Claim Missing Document
Check
Articles

Found 48 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN KUALITAS JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS PINELENG KABUPATEN MINAHASA Walukow, Desy N.; Rumayar, Adisti A.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien merupakan perasaan pasien yang ada berdasarkan dari kinerja layanan kesehatan yang didapat karena pasien melihatnya sesuai dengan harapannya, dapat dilihat dari kualitas jasa pelayanan kesehatan diukur menggunakan lima dimensi yaitu dimensi kehandalan, jaminan, bukti fisik, empati dan ketanggapan. Tujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kualitas jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Pineleng Kabupaten Minahasa. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif analitik dan desain penelitian cross sectional. Populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu semua pasien yang datang berkunjung di Puskesmas Pineleng pada bulan Januari – Juli 2018 dengan total jumlah 19738 pasien. Dengan menggunakan rumus slovin maka didapatkan sampel dengan jumlah 110 pasien. Analisa yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi square, tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas jasa pelayanan kesehatan dalam dimensi kehandalan, jaminan, bukti fisik dan ketanggapan dengan kepuasan pasien, sedangkan tidak terdapat hubungan antara dimensi empati dengan kepuasan pasien. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan antara kualitas jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Pineleng Kabupaten Minahasa. Bagi semua tenaga kesehatan diharapkan untuk dapat memperhatikan pasien dengan empati yang diberikan sehingga puskesmas pineleng dapat memberikan kualitas pelayanan yang memenuhi kepuasan pasien.   Kata kunci: Kualitas Jasa Pelayanan Kesehatan, Kepuasan Pasien  ABSTRACTPatient satisfaction is the feeling of existing patients based on the performance of health services obtained because patients see it in accordance with expectations, can be seen from the quality of health services measured using five dimensions, namely dimensions of reliability, assurance, physical evidence, empathy and responsiveness. The aim is to find out the relationship between the quality of health care services and patient satisfaction at the Pineleng Health Center in Minahasa Regency. In this study using quantitative research with analytical descriptive method and cross sectional research design. The population taken in this study were all patients who came to Pineleng Health Center in January - July 2018 with a total number of 19738 patients. Using the Slovin formula, a sample of 110 patients was obtained. The analysis used is univariate analysis and bivariate analysis with chi square test, 95% confidence level. The results of this study indicate that there is a relationship between the quality of health services in the dimensions of reliability, assurance, physical evidence and responsiveness to patient satisfaction, whereas there is no relationship between the dimensions of empathy and patient satisfaction. The conclusion is that there is a relationship between the quality of health care services and patient satisfaction at the Pineleng Health Center in Minahasa Regency. For all health workers it is expected to be able to pay attention to patients with empathy given so that the pineleng health center can provide quality services that meet patient satisfaction. Keywords: Quality of Health Services, Patient Satisfaction
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN DALAM PENGGUNAAN GARAM BERYODIUM DI DESA LEMOH UNER KECAMATAN TOMBARIRI TIMUR Oroh, Cendy A.A.; Kandou, Grace D.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kekurangan yodium dapat mengakibatkan berbagai gangguan yang dikenal sebagai GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium). Data dari Puskesmas Lolah 2013-2015 wilayah kerja Lemoh Uner, menyatakan bahwa saat ini ada sekitar 7  orang terkena gondok, 1  orang anak yang retadasi mental di Lemoh ,  1  lahir cacat (bibir sumbing),1 lahir prematur dan meninggal,   ,1 Ibu yang meninggal karena Eklamsi. Salah satu penanggulangan GAKY,  yaitu  pemberian  garam  beryodium.  Mengetahui hubungan  antara  pengetahuan dan  sikap  masyarakat dengan penggunaan garam beryodium diDesa Lemoh Uner Kecamatan Tombariri Timur. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Populasi penelitian adalah 178 KK dengan sampel 65 Ibu Rumah Tangga. Teknik pengambilan sampel menggunakan Sampling Purposive. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan cairan iodine test. Berdasarkan hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi Square pengetahuan dengan tindakan dalam penggunaan garam beryodium (p  =  0,01), sikap dengan tindakan dalam penggunaan garam beryodium (p = 0,020. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan dalam penggunaan garam beryodium di Desa Lemoh Uner Kecamatan Tombariri Timur.   Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan, dan Garam Beryodium     ABSTRACT   Iodine deficiency can lead to many variety of disorders known as IDD (Iodine Deficiency Disorders). Data from 2013-2015 Lolah’s Puskesmas(clinic) Lemoh Uner’s working area, stating that there are currently about 7 people affected by goiter, 1 child mental retadation in Lemoh, 1 birth defects (cleft lip), 1 was born prematurely and died, one mother died of eclampsia. One of IDD prevention, namely the provision of iodized salt. Knowing the relation between knowledge and attitudes in the use  of iodized salt in Lemoh Uner village District of East Tombariri. This research is descriptive analytic approach is cross sectional. The study population was 178 households with  sample of 65 Housewife. Sampling technique using Sampling Purposive. The instrument used   questionnaire and liquid of iodine test. Based on the results of statistical analysis using Chi Square test, knowledge with action in the use of iodized salt (p = 0.01), attitude with actions in the use of iodized salt (p = 0.020). There is a relation between knowledge and attitudes with actions in the use of iodized salt in the Village Uner Lemoh District of East Tombariri.   Keywords: Knowledge, Attitude, Action, and iodized salt
HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN BERMAIN GAME ONLINE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA GAMER ONLINE PENGGUNA KOMPUTER DI WARUNG INTERNET M2G SUPERNOVA MALALAYANG Manuputty, Jefrains Ch; Sekeon, Sekplin A. S.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecanduan game online disebabkan oleh individu yang tidak bisa berhenti bermain game dan melakukan hal tersebut secara terus- menerus dan tidak bisa melepaskan kebiasan untuk bermain game online. Seseorang yang bermain game yang terlalu lama dan tidak memperhatiakn waktu untuk tidur dapat mempengaruhi kualitas tidur. Tidur atau beristirahat sama halnya dengan kebutuhan dasar lainnya dimana jika seseorang mengalami masalah tidur dapat mempengaruhi kualitas tidurnya. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara kecanduan bermain game online dengan kualitas tidur pada gamer online pengguna komputer di warung internet M2G Supernova Malalayang. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian ini bersifat observasional analitik untuk menganalisis hubungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus - September 2019. Subjek penelitian adalah 43 orang. Instrumen atau alat ukur yang digunakan dalam penelitian yaitu kuisoner PSQI dan kuioner kecanduan game. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan chi-square dengan p = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecanduan game online 24 orang dengan persentase 55,8% dan yang tidak kecanduan game online  19 orang dengan persentase 44,2%. Hasil uji statistik menunjukan bahwa ada hubungan antara kecanduan game online dengan kualitas tidur dengan nilai p= 0,011. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kecanduan game online memiliki hubungan yang bermakna dengan kualitas tidur. Kata kunci : Kecanduan game online, kualitas tidur ABSTRACT Addicted online games are caused by individuals who can not stop playing games and do so continuously and can not let go of the habit to play online games. A person who is playing a game too long and does not notice time to sleep can affect the quality of sleep. Sleep or rest as well as other necessities where if a person is experiencing sleep problems can affect the quality of his sleep. The purpose of this research is to know the relationship between addicted to playing online games with quality sleep on online games computer users in Internet stalls M2G Supernova Malalayang. This type of quantitative study with the research design is analytical observational to analyze relationships. The study was conducted in August-September 2019. The research subject is 43 people. The instrument or measuring device used in the study was the Kuisoner PSQI and Kuioner game addiction. The analysis of the data used is univariate and bivariate analysis using Chi-square with P = 0.05. The results of this study showed that online gaming addiction is 24 people with a percentage of 55.8% and that is not addicted to online gaming 19 people with a percentage of 44.2%. Statistical test results show that there is a link between online game addiction with sleep quality with a value of P = 0.011. The conclusion of this research is that online gaming addiction has a meaningful relationship with the quality of sleep. Keywords: addictde online games, sleep quality
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, STATUS PEKERJAAN DAN PENDAPATAN DENGAN PEMANFAATAN PUSKESMAS DI DESA WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Nandar, Stenly T.; Kandou, Grace D.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan puskesmas adalah penggunaan puskesmas sebagai prioritas utama masyarakat ketika mencari pengobatan ataupun pelayanan kesehatan. Beberapa faktor yang mempengaruhi pemanfaatan puskesmas yaitu tingkat pendidikan, status pekerjaan dan pendapatan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan tingkat pendidikan, status pekerjaan dan pendapatan dengan pemanfaatan puskesmas di Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Dilaksanakan di Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara pada bulan Februari – Juli 2018. Populasi berjumlah 833, sampel berjumlah 90 responden. Penentuan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan metode proporsional, selanjutnya pengambilan sampel secara simple random sampling. Alat ukur adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Fisher Exact test dengan nilai α = 0,05. Persentase responden pendidikan lanjut 44,4%, pendidikan dasar 55,6%. Persentase responden tidak bekerja 12,2%, bekerja 87,8%. Persentasi responden pendapatan tinggi 42,2%, pendapatan rendah 57,8%. Hasil uji statistik Fisher Exact test terhadap hubungan tingkat pendidikan dan pemanfaatan puskesmas diperoleh nilai p value = 0.013, terhadap hubungan status pekerjaan dan pemanfaatan puskesmas diperoleh nilai p value = 0.520, terhadap hubungan pendapatan dan pemanfaatan puskesmas diperoleh nilai p value = 0.008. Kesimpulannya terdapat hubungan tingkat pendidikan dan pendapatan dengan pemanfaatan puskesmas di Desa Wori Kabupaten Minahasa Utara dan tidak terdapat hubungan status pekerjaan dengan pemanfaatan puskesmas di Desa Wori Kabupaten Minahasa Utara. Saran untuk puskesmas harus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan masyarakat harus melakukan pola hidup sehat dan memanfaatkan puskesmas.Kata Kunci : Pendidikan, Pekerjaan, Pendapatan, Pemanfaatan PuskemasABSTRACTUtilization of Health Center is the use of Health Center as the main priority of society when seeking treatment or health service. Several factors influencing the utilization of Health Center are education level, employment status and income. The purpose of this study is to analyze the relationship level of education, employment status and income utilization of Health Centers in Wori Village, Wori Subdistrict, North Minahasa District. This research use analytical survey method withapproach cross sectional. Conducted in Wori Village Wori Subdistrict, North Minahasa District in February - July 2018. Population amounted to 833, the sample amounted to 90 respondents. Determination of sample using probability sampling technique with proportional method, then sampling by simple random sampling. Measuring tool is a questionnaire. Data analysis used Fisher Exact test with α = 0,05. Percentage of respondents of continuing education 44.4%, basic education 55.6%. Percentage of respondents did not work 12.2%, worked 87.8%. Percentage of high income respondents 42.2%, low income 57.8%. The result ofstatistic Fisher Exact test toward the correlation of education level and utilization of Health Center obtained p value = 0.013, to the relationship of occupation status and utilization of Health Center obtained p value = 0.520, to the relation of income and utilization of puskesmas obtained p value = 0.008. In conclusion, there is a correlation between education and income level with utilization of Health Center in Wori village of North Minahasa regency and there is no correlation between employment status and utilization of Health Center in Wori village of North Minahasa regency. Suggestions for Health Center should maximize services to the community and the community should adopt healthy lifestyles and utilize the Health Center.Keywords: Health Center, Health Service, Income, Employment, Education.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDUDUK DI KELURAHAN KINILOW KECAMATAN TOMOHON UTARA KOTA TOMOHON Sampe, Lidya Ferawati; Kandou, Grace D.; Sekeon, Sekplin A.S.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup diartikan sebagai persepsi individu mengenai keberfungsian mereka dalam bidang kehidupan. Indonesia berada pada peringkat ke 19 berdasarkan Indekx Kualitas Hidup 23 Negara di Asia. Salah satu penunjang kualitas hidup adalah dukungan sosial. Dukungan sosial terkait dengan informasi atau nasehat verbal dan non verbal, bantuan nyata, atau tindakan yang diberikan oleh keakraban sosial atau didapat dari kehadiran orang sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada penduduk Kelurahan Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon. Penelitian ini merupakan penelitian studi observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kinilow pada bulan April-Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini yaitu penduduk berusia ≥ 17 tahun dan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu multistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 96 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan CI = 95% dan α = 0,05. Hasil analisis bivariat antara dukungan sosial dengan kualitas hidup menunjukkan P = 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan kualitas hidup pada penduduk di Kelurahan Kinolow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon.Kata Kunci: Dukungan Sosial, Kualitas HidupABSTRACTQuality of life is defined as the individual's perception of their functioning in the sphere of life. Indonesia is ranked 19th by the Quality of Life Index of 23 Countries in Asia. One of the supporting qualities of life is the social support. Social support is associated with verbal and non-verbal informations or advices, concrete help, or action provided by social intimacy or derived from the presence of people nearby. The purpose of this research was to determine the relationship between social support and quality of life of the residents in Kinilow Sub-District, Tomohon Utara District, Tomohon. This research was an observational study with cross-sectional research design. This research was conducted in Kinilow Sub-District in April-July 2017. The population in this research were residents aged ≥ 17 years old and the sampling technique used was multistage random sampling with the total of 96 respondents. Instrument in this research was questionnaire. Data analysis included univariate and bivariate analysis with the use of Chi-Square test with CI = 95% and α = 0,05. The result of bivariate analysis between social support and quality of life showed P = 0,000. The conclusion of this research was that there was a significant relationship between social support and quality of life of residents in Kinilow Sub-District, Tomohon Utara District, Tomohon.Keywords: Social Support, Quality of Life
HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR, STATUS GIZI DAN STATUS IMUNISASI DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANIKI BAWAH KOTA MANADO Kahfi, Muhammad; Kandou, Grace D.; Rattu, A. J.M
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia adalah suatu penyakit saluran napas bawah (lower respiratory tract) akut yang disebabkan oleh infeksi disertai demam. Menurut World Health Organitation (WHO), pada tahun 2015 terjadi kasus kematian pada anak dibawah usia lima tahun akibat pneumonia sebanyak 922.000 (15%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir, status gizi dan status imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak berumur 12-59 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado. Pada Januari 2017, diperoleh data dari Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado yaitu sebanyak 2506 balita yang datang untuk berobat dan total sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 96 balita. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square (α=0, 05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 19 (19,8%) balita menderita pneumonia dan sebanyak 77 (80,2%) balita bukan menderita pneumonia. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi (p=0,001) dan status imunisasi (p=0,004) dengan kejadian pneumonia pada balita sedangkan berat badan lahir (p=0,256) tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan kejadian pneumonia pada balita.Kata Kunci: Pneumonia, Balita, Berat badan lahir, Status Gizi, Status Imunisasi.ABSTRACTPneumonia is a disease of the lower respiratory tract (LRT) caused by acute infection accompanied by fever. According to the World Health Organitation (WHO), by the year 2015 case of death in children under five years of age due to pneumonia as much 922,000 (15%). The purpose of this research is to know the relation between birth weight, nutritional status and the status of immunization with pneumonia on toddlers in the region Paniki Bawah Manado city Clinics. This research use analytic observational method with cross sectional approach. The population in this research is children from 12-59 month in the work of the Paniki Bawah Manado city Clinics. In January 2017, obtained data from Clinics Paniki Bawah Manado city that is as much as the 2506 toddlers who came for medical treatment and the total sample in this research that is as much as 96 toddlers. Bivariat analysis performed using Chi Square test (α = 0, 05). The results showed that as many as 19 (19.8%) toddlers suffering from pneumonia and as much as 77 (80.2%) toddler is not suffering from pneumonia. The results of the analysis of the statistics shows that there is a meaningful relationship between the nutritional status (p = 0.001) and immunization status (p = 0,004) with the incidence of pneumonia on toddlers while birth weight (p = 0,256) there is no meaningful relationship with the incidence of pneumonia in toddlers. There are two independent variables that are associated with the incidence of pneumonia in babies in the region Paniki Bawah Manado city Clinics, namely nutritional status and immunization status while variables unrelated is birth weight.Key Words: Pneumonia, Toddler, Birth Weight, Nutritional Status, Immunization Status
ANALISIS PROSEDUR PENGAJUAN KLAIM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM PANCARAN KASIH GMIM MANADO Manaida, Risky Joko; Rumayar, Adisti A.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klaim BPJS adalah pengajuan biaya perawatan pasien peserta BPJS oleh pihak rumah sakit kepada pihak BPJS Kesehatan, dilakukan secara kolektif dan ditagihkan kepada pihak BPJS Kesehatan setiap bulannya. Klaim BPJS yang tidak layak untuk rawat jalan dan rawat inap di RSU Pancaran Kasih GMIM selama 1 tahun (2015-2016) sebanyak 67 berkas rawat jalan dan 205 berkas untuk rawat inap. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis prosedur pengajuan klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Rawat Inap RSU Pancaran Kasih GMIM Manado menggunakan metode kualitatif dengan indepth interview yang diambil dari 4 informan. Pemeriksaan atau pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian diperoleh untuk rekapitulasi pelayanan masih terdapat hal-hal yang perluh diperbaiki antara lain banyak perawat dan juga DPJP yang masih sering salah dalam mengisi tanggal masuk perawatan dan tanggal keluar, berkas yang tidak terisi diagnosa penyakit dan perlu konfirmasi lagi dengan dokter yang menangani pasien tersebut selain itu untuk berkas pendukung pasien dan bukti pelayanan lainnya masih ada hal-hal yang perluh diperbaiki oleh pihak rumah sakit mulai dari diagosa dari dokter yang tidak tepat, perbedaan koding antara rumah sakit dan koding BPJS dan hasil pemeriksaan penunjang yang tidak ada berkasnya. Kesimpulan yang di dapat adalah Prosedur pengajuan klaim untuk poin rekapitulasi pelayanan dan berkas pendukung pasien dan bukti pelayanan lainnya masih ada hal-hal yang masi perlu di perbaiki lagi oleh pihak rumah sakit. Saran bagi RSU Pancaran Kasih untuk memperkuat kerja sama dengan dokter dan perawat agar tidak terjadi kesalahan penulisan data pasien dan untuk BPJS agar lebih memperbanyak pelatihan mengenai pengajuan klaim BPJS kesehatan dengan pihak RSU Pancaran Kasih GMIM Manado.Kata Kunci: Klaim BPJS, Rawat Inap, Rumah Sakit, BPJS Kesehatan,ABSTRACTClaim BPJS is the Submission of patient care costs BPJS participants by the hospital to the BPJS Health, Done collectively and billed to the BPJS Health every month. Inadequate BPJS for outpatient and inpatient in GMIM Pancaran Kasih General Hospital for 1 year (2015-2016) ofoutpatient and 205 files for hospitalization. This research aims to analyse the procedure of claim submission Social Security Administering Agency (BPJS) Health in Patient Hospital Pancaran Kasih General Hospital GMIM Manado, using qualitative method with indepth interview taken from 4 informants. Examination or checking of data validity using source triangulation and method triangulation. The result obtained for the recapitulation of services there are still that need to be improved among others, many nurses and DPJP are still often wrong in filling the date of admission and the date of exit, files that are not filled with disease diagnoses and need to be confirm again with the doctor who handles the patient in addition to the patient support files and evidencet of other services there are still that need to be repaired by the hospital, ranging from diagnoses from inappropriate doctors, coding differences between hospitals and BPJS coding and results of investigations that have no file. The conclusion that can be obtained are the claiming procedure of service recapitulations points and patient support files and other proof of service there still that need to be fixed by the hospital. Suggestion for Pancaran Kasih General Hospital is to strengthen cooperation with doctors and nurses to avoid errors in writing patient data and for BPJS to further increase training on BPJS Health claim submission with Pancaran Kasih General Hospital GMIM Manado.Keywords: Claim BPJS, Inpantient Care, BPJS Health
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN ANGGOTA KELUARGA TERHADAP PENULARAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GIRIAN WERU KOTA BITUNG Aprelia, Dwiyanti; Asrifudin, Afnal; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan dan pemahaman yang kurang tentang pencegahan penularan TB paru menyebabkan ketidak mampuan anggota keluarga untuk melakukan perannya dalam merawat penderita yang akan menyebabkan timbulnya kecemasan kepada anggota keluarga lainnya. Timbulnya reaksi kecemasan pada keluarga yang merawat penderita tuberkulosis akan mengalami ketakutan keluarga dalam merawat penderita. Tujuan dalam penelitian ini ialah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan anggota keluarga terhadap penularan TB paru di wilayah kerja Puskesmas Girian Weru Kota Bitung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik. Penelitian ini dilakukan di di Wilayah Kerja Puskesmas Girian Weru Kota pada bulan Mei - Noember tahun 2019. Untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, umur, pendidikan dan pengetahuan dengan kecemasan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin, umur, pendidikan dan pengetahuan dengan kecemasan anggota keluarga terhadap penularan TB paru di wilayah kerja Puskesmas Girian Weru Kota Bitung. Kata Kunci: Jenis Kelamin, Umur, Pendidikan, Pengetahuan, Kecemasan, Tuberkulosis ABSTRACTLack of knowledge and understanding of prevention of pulmonary TB transmission causes the inability of family members to perform their role in caring for sufferers which will cause anxiety to other family members. The emergence of anxiety reactions in families who care for tuberculosis sufferers will experience family fears in caring for sufferers. The aims of this study is to determine the factors associated with family members' anxiety about pulmonary TB transmission in the work area of Girian Weru Public Health Center in Bitung City. This research is a quantitative descriptive analytical study. This research was conducted in the Work Area of Girian Weru City Health Center in May – November 2019. To determine the correlation between knowledge, attitude and anxiety using the Spearman Rank test. Results of this study shows that there is a correlation between gender, age, education and knowledge with family members' anxiety about the transmission of pulmonary TB in the work area of the Girian Weru Public Health Center in Bitung City. Keywords: Gender, Age, Education, Knowledge, Anxiety, Tuberculosis
HUBUNGAN INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA MANADO Ekaristi, Pongtuluran; Kandou, Grace D.; Mayulu, Nelly
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI secara optimal sangat penting. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan salah satu penentu kesuksesan pemberian ASI eksklusif 6 bulan. Manfaat IMD diantaranya adalah mengurangi resiko terjadinya kematian ibu, meningkatkan kemungkinan keberhasilan ASI eksklusif 6 bulan, mencegah kematian neonatal, dan meningkatkan kedekatan dan rasa kasih sayang antara ibu dan bayi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan pemberian ASI eksklusif di Kota Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan teknik penentuan total sampling. Penelitian ini dilaksanakan di lima wilayah kerja Puskesmas yang ada di Kota Manado, yaitu wilayah kerja Puskesmas Tuminting, wilayah kerja Puskemas Paniki Bawah, wilayah kerja Puskesmas Ranotana Weru, wilayah kerja Puskesmas Kombos, dan wilayah kerja Puskesamas Bahu pada 193 ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan nilai α = 0,05. Diperoleh nilai p = 0,014, berarti nilai p lebih kecil dibandingkan nilai α. Sehingga dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan pemberian ASI eksklusif di Kota Manado. Inisiasi Menyusui Dini (IMD) harus dilaksanakan untuk keberhasilan pemberian ASI eksklusif demi kesehatan ibu dan bayi.Kata kunci: Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Pemberian ASI Eksklusif.ABSTRACTThe optimal breastfeeding is very important. Early initiation of breastfeeding is one of the determinant of successful exclusive breastfeeding for 6 months. The benefits of early initiation of breastfeeding are included by reducing the risk of maternal mortality, increasing the chance of 6 months success exclusive breastfeeding, prevent neonatal death, and increase the sense of closeness and affection between mother and the baby. The purpose of this study is to analyze the relationship of early initiation of breastfeeding with exclusive breastfeeding in Manado. This research is an analytic survey with the approach of cross-sectional study design and using total sampling technique. This research was conducted in 5 work areas of public health care center in Manado; they are Tuminting health care center, Paniki Bawah health care center, Ranotana Weru health care center, Kombos health care center, and Bahu health care center on mothers who have baby 0-12 months. Data analysis using Chi-Square test with α = 0,05. The result of statistical test p-value is 0,014, which means p-value is lower than α. So, it can be concluded that there is a relationship of early initiation of breastfeeding with exclusive breastfeeding in Manado. Early initiation of breastfeeding should be implemented for the successful of exclusive breastfeeding as well as for the sake of health to the mother and the baby.Keywords: Early Initiation of Breastfeeding, Exclusive Breastfeeding.
KEBIASAAN KONSUMSI ALKOHOL DAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LAKI-LAKI USIA 35-59 TAHUN DI KOTA BITUNG Makaremas, Jane Elsada; Kandou, Grace Debbie; Nelwan, Jeini Ester
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asupan alkohol yang berlebih dapat meningkatkan resiko hipertensi. Dampak konsumsi alkohol beragam pada setiap orang  tergantung pada durasi konsumsi dan jumlah alkohol yang dikonsumsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi alkohol dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Subjek penelitian yaitu laki-laki yang berusia 35-59 tahun. Jumlah sampel sebanyak 98 yang dihitung dengan menggunakan rumus Lemeshow. Variabel penelitian yaitu lama konsumsi alkohol, jumlah alkohol yang dikonsumsi dan kejadian hipertensi. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara lama konsumsi alkohol dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 35-59 tahun di Puskesmas Paceda kota Bitung (p= 0,000). Semakin lama konsumsi alkohol maka semakin tinggi tekanan darah (nilai r positif). Keeratan hubungan masuk kategori sedang (r= 0,435). Selanjutnya, ditemukan juga adanya hubungan yang bermakna antara jumlah konsumsi alkohol dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 35-59 tahun di Puskesmas Paceda kota Bitung (p= 0,000). Semakin banyak konsumsi alkohol maka semakin tinggi tekanan darah (nilai r positif). Keeratan hubungan masuk kategori sedang (r= 0,463). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya hubungan antara kebiasaan konsumsi alkohol dengan kejadian Hipertensi. Berdasarkan hal ini maka diperlukan tindakan pengendalian konsumsi alkohol melalui kebijakan pembatasan peredaran minuman beralkohol di kota Bitung. Kata Kunci: Kebiasaan konsumsi alkohol, Kejadian Hipertensi, Puskesmas Paceda ABSTRACTExcess alcohol intake can increase the risk of hypertension. The impact of alcohol consumption varied on each person depend on the duration of consumption and the amount of alcohol consumed. The purpose of this research is to know the relation between alcohol consumption habits with occurrence of hypertension. This research is observational research. The subject of research, namely men aged 35-59 years. The number of samples as much as 98 that is calculated by using the formula Lemeshow. Research variables i.e. long consumption of alcohol, the amount of alcohol consumed and the incidence of hypertension. Data analysis using the Spearman Rank test. The results showed that there is a meaningful relationship between the old alcohol consumption with the incidence of hypertension in men aged 35-59 years in the health Paceda the town of Bitung (p = 0.000). The longer the consumption of alcohol then the higher blood pressure (positive r value).Closeness relations go in the category medium (r = 0.435). Furthermore, also found the existence of a meaningful relationship between the amount of alcohol consumption with incident hypertension in men aged 35-59 years in the health Paceda the town of Bitung (p = 0.000). The more alcohol consumption then the higher blood pressure (positive r value). Closeness relations go in the category medium (r = 0.463). The conclusions of this study, namely the existence of a relationship between alcohol consumption habits with occurrence of hypertension. Based on this then required control measures of alcohol consumption through policy restrictions on the circulation of alcoholic drinks in the town of Bitung. Keywords: Alcohol consuption habits, hypertension, Puskesmas Paceda
Co-Authors ., Gabriella A. J.M Rattu, A. J.M A.J. Pandelaki Aaltje E. Manampiring Adisti A. Rumayar, Adisti A. Agriati Yulin Mus Alvina Carolina Bagali Anggela, Jelsy Anis, Chintya Antonius R.B. Ola Aprelia, Dwiyanti Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asmala Sari Asrifuddin , Afnal Asrifudin, Afnal August J. Pandelaki August Joutie Pandelaki Aviliana Revani Wenas B H. R. Kairupan Benedictus Lampus Benedictus S. Lampus Benny S. Lampus Billy J. Kepel Budi Ratag, Budi Budi T. Ratag Buyung, Siti Hartina Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Dalle, Andi Nuraeni Petta Dampi, Denada Jihan David Tampi Debra S. S. Rumengan, Debra S. S. Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deni Salmon Derek, Chintya Dina Rombot Ekaristi, Pongtuluran Elcya Natalia S. Mangando Elvin, Jesika Faustina Lala, Monalisa Felastri Delais Bororing Franckie R. R. Maramis Gabriella Rombot Gobel, Bella Gustaaf A. E. Ratag Gustaaf A.E. Ratag Gustaaf E. Ratag, Gustaaf E. Gustaaf E.A. Ratag Hartina, Sitti Henry M. F. Palandeng Herlina M.L. Butiop, Herlina M.L. Hurles Imanuel Palilu Indriya Robot, Melisa Iyone E.T. Siagian J. M. L. Umboh, J. M. L. Jane M. F Tahulending, Jane M. F Jane. Pangemanan, Jane. Jendra Dotulong Jessica Meilani Meilani Jimmy Posangi Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jootje. M. L. Umboh, Jootje. M. L. Juan J. Rumondor, Juan J. Julia S. Oley Kairupan, B H Ralph Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaunang, Theresia Margaretha D. Kaunang, Wulan Julia Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul Arthur Tennov Kiling, Schwarz Y. Kolibu, Febi K. Lestari Pujirahayu, Lestari Lilian Rauw-Andries Limbong, Valdano A. Lucia I. R. Lefrandt Lusut, Markus T. Makaremas, Jane Elsada Male, Intan Yahya Malonda, Nancy S. H Manaida, Risky Joko Manannohas, Mouren Manggopa, Renny S. Manik, Mawar Medika Manopo, Sinta E. Manuputty, Jefrains Ch Mardame Sinaga Margareth R Sapulete Marpaung, Deni Rahayu Marthin, Winda Bellatrix Maureen I. Punuh, Maureen I. Medellu, Dian Maya Merdy R. Kansil, Merdy R. Momuat, Trully Mona, Jandri D. Muhammad Kahfi, Muhammad N. W. Mariaty, N. W. Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nandar, Stenly T. Nangley, Wulan K. Nelly Mayulu Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Nur Estriana Anugrahwaty Wijaya Palandi, Oktavia R. Y. Palit, Ignasia D. Pangalila, Marny C. Pantow, Stivani S. Paseki, Jesika Asry Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Paulu, Pingkan Prila Pinontoan, Odie R. Pitters, Theresia S. Pongkorung, Vina D. Puasa, Novilius Juniardi Putri Ayudhya R. Lingkan Roeroe, R. Lingkan Radjabaycolle, Ingrid F. Ramli Laitupa, Ramli Ransun, Gita Natalia Rengkung, Tammy Sinthya Reppi, Giani C. Reynaldi R. Hadiwijaya Rianna J Sumampouw Robert A. Bara Robot, Laudikia Nelsen Rompas, Rizald Ronald I Ottay Ronald I. Ottay Rumayar, Adisti Rumengan, Selin R. Salibana, Agita I. Sampe, Lidya Ferawati Sapulete, Margareth Rosalinda Sekeon, Sekplin A.S. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Singal, Harbri I. V. Sumajow, Marcellino R. Sunkudon, Cherlin Suoth, Lerry F Suoth, Lery F. Suoth, Lery Fransil Supandi, Truli Patrisia Tahulending, Jane Maria Fransiska Tamamilang, Christi Desi Tamboto, Christi Debora Tambuwun, Amanda A. Tappi, Valerie Elma Thomas, Natalia G. Tompodung, Vickly D.A. Trevino A. Pakasi Tucunan, A. A.T Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tuuk, Rifka Tesa Umboh, Prayli Gracia Christi Usoh, Julita A. Walangitan, Rayn Christian Walukow, Desy N. Wartono, Jarod Ariyanto Wulan J.P. Kaunang Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Zwingly C.J.G. Porajow