Claim Missing Document
Check
Articles

PARTISIPASI POLITIK GURU DALAM PEMILUKADA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA GURU DI KABUPATEN TAKALAR SULAWESI SELATAN St. Syamsudduha; Nursalam Nursalam
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 1 No 1 (2014): Auladuna
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk partisipasi guru dalam kegiatan perpolitikan di Kabupaten Takalar Prov. Sulawesi Selatan, untuk mengetahui kinerja guru yang terlibat dalam kegiatan perpolitikan di Kabupaten Takalar Prov. Sulawesi Selatan, dan untuk mengetahui hubungan antara partisipasi guru dalam politik dengan kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran. Populasi penelitian ini adalah guru di Kabupaten Takalar dan sampel penelitian ini adalah guru SD, SMP, dan SMA pada beberapa kecamatan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, pedoman wawancara, dan catatan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk partisipasi guru dalam kegiatan perpolitikan di Kabupaten Takalar yaitu: kampanye, pemberian suara pilkada/partai, diskusi publik, dan mengemukakan opini di media massa. Kinerja guru-guru yang terlibat dalam kegiatan perpolitikan di Kabupaten Takalar berada dalam kategori sedang, dengan rata-rata kinerja guru sebesar 68.35.Tidak ada hubungan yang signifikan antara partisipasi guru dalam politik dengan kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran. Abstract: The purpose of this study was (1) to describe the form of teacher participation in political activities in Takalar South Sulawesi Province, (2) To determine the performance of the teachers who involved in political activities in Takalar, South Sulawesi, and (3) To determine the relationship between the participation of teachers in politics with the performance of teachers in the learning activities. The study population was a teacher in the Takalar District, and the sample of this research is the elementary school teachers, middle, and high school in a few districts in Takalar. The instrument used in this study was a questionnaire, interview guide, and observation records. The results showed that the forms of teacher participation in political activities in Takalar namely: the campaign, giving the election voice/party, public discussion, giving opinion in the media. Ther performance of the teachers involved in politics in Takalar are in the medium category, with an average of 68.35 mean score. It was found that there was not a significant correlation between the teachers’ participation in politics and the their performance in the learning activities
PERBANDINGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY APPROACH DAN MODIFIED FREE INQUIRY APPROACH TERHADAP PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Zainal Basri; Nursalam Nursalam; Suharti Suharti
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v5i1a8.2018

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan model pembelajaran guided inquiry approach dan modified free inquiry approach terhadap pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Polong bangkeng Utara Kabupaten Takalar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment dengan pretest posttest control group design. Dari hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa model pembelajaran guided inquiry approach dan modified free inquiry approach cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sedangkan berdasarkan uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan nilai rata-rata hasil belajar matematika antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran guided inquiry approach dan modified free inquiry approach kelas VIII SMPN 2 Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.Abstract:This research aims to determine the comparison of learning models guided inquiry approach and modified free inquiry approach to solving the problems of mathematics students of class VIII SMP Negeri 2 Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar. This research type is quasi experiment research with pretest-posttest control group design. From descriptive analysis result shows that guided inquiry approach model and modified free inquiry approach is effective to improve students problem solving abilities of mathematics while based on hypothesis test show that there is no significant difference in mean score of mathematics learning outcomes between students taught using guided inquiry approach model and modified free inquiry approach class VIII SMPN 2 Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.  
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS Andi Dian Angriani; Nursalam Nursalam; Tenri Batari
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v5i1a1.2018

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur dan menilai kualitas pengembangan instrumen tes untuk mengukur kemampuan koneksi matematis siswa SMP di kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan research and development dengan model formative research yang melalui empat tahap, yaitu preliminary, self-evaluation, dan prototyping, serta field. Subjek uji coba pada penelitian ini sebanyak 34 siswa. Hasil yang diperoleh pada uji validitas isi soal dinyatakan valid karena nilai CVR dan CVI yaitu 1 dengan kategori sangat sesuai. Hasil respon siswa memenuhi kriteria tercapai. Reliabilitas instrumen tes dinyatakan reliabel, dimana nilai reliabilitas yaitu 0,75 dengan interpretasi tinggi. Sedangkan dari segi tingkat kesukaran rata-rata skor total yaitu 0,542 dengan kategori sedang. Dari segi daya pembeda rata-rata skor total yaitu 0,45 dengan kategori baik. Selain itu, hasil analisis kemampuan koneksi matematis menggunakan instrumen yang telah dikembangkan diketahui bahwa dari 34 siswa terdapat 3 siswa  (8,82%) yang termasuk dalam kategori memiki tingkat kemampuan koneksi matematis sangat baik, 17 siswa (50%) yang termasuk kategori baik, 11 siswa (32,35%) termasuk kategori cukup, dan 3 siswa (8,82%) termasuk kategori kurang. Rata-rata kemampuan koneksi matematis siswa adalah 52,49 dengan kategori baik karena 51 <  skor total 75. Dengan demikian, instrumen tes kemampuan koneksi matematis yang dikembangkan memenuhi kualitas yang baik.Abstract:             This study aims to determine the development of procedures and quality of test instruments to measure the ability of mathematical connections of students on mathematics subjects in Makassar city. The type of research is research and development with formative research model through (four) stage that is introduction, self evaluation, and prototype, and field test. The subjects of this study were students of junior high school in Makassar city with the number of students. The results obtained on the validity of the content validity test because CVR and CVI is 1 with very appropriate category. Results of student responses meet the criteria achieved. Reliability, 0.6 with high interpretation. Medium in terms of the average level of difficulty the total score is 0.542 with the medium category. In terms of power differentiate the average total score is 0.45 with good category. In addition, the result of mathematical connection ability analysis using the developed instrument is known that from 34 students there are 3 students (8.82%) which included in the category memiki level of excellent mathematical connection ability, 17 students (50%) including good category, 11 students (32.35%) included enough category, and 3 students (8,82%) including less category. The average mathematical connection ability of students is 52.49 with good category because 51 <  total score 75. Thus, the test instrument of mathematical connection ability developed to meet the good quality.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Andi Dian Angriani; Nursalam Nursalam; Nurul Fuadah; Baharuddin Baharuddin
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v5i2a9.2018

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah instrumen tes untuk mengukur kemampuan pemcahan masalah matematika dengan melihat prosedur pengembangan dan kualitas instumen tes pemecahan masalah matematika yang dikembangkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian research and development (R&D) yaitu pengembangan instrumen tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika. Model pengembangan perangkat ini dikembangkan berdasarkan model Tessmer yaitu tipe formatif evaluation, yaitu: (1) tahap preliminary, (2) tahap self evaluation, (3) tahap prototyping (expert review, one to one, small group), dan (4) tahap field test. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN 1 Model Makassar yang berjumlah 36 orang siswa. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, diperoleh bahwa: (1) instrumen tes pemecahan masalah matematika sudah dikatakan “valid” karena berdasarkan hasil CVR yaitu 1 dan memenuhi kriteria yaitu ≥0,99 dan CVI yaitu 1 dengan kategori sangat sesuait atau berada pada kisaran 0,68-1,00 (2) instrumen tes pemecahan masalah matematika sudah dikatakan reliabel dengan nilai 0,732 dengan kategori tinggi, dan berada pada kisaran 0,60<r11<0,80 (3) instrumen tes pemecahan masalah matematika memiliki tingkat kesukaran yang cukup baik yaitu 60% dari soal memiliki tingkat kesukaran yang baik kemudian rata-rata tingkat kesukaran yang diperoleh adalah 0,58 dengan kategori sedang yaitu berada pada kisaran 0,31-0,70 (4) instrumen tes pemecahan masalah matematika memiliki daya pembeda yang sudah baik 93,34% soal memenuhi kriteria daya pembedan dan rata-rata daya pembeda yang diperoleh adalah 0,35 dengan kategori cukup atau berada pada kisaran Dp>0,2. Dengan demikina instrumen tes pemecahan matematika siswa memiliki kualitas yang baik.Abstrak:This study aims to produce a test instrument to measure the ability to solve mathematical problems by looking at the test instrument development procedures and the quality of the instuments of the mathematical problem solving test developed. The type of research used is research and development (R & D) research, namely the development of test instruments to measure the ability to solve mathematical problems. The development model of this device was developed based on Tessmer model that is formative evaluation type, namely: (1) preliminary stage, (2) self evaluation stage, (3) prototyping stage (expert review, one to one, small group), and (4) field test. The subjects of the experiment were VIII students of MTsN 1 Model Makassar which amounted to 36 students Based on the results of experiments conducted, it is found that: (1) math problem solving test instrument has been said "valid" because based on the CVR results are 1 and meet the criteria of ≥0.99 and CVI is 1 with a category sesuait or in the range 0 , 68-1,00 (2) mathematical problem-solving test instrument is said to be reliable with a value of 0.732 with high category, and is in the range of 0.60 <r11 <0.80 (3) Instrument test The math problem solving device has a level of difficulty good cuku that is 60% of the problem has a good level of difficulty then the average level of difficulty obtained is 0.58 with the medium category that is in the range of 0.31 to 0.70. (4) Instrument test Math problem solving device has power a good differentiator 93.34% of the question meets the criteria of the power of pembedan and the average distinguishing power obtained is 0.35 with sufficient category or is in the range Dp> 0.2. With demikina test instrument of mathematical solving students have good quality.
PENGEMBANGAN MODUL GEOMETRI ANALITIK BIDANG DAN RUANG MATERI KONIKOIDA BERDASARKAN TEORI VAN HIELE Sulhijrah Mustabil; Nursalam Nursalam; A. Sriyanti; Suharti Suharti; Fitriani Nur
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.88 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3438

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan maksud mengembangkan modul geometri analitik bidang dan ruang materi konikoida berdasarkan Teori Van Hiele yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri atas empat fase, yaitu: fase investigasi awal, fase desain, fase realisasi, dan fase tes, evaluasi, dan revisi. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respon mahasiswa, angket respon dosen, lembar observasi aktivitas mahasiswa, lembar observasi kemampuan dosen mengelola pembelajaran, dan tes pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan modul yang dihasilkan valid, praktis dan efektif, dengan rata-rata kevalidan untuk bahan ajar dan semua instrumen penelitian adalah 4,5. Praktis, dengan rata-rata lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran 1,56, rata-rata persentase angket respon mahasiswa 82,68 dengan kategori positif dan rata-rata persentase angket respon dosen adalah 86,94. Efektif, rata-rata persentase aktivitas mahasiswa adalah 80,125, rata-rata persentase kemampuan dosen mengelola pembelajaran adalah 4,00, dan persentase ketuntasan belajar mahasiswa adalah 75%. AbstractThis research form development that refers to development geometrical module analytics field and matter conicoid materials based on Van Hiele Theories which is valid, practical and effective. This research used development of Plomp models that consists of four phases : Investigation phase, design phase, realization phase, and test phase, evaluation and revision. Instrument that used are paper of validation, paper of observation characteristic of learning, questionnaire response of students, questionnaire response of lecture, observation papers activity of students, observation papers the ability of lecture to manage the subject and comprehension test of the concept, result of research show module that valid. Practically and effective. Dengan rata-rata  the validation to substance of teaching and all the instrument of research is 4,5 practically. With range observation of papers the characteristic of learning 1,56, range of questionnaire presentation of students response 82,68 for the positive of category and range questionnaire presentation of lecture response is 86,94. Effective, range presentation activity of students is 80,125, range the ability the presentation of lecture to manage the subject is 4,00, and completeness presentation student learning is 75%.   
PENGARUH PENERAPAN MODEL TALKING STICK DENGAN BANTUAN MEDIA CHOOSE NUMBER TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DI SMP NEGERI 3 SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA Ikra Safitri; Misykat Malik Ibrahim; Nursalam Nursalam
Jurnal Biotek Vol 6 No 1 (2018): Juni
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.715 KB) | DOI: 10.24252/jb.v6i1.5144

Abstract

Tujuan dalam penelitian adalah untuk: 1) Mengetahui hasil belajar biologi peserta didik di SMP Negeri 3 Sungguminasa Sungguminasa yang diajar tanpa menerapkan model talking stick dengan bantuan media choose number 3) Menganalisis perbedaan hasil belajar biologi antara peserta didik yang yang diajar dengan menerapkan model talking stick dengan bantuan media choose number 2) Mengetahui hasil belajar biologi peserta didik di SMP Negeri 3 diajar dengan model talking stick dengan bantuan media choose number dan peserta didik yang diajar tanpa model talking stick dengan bantuan media choose number.Dalam penelitian ini merupakan suatu penelitian Quasi Experimental dengan menggunakan desain penelitian Pretest-Postest Control Group Design. Sampel pada penelitian ini adalah kelas VIII A dengan jumlah 35 peserta didik dan kelas VIII H yang berjumlah 35 peserta duduk. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik simple random sampling . Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 nomor. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah analisis statistic deskriftif dan analisis statistic inferensial dengan menggunakan uji-t.Berdasarkan dari hasil analisis statistik deskriptif, dan diperoleh nilai rata-rata dari kedua kelompok tersebut, dengan menggunakan kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan model talking stick dengan bantuan media choose number  sebesar 75,58. Pada kelas kontrol  yang diajar dengan tanpa menggunakan model talking  stick dengan bantuan media choose number sebesar 67,41. Sedangkan berdasarkan hasil analisis inferensial menggunakan uji-t diperoleh nilai sign sebesar 0,000 yang lebih kecil dari pada α sebesar 0,05 (sign<α) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak. Jadi terdapat perbedaan yang signifikan antara model talking stick dengan bantuan media choose number dengan tanpa yang diajar menggunakan model talking stick dengan bantuan media choose number terhadap hasil belajar biologi peserta didik dikelas VIII SMP Negeri 3 Sungguminasa Kabupaten Gowa.
ANALISIS KUALITAS SOAL BUATAN GURU BIOLOGI DALAM KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA Musdalifah Musdalifah; St. Syamsudduha; Nursalam Nursalam
Jurnal Biotek Vol 8 No 1 (2020): JUNI
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jb.v8i1.10471

Abstract

This research was a quantitative descriptive study that aimed to find out the quality of questions made by teachers of SMA Negeri 10 Gowa in terms of the level of difficulty, discrimination item, and to determine the ability of these questions to measure the high-level thinking students in SMA Negeri 10 Gowa. The sample in this study was 36 students. Data collection technique was documentation, by collecting all daily questions, answer keys, and the marks of student answers of Biology class XI of SMA Negeri 10 Gowa. The instrument used in this study was a review of the Higher Order Thinking (HOTS) adapted from a module of Making HOTS Questions published by the Education and Culture Office. The data of this study were analyzed quantitatively and qualitatively. Based on the results of the quantitative analysis, the level of difficulty of the question description used in daily tests was quite good, while questions for multiple-choice categorized as good. The quality of discrimination items for both essays and multiple-choice questions categorized as poor. The results of a qualitative analysis found that there were no questions categorized as HOTS, but all of these questions had very good in use and construction of language.
KONTRIBUSI PEMIKIRAN ABU NASR MANSUR IBN ‘ALI IBN ‘IRAQ AL-JA’DI(960 M – 1036 M) PADA MATERI TRIGONOMETRI Andi Nurfadilah Armi; Nursalam Nursalam; Mardhiah Mardhiah; St Ibrah Mustafa Kamal
Muslim Heritage Vol 7, No 1 (2022): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.3865

Abstract

AbstractThis study aims to determine the contribution of the thoughts of Abu Nasr Mansur ibn 'Ali ibn 'Iraq Al-Ja'di (960 AD - 1036 AD) on trigonometric material. This research is a library research using library research data collection techniques or document review regarding Abu Nasr Mansur ibn 'Ali ibn 'Iraq Al-Ja'di. Abu Nasr Mansur is a Muslim scientist who has produced many monumental works in the fields of mathematics and astronomy. Abu Nasr Mansur is the founder of the law of sine on a plane and the law of sine of the sphere. The use of the law of sine on a flat plane in daily life based on the field is divided into two, namely in the field of civil engineering it is used to calculate building heights, calculate distances between two places and calculate aircraft heights; Meteorology is used to model cyclical trends, such as weather patterns and seasonal variations. The usefulness of the law of sine on a flat plane is used in the field of astronomy to determine the direction of prayer Qibla and prayer times.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pemikiran Abu Nasr Mansur ibn ‘Ali ibn ‘Iraq Al-Ja’di (960 M – 1036 M) pada materi trigonometri. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau Library Research dengan menggunakan teknik pengumpulan data telaah kepustakaan atau telaah dokumen mengenai Abu Nasr Mansur ibn ‘Ali ibn ‘Iraq Al-Ja’di. Abu Nasr Mansur merupakan seorang ilmuan muslim yang telah menghasilkan banyak karya yang monumental dalam bidang matematika dan astronomi. Abu Nasr mansur merupakan penemu hukum sinus pada bidang datar dan hukum sinus bola. Kegunaan hukum sinus pada bidang datar dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan bidangnya dibagi menjadi dua, yaitu pada bidang ilmu teknik sipil digunakan untuk menghitung tinggi gedung, menghitung jarak antar dua tempat dan menghitung ketinggian pesawat; pada bidang ilmu meteorologi digunakan untuk memodelkan tren siklus, seperti pola cuaca dan variasi musiman. Kegunaan hukum sinus pada bidang datar digunakan pada bidang astronomi untuk menentukan arah kiblat sholat dan waktu shola
MISCONCEPTION ANALYSIS OF MATH CLASS VII USING THREE TIER-TEST: ANALISIS MISKONSEPSI MATERI MATEMATIKA KELAS VII MENGGUNAKAN THREE TIER-TEST Akmal Riswandi; Nursalam; Baharuddin
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 10 No 1 (2022): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mapan.2022v10n1a3

Abstract

This study aims to find out what misconceptions are experienced by students in mathematics material for class VII SMP and to find out what factors cause students' misconceptions in mathematics material for class VII SMP. This type of research is qualitative research using a descriptive method. The research subjects in this study were 8 students of class VII B students of SMPN 46 Makassar with data collection techniques consisting of three tier-test diagnostic tests, interviews, and documentation. Data analysis techniques in this study consisted of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that based on the results of the Three Tier-Test given to class VII B students, it was identified that students experienced misconceptions in algebraic material with the categories of misconceptions and misconceptions (false positive). The majority of misconceptions occur in all algebraic materials, namely: algebraic concepts, algebraic elements, addition operations, subtraction operations, multiplication operations, and division operations. In addition, it was also found that the factors causing the misconceptions of class VII B students of SMPN 54 Makassar, namely the lack of students' ability to understand algebraic concepts in-depth, lack of interest in learning specifically for algebra students, the method often used by teachers, namely the lecture’s method, these making students difficult to understand algebraic material and pre-algebraic concepts.
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK MATERI BILANGAN BULAT DI KELAS IV MIN 2 KOTA MAKASSAR Nafirah Nafirah; Nursalam Nursalam; Munirah Munirah
JIPMI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah) Vol 2 No 2: AGUSTUS (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan belajar matematika yangdialami peserta didik pada materi bilanga bulat, dengan tujuan penelitian mengetahuifaktor-faktor yang menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan belajar matematikapada materi bilangan bulat di Kelas IV MIN 2 Kota Makasar. Jenis penelitian ini adalahpenelitian kualitataif deskriptif. Subjek penelitian yaitu kelas IV MIN 2 Kota Makassaryang mengalami kesulitan belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tesdan wawancara. Instrumen penenlitian yang digunakan yaitu tes diagnostik danpedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan yang dialamipeserta didik kelas IV MIN 2 Kota Makassar dalam pokok bahasan materi bilanganbulat, yaitu kesalahan fakta, kesalahan konsep, kesalahan proses perhitungan dankesalahan karna tidak menjawab soal. Faktor penyebab dari kesulitan belajar pesertadidik kelas IV MIN 2 Kota Makassar disebabkan dari faktor internal dan faktor eksternalpeserta didik, adapun faktor internal internal adalah seperti kemampuan intelektual yangrendah, faktor emosional, minat, motivasi, dan bakat. Dan faktor eksternal adalahseperti faktor pedagogik dan faktor sosial. Implikasi dari penelitian ini adalah untukmengurangi kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan peserta didik dalammengerjakan soal. Pada proses pembelajaran selanjutnya diharapkan agar bisa membuatpeserta didik nyaman dalam belajar. Maka pendidik mudah meningkatkan pemahamanpeserta didik secara perlahan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, penyebab kesulitanbelajar peserta didik adalah kemampuan intelektual yang rendah, kurangnya kurangnyamotivasi dan dukungan dari keluarga serta lingkungan sekolah. Peneliti mengaharapkanagar pendidik dapat meningkatkan perhatian peserta didik dalam proses belajarmengajar agar semangat belajar peserta didik lebih aktif lagi.