product, a children’s storybook integrating local wisdom, is expected to serve as a more engaging, contextual, and relevant reading material to promote literacy culture in elementary schools, particularly in the Bima region.
Pelatihan peningkatan kapabilitas guru SD dalam mengimplementasikan model TaRL untuk pembelajaran literasi dasar membaca Ahyar Ahyar; Ita Fitriati; Suriya Ningsyih; Arif Rahman Hakim; Ramli Ramli; Syarifudin Syarifudin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27111

Abstract

AbstrakLiterasi dasar membaca merupakan suatu yang sangat penting dalam tercapainya hasil dan tujuan belajar. Model  pembelajaran TaRL atau berbasis level kemampuan ini sudah terbukti mampu meningkatkan kemampuan literasi dasar membaca siswa SD. Oleh karena itu perlu dilakukannya kegiatan pengabdian kepada masyarak melalui pelatihan peningkatan kapabilitas guru SD dalam mengimplementasikan model TaRL. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru SDN Inpres Samili 1 dalam menuntaskan kemampuan literasi dasar membaca peserta didik dengan mengimplementasikan model pembelajaran TaRL. Pelatiahan ini bermitra dengan Inpres Samili 1 yang melibatkan guru-guru sebanyak 21 peserta. Metode pelaksaan kegiatan ada lima tahap yang pertama tahap persiapan, kedua tahap  sosialisai, ketiga tahap pelaksanaan , keempat tahap pendampingan, kelima tahap evaluasi. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pre-test , kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi, materi pertama tentang Model TaRl, materi ke dua simulasi pembelajaran TaRL dan diakhiri dengan pengisian postest, Hasil evaluasi dari kegiatan ini guru terlihat sangat antusias dalam proses pelatihan dan workshop, hal ini terbukti dari hasil kemampuan guru yang dianalisis menggunakan gain  ternormalisasi  dengan nilai sebesar 0,05 sehingga dapat dikategorikan tinggi, artinya bahwa kegiatan pelatihan implementasi model TaRL untuk pembelajaran Literasi dasar membaca berhasil dilakukan. Kata kunci: model; tarl; literasi; dasar; membaca. AbstractBasic reading skills are crucial for achieving effective learning outcomes and objectives. The TaRL model, which is based on students' individual ability levels, has proven effective in improving elementary school students’ basic reading literacy. Therefore, community service activities in the form of teacher training are necessary to enhance teachers' abilities in implementing the TaRL model. The training aims to improve the knowledge and skills of SDN Inpres Samili 1 teachers in developing students' basic reading literacy through the TaRL approach. The training, which involved 21 teacher participants, was conducted in partnership with Inpres Samili 1. The implementation of the activity consisted of five stages: preparation, socialization, implementation, mentoring, and evaluation. The process began with a pre-test, followed by material presentations: the first on the TaRL model and the second on a TaRL learning simulation, concluding with a post-test. Evaluation results showed the teachers were highly enthusiastic throughout the training and workshops, as evidenced by their improved abilities, which were analyzed using normalized gain with a value of 0.05, categorized as high. This indicates that the training for implementing the TaRL model was successful. Keywords: model; tarl; literacy; basic; reading.
Pelatihan Penyusunan Instrumen Penilaian Pembelajaran Berbasis Proyek Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Di SDN Sondosia Hairunisa, Hairunisa; Rahman Hakim, Arif; Fitrianingsih, Nur; Nurjumiati, Nurjumiati
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.437

Abstract

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan pemahaman guru mengenai penilaian autentik yang menjadi salah satu prinsip utama dari kurikulum merdeka. Hasil observasi tim pelaksana menunjukkan bahwa ±85% guru masih terbiasa dengan instrumen penilaian yang bersifat sumatif, seperti tes tertulis yang hanya mengukur aspek kognitif atau pengetahuan saja. Banyak guru kesulitan untuk membuat instrumen yang dapat mencakup berbagai aspek tersebut secara objektif, seperti penilaian terhadap keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, atau kemampuan presentasi siswa. Kendala lainnya yaitu penggunaan teknologi pendukung dalam pembelajaran yang masih minim. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan E-instrumen penilaian pembelajaran berbasis proyek berbantuan teknologi sebagai penunjang dalam implementasi kurikulum merdeka.. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan, dengan tahapan: 1)Sosialisasi kegiatan; 2) Lokakarya; 3) Pelatihan; 4) Pendampingan; dan 6) Evaluasi. Adapun hasil pelaksanaan kegiatan, yaitu: 1) Adanya peningkatan pengetahuan guru tentang instrumen penilaian berbasis proyek sebesar ±10 % yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata pretes dan postes masing-masing sebesar 8.19 dan 9.12; 2) Adanya peningkatan keterampilan guru dalam menyusun instrumen penilaian berbasis proyek sebesar ±20 % yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata keterampilan mitra saat pelatihan dengan setelah pendampingan yakni sebesar 3.39 dan 4.31; 3) Adanya peningkatan jumlah produk instrumen penilaian berbasis proyek yang dihasilkan oleh mitra yaitu sebanyak 16 produk; dan 5) Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian terlaksana berada pada kategori sangat baik di semua aspek dengan nilai rata-rata di atas 4,7.