Claim Missing Document
Check
Articles

Found 48 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DENGAN ADIKSI SMARTPHONE PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Thomas, Natalia G.; Kandou, Grace D.; Langi, Fima L. F. G.
KESMAS Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adiksi smartphone saat ini menjadi salah satu faktor yang menimbulkan masalah kesehatan masyarakat . Survey kecanduan smartphone yang dilakukan oleh Informasi Nasional Agensi Masyarakat pada tahun 2012, melaporkan presentase kecanduan smartphone sebesar 8,4% dan presentase kecanduan internet sebesar 7,7%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kecemasan dengan adiksi smartphone pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional study dengan jumlah populasi sebanyak 160 responden.. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner SAS-SV dan HARS. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square ditemukan bahwa terdapat hubungan antara kecemasan dengan adiksi smartphone dengan nilai p=0,000. Kata kunci: Kecemasan, adiksi smartphone.  ABSTRACTSmartphone addiction is currently one of the factors that cause public health problems. The smartphone addiction survey conducted by the National Information Society Agency in 2012, reported a percentage of smartphone addiction of 8.4% and a percentage of internet addiction of 7.7%. The purpose of this study was to study the relationship of  anxiety with smartphone addiction to the Public Health Faculty students at Sam Ratulangi University of Manado. This research method uses a cross-sectional approach with a total population of 160 respondents. Research instrument using a SAS-SV and HARS quetionare. Analysis of the data in this study using the chi-square test found that there was a relationship between anxiety with smartphone addiction with a value of p=0,000.Keywords: Anxiety, Smartphone addiction
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA TATELU KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Nangley, Wulan K.; Kandou, Grace D.; Malonda, Nancy S. H.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa balita adalah masa kehidupan yang sangat penting dan perlu perhatian yang serius karena pada masa ini berlangsung proses tumbuh kembang yang sangat pesat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pola asuh ibu dengan status gizi balita di Desa Tatelu Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Desain penelitian yang digunakan yaitu survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah balita di Desa Tatelu khususnya yang berusia 6-24 bulan dengan jumlah 61 balita. Sampel dalam penelitian ini diambil secara total sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik fisher’s Exact test diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara sikap merawat dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U (p=1.000), PB/U (p=1.000) dan BB/PB (p=1.000). Tidak terdapat hubungan antara sikap memberi makan dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U (p=1.000), PB/U (p=0.588) dan BB/PB (p=1.000). Terdapat hubungan antara praktek merawat dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U dengan nilai p=0.001, PB/U (p=0.004), namun tidak terdapat hubungan antara praktek merawat dengan status gizi balita berdasarkan indeks BB/PB (p=1.000). Tidak terdapat hubungan antara praktek memberi makan dengan status gizi berdasarkaan indeks BB/U (p=0.659), terdapat hubungan antara praktek memberi makan dengan status gizi berdasarkan indeks PB/U (p=0.004), BB/PB (p=1.000). Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara sikap erawat anak dan sikap memberi makan dengan status gizi berdasarkan indeks (BB/U, PB/U dan BB/PB), terdapat hubungan antara praktek merawat dan praktek memberi makan dengan status gizi BB/U dan PB/U.Kata Kunci: Pola Asuh, Status GiziABSTRACTToddler is a very important period and needed an attention because growth period is rapid in this time. The purpose of this study is to determine the relationship between mother’s parenting with nutritional status of children in the Tatelu, Dimembe, North Minahasa. The research design used analytic survey with cross sectional approach. The population is toddlers 6-24 months. Samples are 61 and taken with total sampling. Based on Fisher's Exact Test statistic, there is no correlation between caring attitude with nutritional status based on BB/U index (p = 1,000), PB/U (p = 1.000) and BB/PB (p = 1,000). There is no correlation between feeding attitude with nutritional status based on index of BB/U (p = 1,000), PB/U (p = 0.588) and BB/PB (p = 1,000). There is a correlation between caring practice with nutritional status based on index of BB/U with p value = 0.001, PB/U (p = 0.004), but there is no correlation between caring practice and nutritional status based on BB/PB index (p = 1,000). There is no correlation between feeding practice with nutritional status based on index of BB/U (p = 0659), there is correlation between feeding practice with nutritional status based on PB/U index (p = 0.004), BB / PB (p = 1,000). Conclusion there is no correlation between child care attitude and feeding attitude with nutritional status based on index (BB/U, PB/U and BB/PB), there is a relationship between caring practice and feeding practice with nutritional status of BB/U and PB/U.Keywords: Parenting, Nutritional Status
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MINANGA KOTA MANADO Sumajow, Marcellino R.; Kandou, Grace D.; Langi, Fima L. F. G.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi termasuk dalam kategori Penyakit Tidak Menular (PTM), hipertensi saat ini masih menjadi masalah di bidang kesehatan dan sering ditemukan pada tempat pelayanan kesehatan primer yaitu puskesmas. Dinas Kesehatan Kota Manado (2019) menjelaskan bahwa penyakit hipertensi termasuk dalam 10 penyakit  umum tertinggi di Sulawesi Utara, sedangkan dalam kategori PTM hipertensi berada di urutan teratas. Puskesmas Minanga tercatat merupakan salah satu Puskesmas dengan jumlah kasus kejadian hipertensi paling menonjol di Kota Manado. Ttujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Minanga. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Cross Sectional Study (Studi Potong Lintang). Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan besaran jumlah sampel sebanyak 94 responden yang diambil dari masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Minanga. Dari hasil perhitungan uji analisis statistik dengan menggunakan uji regresi logistik menunjukkan adanya hubungan antara variabel umur, stres, dan obesitas terhadap penyakit hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Minanga setelah nilai signifikan ketiga variabel tersebut lebih rendah dari nilai α yaitu 0,05. Sedangkan untuk variabel jenis kelamin, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol tidak ditemukan adanya hubungan dengan penyakit hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Minanga karena nilai signifikan variabel melebihi nilai α yaitu 0,05. Kata Kunci: Faktor-Faktor, Hipertensi ABSTRACTHypertension is included in the category of Non-Communicable Diseases, hypertension is currently a problem in the health sector and is often found in primary health care centers like Public Health Center. Manado City Health Office (2019) explained that hypertension was among the 10 highest common diseases in North Sulawesi, while hypertension was in the top rank of Non-Communicable Diseases. Minanga Public Health Center is recorded as one of the Public Health Center’s with the most prominent cases of hypertension in Manado. This study aims to determine the factors associated with hypertension in the community in the Minanga Community Health Center. The type of research used is the Cross Sectional Study. The technique used in sampling is purposive sampling with a sample reach 94 respondents taken from the community in the Minanga Community Health Center. From the results of the calculation of statistical analysis tests using linear regression tests showed a relationship between the variables of age, stress, and obesity to hypertension in the community in the Minanga Health Center working area after the significant values of the variables are lower than the α value of 0.05. As for the variable of gender, smoking habits, alcohol consumption, there was no association with hypertension in the community in the Minanga Health Center working area because the significant value of the variables exceeded the α value of 0.05. Keywords: Factors, Hypertension
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN INFEKSI CACING USUS DI SD NEGERI 58 MANADO Derek, Chintya; Kalesaran, Angela; Kandou, Grace
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi cacing merupakan salah satu penyakit yang paling umum tersebar dan menjangkiti banyak manusia di seluruh dunia. Sampai saat ini penyakit-penyakit cacing masih tetap merupakan suatu masalah karena kondisi sosial dan ekonomi di beberapa bagian dunia. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Manado, jumlah kecacingan dari bulan Januari-Desember 2016 sebanyak 51 kasus dan kecacingan di Manado yang tertinggi berada di Tikala yaitu 15 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara faktor sosiodemografi dengan infeksi cacing usus di SD Negeri 58 Manado. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 41 siswa dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 58 Manado dan pemeriksaan tinja dilakukan di laboratorium Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada bulan Agustus-September 2017. Uji statistik yang akan digunakan untuk melihat hubungan variabel independent dengan dependent yaitu Fisher’s Exact dengan nilai signifikansi α = 5%, tingkat kepercayaan 95% . Hasil uji bivariat yang diperoleh jenis kelamin (p = 0,629) pendidikan ayah (p= 0,321) pendidikan ibu (p= 1) pekerjaan ayah (p= 1) dan pekerjaan ibu (p= 0, 068). Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, tidak terdapat hubungan antara pendidikan orang tua, dan tidak terdapat hubungan hubungan antara pekerjaan orang tua. Diharapkan kepada pihak Sekolah membuat sarana cuci tangan agar siswa dapat mempraktekkan cara cuci tangan yang baik dan benar.Kata kunci: Infeksi Cacing Usus, Sosiodemografi.ABSTRACTWorm infections are one of the most common diseases which spread and infect a lot of people around the world. Even until now, worm diseases still remain a problem because of social and economic conditions in some parts of the world. Based on the data from Manado Health Office, the total numbers of worm infections from January to December 2016 happen to be as many as 51 cases and the highest number of case happened in Manado, is found to be in Tikala, which is 15 cases. This study aims to determine whether there is a relationship between sociodemographic factors and intestinal worm infections in SD Negeri 58 Manado. This research uses analytic observational method with cross sectional design. The subjects in this study are 41 students while using total sampling technique. The data were collected by interviewing the subjects using questionnaires. This research was conducted in SD Negeri 58 Manado and stool examination was conducted at the laboratory Faculty of Public Health Sam Ratulangi University in August-September 2017. Statistical test that will be used to analyse the relationship of independent variables with dependent, is Fisher's Exact with the significance value of α = 5%, 95% confidence level. The result of bivariate test obtained by gender (p = 0,629) level education of the father (p = 0,321) level education of the mother (p = 1) the job of the father (p = 1) and the job of the mother (p = 0,068). There was no relationship between the genders, there was no relationship between the level educations of the parents, and there was no relationship between the jobs of the parents. It is encouraged that the school will provide handwashing facilities, so that students can practice a proper handwashing.Keywords: Intestinal Worm Infections, Sociodemographic
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK AEDES AEGYPTI DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KELURAHAN MALALAYANG I KECAMATAN MALALAYANG Tompodung, Vickly D.A.; Kandou, Grace D.; Kalesaran, Angela F.C.
KESMAS Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Tahun 2017 penderita DBD di Indonesia dilaporkan sebanyak 100.347 kasus dengan kematian 907 orang. Faktor yang turut berperan penting terhadap peningkatan kasus DBD yaitu perilaku masyarakat. Pencegahan terhadap penularan DBD dilakukan dengan pemutusan rantai penularan DBD berupa pengendalian vektor. Cara yang dilakukan dalam upaya pengendalian DBD yaitu pemberantasan sarang nyamuk dengan cara “3M”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku pemberantasan sarang nyamuk aedes aegypti dengan kejadian demam berdarah dengue di kelurahan Malalayang I kecamatan Malalayang kota Manado tahun 2019. Dalam penelitian ini digunakan survei analitik dengan rancangan studi potong lintang. Dilakukan pada bulan September- Okktober 2019 dengan jumlah sampel 101 responden dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Uji chi square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel dengan CI=95% dan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan 67 responden (57,25%) termasuk kategori baik, sikap 90 responden (89,10%) termasuk kategori positif, dan tindakan 76 responden (75,24%) termasuk kategori baik. Hasil uji chi square antara pengetahuan, sikap, tindakan dengan keberadaan jentik diperoleh nilai p-value secara berturut-turut yaitu 0,000; 0,030; 0,012. Serta Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan pencegahan DBD dengan kejadian demam berdarah dengue di kelurahan Malalayang I kecamatan Malalayang kota Manado tahun 2019. Diharapakan untuk petugas kesehatan dan masyarakat agar dapat bekerja sama dalam penanganan sarang nyamuk aedes aegypti dengan melakukan penyuluhan maupun tindakan pencegahan yang lebih intensif lagi terutama penyuluhan baik secara langsung maupun melalui media berupa stiker, baliho, dan leaflet. Kata kunci: Nyamuk Aedes aegypti, Pengetahuan, Sikap, Tindakan ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a major public health problem in Indonesia. In 2017 DHF sufferers in Indonesia were reported as many as 100,347 cases with the death of 907 people. Factors that also play an important role in the increase in dengue cases are community behavior. Prevention of dengue transmission is done by breaking the chain of dengue transmission in the form of vector control. The method used in efforts to control DHF is to eradicate mosquito nests by means of "3M". This study aims to analyze the relationship between the eradication behavior of aedes aegypti mosquito nests and the incidence of dengue fever in Malalayang I village of Malalayang sub-district of Manado in 2019. In this study an analytic survey was used with a cross-sectional study design. Conducted in September-October 2019 with a sample of 101 respondents and simple random sampling. Data collected through observation and interviews using a questionnaire. Chi square test  was used to analyze the relationship between variables with CI = 95% and α = 0.05. The results showed that the knowledge of 67 respondents (57.25%) included in the good category, the attitude of 90 respondents (89.10%) was in the positive category, and the actions of 76 respondents (75.24%) were in the good category. Chi square test results between knowledge, attitudes, practices with the existence of larvae obtained p-value values in a row that is 0,000; 0.030; 0.012. And There is a relationship between knowledge, attitudes and action measures of dengue with dengue fever in Malalayang I Malalayang sub-district of Manado city in 2019. It is expected that health workers and the community can work together in handling aedes aegypti mosquito nests by conducting counseling and preventive actions that are more intensive especially counseling both directly and through the media in the form of stickers, billboards, and leaflets. Keywords: Aedes aegypti Mosquito, Knowledge, Attitude, Practices
HUBUNGAN VARIABILITAS IKLIM DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN MINAHASA UTARA TAHUN 2017-2019 Tuuk, Rifka Tesa; Kaunang, Wulan P. J.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue adalah salah satu masalah utama kesehatan masyarakat di seluruh wilayah tropis dan subtropis. Dalam 50 tahun terakhir telah terlihat peningkatan kejadian DBD yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan frekuensi wabah yang meningkat. Angka kejadian Demam Berdarah Dengue di provinsi Sulawesi Utara sejak tahun 2014 hingga tahun 2016 mengalami peningkatan. Kabupaten Minahasa Utara merupakan salah satu kabupaten/kota dengan jumlah penderita DBD terbanyak di Sulawesi Utara. Perubahan iklim dapat menyebabkan peralihan curah hujan, peralihan suhu, kelembaban dan arah angin, sehingga dapat berdampak pada ekosistem daratan dan lautan juga dapat berdampak terhadap kesehatan. Perubahan iklim tersebut juga dapat berdampak pada pertumbuhan vektor-vektor penyakit, seperti nyamuk Aedes, malaria dan lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara variabilitas iklim (Suhu, Curah Hujan, Kelembaban) dengan Kejadian DBD yang ada di Kabupaten Minahasa Utara, dalam rentang 3 tahun (2017-2019). Metode yang digunakan yakni penelitian kuantitatif, menggunakan model studi ekologi. Analisis dilakukan dengan dua cara yakni univariat dan bivariat. Analisis univariat dilakukan untuk melihat nilai Mean, Median, Min, Max dan Standar Deviasi, sedangkan analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antar-variabel dengan menggunakan uji korelasi. Hasil analisis bivariat menunjukan hasil variabilitas iklim terhadap Kejadian DBD yakni Curah Hujan (p=0,139, r=0,25), Suhu (p=0,000, r=-0,55), Kelembaban (p=0,112, r=0,27). Kesimpulanya ialah terdapat hubungan bermakna antara suhu dengan kejadian DBD dengan derajat hubungan kuat kearah negatif, tidak ada hubungan yang bermakna antara curah hujan dan kelembaban dengan kejadian DBD. Kata Kunci : DBD, Iklim, Curah Hujan, Suhu, Kelembaban ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever is one of the major public health problems throughout the tropics and subtropics area. The past 50 years have seen an unprecedented increase in the incidence of dengue with an increasing frequency of outbreaks. The incidence of dengue hemorrhagic fever in North Sulawesi province from 2014 to 2016 has increased. And North Minahasa Regency is one of the regencies / cities with the highest number of DHF sufferers in North Sulawesi. Climate change can cause shifts in rainfall, shifts in temperature, humidity and wind direction, so that it can have an impact on land and ocean ecosystems as well as have an impact on health. Climate change can also have an impact on the growth of disease vectors, such as the Aedes mosquito, malaria and others. This research was conducted with the aim of knowing the relationship between climate variability (temperature, rainfall, humidity) and the incidence of dengue fever in North Minahasa Regency, in the span of 3 years (2017-2019). The method used is quantitative research, using an ecological study model. The analysis was carried out in two ways, namely univariate and bivariate. Univariate analysis was performed to see the mean, median, min, max and standard deviation values, while bivariate analysis was used to see the relationship between variables using the correlation test. The results of the bivariate analysis showed that the results of climate variability on the incidence of dengue fever were rainfall (p = 0.139, r = 0.25), temperature (p = 0.000, r = -0.55), humidity (p = 0.112, r = 0.27). ). The conclusion is that there is a significant relationship between temperature and the incidence of DHF with the degree of a strong negative relationship, there is no significant relationship between rainfall and humidity with the incidence of DHF. Keywords: Dengue, Climate, Rainfall, Temperature, Humidity
FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMURANG TAHUN 2020 Pongkorung, Vina D.; Asrifuddin, Afnal; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang di sebabkan oleh bakteri Mycrobacterium tuberkulosis.  Tuberkulosis juga merupakan penyakit yang menyebabkan kematian terbesar diseluruh dunia. Jumlah kasus Tuberkulosis paru di Puskesmas Amurang pada tahun 2020 merupakan peringkat pertama yang paling banyak ditemukan kasus TB Paru dari seluruh puskesmas yang ada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian penyakit TB paru di wilayah kerja Puskesmas Amurang. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain case control study. Kasus adalah semua penderita TB paru yang tercatat di rekam medik Puskesmas Amurang. Kontrol adalah pasien yang tidak menderita TB Paru berkunjung ke Puskesmas Amurang. Jumlah sampel sebanyak 48 dengan rincian 24 kasus dan 24 kontrol. Dari hasil uji hi-square, perilaku merokok diperoleh hasil (p= 0,784), kepadatan hunian (p= 0,336), pencahayaan (p= 0,771), merupakan faktor risiko yang tidak bermakna secara statistik terhadap kejadian penyakit TB paru. Kata Kunci: TB paru, Merokok, Kepadatan Hunian, Pencahayaan ABSTRACTTuberculosis is a contagious infectious disease cause by  Mycobacteriun tuberculosa. Tuberculosis is also a disease that cause the largest death worlwide. Te number of pulmonary tuberculosis cases in tehe Amurang Community Health Center is the first rank in the working area of the South Minahasa District Health Office.This type of research is an analytic survey with case control study design. The case is all pulmonary tuberculosis patients who are records of the Amurang Community Health Center. Controls were patients who did not suffer from pulmonary tuberculosis visiting the Amuranng Communiti Health Center. The number of samples was 48 with details of 24 cases and 24 controls. From the results of the chi square test, smoking behavior obtained (p= 0,784), population density (p= 0,336), lighting (p=0,771), is a risk factor that not statistically significant for the incidence of pulmonary. Keywords: Pulmonary Tuberculosis, Smoke, Population Density, Lighting
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Tambuwun, Amanda A.; Kandou, Grace D.; Nelwan, Jeini E.
KESMAS Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan hipertensi memerlukan waktu yang lama sehingga kepatuhan individu ketika menjalani pengobatan menjadi salah satu hal yang mendasar untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan dan pekerjaan dengan kepatuhan berobat penderita hipertensi di Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa Utara. Metode penelitian ini adalah survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Wori dan waktu pelaksanaannya pada bulan Agustus sampai November tahun 2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dengan jumlah sampel 57 responden didapatkan melalui pengisian kuesioner Morisky Medication Adherance Scale (MMAS-8). Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. Pengolahan data yang digunakan uji statistik Chi square dengan tingkat signifikansi 95% (α=0,05). Hasil penelitian didapatkan yaitu ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,013) dan pekerjaan (p=0,041) dengan kepatuhan berobat pada penderita hipertensi di Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa Utara sedangkan usia (p=1,000) dan tingkat pendidikan (p=0,462)  tidak ada hubungan dengan kepatuhan berobat pada hipertensi di Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa Utara. Bagi penderita hipertensi terutama yang tidak patuh berobat diharapkan agar supaya sadar untuk lebih memperhatikan kesehatannya dengan rajin mengontrol kesehatan secara teratur di fasilitas kesehatan dan meminum obat antihipertensi sesuai anjuran dokter. Kata Kunci : Kepatuhan Berobat Hipertensi, Jenis Kelamin, Usia, Tingkat Pendidikan, Pekerjaan ABSTRACTMedication of hypertension  takes a long time so that individual adhrence when undergoing treatment becomes one of the basics to do. The purpose of research is to know the relationship between gender, age, level of education, and work with treatment adherence hypertension patients at the Puskesmas Wori North Minahasa Regency. Research methods are an analytic survey with research design that is a sectional cross. The study was conducted in the Wori village and the time of execution is in August to November 2020. The sample retrieval technique uses a total sampling with the number of samples 57 respondents was obtained through the filling of the Morisky Medication Adherance Scale (MMAS-8). The data analysis used is univariate and bivariate analysis. Data processing used the Chi Square statistical test with a 95% significance level (α=0,05). The results were there was a relationship between gender (p=0,013)  and work   (p=0,041) with treatment adherence hypertension patients while age (p=1,000)  and level of education (p=0,462) have nothing to do with treatment adherence hypertension patients at the Puskesmas Wori North Minahasa Regency. It is expected for hypertension people especially those who non adherence medical treatment to become conscious of better attention to their health by regurlarly taking health control at facilities and taking antihypertension medications as prescribed. Keywords : Hypertension Treatment Adherence, Gender, Age, Level of Education, Work
GAMBARAN KECUKUPAN MINERAL MIKRO PADA MAHASISWA SEMESTER 2 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Ransun, Gita Natalia; Punuh, Maureen I.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mineral merupakan salah satu zat gizi penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Mineral terbagi atas 2 dua, yaitu mineral mikro dan mineral makro. Didalam tubuh manusia mineral mikro terdapat hanya dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi memiliki peranan yang esensial bagi kehidupan dan kesehatan. Di masa pandemi COVID-19 kecukupan gizi mineral sangat diperlukan untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecukupan mineral mikro pada mahasiswa semester 2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini  bersifat survey deskriptif dengan desain penelitian cross sectional, dilaksanakan pada bulan Juni – November 2020, di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado dengan jumlah sampel sebanyak 118 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu formulir food record untuk mendapatkan data asupan responden yang dilakukan selama 2 hari. Hasil penelitian menunjukan kecukupan zat besi mahasiswa semester 2 sebagian besar masuk pada kategori kurang yaitu sebanyak 85,6%, kecukupan zinc sebagian besar masuk pada kategori kurang yaitu sebanyak 72,9%, kecukupan mangan sebagian besar masuk pada kategori baik yaitu sebanyak 43%, kecukupan tembaga sebagian besar masuk pada kategori kurang yaitu sebanyak 65,3%. Diharapkan bagi mahasiswa semseter 2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado terutama mahasiswa yang kecukupan zat gizinya masuk dalam kategori kurang agar dapat mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang terutama makanan yang mengandung mineral mikro seperti  makanan daging, kacang, sayur, buah dan susu agar supaya kebutuhan zat gizi terutama mineral mikro terpenuhi dengan baik sehingga kekebalan tubuh tetap terjaga dan dapat terhindar dari penularan COVID-19. Kata Kunci: Kecukupan Mineral Mikro, Mahasiswa, COVID-19 ABSTRACTMineral is one of the important nutrients needed by the human body. Minerals are divided into two, namely micro  minerals and macro minerals. In the human body micro minerals are found only in very small amounts, but have an  essential role for life and health. In the current era of the COVID-19 pandemic, mineral nutrition is needed by the  body to maintain an optimal immune system. The purpose of this study was to determine the adequacy of micro  minerals in semester 2 students of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, Manado during the  COVID-19 pandemic. This research is a descriptive survey with a cross sectional research design, conducted in  June - November 2020, at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University Manado with a total sample of  118 respondents. The research instrument used was a food record form to obtain data on the intake of respondents  for 2 days. The results showed that iron sufficiency in semester 2 students was mostly in the deficient category,  namely as much as 85.6%, zinc adequacy of semester 2 students was mostly in the poor category, namely as much  as 72.9%, manganese adequacy of semester 2 students was mostly included in the category good, namely as much  as 43%, the copper adequacy of the second semester students was mostly in the poor category, namely as much as  65.3%. It is hoped that students of the semester 2 of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University,  Manado, especially students whose nutritional adequacy are in the low category, are able to consume nutritionally  balanced foods, especially foods that contain micro minerals such as meat, nuts, vegetables, fruits. and milk so that  the needs for nutrients, especially micro minerals, are met properly so that the body's immunity is maintained so  that it can avoid the transmission of COVID-19 and other diseases. For the next researcher, it is hoped that the  factors that can influence the lack of micro mineral intake and micro minerals such as iodine, selenium and flour  have not been studied in this study. Keywords: Adequacy of micro minerals, students, COVID-19
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI DESA SALURANG KECAMATAN TABUKAN SELATAN TENGAH KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Palit, Ignasia D.; Kandou, Grace D.; Kaunang, Wulan J.P.
KESMAS Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya populasi lansia diiringi dengan peningkatan permasalahan dihadapi lansia yang juga berdampak terhadap penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivits fisik dengan kualitas hidup lansia di Desa Salurang Kecamatan Tabukan Selatan Tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Metode penelitian ini adalah survey analitik dengan desain penelitian Cross Sectional dan waktu pelaksanaanya pada bulan Juli sampai Agustus tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh lansia yang berumur ≥ 60 tahun di Desa Salurang. Teknik dalam mengambil sampel digunakan Total Sampling dengan jumlah sampel 80 responden. Instrumen yang digunakan yaitu WHOQOL dan IPAQ. Analisis data yang digunakan yaiu analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi Square degan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Pada penelitian ini peneliti mendapatkan hasil pada gambaran aktivitas fisik yang lebih banyak terdapat pada kategori aktivitas fisik berat yaitu 71,2% dan ringan yaitu 28,8%. Pada gambaran kualitas hidup berdasarkan domain paling banyak terdapat pada kategori domain hubungan sosial baik yaitu 58,8% kurang 41,2%, dan domain lingkungan baik yaitu 53,8% kurang 46,2% sedangkan pada domain psikologis paling banyak terdapat pada kegori kurang yaitu 51,2% baik 48,8% dan domain fisik kurang yaitu 61,2% baik 38,8%.. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup pada lansia di Desa Salurang Kecamatan Tabukan Selatan Tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan nilai p < 0,05. Kata Kunci : Kualitas Hidup, Aktivitas Fisik, LansiaABSTRACTThe elderly will continue to increase population. The group of elderly that reviewed by the health aspect will experience a decrease in health status as naturally or due to disease. The study aims to determine the relationship between physical activity and the quality of life on elderly in Salurang Village Tabukan Selatan Tengah District Sangihe Islands Regency. This research method is an analytic survey with Cross Sectional research design and the research was conduct from July to August 2020. The population in this study were all the elderly aged ≥ 60 years in the Salurang Village. The sampling technique that used is Total Sampling with a sample of 80 respondents. The instruments that used are WHOOQOL and IPAQ. The data analysis that used is univariate analysis and bivariate analysis using Chi Square statistic test with a confidence level of 95% (α = 0,05). The results showed that 31 respondents had a good quality of life in the physical domain, 39 respondents had a good quality of life in the psychological domain, 47 respondents had a good quality of life in the social relations domain and 43 respondents had a good quality of life in the environmental domain. The conclusion of this study is that there is a relationship between physical activity and quality of life on the elderly in the Salurang Village Tabukan Selatan Tengah District Sangihe Islands Regency with a p value < 0,05.Keywords : Quality of Life, Physical Activity, The Elderly
Co-Authors ., Gabriella A. J.M Rattu, A. J.M A.J. Pandelaki Aaltje E. Manampiring Adisti A. Rumayar, Adisti A. Agriati Yulin Mus Alvina Carolina Bagali Anggela, Jelsy Anis, Chintya Antonius R.B. Ola Aprelia, Dwiyanti Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asmala Sari Asrifuddin , Afnal Asrifudin, Afnal August J. Pandelaki August Joutie Pandelaki Aviliana Revani Wenas Benedictus Lampus Benedictus S. Lampus Benny S. Lampus Billy J. Kepel Budi Ratag, Budi Budi T. Ratag Buyung, Siti Hartina Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Dampi, Denada Jihan David Tampi Debra S. S. Rumengan, Debra S. S. Deni Salmon Derek, Chintya Dina Rombot Ekaristi, Pongtuluran Elcya Natalia S. Mangando Elvin, Jesika Faustina Lala, Monalisa Felastri Delais Bororing Franckie R. R. Maramis Gabriella Rombot Gobel, Bella Gustaaf A. E. Ratag Gustaaf A.E. Ratag Gustaaf E. Ratag, Gustaaf E. Gustaaf E.A. Ratag Hartina, Sitti Henry M. F. Palandeng Herlina M.L. Butiop, Herlina M.L. Hou, Afiona Aswinda Hurles Imanuel Palilu Indriya Robot, Melisa Iyone E.T. Siagian J. M. L. Umboh, J. M. L. Jane M. F Tahulending, Jane M. F Jane. Pangemanan, Jane. Jendra Dotulong Jessica Meilani Meilani Jimmy Posangi Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jootje. M. L. Umboh, Jootje. M. L. Juan J. Rumondor, Juan J. Julia S. Oley Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaunang, Wulan Julia Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul Arthur Tennov Kiling, Schwarz Y. Kolibu, Febi K. Lestari Pujirahayu, Lestari Lilian Rauw-Andries Limbong, Valdano A. Lucia I. R. Lefrandt Lusut, Markus T. Makaremas, Jane Elsada Male, Intan Yahya Malonda, Nancy S. H Manaida, Risky Joko Manannohas, Mouren Manggopa, Renny S. Manik, Mawar Medika Manopo, Sinta E. Manuputty, Jefrains Ch Mardame Sinaga Margareth R Sapulete Marthin, Winda Bellatrix Maureen I. Punuh, Maureen I. Medellu, Dian Maya Merdy R. Kansil, Merdy R. Momuat, Trully Mona, Jandri D. Muhammad Kahfi, Muhammad N. W. Mariaty, N. W. Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nandar, Stenly T. Nangley, Wulan K. Nelly Mayulu Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Nur Estriana Anugrahwaty Wijaya Palandi, Oktavia R. Y. Palit, Ignasia D. Pangalila, Marny C. Pantow, Stivani S. Paseki, Jesika Asry Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Paulu, Pingkan Prila Pitters, Theresia S. Pongkorung, Vina D. Puasa, Novilius Juniardi Putri Ayudhya R. Lingkan Roeroe, R. Lingkan Radjabaycolle, Ingrid F. Ramli Laitupa, Ramli Ransun, Gita Natalia Reppi, Giani C. Reynaldi R. Hadiwijaya Robert A. Bara Robot, Laudikia Nelsen Rompas, Rizald Ronald I Ottay Ronald I. Ottay Rumayar, Adisti Rumengan, Selin R. Salibana, Agita I. Sampe, Lidya Ferawati Sekeon, Sekplin A.S. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Singal, Harbri I. V. Sumajow, Marcellino R. Sunkudon, Cherlin Suoth, Lerry F Suoth, Lery F. Suoth, Lery Fransil Supandi, Truli Patrisia Tamamilang, Christi Desi Tamboto, Christi Debora Tambuwun, Amanda A. Tappi, Valerie Elma Thomas, Natalia G. Tompodung, Vickly D.A. Trevino A. Pakasi Tucunan, A. A.T Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tuuk, Rifka Tesa Usoh, Julita A. Walangitan, Rayn Christian Walukow, Desy N. Wartono, Jarod Ariyanto Wulan J.P. Kaunang Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Zwingly C.J.G. Porajow