Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : QUANTA

PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PEER GROUP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA Suherman, Maya Masyita
QUANTA Vol 2, No 3 (2018): VOLUME 2, NUMBER 3, SEPTEMBER 2018
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.553 KB) | DOI: 10.22460/q.v2i3p83-89.1192

Abstract

Penelitian ini menelaah Penerapan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Peer Group untuk meningkatkan kemampuan komunikasiSiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan bimbingan kelompok dengan teknik peer groupmampu meningkatkan kemampuan komunikasisiswakelas XI IPS di SMA Negeri 3 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekaan kuantitatif  dengan model Pre-Eksperimental Design. Desain Experimen yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design.Subyek penelitian ini adalah 18 orang siswa yang ditentukan dengan teknik simple random sampling.Pengumpulan data dengan menggunakan instrumenobservasi dan angket.Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis non parametrik, yaitu uji wilcoxon.dilaksanakan melalui lima tahap yaitu tahap awal (peer group), tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan dan tahap pengakhiran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bimbingan kelompok dengan teknik  peer group mampu meningkatkan kemampuan komunikasi siswa.
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PEER GROUP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA Maya Masyita Suherman
QUANTA Vol 3, No 2 (2019): VOLUME 3 NUMBER 2, MAY 2019
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.324 KB) | DOI: 10.22460/q.v3i2p29-35.1501

Abstract

Penelitian ini menelaah Penerapan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Peer Group untuk meningkatkan kemampuan komunikasiSiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan bimbingan kelompok dengan teknik peer groupmampu meningkatkan kemampuan komunikasisiswakelas XI IPS di SMA Negeri 3 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekaan kuantitatif  dengan model Pre-Eksperimental Design. Desain Experimen yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design.Subyek penelitian ini adalah 18 orang siswa yang ditentukan dengan teknik simple random sampling.Pengumpulan data dengan menggunakan instrumenobservasi dan angket.Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis non parametrik, yaitu uji wilcoxon.dilaksanakan melalui lima tahap yaitu tahap awal (peer group), tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan dan tahap pengakhiran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bimbingan kelompok dengan teknik  peer group mampu meningkatkan kemampuan komunikasi siswa.  
PENGARUH EMOTIONAL COACHING KEPADA GURU UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN EMOSI SISWA TUNALARAS DI SLB SEKOTA CIMAHI Yuliani, Wiwin; Alawiyah, Tuti; Suherman, Maya Masyita; Manuardi, Ardian Renata
Quanta : Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2021): VOLUME 5, NUMBER 1, JANUARY 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/q.v5i1p14-20.2171

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh emotional coaching kepada guru untuk meningkatkan kemandirian emosi siswa tunalaras di SLB sekota Cimahi yang bertargetkan TKT tingkat dasar kedua yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh webinar emotional coaching kepada guru terhadap kemandirian emosi siswa tuna laras di SLB sekota Cimahi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini berupa desain one group pre and posttest design yang menggunakan satu kelompok subjek (kasus tunggal) serta melakukan pengukuran sebelum dan sesudah pemberian perlakukan perlakuan berupa emotional coaching. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 orang siswa tunalaras. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan teknik Mann Whitney U Test, diperoleh nilai Asymp Sig sebesar 0.159 yang berarti lebih besar dari nilai signifikansi α 0.05. Hal ini berarti Ha ditolak dan H0 diterima, yaitu tidak terdapat perbedaan kemandirian emosi peserta didik tunalaras sebelum dan sesudah dilakukan emotional choaching. 
STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN KARIER: PERSPEKTIF KARIER DITINJAU DARI PERKEMBANGAN SISWA PADA JENJANG SEKOLAH DASAR Suherman, Maya Masyita; Siddik, Riesa Rismawati
Quanta : Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2022): VOLUME 6, NUMBER 3, SEPTEMBER 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/quanta.v6i3.3352

Abstract

Career is a lifelong process, so it needs to be formed as early as possible to achieve a career that suits the individual. Career education can be started when the child is in elementary school. At this level, children begin to be introduced to jobs in the surrounding environment. In addition, teachers, parents and the community participate in providing learning about themselves to children related to gender, morals, social skills, Self-Esteem, and Self-Efficacy. The formation of one's career must start early, so that since elementary school a child must be given an understanding of career. The understanding given can be through games by introducing jobs that exist in the environment around the home and school. Career development for children also needs to be adjusted to their developmental tasks. as parents and teachers must also know the talents and interests of children from an early age to be able to better direct children. The directives carried out here are not coercion in accordance with the wishes of the parents/teachers, but according to the potential of the child.Keywords:   service strategy, career guidance, elementary school