Claim Missing Document
Check
Articles

Found 48 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MEROKOK DAN STRES DENGAN KEJADIAN PENYAKIT HIPERTENSI DI DESA TARABITAN KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Manggopa, Renny S.; Ratag, Budi T.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan yang sangat serius saat ini adalah hipertensi. Di Indonesia pada tahun 2013 hasil penelitian riset kesehatan dasar menunjukan bahwa dengan menggunakan unit analisis individu menunjukkan bahwa secara nasional 25,8% penduduk Indonesia menderita penyakit hipertensi. Berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan prevalensi tertinggi terdapat pada Provinsi Sulawesi Utara (15,0%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dan stres dengan kejadian penyakit hipertensi di Desa Tarabitan Kecamatan Likupang Barat. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional study (studi potong lintang). Penelitian ini dilakukan di Desa Tarabitan Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Desa Tarabiatan dengan Kecamatan Likupang Barat yang berjumlah 938 orang dengan jumlah sampel 145 responden yang diambil menggunakan teknik pengambilan sampel aksidental. Data dikumpulkan melalui data primer dan sekunder. Alat ukur menggunakan tensimeter untuk mengukur tekanan darah dan kuesioner untuk mengukur kebiasaan merokok dan stres. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi squre (α = 0.05; CI=95%). Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi (p=0,000) dan terdapat hubungan antara stress dengan kejadian hipertensi (p=0,000).Kata kunci : Hipertensi, Kebiasaan merokok, StresABSTRACTOne of the Non Communicable Disease that become a very serious health problem today is hypertension. In 2013 in Indonesia the results of basic health research showed that using individual analytical units shows that nationally 25.8% of population in Indonesia suffer from hypertension. Based on the diagnosis of health workers, the highest prevalence is in North Sulawesi Province (15.0%). The purpose of this research is to determine the relationship between smoking and stress with the incidence of hypertension disease in Tarabitan Village, West Likupang District. Type of descriptive analytic research with cross sectional study design. This research was conducted in Tarabitan Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. The population in this research is the citizens of Tarabiatan Village, West Likupang District, (938 people) with a total sample of 145 respondents taken using accidental sampling technique. The data was collected through primary and secondary data. The measuring instrument used was a tensimeter to measure the blood pressure and the questionnaires to measure the smoking habit and stress. The data analysis that used is univariate and bivariate analysis using chi squre test (α = 0.05; CI = 95%). The result of statistical test shows that there is a associated between smoking habit and hypertension incidence (p = 0,000) and there is associated between stress with incidence of hypertension (p = 0,000).Keywords: Hypertension, Smoking Habit, Stress
ANALISIS SPASIAL KEJADIAN PENYAKIT PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO TAHUN 2017 Wartono, Jarod Ariyanto; Asrifuddin, Afnal; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia merupakan penyebab kematian menular terbesar pada anak-anak di seluruh dunia dan membunuh 920.139 anak-anak di bawah usia 5 tahun pada tahun 2015. Tingginya angka kasus tersebut maka perlu untuk membuat pemetaan sebaran kasus menggunakan SIG. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebaran epidemiologi kejadian pneumonia pada balita di puskesmas Tuminting Kota Manado tahun 2017 berdasarkan kepadatan penduduk, ketinggian wilayah dan sosial Ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sitem Informasi Geografi. Sampel dalam penelitian sebanyak 39 kejadian pneumonia pada balita tahun 2017. Data yang digunakan adalah data sekunder Puskesmas Tuminting Kota Manado. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran spasial kejadian pneumonia pada balita paling banyak di kelurahan Sumompo dan paling sedikit di kelurahan Islam. Penderita pneumonia pada balita berdasarkan kepadatan penduduk lebih banyak tinggal di daerah tidak padat penduduk. Penderita pneumonia pada balita berdasarkan ketinggian wilayah bahwa paling banyak kejadian pneumonia pada balita terjadi di daerah dengan ketinggian yang rendah. Penderita pneumonia pada balita berdasarkan sosial ekonomi bahwa paling banyak tingkat pendidikan yang rendah. Saran kepada instansi dan juga masyarakat yaitu melakukan pendidikan dalam bentuk penyuluhan dan masyarakat mengetahui dampak dari bahaya penyakit pneumonia terlebih pada balita.Kata kunci : analisis spasial, kepadatan penduduk, ketinggian wilayah, sosial ekonomiABSTRACTPneumonia is the largest contagious cause of death in children worldwide and killed 920,139 children under 5 years of age in 2015. The high number of cases is necessary for mapping the distribution of cases using GIS. The purpose of this study was to determine the epidemiological distribution of pneumonia in children under five at Tuminting health center in Manado City in 2017 based on population density, regional height and economic social. This study uses a Geographic Information System approach. Samples in the study were 39 cases of pneumonia in toddlers in 2017. The data used were secondary data on Tuminting Health Center in Manado City.The results showed that the spatial picture of the incidence of pneumonia in children under five was highest in Sumompo village and at least in the Islamic ward. Patients with pneumonia in toddlers based on more population density live in non-densely populated areas. Patients with pneumonia in toddlers based on height of the region that the most occurrence of pneumonia in toddlers occurs in areas with low altitude. Patients with pneumonia in children under five years of age are based on socio-economic that the highest level of education is low. Suggestions for institutions and the community are education in the form and danger.Keywords: spatial analysis, population density, regional height, socio-economic
KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN DOKTER DAN PERAWAT DI PUSKESMAS TANAWANGKO KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Paulu, Pingkan Prila; Tucunan, A. A.T; Kandou, G. D
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien didefinisikan sebagai respon terhadap ketidak sesuaian antara tingkat kepentingan sebelumnya dan kinerja aktual yang dirasakannya setelah pemakaian. Pelayanan yang memuaskan dan berkualitas akan membentuk loyalitas pasien, dan kepuasan sangat erat hubungannya dengan “word of mouth”, maka pelayanan yang memuaskan tersebut juga akan mendatangkan pelanggan baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada hubungan antara pelayanan dokter dan perawat dengan kepuasan pasien di Puskesmas Tanawangko. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif yang bersifat survey analitik dengan pendekatan cross sectional study atau studi potong lintang. Tempat penelitian di Puskesmas Tanawangko Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Waktu penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2018. Analisis data adalah univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang menyatakan pelayanan dokter baik 57% dan kurang baik 43%; responden yang menyatakan pelayanan perawat baik 52% dan kurang baik 48%; responden yang meras puas 54% dan kurang puas 46%. Hubungan antara pelayanan dokter dan kepuasan pasien mempunyai p value sebesar 0,001; p value pelayanan perawat dengan kepuasan pasien sebesar 0,001. Hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pelayanan dokter dan perawat dengan kepuasan pasien di Puskesmas Tanawangko. Dokter dan perawat diharapkan agar lebih meningkatkan kedisiplinan yaitu datang tepat waktu agar pelayanan menjadi lebih cepat dan akurat, sehingga pelayanan yang ada di puskesmas tanawangko menjadi semakin baik. Untuk masyarakat diharapkan agar dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada di Puskesmas agar tercapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, serta untuk institusi yaitu dapat menjadi bahan acuan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian ini.Kata kunci: Pelayanan Dokter, Pelayanan Perawat, Kepuasan PasienABSTRACTPatient satisfaction is defined as a response to a discrepancy between the level of previous importance and the actual performance that he feels after use. Satisfying and quality service will shape patient loyalty, and satisfaction is closely related to “word of mouth”, so that satisfying service will also bring in new customers. There purpose of this study was to find out there was a relationship between the service of doctors and nurses with patient satisfaction of national health insurance participants at the Tanawangko Health Center.Method the research used is quantitative with analytic survey with cross sectional study or cross sectional study. The research site was in the Tanawangko Health Center, Tombariri District, Minahasa Regency. Research time is carried out in September-October 2018. Data analysis is univariate and bivariat with Chi-square statistical tests.The results showed that respondents who stated a good physician services 57% and 43% less well; respondents who stated a good nurse services 52% and 48% less well; respondents who were satisfied 54% and less satisfied 46%. The relationship between doctor and patient satisfaction service have a p value of 0,001; p value patient satisfaction with nurse services of 0,001. Results of the study can be concluded there is a relationship between service doctors and nurses with patient satisfaction in the health Tanawangko. For doctors and nurses are expected to further improve discipline, namely to arrive on time so that the service becomes faster and more accurate, so that the services available at the Tanawangko Health Center are getting better. For the community, it is expected to be able to utilize the existing health services in the Health Center to achieve the highest degree of health, as well as for institutions that can be a reference for further researchers to develop this research.Keywords: Doctor’s Service, Nurse Service, Patient Satisfaction
ANALISIS PELAKSANAAN KEBIJAKAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN HIV/AIDS DI KOMISI PENANGGULANGAN AIDS (KPA) KOTA BITUNG Marthin, Winda Bellatrix; Kandou, Grace D.; Tucunan, Ardiansa A.T.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS dari tahun ke tahun perlu memperhatikan pelaksanaan program penanggulangannya. Keterlibatan pemerintah sangat penting dilakukan mengingat belum adanya kesamaan cara pandang dalam merespons masalah HIV/AIDS, keterbatasan anggaran, belum optimalnya mekanisme koordinasi dalam perencanaan, hingga kurangnya fokus pemerintah baik pusat maupun daerah untuk memprioritaskan masalah HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bitung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai pelaksanaan kebijakan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bitung, dengan jumlah informan yaitu 5 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara mendalam dan observasi dokumen. Analisis data dengan memakai metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan dalam pelaksanaan kebijakan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bitung, untuk penguatan kemitraan, sistem kesehatan dan sistem masyarakat, peningkatan koordinasi antara para pemangku kepentingan dan mobilisasi penggunaan sumber dana di semua tingkat, pengembangan intervensi struktural, dan penerapan perencanaan, prioritas dan implementasi program berbasis data sudah berjalan dengan cukup baik.Kata Kunci: Kebijakan, Pencegahan dan Penanggulangan, HIV/AIDSABSTRACKThe increasing cases of HIV/AIDS from year to year need to pay attention to the implementation of the prevention program. The involvement from the government is very crucial given the lack of equal views in responding HIV/AIDS cases, budget constraints and the lack of coordination mechanism in planning, to the lack of focus from the government whether from the central or local government to prioritized HIV/AIDS issues. The purpose of this research is to determine the implementation of HIV/AIDS policies in terms of prevention and treatment programs in the commission for AIDS control or Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) of Bitung City. The type of research used in this study is qualitative research with the aim to gain in-depth information regarding the implementation of the AIDS prevention program and treatment policies in KPA Bitung, in which there are five different research infomants namely the KPA’s secretary of North Sulawesi, the KPA’s secretary of Bitung city, the manager of HIV/AIDS program of Bitung city, and the counselor of PLWHA and PLHIV. Data analysis using content analysis method. Based on the results of this research that has been done, it could be concl.uded that in the implementation of HIV/AIDS prevention and treatment policies in the Commission for AIDS Control or KPA in the city of Bitung, to improving the partnerships, the health and community systems and to enhanced the coordination between the stakeholders and mobilizing the use of funds in every level, the development of structural interventions, and the implementation of the data-based planning, the prioritization and implementation of programs is working well enough.Keywords: Policy, Prevention and Control, HIV/AIDS
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GIRIAN WERU KOTA BITUNG Hartina, Sitti; Asrifuddin, Afnal; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TB Paru yaitu penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan melalui percikan dahak. Data dari WHO Indonesia salah satu Negara dengan beban penyakit TB tertinggi di dunia. Tahun 2018, tiga puskesmas dengan kejadian TB Paru tertinggi di Kota Bitung yaitu salah satunya Puskesmas Girian Weru. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor risiko dari pendidikan, pendapatan, riwayat kontak dengan penderita dan kebiasaan merokok. Penelitian ini yaitu penelitian epidemiologis dengan analitik observasional dengan desain case control study dan metode total sampling yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Girian Weru Kota Bitung pada bulan Juli – Agustus 2019. Populasi penelitian yaitu menderita TB Paru yang tecatat di buku register puskesmas bulan Januari - Mei 2019. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 38 kasus yang menderita TB Paru BTA positif dan 38 kontrol yang tidak menderita TB Paru dan tinggal berdekatan dengan penderita dengan matching jenis kelamin dan kelompok umur. Instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner, dan analisis data dengan menggunakan uji chi-square (a= 0,05), Odds Ratio (OR), dan CI 95%. Hasil penelitian ini pendidikan dengan kejadian TB Paru (p>a = 0,287), pendapatan dengan kejadian TB Paru (p>a = 0,103), riwayat kontak dengan kejadian TB Paru (p>a  = 0,488), dan kebiasaan merokok dengan kejadian TB Paru (p< a = 0,047 OR = 2,727 CI 95% = 0,992 – 7,499). Variabel yang memiliki risiko dengan kejadian TB Paru yaitu kebiasaan merokok dengan OR =  2,727, sedangkan variabel yang tidak memiliki risikodengan kejadian TB Paru yaitu pendidikan, pendapatan dan riwayat kontak. Kata Kunci : TB Paru, Pendidikan, Pendapatan, Riwayat Kontak, Kebiasaan Merokok ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis which is transmitted through sputum splash. Data from WHO Indonesia is one of the countries with the highest TB burden in the world. In 2018, three puskesmas with the highest incidence of pulmonary tuberculosis in Bitung City, one of which was the Puskesmas Girian Weru. The purpose of this study is to determine the risk factors of education, income, history of contact with sufferers and smoking habits. This research is an epidemiological study with observational analytic with case control study design and total sampling method which was carried out in the Girian Weru Community Health Center in Bitung City in July - August 2019. The study population is suffering from pulmonary tuberculosis recorded in the puskesmas register in January - May 2019. The number of samples used were 38 cases with positive smear pulmonary tuberculosis and 38 controls who did not suffer from pulmonary TB and lived close to patients with matching sex and age groups. Research instruments using questionnaires, and data analysis using chi-square test (a = 0.05), Odds Ratio (OR), and Confidence Interval 95%. The results of this study are education with pulmonary tuberculosis is (p> a = 0.287), income with pulmonary tuberculosis is (p> a = 0.103), history of contact with pulmonary tuberculosis is (p> a = 0.488), and smoking habits with pulmonary tuberculosis is (p <a = 0.047 OR = 2.727 95% CI = 0.992 - 7.499). The variables that have a risk of pulmonary tuberculosis incidence are smoking habit with OR = 2.727, while the variables that do not have the risk of pulmonary tuberculosis incidence are education, income and contact history. Keywords : Pulmonary Tuberculosis, Educations, Income, Contact History, smoking habits
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA TATELU KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Momuat, Trully; Kandou, Grace D.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok balita merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah gizi, dan masalah gizi yang terjadi diusia balita dapat bersifat tidak dapat pulih. Salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi balita adalah faktor sosial ekonomi, dimana masyarakat dengan status sosial ekonomi yang rendah lebih cenderung mengalami masalah gizi kurang dibandingkan dengan golongan sosial ekonomi menengah keatas. Penelitian ini bersifat survei analitik dengan rancangan cross sectional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi dengan status gizi balita di Desa Tatelu Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Populasi penelitian ini adalah balita dengan usia 6-24 bulan, dan sampel dalam penelitian ini yaitu total sampling. Berdasarkan hasil uji statistik fisher’s Exact pekerjaan ibu (BB/U nilai p = 0,204, PB/U nilai p = 1,000, BB/PB nilai p = 0,090), pendidikan ibu (BB/U niali p = 0,048, PB/U nilai p = 0,183, BB/PB 0,319), pendapatan keluarga (BB/U nilai p = 0,710, PB/U nilai p = 0,509, BB/PB nilai p = 0,645), jumlah anggota keluarga (BB/U nilai p = 0,669), PB/U nilai p = 0,432, BB/PB nilai p = 0,287). Pekerjaan ibu, pendapatan keluarga dan jumlah anggota keluarga tidak berhubungan dengan status gizi balita berdasarkan indeks antropometri berat badan menurut umur (BB/U), panjang badan menurut umur (PB/U), dan berat badan menurut panjang badan (BB/PB). Terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan indeks antropometri berat badan menurut umur (BB/U), akan tetapi tidak terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi balita berdasarkan indeks antropometri panjang badan menurut umur (PB/U) dan berat badan menurut panjang badan (BB/PB).Kata kunci: Pekerjaan Ibu, Pendidikan Ibu, Pendapatan Keluarga, Jumlah Anggota Keluarga, Status Gizi BalitaABSTRACTToddlers are susceptible to nutritional problems and nutritional problems that occur in young children is unrecoverable. One of the factors that affected toddler nutrition status is socio-economic factor, where people with low socioeconomic status are more likely to experience less nutritional problem compared with middle and upper socioeconomic class. This research is an analytic survey with cross sectional design. The purpose of this study was to determine the relationship between socio economic status with toddlers nutrition status in Dimembe village, North Minahasa. The population of this study were children 6-24 months, and the samples in this study were using total sampling. Based on fisher’s exact statistical test, occupation of mother (BB / U value p = 0,204, PB / U value p = 1,000, BB / PB value p = 0,090), mother education (BB/U p-value = 0,048, PB/U = 0.183, BB/PB = 0.319), family income (BB/U p-value= 0.710, PB/U p-value= 0,509, BB/PB p-value = 0.645), numbers of family members (BB/U p-value= 0.669) PB/U p-value = 0.432, BB/PB p-value= 0.287). Maternal occupation, family income, and numbers of family member are not related to underweight childhood status based on weight-age anthropometry index (BB/U), body length by age (PB/U), and body weight by body length (BB/PB). There is a correlation between maternal education with weight according to age anthropometry index (BB/U), but there is no correlation between maternal education with nutritional status of toddlers based on anthropometric index of body length according to age (PB/U) and body weight according to body length (BB/PB).Keywords: Mother's Occupation, Mother's Education, Family Income, Numbers of Family Member, Nutritional Status of Toddlers
HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DERAJAT HIPERTENSI DI KOTA BITUNG SULAWESI UTARA Tamamilang, Christi Desi; Kandou, Grace D.; Nelwan, Jeini Ester
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah yang melebihi batas normal yaitu  sistolik ≥140 mmHg dan atau diastolik ≥90 mmHg. Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah yang menyebabkan kematian terbanyak dan berada pada urutan nomor tiga di dunia. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hipertensi di antaranya adalah umur dan aktivitas fisik. Semakin meningkat usia seseorang maka semakin berisiko untuk mendapatkan hipertensi karena terjadi perubahan alamiah dalam tubuh. Aktivitas fisik yang kurang juga menyebabkan pembuluh darah dalam tubuh kurang elastis sehingga dapat terjadinya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur dan aktivitas fisik dengan derajat hipertensi di Puskesmas Paceda Kota Bitung. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian survei analitik dengan desain Cross Sectional Study (Studi Potong Lintang) dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling dan sampel berjumlah 89 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2018 di Puskesmas Paceda. Instrumen dalam penelitian ini yaitu sphygmomanometer dan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% dan α = 0,05. Berdasarkan hasil uji Chi Square  yang  diperoleh yaitu terdapat hubungan antara umur dengan derajat hipertensi ( p-value = 0,003)  dan tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan derajat hipertensi( p-value = 0,341). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara umur dengan derajat hipertensi di Puskesmas Paceda Kota Bitung, dant tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan derajat hipertensi di Puskesmas Paceda Kota Bitung. Kata kunci : Hipertensi, Umur, Aktivitas Fisik, Khi Kuadrat, Kota Bitung ABSTRACTHypertension is blood pressure that exceeds the normal limit, namely systolic 40140 mmHg and diastolic ≥90 mmHg. Hypertension is the main risk factor for heart and blood vessel disease which causes the most deaths and ranks number three in the world. There are several factors that cause hypertension, including age and physical activity. The increasing age of a person, the more risky to get hypertension because of natural changes in the body. Poor physical activity also causes blood vessels in the body to be less elastic so that hypertension can occur. This study aims to determine the relationship between age and physical activity with the degree of hypertension at the Paceda Health Center in Bitung City. The research used is analytic survey research with the design of the Cross Sectional Study (Sampling Cut Latitude) with sampling techniques consecutive sampling and a sample of 89 respondents. This research was conducted in August-October 2018 at the Paceda Health Center. The instruments in this study were sphygmomanometer and questionnaire. The statistical test used is Chi Square with a confidence level of 95% and α = 0.05. Based on the Chi Square test results obtained, there is a relationship between age and the degree of hypertension (p-value = 0.003) and there is no relationship between physical activity and the degree of hypertension (p-value = 0.341). The conclusion of this study is that there is a relationship between age and the degree of hypertension in the Paceda Community Health Center, Bitung City, and there is no relationship between physical activity and the degree of hypertension at the Paceda City Bitung Health Center. Keyword: Hypertension, Age, Physical Activity, Chi Square, Bitung City
HUBUNGAN MEROKOK DAN PENDIDIKAN DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LAKI-LAKI DEWASA DI DESA TATELU KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA ., Gabriella; Kalesaran, Angela F. C; Kandou, Grace D
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup adalah suatu hasil pengukuran yang diharapkan kesejahteraan umum pasien atau orang yang berfokus pada perasaan dan persepsi individu dalam keadaan hidup. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup baik atau kurang baik adalah gaya hidup seseorang seperti merokok. Merokok merupakan salah satu kekhawatiran terbesar yang dihadapi dunia kesehatan. Dampak merokok dapat mengakibatkan menurunnya status kesehatan seseorang dan menyebabkan seseorang mengalami penyakit seperti kanker mulut, esophagus, faring, laring, paru, pankreas, kandung kemih dan penyakit paru obstruktif kronis. Prevalensi perokok dan rerata jumlah batang rokok yang dihisap oleh penduduk umur ≥10 tahun di Kota Manado untuk perokok saat ini 29,5% dengan rerata jumlah batang rokok yang dihisap sebanyak 10,7%. Prevalensi perokok dan rerata jumlah batang rokok yang dihisap oleh penduduk umur ≥10 tahun menurut karakteristik responden tertinggi pada umur 45-54 tahun dengan persentase 39,8%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan kualitas hidup laki-laki perokok dan laki-laki non perokok dan untuk mengetahui apakah ada hubungan kualitas hidup dengan pendidikan di Desa Tatelu Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara.Jenis penelitian ini yaitu penelitian observasional analitik dengan menggunakan teknik potong lintang (Cross Sectional Study). Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 111 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling dan instrumen yang dipakai yaitu kuesioner frekuensi merokok dan SF-36v2. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dengan α = 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kualitas hidup dengan merokok yaitu nilai p = 0,944, namun terdapat hubungan antara kualitas hidup dengan pendidikan yaitu nilai p = 0,030Kata Kunci : Kualitas Hidup, Merokok, PendidikanABSTRACTQuality of life is a result expected as the general well-being of the patient or a person who focuses on one's feelings and perceptions in a living state. One of the factors which affect the good and the bad of the quality of life is the lifestyle of an individual, such as smoking. Smoking is one of the greatest concerns faced by the world of health. The effects of smoking may result in a decrease in a person's health status and cause a person to experience diseases such as oral cancer, esophageal, pharyngeal, laryngeal, pulmonary, pancreatic, bladder and chronic obstructive pulmonary diseases. The prevalence of smokers and the average number of cigarettes smoked by the ≥ 10 years old population in Manado for current smokers was 29.5% with the average number of cigarettes smoked by 10.7%. The prevalence of smokers and the average number of cigarettes smoked by the population aged ≥ 10 years old according to the highest characteristics of respondents aged 45-54 years old with the percentage of 39.8%. The purpose of this research was to determine the relationship between the quality of life of male smokers and non-smokers, and to determine the relationship between the quality of life towards education in Tatelu village, Dimembe Sub-District, Minahasa Utara District. The type of research was analytic observational research with the use of cross-sectional study design. The number of respondents in this research was 111 respondents, chosen by using simple random sampling technique and the instrument used was smoking frequency questionnaire and SF-36v2. Bivariate analysis was used by using Chi Square test with α = 0,05. The result of analysis indicated that there was no relationship between quality of life towards smoking with the p value = 0,944, but there was a relationship between quality of life towards education with the p value = 0,030.Keywords: Quality of Life, Smoking, Education
HUBUNGAN ANTARA DIABETES MELITUS (HIPERGLIKEMIA) DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI KELURAHAN KOLONGAN, KECAMATAN TOMOHON TENGAH, KOTA TOMOHON Anis, Chintya; Sekeon, Sekplin A. S.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup adalah ukuran kesejahteraan hidup seseorang secara keseluruhan baik keadaan fisik, mental dan sosial ekonomi yang dapat dinilai dengan kualitas hidup kurang baik dan baik. Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronik yang disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah, DM paling sering dialami oleh lansia.DM merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pada lansia secara keseluruhan baik fisik maupun mental. Lansia di Kelurahan Kolongan 35,1% memiliki penyakit DM yang sudah lama diderita dan cukup parah sehingga 22,8% lansia memiliki kualitas hidup kurang baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara diabetes melitus tipe 2 dengan kualitas hidup pada lansia di Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 57 responden lansia diatas 60 tahun keatas dengan menggunakan teknik pruposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner identitas pasien dan Europa Quality of Life 5 Dimension 5 Level (EQ-5D-5L) )serta alat ukur gula darah yaitu glukometer. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon pada bulan Mei-Juli 2017. Analisis bivariat menggunakan uji chi square (∂= 5% dan CI= 95%) dengan bantuan aplikasi SPSS 22. Hasil penelitiannya adalah diabetes melitus tipe 2 dengan kualitas hidup pada lansia menunjukkan nilai p= 0,000 sehingga dapat dikatakan terdapat hubungan antara diabetes melitus tipe 2 dengan kualitas hidup pada lansia.Kata Kunci: Kualitas Hidup, Diabetes Melitus Tipe 2, Lansia.ABSTRACTQuality of life is a measurement of the overall welfare of someone either it’s physically, mentally, and social economy that can measured with quality of life. Diabetes mellitus type 2 is a disease that caused by the high levels of glucose in blood. Diabetes Mellitus often suffer by the elderly. DM is one of the factor that can affect overall the quality of life of the elderly either it’s physically or mentally. There are 35,1% elderly at Kelurahan Kolongan have DM disease that they have been suffer for a long time and quite severe, so that 22,8% elderly have a bad quality life. The purpose of this study was to analyzed the relationship between diabetes mellitus type 2 and the quality of life of the elderly at Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah, city of Tomohon. This study is kind of analytical survey with the approach of cross sectional method. Sample was done by using the purposive sampling with a sample size 57 elderly respondents above 60 years old. Instrument that used is patient identity questionnaire and the Europe Quality of Life 5 Dimension 5 Level (EQ-5D-5L) and also blood sugar measuring device that was glucometer. This study was held in Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah, city of Tomohon from May-June 2017. Bivariate analyze using chi square test (∂= 5% dan Cl=95%) by application of SPSS 22 . The result of the study that diabetes mellitus type 2 with the quality of life at the elderly showed a p value = 0,000 that mean there is a correlation between Diabetes Mellitus type 2 with the quality of life among the elderly.Keywords : Quality Of Life, Diabetes Melitus Type 2, The Elderly.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI BADAN LAYANAN UMUM RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Tappi, Valerie Elma; Nelwan, Jeini Ester; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian di dunia, yang paling banyak ditemukan pada negara berkembang dengan pendapatan menengah kebawah, salah satunya adalah Indonesia. PJK adalah gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner. Terjadinya penyempitan pembuluh darah penyebab PJK dapat dipicu karena adanya beberapa faktor resiko, seperti aktivitas fisik dan riwayat keluarga seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara antivitas fisik dan riwayat keluarga dengan kejadian PJK di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan desain penelitian case control study dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Agustus s/d September 2018 di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, dengan wawancara terhadap 96 total responden menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square dan dengan perhitungan Odds Ratio (OR) maka, terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian PJK di BLU RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado dimana responden yang memiliki aktivitas fisik yang tidak baik lebih berisiko 4,4 kali dibandingkan yang memiliki aktivitas fisik yang baik dengan nilai p= 0,001 < 0,05 (OR 4,4 95% CI : 1,869-10,356), dan tidak terdapat hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian PJK di RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado dengan nilai p = 0,203, p > 0,005 (OR 1,889 dengan 95% CI: 0,812-4,394).Kata kunci : Penyakit Jantung Koroner, Aktivitas Fisik, Riwayat KeluargaABSTRACTOne of the causes of death in the world is Coronary Heart Disease (CHD), which is most commonly found in developing countries with lower middle income, which one is Indonesia. CHD is a dysfunction of the heart due to a lack of blood in the heart muscle due to narrowing of the coronary arteries. The occurrence of narrowing of the arteries causing CHD can be triggered due to several risk factors, such as physical activity and a person's family history. The aim of this study was to determine the relationship between physical activity and family history with the incidence of CHD in BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. This study uses a case control study research design with purposive sampling method. This research was conducted from August to September 2018 at Prof. RSU BLU Dr. R. D. Kandou Manado, with an interview of 96 total respondents using a questionnaire. Based on the results of chi-square statistical test and with the calculation of Odds Ratio (OR), there is a correlation between physical activity with the incidence of CHD in Prof. RSU BLU dr. R. D. Kandou Manado where respondents who have not good physical activity are 4.4 times more at risk than those who have good physical activity with p value = 0.001 <0.05 (OR 4.4 95% CI: 1.869-10.356), and there is no correlation between family history with the incidence of CHD in Prof. dr. R. D. Kandou Manado with a p value = 0.203, p> 0.005 (OR 1.889 with 95% CI: 0.812-4.393).Keywords: Coronary Heart Disease, Physical Activity, Family History.
Co-Authors ., Gabriella A. J.M Rattu, A. J.M A.J. Pandelaki Aaltje E. Manampiring Adisti A. Rumayar, Adisti A. Agriati Yulin Mus Alvina Carolina Bagali Anggela, Jelsy Anis, Chintya Antonius R.B. Ola Aprelia, Dwiyanti Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asmala Sari Asrifuddin , Afnal Asrifudin, Afnal August J. Pandelaki August Joutie Pandelaki Aviliana Revani Wenas B H. R. Kairupan Benedictus Lampus Benedictus S. Lampus Benny S. Lampus Billy J. Kepel Budi Ratag, Budi Budi T. Ratag Buyung, Siti Hartina Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Dalle, Andi Nuraeni Petta Dampi, Denada Jihan David Tampi Debra S. S. Rumengan, Debra S. S. Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deni Salmon Derek, Chintya Dina Rombot Ekaristi, Pongtuluran Elcya Natalia S. Mangando Elvin, Jesika Faustina Lala, Monalisa Felastri Delais Bororing Franckie R. R. Maramis Gabriella Rombot Gobel, Bella Gustaaf A. E. Ratag Gustaaf A.E. Ratag Gustaaf E. Ratag, Gustaaf E. Gustaaf E.A. Ratag Hartina, Sitti Henry M. F. Palandeng Herlina M.L. Butiop, Herlina M.L. Hurles Imanuel Palilu Indriya Robot, Melisa Iyone E.T. Siagian J. M. L. Umboh, J. M. L. Jane M. F Tahulending, Jane M. F Jane. Pangemanan, Jane. Jendra Dotulong Jessica Meilani Meilani Jimmy Posangi Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jootje. M. L. Umboh, Jootje. M. L. Juan J. Rumondor, Juan J. Julia S. Oley Kairupan, B H Ralph Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaunang, Theresia Margaretha D. Kaunang, Wulan Julia Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul Arthur Tennov Kiling, Schwarz Y. Kolibu, Febi K. Lestari Pujirahayu, Lestari Lilian Rauw-Andries Limbong, Valdano A. Lucia I. R. Lefrandt Lusut, Markus T. Makaremas, Jane Elsada Male, Intan Yahya Malonda, Nancy S. H Manaida, Risky Joko Manannohas, Mouren Manggopa, Renny S. Manik, Mawar Medika Manopo, Sinta E. Manuputty, Jefrains Ch Mardame Sinaga Margareth R Sapulete Marpaung, Deni Rahayu Marthin, Winda Bellatrix Maureen I. Punuh, Maureen I. Medellu, Dian Maya Merdy R. Kansil, Merdy R. Momuat, Trully Mona, Jandri D. Muhammad Kahfi, Muhammad N. W. Mariaty, N. W. Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nandar, Stenly T. Nangley, Wulan K. Nelly Mayulu Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Nur Estriana Anugrahwaty Wijaya Palandi, Oktavia R. Y. Palit, Ignasia D. Pangalila, Marny C. Pantow, Stivani S. Paseki, Jesika Asry Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Paulu, Pingkan Prila Pinontoan, Odie R. Pitters, Theresia S. Pongkorung, Vina D. Puasa, Novilius Juniardi Putri Ayudhya R. Lingkan Roeroe, R. Lingkan Radjabaycolle, Ingrid F. Ramli Laitupa, Ramli Ransun, Gita Natalia Rengkung, Tammy Sinthya Reppi, Giani C. Reynaldi R. Hadiwijaya Rianna J Sumampouw Robert A. Bara Robot, Laudikia Nelsen Rompas, Rizald Ronald I Ottay Ronald I. Ottay Rumayar, Adisti Rumengan, Selin R. Salibana, Agita I. Sampe, Lidya Ferawati Sapulete, Margareth Rosalinda Sekeon, Sekplin A.S. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Singal, Harbri I. V. Sumajow, Marcellino R. Sunkudon, Cherlin Suoth, Lerry F Suoth, Lery F. Suoth, Lery Fransil Supandi, Truli Patrisia Tahulending, Jane Maria Fransiska Tamamilang, Christi Desi Tamboto, Christi Debora Tambuwun, Amanda A. Tappi, Valerie Elma Thomas, Natalia G. Tompodung, Vickly D.A. Trevino A. Pakasi Tucunan, A. A.T Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tuuk, Rifka Tesa Umboh, Prayli Gracia Christi Usoh, Julita A. Walangitan, Rayn Christian Walukow, Desy N. Wartono, Jarod Ariyanto Wulan J.P. Kaunang Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Zwingly C.J.G. Porajow