Claim Missing Document
Check
Articles

DIGITALISASI DOKUMEN PERTANAHAN DESA BERBASIS WEBGIS DI DESA SUKOREJO KECAMATAN GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG Alfi Sahrina; Purwanto Purwanto; Fatiya Rosyida; Devy Prasetyono; Ivan Sulistio; Ciptaningrat Erdi Pamungkas
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4299-4306

Abstract

Abstrak Desa Sukorejo merupakan desa yang berada di Kecamatan Gondanglegi. Desa ini memiliki lanskap yang datar. Desa memiliki dokumen berupa dokumen tanah salah satunya yang berbentuk 2 dimensi. Tentunya dokumen tersebut dapat di digitalkan dengan berbagai cara salah satunya dengan menggunakan bantuan perangkat lunak. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk melakukan pendigitalan dokumen tanah Desa Sukorejo Kecamatan Gedangan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini dengan melihat dokumen tanah yang ada di desa, selanjutnya di digitalisasi, dan di jadikan bentuk Webgis. Hasil yang di dapatkan yaitu dokumen yang ada di Desa Sukorejo memiliki 14 area blok persil tanah di Desa Sukorejo yang terbagi dalam 25 lembar peta dengan skala 1:1000. Peta persil tanah yang ada di Desa Sukorejo berbentuk analog/cetak dengan ukuran kertas A3. Sedangkan Kegiatan pemetaan batas administrasi dilakukan dengan teknik digitation on screen untuk menentukan batas berdasarkan citra foto udara. Selanjutnya area blok tersebut dilakukan pendigitalan dengan menggunakan ArcGis. Hasil yang didaptkan berupa vector yang nantinya dihubungkan untuk membuat peta digital tanah berbasis WebGis. Sistem Informasi ini disusun untuk membantu pelayanan administrasi pertanahan di desa agar lebih mudah, cepat dan efisien. Memiliki fitur pencarian bidang tanah berdasarkan nomor objek pajak. Menunjukan lokasi spasial, letak blok tanah sesuai SPPT PBB, dan letak blok tanah sesuai letter C sehingga mempermudah pelayanan administrasi permohonan kutipan letter C.
ANALOGICAL REASONING PROCESS OF PROSPECTIVE TEACHERS TO PRODUCE NON-ANALOG PROBLEMS Mohammad Faizal Amir; Purwanto Purwanto; Sudirman Sudirman; Swasono Rahardjo
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i1.9112

Abstract

Prospective teachers often have difficulty in posing problems. This indicates unsuccessful analogical reasoning, so prospective teachers produce non-analog problems. Therefore, a study is needed to trace the process of unsuccessful analogical reasoning of prospective teachers so that they can produce non-analog problems. The research aims to describe the analogical reasoning process of prospective teachers that causes prospective teachers to produce non-analog problems. The research method used a case study with a qualitative approach. The participating research subjects were prospective teachers from one of the universities in Sidoarjo, East Java, Indonesia. The research subjects are prospective teachers who are asked to generate analog problems but produce non-analog problems. The research instruments included analog problem posing tasks and interviews. The analogical reasoning process of prospective teachers can be traced through process components or activities in terms of retrieval, structuring, representation, mapping, application, and verification. Prospective teachers generate non-analog problems, starting with inappropriate activities in object retrieval and source problem solving. The structuring and representation of analog source objects were not successfully done by prospective teachers, resulting in non-analog problems. This impacted the next activities, namely mapping, application, and verification which were unsuccessful in producing solutions to analog target problems.Calon guru seringkali mengalami kesulitan dalam mengajukan masalah. Hal ini menunjukkan penalaran analogi yang tidak berhasil, sehingga calon guru menghasilkan masalah non-analog. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu penelitian untuk menelusuri proses ketidakberhasilan penalaran analogi calon guru sehingga dapat menghasilkan masalah non-analog. Tujuan peneltian adalah untuk mendeskripsikan proses penalaran analogi calon guru yang menjadi sebab calon guru menghasilkan masalah non-analog. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yang berpartisipasi merupakan calon guru dari salah satu Perguruan Tinggi di Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Dalam hal ini, subjek penelitian adalah calon guru yang diminta untuk menghasilkan masalah analog namun menghasilkan masalah non-analog. Instrumen penelitian meliputi tugas pengajuan masalah analog dan wawancara. Proses penalaran analogi calon guru dapat ditelusuri melalui komponen proses atau aktivitas dalam hal pemanggilan, penataan, representasi, pemetaan, penerapan, dan pemeriksaan. Calon guru menghasilkan masalah non-analog diawali dengan aktivitas tidak tepat pada pemanggilan objek-objek dan penyelesaian masalah sumber. Penataan dan representasi objek-objek sumber yang analog tidak berhasil dilakukan calon guru, sehingga menghasilkan masalah non-analog. Hal ini berdampak pada aktivitas berikutnya, yaitu pemetaan, penerapan, dan pemeriksaan yang tidak berhasil untuk menghasilkan solusi dari masalah target yang bersifat analog.  
Students' degenerative thinking disposition on non-relational aspects in solving quadrilateral problems Rahma Wahyu; Purwanto Purwanto; I Nengah Parta; Rustanto Rahardi
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/pe.v13i1.19126

Abstract

The urgency of this research is to see the tendency for non-generative thinking in students to solve rectangular problems, which defined as a degenerative thinking disposition. A degenerative thinking disposition is a person's tendency to take action that ignores information excessively without considering analytical and genetic characteristics in generalizing a problem. The results of the preliminary study show that there are indications of non-generative thinking when students solve problems regarding the perimeter of a rectangle. Many students point out the incompleteness of the solution to the problem of the perimeter of a quadrilateral and tend to be hasty in assuming that the quadrilateral in question is a rectangle. This included in the symptoms that do not give rise to relational aspects. This type of research is qualitative with an exploratory, descriptive approach to three subjects. The data analysis technique uses thematic analysis steps. The results of the study show that students who experience degenerative thinking dispositions from non-relationship aspects ignore information excessively. Students with non-relationship aspects tend to experience excessive information neglect when relating information to definitions and analytical and genetic properties. Students overgeneralize the problem of rectangular properties without considering the existence of other esufficient elements. The concepts used in concluding problem solutions are based on still partial concepts. So the generalizations that are used as the basis for solving other problems end up being wrong.
DISSECTING STUDENT MISCONSTRUCTION IN TRANSFORMATIONAL ACTIVITIES SOLVES PROBLEMS THAT ALLOW COGNITIVE CONFLICT TO OCCUR Rosimanidar Rosimanidar; Purwanto Purwanto; Erry Hidayanto; I Made Sulandra
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i3.9457

Abstract

The transformative activity was crucial for problem-solving. In resolving problems, cognitive conflicts could arise, characterized by construction errors marked by deviations or differences from scientific concepts. Eight of the 106 students who experienced cognitive conflicts made construction errors in transformative activities. These errors were categorized into four groups. This research aimed to describe students' construction errors in transformative activities when solving problems that might lead to cognitive conflicts. The research design was phenomenological, with four subjects selected and one student from each group. Student responses and interview results served as research data, analyzed through narrative text analysis. The research findings revealed four forms of construction errors in students during transformative activities in problem-solving that might lead to cognitive conflicts: (1) pseudo construction "correct," occurring when students provide a correct answer to a problem, but upon closer examination, it was found that the clarification of the answer was incorrect; (2) pseudo construction "incorrect," happening when students gave an incorrect answer to a problem, but upon closer examination, the students had a correct thought process and could provide the right answer; (3) hole construction errors, occurring when there were inconsistencies in the construction process of concepts in students' minds; and (4) mis-analogical construction errors, occurring when students made errors in analogizing a problem with representations of other concepts. These four construction errors occurred in transformative activities based on incomplete rule-based systems. Examining these construction errors allowed instructors to improve students' transformative thinking activities according to linear equations with one variable.Aktivitas transformasional sangat penting dalam menyelesaikan masalah. Dalam penyelesaian masalah kemungkinan terjadi konflik kognitif, yaitu kesalahan konstruksi yang ditandai ada penyimpangan atau perbedaan dengan konsep ilmiah. Mahasiswa mengalami konflik kognitif sebanyak 106 orang dan 8 mahasiswanya telah melakukan kesalahan konstruksi dalam aktivitas transformasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan konstruksi mahasiswa dalam aktivitas transformasional menyelesaikan masalah yang memungkinkan terjadi  konflik kognitif. Jenis penelitian ini adalah fenomenologi dengan dipilih 4 subjek penelitian yang masing-masing 1 mahasiswa dari setiap kelompok tersebut. Jawaban mahasiswa dan hasil wawancara digunakan sebagai data penelitian. Data penelitian dianalisis melalui analisis teks naratif. Temuan penelitian diperoleh bahwa ada empat bentuk kesalahan konstruksi mahasiswa yang dibedah dalam aktivitas transformasional menyelesaikan masalah yang memungkinkan terjadi konflik kognitif, yaitu (1) pseudo construction “benar” yang terjadi saat mahasiswa memberikan jawaban benar terhadap suatu permasalahan, namun ketika ditelusuri, ternyata mahasiswa salah dalam memberikan klarifikasi jawaban; (2) Kesalahan pseudo construction “salah” yang terjadi saat mahasiswa memberikan jawaban salah terhadap suatu permasalahan, namun ketika ditelusuri mahasiswa mempunyai cara berpikir yang benar dan dapat memberikan jawaban yang benar; (3)Kesalahan lubang konstruksi (hole construction) yang terjadi saat proses konstruksi konsep dalam pikiran mahasiswa ada yang tidak sesuai;  dan (4) kesalahan mis-analogical construction yang terjadi saat mahasiswa membuat kesalahan dalam menganalogikan masalah dengan representasi konsep lain. Keempat kesalahan konstruksi tersebut terjadi pada aktivitas transformasional berbasis aturan tidak lengkap (incomplete rule-based). Penelaahan kesalahan konstruksi ini dijadikan dasar bagi dosen untuk memperbaiki aktivitas berpikir transformasional mahasiswa sesuai konsep persamaan linier satu variabel
PRE-SERVICE TEACHERS’ SYMBOLIC-VISUAL REPRESENTATION SKILLS IN ADDING AND SUBTRACTING FRACTIONS Arwan Mhd. Said; Purwanto Purwanto; Erry Hidayanto; Rustanto Rahardi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i3.10233

Abstract

The current study attempted to describe pre-service teachers’ symbolic-visual representation skills in adding and subtracting fractions. It specifically aimed to analyze the teachers’ ability to construct either a symbolic or visual representation in fraction operations. A case study was conducted by involving 17 fifth-semester students who were enrolled in a teacher training course at one of universities in Ternate, Indonesia. The participants consisted of two males and fifteen females. The study data were gathered using a fraction problem-solving test. The results showed that: 1) the majority of participants succeeded in performing fraction operations and making representations by adding and subtracting fractions; 2) the participants demonstrated proficiency in executing fraction operations but showed poor ability in generating different representations of fractions; 3) the participants were more successful in creating visual representation for fraction addition compared to fraction subtraction. The participants also excelled in constructing circle models as visual representations, outperforming other visual representation models such as number lines, rectangular models for transition situations, and numerical representations of mixed fractions.
KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL AKM PADA KONTEN DOMAIN DATA DAN KETIDAKPASTIAN Ria Risyandani Akhidayati; Purwanto Purwanto; Rustanto Rahardi
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i1.17052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam mengerjakan soal Asesmen kompetensi minimum (AKM) pada domain data dan ketidakpastian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini ada dua siswa dari 31 siswa siswa di SMP Plus Hidayatul Mubtadiin. Instrument yang digunakan adalah soal AKM. Analisis data dilakukan sesuai dengan proses pemecahan masalah pada OECD yaitu merumuskan masalah (formulate), menerapkan (employ), dan menafsirkan dan mengevaluasi (interpret and evaluate). Hasil penelitian yaitu, bahwa 1) pada proses merumuskan, siswa mengalami kesulitan dalam memahami masalah sehingga mengalami kesulitan juga dalam mengidentifikasi informasi yang relevan pada soal AKM, 2) pada proses menerapkan, siswa mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep matematika sehingga kesulitan dalam menuliskan langkah-langkah penyelesaian pada soal AKM, 3) pada proses menafsirkan, siswa tidak  menarik kesimpulan dari pemecahan masalah yang diberikan ke dalam konteks nyata karena kurang terbiasa..Kata kunci: kesulitan, AKM, data dan ketidakpastian. Abstract:This study aims to describe students' difficulties in working on Minimum Competency Assessment questions in the data and uncertainty domain. This research is a qualitative research with a descriptive research type. The subjects of this study were two students from 31 students of SMP Plus Hidayatul Mubtadiin. The instrument used was the Minimum Competency Assessment questions. Data analysis is performed in accordance with the problem solving proces in OECD that is formulate, employ, interpred and evaluate. The results of the research are, that 1) in the process of formulating, students have difficulty understanding the problem so they have difficulty also in identifying relevant information on Minimum Competency Assessment questions, 2) in the process of applying, students have difficulty in applying mathematical concepts so that it is difficult in writing down the steps completion of Minimum Competency Assessment questions, 3) in the process of interpreting, students do not draw conclusions from problem solving given in real contexts because they are not used to it. Keywords: difficulty, Minimum Competency Assessment, data and uncertainty
DIGITALISASI DOKUMEN PERTANAHAN DESA BERBASIS WEBGIS DI DESA SUKOREJO KECAMATAN GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG Alfi Sahrina; Purwanto Purwanto; Fatiya Rosyida; Devy Prasetyono; Ivan Sulistio; Ciptaningrat Erdi Pamungkas
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4299-4306

Abstract

Abstrak Desa Sukorejo merupakan desa yang berada di Kecamatan Gondanglegi. Desa ini memiliki lanskap yang datar. Desa memiliki dokumen berupa dokumen tanah salah satunya yang berbentuk 2 dimensi. Tentunya dokumen tersebut dapat di digitalkan dengan berbagai cara salah satunya dengan menggunakan bantuan perangkat lunak. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk melakukan pendigitalan dokumen tanah Desa Sukorejo Kecamatan Gedangan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini dengan melihat dokumen tanah yang ada di desa, selanjutnya di digitalisasi, dan di jadikan bentuk Webgis. Hasil yang di dapatkan yaitu dokumen yang ada di Desa Sukorejo memiliki 14 area blok persil tanah di Desa Sukorejo yang terbagi dalam 25 lembar peta dengan skala 1:1000. Peta persil tanah yang ada di Desa Sukorejo berbentuk analog/cetak dengan ukuran kertas A3. Sedangkan Kegiatan pemetaan batas administrasi dilakukan dengan teknik digitation on screen untuk menentukan batas berdasarkan citra foto udara. Selanjutnya area blok tersebut dilakukan pendigitalan dengan menggunakan ArcGis. Hasil yang didaptkan berupa vector yang nantinya dihubungkan untuk membuat peta digital tanah berbasis WebGis. Sistem Informasi ini disusun untuk membantu pelayanan administrasi pertanahan di desa agar lebih mudah, cepat dan efisien. Memiliki fitur pencarian bidang tanah berdasarkan nomor objek pajak. Menunjukan lokasi spasial, letak blok tanah sesuai SPPT PBB, dan letak blok tanah sesuai letter C sehingga mempermudah pelayanan administrasi permohonan kutipan letter C.
Development of an Educational Game ‘Petualangan Ryna’ as a Learning Media for Geometric Transformations in Junior High School Izza Ardiansyah; Sisworo Sisworo; Purwanto Purwanto
PRISMA Vol. 14 No. 2 (2025): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v14i2.5673

Abstract

The teaching of geometric transformations in junior high school continues to face several challenges, especially regarding the topics of translation and reflection, which require a strong understanding of visual and spatial concepts. This issue was identified at a junior high school in Pasuruan Regency, where diagnostic tests and classroom observations revealed low student comprehension and a lack of interactive instructional media. In response, this study aimed to develop an educational game titled Petualangan Ryna di Desa yang Hilang using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model. The goal was to produce a valid, practical, and effective learning tool. The research involved seventh-grade students as participants, with data collected through expert validation, post-tests, and student response questionnaires. The results indicated that the developed game and assessment instruments were valid, the game was practical to use, and it effectively improved students’ understanding of geometric transformations. Therefore, Petualangan Ryna di Desa yang Hilang is suitable for classroom use as an innovative learning media that enhances engagement and conceptual understanding through contextual and visual exploration.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Serupa PISA Materi Perbandingan Trigonometri Nawang Ayu Tanzerina; Purwanto Purwanto; Indriati Nurul Hidayah
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4379

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa kelas X dalam menyelesaikan soal matematika serupa PISA pada materi perbandingan trigonometri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di MAN 1 Kota Malang dengan melibatkan 32 siswa kelas X. Selanjutnya, subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling untuk mewakili kategori kemampuan pemecahan masalah tinggi, sedang, dan rendah. Data diperoleh melalui pemberian soal serupa PISA, kemudian jawaban siswa dianalisis berdasarkan tahapan pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian menunjukkan subjek dengan kemampuan pemecahan masalah tingkat tinggi mampu menyelesaikan soal dengan seluruh tahapan Polya. Subjek dengan kemampuan pemecahan masalah tingkat sedang mampu menyelesaikan soal hingga tahapan melaksanakan rencana dengan memperoleh hasil. Sementara itu, subjek dengan kemampuan pemecahan masalah tingkat rendah mampu pada tahapan memahami masalah dan belum mampu menyusun rencana penyelesaian. Temuan ini menunjukkan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya menekankan pada pencapaian hasil akhir, tetapi juga pada proses berfikir siswa dalam menyelesaikan soal matematika, khususnya pada soal serupa PISA pada materi perbandingan trigonometri.
Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Berbasis Virtual Tour Museum pada Materi Jalur Rempah Nusantara di SMP Nimas Yuhyih Wakindiyah; Purwanto Purwanto; Krisna Nanda
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 2: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i2.41136

Abstract

Pembelajaran IPS pada materi Jalur Rempah Nusantara memerlukan bahan ajar yang dapat membantu peserta didik memahami konsep sejarah secara sistematis. Analisis awal penelitian di SMP Negeri 6 Malang menunjukan bahwa pembelajaran masih didominasi dengan metode konvensional, keterbatasan sumber belajar cetak buku pakat maupun LKS, serta minimnya pemanfaatan teknologi oleh pendidik sehingga peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mengembangkan bahan ajar interaktif berbasis Virtual Tour Museum pada materi Jalur Rempah Nusantara untuk peserta didik kelas VII SMP; dan 2) untuk mengkaji kelayakan dan kepraktisan bahan ajar yang dikembangakan. Metode yang digunakan yaitu R&D menggunakan model ADDIE, yang dikembangkan melalui 5 tahap yaitu; 1) Analisyze; 2) Design; 3) Development; 4) Implementation, dan; 5) Evaluate. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan ajar interaktif berbasis Virtual Tour Museum memperoleh rata-rata skor validasi sebesar 89,5%, dengan masing-masing perolehan total nilai yaitu pada ahli materi sebesar 89% dan ahli media sebesar 90%, menunjukan bahan ajar termasuk dalam kategori sangar layak. Selanjutnya hasil uji kepraktisan oleh guru dan peserta didik menunjukan rata-rata 90%, yang berarti bahan ajar berapa pada kategori sangat praktis dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran IPS pada materi Jalur Rempah Nusantara di SMP. Bahan ajar ini dikembangkan dengan mengintegrasikan berbagai elemen multimedia sehingga tidak hanya efektif secara pedagogis, namun juga mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan mendorong peserta didik mengksplorasi bahan ajar secara mandiri.
Co-Authors Abdur Rahman As’ari Agus Dwi Febrianto Agustiani Putri Akbar Sutawidjadja Ariyadi Wijaya Arwan Mhd. Said Ayu Putri Wahyuni Bigharta Bekti Susetyo Budi Handoyo Budijanto Ceres Antika Putri Chandra Tjang Daniel Cholis Sa’dijah Ciptaningrat Erdi Pamungkas Corrie Teresia Purba Devy Prasetyono Dhini Septrianingtias Dian Kurniati Didih Krisnamurti Didik Taryana Dwi Susanti Dwiyana Dwiyana Edy Bambang Irawan Erry Hidayanto Fatiya Rosyida, Fatiya Feny Panjerina Ghada Abd Elsattar Mohammed Oraby Habibatunnurrohmah Aisyah I Komang Astina I Made Sulandra I Nengah Parta Ika Santia Ike Sari Astuti Indriati Nurul Hidayah Ivan Sulistio Izza Ardiansyah Joice Zhenrike Memmase Khirsna Ganestya Krisma Sari Krisna Nanda Listyo Yudha Irawan Maimunah, Maimunah Marhadi Slamet Kistiyanto Maria Marantika Aunga Maria Yovita Evinsia Maylinda Maghfiroh Mira Ayu Pratiwi Moh Wahyu Kurniawan Zain Mohammad Faizal Amir Muchammad Ryan Pratama Muhammad Abdul Hakam Fasya Muhammad Afkaar Aafaani Muhammad Ayub Djoda Muhammad Ikmal Muhammad Sauki Al Farisy Mujiyem Sapti Musnizar Zulaiha Umami Nawang Ayu Tanzerina Nego Linuhung Nimas Yuhyih Wakindiyah Novy Aulia Istighfary Nurul Safia Rianti Rahma Wahyu Raka Erditama Nurahman Ria Risyandani Akhidayati Rizky Fitra Sanjaya Robby Hilmi Rachmadian Rosimanidar Rudi Hartono Rustanto Rahardi Sahrina, Alfi Sharifah Osman Singgih Susilo Sisworo Sitti Fithriani Saleh Soelistijo, Djoko Subanji Subanji Sugeng Utaya Sukoriyanto Sulis Setyowati Susiswo Swasono Rahardjo Syamsuri Syamsuri Tasya Khairunisa Tuti Mutia Waldati Bariroh Wijiyono Wijiyono Wisang Elang Fajar Nisnala Yuni Kartika Sita Dewi Yusuf Suharto Zahrina Fatmala