Claim Missing Document
Check
Articles

Found 48 Documents
Search
Journal : KESMAS

DUKUNGAN KELUARGA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU DI PUSKESMAS RANOTANA WERU Pitters, Theresia S.; Kandou, Grace Debbie; Nelwan, Jeini Ester
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah dalam upaya pemberantasan penyakit Tuberculosis Paru (TB Paru) yaitu kepatuhan minum obat. Salah satu faktor yang bisa menunjang penderita TB Paru meminum obat secara teratur yaitu melalui dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mencari tahu apakah dukungan keluarga ada hubungannya dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di Puskesmas Ranotana Weru. Pada penelitian ini berupa penelitian observasional dengan menggunakan rancangan cross sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 83 responden dengan menggunakan metode Simple Random Sampling. Data di analisis dengan menggunakan uji statistik Rank Spearman. Berdasarkan hasil penelitian di Puskesmas Ranotana Weru maka didapatkan bahwa pasien TB Paru yang patuh minum obat ada 66 pasien yang terdiri dari pasien yang memiliki dukungan keluarga yang baik berjumlah 49 (74.2%) sedangkan pasien yang dukungan keluarganga kurang baik berjumlah 17 (25.8%), dan pasien TB Paru yang tidak patuh minum obat berjumlah 17 pasien yang terdiri dari pasien yang memiliki dukungan keluarga yang baik berjumlah 2 (11.8%) sedangkan yang dukungan keluarganya yang kurang baik berjumlah 15 (88.2%). Hasil uji menunjukkan bahwa dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat berhubungan (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dukungan keluarga berperan dalam upaya membuat penderita TB paru untuk patuh minum obat. Berdasarkan hal tersebut maka keluarga harus mengambil peran ikut serta dalam mengawasi pasien TB paru saat mengkonsumsi obat secara teratur sampai pasien sembuh. Kata kunci :Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, TB paru, Manado ABSTRACTOne of the problems in Pulmonary Tuberculosis eradication efforts (Pulmonary TB) is compliance with medication. One factor that could support the Pulmonary TB sufferers drank the medicine on a regular basis through family support.The purpose of this research is to find out if family support have to do with medication compliance in patients of pulmonary TB in Clinics Ranotana Weru. On this research in the form of observational research by using the design of cross sectional. Samples taken in this research totalled 83 respondents using a Simple Random Sampling method. Data analysis using statistical test of Rank Spearman.Based on the results of research in the health Ranotana Weru then acquired Pulmonary TB patients that are dutifully taking the medication there are 66 patients consisting of patients who have a good family support amounted to 49 (74.2%) while the patients support keluarganga less good amounted to 17 (25.8%), and Pulmonary TB patients who do not obey medication amounted to 17 patients consisting of patients who have a good family support totalling 2 (11.8%) whereas that support his less well numbered 15 (88.2%).Test results show that support families with medication compliance related (p = 0.000).The conclusions of this study, namely family support was instrumental in the effort to make lung TB sufferers to dutifully take drugs. Based on the terms of the family should take the role to participate in overseeing the pulmonary TB patients when taking medication on a regular basis until the patient recovers. Keywords: family support, Drug Compliance, Pulmonary TB, Manado
ANALISIS KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN ANTENATAL PADA PUSKESMAS DI KABUPATEN MINAHASA UTARA Pangalila, Marny C.; Kandou, Grace D; Rompas, Rizald
KESMAS Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilannya, dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan Kebidanan (SPK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja bidan dalam melakukan pelayanan antenatal di Puskesmas Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif di tiga Puskesmas pada bulan Mei sampai dengan bulan Juni tahun 2016. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam pada 11 orang informan dan observasi kegiatan pelayanan antenatal pada 6 orang bidan Puskesmas. Selanjutnya data dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan ketersediaan sumber daya dan organisasi cukup baik dalam menunjang pelayanan antenatal yang dilakukan oleh bidan. Berdasarkan proses pelayanan diantaranya pelaksanaan standar pelayanan bidan telah patuh dalam melakukan pelayanan antenatal. Berdasarkan berdasarkan cakupan indikator kinerja Cakupan K1 dan K4 mendapatkan hasil yang baik secara keseluruhan. Jadi dapat disimpulkan bahwa kinerja bidan dalam melaksanakan Pelayanan Antenatal di Puskesmas Kabupaten Minahasa Utara baik. Kata kunci: Kinerja, Bidan, Pelayanan Antenatal ABSTRACTAntenatal care is a health service by a health worker for the mother during her pregnancy, carried out in accordance with antenatal care standards specified in the Standard of Midwifery Service (SPK). The purpose of this research is to know the performance of midwife in doing antenatal service at Puskesmas Kabupaten Minahasa Utara. This research was conducted descriptively qualitative in three Puskesmas from May to June of 2016. Data was collected through in-depth interviews on 11 informants and observation of antenatal care activities at 6 midwives of Puskesmas. Further data is analyzed by content analysis technique. The results showed that based on the availability of resources and organization is good enough to support antenatal services performed by the midwife. Based on the service process such as the implementation of midwife service standard has been obedient in performing antenatal services. Based on coverage of performance indicators K1 and K4 coverage get good overall results. So it can be concluded that the performance of midwives in implementing Antenatal Services in Puskesmas Kabupaten Minahasa North good. Keywords: Performance, Midwife, Antenatal Services
ANALISIS PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KESEHATAN KERJA DI RUMAH SAKIT GMIM KALOORAN AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Tamboto, Christi Debora; Kandou, Grace D.; Kawatu, Paul A.T.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Kesehatan dan keselamatan kerja dirumah sakit ini perlu karena berkaitan dengan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit, akreditasi rumah sakit karena Kesehatan dan kesehatan kerja termasuk sebagai salah satu standar pelayanan yang dinilai di dalam akreditasi rumah sakit, disamping standar pelayanan lainnya. Hasil observasi dan wawancara awal menunjukan belum lengkapnya sarana dan prasarana yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja serta pelaksanaan program Kesehatan dan keselamatan kerja belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan standar pelayanan kesehatan kerja di rumah sakit. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian berjumlah 5 orang. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisis data melalui tahap reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil standar pelayanan kesehatan kerja yang sudah terlaksana tapi belum maksimal adalah pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja, pemeriksaan kesehatan berkala, khusus, peningkatan kesehatan badan dan kondisi mental, pendidikan/pelatihan tentang kesehatan kerja, evaluasi pencatatan dan pelaporan, dan kemampuan fisik sumber daya manusia, penanganan bagi sumber daya manusia yang sakit, sedangkan yang belum dilaksanakan yaitu koordinasi dengan tim panitia pencegahan pengendalian infeksi. pemantauan lingkungan kerja dan ergonomi, surveilans kesehatan kerja. Kesimpulan penerapan standar pelayanan kesehatan kerja belum terlaksana dengan maksimal sesuai dengan standart pelayanan yang berlaku. Disarankan untuk membuat kebijakan, sosialisasi, dan merencaakan anggaran dana untuk pelaksanaan kegiatan kesehatan kerja.Kata kunci: Standar Pelayanan, Kesehatan KerjaABSTRACTOccupational health and safety at the hospital implementation is necessary because it is related to the quality of health services in hospitals, hospital accreditation for Occupational health and safety is included as one of the service standards assessed in the hospital accreditation, in addition to other service standards. The result of observation and preliminary interviews shows that the facilities and infrastructure related to Occupational health and safety and implementation of Occupational health and safety program not maximal yet. Objective: The purpose of this study was to analyze the implementation of occupational health service standards in hospitals Method: This research uses qualitative research type. Informants in the study amounted to 5 persons. Data collection is obtained through in-depth interviews and has documents. Data analysis through reduction phase, data presentation and conclusion. Outcome: Standards of occupational health service standards are pre-employment health checks, occupational health education / training, evaluation of recording and reporting. periodic medical examinations, special, and improvement of body health, mental condition and physical ability of human resources, handling for sick human resources. Meanwhile, coordination with the infection prevention control committee team. monitoring of work environment and ergonomics, work health surveillance has not been implemented. Conclusion: The implementation of occupational health service standard has not been implemented maximally in accordance with the standard service. Suggestion: build a policy, make socialization and planning budget in order to the implementation of occupational health exercises.Keywords: Standard of Service, Occupational Health
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TATELI KABUPATEN MINAHASA Limbong, Valdano A.; Rumayar, Adisti; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus hipertensi di Sulawesi Utara meningkat dari tahun ke tahun. Kabupaten Minahasa termasuk dari wilayah di Sulawesi Utara dengan prevalensi hipertensi. > 40%. Puskemas Tateli yang merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten Minahasa, dimana pada tahun 2014 kejadian hipertensi menepati urutan kedua dengan angka kejadian 669 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tateli pada bulan Januari tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tateli Kecamatan Pineleng jumlah 669 orang. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin sebanyak 90 Pasien. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis statistik menggunakan Chi Square pada tingkat kepercayaan 95% (á½°=0,05). Analisis hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan kejadian hipertensi diperoleh p value = 0,000, dan analisis hubungan antara sikap dengan kejadian hipertensi diperoleh p value = 0,003.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Kejadian Hipertensi, Hipertensi TateliABSTRACTHypertension cases in North Sulawesi increase from year to year. Minahasa Regency is included in the region in North Sulawesi with the prevalence of hypertension. > 40%. Tateli Puskemas which is one of the Puskesmas in the Minahasa District, where in 2014 the incidence of hypertension kept the second order with an incidence of 669 cases. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes with the incidence of hypertension in the community in the working area of the Tateli Health Center in Minahasa Regency. This research is an survey analytic study with a cross sectional approach. This research was dilaksanakan out in the Tateli Community Health Center working area in January 2016. The population in this study were patients who settled in Tateli village, Pineleng sub-district with the number 669 people. Sampling was using the Slovin formula as many as 90 patients. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis. Statistical analysis using Chi Square at a 95% confidence level (á½° = 0.05). Analysis of the relationship between community knowledge with the incidence of hypertension obtained p value = 0,000, and an analysis of the relationship between attitudes and the incidence of hypertension was obtained p value = 0.003. there is relationship between knowledge and attitudes of people with the incidence of hypertension in the working area of the Tateli Health Center districts Mandolang Minahasa Regency. for the government further improve counseling programs on hypertension, for side the Puskesmas to be able work together with other health institution how to socialize health in Tateli village. This research would be a motivation for other college student and subsequent researchers to conduct broader research.Keywords: Knowledge, Attitude, Hypertension, Hypertension Tateli
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, TINGKAT PENDIDIKAN DAN MASA BERKENDARA DENGAN PERILAKU SAFETY RIDING PADA TUKANG OJEK DI KECAMATAN LANGOWAN UTARA KABUPATEN MINAHASA Manopo, Sinta E.; Kandou, Grace D.; Suoth, Lery F.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Safety Riding adalah suatu usaha yang dilakukan dalam meminimalisir tingkat bahaya dan memaksimalkan keamanan dalam berkendara demi menciptakan suatu kondisi aman dalam berkendara sepeda motor. Pekerjaan tukang ojek banyak dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Langowan Utara. Berdasarkan observasi awal dilihat kebanyakan tukang ojek berkendara dengan tidak aman karena tidak menggunakan alat pelindung diri secara lengkap saat berkendara dan pada saat di wawancarai ada tukang ojek yang sudah pernah mengalami kecelakaan lalulintas dalam berkendara sepeda motor. Tujuan peneliatian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, tingkat pendidikan dan masa berkendara dengan perilaku safety riding pada tukang ojek di kecamatan langowan utara kabupaten minahasa. Metode penelitian menggunakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 101 tukang ojek, untuk pengetahuan, tingkat pendidikan, masa berkendara dan perilaku safety riding diperoleh menggunakan kuesioner melalui wawancara, dengan diuji menggunakan uji korelasi spearman rank dengan CI 95% dan α = 0,05. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perilaku safety riding  berhubungan dengan pengetahuan (p =0,002), berhubungan dengan tingkat pendidikan (p =0,002), dan berhubungan dengan masa berkendara (p =0,000). Kata Kunci: Perilaku safety riding, pengetahuan, tingkat pendidikan, masa berkendara. ABSTRACTSafety Riding is an effort carried out of minimizing the level of danger and maximizing safety driving in order to create a safe condition in motorcycle driving. Work of many motorcycle drivers is carried out by the people of North Langowan District. Based on preliminary observations, most motorcycle taxi drivers were driving unsafe because they did not use personal protective fully equipment while driving, and when interviewed there were motorcycle drivers who had experienced traffic accidents in motorbike driving. The aim of this study was to find out the relationship between knowledge, education level and driving period with safety riding behavior in motorcycle drivers in the sub-districts langowan north of Minahasa district. This research method used analytical survey research with cross sectional approach with a total sample of 101 motorcycle taxi drivers, for knowledge, education level, driving period and safety riding behavior obtained using questionnaires through interviews, tested using spearman rank correlation test with 95% CI and α = 0.05. Based on this study it can be concluded that the safety riding behavior is related to knowledge (p = 0.002), is related to the level of education (p = 0.002), and is related to the driving period (p = 0.000). Keywords: Behavior of safety riding, knowledge, education level, driving period.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PARA PEKERJA DI PT. PUTRA KARANGETANG DESA POPONTOLEN KECAMATAN TUMPAAN TAHUN 2018 Medellu, Dian Maya; Kandou, Grace D.; Kawatu, Paul A.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan APD merupakan tahap akhir dari pengendalian kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Meskipun demikian, penggunaan alat pelindung diri kenyataannya masih banyak pekerja yang tidak menggunakannya, walaupun telah diketahui besarnya manfaat alat ini dan perusahaan sudah menyediakan alat pelindung diri.Sama seperti para pekerja di PT.Putra Karangetang di Opening area terlihat banyak yang tidak menggunakan APD dan banyak dari mereka yang kurang memahami bahaya yang ada serta pentingnya penggunaan APD saat bekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Dengan Tindakan Penggunaan Alat Pelindung Diri Para Pekerja Di PT. Putra Karangetang Desa Popontolen Kecamatan Tumpaan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan purposive sampling.Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 78 karyawan bagian opening. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan checklist Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel menggunakan chi square α < 0,05.Hasil Penelitian menunjukan sebagian besar karyawan (52,6%) memiliki pengetahuan yang kurang baik, sikap pekerja menunjukan (50.0%),dan tindakan penggunaan APD kurang baik (59%). Hasil uji Chi Square untuk pengetahuan dengan tindakan penggunaan APD mempunyai nilai p = 0,000 dan untuk sikap dengan tindakan penggunaan APD mempunyai nilai p = 0,011. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan penggunaan APD pada pekerja bagian opening area.Kata Kunci: Pengetahuan,Sikap,Tindakan, Alat Pelindung DiriABSTRACTThe use of personal protective equipment (PPE) is the final stage of the control of accidents and occupational diseases. However there are still many workers are reluctant to use it, even though the benefits of PPE are known by them and available in workplace. Prior observation at the opening area of PT.Putra Karangetang revealed that many workers are not used PPE when working and many of them have less understanding about the dangers and the importance of using PPE. This study was aimed to analyze the relationship of knowledge and attitudes with the use of personal protective equipment action by workers in PT. Putra Karangetang Popontolen village, Tumpaan District. The study used analytical observational method with a purposive sampling approach. The number of samples in this study was 78 that included employees that working at the opening section. The instrument used in the form of questionnaires and checklist. Chi square test at α <0.05 was used to analyze the relationship between variables. The study showed that 52.6% of workers have poor knowledge, 50 % of workers have poor attitudes, and 59% workers with unfavorable use of PPE. Based on chi Square test results, knowledge with the use of PPE action by workers has p = 0,000 and for attitude with the use of PPE action by workers has p = 0.011. It can be concluded that there was correlation between knowledge and attitude with the use PPE action by the workers at the opening area.Keywords: knowledge, attitudes, act, personal protective equipment
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP TINDAKAN PENGURANGAN DAN PEMILAHAN LIMBAH B3 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH NOONGAN Robot, Laudikia Nelsen; Umboh, Jootje M.L.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kita tau bersama bahwa rumah sakit murupakan pusat pelayanan keshehatan kepada semua anggota masyarakat. Limbah B3 merupakan aktivitas yang di dalamnya mengandung kegiatan dalam pencegahan unsur-unsur bahan yang berbahaya, hal ini merupakan suatu dampak buruk bagi semua anggota masyarakat dan lingkungan sekitar oleh karena itu pencegahan limbah merupakan hal primer yang harus di terapkan bagi semua individu. Tujuan  penelitian ini adalah menganalisis jika ada hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat terhadap tindakan dalam proses pengurangan dan pemilahan limbah B3 di Rumah Sakit Umum Daerah Noongan. Kategori dalam penelitian ini menggunakan proses penelitian observasional analitik dengan pola pendekatan cross-sectional dengan menggunakan uji Fisher’s Exact Tes. Sampel yang didapat dalam penelitian ini adalah 59 responden dan diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Perilaku manusia dipe ngaruhi oleh beberapa faktor seperti pengetahuan, sikap, ketersediaan sarana serta peran tokoh masyarakat. Rumah sakit umum daerah noongan terletak di desa noongan, kecamatan langowan barat, kabupaten minahasa. Hasil penelitian berdasarkan tingkat pengetahuan, pengetahuan yang baik sebanyak 39 orang (66,1%), pengetahuan kurang baik sebanyak 20 orang (33,9%), berdasarkan sikap responden, sikap baik sebanyak 55 responden (93,2%), dan sikap kurang baik sebanyak 4 responden (6,8%), berdasarkan tindakan responden, tindakan baik sebanyak 49 responden (83,1%), dan tindakan kurang baik 10 responden (16,9%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pengetahuan memiliki hubungan dengan tindakan pada perawat dalam pengurangan dan pemilahan limbah B3 (ρ = 0,023), sikap juga memiliki hubungan dengan tindakan pada perawat dalam pengurangan dan pemilahan limbah B3 (ρ = 0,013). Kata kunci : Pengetahuan, sikap, tindakan, pengurangan dan pemilahan limbah B3.  ABSTRACTWe know together that the hospital is a health service center for all members of the community. B3 waste is an activity in which it contains activities in the prevention of hazardous material elements, this is a bad impact for all members of the community and the surrounding environment, therefore prevention of waste is the primary thing that must be applied to all individuals. The purpose of this study was to analyze if there was a relationship between knowledge and attitudes of nurses towards actions in the process of reducing and sorting B3 waste at the Noongan Regional General Hospital. The categories in this study used the analytic observational research process with a cross-sectional approach pattern using the Fisher's Exact Test. The samples obtained in this study were 59 respondents and were taken using purposive sampling technique. Human behavior is influenced by several factors such as knowledge, attitude, availability of facilities and the role of community leaders. The noongan general hospital is located in the village of Noongan, sub-district Langowan Barat, district Minahasa. The results of the study were based on the level of knowledge, good knowledge as many as 39 people (66.1%), poor knowledge as many as 20 people (33.9%), based on respondents' attitudes, good attitudes as much as 55 respondents (93.2%), and attitudes not as good as 4 respondents (6.8%), based on respondent's actions, good actions as many as 49 respondents (83.1%), and unfavorable actions 10 respondents (16.9%). The conclusion in this study is that knowledge has a relationship with the actions of nurses in reducing and sorting B3 waste (ρ = 0.023), attitudes also have a relationship with actions on nurses in reducing and sorting B3 waste (ρ = 0.013). Keywords: Knowledge, attitudes, actions, reduction and sorting of B3 waste.
HUBUNGAN ANTARA LAMA KERJA DAN SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA LAPANGAN DI PROYEK JALAN TOL MANADO – BITUNG TAHUN 2018 Male, Intan Yahya; Kandou, Grace Debbie; Suoth, Lery Fransil
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan muskuloskeletal ialah keluhan yang berada pada bagian otot rangka yang dirasakan oleh seseorang atau para pekerja mulai dari keluhan sangat ringan hingga sangat sakit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara lama kerja dan sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja lapangan di proyek jalan tol Manado – Bitung tahun 2018. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan rancangan cross sectional study. Pengambilan sampel pada penelitian ini seluruh total populasi dengan jumlah 50 orang pekerja. Pengumpulan data menggunakan NBM dan REBA. Pengolahan data menggunakan Uji statistika Spearman rank dengan tingkat signifikasi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan responden memiliki sikap kerja dikategori risiko sedang sebesar 42% dan sikap kerja dengan kategori tinggi sebesar 58%. Responden yang mempunyai lama kerja ≤8 jam 24% dan lama kerja >8 jam sebesar 76%. Juga responden yang memiliki keluhan muskuloskeletal dengan kategori risiko tinggi sebesar 26% dan responden yang memiliki keluhan muskuloskeletal pada kategori sangat tinggi sebanyak 74%. Hasil uji statistik Spearman rank di dapatkan adanya hubungan antara lama kerja dengan keluhan musculoskeletal, nilai p value sebesar 0,03 dengan hasil dari uji statistik Spearman rank sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal memiliki hubungan dengan nilai p value sebesar 0,02. Kesimpulannya adalah adanya hubungan antara lama kerja dan sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja lapangan di proyek jalan tol Manado - Bitung tahun 2018. Kata Kunci: Lama Kerja, Sikap Kerja, Keluhan Muskuloskeletal  ABSTRACTMusculoskeletal complaints is the complaints on the part of skeletal muscle that is perceived by a person or the workers ranging from very mild to very complaints of pain. The purpose of this research is to analyze the relationship between long work and the attitude of working with musculoskeletal complaints on field workers in toll road projects in Manado – Bitung year 2018. This study used a survey with cross sectional analytic study. Research on sampling technique is to take the entire total sampling with the number of 50 workers. Data collection is carried out using a questionnaire. Data processing using Spearman rank Test statistical significance level of α = 0.05. The research results showed that respondents have the attitude of working with moderate risk category of 42% and work attitude with high category of 58%. Respondents who have long work ≤ 8 hours 24% and long work hours of 8 > 76%. And respondents who had musculoskeletal complaints with the high risk category of 26% and respondents who had musculoskeletal complaints on the very high category as much as 74%. The results of statistical tests Spearman rank found a connection between long work with musculoskeletal complaints with the value of the p value of 0.03 and Spearman rank test result statistics work attitude with musculoskeletal complaints have a relationship with a value of p value of 0.02. The conclusion, that the existence of a relationship between long work and the attitude of working with musculoskeletal complaints on field workers in toll road projects in Manado-Bitung year 2018. Keywords: Long Work, Work Attitude, Musculoskeletal Complaints
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN TINDAKAN PENDEGAHAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIKALA BARU KOTA MANADO Radjabaycolle, Ingrid F.; Kandou, Grace D.; Malonda, Nancy S. H
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBy 2018, in uatara, there are 34,631 estimates of children with diarrhea, which is 7,795 under five years of age, being served in a health care system, and that is an estimated 22.5% of their government's coverage of diarrhea services has already been performed. The aim of this study is to find out if there is a link between the educational level and maternal knowledge and diarrhea prevention IN THE HEALTH CENTERS  tikala baru manado cityThis study used a observational method with the cross-sectional study design. Samples of 95 of the responders with sampling techniques using purposive sampling and used  research gauge consisting of questionnaires.This research was conducted in the work area of Tikala Baru Puskesmas.The study  used SPSS 26 with a low maternal education outcome with bad actions in diarrhea prevention of as many as 50 respondents (52.6). , statistical analysis using chi-square came to p value of 0.074 and to a poor maternal knowledge with as many as 51 respondents (53.7). , the statistical analysis of using chi-square was scored at p value 0.065.In the research, there no correlation between the educational level and maternal knowledge and the diarrhea prevention in infants in the health centers  tikala baru manado city. For related agencies in this regard, the health centers  tikala baru manado city improves a public approach to diarrhea, especially to mothers in the health center areas of tikala.Keyword : diarrhea, prevention , education  ABSTRAKPada tahun 2018 di Sulawesi uatara terdapat 34.631 perkiraan balita penderita diare disarana kesehatan, yaitu 7.795 balita penderita diare yang yang dilayani di sarana kesehatan dan berarti sebanyak 22,5% cakupan pelayanan diare yang telah dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adakah hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu dengan tindakan pencegahan diare di wilayah kerja Puskesmas Tikala Baru Kota Manado.Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian Cross-Sectional study. Sampel berjumlah 95 responden yang di ambil dengan teknik purposive sampling dengan alat ukur penelitian berupa kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tikala Baru.Penelitian ini di dapat dengan analisis menggunakan spss 26 degan hasil tingkat pendidikan ibu yang rendah dengan tindakan tidak baik dalam pencegahan Diare sebanyak 50 responden (52,6)., hasil analisis statistik memakai Chi-square di peroleh nilai p value 0,074 dan tingkat pengetahuan ibu yang kurang baik dengan tindakan pencegahan yang kurang baik sebanyak 51 responden (53,7)., hasil analisis statistic memakai Chi-square di peroleh nilai p value 0,065.Dalam penilitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu yang rendah dengan tindakan pencegahan diare yang dilakukan terhadap balita di wilayah kerja Puskesmas Tikala Baru Kota Manado.Bagi instansi yang terkait dalam hal ini Puskesmas Tikala Baru Kota Manada lebih meningkatkan pendekatan kepada masyarakat tentang penyakit diare khususnya bagi Ibu-ibu yang ada dalam wilayah kerja Puskesmas Tikala Baru.Kata kunci : diare, pencegahan , pendidikan
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENDAPATAN DENGAN PEMANFAATAN PUSKESMAS OLEH MASYARAKAT DESA KIMA BAJO KECAMATAN WORI Singal, Harbri I. V.; Kandou, Grace D.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan tentang puskesmas akan mempengaruhi perilaku masyarakat dalam pemanfaatan pelayanan puskesmas. Pengetahuan sangat penting perannya karena dengan adanya pengetahuan yang dimiliki masyarakat maka akan terbentuk sikap yang akan diikuti dengan tindakan memilih pelayanan kesehatan yang baik. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan pendapatan dengan pemanfaatan puskesmas oleh masyarakat Desa Kima Bajo Kecamatan Wori. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Kima Bajo pada bulan September – Oktober 2018. Populasi berjumlah 267 keluarga, sampel berjumlah 160 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara kuota sampel. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact test dengan nilai α = 0,05. Hasil penelitian terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemanfaatan puskesmas dan tidak terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan pemanfaatan puskesmas di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori.Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemanfaatan puskesmas, tidak terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan pemanfaatan puskesmas di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori.Saran untuk masyarakat diharapkan untuk terus memanfaatkan secara maksimal fungsi dari puskesmas serta memiliki kepedulian dan partisipasi aktif disaat ada kegiatan dari pihak puskesmas. Kata kunci: Pengetahuan, sikap, pendapatan keluarga, pemanfaatan puskesmas  ABSTRACTKnowledge of puskesmas will influence people's behavior in utilizing puskesmas services. Knowledge is very important because the existence of knowledge owned by the community will form an attitude that will be followed by the act of choosing good health services. The purpose of this study was to analyze the relationship of knowledge, attitudes and income with the use of health centers by the community of Kima Bajo Village, Wori District. This study uses an analytical survey method with a cross sectional approach. The location of the study was conducted in Kima Bajo Village in September - October 2018. The population was 267 families, a sample of 160 respondents. Sampling uses non probability sampling techniques by using sampling techniques by means of sample quotas. The measuring instrument used is a questionnaire. Data analysis using Chi-Square test and Fisher Exact test with a value of α = 0.05. The results of the study showed that there was a relationship between knowledge and attitudes with the use of puskesmas and there was no relationship between family income and the use of puskesmas in Kima Bajo Village, Wori District. Kima Bajo Wori Subdistrict. Suggestions for the community are expected to continue to make maximum use of the functions of the puskesmas and have care and active participation when there are activities from the puskesmas.  Keywords: Knowledge, attitudes, family income, utilization of public health center
Co-Authors ., Gabriella A. J.M Rattu, A. J.M A.J. Pandelaki Aaltje E. Manampiring Adisti A. Rumayar, Adisti A. Agriati Yulin Mus Alvina Carolina Bagali Anggela, Jelsy Anis, Chintya Antonius R.B. Ola Aprelia, Dwiyanti Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asmala Sari Asrifuddin , Afnal Asrifudin, Afnal August J. Pandelaki August Joutie Pandelaki Aviliana Revani Wenas Benedictus Lampus Benedictus S. Lampus Benny S. Lampus Billy J. Kepel Budi Ratag, Budi Budi T. Ratag Buyung, Siti Hartina Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Dampi, Denada Jihan David Tampi Debra S. S. Rumengan, Debra S. S. Deni Salmon Derek, Chintya Dina Rombot Ekaristi, Pongtuluran Elcya Natalia S. Mangando Elvin, Jesika Faustina Lala, Monalisa Felastri Delais Bororing Franckie R. R. Maramis Gabriella Rombot Gobel, Bella Gustaaf A. E. Ratag Gustaaf A.E. Ratag Gustaaf E. Ratag, Gustaaf E. Gustaaf E.A. Ratag Hartina, Sitti Henry M. F. Palandeng Herlina M.L. Butiop, Herlina M.L. Hurles Imanuel Palilu Indriya Robot, Melisa Iyone E.T. Siagian J. M. L. Umboh, J. M. L. Jane M. F Tahulending, Jane M. F Jane. Pangemanan, Jane. Jendra Dotulong Jessica Meilani Meilani Jimmy Posangi Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jootje. M. L. Umboh, Jootje. M. L. Juan J. Rumondor, Juan J. Julia S. Oley Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaunang, Wulan Julia Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul Arthur Tennov Kiling, Schwarz Y. Kolibu, Febi K. Lestari Pujirahayu, Lestari Lilian Rauw-Andries Limbong, Valdano A. Lucia I. R. Lefrandt Lusut, Markus T. Makaremas, Jane Elsada Male, Intan Yahya Malonda, Nancy S. H Manaida, Risky Joko Manannohas, Mouren Manggopa, Renny S. Manik, Mawar Medika Manopo, Sinta E. Manuputty, Jefrains Ch Mardame Sinaga Margareth R Sapulete Marthin, Winda Bellatrix Maureen I. Punuh, Maureen I. Medellu, Dian Maya Merdy R. Kansil, Merdy R. Momuat, Trully Mona, Jandri D. Muhammad Kahfi, Muhammad N. W. Mariaty, N. W. Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nandar, Stenly T. Nangley, Wulan K. Nelly Mayulu Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Nur Estriana Anugrahwaty Wijaya Palandi, Oktavia R. Y. Palit, Ignasia D. Pangalila, Marny C. Pantow, Stivani S. Paseki, Jesika Asry Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Paulu, Pingkan Prila Pitters, Theresia S. Pongkorung, Vina D. Puasa, Novilius Juniardi Putri Ayudhya R. Lingkan Roeroe, R. Lingkan Radjabaycolle, Ingrid F. Ramli Laitupa, Ramli Ransun, Gita Natalia Reppi, Giani C. Reynaldi R. Hadiwijaya Robert A. Bara Robot, Laudikia Nelsen Rompas, Rizald Ronald I Ottay Ronald I. Ottay Rumayar, Adisti Rumengan, Selin R. Salibana, Agita I. Sampe, Lidya Ferawati Sekeon, Sekplin A.S. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Singal, Harbri I. V. Sumajow, Marcellino R. Sunkudon, Cherlin Suoth, Lerry F Suoth, Lery F. Suoth, Lery Fransil Supandi, Truli Patrisia Tamamilang, Christi Desi Tamboto, Christi Debora Tambuwun, Amanda A. Tappi, Valerie Elma Thomas, Natalia G. Tompodung, Vickly D.A. Trevino A. Pakasi Tucunan, A. A.T Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tuuk, Rifka Tesa Usoh, Julita A. Walangitan, Rayn Christian Walukow, Desy N. Wartono, Jarod Ariyanto Wulan J.P. Kaunang Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Zwingly C.J.G. Porajow